Anda di halaman 1dari 15

Gagasan Human Security

Dan Kebijakan Keamanan Nasional Indonesia

Elpeni Fitrah

Abstract
This paper discusses the application of human security concept in national security policy in
Indonesia. Societal change towards democratization after reform and the ongoing security sector
reform process in Indonesia has impacted on the changing security paradigm –from highly state-
centered security into the paradigms that are more concern to non-traditional issues such as human
security (people-centered security). Regardless of the pros and cons as well as the breadth of the
meaning of the human security concept, the concept of human security is viewed in this paper as a
point of view (perspective) or the government guidelines for setting national security policy. This
paper argues that Indonesia has put the idea of human security in its national security policy, but
its implementation has not been so good. Individuals or human beings or citizens in the concept of
human security in Indonesia are defined as social beings who are bound with their community.
Keywords: secur ity, human secur ity, National Secur ity Act Dr aft, National Secur ity Policy.

Abstrak
Tulisan ini membahas penerapan konsep human security dalam kebijakan keamanan nasional
Indonesia. Perubahan sosial menuju demokratisasi setelah melewati era reformasi serta proses
reformasi sector keamanan yang tengah berlangsung di Indonesia berdampak pada berubahnya
paradigmn keamanan- dari konsep keamanan yang sangat terpusat pada keamanan Negara ke
dalam isu-isu yang lebih bersifat non-tradisional seperti human security (keamanan yang terpusat
pada manusia). Terdapat banyak pro dan kontra serta pengertian yang luas dari konsep human
security, namun di tulisan ini human security akan dilihat sebagai perspektif atau acuan bagi
pemerintah untuk mengatur kebijakan mengenai keamanan nasional. Tulisan ini berargumen
bahwa Indonesia telah meletakkan ide human security dalam kebijakan keamanan nasional, namun
implementasinya masih belum sempurna. Individu atau manusia atau warga negara dalam konsep
human security di Indonesia didefinisikan sebagai makhluk sosial yang terikat dengan
komunitasnya.
Kata-kata kunci: keamanan, human security, r ancangan UU Keamanan Nasional, kebijakan
keamanan nasional.

Pendahuluan terutama pasca perang dingin dan terlebih


Tulisan ini berangkat dari asumsi bahwa pasca tragedi serangan sebelas September di
Keamanan Manusia adalah dasar dari Amerika Serikat, menguatkan kembali wacana
Keamanan Nasional. TA. Legowo (2005, p.32) tersebut, atau setidaknya menciptakan
mempertegas asumsi itu dengan mengatakan momentum baru yang memberi ruang untuk
bahwa batas-batas keamanan nasional menjadi menafsirkan kembali makna keamanan (Edy
sangat luas justru karena subyek utamanya Prasetyono, 2003).
adalah warga negara. Pada warsa kekinian Menguatnya gagasan human security

27
Elpeni Fitrah

dewasa ini merupakan reaksi terhadap masalah (keamanan manusia) memang nampak lebih
-masalah kemanusiaan yang melanda dunia jelas dalam Laporan UNDP mengenai Human
saat ini, seperti pengungsi akibat konflik dan Development Report of the United Nations
kekerasan fisik, perdagangan anak-anak dan Development Program pada tahun 1994.
w a n i t a , m a s a l a h p a n ga n , t e r o r i s m e , Dalam laporan itu UNDP menyatakan, "the
perdagangan senjata ilegal, pelanggaran hak concept of security must change-from an
azasi manusia (HAM), dan sebagainya. Meski exclusive stress on national security to a much
banyak pihak yang meragukan konsep ini tak greater stress on people security, from security
lain hanya propaganda Barat belaka yang through armaments to security through human
berniat menyebarkan nilai-nilai mereka development, from territorial to food,
terutama mengenai HAM, namun kajian employment and environmental security".
mengenai konsep keamanan manusia ini tetap Ada tujuh komponen keamanan manusia
menarik untuk dikaji. Salah satu hal yang patut (human security) menurut UNDP (2004) yang
di telisik adalah mengenai perbedaan pemenuhannya wajib menjadi tanggung jawab
pandangan antara berbagai negara dalam pemerintah setiap negara. Ketujuh komponen
merespon konsep keamanan manusia. t e rsebut adal ah; Keam anan ekonom i
Shahrbanou Tadjbakhsh (2008) memang (economic security), keamanan pangan (food
menyebut bahwa hingga saat ini belum ada security), kea ma na n keseha ta n (health
definisi tunggal yang disepakati sebagai security), kea ma na n lingkunga n hidup
pengertian konsep human security. Ilmuwan (environment security), keamanan personal
sosial, termasuk pemerintahan nasional seperti (personal security), keamanan komunitas
Jepang dan Kanada, atau lembaga (community security), dan keamanan politik
i nt ernas i onal sepert i United Nations (political security). Tujuh komponen di atas
Development Program (UNDP) memiliki bisa disimplifika-si menjadi dua komponen
pandangan masing-masing mengenai konsep utama, yaitu freedom from fear (bebas dari
tersebut dengan fokus problem kemanusiaan rasa takut) dan freedom from want (bebas dari
yang berbeda-beda, mulai dari yang paling ketidakmampuan untuk memiliki).
kecil tentang pencegahan kekerasan hingga Terlepas dari pro dan kontra serta
pandangan yang lebih luas mengenai luasnya makna konsep hum an security
pembangunan, penegakan Hak Azasi Manusia (keamanan manusia), penulis lebih
(HAM) dan/atau kombinasi keduanya dengan menempatkan konsep human security tersebut
pandangan keamanan tradisional. sebagai sebuah cara pandang (perspektif) atau
Gagasan mengenai hum an security panduan pemerintah dalam menetapkan

