Anda di halaman 1dari 35

BAB I

PENDAHULUAN

A. Latar Belakang
Untuk mengetahui ketercapaian kompetensi peserta didik, seorang guru perlu
melakukan penilaian. Penilaian peserta didik mengacu pada Peraturan Menteri
Pendidikan Nasional Republik Indonesia (Permen) nomor 20 tahun 2007 tentang Standar
Penilaian, Penilaian Berbasis Kelas (Puskur, 2005), dan Panduan Penilaian Kelompok
Mata Pelajaran (BSNP, 2006). Penilaian pendidikan adalah proses pengumpulan dan
pengolahan informasi untuk menentukan pencapaian hasil belajar peserta didik. Penilaian
hasil belajar peserta didik dilaksanakan berdasarkan standar penilaian pendidikan yang
berlaku secara nasion. Penilaian dilakukan melalui penugasan, ulangan harian, ulangan
tengah semester, ulangan akhir semester, ulangan kenaikan kelas, ujian sekolah, dan
ujian nasional. Penilaian oleh guru sebaiknya menggunakan assessment for learning,
yaitu penilaian yang dapat membantu siswa belajar sehingga siswa dapat mencapai hasil
belajar secara optimal. Penilaian dilakukan dengan prinsip sahih, objektif, adil, terpadu,
terbuka, menyeluruh dan berkesinambungan, sistematis, beracuan kriteria, dan akuntabel
untuk mengukur ketercapaian kompetensi.
Selain untuk mengetahui ketercapaian kompetensi, kegiatan penilaian dapat
digunakan sebagai pemetaan kesulitan belajar peserta didik dan perbaikan proses
pembelajaran. Untuk keperluan pemetaan kesulitan belajar, kegiatan penilaian dapat
dilakukan di awal pembelajaran, dalam pembelajaran, dan di akhir pembelajaran. Untuk
mengetahui ketercapaian kompetensi siswa, perlu dikembangkan pula penilaian otentik
yang dapat menjadi mengukur ketercapaian kompetensi yang dituntut, pemetaan
tingkat kesulitan siswa, dan perbaikan proses pembelajaran. Penilaian otentik menjadi
model penilaian yang perlu dikembangkan oleh guru agar hasil penilaian benar-benar
seperti apa adanya (anti bias).

B. Tujuan
Petunjuk praktis penilaian ini bertujuan untuk
1. Memberikan wawasan tentang konsep penilaian IPA;
2. Memberikan wawasan tentang berbagai jenis dan teknik penilaian IPA;
3. Memberikan panduan penyusunan instrumen penilaian IPA; dan
4. Memberikan wawasan tentang prinsip-prinsip pengolahan dan pelaporan hasil
penilaian IPA.

1
C. Ruang Lingkup
Isi Petunjuk Praktis Penilaian IPA ini meliputi konsep dasar penilaian, prosedur
penyusunan alat penilaian, dan analisis hasil penilaian, serta tindak lanjut penilaian.
Konsep dasar penilaian terdiri atas pengertian, prinsip penilaian dan pelaku penilaian.
Prosedur penyusunan alat penilaian terdiri atas penyusunan kisi-kisi, pengembangan
instrumen penialain, dan uji validitas. Selanjutnya, instrumen yang telah disusun
digunakan di dalam kegiatan penilaian. Kemudian, dilakukan analisis hasil dan tindak
lanjut penilaian yang terdiri atas Kriteria Ketuntasan Minimal (KKM), identifikasi
kesulitan belajar, remedi, pengayaaan, dan pelaporan

D. Sasaran Pengguna Pedoman


Petunjuk praktis ini diperuntukkan bagi pihak-pihak berikut :
1. Para guru IPA di sekolah menengah pertama.
2. Pelaksana pengawas pendidikan (pengawas dan kepala sekolah).

2
BAB II
KONSEP DASAR PENILAIAN IPA

A. Pengertian Penilaian
Penilaian pendidikan adalah proses pengumpulan dan pengolahan informasi untuk
menentukan pencapaian hasil belajar peserta didik. Penilaian pendidikan mengacu pada
Standar Penilaian Pendidikan (Permen Nomor 20 Tahun 2007) yang mengatur
mekanisme, prosedur, dan instrumen penilaian hasil belajar peserta didik. Penilaian
pendidikan meliputi ulangan harian, ulangan tengah semester, ulangan akhir semester
yang digunakan untuk mengukur ketercapaian kompetensi. Ujian kenaikan kelas, Ujian
Sekolah dan Ujian Nasional juga merupakan bagian dari penilaian untuk menentukan
kenaikan kelas dan kelulusan peserta didik. Penilaian hasil belajar pada jenjang
pendidikan dasar dan menengah dilaksanakan oleh pendidik, satuan pendidikan, dan
pemerintah. Perancangan strategi penilaian oleh pendidik dilakukan pada saat
penyusunan silabus yang penjabarannya merupakan bagian dari rencana pelaksanaan
pembelajaran (RPP). Peserta didik dinyatakan berhasil jika telah memenuhi Kriteria
Ketuntasan Minimal (KKM). Peserta didik yang belum mencapai KKM mengikuti
program remidi; sedangkan yang sudah mencapai KKM dapat mengikuti program
pengayaan.

B. Penilaian Pembelajaran IPA


Pembelajaran IPA memiliki ciri khusus yang beradampak pada cara penilaiannya.
Pembelajaran IPA pada prinsipnya mengajak peserta didik menerapkan metode ilmiah
untuk mengkaji dan memahami gejala alam. Pembelajaran IPA mengajak siswa untuk
melakukan kegiatan mengidentifikasi persoalan, menyusun hipotesis, melakukan
verifikasi melalui percobaan, mencatat dan menganalisis data, dan menyusun
kesimpulan. Ketika menggunakan metode ilmiah, siswa melakukan berbagai
keterampilan proses sains, seperti mengamati, membandingkan, mengelompokkan,
mengukur, menggunakan bilangan, menggunakan peralatan laboratorium, dan
mengontrol variabel. Selain itu, siswa diharapkan belajar sikap ilmiah, seperti ingin tahu,
tekun dan pantang menyerah, objektif, jujur, dan terbuka. Sebagai konsekuensi dari
karakteristik pembelajaran IPA tersebut, maka penilaian pada pembelajaran IPA perlu
menilai kemampuan peserta didik di dalam aspek kognitif, proses ilmiah, dan sikap
ilmiah sebagaimana tersebut di atas.

C. Prinsip Penilaian
Penilaian hasil belajar peserta didik pada jenjang pendidikan dasar dan menengah
didasarkan pada prinsip-prinsip sebagai berikut.

3
1. Sahih, berarti penilaian didasarkan pada data yang mencerminkan kemampuan yang
diukur.
2. Objektif, berarti penilaian didasarkan pada prosedur dan kriteria yang jelas, tidak
dipengaruhi subjektivitas penilai.
3. Adil, berarti penilaian tidak menguntungkan atau merugikan peserta didik karena
berkebutuhan khusus serta perbedaan latar belakang agama, suku, budaya, adat-
istiadat, status sosial ekonomi, dan gender.
4. Terpadu, berarti penilaian oleh pendidik merupakan salah satu komponen yang tak
terpisahkan dari kegiatan pembelajaran.
5. Terbuka, berarti prosedur penilaian, kriteria penilaian, dan dasar pengambilan
keputusan dapat diketahui oleh pihak yang berkepentingan.
6. Menyeluruh dan berkesinambungan, berarti penilaian oleh pendidik mencakup semua
aspek kompetensi dengan menggunakan berbagai teknik penilaian yang sesuai, untuk
memantau perkembangan kemampuan peserta didik.
7. Sistematis, berarti penilaian dilakukan secara berencana dan bertahap dengan
mengikuti langkah-langkah baku.
8. Merupakan Penilaian Acuan Patokan (PAP), berarti penilaian didasarkan pada ukuran
pencapaian kompetensi yang ditetapkan .
9. Akuntabel, berarti penilaian dapat dipertanggungjawabkan, baik dari segi teknik,
prosedur, maupun hasilnya.

