Anda di halaman 1dari 14

JAMINAN PEMELIHARAAN

KESEHATAN MASYARAKAT (JPKM)

Penyusun :

Rebekka Pita Uli (030.09.197)

Rizky Fauzi (030.09.212)


BAB I

PENDAHULUAN

Kesehatan merupakan hak asasi manusia dan salah satu unsur kesejahteraan yang harus
diwujudkan sesuai dengan cita-cita bangsa Indonesia sebagaimana dimaksud dalam Pancasila
dan Undang-Undang Dasar Negara Republik Indonesia Tahun 1945. Tujuan dari Pembangunan
kesehatan adalah untuk meningkatkan kesadaran, kemauan, dan kemampuan hidup sehat bagi
setiap orang agar terwujud derajat kesehatan masyarakat yang setinggi-tingginya, sebagai
investasi bagi pembangunan sumber daya manusia yang produktif secara sosial dan ekonomis.
Dengan demikian setiap hal yang menyebabkan terjadinya gangguan kesehatan pada masyarakat
Indonesia akan menimbulkan kerugian ekonomi yang besar bagi negara, dan setiap upaya
peningkatan derajat kesehatan masyarakat juga berarti investasi bagi pembangunan Negara.

Pusat Kesehatan Masyarakat yang lebih dikenal dengan sebutan Puskesmas merupakan
Unit Pelaksana Teknis Dinas, yakni unit organisasi di lingkungan Dinas Kesehatan
Kabupaten/kota yang melaksanakan tugas teknis operasional dan bertanggungjawab
menyelenggarakan pembangunan kesehatan di satu atau sebagian wilayah kecamatan.Setiap
kegiatan dalam upaya untuk memelihara dan meningkatkan derajat kesehatan masyarakat yang
setinggi-tingginya dilaksanakan oleh Puskesmas dan jaringannya, yang meliputi Puskesmas,
Puskesmas Pembantu (Pustu), Puskesmas Keliling, dan Bidan di Desa merupakan ujung tombak
pelayanan kesehatan kepada masyarakat, berdasarkan prinsip nondiskriminatif, partisipatif, dan
berkelanjutan dalam rangka pembentukan sumber daya manusia Indonesia, serta peningkatan
ketahanan dan daya saing bangsa bagi pembangunan nasional.

Solusi masalah pembiayaan kesehatan mengarah pada peningkatan pendanaan kesehatan


agar melebihi 5% PDB sesuai rekomendasi WHO, dengan pendanaan pemerintah yang terarah
untuk kegiatan public health seperti pemberantasan penyakit menular dan penyehatan
lingkungan, promosi kesehatan serta pemeliharaan kesehatan penduduk miskin. Telah bertahun-
tahun penelitian terhadap sistem pendanaan masyarakat untuk kesehatan di mancanegara,
akhirnya mengantar Indonesia kepada rumusan JPKM sebagai model jaminan kesehatan yang
efektif dan efisien untuk mengatasi masalah akses dan mutu pelayanan kesehatan. JPKM
kemudian dicantumkan dalam UU No. 23 tahun 1992 sebagai cara yang dijadikan landasan
semua bentuk pemeliharaan kesehatan yang pembiayaannya secara pra-upaya. JPKM
diselenggarakan oleh badan-badan penyelenggara berstatus hokum (PT, Koperasi, BUMN,
BUMD, dll) dengan pemerintah yang bertugas membina, mengembangkan, dan mendorong
terselenggaranya JPKM.
BAB II

PENGERTIAN

2.1 Pengertian JPKM

JPKM merupakan model jaminan kesehatan pra-bayar yang mutunya terjaga dan
biayanya terkendali, JPKM dikelola olehsuatu badan penyelenggara ( bapel ) dengan
menerapkan jaga mutu dan kendali biaya.
Berdasarkan undang -undang Kesehatan Republik Indonesia Nomor 23 Tahun 1992, JPKM
adalah suatu cara/ metode/ system penyelenggaraan kesehatan yang paripurna berdasarkan asas
usaha bersama dan kekeluargaan , yang berkesinambungan dan dengan mutu yang terjadmin
serta pembiayaan yang dilaksanakan secara pertupaya. Dari pengertian JPKM terdapat 5 kata
kunci

