Anda di halaman 1dari 12

KATA PENGANTAR

Puja dan puji syukur saya panjatkan kehadapan Tuhan Yang Maha Esa
karena atas rahmat-Nya saya dapat menyelesaikan tugas yang berjudul
“Manajemen Keuangan, Manajemen Piutang Dagang”. Saya berharap tugas ini
dapat diterima dengan baik oleh ibu dosen dan para pembacanya karena saya
sudah berusaha untuk menyelesaikan tugas ini semaksimal mungkin
Saya menyadari bahwa tugas ini jauh dari kata sempurna. Untuk itu, bila
terdapat kesalahan dan kekurangan pada tugas ini saya mohon maaf yang sebesar-
besarnya, seperti kata pepatah tak ada gading yang tak retak. Kritik dan saran
yang bersifat membangun terbuka untuk pengembangan lebih lanjut. Akhir kata,
saya mengucapkan terimakasih.

Denpasar, 14 Oktober 2017

Penyusun

i
DAFTAR ISI

Kata Pengantar ......................................................................................................... i


Daftar Isi.................................................................................................................. ii
BAB I PENDAHULUAN ....................................................................................... 1
1.1 Latar Belakang .......................................................................................... 1
1.2 Rumusan Masalah ..................................................................................... 1
1.3 Tujuan Penulisan ....................................................................................... 2
BAB II PEMBAHASAN ........................................................................................ 3
2.1 Faktor-Faktor Yang Mempengaruhi Besarnya Investasi Dalam Piutang
Dagang ...................................................................................................... 3
2.2 Faktor-Faktor Yang Mempengaruhi Besarnya Modal Kerja ........... Error!
Bookmark not defined.
2.3 Bagaimana Modal Kerja Dipenuhi .......... Error! Bookmark not defined.
2.4 Penentuan Besarnya Modal Kerja ............ Error! Bookmark not defined.
BAB III PENUTUP ................................................................................................ 9
3.1 Kesimpulan ............................................................................................... 9
DAFTAR PUSTAKA ........................................................................................... 10

ii
BAB I
PENDAHULUAN

1.1 Latar Belakang


Persaingan yang semakin tajam akan memaksa perusahaan untuk berlomba
memberikan kemudahan dalam persyaratan penjualan. Hal ini dapat dilakukan
misalnya semula melakukan penjualan secara tunai kemudian dirubah menjadi
penjualan secara kredit. Dengan demikian akan timbul piutang. Semakin longgar
persyaratan kredit yang diberikan tentunya dengan asumsi langganan tidak
mengubah kebiasaan membayarnya maka semakin besar jumla piutang yang
dimiliki.
Perusahaan melakukan penjualan secara kredit, dimaksudkan untuk
meningkatkan penjualannya atau untuk mencegah penurunan penjualannya.
Dengan semakin meningkatnya penjualan maka semakin besar harapan untuk
memperoleh keuntungan. Namun demikian memiliki piutang juga menimbulkan
biaya bagi perusahaan. Penentuan kebijakan kredit yang optimal memerlukan
perhitungan yang cermat yang menyangkut tambahan biaya dan tambahan
keuntungan pada berbagai kebijakan kredit. Selain itu, tujuan manajemen piutang
juga harus konsisten dengan tujuan manajemen keuangan pada umumnya yakni
memaksimalisasi kemakmuran pemegang saham. Perusahaan dapat meningkatkan
investasi pada piutang sepanjang tambahan keuntungan yang ditimbulkannya
lebih besar dari pada tambahan biaya pada investasi piutang tersebut. Berkaitan
dengan penjualan kredit, dipandang perlu bagi perusahaan melakukan manajemen
piutang dagang.

1.2 Rumusan Masalah


Adapun rumusan masalah dalam tugas ini adalah:

1. Apa saja faktor-faktor yang mempengaruhi besarnya investasi dalam piutang


dagang?
2. Apa yang dimaksud dengan standar kredit?
3. Apa yang dimaksud dengan persyaratan kredit?
4. Bagaimana memperkecil risiko piutang?

1
1.3 Tujuan Penulisan
Adapun tujuan yang diharapkan dalam tugas ini adalah:
1. Mengetahui faktor-faktor yang mempengaruhi besarnya investasi dalam
piutang dagang.
2. Mengetahui tentang standar kredit.
3. Mengetahui tentang persyaratan kredit.
4. Mengetahui cara memperkecil risiko piutang.