28 Jurnal INSIGNIA │Vol 2, No 1, April 2015


28
Gagasan Human Security dan Kebijakan
Keamanan Nasional Indonesia

kebijakan keamanan nasionalnya. Penelitian Propatria Institute dalam Monograph No-2


ini hendak meninjau apakah gagasan human t entang kedaulatan nasional. Apakah
security sudah terintegrasi dalam kebijakan kedaulatan nasional hak ataukah kewajiban?
keamanan nasional di Indonesia. Menurut Bukankah pemerintah nasional wajib
penulis, Indonesia merupakan satu ilustrasi melakukan perlindungan terhadap individu
yang menarik untuk diamati, khususnya warga negaranya? Jika gagal melakukan
tentang bagaimana pemerintah Indonesia kewajiban untuk itu, siapa yang akan
memandang konsep keamanan manusia melindungi individu tersebut dan bagaimana
ditengah perubahan masyarakat menuju dengan akuntabilitas dari pemerintah nasional
demokratisasi pasca bergulirnya era reformasi. yang gagal menjalankan kewajiban tersebut?
Permasalahannya adalah sebagian Pertanyaan di atas mengandung dua dimensi.
kalangan menilai bahwa konsep human Pertama, bahwa pemerintah mempunyai
security yang saat ini berkembang secara tanggung jawab politik terhadap keamanan
global tak lebih dari penegasan terhadap individu secara luas. Untuk itu, dalam situasi
kewajiban pemerintah untuk menjamin dan tertentu perlu ada perluasan fungsi kekuatan
melindungi keamanan individu militer tidak hanya dalam bidang pertahanan
warganegaranya sebagai bagian dari amanat teritorial, melainkan juga dalam misi-misi
konstitusi. Jika memang demikian maka, tidak kemanusiaan. Kedua, untuk itu semua pula
perlu lagi mengintegrasikannya dalam bentuk harus ada mekanisme pertanggungjawaban
peraturan atau kebijakan yang berbeda. politik dan operasional dalam menjalankan
Dengan kata lain, kelompok ini menilai bahwa operasi militer baik operasi perang maupun
human security bukan bagian dari keamanan non-perang (Propatria, 2004).
dan keberadaannya hanyalah suatu dinamika Penulis mengambil kebijakan
sosial kemasyarakatan belaka, terpisah dari Rancangan Undang Undang Keamanan
wilayah keamanan. Nasional (RUU Kamnas) sebagai contoh kasus
Sementara itu, di Indonesia sendiri telah untuk menilai apakah kebijakan tersebut sudah
banyak pengkaji masalah keamanan nasional mengakomodir gagasan human security. Tuli-
maupun organisasi masyarakat sipil yang san ini berargumen bahwa Indonesia sudah
mendorong agar konsep keamanan manusia memasukkan gagasan human security dalam
dimasukkan secara eksplisit dalam kebijakan kebijakan keamanan nasionalnya, namun
keamananan nasional Indonesia. Salah satu dalam pelaksanaannya belum begitu baik.
pusat studi yang konsisten melakukan itu Individu atau insani atau warga negara dalam
adalah Propatria Institute. Penulis menemukan konsep keamanan manusia di Indonesia
sebuah pertanyaan menarik yang dikemukakan diartikan sebagai makhluk sosial yang terikat

Jurnal INSIGNIA │Vol 2, No 1, April 2015


29 29
Elpeni Fitrah

dengan komunitasnya dan berbeda dengan melatarinya: (1) peningkatan perang sipil dan
pemaknaan individu dalam tradisi liberal. konflik dalam negara, (2) penyebaran
Ekonomi dan politik adalah agenda utama demokrasi, (3) intervensi kemanusiaan, (4)
Indonesia dalam mewujudkan perlindungan meluasnya kemiskinan dan pengangguran
dan keamanan manusia di Indonesia. Meski karena krisis ekonomi pada 1990-an yang
demikian, masih terdapat tumpang tindih diakibatkan globalisasi. Sebagai perumus
kebijakan dan peraturan yang tidak sesuai konsep human security dalam laporan UNDP,
dengan praktik di lapangan. Mahbub ul Haq (2000) pernah mengatakan:
“We need to fashion a new concept of human
Gagasan Human Security Dalam Kajian
security that is reflected in the lives of our
Keamanan
people, not in the weapons of our country.”
Salah satu sumber penting yang
m em unculkan human security adalah Gagasan mengenai human security

perdebatan tentang gagasan mengenai (keamanan manusia) memang nampak lebih

pelucutan senjata dan pembangunan yang jelas dalam Laporan UNDP mengenai Human

banyak terjadi di berbagai forum PBB dalam Development Report of the United Nations

rangka merespon perlombaan senjata pada era Development Program pada tahun 1994.

perang dingin. Demikian pula beberapa Dalam laporan itu UNDP menyatakan, "the

kegiatan dari beberapa komisi independen concept of security must change-from an

s e p e r t i K o m i s i B r a n d t ( T h e B randt exclusive stress on national security to a much