D. Mekanisme Penilaian IPA


Mekanisme penilaian secara umum terdiri atas kegiatan:
1. menyusun kisi-kisi instrument penilaian,
2. mengembangkan instrument penilaian,
3. melaksanakan penilaian,
4. mengolah data dan menentukan keberhasilan, dan
5. melaporkan serta memanfaatkan hasil penilaian.
Mekanisme penilaian 1-5 tersebut di atas dibahas secara rinci pada Bab IV.
Penilaian hasil belajar pada jenjang pendidikan dasar dan menengah
dilaksanakan oleh pendidik, satuan pendidikan, dan pemerintah. Berikut penjelasan
mengenai masing-masing pelaku penilaian.
1. Penilaian oleh pendidik
Penilain oleh pendidik dimulai dari perencanaan penilaian yang dituangkan dalam
silabus dan dijabarkan dalam Rencana Pelaksanaan Pembelajaran (RPP). Penilaian oleh
pendidik meliputi ulangan harian semua kompetensi dasar yang dituntut oleh Standar
Isi. Teknik penilaian yang digunakan dalam ulangan harian bervariasi sesuai dengan

4
tuntutan kompetensi. Hasil penilaian dalam ulangan harian dianalisis dan ditindaklanjuti
dalam bentuk kegiatan remedi dan/atau pengayaan.
2. Penilaian oleh satuan pendidikan
Satuan pendidikan dalam melakukan penilaian bersifat koordinatif, yakni penilaian
yang dilakukan oleh pendidik dalam koordinasi satuan pendidikan. Penilaian dalam
koordinasi satuan pendidikan di antaranya ulangan tengah semester, ulangan akhir
semester, ulangan kenaikan kelas, dan ujian sekolah.
3. Penilaian oleh pemerintah
Penilaian oleh pemerintah dilakukan dalam Ujian Nasional (UN) dengan langkah-
langkah yang diatur dalam Prosedur Operasional Standar (POS) UN. UN
diselenggarakan oleh Badan Standar Nasional Pendidikan (BSNP) bekerjasama
dengan instansi terkait. Hasil UN disampaikan kepada satuan pendidikan untuk
dijadikan salah satu syarat kelulusan peserta didik dari satuan pendidikan dan
salah satu pertimbangan dalam seleksi masuk ke jenjang pendidikan berikutnya.

E. Aspek Penilaian IPA


1. Aspek Kognitif
Penilaian pengetahuan IPA merupakan produk dari pembelajaran IPA. Penilaian ini
bertujuan untuk melihat penguasaan peserta didik terhadap fakta, konsep, prinsip, dan
hukum-hukum dalam IPA dan penerapannya dalam kehidupan. Peserta didik
diharapkan dapat menggunakan pemahamannya tersebut untuk membuat keputusan,
berpartisipasi di masyarakat, dan menanggapi isu-isu lokal dan global.

2. Aspek Keterampilan Proses Ilmiah


Penilaian dilakukan tidak hanya terhadap produk, tetapi juga proses. Penilaian proses
IPA dilakukan terhadap keterampilan proses IPA, meliputi keterampilan dasar IPA
dan keterampilan terpadu tingkat awal. Keterampilan proses IPA dasar meliputi
observasi, inferensi, melakukan pengukuran, menggunakan bilangan, klasifikasi,
komunikasi, dan prediksi. Di samping itu, peserta didik SMP mulai diperkenalkan
dengan kemampuan melakukan percobaan sederhana dengan dua variabel atau lebih
untuk menguji hipotesis tentang hubungan antar variabel. Peserta didik juga dilatih
mengkomunikasikan hasil belajarnya melalui berbagai bentuk seperti debat, diskusi,
presentasi, tulisan, dan bentuk ekspresif lainnya. Dari berbagai keterampilan proses
ilmiah, berikut adalah enam keterampilan dasar yang perlu dikuasai untuk peserta
didik SMP.
1) Melakukan observasi
Penilaian keterampilan melakukan observasi dilaksanakan pada saat melakukan
pengamatan dalam rangka memperoleh data hasil penginderaan terhadap objek dan

5
fenomena alam menggunakan panca indera, menggunakan alat ukur dan alat
pengamatan. Informasi yang diperoleh berupa data hasil pengamatan dan
pengukuran yang dapat menimbulkan rasa ingin tahu, pertanyaan, interpretasi, dan
minat melakukan investigasi.

2) Berkomunikasi
Penilaian dilakukan terhadap keterampilan berkomunikasi dan presentasi secara
ilmiah menggunakan berbagai cara, seperti menggunakan grafik, carta, peta,
simbol, diagram, rumus matematis, dan demonstrasi visual, baik secara tertulis,
lisan, maupun menggunakan ICT/TIK.

3) Mengklasifikasi
Penilaian terhadap keterampilan melakukan klasifikasi diperlukan untuk
mengelompokkan berbagai objek untuk mempermudah mempelajarinya,
berdasarkan persamaan, perbedaan, dan saling keterkaitan obyek.

4) Mengukur
Penilaian terhadap keterampilan melakukan pengukuran menggunakan alat ukur
standar untuk melakukan observasi secara kuantitatif, membandingkan, dan
mengklasifikasikan, serta mengkomunikasikannya secara efektif. Alat pengukuran
meliputi penggaris, meteran, neraca, gelas ukur, termometer, pH meter, higrometer,
dan sebagainya.

5) Melakukan Inferensi dan Memprediksi


Penilaian terhadap keterampilan melakukan interpretasi dan menjelaskan kejadian
di sekitar kita. Kemampuan ini dibutuhkan antara lain dalam menyusun hipotesis.
Inferensi menghubungkan pengalaman lampau dengan apa yang sedang dilihat.
Kemampuan inferensi dapat digunakan untuk memprediksi apa yang sudah atau
akan terjadi di lingkungannya.

6) Melakukan Percobaan
Penilaian dilakukan terhadap keterampilan merancang dan melakukan percobaan
diawali dengan kemampuan menyusun pertanyaan, mengidentifikasi variabel,
mengemukakan hipotesis, mengidentifikasi variabel kontrol, membuat desain
percobaan, melakukan percobaan, mengumpulkan data, dan menginterpretasi data.

6
3. Aspek Afektif, Karakter, Etika dan Sikap Ilmiah
Penilaian sikap ilmiah meliputi sikap obyektif, terbuka, tidak menerima begitu
saja sesuatu sebagai kebenaran (skeptis), ingin tahu, ulet, tekun, dan pantang
menyerah. Selain itu, kemampuan bekerjasama, bertukar pendapat, mempertahankan
pendapat, menerima saran, dan kemampuan sosial lainnya. Kemampuan lain yang
perlu diperhatikan adalah aspek konasi, yaitu kemauan untuk melaksanakan
keputusan yang telah diambil. Kemampuan ini perlu dipupuk pada peserta didik untuk
membiasakan adanya satu kesatuan antara kata dan perbuatan.

7
BAB III
JENIS DAN TEKNIK PENILAIAN IPA

Untuk mengetahui kompetensi siswa, guru dapat melakukan penilaian dengan berbagai
jenis dan teknik. Berbagai jenis penilaian meliputi ulangan harian, ulangan tengah semester,
ulangan akhir semester. Teknik atau bentuk penilaian adalah sebagai berikut (a) penilaian
dengan tes tertulis, (b) penilaian unjuk kerja/kinerja, (c) penilaian proyek, (d) penilaian
produk, (e) penilaian portofolio, (f) penilaian sikap, dan (g) penilaian diri. Penerapan dari
teknik-teknik penilaian tersebut diuraikan di bawah ini.

A. Penilaian Formatif dan Sumatif


Istilah penilaian formatif dan sumatif di dalam Permen nomor 20 tahun 2007 tentang
Standar Penilaian diganti dengan istilah ulangan harian, ulangan tengah semester,
ulangan akhir semester, serta ulangan kenaikan kelas. Di samping berbagai ulangan
tersebut, masih ada penugasan, penilaian proyek, portofolio dan lain-lain seperti tersebut
di atas sehingga kalau hal-hal tersebut sudah dilakukan sudah mencakup penilaian
formatif dan sumatif.

B. Penilaian Tes dan Non-tes


Penilaian dapat dilakukan melalui tes dan non-tes. Penilaian dengan tes tertulis
meliputi tes objektif dan tes uraian. Berikut macam tes tertulis objektif:
1. Tes objektif
Tes objektif lebih tepat digunakan untuk menguji aspek kognitif C1 sampai C6
(mengingat nsampai mengkreasi). Macam-macam tes objektif meliputi:
a. pilihan ganda, yaitu memilih jawaban (a, b, c, atau d),
b. Pilihan berganda (1,2,3 benar a; 1,3 benar b, 2,4 benar c, dan 4 benar d).
c. benar-salah, ya-tidak
d. menjodohkan
e. sebab-akibat
f. isian singkat atau melengkapi

2. Tes uraian (mensuplai jawaban).


Tes uraian lebih tepat digunakan untuk mengukur kemampuan berpikir (logika),
pemecahan masalah, dan

Dari berbagai alat penilaian tertulis di atas, tes memilih jawaban benar-salah, isian
singkat, menjodohkan, dan sebab akibat merupakan alat yang hanya menilai kemampuan
berpikir rendah, yaitu kemampuan mengingat (pengetahuan) bila tidak dikembangkan

8
dengan konteks kasus. Tes pilihan ganda dapat digunakan untuk menilai kemampuan
mengingat dan memahami dengan cakupan materi yang luas. Pilihan ganda mempunyai
kelemahan, yaitu peserta didik tidak mengembangkan sendiri jawabannya tetapi
cenderung hanya memilih jawaban yang benar dan jika peserta didik tidak mengetahui
jawaban yang benar, maka peserta didik akan menerka. Hal ini menimbulkan
kecenderungan peserta didik tidak belajar untuk memahami pelajaran tetapi
menghafalkan soal dan jawabannya. Selain itu pilihan ganda kurang mampu
memberiikan informasi yang cukup untuk dijadikan umpan balik guna mendiagnosis atau
memodifikasi pengalaman belajar. Karena itu kurang dianjurkan pemakaian tes plihan
ganda dalam penilaian kelas atau ulangan harian.
Tes tertulis bentuk uraian adalah alat penilaian yang menuntut peserta didik untuk
mengingat, memahami, dan mengorganisasikan gagasannya. Peserta didik
mengemukakan atau mengekspresikan gagasan tersebut dalam bentuk uraian tertulis
dengan menggunakan kata-katanya sendiri. Alat ini dapat menilai berbagai jenis
kompetensi, misalnya mengemukakan pendapat, berpikir logis, dan menyimpulkan.
Kelemahan alat ini antara lain cakupan materi yang ditanyakan terbatas.