2
BAB II
PEMBAHASAN

2.1 Faktor-Faktor Yang Mempengaruhi Besarnya Investasi Dalam Piutang


Dagang
1) Volume Penjualan Kredit. Volume penjualan kredit semakin besar maka akan
meningkatkan jumlah investasi pada piutang, demikian sebaliknya semakin
kecil volume penjualan kredit maka jumlah investasi pada piutang semakin
kecil
2) Syarat Pembayaran Penjualan Kredit. Perusahaan dalam melakukan penjualan
kredit tentu akan menentukan syarat pembayaran, yang menyangkut jangka
waktu pelunasan yang harus dilakukan. Semakin lama jangka waktu
pelunasan akan dapat meningkatkan jumlah investasi pada piutang, demikian
sebaliknya semakin pendek jangka waktu pelunasan yang harus dilakukan
maka jumlah investasi pada piutang semakin kecil.
3) Ketentuan tentang Pembatasan Kredit. Batas jumlah kredit yang diberikan
kepada pelanggan akan dapat mempengaruhi jumlah investasi pada piutang.
Semakin besar batas jumlah kredit yang diberikan kepada pelanggan, dapat
meningkatkan jumlah investasi perusahaan pada piutang, demikian
sebaliknya, semakin kecil batas jumlah kredit yang diberikan kepada
pelanggan, dapat menurunkan jumlah investasi perusahaan pada piutang.
4) Kebiasaan Membayar dari Para Langganan. Apabila kebiasaan para
langganan membayar mendahului atau tepat pada waktu jatuh tempo, maka
jumlah investasi pada piutang akan semakin kecil dibandingkan bila
kebiasaan para langganan membayar melewati batas waktu jatuh tempo.

2.2 Standar Kredit


Manajemen kebijakan piutang terdiri dari standar kredit dan persyaratan
kredit. Standar kredit adalah suatu kriteria yang dipakai perusahaan untuk
menyeleksi para langganan yang akan diberikan kredit dan berapa jumlah yang
harus diberikan. Hal ini menyangkut: kebiasaan para langganan dalam membayar
kembali, kemungkinan langganan tidak membayar kredit yang diberikan dan rata-
rata jangka waktu pembayaran para langganannya. Jangka waktu pengumpulan

3
piutang adalah jangka waktu dari saat terjadinya piutang sampai dengan
pembayaran kembali piutang tersebut. Semakin lama jangka waktu pengumpulan
piutang maka semakin besar investasi pada piutang dan biaya yang timbul juga
semakin besar. Di samping itu kenaikan investasti pada piutang juga
menimbulkan piutang tidak tertagih atau bed –debt. Perusahaan dapat
memperkirakan bed-debt dengan memperhatikan kebiasaan pada masa lampau.
Dalam melakukan perubahan penjualan dari tunai menjadi kredit diharapkan dapat
meningkatkan penjualan. Hal ini dapat dilakukan dengan asumsi:

1) Masih mempunyai kapasitas produksi yang cukup sehingga dapat


memproduksi tambahan output.
2) Tidak ada perubahan dalam investasi persediaan sebagai akibat perubahan
kebijakan kredit.

Berikut ini contoh pengaplikasiannya :

PT. Aphrodite suatu perusahaan dagang selama ini menjual tunai dengan
penjualan yang dicapai Rp. 700juta. Untuk meningkatkan penjualan, perusahaan
mempertimbangkan penjualan kredit dengan syarat n/60. Penjualan diperkirakan
mencapai Rp.1.000 juta. Profit margin yang diperoleh 15%. Kemungkinan
piutang tak tertagih 1%. Kalau biaya modal 16%, apakah perusahaan perlu beralih
ke penjualan kredit ?

Jawab:

Tunai n/60

(juta rupiah) (juta rupiah)

Penjualan 700 1000

Keuntungan 15% 105 150

Rata-rata 0 60 hari
pengump.piutang

Perputaran piutang 0 360:60 = 6x

Rata-rata piutang 0 1000 : 6 = 166,66

4
Investasi pada piutang 0 85%x166,66 = 141,66

Biaya modal 16% 0 16%x141,66 = 22,66

Piutang tak tertagih 1% 0 1%x1000 = 10

Manfaat :

Tambahan Keuntungan

(Rp. 150 juta – Rp. 105 juta ) Rp. 45 juta

Pengorbanan

Biaya modal Rp. 22,66 juta

Piutang Tak Tertagih Rp. 10 juta

Jumlah Rp. 32,66 juta

Manfaat bersih (Rp. 12,34 juta)

