Anda di halaman 1dari 18

SISTEM INFORMASI GEOGRAFIS PEMETAAN DRAINASE BERBASIS

WEB DI WILAYAH ABIANBASE KABUPATEN BANDUNG

Disusun Oleh:

1. Mangesti Carissa Putri (171910301163)


2. Wira Nanda Pratiwi (171910301164)
3. Asri Yuni Hartanti (171910301166)

PROGRAM S1 TEKNIK SIPIL


FAKULTAS TEKNIK
UNIVERSITAS JEMBER
DAFTAR ISI
DAFTAR ISI...............................................................................................i

DAFTAR TABEL .....................................................................................iii

DAFTAR GAMBAR.................................................................................iv

BAB I. PENDAHULUAN..........................................................................1
1.1
LatarBelakang..............................................................................1

BAB II. LANDASAN TEORI.......................................................... ..........3

2.1 Geographic Information System (GIS)..................................3


2.1.1 Pengertian Sistem.......................................................3
2.1.2 Pengertian Informasi.................................................3
2.1.3 Pengertian Geografi..................................................4
2.2 Teknik Sipil..............................................................................4
2.3 Integritas GIS dan Teknik Sipil..............................................4
BAB III.
3.1 Gambaran Umum Sistem.......................................................5
3.2 Metode Penelitian...................................................................6
3.3 Hasil dan Pembahasan ...........................................................7
3.3.1 Pengujian Tampilan Awal Antar Muka...........7
3.3.2 Pengujian Manipulasi Data Objek dan Jaringan
Drainase...........................................................8
3.3.3 Pengujian Manipulasi Data Bersamaan oleh
Multiuser..........................................................9
3.3.4 Pengujian Pembuatan Report dalam File Exel.10
BAB IV. Kesimpulan.................................................................................13
4.1 Kesimpilan.............................................................................13
DAFTAR PUSTAKA..................................................................................1

i
DAFTAR GAMBAR
Gambar 3.1 Gambaran Umum Sistem Informasi Pemetan Drainase Berbasis
Web......................................................................................................5
Gambar 3.2 Gambar Pengumpulan Data dan Output Sistem...................................6
Gambar 3.3 Halaman Home Awal dari SIG Pemetaan Drainase Berbasis Web.....7
Gambar 3.4 Tampilan Peta Drainase Publik User dai GIS Drainase Berbasis
Web......................................................................................................8
Gambar 3.5 Contoh Pengolahan Manipulasi Data Objek Saluran...........................8
Gambar 3.6 Contoh Pengolahan Manipulasi Data Objek Saluran...........................9
Gambar 3.7 Contoh Pengolahan Manipulasi Data Objek Saluran.........................10
Gambar 3.8 Skema Pengujian Manipulasi Data Oleh Multiuser...........................10
Gambar 3.9 Tampilan Berhasil Tambah Saluran Baru Multiuser Secara
Bersamaan..........................................................................................10
Gambar 3.10 Tampilan Report Excel Saluran Drainase........................................11
Gambar 3.11 Tampilan Report Excel Titik Kerusakan dan Tersumbat.................11

ii
KATA PENGANTAR

Segala puji syukur bagi Allah SWT atas rahmat dan hidayah-Nya sehingga
penulis dapat menyelesaikan tugas makalah pada mata kuliah GIS dan Pemetaan
dengan dengan baik. Makalah ini berjudul “Sistem Informasi Geograis Pemetaan
Drainase Berbasis Web di Wilayah Abianbase Kabupaten Bandung“

Penulis menyadari makalah ini dapat terwujud berkat bantuan dan


dorongan dari berbagai pihak. Maka pada kesempatan ini penulis sampaikan
banyak terima kasih, kepada :

1. Bapak Rendra Suprobo Aji S.T., M.T dan Ibu Sri Sukmawati, S.T.,
M.T. selaku Dosen pengajar pada mata kuliah GIS dan Pemetaan.

2. Kepada Orang Tua yang tidak henti-hentinya memberikan semangat,


motivasi moril dan materiil serta do’anya dalam tugas makalah ini.

Tiada yang sempurna tanpa adanya kesalahan oleh Karena itu, penulis
harapkan kritik dan saran dari semua pihak perbaikan dimasa yang akan datang.

Akhir kata, semoga penulis laporan ini dapat bermanfaat bagi penulis dan
bagi perkembangan ilmu teknologi di masa yang akan datang.