C. Penilain Unjuk Kerja/kinerja


Penilaian unjuk kerja/kinerja merupakan penilaian yang dilakukan dengan
mengamati kegiatan peserta didik dalam melakukan sesuatu. Penilaian ini cocok
digunakan untuk menilai ketercapaian kompetensi yang menuntut peserta didik
melakukan tugas tertentu seperti: melakukan pengamatan dengan mikroskop, melakukan
pengukuran dengan alat ukur, dan melakukan percobaan. Cara penilaian ini dianggap
lebih otentik daripada tes tertulis karena apa yang dinilai lebih mencerminkan
kemampuan peserta didik yang sebenarnya.

Penilaian unjuk kerja perlu mempertimbangkan hal-hal berikut


a. Langkah-langkah kinerja yang diharapkan dilakukan peserta didik untuk menunjukkan
kinerja dari suatu kompetensi.
b. Kelengkapan dan ketepatan aspek yang akan dinilai dalam kinerja tersebut.
c. Kemampuan-kemampuan khusus yang diperlukan untuk menyelesaikan tugas.
d. Upayakan kemampuan yang akan dinilai tidak terlalu banyak, sehingga semua dapat
diamati.

D. Penilaian Proyek
Penilaian proyek merupakan kegiatan penilaian terhadap suatu tugas yang harus
diselesaikan dalam periode/waktu tertentu. Tugas tersebut berupa suatu investigasi sejak
dari perencanaan, pengumpulan data, pengorganisasian, pengolahan dan penyajian data.

9
Penilaian proyek dapat digunakan untuk mengetahui pemahaman, kemampuan
mengaplikasikan, kemampuan penyelidikan dan kemampuan menginformasikan peserta
didik pada kompetensi dasar tertentu secara jelas. Contoh penilaian proyek adalah
mengamati siklus hidup kupu-kupu atau makhluk hidup lainnya dan menuliskannya
dalam bentuk laporan, membuat karya teknologi sederhana, misalnya membuat alat
penyaringan air, membuat alat charger HP yang digerakkan oleh tenaga orang berjalan.
Dalam penilaian proyek setidaknya ada 3 (tiga) hal yang perlu dipertimbangkan
yaitu:
1. Kemampuan pengelolaan
Kemampuan peserta didik dalam memilih topik, mencari informasi dan mengelola
waktu pengumpulan data serta penulisan laporan.

2. Relevansi
Kesesuaian dengan mata pelajaran, dengan mempertimbangkan tahap pengetahuan,
pemahaman dan keterampilan dalam pembelajaran.
3. Keaslian
Proyek yang dilakukan peserta didik harus merupakan hasil karyanya, dengan
mempertimbangkan kontribusi guru berupa petunjuk dan dukungan terhadap proyek
peserta didik.

E. Penilaian Produk
Penilaian produk adalah penilaian terhadap keterampilan dalam membuat suatu
produk dan penilaian atas kualitas produk tersebut. Penilaian produk tidak hanya
diperoleh dari hasil akhir, namun juga proses pembuatannya. Pengembangan produk
meliputi 3 tahap dan dalam setiap tahap perlu diadakan penilaian yaitu:

1. Tahap persiapan meliputi penilaian terhadap kemampuan peserta didik dalam


merencanakan, menggali, mengembangkan gagasan, dan mendesain produk.
2. Tahap pembuatan (produk) meliputi penilaian terhadap kemampuan peserta didik
dalam menyeleksi, menggunakan bahan, alat dan teknik.
3. Tahap penilaian meliputi penilaian terhadap kemampuan peserta didik membuat
produk sesuai dengan yang diharapkan.

F. Penilaian Portofolio
Penilaian portofolio merupakan penilaian berkelanjutan yang didasarkan pada
kumpulan informasi yang menunjukkan perkembangan kemampuan peserta didik dalam
satu periode tertentu. Informasi tersebut dapat berupa karya peserta didik dari proses

10
pembelajaran yang dianggap terbaik oleh peserta didik, hasil tes (bukan nilai) atau
bentuk informasi lain yang terkait dengan kompetensi tertentu dalam satu mata pelajaran.
Penilaian portofolio pada dasarnya menilai karya-karya siswa secara individu pada
satu periode untuk suatu mata pelajaran. Akhir suatu periode hasil karya tersebut
dikumpulkan dan dinilai oleh guru dan peserta didik. Berdasarkan informasi tersebut,
guru dapat menilai perkembangan kemampuan peserta didik dan memberi saran untuk
melakukan perbaikan. Dengan demikian, portofolio dapat memperlihatkan
perkembangan kemajuan belajar, seperti kemampuan melakukan proses ilmiah,
menyusun laporan ilmiah, dan membuat presentasi ilmiah.
Hal-hal yang perlu diperhatikan dan dijadikan pedoman dalam penilaian portofolio
di sekolah, antara lain:
1. Karya siswa adalah benar-benar karya orisinil peserta didik itu sendiri
Guru melakukan penelitian atas hasil karya peserta didik yang dijadikan bahan
penilaian portofolio agar karya tersebut merupakan hasil karya yang dibuat oleh
peserta didik itu sendiri.
2. Saling percaya antara guru dan peserta didik
Dalam proses penilaian guru dan peserta didik harus memiliki rasa saling percaya,
saling memerlukan dan saling membantu sehingga terjadi proses pendidikan
berlangsung dengan baik.
3. Kerahasiaan bersama antara guru dan peserta didik
Kerahasiaan hasil pengumpulan informasi perkembangan peserta didik perlu dijaga
dengan baik dan tidak disampaikan kepada pihak-pihak yang tidak berkepentingan
sehingga memberii dampak negatif proses pendidikan
4. Milik bersama (joint ownership) antara peserta didik dan guru
Guru dan peserta didik perlu mempunyai rasa memiliki berkas portofolio sehingga
peserta didik akan merasa memiliki karya yang dikumpulkan dan akhirnya akan
berupaya terus meningkatkan kemampuannya.
5. Kepuasan
Hasil kerja portofolio sebaiknya berisi keterangan dan atau bukti yang memberiikan
dorongan peserta didik untuk lebih meningkatkan diri.
6. Kesesuaian
Hasil kerja yang dikumpulkan adalah hasil kerja yang sesuai dengan kompetensi yang
tercantum dalam kurikulum.
7. Penilaian proses dan hasil
Penilaian portofolio tidak hanya menilai hasil, tetapi juga menanyakan bagaimana
hasil itu diperoleh. Guru melakukan wawancara dengan siswa mengapa ia
menyertakan hal itu di dalam portofolionya dan bagaimana ia menyusun
portofolionya.

11
8. Penilaian dan pembelajaran
Penilaian portofolio merupakan hal yang tak terpisahkan dari proses pembelajaran.
Portofolio menggambarkan kemajuan belajar siswa sehingga dapat dijadikan sebagai
diagnostik yang sangat berarti bagi guru untuk melihat kelebihan dan kekurangan
peserta didik.

G. Penilaian Sikap
Penilaian sikap pada pembelajaran IPA diarahkan pada pembentukan sikap ilmiah.
Penilaian sikap ilmiah meliputi sikap obyektif, terbuka, tidak menerima begitu saja
sesuatu sebagai kebenaran (skeptis), ingin tahu, ulet, tekun, dan pantang menyerah.
Selain itu, kemampuan bekerjasama, bertukar pendapat, mempertahankan pendapat,
menerima saran, dan kemampuan sosial lainnya dapat juga dilakukan melalui
pembelajaran IPA. Sikap terdiri atas tiga komponen, yakni: komponen afektif
(perasaan), komponen kognitif (keyakinan), dan komponen konatif (kecenderungan
berbuat) .

