Anda di halaman 1dari 11

Nama kelompok : Rizqi Wardani (15520011)

Zainur Roziqin (1552060)

RESUME ACTIVITY BASED COSTING

A. Definisi
Activity based costing telah dikembangkan pada organisasi sebagai
suatu solusi untuk masalah-masalah yang tidak dapat diselesaikan dengan
baik oleh sistem biaya tradisional. Berikut ini adalah beberapa definisi yang
di kemukakan beberapa ahli mengenai activity based costing :
1. Menurut Amin Widjaja (1995), activity based costing tidak hanya
memberikan kalkulasi biaya produk yang lebih akurat, tetapi juga
memberikan kalkulasi apa yang menimbulkan biaya dan bagaimana
mengelolanya, sehingga juga dikenal sebagai sistem manajemen yang
pertama.1
2. Menurut Supriyono (2002), activity based costing merupakan sistem yang
terdiri dari 2 tahap yaitu pertama melacak biaya pada berbagai aktivitas,
dan kemudian kedua adalah melacak biaya ke berbagai produk.2
3. Menurut Mulyadi (2007), activity based cost system adalah sistem
informasi biaya berbasis aktivitas yang didesain untuk memotivasi
personel dalam melakukan pengurangan biaya dalam jangka panjang
melalui pengelolaan aktivitas.3
Dari beberapa pengertian di atas, dapat di simpulkan bahwa activity based
costing merupakan metode yang digunakan untuk menyajikan informasi

1
Tunggal, Amin Widjaja. 1995. Activity-Based Costing : Untuk Manufakturing dan Pemasaran.
Jakarta: Harvarindo. hal.27
2
Supriyono. 2002. Akuntansi Biaya dan Akuntansi Manajemen Untuk Teknologi Maju dan
Globalisasi. Edisi Dua. Yogyakarta: Penerbit BPFE Yogyakarta. hal.230
3
Mulyadi. 2007. Activity-Based Cost System. Yogyakarta: UPP STIM YKPN. hal.40

i
harga pokok produk secara efektif dengan mengukur secara cermat konsumsi
sumber daya dalam setiap aktivitas untuk menghasilkan produk.

B. Tahapan
Menurut Supriyono (2002:231) ada 2 tahap pada ABC System, tahap
pertama terdiri dari 4 langkah yakni penggolongan ke berbagai aktivitas,
pengasosiasian berbagai biaya dengan berbagai aktivitas, penentuan
kelompok biaya yang homogen (cost pool) dan penentuan tarifkelompok
(pool rate). Sedangkan pada tahap kedua meliputi pelacakan biaya ke
berbagai produk.
C. Asumsi Dasar
Menurut Cooper dan Kaplan (1991) ada 2 asumsi dasar yang mendasari
ABC System.4
1. Kegiatan menyebabkan timbulnya biaya ABC System dimulai dari
anggapan bahwa sumber daya tidak langsung menyediakan kemampuan
untuk melakukan aktivitas bukan hanya sekedar menyebabkan timbulnya
biaya yang harus dialokasikan.
2. Produk dan pelanggan menyebabkan munculnya permintaan dan aktivitas
Untuk membuat produk diperlukan berbagai aktivitas dan tiap aktivitas
perlu sumber daya dalam pelaksanaannya.

D. Kondisi Dalam Penerapan Asumsi


Kondisi yang mendasari penerapan ABC System, dalam perusahaan
manufaktur dan juga perusahaan jasa menurut Supriyono (2002) di golongkan
ke dalam tiga kelompok.5
1. Perusahaan menghasilkan lebih dari satu produk jual.
2. Biaya yang berbasis non unit harus merupakan prosentase signifikan dari
biaya overhead.
3. Rasio konsumsi masing-masing aktivitas dari tiap produk yang dijual
berbeda.

4
Kaplan, Robert S. and Robin Cooper. 1991. The Design of Cost System. 1st ed. New Jersey:
Prentice Hall International Inc. hal. 212
5
Supriyanto, Op.cit., hal. 247