Commission), Komisi Br untla nd (The greater stress on people security, from security

B r u n t l a n d C o m m i s s i o n ) d a n Komi si through armaments to security through human

Penakbiran Global (The Commission on development, from territorial to food,

Global Governance) membantu merubah fokus employment and environmental security".

analisa keamanan nasional atau keamanan Isu human security dianggap penting
negara menjadi keamanan untuk warga negara dalam kajian keamanan kontemporer karena
(kadang-kadang disebut pula The Security of masalah-masalah kemanusiaan lebih banyak
the People atau Societal Security). Diskursus muncul ke permukaan saat ini. Masalah-
tersebut kemudian diikuti dengan tumbuhnya masalah itu mulai dari pengungsi akibat
pengakuan mengenai ancaman non-militer konflik dan kekerasan fisik, penjualan anak-
dalam perdebatan mengenai keamanan global anak dan wanita, masalah pangan, terorisme,
(J Kristiadi,2003). perdagangan senjata ilegal, pelanggaran Ham,

Di balik kemunculan gagasan human dan sebagainya. Perserikatan Bangsa-Bangsa

security, Amitav Acharya (2001, p. 450) (PBB) menekankan perubahan konsep dan

mencermati adanya empat perkembangan yang fokus keamanan dari keamanan yang

30 Jurnal INSIGNIA │Vol 2, No 1, April 2015


30
Gagasan Human Security dan Kebijakan
Keamanan Nasional Indonesia

menitikberatkan kepada keamanan negara inalitas, penggunaan obat-obatan terlarang, dan


menjadi keamanan masyarakat, dari keamanan bahkan kecelakaan lalu lintas), 6) community
melalui kekuatan militer menuju keamanan security (kelestarian identitas kultural dan
melalui pembangunan masyarakat, dari tradisi budaya), dan 7) political security
keamanan wilayah kepada keamanan manusia (perlindungan terhadap hak asasi manusia dan
terkait jaminan keamanan, pangan, pekerjaan kebebasan dari tekanan politik).
dan lingkungan (IDSPS, 2008). Gagasan Human Security dalam Kebijakan
Untuk alasan itulah maka Anne Keamanan Indonesia; Tinjauan terhadap
Hammerstad (2000, p.395) memaparkan D r a f t R a n c a n g a n Un d an g Un d an g
bahwa, "Security is about attaining the social, Kemanan Nasional (RUU Kamnas)
political, environmental and economic Secara konseptual, Indonesia sudah
conditions conducive to a life in freedom and lebih baik dengan mengakomodir isu
dignity for the individual." Selanjutnya, keamanan non tradisional serta
Lincoln Chen (1995, p.139) berpendapat mengintegrasikan gagasan human security
bahwa human security adalah pelabuhan dalam kebijakan keamanan nasionalnya.
terakhir tempat segala perhatian mengenai Pemerintah Indonesia mendukung konsep
keamanan bermuara. Oleh sebab itu Chen h uman securi t y denga n mener bi t ka n
menyebut bahwa bentuk-bentuk keamanan serangkaian kebijakan keamanan yang
seperti keamanan militer bukanlah tujuan berorientasi pada perlindungan dan jaminan
utama melainkan hanya sarana untuk mencapai keamanan warga negara Indonesia. Itu antara
tujuan yang hakiki yakni keamanan manusia. lain tertuang dalam Rancangan Undang

UNDP (1994)) merinci tujuh komponen Undang Keamanan Nasional, dan Strategi

keamanan manusia yang harus mendapat Nasional Penanggulangan Kemiskinan.

perhatian yakni, 1) economic security (bebas Indonesia juga memiliki persepsi khusus

dari kemiskinan dan jaminan pemenuhan mengenai pemaknaan human security yang

kebutuhan hidup, 2) food security (kemudahan disesuaikan dengan karakter bangsa. Berikut

akses terhadap kebutuhan pangan), 3) health akan kita urai tentang gagasan human security

security (kemudahan mendapatkan layanan dan kebijakan keamanan nasional di Indonesia.

kesehatan dan proteksi dari penyakit), 4) envi- Hanya saja, mengutip pernyataan Prof. Ichlasul

ronmental security (proteksi dari polusi udara Amal, gagasan human security sudah ada

dan pencemaran lingkungan, serta akses ter- dalam kebijakan keamanan di Indonesia tapi

hadap air dan udara bersih), 5) personal securi- pelaksanannya masih perlu banyak perbaikan.

ty (keselamatan dari ancaman fisik yang diaki- Hal yang tak dapat dinafikan dari latar
batkan oleh perang, kekerasan domestik, krim- belakang penyusunan RUU Kamnas adalah