Pengukuran sikap dapat dilakukan dengan berbagai cara di antaranya observasi


perilaku, pertanyaan langsung, dan penggunaan skala sikap. Ada beberapa model skala
yang dikembangkan oleh pakar psikologi untuk mengukur sikap di antaranya Skala
Diferensiasi Semantik dan Skala Likert. Petunjuk pengerjaan skala sikap harus selalu
disertakan untuk memudahkan peserta didik mengerjakan, termasuk pernyataan bahwa
tidak ada jawaban benar atau salah dan tidak memberi pengaruh terhadap nilai mata
pelajaran.

Penyusunan butir-butir pernyataan skala Likert harus memperhatikan:


1. kalimat tidak mengandung banyak interpretasi,
2. rumusan pernyataan singkat dan jelas,
3. kalimat memiliki satu pikiran yang lengkap,
4. penggunaan kalimat yang sederhana,
5. penggunaan kata-kata: semua, selalu, tidak pernah dan sejenisnya dihindari,
6. jumlah pernyataan positif dan negatif relatif seimbang.

H. Penilaian Diri (Self-Assessment)


Penilaian diri adalah suatu teknik penilaian di mana peserta didik diminta untuk
menilai dirinya sendiri berkaitan dengan status, proses dan tingkat pencapaian
kompetensi yang dipelajarinya. Teknik penilaian diri dapat digunakan untuk mengukur
kompetensi kognitif, afektif, dan psikomotor.
1. Penilaian kompetensi kognitif di kelas, misalnya: peserta didik diminta untuk
menilai penguasaan pengetahuan dan keterampilan berpikirnya sebagai hasil belajar

12
dari suatu mata pelajaran tertentu. Penilaian diri peserta didik didasarkan atas
kriteria atau acuan yang telah disiapkan.
2. Penilaian kompetensi afektif, misalnya, peserta didik dapat diminta untuk membuat
tulisan yang memuat curahan perasaannya terhadap suatu objek tertentu.
Selanjutnya, peserta didik diminta untuk melakukan penilaian berdasarkan kriteria
atau acuan yang telah disiapkan.
3. Penilaian kemampuan melakukan proses ilmiah, peserta didik dapat diminta untuk
melakukan refleksi kecakapan atau keterampilan proses sains yang telah dikuasainya
dan keterampilan proses sains yang masih lemah.

Penilaian Diri Sendiri ini dapat memberii dampak positif terhadap perkembangan
kepribadian seseorang. Keuntungan penggunaan penilaian diri di kelas antara lain:
1. dapat menumbuhkan rasa percaya diri peserta didik, karena mereka diberi
kepercayaan untuk menilai dirinya sendiri;
2. peserta didik menyadari kekuatan dan kelemahan dirinya, karena ketika mereka
melakukan penilaian, harus melakukan introspeksi terhadap kekuatan dan
kelemahan yang dimilikinya;
3. dapat mendorong, membiasakan, dan melatih peserta didik untuk berbuat jujur,
karena mereka dituntut untuk jujur dan objektif dalam melakukan penilaian.

13
BAB IV
PENYUSUNAN INSTRUMEN PENILAIAN IPA

A. Perencanaan Penilaian
Penilaian harus direncanakan dalam program semester (16-18 pertemuan) dan
dikomunikasikan dengan siswa dan guru lain agar beban belajar siswa tidak terlalu berat.
Jangan sampai dalam satu hari siswa ulangan 3-4 mata pelajaran. Buatlah tabel kegiatan
penilaian, berisi kompetensi yang dinilai dan waktu penilaiannya. Contoh rencana
penilaian dapat dilihat pada HO2 dan LK2. Kapan guru melakukan ulangan harian,
proyek individu, ujian tengah semester, tugas kelompok, dan ujian akhir semester
RENCANA PENILAIAN
Mata pelajaran:
Kelas :
Semester :
Tahun :

SK KD BULAN & MINGGU KE:

I II III IV

1 2 3 4 5 6 7 8 9 10 11 12 13 14 15 16 17 18

1 1 A B

2 E A

3 C A

4 E A

14
5 B A E D

DST

Keterangan:
A: Ulangan Harian B: Proyek Individu C: Ujian Tengah Semester
D: Ujian Akhir Semester E: Tugas Kelompok

B. Penyusunan Kisi-kisi
Kisi-kisi berfungsi sebagai pedoman penulisan soal. Syarat kisi-kisi adalah mewakili
isi kurikulum, singkat dan jelas, serta dapat disusun menjadi soal sesuai dengan bentuk
soal yang ditentukan.

FORMAT KISI-KISI PENULISAN SOAL


Jenis Sekolah : ............................
Mata Pelajaran : ............................ Jumlah soal : .......................
Alokasi Waktu : ...................... Penulis 1. ....................
2. ....................

No. Kompetensi Dasar Kelas/ Materi Indikator Soal Bentuk Tes No. S1
Semester Soal

(1) (2) (3) (4) (5) (6) (7)

Keterangan:
Nomor 1: diisi nomor urut soal
Nomor 2: diisi dengan kompetensi dasar yang akan diujikan dan dikutip dari standar isi.
Nomor 3: diisi dengan kelas/semester kompetensi dasar yang akan diujikan
Nomor 4: diisi dengan materi yang akan diujikan
Nomor 5: diisi dengan indikator soal sebagai pertanda atau indikasi pencapaian
kompetensi. Indikator mengacu pada materi pembelajaran sesuai kompetensi.
Indikator menggunakan kata kerja operasional yang dapat diukur. Ada dua
teknik perumusan indikator. Pertama, jika soal yang dirancang menggunakan
Sosialisasi KTSP
stimulus, rumusan indikatornya “Disajikan ..., siswa dapat ....”. Kedua, jika soal
dirancang tanpa stimulus, rumusan indikatornya, “Siswa dapat ....”.
Nomor 6: diisi dengan bentuk tes atau teknik penilaian yang akan digunakan.

15
Nomor 7: diisi dengan nomor soal. Hal ini dilakukan bila dalam 1 KD terdapat beberapa
soal yang berbeda.

C. Kata Kerja Operasional


Kata kerja yang terdapat di dalam KD dan Indikator memiliki makna yang penting di
dalam penyusunan instrument penilaian. Berikut dipaparkan kata kerja operasional di
dalam indikator dan konsekuensi logisnya di dalam penyusunan item tes (pertanyaan
soal).

Kemampuan mengingat
Tujuan Kata kerja yang biasa digunakan dan contohnya
Tujuan: mengembang- o Kapan terjadinya ....
kan kemampuan siswa (Kapan terjadinya fotosintesis?/ Di manakah terjadinya
untuk mengingat. proses respirasi sel? / Organel manakah yang berperan
Pertanyaan jenis ini dalam sintesis protein?
menugaskan siswa untuk o Apa ....
menghafal, mengingat (Apa definisi simbiosis mutualisme?/ Apa yang
kembali, atau dimaksud dengan sel pengiring pada stomata?)
menceritakan kembali o Berikan contoh-contoh ....
informasi / pengetahuan (Berikan contoh – contoh dampak pemanasan global.
yang telah dipelajari. /Manakah yang merupakan dekomposer?).
o Ceritakan kembali ....
Jawaban atas pertanyaan (Ceritakan kembali daur CO2 dan O2./Uraikan kembali
ini biasanya sudah ada di silus organik dan anorganik.)
buku atau catatan siswa o Pasangkan ....
sehingga siswa tinggal Pasangkan istilah-istilah berikut ini dengan maknanya.
menghafal dan o Urutkan ....
mengeluarkannya ketika Urutkan gambar berikut hingga membentuk siklus
ditanya. hidup kupu-kupu.
o Beri nama ....
Berilah nama gambar bagian-bagian tubuh manusia
berikut ini.

Kemampuan menerapkan pengetahuan


Tujuan Kata kerja yang biasa digunakan dan contohnya

16
Tujuan: o Hitunglah ....
Mengembangkan Hitunglah banyaknya kalori dari menu makanan berikut
kemampuan siswa untuk ini./ Hitunglah pertumbuhan populasi serangga berikut
menggunakan atau ini.
menerapkan informasi / o Lakukan ....
pengetahuan yang Lakukan simulasi aliran darah kecil dan besar. Lakukan
dipelajarinya. percobaan Ingenhouse ….

Pertanyaan tingkat o Buatlah ....


sedang ini sudah Buatlah skema penularan penyakit Malaria. /Buatlah
memasuki ranah grafik tekanan sistole.../Buatlah model sel hewan beserta
kemampuan berpikir organel ....
dengan tingkat yang
lebih tinggi dan lebih o Terjemahkan….
menantang dari pada Terjemahkan grafik berikut…
hanya menghafal. o Operasikan ....
Operasikan rangkaian seri./Operasikan komputer untuk
...
o Tunjukkan / demonstrasikan/peragakan ....
Peragakan dengan penjelasan lisan cara duduk yang
baik agar tidak terjadi lordosis.

o Praktikkan ....
Praktikkan bagaimana cara mengukur suhu badan
dengan menggunakan termometer.

o Tuliskan ....
Tulislah hukum Mendel I …/Tuliskan rumus hukum
Ohm.

o Ubahlah ....
Ubahlah rangkaian seri menjadi rangkaian paralel.

o Golongkan ....
Golongkan sampah-sampah di sekolah ini ke dalam
kategori sampah organic dan anorganik.

o Memecahkan masalah ....