ii
E. Manfaat
Menurut Cooper dan Kaplan (1991), terdapat tiga manfaat Activity
Based Costing systems bagi manajemen perusahaan.6
1. Improved Decision
Perhitungan biaya produk dengan menggunakan Activity Based Costing
systems menghasilkan informasi yang lebih akurat, sehingga manajemen
perusahaan dapat mengambil keputusan dengan tepat karena terhindar
dari distorsi yang terjadi pada perhitungan biaya produk menggunakan
sistem tradisional.
2. Continuous Improvement Activities to Reduce Overhead Costs
Dalam penerapan Activity Based Costing systems penghematan biaya
secara signifikan dapat dilakukan dengan cara penanganan bahanbaku
secara lebih efisien tanpa harus menurunkan harga beli bahanbaku,
mengurangi biaya set up dan membuat penjadwalan produksi. Dengan
disertai perbaikan aktivitas secara terus menerus dan penggunaan
informasi yang lebih akurat maka seharusnya penghematan biaya tersbut
dapat tercapai.
3. Ease of Determining Relevant Cost
Activity Based Costing systems mengurangi kebutuhan untuk
melaksanakan pembelajaran khusus mengenai analisa yang lebih
mendalam untuk mendapatkan informasi yang relevan dalam rangka
keputusan tertentu dengan meningkatkan akurasi dari laporan biaya
produk dan menghasilkan biaya secara terpisah dari keempat kategori
aktivitas.

F. Keunggulan dan Kekurangan


Beberapa keunggulan dari sistem biaya Activity Based Costing dalam
penentuan biaya produksi adalah sebagai berikut :
1. Biaya produk yang lebih realistik.

6
Ibid, hal 276

iii
2. Semakin banyak overhead dapat ditelusuri ke produk. Analisis sistem
biaya ABC itu sendiri memberi perhatian pada semua aktivitas sehingga
biaya aktivitas yang non lantai pabrik dapat ditelusuri.
3. Sistem biaya ABC mengakui bahwa aktivitaslah yang menyebabkan biaya
bukanlah produk, dan produklah yang mengkonsumsi aktivitas.
4. Sistem biaya ABC memfokuskan perhatian pada sifat riil dari perilaku
biaya dan membantu dalam mengurangi biaya dan mengidentifikasi
aktivitas yang tidak menambah nilai terhadap produk.
5. Sistem biaya ABC mengakui kompleksitas dari diversitas produksi yang
modem dengan menggunakan banyak pemacu biaya (multiple cost
drivers), banyak dari pemacu biaya tersebut adalah berbasis transaksi
(transaction-based) dari pada berbasis volume produk.
6. Sistem biaya ABC memberikan suatu indikasi yang dapat diandalkan dari
biaya produk variabel jangka panjang yang relevan terhadap pengambilan
keputusan yang strategik.
7. Sistem biaya ABC cukup fleksibel untuk menelusuri biaya ke proses,
pelanggan, area tanggungjawab manajerial, dan juga biaya produk.

Disamping terdapat kelebihan juga memiliki beberapa kelemahan yang


pada umumnya cenderung dihadapi manajemen, yaitu :
1. Di dalam implementasinya ABC relatif sulit direalisasikan
2. Dalam implemetasinya sering mengabaikan aktivitas proses produksi
karena tuntutan adanya usaha pengurangan biaya aktivitas.
3. Penerapan ABC cenderung menimbulkan pertentangan antara manajemen
dengan pekerja karena adanya efeseiensi biaya yang amat ketat.
4. Karena Laporan Keuangan sifatnya timeliness maka ABC sulit
dilaksanakan karena adanya kendala periode waktu.

G. Tingkatan Aktivitas Biaya

iv
Menurut Cooper dan Kaplan, hirarkhi aktivitas dari activity based
costing terdiri atas empat komponen yaitu tingkatan unit, batch, produk,
pabrik.7
1. Tingkatan unit
Biaya pada tingkatan unit adalah biaya yang akan bertambah besar jika
produksi ditingkatkan. Biaya ini merupakan satu-satunya biaya yang
dapat dialokasikan secara akurat terhadap setiap unit sebanding dengan
volumenya. Contoh biaya dari tingkat unit ini adalah biaya listrik jika
mesin menggunakan listrik di dalam memproduksi produk dan biaya
tenaga kerja pemeriksa jika setiap unit yang diproduksi harus diperiksa
oleh tenaga kerja. Biaya ini merupakan biaya variable ini yang sangat
berfluktuasi sejalan dengan fluktuasi produksi. Pengendara tingkat unit
(unit tingkat drivers) adalah ukuran dari berbagai aktivitas yang bervariasi
terhadap volume produksi.
2. Tingkatan batch
Tingkatan agregasi yang lebih tinggi berikutnya adalah tingkatan batch.
Biaya tingkat batch adalah semua biaya yang timbul karena disebabkan
oleh jumlahbatch yang diproduksi dan dijual. Contohnya biaya tingkat
batch ini adalah biaya tatanan produksi atau biaya pendirian dan biaya
penanganan bahan-bahan yang akan dimasukkan kedalam proses
produksi. Jika biaya pesanan muncul dari pemasok karena adanya batch
maka sebagian biaya untuk mendapatkan bahan akan berada biaya pada
tingkatan batch. Jika unit pertama yang seringkali dijadikan sampel
deperiksa maka biaya pemeriksaan ini juga termasuk biaya pada tingkatan
batch.
3. Tingkatan produk
Tingkatan ini merupakan tingkatan yang lebih tinggi lagi dan berada pada
satu tingkatan di atas tingkatan batch. Biaya pada tingkatan produk adalah
semua biaya yang timbul karena digunakan untuk mendukung jumlah
yang berberda-beda dari produk yang diproduksi. Tingkatan ini tidak