1. Cara / metode, yaitu merupakan suatu cara bagaimana menyelenggatakan suatu upaya
esehatan dan bukan sutau system penglola atau program
2. Pemeliharaan kesehatan, yaitu merupakan suatu rangkaian pemeliharaan pelayan
kesehatan, yang tersusun secra cermat, terarah dan terncena utnuk melindungi dan
meningkatkan derajat kesehatan
3. Pembiaayaan pra-upaya, yaitu berupa iuran atau premi yang diabayr dminuka (perspektif)
untuk jangka waktu tertentu secara kapitas, berdasarkan kontrak dimana tercantum semua
kewajiban yang harus dilaksanakan pemberi pelayanan kesehatan (PPK) kepada peserta
secara paripurna.
4. Perpaduan, yaitu keterpaduan antara penyelenggara upya pemeliharaan kesehtan dan
pengelola pembiayaannya. Dengana danya keterpaduan akan dapat dikendalikan mutu
pelayanan kesehatan, agar diporleh hasil yang efisien dan efektif.
5. Jaminan, yaitu bahwa setipa program JPKM harus mampu menjamin : terselenggaranya
upaya pemeliharaan kesehatan yang berkesinambungan dan bermutu, kelancaran dalam
memeperoleh pelayanan kesehatan bagi pesertanya, efesisen dan efektivitas dari
pelayanan kesehatan yang diberikan, mutu pelayanan kesehatan seduai dengan standrar
yang disepkati. (DEPKES 1997)
Dapat dikatakan bahwa JPKM dirancang untuk memberi maanfaat kepada semua pihak yang
terkait dengan pemeliharaan kesehatan,, baik masyarakat konsumen jasa kesehatan sendiri, para
pemberi pelayanan kesehatan ( PPK ) di jenjangpelayanan tingkat pertama, sekunder maupun
tertier, serta dunia usaha. Berikut ini uraian manfaat bagi pelbagai pihakitu :
1. Manfaat bagi Masyarakat :
a. Masyarakat memperoleh pelayanan paripurna ( preventif, Promotif, Kuratif,
rehabilitatif ) dan bermutu
b. Masyarakat mengeluarkan biaya yang ringan untuk kesehatan, karena azas usaha
bersama dankekeluargaandalam JPKM memungkinkan terjadi nya subsidi silang:
dimana yang sehat membantu yang sakit,yang muda membantu yang tua/balita
dan yang kaya membantu yang miskin.
c. Masyarakat terlindung/terjamin dalam memperoleh pelayanan kesehatan sesuai
kebutuhan utamanya.
d. Terjaminnya pemerataan pelayanan kesehatan yang pada gilirannya akan
meningkatkan derajat kesehatanmasyarakat.
2. Manfaat bagi PPK :
a. PPK dapat merencanakan pelayanan kesehatan yang lebih efisien dan efektif bagi
peserta karena ditunjangsistem pembayaran dimuka/praupaya.
b. PPK akan memperoleh balas jasa yang makin besar dengan makin terpeliharanya
kesehatan peserta(konsumen).
c. PPK dapat lebih meningkatkan prefesionalisme, kepuasan kerja dan
mengembangkan mutu pelayanan.
d. Sarana pelayanan tingkat primer, sekunder dan tertier, yang selama ini
menerapkan tarif wajar akan mendapatpasokan dana lebih banyak apabila
masyarakat telah ber JPKM dari tarif riil yang diberlakukan dalam JPKM.Sarana
Pelayanan (terutama pada tingkat ke tiga) yang selama ini sudah mahal memang
akan mengalamipenurunan pasokan dana dari jasa pelayanan karena efisiensi
dalam JPKM.
3. Manfaat bagi Dunia Usaha :
a. Pemeliharaan kesehatan karyawan dapat terlaksana secara lebih efisien dan efektif
b. Biaya pelayanan kesehatan dapat direncanakan secara tepat.
c. Pembiayaan untuk pelayanan menjadi lebih efisien karena penerangan sistem
pembayaran pra-upaya bagijasa pelayanan kesehatan , dibandingkan dengan
sistem klaim , ganti rugi atau Fee For service ( balas jasapasca pelayanan ).
d. Terjaminnya kesehatan karyawan yang pada gilirannya mendorong peningkatan
produktivitas.
e. Merupakan komoditi baru yang menjanjikan bagi dunia usaha yang akan menjadi
Bapel.
4. Manfaat bagi Pemerintah / Pemda :
a. Pemda memperoleh masyarakat yang sehat dan produktif dengan biaya yang
berasal dari masyarakat sendiri
b. Subsidi pemerintah dapat dialokasikan kepada yang lebih memerlukan , utama
nya bagi masyarakat miskin,Pembayaran pra-upaya dalam JPKM memakai
perhitungan unit cost riil / non subsidi, sehingga pemda dapatmenyesuaikan tarif
bagi masyarakat mampu.
c. Pengeluaran pemda untuk membiayai bidang kesehatan dapat lebih efisien.