17
Pecahkanlah masalah pencemaran tanah .... / Cari jalan
keluar dari permasalahan krisis energi....

Kemampuan mengkreasi
Tujuan Kata kerja yang biasa digunakan
Mengembangkan o Buatlah ....
kemampuan siswa untuk Buatlah bagan proses filtrasi pada ginjal./Buatlah
menciptakan hal-hal grafik hubungan antara kecepatan dan waktu
baru (gagasan/ide,
informasi, produk, cara o Rancanglah ....
pandang) dengan Rancanglah percobaan untuk menentukan masa jenis
menggunakan suatu benda./Rancanglah cara mengukur volume benda
pengetahuan yang telah benda yang tidak beraturan.
mereka pelajari
sebelumnya. o Kembangkan ....
Kembangkan sebuah rencana kampanye anti
penggunaan narkoba (narkotik dan obat-obatan
terlarang) beserta jinggle anti narkoba.

o Karang ....
Karanglah sebuah cerita fiksi ilmiah ….

o Ciptakan ....
Ciptakanlah alat penjernih air sederhana.

o Tulis ....
Tulis hasil laporan praktikum dalam bentuk artikel
ilmiah.

D. Pengembangan Instrumen
Instrumen penilaian terdiri atas beberapa model. Penilaian tertulis menggunakan
instrumen berupa soal. Penilaian produk, proyek, kinerja, dan portofolio menggunakan
instrumen perintah. Penilaian sikap dan penilaian diri menggunakan catatan observasi
perilaku, pertanyaan langsung, dan laporan pribadi. Pengembangan instrumen
berdasarkan kisi-kisi yang telah disusun.
Berikut ini pengembangan instrumen penilaian untuk berbagai teknik penilaian.

1. Soal uraian

18
Soal uraian adalah soal yang menuntut peserta tes untuk mengorganisasikan
gagasan atau hal-hal yang telah dipelajarinya dengan cara mengemukakan gagasan
tersebut dalam bentuk tulisan.
Kaidah penulisan soal uraian sebagai berikut
Soal harus memenuhi tiga criteria yaitu: materi (isi), konstruksi, dan bahasa. Secara
rinci kaidah penulisan soal uraian adalah sebagai berikut:
a. Soal sesuai dengan indikator.
b. Pertanyaan sebaiknya memiliki batasan jawaban.
c. Materi yang ditanyakan sesuai dengan tujuan pengukuran.
d. Isi materi yang ditanyakan sesuai dengan jenjang jenis sekolah atau tingkat kelas.
e. Menggunakan kata tanya atau perintah yang menuntut jawaban uraian.
f. Ada petunjuk yang jelas tentang cara mengerjakan soal.
g. Ada pedoman penskorannya.
h. Tabel, gambar, grafik, peta, atau yang sejenisnya disajikan dengan jelas dan terbaca.
i. Rumusan kalimat soal komunikatif dan mudah difahami siswa.
j. Butir soal menggunakan bahasa Indonesia yang baku
k. Tidak menggunakan kata/ungkapan yang menimbulkan penafsiran ganda atau salah
pengertian
l. Tidak menggunakan bahasa yang berlaku setempat/tabu
m. Rumusan soal tidak mengandung kata/ungkapan yang dapat menyinggung perasaan
siswa dan bias gender.

Berikut ini contoh pengembangan pertanyaan untuk soal uraian.

Perhatikan Grafik pertumbuhan tanaman kacang hijau berikut ini.

Pertumbuhan Tinggi Tanaman

14
12
10
Tinggi (cm)

8
6
4
2
0
1 2 3 5 8 10 12 15 16 17
Hari ke

19
a. Kapan pertumbuhan tercepat terjadi?
b. Kapan pertumbuhan mencapai klimaks?
c. Seandainya anda seorang petani kedelai kapan anda akan memupuk tanaman agar mencapai
pertumbuhan optimal?
d. Jika tanaman diberi pupuk pada hari ke 16 kemungkinan apa yang akan terjadi?

RUBRIK PENILAIAN
No Soal Jawaban siswa kunci skor
a. Kapan pertumbuhan Hari ke 2-12 Hari ke 2-12 3
tercepat terjadi? Hari ke 3-12 Hari ke 3-12 2
Hari ke 2-11 Hari ke 2-11 1
Lainnya 0
b. Kapan pertumbuhan Hari ke 15 Hari ke 15 2
mencapai klimaks? Hari ke 12 Hari ke 12 1
Lainnya 0
c. Seandainya anda seorang Hari 5-8 Hari 5-8 3
petani kedelai kapan Hari 3-10 Hari 2-12 2
anda akan memupuk Hari 3-9 Hari 3-10 1
tanaman agar mencapai Lainnya 0
pertumbuhan optimal?

d. Jika tanaman tersebut Pertumbuhan tidak terjadi, Pertumbuhan 2


diberi pupuk pada hari ke Kesuburan dapat meningkat tidak terjadi,
16 kemungkinan apa Kesuburan dapat 1
yang akan terjadi? meningkat
Lainnya 0

2. Soal pilihan ganda


Komponen soal pilihan ganda terdiri atas stem (pokok soal) dan option (pilihan
jawaban). Bila stem (pokok soal) merupakan pertanyaan, diakhiri dengan tanda tanya(?),
sedangkan stem (pokok soal) berupa pernyataan , diakhiri dengan tanda titik-titik (...)

20
Kaidah penulisan soal pilihan ganda
Soal pilihan ganda juga harus baik dari segi materi (isi), konstruksi, dan bahasa. Secara
rinci kaidah penulisan soal uraian adalah sebagai berikut.
1) Soal harus sesuai dengan indikator.
2) Pengecoh harus berfungsi.
3) Setiap soal harus mempunyai satu jawaban yang benar.
4) Pokok soal harus dirumuskan secara jelas dan tegas.
5) Pokok soal jangan memberii petunjuk ke arah jawaban yang benar.
6) Pokok soal jangan mengandung pernyataan yang bersifat negatif ganda.
7) Pilihan jawaban harus homogen dan logis ditinjau dari segi materi.
8) Panjang rumusan pilihan jawaban harus relatif sama
9) Pilihan jawaban jangan mengandung pernyataan “Semua pilihan jawaban di atas
salah/benar”.
10) Pilihan jawaban yang berbentuk angka atau waktu harus disusun berdasarkan urutan
besar kecilnya nilai angka atau kronologis waktunya.
11) Gambar, grafik, tabel, diagram, dan sejenisnya yang terdapat pada soal harus jelas
dan berfungsi.
12) Rumusan pokok soal tidak menggunakan ungkapan atau kata yang bermakna tidak
pasti seperti: sebaiknya, umumnya, kadang-kadang.
13) Butir soal jangan bergantung pada jawaban soal sebelumnya.
14) Setiap soal harus menggunakan bahasa yang sesuai dengan kaidah bahasa Indonesia.
15) Bahasa yang digunakan harus komunikatif agar mudah dimengerti siswa.
16) Jangan menggunakan bahasa yang berlaku setempat jika soal akan digunakan untuk
daerah lain atau nasional.
17) Pilihan jawaban jangan mengulang kata/frase yang bukan merupakan satu kesatuan
pengertian. Letakkan kata/frase pada pokok soal.

Contoh soal pilhan ganda


1. Gambar di samping adalah penampang melintang batang tumbuhan dikotil. Pada
lapisan manakah pertumbuhan sekunder terjadi?

A. 1
B. 2
C. 3
D. 5

21
3. Instrumen penilaian produk, proyek, portofolio, dan unjuk kerja/kinerja
Penilaian produk, proyek, portofolio, dan unjuk kerja/kinerja terdiri atas dua
bagian, yaitu: tugas/perintah dan kriteria penskoran atau ”rubrik.” Tugas/perintah itu
dapat menghasilkan satu produk, kinerja/unjuk kerja, laporan proyek, atau uraian
jawaban yang menuntut siswa menerapkan keterampilan berpikir.
Rubrik penilaian pada dasarnya kriteria yang digunakan di dalam pemberian nilai
atau skor. Misalnya, untuk menilai laporan hasil percobaan siswa, guru harus
menggunakan rubrik yang sama sehingga hasil penilainnya memiliki dasar ukuran
yang sama. Berikut contoh rubrik penilaian laporan percobaan siswa.
RUBRIK PENILAIAN LAPORAN
ASPEK KATEGORI & KRITERIA SKOR
PENILAIAN
Sempurna Baik Cukup Kurang

Tujuan 4 3 2 1

Ditulis Ditulis Ditulis Ditulis


dengan kalimat dengan kalimat dengan kalimat dengan kalimat
baku, rinci, baku, terkait tidak baku, tidak baku kurang
terkait erat dengan topik kurang fokus, spesifik, tidak
dengan topik yang ditugaskan sebagian tidak terkait dengan
yang ditugaskan terkait dengan topik yang
topik yang ditugaskan.
ditugaskan

Alat dan Bahan 4 3 2 1

Mencantum- Mencantum- Tidak


Mencantumkan kan sebagian kan sebagian mencantumkan
semua alat dan besar alat dan kecil alat dan alat dan bahan
bahan yang bahan yang bahan yang yang digunakan.
diperlukan diperlukan diperlukan
percobaan percobaan. percobaan.