Jurnal INSIGNIA │Vol 2, No 1, April 2015


31 31
Elpeni Fitrah

lahirnya wilayah a b u -a b u dalam tahun 2011 ini, tidak hanya ada untuk
penyelenggaraan keamanan nasional serta kepentingan pertahanan kedaulatan negara,
belum ada lembaga atau badan yang berperan tapi lebih dari itu, turut mengintegrasikan
untuk mengkoordinasikan segenap komponen gagasan human security yang menjamin dan
yang terlibat dalam persoalan keamanan melindungi keamanan warga negara. Menurut
nasional pada berbagai tingkatan kesertaan Naskah akademik Rancangan Undang Undang
(degree of magnitude) yang berbeda-beda tentang Keamanan Nasional yang diterbitkan
menurut relevansi kondisi ancaman Kementerian Pertahanan (2011, p. 18),
dihadapkan pada kepentingan nasional gagasan human security perlu dimasukkan
(Naskah Akademik, Kemhan; 2011). dalam suatu kebijakan keamanan nasional
R U U K a m n a s di harapkan dapat karena pada dasarnya manusia membutuhkan
menerjemahkan amanat UUD 1945 pada rasa aman karena adanya kepentingan untuk
bagian Pembukaan dan Bab XII mengenai mempertahankan kelangsungan hidupnya.
Pertahanan Negara dan Keamanan Negara. Bahkan lebih dari itu, sebagai makhluk sosial,
Undang Undang Dasar (UUD) 1945 adalah manusia tidak hanya melindungi diri sendiri,
landasan konstitusional yang menggambarkan tapi dalam tataran yang lebih luas, harus
tujuan negara yang berdiri diatas pengelolaan mampu hidup bermasyarakat, berbangsa dan
terhadap keamanan nasional (national security) b e r n e g a r a ya n g b e r k e m b a n g s e c a r a
dan kes ej aht eraan nasional (national bermartabat.
prosperity) yang saling bergantung (Naskah Penulis perlu menggarisbawahi kata
Akademik, Kemhan; 2011). Hal tersebut "sebagai makhluk sosial" diatas, karena
tertuang dalam alinea keempat yang berbunyi: hakekat hum an security atau keamanan
“Kemudian daripada itu untuk manusia dalam perspektif Indonesia adalah
membentuk suatu Pemerintahan menempatkan individu sebagai makhluk
Negara Indonesia yang melindungi
segenap bangsa Indonesia dan sosial. Individu sebagai makhluk sosial
seluruh tumpah darah Indonesia tersebut menurut Dewan Ketahanan Nasional
dan untuk memajukan
kesejahteraan umum, (2010, p.52) adalah konsep keamanan manusia
mencerdaskan kehidupan bangsa, berbasis paham komunitarian. Pengertiannya
dan i kut sert a melaksanakan
ketertiban dunia yang berdasar adalah paham komunitarian memandang
kemerdekaan, perdamaian abadi manusia seba-gai bagian tidak terpisahkan dari
dan keadilan sosial,...”.
komunitasnya. Ada hu-bungan timbal balik
Kehadiran Rancangan Undang Undang antara manusia dengan komunitasnya. Itu
tentang Keamanan Nasional yang orientasinya berbeda dengan term individu menurut versi
akan disahkan menjadi undang undang pada Barat yang lebih mengacu pada paham liberal.

32 Jurnal INSIGNIA │Vol 2, No 1, April 2015


32
Gagasan Human Security dan Kebijakan
Keamanan Nasional Indonesia

Individu dalam konteks liberal ini memandang pikiran dan hati nurani, untuk beragama, untuk
manusia sebagai individu yang universal, tidak diperbudak, untuk diakui sebagai pribadi,
bebas, tanpa melihat identitas dan relasi- dan persamaan di hadapan hukum. Termasuk
relasinya di dalam komunitas di mana ia perlindungan dari bencana alam, bencana
berada. kelaparan, kemiskinan, kejahatan, dari tekanan
Gagasan human security dalam RUU fisik maupun moril yang luar biasa (penjelasan
Kamnas tertuang dalam BAB III yang RUU Kamnas).
membahas persoalan ruang lingkup keamanan Gagasan human security dalam RUU
nasional. Pada bagian tersebut dinyatakan Kamnas tampak sangat menonjol pada Bab V
bahwa ruang lingkup keamanan nasional bagian Ancaman Keamanan Nasional. Itu
terdiri dari empat hal yakni, 1) Keamanan misalnya terlihat dari pernyataan pasal 16
Insani, 2) Keamanan Publik, 3) Keamanan Ke tentang Spektrum dan Sasaran Keamanan. Di
dalam, dan 4) Keamanan Ke luar. Term situ disebutkan bahwa sasaran ancaman terdiri
Keamanan Insani tersebut dijelaskan dalam atas; a) bangsa dan negara, b) keberlangsungan
BAB I mengenai Kententuan Umum yang pembangunan nasional, c) masyarakat, dan d)
menyatakan bahwa “Keamanan Insani adalah insani. Yang dimaksud dengan sasaran
kondisi dinamis yang menjamin terpenuhinya ancaman insani yaitu ancaman baik terhadap
hak-hak dasar setiap individu warga negara warga negara Indonesia maupun warga negara
untuk mendapatkan perlindungan dari berbagai asing yang berada di wilayah Indonesia
ancaman dalam rangka terciptanya keamanan (penjelasan RUU Kamnas). Pada Pasal 17
nasional”. tentang Jenis dan Bentuk Ancaman disebutkan
P ada Pasal 6 disebutkan bahwa bahwa ancaman keamanan nasional di segala
“Keamanan Insani sebagaimana dimaksud aspek kehidupan dikelompokkan ke dalam
dalam Pasal 5 huruf a diwujudkan melalui jenis ancaman yang terdiri atas: a) ancaman
berbagai upaya terpadu dengan melibatkan militer, b) ancaman bersenjata, dan c) ancaman
masyarakat dalam meningkatkan kesadaran tidak bersenjata. Ketiga ancaman tersebut
hukum warga negara, dan penegakan hukum selain membahayakan kedaulatan dan
untuk melindungi dan menghormati hak-hak keutuhan Negara Kesatuan Republik Indonesia
dasar kehidupan manusia serta pemenuhan juga mengancam segenap bangsa Indonesia,
kebutuhan insani demi terpeliharanya termasuk didalamnya keamanan insani
keselamatan segenap bangsa”. Yang dimaksud (individu). Tanpa menafikan dua jenis
dengan “substansi dasar kehidupan manusia” ancaman lainnya, jenis ancaman tidak
yaitu, perlindungan untuk hidup, untuk tidak bersenjata disebutkan paling berpotensi
disiksa, untuk mendapatkan kebebasan pribadi, mengancam keamanan manusia. Yang