2.3 Persyaratan Kredit


Persyaratan kredit atau credit term adalah merupakan kondisi yang
disyaratkan untuk pembayaran kembali piutang dari para langganan. Kondisi
tersebut meliputi lamanya waktu pemberian kredit dan potongan tunai atau cash
discount serta persyaratan khusus lainnya seperti seasonal dating. Contoh:
persyaratan krenit net 30 berarti langganan mempunyai tenggang waktu 30 hari
untuk membayar kembali utangnya kepada perusahaan tanpa discount. Contoh
lain misalkan persyaratan kredit 6/10 net 60 berarti langganan mempunyai
tenggang waktu pembayaran 60 hari kepada perusahaan dan apabila
pembayarannya dilakukan dalam waktu 10 hari atau kurang akan mendapatkan
potongan tunai enam persen. Besarnya potongan yang diberikan akan dapat
mempengaruhi langganan untuk membayar pada periode lamanya kredit yang
ditentukan. Kalau potongan yang diberikan menarik, artinya apabila potongan
yang didapatkan lebih besar dari biaya opportunity costnya maka potongan
tersebut akan dimanfaatkan oleh pelanggan.
Persyaratan kredit ini juga dapat mempengaruhi tingkat penjualan, dengan
demikian perlu mempertimbangkan apakah sebaiknya memperpanjang periode

5
pemberian kredit atau tidak atau apakah perusahaan juga memberikan potongan
hal ini akan tergantung dari pada keuntungan yang akan didapatkannya apakah
meningkat atau tidak.
Dalam menentukan besarnya investasi pada piutang perlu diketahui:
1) Rata-rata pengumpulan piutang misalnya 60 hari, hal ini sama dengan jangka
waktu kredit
2) Tingkat perputaran piutang yaitu jumlah hari dalam satu tahun dibagi dengan
jangka waktu kredit.
3) Jumlah investasi pada piutang yaitu penjualan kredit dibagi dengan tingkat
perputaran piutang.
Contoh
PT. Mawar sekarang mempertimbangkan perubahan kebijakan penjulan dari n/60
menjadi 2/30 net 60. Penjulan dikirakan meningkat menjadi 1.500juta. 50%
pelanggan di perkirakan memanfaatkan diskon piutang tak tertagih tetap 1%.
Apakah perusahaan akan mengubah kebijakan kredit?

PERUBAHAN STANDAR
KREDIT
PT Mawar

n/60 2/30 n.60


(juta rupiah) (juta rupiah)
Penjualan 1.000 1.500
keuntungan 15% 150 225
50%(30)+50%(60) = 45
Rata hari pegump. Piutang 60 hari hari
perputaran piutang 360 : 6 = 6x 360 : 45 = 8x
rata- rata piutang 1.000 : 6 = 166,66 1.500 : 8 = 187,5
investasi pada piutang 85% x 166,66 = 141,66 85% x 187,5 = 159,375
biaya modal 16% 16% x 141,66 = 22,66 16% x 159,375 = 25,5
piutang tak tertagih 1% 1% x 1.000 = 10 1% x 1.500 = 15,0
biaya diskon 0 50% x2% x 1.500 = 15,0

Manfaat
Tambahan keuntungan
(Rp 225jt - Rp 150jt) Rp 120 juta

6
Penghematan biaya modal
Rp. 22,66- Rp 25,5 Rp 2,84 juta
Jumlah Rp 122,84 juta

Pengorbanan
Biaya discount Rp 15 juta
Tambahan kerugian Rp 5 juta
Jumlah Rp 20 juta
Manfaat bersih Rp 102,84 juta