Langkah Kegiatan 4 3 2 1

Langkah Tidak ada


Langkah kegiatan Langkah kegiatan kegiatan tidak langkah kegiatan.
lengkap, urut, dan lengkap dan urut urut dan/atau
rinci. tidak lengkap.

Data dan Analisis 4 3 2 1


Data
Data Data Data Data tidak
ditabulasi secara ditabulasi secara ditabulasi ditabulasi dan
logis dan logis dan sembarangan dan tidak dianalisis.
dianalisis dengan dianalisis dengan dianalisis kurang

22
tepat dan rinci tepat. tepat.

Kesimpulan 4 3 2 1

Ditulis Ditulis Ditulis tidak Tidak ada


berdasarkan hasil berdasarkan hasil berdasarkan hasil kesimpulan.
analisis dan analisis analisis
akurat

TOTAL

Keterangan:
Guru memberi tanda cek (V) pada kotak sesuai criteria
Guru menuliskan skor pada kolom skor: 4, 3, 2, atau 1
Nilai akhir dikoversi ke skala 10 atau 100. Jika 10, maka skor dibagi 2, jika 100 skor
dikalikan 5.

4. Instrumen untuk penilaian sikap


Instrumen untuk penilaian sikap dan penilaian diri antara lain: lembar observasi
perilaku, pertanyaan langsung, dan laporan pribadi.

a. Observasi perilaku
Perilaku seseorang pada umumnya menunjukkan kecenderungan seseorang dalam
sesuatu hal. Guru sebaiknya mempunyai catatan observasi perilaku terhadap peserta
didik yang dibinanya. Hasil pengamatan dapat dijadikan sebagai umpan balik dalam
pembinaan.
Observasi perilaku di sekolah dapat dilakukan dengan menggunakan buku
catatan khusus tentang kejadian-kejadian berkaitan dengan peserta didik selama di
sekolah. Berikut contoh format buku catatan harian.

Contoh isi Buku Catatan Harian :

No. Hari Tanggal Nama Kejadian Tindak Lanjut


peserta didik (positif atau negatif)

Kolom kejadian diisi dengan kejadian positif maupun negatif. Catatan dalam
lembaran buku tersebut, selain bermanfaat untuk merekam dan menilai perilaku

23
peserta didik sangat bermanfaat pula untuk menilai sikap peserta didik serta dapat
menjadi bahan dalam penilaian perkembangan peserta didik secara keseluruhan.
Selain itu, dalam observasi perilaku dapat juga digunakan daftar cek yang memuat
perilaku-perilaku tertentu yang diharapkan muncul dari peserta didik pada umumnya
atau dalam keadaan tertentu.

b. Lembar Penilaian sikap/nilai


Perilaku dan sikap ilmiah dapat dinilai menggunakan instrumen penilaian perilaku.
Instrumen penilaian bisa berupa lembar observasi dengan menggunakan daftar cek
atau skala Likert.
Contoh Lembar Penilaian Sikap Ilmiah

NamA: ____________________________ Kelas: ___________ Tanggal: _______


Petunjuk:

Berilah tanda cek (V) di bawah kolom A, B, C, atau D sesuai sikap ilmiah siswa dengan
kategori:
A = sangat baik
B = baik
C = cukup
D = kurang

Sikap A B C D
No
1 Rasa ingin tahu

2 Kejujuran dan objektifitas


3 Keterbukaan pikiran
4 Tekun dan pantang menyerah
5 Akurasi dan presisi
Keterangan:
Rubrik perlu dibuat oleh guru, khususnya criteria yang membedakan anatara sangat baik,
baik, kurang baik, dan sangat kurang baik.

……….……………., 2012
Observer
( )

c. Wawancara untuk Penilaian Sikap

24
Guru dapat menanyakan secara langsung atau melakukan wawancara tentang sikap
seseorang berkaitan dengan sesuatu hal. Misalnya, bagaimana tanggapan peserta didik
tentang pembelajaran IPA yang meliuputi: kemenarikan materi, keterkinian bahan
ajar, dan kemenarikan kegiatan penyelidikan. Respon siswa dapat menjadi perbaikan
pembelajaran IPA.

d. Ulasan untuk Penilaian Sikap


Melalui penggunaan ulasan, peserta didik diminta membuat ulasan yang berisi
pandangan atau tanggapannya tentang suatu masalah, keadaan, atau hal yang menjadi
objek sikap. Misalnya, peserta didik diminta menulis pandangannya tentang
"Pemanasan global" yang terjadi akhir-akhir ini di Indonesia. Dari ulasan yang dibuat
oleh peserta didik tersebut dapat dibaca dan dipahami kecenderungan sikap yang
dimilikinya.

E. Telaah Soal dan Validasi Instrumen


Penelaahan soal perlu dilakukan sebelum soal tersebut digunakan untuk menilai
proses dan hasil belajar peserta didik. Penelaahan soal terdiri atas telaah kualitatif dan
kuantitatif. Telaah kualitatif terdiri atas telaah konstruksi, isi (materi), dan bahasa. Telaah
kuantitatif dilakukan setelah dilakukan uji coba penggunaan soal tersebut. Telaah
kuantitatif dilakukan untuk mendapatkan kesimpulan validitas dan reliabilitas empirik
butir soal. Untuk soal pilihan ganda, telaah kuantitatif dilakukan untuk mendapatkan
gambaran tingkat kesulitan soal sehingga dapat disimpulkan soal tersebut diterima,
direvisi, atau ditolak. Pada bagian ini dibahas telaah kualitatif pada aspek isi (materi),
konstruksi, dan bahasa dengan langkah-langkah sebagai berikut.

1. Menelaah kesesuaian tipe soal dengan Kompetensi Dasar dan Indikator

Kompetensi Dasar Indikator Bentuk tes

1.1. Menerapkan 1.1.1 Memahami prinsip-prinsip 1.1.1.a. Objektif


metode metode ilmiah 1.1.1.b. Uraian, dsb.
ilmiah 1.1.2 Merancang penelitian 1.1.2.a. Penilaian produk
sederhana dengan
menggunakan metode
ilmiah
1.1.3 Melakukan penelitian 1.1.3.a. Penilaian kinerja
sederhana dengan
menggunakan metode
ilmiah
1.1.4 Dst. 1.1.4. dst.

25
2. Menelaah kesesuaian soal dengan indikator
KD: Menerapkan metode ilmiah
Indikator: Memahami prinsip-prinsip metode ilmiah
Contoh tes objektif pilihan ganda
Jika:
1. Menyusun hipotesis
2. Merumuskan masalah
3. Melakukan pengukuran dan mencatat data
4. Menyusun kesimpulan
5. Merancang dan melaksanakan percobaan
6. Menganalisis data
maka, urutan metode ilmiah yang tepat adalah ….
A. 3-6-2-5-1-4
B. 1-2-3-5-6-4
C. 2-1-5-3-6-4
D. 3-2-1-5-6-4

Dikaji dari segi isinya, soal tersebut tidak sesuai dengan indikato; sebab indikatornya
adalah “memahami” sedangkan butir soalnya adalah soal hafalan (mengingat).

3. Menelaah konstruksi soal


KD: Menerapkan metode ilmiah
Indikator: Memahami prinsip-prinsip metode ilmiah

Soal uraian:
Ketika Alexander Fleming mengamati koloni bakteri dalam media agarnya, ia terkejut
karena di bagian media yang ditumbuhi jamur tidak ada koloni bakteri yang hidup. Ia
menduga jamur tersebut menghasilkan zat yang menghambat pertumbuhan bakteri.
Jelaskan langkah-langkah dalam metode ilmiah yang harus dilakukan oleh Alexander
untuk membuktikan dugaan tersebut.

Telaah soal:
Soal tersebut sudah isinya sesuai dengan KD 1.1. dan indikator 1.1.1. Materi atau
isinya juga sesuai dengan indikator, yaitu metode ilmiah. Namun, konstruksi soalnya
kurang baik. Kata “jelaskan langkah-langkah” sebaiknya diganti, misalnya dengan
kata “jelaskan empat langkah” agar definitif dan mudah koreksinya.