Jurnal INSIGNIA │Vol 2, No 1, April 2015


33 33
Elpeni Fitrah

dimaksud dengan ancaman tidak bersenjata netic, narkoba, ekonomi dan pasar gelap), 10)
yaitu ancaman yang tidak menggunakan ideologi, 11) radikalisme, 12) penghancuran
senjata, dan/atau yang ditimbulkan oleh nilai-nilai moral dan etika bangsa, 13)
b e n c a n a a l a m d a n n o n a l a m ya n g kelangkaan pangan dan air, 14)
m e m b a h a ya k a n k e s e l a m a t a n i n s a n i , penyalahgunaan kimia, biologi, radioaktif,
keselamatan publik, keselamatan negara dan nuklir (pertanian, peternakan, perikanan), 15)
pertahanan negara di segala aspek kehidupan, pengrusakan lingkungan (hutan, air, degradasi
antara lain kerusuhan, penyakit menular, fungsi lahan, 16) kelangkaan energi, 17)
gempa bumi, tsunami. pandemi (HIV, Flu Burung, Flu Babi), 18)
Untuk mempertegas jenis ancaman tadi, sosial (kemiskinan, ketidakadilan, kebodohan,
RUU Kamnas menguraikan lagi bentuk-bentuk ketidaktaatan hukum korupsi, dan lain-lain),
ancaman yang membahayakan keamanan dan 19) diskonsepsional perumusan legislasi
manusia (insani), juga keamanan publik, dan regulasi.
keamanan ke dalam dan keamanan ke luar.
“Keamanan Insani” dan Konsep Human
Disini diuraikan secara lebih detail apa-apa
Security
saja peristiwa ancaman keamanan. Sekali lagi,
Pertanyaan besar yang perlu mendapat
gagasan human security tampak lebih
penegasan adalah; apakah term Keamanan
menonjol dalam kalkulasi bentuk ancaman
Insani yang dicantumkan dalam RUU Kamnas
tidak bersenjata yang disebutkan berpotensi
tersebut benar-benar dimaksudkan untuk
membahayakan keamanan insani dan publik di
mengakomodir konsep human security dalam
Indonesia. Bentuk ancaman tidak bersenjata
kebijakan keamanan nasional Indonesia?.
tersebut adalah; 1) pelanggaran wilayah
Riyadi Tambunan dari divisi Rencana Undang-
perbatasan, 2) konflik horisontal dan komunal,
Undang Direktorat Hukum Strategi Pertahanan
3 ) a n a r k i s m e , 4 ) m u l t i s m u ggl i n g /
Kementerian Pertahanan RI mengatakan
penelundupan (manusia, imigran gelap,
bahwa RUU Kamnas digagas memang untuk
senjata/amunisi), 5) persaingan perdagangan
merangkul semua komponen keamanan, tidak
yang tidak sehat (dumping, pemalsu,
hanya mengenai keamanan negara melainkan
pembajakan produk), 6) krisis moneter, 7)
juga jaminan dan perlindungan terhadap
kejahatan keuangan (uang palsu, money
keamanan manusia yang belum diatur dalam
laundry, finansial cybercrime), 8) bencana;
k e b i j a k a n pert ahanan dan keam anan
alam (banjir, tsunami, dan lain-lain), non alam
sebelumnya (Wawancara pribadi).
(kegagalan teknologi, kebakaran hutan ulah
Riyadi Tambunan menambahkan, isi
manusia, dan lain-lain) dan sosial (pemogokan
RUU Kamnas ini sebenarnya sudah banyak
massal), 9) kejahatan transnasional (cyber
yang dilaksanakan oleh lembaga kementerian