7
Kaplan, Op.cit., hal. 276

v
depengaruhi oleh produksi dan oleh penjualan batch atau unit. Contohnya
dari biaya tingkatan produk ini adalah serta merekayasa produk, biaya
pengembangan produk, membuat proto tipe produk serta merekayasa
produksi. Jika tenaga kerja yang ditugaskan untuk memproduksi perlu
menjalani latihan sebelum melakukan aktivitas produksi maka biaya
latihan ini akan dimasukkan sebagai biaya tingkatan produk.
4. Tingkatan pabrik
Beberapa tingkat biaya dan pengendara (drivers) dapat muncul diatas
tingkat produk. Hal ini meliputi tingkat lini produk, tingkat proses dan
tingkat pabrik. Sebagian besar aplikasi ABC menyadari hanya satu tingkat
yaitu tingkat pabrik (plant tingkat). Biaya tingkat pabrik (plant tingkat
cost) adalah biaya untuk menompang kapasitas pada suatu tempat
perusahaan. Contoh dari biaya ini dan asuransi bangunan. Sedangkat
ruangan kantor yang ditempati seringkali disebut sebagai pengendara
tingkat pabrik (plant tingkat drivers) untuk menghubungkan dengan biaya
tingkat pabrik.

vi
Contoh Soal dan Jawaban Menghitung biaya Menggunakan metode
ABC
PT. Sentosa Jaya Tbk adalah perusahaan yang menghasilkan dan menjual produk
dalam 2 jenis berbeda yaitu Jenis AB dan BC. Data Keuangan yang terhimpunu
ntuk kedua jeniS produk tersebut adalah sebagai berikut :

Produk
Keterangan
AB BC
Volume Produksi ( Unit ) 5.000 20.000
Harg aJual ( Rp ) 6.000 3.000
Biaya Utama ( Rp ) 3.000 1.500
Jam Kerja Langsung 2.500 5.000

Dan akuntan manajemen mengidentifikasikan aktivitas cost pool yang


dianggarkan dan Aktivitas sebagai berikut :
Aktivitas Anggaran Cost Pool Aktivitas
Rekayasa Rp150.000 Jam
Setup 500.000 Jam
PerputaranMesin 1.500.000 Jam
Pengemasan 100.000 Jumlah

Dan berikut ini aktivitas yang sesungguhny auntuk kedua jenis produk :
Konsumsi / Realisasi
Aktivitas Total
AB BC
Rekayasa 6.000 9.000 15.000
Setup 400 600 1.000
PerputaranMesin 50.000 100.000 150.000
Pengemasan 5.000 20.000 25.000

Diminta :
1. Hitunglah biaya per unit produk AB dan BC dengan system konvesional
(Tradisional)
2. Hitunglah biaya per unit produk AB dan BC dengan sistemABC ?

Jawab :
1.SistemKonvesional
Total Jam Kerja Langsung( JKL ) = 2.500 + 5.000 = 7.500
Tarif overhead / JKL = Rp2.250.000 / 7.500 = Rp300 / JKL

Biaya Overhead yang dibebankanke :


Produk Total Unit Overhead / unit
AB Rp300 x 2.500 = Rp750.000 5.000 Rp150
BC Rp300 x 5.000 = Rp1.500.000 20.000 Rp75

2.Sistem ABC ( Activity Based Costing )


Aktivitas Total Biaya KonsumsiAktivitas TarifAktivitas
Rekayasa 150.000 15.000 Rp10
Setup 500.000 1.000 Rp500
Perputaran 1.500.000 150.000 Rp10
Mesin
Pengemasan 100.000 25.000 Rp4

Biaya Overhead yang dibebankan ke masing – masing produk sebagai berikut :

A. Produk AB
Aktivitas Tarif Jumlah BO Total BO / Unit
Rekayasa Rp10 6.000 60.000 Rp10
Setup Rp500 400 200.000 Rp500
Perputaran Rp10 50.000 500.000 Rp10
Mesin
Pengemasan Rp4 5.000 20.000 Rp4
780.000