4. Menelaah aspek Bahasa pada soal

26
KD: Memahami kelangsungan hidup makhluk hidup.
Indikator: Mengidentifikasi kelangsungan hidup makhluk hidup melalui adaptasi, seleski
alam, dan perkembangbiakan

Setiap makhluk hidup melakukan adaptasi terhadap lingkungan spesifiknya agar dapat
bertahan hidup di lingkungan tersebut. Berikut ini yang merupakan adaptasi tanaman
gurun terhadap lingkungan hidupnya adalah ….
A. daun lebar dan berwarna hijau
B. batang tanaman tipis dan kering
C. daun berubah menjadi duri
D. mempunyai kelenjar madu

Dari segi isi, soal tersebut sesuai dengan SK dan KD. Namun, dari segi bahasa kurang
baik, karena adanya kalimat awal (dicetak tebal) yang tidak perlu. Dari segi
konstruksi juga menjadi jelek, karena adanya kalimat tersebut.

5. Validasi Teman Sejawat dan Ahli


Soal yang sudah dibuat oleh guru sebaiknya divalidasi, misalnya oleh sejawat atau
ahli. Guru lain kadang lebih jeli di dalam menelaah soal sehingga akan memberi
masukan untuk perbaikan soal.

6. Memperbaiki atau membuang soal yang jelek


Soal yang sudah ditelaah akan diketahui soal yang baik dan soal yang jelek. Soal yang
baik selanjutnya di-set menjadi naskah soal; sedangkan soal yang jelek diperbaiki
(dari segi konstruksi, isi, dan bahasa).

F. Pelaksanaan Penilaian
Penilaian dilaksanakan pada setiap kompetensi dasar dengan memperhatikan
indikator yang telah dirumuskan. Waktu penilaian dapat dilaksanakan dalam
pembelajaran, akhir pembelajaran, bahkan di luar jam tatap muka. Sebaiknya guru
menyusun perencanaan pelaksanaan penilaian di awal semester dan dikomunikasikan
kepada siswa. Pelaksanaan penilaian harus menjamin bahwa setiap siswa mengerjakan
dengan jujur, tidak mencontek, agar hasil penilaian menggambarkan kemampuan siswa
yang sesungguhnya dan memberii informasi yang bermanfaat. Jika pelaksanaan penilaian
tidak jujur, maka hasil penilaian akan memberii makna yang salah.

27
BAB V
ANALISIS HASIL DAN TINDAK LANJUT PENILAIAN

A. Kriteria Ketuntasan Belajar


Kriteria Ketuntasan Belajar (KKM) adalah target minimal atau kriteria paling rendah
yang harus dicapai peserta didik. KKM penting dirumuskan karena penilaian saat ini
beracuan kriteria, bukan norma. Jadi KKM yang dirumuskan harus betul-betul menjadi
kriteria minimal penilaian.
KKM dirumuskan pada awal tahun pelajaran. Perumusan KKM terdiri atas tiga
kriteria, yakni dan kompleksitas, daya dukung, dan in take siswa. Kompleksitas adalah
tingkat kesulitan dan kerumitan kompetensi dasar bagi siswa. Daya dukung adalah
kemampuan pendidik dan sarana pendukung pembelajaran. In take siswa adalah rata-rata
kemampuan awal siswa.
Mekanisme/langkah-langkah penetapan KKM adalah (1) menentukan nilai minimal
setiap kriteria dalam satu Kompetensi Dasar, (2) merata-rata semua nilai minimal KD
dalam satu Standar kompetensi (SK), (3) merata-rata semua nilai SK dalam satu mata
pelajaran. Penentuan nilai minimal kriteria dapat dilakukan dengan cara mengklasifikasi
tingkatan, yakni tinggi, sedang, atau rendah. Nilai setiap tingkatan dapat menggunakan
skor, misal tinggi (1), sedang (2), atau rendah (3) atau rentang skor, tinggi (81-100),
sedang (65-80), atau rendah (50-64).
Berikut ini contoh penetapan KKM untuk Kompetensi Dasar (KD), Standar
Kompetensi (SK), dan Mata Pelajaran (MP).

SK KD NILAI NILAI RERATA KKM KKM KKM


TERTINGGI TERENDAH KD SK MP
1 1.1 60 40 52 55
1.2 80 60 76 75
1.3 90 70 83 80 70

2 2.1 72 55 63 63
2.2 89 68 75 75
28
2.3 95 82 87 85 75
DST.
72
B. Analisis Hasil Penilaian
Hasil penilaian dianalisis, untuk menentukan ketercapaian kompetensi. Mula-mula
jawaban siswa diberi skor. Selanjutnya skor hasil penilaian dikonversi ke skala 10 atau
100, ke huruf A, B, C, atau D; atau ke kategori kualitatif, seperti Sangat Baik, Baik,
Cukup, dan Kurang; lulus atau tidak lulus. Pengolahan skor menjadi nilai dapat
menggunakan acuan patokan (PAP) dan acuan norma (PAN). Penilaian ketercapaian
Kompetensi, KD dan Indikator lebih baik menggunakan PAP.

C. Identifikasi Kesulitan Belajar


Identifikasi kesulitan belajar dilakukan setelah pelaksanaan penilaian. Guru
memasukkan nilai kedalam Format Penilaian Harian. Kemudian, guru mengidentifikasi
siswa yang memiliki nilai di bawah KKM. Selanjutnya, guru mengidentifikasi
komponen yang dinilai/nomor-nomor soal yang belum mencapai target yang ditentukan
berdasarkan KKM sebagai kesulitan belajar siswa atau sebagai materi yang sulit. Setelah
siswa yang mengalami kesulitan belajar dan materi yang sulit diidentifikasi, maka guru
dapat menyusun program remedi. Sangat dimungkinkan, setiap siswa memiliki kesulitan
materi yang berbeda.
Berikut Format Penilaian Harian yang dapat digunakan untuk mengidentifikasi
kesulitan belajar peserta didik.

SKOR MAKSIMUM KOMPONEN YANG DINILAI / NO.SOAL URAIAN


SKOR
1 2 3 4 5 6 7 8 9 10 NIL
No. / R P
AI
tugas
NAMA SISWA

1 Andika 90 85 87 90 77 89 91 95 88.25

2 Martina 65 54 50 79 82 45 54 67 60.66 V

3
4
5
6

29
Banyaknya/persentase peserta yang tuntas : ………….
Banyaknya/persentase peserta remedi : ………….
Indikator/no.soal yang harus diremedi : …………..
Keterangan
R : Remedi
P : Pengayaan
Bold : Nilai yang di cetak tebal menunjukkan bahan remedi

Komponen yang dinilai/nomor soal:


1. (diisi materi apa/nomor soal)_____
2. __________________________
3. __________________________
4. __________________________
5. __________________________
6. __________________________
7. __________________________
8. __________________________
9. __________________________
10. __________________________

D. Remedi
Kegiatan remedi merupakan tindak lanjut penilaian. Remedi diberikan kepada peserta
didik yang belum mencapai Kriteria Ketuntasan Minimum (KKM). Kegiatan remedi
dapat berupa tatap muka dengan guru atau diberi kesempatan untuk belajar sendiri,
kemudian dilakukan penilaian. Remedi hanya diberikan untuk indikator yang belum
tuntas. Waktu remedi diatur berdasarkan kesepakatan antara peserta didik dengan guru.
Remedi dapat dilaksanakan pada waktu jam tatap muka atau di luar jam tatap muka.

E. Pengayaan

Pengayaan merupakan tindak lanjut penilaian, terutama bagi peserta didik yang telah
melampaui KKM dan memiliki penguasaan lebih cepat dibandingkan peserta didik
lainnya. Peserta didik yang berprestasi perlu mendapat pengayaan agar dapat
mengembangkan potensinya secara optimal. Salah satu kegiatan pengayaan adalah
memberikan materi tambahan, pendalaman, latihan atau tugas tambahan yang bertujuan
untuk memperkaya kompetensi yang telah dicapainya. Hasil penilaian kegiatan
pengayaan dapat menambah nilai peserta didik pada kompetensi dasar yang
bersangkutan. Pengayaan dapat dilaksanakan setiap saat baik pada jam tatap muka atau

30
di luar jam tatap muka. Bagi peserta didik yang secara konsisten selalu mencapai
kompetensi lebih cepat, dapat diberikan program akselerasi.

F. Pelaporan

Guru harus memerikan laporan penilaian. Hasil ulangan harian diinformasikan


kepada peserta didik sebelum diadakan ulangan harian berikutnya. Guru sebaiknya
memberikan catatan perbaikan terhadap jawaban peserta didik yang belum benar. Hasil
penilaian oleh pendidik dan satuan pendidikan disampaikan dalam bentuk satu nilai
pencapaian kompetensi mata pelajaran disertai dengan deskripsi kemajuan belajar. Hasil
UN disampaikan kepada satuan pendidikan untuk dijadikan salah satu syarat kelulusan
peserta didik dari satuan pendidikan dan salah satu pertimbangan dalam seleksi masuk ke
jenjang pendidikan berikutnya.