34 Jurnal INSIGNIA │Vol 2, No 1, April 2015


34
Gagasan Human Security dan Kebijakan
Keamanan Nasional Indonesia

terkait sehubungan dengan program-program di Jakarta (2010), mengatakan, cakupan


sosial kemasyarakatan, namun belum seratus keamanan nasional meliputi elemen human
persen, dan kekurangan itu diharapkan akan security, public security, internal security, dan
dapat disempurnakan lewat RUU Kamnas jika external defence, baik secara eksplisit maupun
nanti sudah menjadi UU. Dalam perumusan implisit, tersurat atau tersirat ada pada UUD
RUU Kamnas ini, tidak saja disusun oleh 1945 (Naskah Akademik, Kemhan; 2011).
Kementerian Pertahanan melainkan melibatkan Senada dengan pendapat diatas, mantan
seluruh departemen/ kementerian termasuk Menteri Pertahanan RI, Jowono Sudarsono
Kemenkopolhukam, pakar, serta konsultasi mengatakan bahwa ada empat fungsi
publik. Riyadi Tambunan mengakui bahwa pemerintahan yang menjadi pilar utama sistem
RUU Kamnas ini juga bermakna sebagai keamanan nasional komprehensif. Pertama,
"declare" pemerintah sehubungan dengan Pertahanan Negara, yaitu fungsi pemerintahan
perhatian pemerintah terhadap isu -isu negara dalam menghadapi ancaman dari luar
keamanan terkini. Namun nanti dalam negeri dalam rangka menegakkan kedaulatan
pelaksanaannya akan diatur lebih rinci dalam bangsa, keselamatan, kehormatan dan
peraturan pemerintah. keutuhan NKRI. Kedua, Keamanan Negara,
Rien Suwarni dari bagian Direktorat yaitu fungsi pemerintahan negara dalam
Hukum Strategi Pertahanan Kementerian menghadapi ancaman dalam negeri. Ketiga,
Pertahanan RI turut mengatakan bahwa RUU Keamanan Publik, yaitu fungsi pemerintahan
Kamnas berupaya untuk menyeimbangkan negara dalam memelihara dan memulihkan
perlindungan terhadap keamanan nasional keselamatan, keamanan, dan ketertiban
(konvensional) dengan human security meski masyarakat melalui penegakan hukum,
tidak dapat langsung diterapkan dan menunggu perlindungan, pengayoman, dan pelayanan
pengesahan serta peraturan teknis lebih lanjut. masyarakat. Keempat, Keamanan Insani, yakni
Rien mengatakan bahwa RUU Kamnas ini bisa fungsi pemerintahan negara untuk menegakkan
jadi belum merangkul semua komponen hak-hak dasar warga negara (Naskah
keamanan, namun berharap dapat Akademik Kemhan; 2011).
disempurnakan dalam rapat di DPR sebelum
Dari pernyataan diatas dapat penulis
pengesahan (wawancara pribadi).
simpulkan bahwa saat ini dimensi keamanan
Mengenai integrasi gagasan human nasional Indonesia tidak hanya mencakup
security dalam kebijakan keamanan nasional, kekuatan militer namun turut
Mantan Presiden RI Susilo Bambang mengintegrasikan berbagai aspek kehidupan
Yudhoyono dalam seminar IKAL tentang nasional lainnya, seperti kehidupan ekonomi
siskamnas di Era Demokrasi dan Globalisasi, yang lebih merata dan adil, kebebasan

Jurnal INSIGNIA │Vol 2, No 1, April 2015


35 35
Elpeni Fitrah

individu, dan pengakuan atas hak asasi penjamin keamanan secara institusional
manusia dari negara dan bangsa. Keamanan (2009).
Insani sebagai bentuk keamanan manusia Selanjutnya pada tataran praktis, Axwor-
(human security) a la Indonesia lebih thy (1997, p.184) memberi saran bahwa
menekankan pada terpenuhinya hak-hak dasar penerapan human security harus mencakup
setiap individu warga negara. Hak-hak dasar keselamatan dari ancaman fisik, pencapaian
itu digambarkan sebagai pintu gerbang kualitas hidup yang baik, jaminan hak asasi
tercapainya kondisi keamanan nasional. manusia paling fundamental, penegakan
Keberhasilan Indonesia mengatasi ancaman hukum, good governance, social equity,
keamanan baik yang sifatnya tradisional proteksi masyarakat sipil dalam konflik, dan
maupun non-tradisional juga dipengaruhi oleh pembangunan berkelanjutan.
kerja keras pemerintah Indonesia untuk
Penutup
berusaha memenuhi hak-hak dasar seorang
Perlindungan dan jaminan terhadap hak
warga negara.
dan keamanan warga negara saat ini menjadi
Karena komponen keamanan nasional di
tolak ukur penilaian sebuah negara oleh dunia
Indonesia bersifat komprehensif, yakni
internasional. Kemampuan memproduksi dan
perpaduan atau gabungan antara keamanan
mengelola keamanan warga negara serta
teritorial (pertahanan) dan keamanan manusia,
peningkatan kapasitas aktor-aktor keamanan
maka Riyadi Tambunan mengatakan, dalam
dalam menyediakan keamanan nasional
pelaksanaanya turut melibatkan seluruh
sebagai political goods bagi warga negara di
komponen masyarakat bekerjasama dengan
Indonesia akan sangat menentukan posisi
semua badan-badan negara. Berkaitan dengan
Indonesia dalam pergaulan global. Jika
hal tersebut, Hasnan Habib mengatakan,
Indonesia mampu memanifestasikan konsep
keamanan nasional yang bersifat komprehensif
keamanan manusia dalam tata kelola negara,
tersebut memberi implikasi bahwa keamanan
maka itu merupakan sumbangan tak terhingga
tidak lagi bisa ditangani secara sendiri-sendiri,
untuk menciptakan negara Indonesia yang
karena sudah menjadi keamanan bersama
lebih kuat dan diperhitungkan dalam
(common security). Lantas perlu dilakukannya
komunitas Internasional.
pembinaan kerjasama keamanan (cooperative
Indonesia memang memiliki banyak
security) antara semua komponen keamanan
alasan untuk penerapan human security agar
nasional baik militer maupun non militer.
dijaminkan pada masyarakatnya. Kemiskinan,
Lebih lanjut Ingo Wandlet mengatakan,
keterbelakangan, kebodohan, pengrusakan
perluasan skala keamanan mengakibatkan
lingkungan, kekerasan domestik, ancaman
kebutuhan memperbesar jumlah aktor