Jember,06 September 2017

iii
BAB I

PENDAHULUAN

1.1 Latar Belakang

Dengan seiring berkembangnya zaman yang semakin maju, kebutuhan


wilayah sarana dan prasarana juga ikut berkembang, pada Kabupaten Badung
merupakan wilayah yang padat jumlah penduduknya, sehingga keperluan
terhadap jaringan jalan dan drainase merupakan kebutuhan yang penting.
Keberadaan sistem jaringan utilitas dalam hal ini adalah jaringan drainase
sudah tentu dibutuhkan pengolaan yang baik untuk memudahkan dalam
melakukan manajemen data. Dinas Bina Marga dan Pengairan Kabupaten Badung
bidang Jalan dan Jembatan sebagai Dinas milik Pemerintah yang mengelola
segala jenis sistem jaringan utilitas umum salah satunya adalah sistem jaringan
drainase. MERPATI VOL. 2, NO. 2, AGUSTUS 2014 ISSN: 2252-3006 Sistem
Informasi Geografis Pemetaan Drainase Berbasis Web di Wilayah Abianbase
Kabupaten Badung (Erha Syaifuddin Hassant’R) 136 Dinas Bina Marga dan
Pengairan Kabupaten Badung bidang Jalan dan Jembatan yang bertugas
memberikan pelayanan dalam pengolalaan jaringan drainase kepada masyarakat
luas di wilayah Kabupaten Badung ini terus melalukan pengembangan dalam
pengelolaan sistem manajemennya. Sistem jaringan drainase merupakan salah
satu hal yang penting untuk dikelola dengan baik dan harus di manajemen dengan
baik oleh Dinas Bina Marga dan Pengairan Bidang Jalan dan Jembatan Kabupaten
Badung. Berbagai upaya peningkatan yang telah dilakukan oleh Dinas Bina
Marga dan Pengairan diantaranya, melalui peningkatan pelayanan kepada
masyarakat salah satunya yakni dengan melakukan perbaikan pada titik drainase
yang rusak, mengoptimalisasi pembuatan jaringan drainase baru, melakukan
maintenance dan cek berkala pada pengelolaan sistem saluran drainase. Melihat
dari upaya peningkatan pelayanan Dinas Bina Marga dan Pengairan, maka perlu
adanya perancangan suatu Sistem Informasi Geografis (SIG) pemetaan jaringan
drainase.
Sistem Informasi Geografis (SIG) atau Geographic Information System
atau disingkat GIS) adalah sistem informasi khusus yang mengelola data yang

1
memiliki informasi spasial (bereferensi keruangan), atau dalam arti yang lebih
sempit adalah sistem komputer yang memiliki kemampuan membangun,
menyimpan, mengolah, dan menampilkan informasi bereferensi geografis.
Teknologi Sistem Informasi Geografis dapat digunakan untuk investigasi ilmiah,
pengelolaan sumber daya, perencanaan pembangunan, kartografi dan perencanaan
rute. Sistem Informasi Geografis (SIG) ini diharapkan menjadi solusi untuk
melakukan pemetaan jaringan drainase berbasis komputer yang membantu dalam
pengelolaan dan manajemen data yang baik terhadap sistem jaringan drainase
Dinas Bina Marga dan Pengairan Kabupaten Badung

2
BAB II

LANDASAN TEORI

2.1 Geographic Information System(GIS)

Geographic Information System(GIS) adalah sistem informasi khusus


yang mengelola data yang didalamnya memiliki informasi spasial. Dalam arti lain
GIS merupakan sistem komputer yang memiliki kemampuan untuk membangun,
menyimpan, mengelola dan juga menampilkan informasi geografis, misalnya data
yang diidentifikasi menurut lokasinya, dalam sebuah database. Menurut
Bernhardsen (2002), GIS sebagai sistem komputer yang digunakan untuk
memanipulasi data geografi, sistem ini diimplementasikan dengan perangkat keras
dan perangkat lunak komputer yang berfungsi untuk akusisi dan verifikasi data,
kompilasi data, penyimpanan data, perubahan dan pembaharuan data, manajemen
dan pertukaran data, manipulasi data, pemanggilan dan presentasi data serta
analisa data.

2.1.1 Pengertian Sistem


Sistem adalah sekelompok komponen dan elemen yang digabungkan
menjadi satu untuk mencapai suatu tujuan. Dan menurut Indrajit (2001:2), sistem
adalah kumpulan-kumpulan dari komponen-komponen yang memiliki unsur
keterkaitan antara satu dengan lainnya.Sedangkan menurut Lani Sidharta
(1995:9), sistem merupakan himpunan dari bagian-bagian yang saling
berhubungan, yang secara bersama mencapai tujuan-tujuan yang sama.