Laporan kemajuan hasil belajar peserta didik dibuat sebagai pertanggungjawaban


lembaga sekolah kepada orangtua/wali peserta didik, komite sekolah, masyarakat, dan
instansi terkait lainnya. Laporan tersebut merupakan sarana komunikasi dan kerja sama
antara sekolah, orang tua, dan masyarakat yang bermanfaat baik bagi kemajuan belajar
peserta didik maupun pengembangan sekolah. Pelaporan hasil belajar hendaknya:

1. Merinci hasil belajar peserta didik berdasarkan kriteria yang telah ditentukan dan
dikaitkan dengan penilaian yang bermanfaat bagi pengembangan peserta didik
2. Memberiikan informasi yang jelas, komprehensif, dan akurat.
3. Menjamin orangtua mendapatkan informasi secepatnya bilamana anaknya bermasalah
dalam belajar
Laporan harus disajikan dalam bentuk yang lebih komunikatif dan komprehensif
agar “profil” atau tingkat kemajuan belajar peserta didik mudah terbaca dan dipahami.
Dengan demikian orangtua/wali lebih mudah mengidentifikasi kompetensi yang belum
dimiliki peserta didik dan dapat menentukan jenis bantuan yang diperlukan bagi
anaknya. Dipihak lain, peserta didik dapat mengetahui kekuatan dan kelemahan dirinya
serta aspek mana yang perlu ditingkatkan.
Bentuk laporan peserta didik berupa Laporan Hasil Belajar (LHB) pesera didik yang
berupa satu nilai diikuti dengan diskripsi kemajuan belajarnya. Akan lebih bermanfaat
kalau peserta didik dan orang tua/wali dapat mengetahui rekapitulasi kemajuan belajar
peserta didik. Rekapituasi niai peserta didik dapat diadministrasikan menggunakan .
“Daftar Nilai”. Jika nilai setiap KD untuk setiap SK diisi, demikian pula nilai Ujian
Tengah Semester dan Ujian Akhir Semester, maka nilai hasil belajar akan nampak pada
kolom Nilai LBH yang selanjutnya dapat digunakan untuk mengisi Rapor. Pada kolom

31
deskripsi SK nampak tulisan TC (Tidak mencapai KKM). Hal ini berarti siswa tersebut
perlu mendapatkan remedi pada SK nomor 2.

ADMINISTRASI PENILAIAN
Mata Pelajaran :
Kelas / Semester :
KKM : 70

N N SK 1. SK 2. SK 3. SK 4. U U NI Deskripsi
O A Memahami Memahami Memahami Memahami T A L SK
M prosedur klasifikasi zat wujud zat dan berbagai sifat S S AI
A ilmiah perubahannya dalam L
perubahan H
fisika dan kimia B

KD KD KD KD
R R R R
er er er er
at at at at
1 2 3 a 1 2 3 4 a 1 2 3 4 a 1 2 3 4 a 1 2 3 4
8 7
2. 64 71 8.
8 8 8 6 7 6 5 6 .7 7 7 6 7 .7 7 8 7 7 8 9 1 T
1 0 8 0 7 0 7 6 6 5 0 5 5 7 5 5 0 0 5 75 5 0 9 L C L L
T T T T
2 0 0 0 0 C C C C

Keterangan:
UTS : UlanganTengah Semester
UAS : Ulangan Akhir Semester/Ulangan Kenaikan kelas
LHB : Laporan Hasil Belajar (Nilai Rapor)
Deskripsi SK : Deskripsi kemajuan belajar setiap Standar Kompetensi
L : nilai melampaui KKM
TC : nilai tidak mencapai KKM
C : nilai sama dengan KKM

32
BAB VI
PENUTUP

A. Rangkuman
Penilaian pendidikan merupakan komponen system pembalajaran yang berfungsi
untuk mengetahui hasil belajar siswa. Hasil penilaian berguna untuk membantu siswa
belajar lebih optimal, untuk mengetahui kelebihan siswa yang berguna untuk program
pengayaan, dan untuk mengetahui kekurangan siswa yang berguna untuk program
remidial. Hasil penilaian juga berguna untuk perbaikan pembelajaran dan perbaikan
kurikulum.
Penilaian pendidikan dilakukan oleh pendidik, sekolah, dan pemerintah. Penilaian
hasil belajar oleh pendidik menggunakan berbagai teknik penilaian berupa tes, observasi,
penugasan perseorangan atau kelompok, dan bentuk lain yang sesuai dengan
karakteristik kompetensi dan tingkat perkembangan peserta didik. Penilaian yang
berupa ulangan harian, ulangan tengah semester, ulangan akhir semester, dan ulangan
kenaikan kelas dilakukan oleh pendidik di bawah koordinasi satuan pendidikan.
Penilaian hasil belajar peserta didik pada mata pelajaran dalam kelompok mata pelajaran
ilmu pengetahuan dan teknologi yang tidak diujikan pada UN dan aspek kognitif
dan/atau aspek psikomotorik untuk kelompok mata pelajaran agama dan akhlak mulia
dan kelompok mata pelajaran kewarganegaraan dan kepribadian dilakukan oleh satuan
pendidikan melalui ujian sekolah/madrasah untuk memperoleh pengakuan atas prestasi
belajar dan merupakan salah satu persyaratan kelulusan dari satuan pendidikan.
Instrumen penilaian hasil belajar yang digunakan pendidik memenuhi persyaratan
(a) substansi, adalah merepresentasikan kompetensi yang dinilai, (b) konstruksi, adalah
memenuhi persyaratan teknis sesuai dengan bentuk instrumen yang digunakan, dan (c)
bahasa, adalah menggunakan bahasa yang baik dan benar serta komunikatif sesuai
dengan taraf perkembangan peserta didik. Kegiatan ujian sekolah/madrasah dilakukan

33
dengan langkah-langkah: (a) menyusun kisi-kisi ujian, (b) mengembangkan instrumen,
(c) melaksanakan ujian, (d) mengolah dan menentukan kelulusan peserta didik dari ujian
sekolah/madrasah, dan (e) melaporkan dan memanfaatkan hasil penilaian. Hasil ulangan
harian diinformasikan kepada peserta didik sebelum diadakan ulangan harian berikutnya.
Peserta didik yang belum mencapai KKM harus mengikuti pembelajaran remedi;
sedangkan siswa yang sudah melampaui KKM dapat memperoleh pengayaan atau
percepatan (akselerasi). memanfaatkan hasil penilaian untuk perbaikan pembelajaran.
Para guru IPA hendaknya melaporkan hasil penilaian mata pelajaran IPA pada setiap
akhir semester kepada pimpinan satuan pendidikan dalam bentuk satu nilai prestasi
belajar peserta didik disertai deskripsi singkat sebagai cerminan kompetensi utuh.

B. Tindak Lanjut
Setelah mengikuti pelatihan ini, para guru hendaknya mengembangkan penilaian
baik tes maupun non-tes untuk mengetahui perkembangan belajar siswa dan untuk
membantu siswa agar dapat belajar secara optimal. Para guru hendaknya terus berlatih
menggembangkan berbagai bentuk penilaian dan menggunkannya di kelas. Para guru
juga perlu berlatih menggunakan hasil penilaian untuk perbaikan pembelajaran
(assessment for learning).

&&&

DAFTAR RUJUKAN

- Peraturan Menteri Pendidikan Nasional Nomor 20 Tahun 2007 Tentang Standar Penilaian

- Model Penilaian Kelas Kurikulum Tingkat satuan pendidikan SMP/MTs, Pusat


Kurikulum, Badan Penelitian dan Pengembangan, Departemen Pendidikan nasional, 2006

- Panduan Penilaian Kelompok Mata Pelajaran Ilmu Pengetahuan dan Teknologi, Badan
Standar Nasional pendidikan, Departemen Pendidikan Nasional, 2007 (BSNP)

- Modul Pelatihan Pengajaran Profesional dan Pembelajaran Bermakna 3 (Better Teaching


and Learning 3), DBE3, USAID, 2009

- Anonim. (2004). Program Pendidikan Nasional (Propenas). http://www.


DepDikNasHomepage_Program Pendidikan Nasional.htm.

34
- Anonim. (2006) “Jalan Panjang Ujian Negara”. Tempointeraktif.
http://www.tempointeraktif.com/

- Balitbang Depdiknas. Statistik Ujian Nasional. http://www.balitbang.depdiknas.go.id/

- BSNP. (2011). Prosedur Operasi Standar (POS) Ujian Nasional SMP, MTs, SMPLB,
SMA, MA, dan SMK. Jakarta:BSNP,

35

Anda mungkin juga menyukai