36 Jurnal INSIGNIA │Vol 2, No 1, April 2015


36
Gagasan Human Security dan Kebijakan
Keamanan Nasional Indonesia

kematian, terorisme, konflik bersenjata adalah oleh oknum TNI, mereka tidak bisa dibawa ke
penyakit bangsa yang sudah lama melanda. pengadilan umum, melainkan menurut UU No
Mengingat bahwa human security memiliki 31 tahun 1997 tentang Peradilan Militer, harus
pengertian yang amat luas, maka dia bisa tidak diadili di peradilan militer. Disinilah banyak
memiliki arti apa-apa. Lembaga-lembaga yang terjadi impunitas dan masalah pelanggaran
bekerja untuk melindungi keamanan manusia kemanusiaan tidak terselesaikan secara
pun tidak akan mampu untuk mewujudkan transparan. Hal ini menuntut upaya penuntasan
semua aspek kemanusiaan. Untuk menghindari sesegera mungkin dan revisi UU tentang
ini, keamanan manusia menuntut tindakan- Peradilan Militer agar secepatnya digelar.
tindakan konkrit yang saling tergantung dan Pada akhirnya perdebatan tentang perlu
berhubungan dari beragam inisiatif untuk dapat tidaknya penerapan keamanan manusia akan
diwujudkan atau diimplementasikan. sangat tergantung pada konteks sosio-politik
Berdasarkan Rancangan Undang Undang suatu entitas atau negara. Dan, yang lebih
Keam anan Nasi onal (R UU Kamnas), penting lagi terkait dengan hakikat hubungan
penanggulangan keamanan insani dibebankan sosial dan politik antara negara dengan
kepada kementerian terkait bekerja sama masyarakatnya.
dengan TNI dan lembaga lain sebagai unsur
pendukung. Dalam hal ini, profesionalisme
militer perlu mendapat perhatian serius yang
bisa saja menjadi kendala penerapan keamanan
manusia. Dalam diskusi seputar keamanan
manusia cenderung meminggirkan isu militer
dan memandang militer sebagai penghambat
utama proses advokasi keamanan manusia di
tingkat nasional. Pendapat itu muncul
berdasarkan kenyataan yang mengungkap
bahwa pihak militer seringkali melakukan
tindakan-tindakan yang membahayakan
keselamatan individu sipil, khususnya melalui
tindakan-tindakan represif mereka di daerah-
daerah yang selama ini dianggap strategis
secara ekonomis, misalnya Aceh, Kalimantan
dan Papua Barat. Sementara itu, hingga saat
ini, jika terjadi penyalahgunaan kekuasaan

Jurnal INSIGNIA │Vol 2, No 1, April 2015


37 37
Elpeni Fitrah

38 Jurnal INSIGNIA │Vol 2, No 1, April 2015


38
Gagasan Human Security dan Kebijakan
Keamanan Nasional Indonesia

Daftar Pustaka

Buku dan Jurnal

Abad Jr., M.C.. 2000. The Challenge of Balancing State Security with Human Security.
Indonesian Quarterly. Vol. XXXVII, No. 4.
Acharya, Amitav. 2001. Human Security: East versus W est. Singapore; Institute of Defence and
Strategic Studies.
Anne Hammerstad. 2000. W hose Security? UNHCR, Refugee Protection and State Security A fter
the Cold War. Security Dialogue
Axworthy, Lloyd. 1997. Canada and Human Security: The Need for Leadership. International
Journal.
Bantarto Bandoro (ed). 2005. kumpulan tulisan. Perspektif Baru Keamanan Nasional. Jakarta.
CSIS.
Burke, Anthony. 2001. Caught between National and Human Security: Knowledge and Power in
Post-Crisis Asia. Pacifica Review: Peace, Security & Global Change.
Buzan, Barry (et.al.). 1998. Security: A New Framework for A nalysis. Lynne Rienner London.
Caballero-Anthony, Mely, dan Mohamed Jawhar Hasan (eds.). 2001. The A sia Pacific in the New
Millennium: Political and Security Challenges. Kuala Lumpur: Institute of Strategic and
International Studies
Caballero-Anthony, Mely. 2004. Revisioning Human Security in Southeast A sia. Asian
Perspective.
Dalby, Simon. 1997. "Contesting an Essential Concept: Reading the Dilemma in Contemporary
Security Discourse", dalam Krause, Keith dan Williams, M.C.. (eds.). Critical Security
Studies: Concept and Cases. UCL Press. London
Fierke, K.M. 2007. Critical A pproaches to International Security. Cambridge: Polity Press.
Johan Galtung dan Charles Webel (ed). 2007. Hanbooks of Peace and Conflict Studies. London &
New York. Routledge.
Gasper, Des. 2005. Securing Humanity: Situating ‘Human Security’ as Consept and Discourse.
Journal of Human Development
Hari, Prihatono K., dkk. 2007. Keamanan Nasional; Kebutuhan Membangun Perspektif Integratif
versus Pembiaran Politik dan Kebijakan. Jakarta. Propatria Institute.
Kristiadi, J. 2003. Makalah Seminar. National Democracy, Human Security, HAM dan
Demokrasi. Jakarta. Propatria Institute.
Krause, Keith dan Williams, M.C.. (eds.). 1997. Critical Security Studies: Concept and Cases.
UCL Press. London
Matsumae, Tatsuro and Lincoln C. Chen (eds). 1995. Common Security in A sia New Concepts of
Human Security. Tokyo; Tokai University Press
Mas'oed, Mohtar dan Riza Noer Arfani (ed). 1992. Isyu-Isyu Global Masa Kini. Yogyakarta. Pusat
Antar Universitas – Studi Sosial UGM.
Monograph No. 2. 2004. Keamanan Nasional. Jakarta. Propatria Institute.