2.1.2 Pengertian Informasi


Informasi adalah pesan dalam ucapan atau ekspresi yang terdiri dari
simbol tertentu atau makna yang bisa ditafsirkan dari pesan atau sekumpulan
pesan tersebut. Informasi bisa direkam atau ditransmisikan. Menurut George H.
Bodnar (2000), informasi merupakan data yang diolah sedemikian rupa,
sehingga bisa dijadikan dasar dalam mengambil sebuah keputusan yang tepat dan
benar.

3
2.1.3 Pengertian Geografi
Geografi merupakan ilmu yang mempelajari tentang lokasi atas
fenomena fisik dan manusia di atas permukaan bumi. Dan menurutBintarto
(1977), Ilmu Geografi mempelajari hubungan kausal gejala-gejala di
permukaanbumi dan peristiwa-peristiwa yang terjadi di permukaan bumi, baik
secarafisik maupun yang menyangkut makhluk hidup beserta
permasalahannyamelalui pendekatan keruangan, ekologi, dan regional untuk
kepentinganprogram, proses, dan keberhasilan pembangunan.

2.2 Teknik Sipil


Teknik sipil merupakan cabang ilmu yang mempelajari tentang
bagaimana cara merancang, membangun, merenovasi gedung, infrastruktur, dan
lingkungan hidup untuk keberlangsungan hidup manusia. Berdasarkan
cakupannya, teknik sipil terbagi menjadi beberapa cabang. Cabang tersebut antara
lain, di bidang struktural, bidang geoteknik, bidang hidrologi dan lingkungan,
bidang manajemen konstruksi, dan informatika teknik sipil. Pada cabang
informatika teknik sipil inilah yang berhubungan dengan GIS, selain GIS juga
berhubungan dengan aplikasi aplikasi seperti Autocad dan Sketchup.

2.3 Integrasi GIS dan Teknik Sipil


GIS menyediakan alat yang kuat untuk mengatasi masalah geografis dan
lingkungan. GIS saat ini telah digunakan secara luas dalam pemerintahan, bisnis
penelitian dan berbagai aplikasi yaitu sumber daya lingkungan, perencanaan
penggunaan lahan, analisis lokasi, perencanaan infrastruktur, dan analisis
arkeologi. Salah satu contohnya jika kita mendapatkan peta-peta suatu wilayah,
maka setiap peta akan menampilkan informasi tentang wilayah tersebut. Dalam
kasus di tersebut, satu set peta yang akan membantu untuk perencanaan
transportasi perkotaan telah terkumpul. Dalam integrasinya dengan teknik sipil
GIS berperan penting saat pengerjaan awal suatu konstruksi. Dimana sebelum
memulai pekerjaan konstruksi harus dikeahui terlebih dahulu bagaimana kondisi
dan permasalahan yang harus dihadapi di lapangan dan cara mengatasinya.

4
BAB III
CASE STUDY

Pertambahan penduduk yang tidak diimbangi dengan penyediaan


prasarana dan sarana perkotaan yang tidak memadai mengakibatkan pemanfaatan
lahan perkotaan menjadi semerawut. Pemanfaatan lahan yang tidak tertib inilah
yang menyebabkan persoalan drainase di perkotaan menjadi sangat kompleks. Hal
ini barangkali juga disebabkan oleh tingkat kesadaran masyarakat yang masih
rendah dan masih acuh tak acuh terhadap penting dan perlunya memecahkan
permasalahan yang dihadapi kota. Permasalahan lain yang dihadapi dalam
pembangunan drainase adalah lemahnya koordinasi dan sinkronisasi dengan
komponen infrastruktur yang lain.
Umumnya masalah yang dihadapi adalah dalam penggalian saluran
drainase dengan tidak sengaja merusak prasarana yang telah lebih dulu tertanam
dalam tanah karena tidak adanya informasi yang akurat, arsip atau dokumen tidak
ada, atau perencanaan lapangan tidak melibatkan instansi pengendali tata ruang.

3.1 Gambaran Umum Sistem

Gambaran Umum Sistem berisikan bagian-bagian yang membangun


Sistem Informasi Geografis Pemetaan Drainase Berbasis Web. Berikut Gambaran
Umum Informasi Geografis Pemetaan Drainase dapat dilihat pada Gambar 1.

5
Gamab 3.1 Gambaran Umum Sistem Informasi Pemetaan Drainase Berbasis Web

Berikut keterangan dari Gambaran Umum SIG Pemetaan Drainase.


