Anda di halaman 1dari 3

BAB I.

PENDAHULUAN

1.1.Latar Belakang
Tanah gambut mempunyai sifat-sifat fisik yang kurang baik bagi keperluan
konstruksi, baik itu untuk pondasi bangunan, pipa-pipa saluran bawah tanah,
maupun untuk tangki-tangki penyimpanan. Seiring dengan berjalannya waktu
material konstruksi tersebut akan mengalami korosi. Korosi dapat menyebabkan
peningkatan biaya maintenance yang dikeluarkan dan pemborosan sumber daya
mineral. Hingga saat ini, para ilmuan telah melakukan berbagai penelitian
mengenai metode perlindungan korosi, namun metode yang sudah ada harganya
masih relatif mahal, sehingga membutuhkan solusi untuk mengatasi masalah
tersebut.
Korosi dapat dihambat menggunakan suatu inhibitor yang dapat berasal dari
senyawa anorganik maupun organik. Upaya untuk mendapatkan green dan eco-
friendly inhibitor, sudah banyak dilakukan seperti penggunaan bahan alam dari
tumbuh-tumbuhan seperti ekstrak daun inai (Al-Sehaibani, 2000), vanila (El-Etre,
2001), getah guar (Abdallah, 2004), ekstrak teh hijau (Vincent dkk., 2005), tanin
kayu bakau dan monomer flavonoidnya (Rahim dkk., 2007), kitosan (Maria dkk.,
2011), kulit buah maja (Iwan, 2016). Umumnya senyawa organik yang dapat
digunakan sebagai inhibitor adalah golongan surfaktan, polimer, dan umumnya
senyawa yang banyak mengandung atom oksigen, nitrogen, sulfur, fosfor dan
senyawa aromatik, atau senyawa yang mengandung ikatan rangkap.
Pada penelitian ini dilakukan Ketapang digunakan sebagai kuliner dan
limbah cangkangnya terbuang begitu saja atau digunakan untuk menimbun jalan.
Limbah cangkang kerang ale-ale (meretrix spp) diketahui memiliki kandungan
kalsium yang tinggi yaitu 98.81% (Mijan et al. 2015).
Penelitian tentang pemanfatan limbah cangkang kerang ale-ale (meretrix
spp) sebagai inhibitor korosi belum pernah dilaporkan. Selain itu, uji korosi
material baja lunak dalam media air gambut dengan metode elektroplating juga
belum pernah dilaporkan. Oleh karena itu, sangat diperlukan kajian dan penelitian
untuk menambah pengetahuan tentang pemanfaatan bahan alam sebagai inhibitor
korosi pada baja lunak dalam media air gambut serta aplikasinya terutama dalam
bidang teknik dan industri.

1.1.Tujuan Khusus
Penelitian ini bertujuan mengetahui efektivitas inhibisi limbah cangkang
kerang ale-ale (Meretrix spp) pada korosi baja lunak dalam air gambut dengan
optimasi pH air gambut, waktu perendaman dan konsentrasi limbah cangkang
kerang ale-ale (Meretrix spp). ale-ale (Meretrix spp).
Diharapkan dapat menjadi informasi yang sangat berharga terhadap
peningkatan nilai rguna.

1.2.Luaran yang diharapkan


Luaran yang diharapkan dalam penelitian ini adalah metode alternatif yang
memberikan informasi mengenai pelapis korosi, data-data yang diperoleh akan
dipublikasikan dalam bentuk jurnal ilmiah. Memberikan kontribusi terhadap
bidang industri lingkungan untuk pemanfaatan limbah cangkang kerang ale-ale
(Meretrix spp).

1.3.Manfaat Penelitian
Penelitian ini diharapkan memberikan manfaat kepada berbagai pihak,
terutama masyarakat umum dan bidang industri. Manfaat yang diharapkan dari
hasil penulisan ini adalah sebagai berikut:
1. Bagi penulis mengetahui metode pencegahan korosi yang baru.
2. Bagi masyarakat korosi baru guna mengganti penggunaan lapisan korosi yang
mahal.
3. Bagi lingkungan mengurangi korosi yang terdapat di alam dan mengurangi
pencemaran lingkungan yang ditimbulkan akibat korosi.
4. Bagi industri dapat meningkatkan daya tahan logam dan daya jual logam.
5. Informasi (Meretrix spp) sebagai inhibitor organik, khususnya untuk
menghambat korosi pada baja lunak dalam air gambut.