2. 2 Tujuan JPKM
JPKM bertujuan meningkatkan derajat kesehatan masyarakat melalui :
1. Jaminan pemeliharaan kesehatan sesuai kebutuhan utama peserta yang
berkesinambungan.
2. Pelayanan kesehatan paripurna yang lebih bermutu dengan biaya yang hemat dan
terkendali
3. Pengembangan kemandirian masyarakat dalam membiayai pelayanan kesehatan yang
diperlukannya.
4. Pembudayaan perilaku hidup bersih dan sehat.
Sasaran JPKM
1. Karyawan perusahaan/dunia usaha.
2. Seluruh anggota keluarga/masyarakat.
3. Pelajar dan mahasiswa.
4. Organisasi sosial dan kemasyarakatan

BAB III
KEGIATAN DAN SASARAN

3.1 Pokok Pokok Kegiatan


Pokok-pokok kegiatan dalam penyelenggaraan JPKM.mencakup:.
1. Pengembangan OrganisasiBadan Penyelenggara, berdasarkan JPKM harus dilaksanakan
UU No. 23 tahun 1992 menggariskanbahwa penyelenggaraan upaya pemeliharaan
kesehatan oleh suatu badan hokum agar dengan demikian kepentingan dari semua pihak
terlindungi, yaitu peserta PPK dan Badan Penyelenggara. Badan Penyelenggara dapat
merupakan badanswasta (asuransi atau non-asuransi), BUMNTBUMD atau
Koperasi.Fungsi-fungsi utama dari Badan Penyelenggara adalah:
a. Fungsi pengelolaankepesertaan
b. Fungsi penyelenggaraan pemeliharaan kesehatan
c. Fungsi pengelolaan keuangan
d. Fungsi pengelolaan sistem informasi manajemen
Keempat fungsi tersebut harus dilakukan secara terpadu (tidak secara terpisah)dan
memerlukan satu tingkat profesionalisme yang memadai untuk.mengelolanya. Oleh
karena itu setiap badan penyelenggara harus memenuhi persyaratan tertentu sebelum
memperoleh izin operasional, agar benar-benar memiliki kemampuan melaksanakan
sebagian tugas (pemeliharaankesehatan) Pemerintah yang dilimpahkan kepadanya.
Persyaratan yang harus dipenuhi badan penyelenggara itu adalah:
a. BadanPenyelenggara harus berbentuk badan hukum.
b. Telah menyelenggarakan studikelayakari dengan hasil layak,
c. Memiliki rencana usaha JPKM yang meliputi: -rencana pemasaran, rencana
pemeliharaan kesehatan, -rencana keuangan, rencana operasional, yang terdiri atas:
organisasi, tatalaksana, tenaga dan.perlengkapan serta anggaran
d. Memiliki modal dalam bentuk setoran, yang jumlahnya paling sedikitsama dengan
anggaran operasional 3 bulan penyelenggaraan JPKM (termasukiuran bulan pertama),
atau mendapat jaminan dari Pemerintah atau organisasiyang dinilai mampu.
e. Memiliki dana cadangan sebanyak 25% dari anggaran pelayanankesehatan
setahun,yang berbentuk deposito dalam Bank Pemerintah atas nama Menteri
Kesehatan.