1. Admin, memiliki hak akses ke dalam sistem. Admin dapat melakukan
manipulasi data seperti menambah jenis potongan drainase, saluran
drainase baru, pengelolaan histori pemeliraan, pengelolaan titik
kerusakan/tersumbat, dan pengelolaan petugas/surveyor baru.
2. Petugas/Surveyor, memiliki hak akses ke dalam sistem. Petugas/Surveyor
hanya terbatas memiki akses untuk melakukan pengelolaan histori
pemeliharaan drainase dan pengelolaan titik rawan rusak/tersumbat.
3. User tidak memiliki hak akses ke dalam sistem. User hanya dapat melihat
hasil pemetaan polyline saluran drainase dan melihat marker titik
kerusakan/tersumbat yang terdapat di sekitar pemetaan saluran drainase
Dinas Bina Marga dan Pengairan Kabupaten Badung.
3.2 Metode Penelitian
1. Metode Observasi, yaitu pengumpulan data dengan mengadakan penelitian
secara langsung kepada Dinas Bina Marga dan Pengairan Kabupaten
Badung Bidang Jalan dan Jembatan dan bertanya kepada pihak-pihak yang
terkait dengan penelitian ini.
2. Metode Studi Literature, yaitu mengumpulkan data dari buku-buku
referensi, modul-modul yang relevan dengan objek permasalahan.

Gambar 3.2 Gambar Pengumpulan Data dan Output Sistem

6
3.3 Hasil dan Pembahasan
Hasil dan pembahasan akan membahas mengenai pengujian sistem dan
analisis hasil yang didapat setelah melakukan pengujian terhadap Sistem
Informasi Geografis Pemetaan Drainase Berbasis Web dan hasil dari penelitian.

3.3.1 Pengujian Tampilan Awal Antarmuka


Pengujian Tampilan antarmuka Aplikasi Sistem Informasi
Geografis Pemetaan Drainase Berbasis Web ini memiliki beberapa bagian
yaitu bagian tampilan awal (bagian ini dapat dilihat oleh semua
pengguna), bagian tampilan pemetaan jaringan drainase, bagian
manipulasi data jaringan saluran drainase, dan bab manipulasi data report
laporan saluran drainase. Pengujian Tampilan Awal Antarmuka
diperlihatkan pada Gambar 3.3.

Gambar 3.3 Halaman Home Awal dari SIG Pemetaan Drainase


Berbasis Web
Halaman awal antaramuka ini memberikan 5 pilihan menu awal
bagi user, apakah dia Public User ataukah admin/surveyor. Link untuk
halaman Public User ditujukan kepada user sebagai pengguna umum
seperti masyarakat untuk mengakses atau melihat informasi peta jaringan
drainase dengan memilih menu Tab Pemetaan Drainase yang terdapat di
halaman awal. Tampilan peta jaringan drainase untuk Public User
ditunjukkan pada Gambar 3.4.

7
Gambar 3.4 Tampilan Peta Jaringan Drainase Public User dari SIG
Drainase Berbasis Web
3.3.2 Pengujian Manipulasi Data Objek dan Jaringan Drainase
Penambahan dan manipulasi data objek dan jaringan drainase
dapat dilakukan jika user sudah melakukan proses login ke sistem dan
mengakses halaman admin atau halaman petugas/surveyor yang memiliki
hak akses untuk manipulasi data. Pengujian manipulasi data objek dan
jaringan drainase untuk manipulasi data saluran diperlihatkan pada
Gambar 3.5.

Gambar 3.5 Contoh Pengelolaan Manipulasi Data Objek Saluran


Admin dapat melakukan manipulasi data dengan menu edit data
maupun edit posisi polyline drainase. Mengubah posisi saluran drainase
dengan cara mengarahkan kursor tepat ke marker kotak dan geser posisi
polyline sesuai ke posisi yang diinginkan. Bentuk pengujian menu edit
saluran diperlihatkan pada Gambar 3.6.

8
Gambar 3.6 Contoh Pengelolaan Manipulasi Data Objek Saluran
Proses disable jaringan drainase dilakukan dengan meng-klik
tombol disable pada info window saluran drainase ataupun pada titik
marker saluran tersumbat. Disable saluran adalah fungsi untuk melakukan
disable saluran sehingga tidak dimunculkan kembali dalam peta namun
tetap tersimpan datanya dalam database. Bentuk pengujian menu disable
untuk titik marker saluran tersumbat diperlihatkan pada Gambar 3.7.

Gambar 3.7 Contoh Pengelolaan Manipulasi Data Objek Saluran


3.3.3 Pengujian Manipulasi Data secara Bersamaan oleh MultiUser
Uji coba input data oleh multiuser dilakukan bertujuan untuk
mendapat kelemahan sistem dan kekurangannya ketika proses input oleh
multiuser dilakukan secara bersamaan. Pengujian manipulasi data input
secara bersamaan diperlihatkan seperti skema yang ditunjukkan pada
Gambar 3.8.