B. Produk BC
Aktivitas Tarif Jumlah BO Total BO / Unit
Rekayasa Rp10 9.000 90.000 Rp10
Setup Rp500 600 300.000 Rp500
Perputaran Rp10 100.000 1.000.000 Rp10
Mesin
Pengemasan Rp4 20.000 80.000 Rp4
1.470.000 Rp524

Menghitung biaya per unit menggunakan metode konvesional :


Keterangan Produk AB Produk BC
BiayaUtama 15.000.000 30.000.000
Biaya Overhead 1.500.000 6.000.000
Total Biaya 16.500.000 36.000.000
Unit diproduksi 5.000 20.000
Biaya / Unit 3.300 1.800

Menghitung biaya per unit menggunakan metode ABC :


Keterangan Produk AB Produk BC
BiayaUtama 15.000.000 30.000.000
Biaya Overhead 2.620.000 10.480.000
Total Biaya 17.620.000 40.480.000
Unit diproduksi 5.000 20.000
Biaya / Unit 3.524 2.024
Contoh Soal dan Jawaban Menghitung biaya Menggunakan metode
ABC
PT. Sentosa Jaya Tbk adalah perusahaan yang menghasilkan dan menjual produk
dalam 2 jenis berbeda yaitu Jenis AB dan BC. Data Keuangan yang terhimpunu
ntuk kedua jeniS produk tersebut adalah sebagai berikut :

Produk
Keterangan
AB BC
Volume Produksi ( Unit ) 5.000 20.000
Harg aJual ( Rp ) 6.000 3.000
Biaya Utama ( Rp ) 3.000 1.500
Jam Kerja Langsung 2.500 5.000

Dan akuntan manajemen mengidentifikasikan aktivitas cost pool yang


dianggarkan dan Aktivitas sebagai berikut :

Aktivitas Anggaran Cost Pool Aktivitas


Rekayasa Rp150.000 Jam
Setup 500.000 Jam
PerputaranMesin 1.500.000 Jam
Pengemasan 100.000 Jumlah

Dan berikut ini aktivitas yang sesungguhny auntuk kedua jenis produk :

Konsumsi / Realisasi
Aktivitas Total
AB BC
Rekayasa 6.000 9.000 15.000
Setup 400 600 1.000
PerputaranMesin 50.000 100.000 150.000
Pengemasan 5.000 20.000 25.000

Diminta :
1. Hitunglah biaya per unit produk AB dan BC dengan system konvesional
(Tradisional)
2. Hitunglah biaya per unit produk AB dan BC dengan sistemABC ?

Jawab :
1.SistemKonvesional
Total Jam Kerja Langsung( JKL ) = 2.500 + 5.000 = 7.500
Tarif overhead / JKL = Rp2.250.000 / 7.500 = Rp300 / JKL

Biaya Overhead yang di bebankan ke :

Produk Total Unit Overhead / unit


AB Rp300 x 2.500 = Rp750.000 5.000 Rp150
BC Rp300 x 5.000 = Rp1.500.000 20.000 Rp75

2.Sistem ABC ( Activity Based Costing )

Aktivitas Total Biaya KonsumsiAktivitas TarifAktivitas


Rekayasa 150.000 15.000 Rp10
Setup 500.000 1.000 Rp500
Perputaran 1.500.000 150.000 Rp10
Mesin
Pengemasan 100.000 25.000 Rp4

Biaya Overhead yang dibebankan ke masing – masing produk sebagai berikut :

B. Produk AB
Aktivitas Tarif Jumlah BO Total BO / Unit
Rekayasa Rp10 6.000 60.000 Rp10
Setup Rp500 400 200.000 Rp500
Perputaran Rp10 50.000 500.000 Rp10
Mesin
Pengemasan Rp4 5.000 20.000 Rp4
780.000

B. Produk BC
Aktivitas Tarif Jumlah BO Total BO / Unit
Rekayasa Rp10 9.000 90.000 Rp10
Setup Rp500 600 300.000 Rp500
Perputaran Rp10 100.000 1.000.000 Rp10
Mesin
Pengemasan Rp4 20.000 80.000 Rp4
1.470.000 Rp524

Menghitung biaya per unit menggunakan metode konvesional :

Keterangan Produk AB Produk BC


BiayaUtama 15.000.000 30.000.000
Biaya Overhead 1.500.000 6.000.000
Total Biaya 16.500.000 36.000.000
Unit diproduksi 5.000 20.000
Biaya / Unit 3.300 1.800

Menghitung biaya per unit menggunakan metode ABC :

Keterangan Produk AB Produk BC


BiayaUtama 15.000.000 30.000.000
Biaya Overhead 2.620.000 10.480.000
Total Biaya 17.620.000 40.480.000
Unit diproduksi 5.000 20.000
Biaya / Unit 3.524 2.024