2. Pengembangan Kepesertaan JPKM


Pengembangan kepesertaan dimaksudkansebagai kegiatan untuk terusmeningkatkan
jumlah dan mempertahankan keikut-sertaan para peserta dalam penyelenggaraan JPKM
tersebut.Peserta JPKM adalah mereka yang telah menyatakan kesediaannya untuk
memakai jasa pemeliharaan kesehatan yang dikelola Bapel JPKM dengan mendaftarkan
diri dan membayar iuran, dan karena itu mempunyai hak untuk memperoleh
pemeliharaan kesehatan sesuai dengan ketentuan yang disepakati dalam ikatan
kontrak.Kepesertaan JPKM bersifat aktif, dalam and bahwa masyarakat melaksanakan
kewajibannya untuk ikut serta memelihara kesehatan diri, keluarga dan lingkungannya
seperti dinyatakan dalam pasal 5 UU No. 23 tahun 1992 tentang Kesehatan, dan memilih
secara aktif salah satu badan penyelenggara yang paling sesuai dengan kebutuhannya.
Pada prinsipnya tidak boleh ada diskriminasi dalam kepesertaan JPKM, namun
masyarakat sebaiknya menjadi peserta secara berkelompok.Hal ini mencerminkan jiwa
kegotongroyongan dalam upaya menjaga dan memelihara kesehatan.Dengan, demikian
juga dapat dihindari terjadinya "adverse selection" dalam kepesertaan, sehingga bukan
yang sakit-sakitan atau yang mempunyai risiko tinggi terhadap kesehatan saja yang
akanmenjadi peserta. Kepesertaan secara berkelompok juga akan
mengurangikecenderungan dari penyelenggara untuk hanya memilih peserta dengan
resiko rendah.