9
Gambar 3.8 Skema Pengujian Manipulasi Data oleh Multi User
Persiapan uji coba manipulasi dan input data oleh multi user
dilakukan setelah sebelumnya proses untuk konfigurasi alamat IP untuk
menjadikan web server lokal sudah selesai dikerjakan. Konfigurasi perlu
dilakukan untuk melakukan setting jaringan komputer secara local
network yang agar dapat dilakukan uji coba multi user berbasis web. Hasil
uji coba manipulasi data secara bersamaan oleh multi user dalam hal ini,
uji coba input data saluran drainase dan titik kerusakan drainase secara
bersamaan melalui sistem berbasis web berhasil dikerjakan. Gambar 3.9
memperlihatkan saluran polyline baru dan titik marker kerusakan berhasil
di-input-kan pada sistem.

Gambar 3.9 Tampilan Berhasil Tambah 3 Saluran Baru MultiUser


secara Bersamaan
3.3.4 Pengujian Pembuatan Report dalam File Excel
Pembuatan report atau laporan yang dihasilkan dari sistem
informasi geografis pemetaan drainase Dinas Bina Marga dan Pengairan

10
Kabupaten Badung adalah pembuatan report per modul manajemen data.
Modul data yang dimaksud adalah pembuatan report mulai dari report
data jenis, data jenis detail, data saluran, data histori pemeliharaan, dan
data titik rawan kerusakan.

Gambar 3.10 Tampilan Report Excel Saluran Drainase


Gambar 3.10 memperlihatkan report data saluran drainase yang
telah dicetak dalam file excel. Report excel yang ditampilkan
memperlihatkan mengenai informasi detail data saluran drainase.
Informasi yang ditampilkan seperti ID drainase, kode drainase, jenis detail,
tanggal pembuatan, kemiringan, panjang saluran, ruas pangkal – ruas
ujung, dan koordinat polyline saluran.

Gambar 3.11 Tampilan Report Excel Titik Kerusakan dan


Tersumbat
Gambar 3.11 memperlihatkan report data marker titik
kerusakan/tersumbat drainase yang telah dicetak dalam file excel. Fitur
report adalah fitur yang dapat membuat report laporan per modul

11
manajemen data yaitu pembuatan report mulai dari report data jenis, data
jenis detail, data saluran, data histori pemeliharaan, dan data titik rawan
kerusakan.

12
BAB IV
KESIMPULAN
4.1 Kesimpulan
Sistem Informasi Geografis Pemetaan Drainase Dinas Bina Marga dan
Pengairan Kabupaten Badung berbasis Web memiliki akses yang mudah, cepat
dan hanya memerlukan koneksi internet, tampilan peta pada sistem dapat
menampilkan informasi yang ada meliputi informasi pemetaan jaringan saluran
drainase, jenis detail potongan drainase, histori pemeliharaan, dan titik rawan
kerusakan/tersumbat. Output berupa report dalam file excel memberikan
informasi data mengenai jaringan drainase yang saling terkoneksi dengan saluran
drainase, jenis detail, histori pemeliharaan, dan titik kerusakan/tersumbat dengan
format HTML dan excel.

13
DAFTAR PUSTAKA

Agustawan. 2011. Sistem Informasi Geografis sebagai Mengintegrasikan


Teknologi.AlamatBlog:
https://agustawan.wordpress.com/2011/09/20/sistem-informasi-
geografis-sebagai-mengintegrasikan-teknologi-konteks-konsep-dan-
definisi/
Integrasia. 2014. GIS (geographic Information System).Alamat Blog :
http://integrasiautama.com/gis-geographic-information-system/
Saputra, Dicky Hardika. 2014. Pengertian Teknik Sipil. Alamat Blog :
http://apaitutekniksipil.blogspot.co.id/2014/12/pengertian-teknik-
sipil.html
Setiawan, Parta. 2015. Pengertian Geografi Menurt Para Ahli. Alamat Bog :
http://www.gurupendidikan.co.id/pengertian-geografi-menurut-para-
ahli-lengkap/
Sistem Informasi, Jagat. 2013. Pengertian dan Definisi Sistem. Alamat Blog :
http://jagatsisteminformasi.blogspot.co.id/2013/05/pengertian-dan-
definisi-sistem.html
Wikipedia. 2017. Informasi. Alamat Blog :
https://id.wikipedia.org/wiki/Informasi
Wikipedia. 2017. Sistem Informasi Geografis. Alamat Blog :
https://id.wikipedia.org/wiki/Sistem_informasi_geografis

14