2.4 Memperkecil Risiko Piutang


Kegagalan atau keberhasilan perusahaan tergantung pada permintaan atas
produknya. Makin tinggi penjualannya maka makin sehat perusahaan tersebut
serta makin besar kemungkinan perusahaan mendapatkan keuntungan. Di sisi lain
penjualan juga dipengaruhi oleh faktor ekstern dan faktor intern. Biasanya faktor
ekstern sangat sulit untuk dikendalikan. Untuk memperkecil risiko piutang ada
beberapa hal yang perlu diperhatikan:
1) Pelafon dari dapat kredit. Makin kecil perusahaan menyediakan dana untuk
mendukung kebijakan kredit maka akan makin kecil risiko yang akan
dihadapi perusahaan untuk penjualan kredit.
2) Periode kredit. Makin pendek jangka waktu kredit akan makin cepat dana
yang tertanam pada piutang menjadi kas. Sehingga makin kecil risiko yang
dihadapi dalam piutang.
3) Pemberian diskon. Dengan adanya diskon yang diberikan oleh perudahaan
akan mendorong para pembeli untuk memanfaatkan diskon sehingga
merangsang pembeli untuk melakukan pembelian secara tunai sehingga
makin kecil risiko piutang yang dihadapi perusahaan.
4) Kebijakan mengenai penagihan. Apabila perusahaan melakukan kebijakan
pengumpulan piutang secara intensif maka kemungkinan tidak terbayarnya
piutang menjadi makin kecil sehingga risiko piutang yang dihadapi
perusahaan juga makin kecil.
5) Melakukan seleksi terhadap para langganan yang akan diberikan kredit.
Penyeleksian para langganan biasanya menggunakan 5K yaitu:

7
(1) Karakter, faktor ini sangat penting karena setiap transaksi kredit
mengandung janji untuk membayar. Para manajer perusahaan yang
berpengalaman acapkali berpendirian bahwa faktor moral merupakan hal
terpenting dalam evaluasi kredit. Makin baik karakter pelanggan maka
makin kecil risiko tidak terbayarnya piutang.
(2) Kapasitas, kemampuan subyektif mengenai kemampuan pelanggan untuk
membayar. Hal ini tercermin pada laporan keuangan di masa lalu dan
metode ditempuhnya dalam menjalankan usaha. Hal ini dipergunakan
untuk menilai kapasitas kemampuan dari pada perusahaan untuk
membayar kreditnya. Makin tepat analisa yang dibuat maka makin kecil
risiko tidak terbayarnya piutang.
(3) Kapital, atau sering disebut modal dalam hal ini penekanannya pada
risiko – rasio utang terhadap seluruh aktiva baik aktiva tetap maupun
aktiva lancar dan rasio kemampuan untuk membayar bunga.
(4) Kolateral, berupa jaminan atau anggunan yang ditawarkan pelanggan
sebagai jaminan agar memperoleh kredit
(5) Keadaan, mengacu pada kecenderungan perekonomian pada umumnya
serta perkembangan yang terjadi pada daerah tertentu yang dapat
mempengaruhi kemampuan pelanggan untuk memenuhi kewajibannya.

8
BAB III
PENUTUP

3.1 Kesimpulan
1. Faktor-Faktor Yang Mempengaruhi Besarnya Investasi Dalam Piutang
Dagang
Manajemen piutang menyangkut evaluasi atas kebjakan penjualan kredit
dengan membandingkan benefit dan pengorbanan/cost yang timbul karena
perubahan kebijakan kredit. Pengorbanan tambahan yang terjadi karena penjualan
kredit meliputi: biaya modal, piutang tak tertagih, dan biaya discount.
Faktor-faktor yang mempengaruhi besarnya investasi dalam piutang: volume
penjualan kredit, syarat pembayaran penjualan kredit, ketentuan tentang
pembatasan kredit, kebijaksanaan dalam mengumpulkan piutang, kebiasaan
membayar dari para langganan.
2. Standar Kredit
Salah satu kebijakan manajemen piutang menyangkut tentang standar kredit.
Standar kredit adalah suatu kriteria yang dipakai perusahaan untuk menyeleksi
para langganan yang akan diberikan kredit dan berapa jumlah yang harus
diberikan.
3. Persyaratan Kredit
selain standar kredit, kebijakan manajemen piutang juga menyangkut
persyaratan kredit. Persyaratan kredit atau credit term adalah merupakan kondisi
yang disyaratkan untuk pembayaran kembali piutang dari para langganan.
4. Penentuan Besarnya Modal Kerja
Beberapa hal yang perlu diperhatikan untuk memperkecil risiko piutang
meliputi: pelafon dari dapat kredit, periode kredit, pemberian diskon, kebijakan
mengenai penagihan, dan melakukan seleksi terhadap para langganan yang akan
diberikan kredit dengan mempergunakan: karakter, kapasitas, kapital, kolateral,
dan keadaan

9
DAFTAR PUSTAKA

Wiagustini, Ni Luh Putu. 2014. Manajemen Keuangan. Denpasar:


Udayana University Press

10