3. Pengembangan Pemeliharaan kesehatan


Pemeliharaan kesehatan diselenggarakan melalui suatu paket pemeliharaan kesehatan-
yang merupakan rangkaian kegiatan pelayanan kesehatan untuk menlngkatkan kesehatan,
menvegah dan menyembuhkan penyakit sertamemulrlikan kesehatan secara
berkesinambungan.
Paket tersebut terdiri dari:
a. Paket pemeliharaan kesehatan dasar, yang wajib diselenggarakan olehBapel dan
terdid atas beberapa jenis pelayanan kesehatan sesuai denganperkiraan tentang
jenis, frekuensi, dan intensitas pelayanan kesehatan yangdiperlukan setiap peserta
dalam kurun waktu tertentu.
b. Paket pemeliharaan kesehatan tambahan, yang hanya dapat diselenggarakan bagi
peserta yang telah mengikuti paket pemeliharaankesehatan dasar dan disusun
berdasarkan suatu kesepakatan antara peserta dan Badan Penyelenggara. Dalam
peraturan Menteri Kesehatan ditetapkan pedoman penyusunan paketpemeliharaan
kesehatan dasar yang antara lain terdiri dari pelayanan rawatjalan, pelayanan
rawat inap, pelayanan penunjang dan pelayanan gawat darurat.
Paket permeliharaan kesehatan dasar ini-dapat diuraikan sebagai berikut:
a. Pelayanan rawat jalan
a. Pencegahan, termasuk imunisasi (DPT, TT, Polio, Campak,
dll),penanggulangan hipertensi, diabetes, defisiensi vitamin, dsbnya serta
deteksidini.
b. Pelayanan KB, tennasuk pil oral, susuk, IUD vasectomy dan tuballigation.
c. Pelayanan kesehatan ibu dan anak: pemeriksaan prenatal, balita
danpostnatal.
d. Penyuluhan kesehatan.
e. Pemeriksaan, pengobatan, tindakan medis, termasuk gigi.
f. Pelayanan pemulihan
b. Pelayanan rawat inap
a. Perawatan di rumah~ sakit sesuai kebutuhan medis dan
paketpemeliharaankesehatan yang disepakati pertolongan persalinan
normal dan patologis
b. Tindakan pembedahan sesuai kebutuhan medis dan paket pemeliharaan
kesehatan yang telah disepakati
c. Pelayanan penunjang
a. Radiodiagnostik dan atau USG
b. Pemeriksaan laboratorium klinik
d. Pelayanan Gawat Darurat
Mencakup segala tindakan penanggulangan kegawat-daruratan medik.
4. Pengembangan Sistem Informasi Manajemeri
Bapel JPKM merupakan suatu organisasi yang bertanggungjawab ataspemeliharaan
kesehatan sejumlah orang yang menjadi pesertanya.Agar usahaitu berjalan lancar,
makaBapel harus memperhatikan kepentingan para pelakuyang terkait, dan memadukan
sistem pemeliharaan kesehatan dengan system pembiayaan kesehatan.Agar dapat
mengendalikan hal-hal termaksud, Bapel memerlukan informasiyang tepat, benar, cepat
dan tepat waktu.Mengingat informasi itu banyakmacamnya, maka perlu disusun suatu
Sistem Informasi Manajemen.Sistem Informasi Manajemen JPKM adalah suatu tatanan
yang berfnngsimengumpulkan dan mengolah data, mengkaji dan menyajikan informasi
gunapengelolaan JPKM. Data dan informasi yang terkumpul harus dapat
menunjangpenyelenggaraan fungsifungsi utama JPKM, yaitu fungsi
pengelolaankepesertaan, pengelolaan pemeliharaan kesehatan, pengelolaan dana
danpengelolaan penyelenggaraan JPKM pada umumnya.

Beberapa dampak JPKM terhadap Pembangunan Kesehatan yang dapat diharapkan antara lain
adalah:
1. Dapat diperolehnya pemeliharaan kesehatanparipuma melalui satu upaya perlindungan
kesehatan dalam bentuk PaketPemeliharaan Kesehatan Dasar paripuma,
berkesinambungan dan bermutuyang disusun sesuai dengan kebutuhan peserta.
2. Dapat ditingkatkannya efektifitas dan efisiensi pelayanan kesehatanantara lainmelalui
peningkatan efisiensi dalam:
a. Produksi pelayanan kesehatan
b. Konsumsi pelayanan kesehatan
c. Alokasi sumberdaya kesehatan
3. Dapat ditekannya biaya pemeliharaan kesehatan dan karenanya mampumeningkatkan
keterjangkauan masyarakat terhadap pelayanan kesehatan
4. Meningkatnya pemerataan pelayanan kesehatan yang berartimeningkatnya jumlah orang
sehat.
5. Meningkatnya peranserta swasta dalam penyelenggaraan pemeliharaankesehatan.
6. Meningkatnya kemandirian masyarakat dalam membiayai pemeliharaankesehatan
sendiri, sejalan denganmeningkatnya kemampuan ekonomi/dayabeli sebagai darnpak
keberhasilan pembangunan nasional.
BAB IV
PELAKSANAAN

4.1. Pelaksanaan Puskesmas Kecamatan Cilandak


Pada puskesmas kecamatan Cilandak dilaksanakan sistem jaminan pemeliharaan
kesehatan bagi keluarga miskin (JPK GAKIN) dengan pendekatan JPKM.