Jurnal INSIGNIA │Vol 2, No 1, April 2015


39 39
Elpeni Fitrah

Paris, Roland. 2001. Human Security: Paradigm Shift or Hot A ir?. International
Security.
Prasetyono, Edi. 2003. Makalah Seminar. Human Security. Jakarta. Propatria Institute.
Richard Wyn Jones. 1999. Security, Strategy and Critical Theory. London: Lynne Rienner.
Seabrook, Jeremy. 2006. Kemiskinan Global (Kegagalan Ekonomi Model Neo Liberalisme.
Yogyakarta; Resist Book.
Subianto, Landry Haryo. 2002. Konsep Human Security; Tinjauan dan Prospek,
dalam Analisis CSIS No.1 Tahun XXXI/2002. Jakarta; CSIS.
Sukadis, Beni (ed). 2007. Kumpulan Tulisan. Almanak Reformasi Sektor Keamanan Indonesia.
Jakarta. Lembaga Studi Pertahanan dan Studi Strategis Indonesia.
Susatyo, Heru. 2008. Menuju Paradigma Keamanan Komprehensif Berperspektif Keamanan
Manusia Dalam Kebijakan Keamanan Nasional Indonesia. Jakarta. Lex Jurnalica.
Tadjbakhsh, Shahrbanou and Anuradham. 2007. Human Security; concept and implications.
Chenoy, Routledge. New York. Tulisan Terbitan Organisasi / PemerintahSukadis, Beni
(ed). 2007. A lmanak Reformasi Sektor Keamanan di Indonesia. Jakarta. LESPERSSI dan
DCAF.
Dewan Ketahanan Nasional. 2010. Keamanan Nasional; Sebuah Konsep dan Sistem Keamanan
bagi Bangsa Indonesia. Jakarta. DKN.
Prihatono, T. Hari, Jessica E., Iis Gindarsah. Keamanan Nasional; Kebutuhan Membangun
Perspektif Integratif versus Pembiaran Politik dan Kebijakan. Jakarta. Propatia Institute.
Focus Group Discussion. 2006. Mencari Format RUU KN. Jakarta. Propatria Institute.
Focus Group Discussion. 2006. Tujuan dan Hakekat Keamanan Nasional. Jakarta. Propatria
Institute.
Institute for Defence Security and Peace Studies. 2008. Kebijakan Umum Keamanan Nasional.
Jakarta. IDSPS.
Maakarim, Mufti, Wendy Andika P., Fitri Bintang T. (ed). 2009. Almanak Hak Asasi Manusia di
Sektor Keamanan Indonesia. Jakarta. IDSPS
National Security Concept of the Republic of Azerbaijan. 2007.
Steven J Main. 2000. Rusia's New National Security Concept; the Threat Defined.Sandhurst.
CSRC.
United Nations Development Program (UNDP). 1994. Human Development Report. Oxford.
Oxford University Press.

Sumber Internet;

Aprizal Rahmatullah, Menkes-Kapolri Teken MoU Penanggulangan Bencana Alam, http://


www.detiknews.com/read/2011/05/05/113017/1632994/10/menkes-kapolri-teken-mou-
penanggulangan-bencana-alam. Diakses tanggal 07 Mei 2011.

40 Jurnal INSIGNIA │Vol 2, No 1, April 2015


40
Gagasan Human Security dan Kebijakan
Keamanan Nasional Indonesia

Jun Honna, The Peace Dividend, dalam Inside Indonesia, edisi April-Juni 2008.
http://www.insideindonesia.org/edition-92/the-peace-dividend
Kualitas Keamanan Manusia di Indonesia Masih Rendah,
http://rol.republika.co.id/berita/72898
Kualitas_Keamanan_Manusia_di_Indonesia_Masih_Rendah, diakses tanggal 08 Februari 2011.
Peace and Conflict Studies, http://www.gmu.edu/academic/ijps/vol7_2.pdf, diakses pada tanggal 2
Maret 2008.
Stamnes, Eli, dan Richard Wyn Jones (2000) “Burundi : A Critical Security Perspective” dalam
Peace and Conflict Studies, A Journal of The Network of
Sanam Naraghi Andelini and Camille Pampell Conaway. Security Sector Reform,
www.huntalternatives.org/download/46_security_sector_reform.pdf
Sverre Lodgaard (2000), Human Security; Concept and Operationalization, http://
www.cpdsindia.org/conceptandoperationalization.htm, diakses tanggal 14 Februari 2011
Seri 8 penjelasan singkat (back grounder) Keamanan Nasional. diakses dari
www.idsps.org/option,com_docman/task,doc_download/gid.../Itemid,15/ tanggal 06
Februari 2011

Jurnal INSIGNIA │Vol 2, No 1, April 2015


41 41