4.1.1.PELAYANAN KESEHATAN YANG DIJAMIN :


Paket dasar yang bersifat paripurna (meliputi promotif preventif, kuratif, dan rehabilitatif)
meliputi :
A.rawat jalan tingkat pertama (RJTP), jenis pelayanan meliputi
 Promosi kesehatan atau penyuluhan
 Imunisasi dasar program (BCG, DPT, polio, campak, hepatitis B)
 Pelayanan KIA termsuk ANC ,ibu nifas ,ibu menyusui, bayi dan balita
 KB dengan alat kontrasepsi standar
 Pengobatan penyakit umum atau gigi
 Pelayanan Gizi
 Pelayanan Pengobatan Lanjut Usia
 Pelayanan Paru
 Manajemen Terpadu Balita Sakit (MTBS)
 Pelayanan Unit Kesehatan dan Konseling Remaja (UKKR)
 Pelayanan rujukan
 Pelayanan obat obatan
 Pelayanan laboratorium dasar meliputi pemeriksaan darah rutin dan urin lengkap
 Tindakan medis
 Pelayanan penunjang diagnostic
 Pelayanan partus
 Pelayanan spesialistik
 Pelayanan gawat darurat

B. Rawat jalan tingkat lanjutan atau spesialis (RJTL) ,jenis pelayanan meliputi :
 Konsultasi dan pemeriksaan dokter spesialis
 Pemeriksaan penunjang berdasarkan indikasi medis
 Tindakan di poliklinik
 Obat obatan sesuai kebutuhan medis

4.1.2. PELAYANAN KESEHATAN YANG DIJAMIN DENGAN PEMBATASAN :


 Potesa dan alat bantu yang sesuai indikasi medis (gigi palsu, alat bantu dengar,
kacamata, dll)

4.1.3. PELAYANAN KESEHATAN YANG TIDAK DIJAMIN


 Pelayanan yang tidak sesuai dengan prosedur
 Pelayanan atau perawatan yang berkaitan dengan tujuan kosmetik (bedah
plastic, othodontis, dll)
 Pengobatan alternative (tradisional, terapi alternatif lain)
 Pengguguran kandungan tanpa indikasi medis (permintaan sendiri)
 Pelayanan yang berkaitan dengan infertilitas dan kesuburan
 Bunuh diri
 Hamil diluar nikah
 Pelaku tindakan kejahatan
 Pemegang kartu asuransi lain
 Medical check up
 Vitamin atau pemberian suplemen tanpa indikasi medis

BAB V
KESIMPULAN DAN SARAN

5.1 Kesimpulan

JPKM (Jaminan Pemeliharaan Kesehatan Masyarakat) merupakan model jaminan


kesehatan pra-bayar yang mutunya terjaga dan biayanya terkendali. Pelaksanaan JPKM
berdasarkan asas usaha bersama dan kekeluargaan yang berkesinambungan dan dengan mutu
yang terjadmin serta pembiayaan yang dilaksanakan secara perupaya

JPKM sendiri memberi maanfaat kepada semua pihak yang terkait dengan pemeliharaan
kesehatan,, baik masyarakat konsumen jasa kesehatan sendiri, para pemberi pelayanan kesehatan
( PPK ) di jenjang pelayanan tingkat pertama, sekunder maupun tertier, serta dunia usaha.

5.2 Saran
 Memberikan informasi yang tepat serta mudah dimerngerti oleh mesyarakat sehingga
masyarakat mengeri dengan baik dan mau diajak untuk partipasi aktif dalam JPKM
 Memberikan pelayanan yang sesuai dengan kebutuhan pasien secara menyuluruh.
 Melakukan evaluasi terhadap semua program JPKM sehingga bisa disesuaikan dengan
pasien dan kemampuan pelaksana.
DAFTAR PUSTAKA

1. Departemen Kesehatan Republik Indonesia. Jaminan Pemeliharaan Kesehatan


Masyarakat. Diunduh dari : http://depkes.go.id/downloads/JPKM.pdf . Diakses tanggal
20 Juli 2014.
2. Kementerian Kesehatan Republik Indonesia. Pembiayaan dan Jaminan Kesehatan.
Diunduh dari : http://www.ppjk.depkes.go.id/index.php?
option=com_content&view=article&id=1:selamat-datang-di-pembiayaan-a-jaminan-
kesehatan-online&catid=56&Itemid=28 . Diakses tanggal 20 juli 2014.