Anda di halaman 1dari 9

RUMAH SAKIT UMUM DAERAH PESAWARAN

Jalan Raya Kedondong Dusun Sukamarga Desa Gedong


Tataan Kecamatan Gedong Tataan Kabupaten Pesawaran
Kode Pos :
Telepon -
Email rsudpswlampung@gmail.com
Website http:rumahsakitpesawaran.go.id

KEPUTUSAN DIREKTUR
RUMAH SAKIT UMUM DAERAH PESAWARAN
Nomor : 000/RSUP/SK-DIR/..../2015

Tentang
DOKTER PENANGGUNG JAWAB PELAYANAN (DPJP)
RUMAH SAKIT UMUM DAERAH PESAWARAN

DIREKTUR RSUD PESAWARAN,

Menimbang a. bahwa untuk mendukung terwujudnya pelayanan di Rumah


Sakit Umum Daerah Pesawaran yang optimal dan menjamin
keselamatan pasien perlu ditetapkan kebijakan Dokter
Penanggung Jawab Pelayanan (DPJP

b. Bahwa untuk mencapai tujuan pada butir (a) perlu ditetapkan


melalui Surat Keputusan Direktur Rumah Sakit Umum Daerah
Pesawaran

Mengingat 1. UU No 44 tahun 2009 tentang Rumah Sakit


UU No 29 tahun 2004 tentang praktek kedokteran
2.
Keputusan Menteri Kesehatan RI Nomor :
HK.07.06/III/1281/07 tentang pemberian izin Penyelenggaraan
Tetap Rumah Sakit Proklamasi Karawang.
Keputusan Menteri Kesehatan Republik
IndonesiaNo.1333./MenKes/SK/XII/1999 1999,tentang
standard pelayanan RS.
Buku Pedoman Nasional Keselamatan Pasien tahun 2005

Cari yang baru

MEMUTUSKAN

edipkartadimadja@gmail.com Page 1
Menetapkan : KEPUTUSAN DIREKTUR RUMAH SAKIT UMUM DAERAH
PESAWARAN TENTANG DOKTER PENANGGUNGJAWAB
PELAYANAN (DPJP)

Pertama : (1) Setiap pasien di Rumah Sakit Umum Daerah Pesawaran


berhak mendapat pelayanan dari seorang DPJP
(2) Setiap pasien di Rumah Sakit Umum Daerah Pesawaran
yang dilayani oleh 1 (satu) orang dokter maka dokter
tersebut adalah DPJP
(3) Setiap pasien di Rumah Sakit Umum Daerah Pesawaran
yang dilayani lebih dari seorang dokter dengan spseialisasi
berbeda maka DPJP nya lebih dari satu orang dokter dan
dokter yang menangani kasus utama menjadi DPJP utama
Kedua : Daftar nama DPJP di Rumah Sakit Umum Daerah Pesawaran
sebagaimana lampiran surat keputusan ini
Ketiga : Tugas DPJP dan Pola Operasional diuraikan dalam Pedoman
yang terlampir, antara lain :
(1) melaksanakan asuhan medis,
(2) memberi informasi kepada pasien tentang hak dan
kewajibanya,
(3) Menjawab pertanyaan yang berhubungan dengan pasien
Keempat : Keputusan ini berlaku sejak tanggal ditetapkan, bila kemudian
hari diketemukan kekeliruan akan diadakan perbaikan sebagai-
mana mestinya

Ditetapkan di : Gedongf Tataan


pada tanggal : 18 Desember 2015

........................................

edipkartadimadja@gmail.com Page 2
LAMPIRAN I SK DIREKTUR RSUD PESAWARAN
Nomor :
Tanggal :

DAFTAR NAMA
DOKTER PENANGGUNGJAWAB PELAYANAN (DPJP)
RUMAH SAKIT UMUM DAERAH PESAWARAN

NO NAMA DOKTER UNIT KERJA/DPJP


1. dr. FIRHAT E., Sp.PD Penyakit Dalam
2. dr. LENI E., Sp.A Kesehatan Anak
3. dr. ANDI SOEWANDI., Sp.B Bedah
4. dr. AZMAN RONI., SP.OG Kandungan dan Kebidanan
5. dr. ANDI SEDA Poliklinik Umum
6. dr. IIN RAHMAYANI Poliklinik Umum
7. dr. DWI BINTARI Poliklinik Umum
8. drg. AGUNG P KURNIAWAN Poliklinik Gigi dan Mulut
9. drg. PAMELLA tn Poliklinik Gigi dan Mulut
10. drg. BINTAN CHANDRA DEWI Poliklinik Gigi dan Mulut
11. dr. YESI NURMALASARI Dokter Jaga IGD
12. dr. EKA HERTIANA Dokter Jaga IGD
13. dr. ARIA NOVA LIZA Dokter Jaga IGD
14. dr. MARDHENI W Dokter Jaga IGD
15. dr. SYLVIA ANGGRAENI Dokter Jaga IGD
16. dr. NOPI SARI Dokter Jaga IGD
17. dr. WIDYA Dokter Jaga IGD

Ditetapkan di :
pada tanggal :

edipkartadimadja@gmail.com Page 3
LAMPIRAN I SK DIREKTUR RSUD PESAWARAN
Nomor :
Tanggal :

PEDOMAN OPERASIONAL
DOKTER PENANGGUNGJAWAB PELAYANAN (DPJP)
RUMAH SAKIT UMUM DAERAH PESAWARAN

A. PENDAHULUAN
Rumah sakit adalah Institusi tempat memberikan pelayanan kesehatan kepada
masyarakat dengan tujuan penyembuhan penyakit serta terhindar dari kematian atau
kecacatan. Dalam melaksanakan fungsinya rumah sakit harus pula mengendalikan atau
meminimalkan risiko baik klinis maupun non klinis yang mungkin terjadi selama
proses pelayanan kesehatan berlangsung, sehingga terlaksana pelayanan yang aman
bagi pasien. Oleh karena itu keselamatan pasien di rumah sakit merupakan prioritas
utama dalam semua bentuk kegiatan di rumah sakit. Untuk mencapai kondisi
pelayanan yang efektif, efisien dan aman bagi pasien itu diperlukan komitmen dan
tanggung jawab yang tinggi dari seluruh personil pemberi pelayanan di rumah sakit
sesuai dengan kompetensi dan wewenangnya.
Selanjutnya kerjasama tim merupakan prasyarat untuk mencapai tujuan tersebut,
dan dilengkapi dengan komunikasi yang baik. Serta tidak dapat dipungkiri bahwa
peranan dokter sangat besar dan sentral dalam menjaga keselamatan pasien, karena
semua proses pelayanan berawal dan ditentukan oleh dokter.
Sebagai instrumen monitoring dan evaluasi maka tidak kalah pentingnya faktor
catatan medis yang lengkap dan baik, dimana semua proses pelayanan terhadap pasien
direkam secara real time dan akurat. Sehingga apabila terjadi sengketa medis rekam
medis ini benar benar dapat menjadi alat bukti bagi rumah sakit bahwa proses
pelayanan telah dijalankan dengan benar dan sesuai prosedur, atau kalau terjadi
sebaliknya dapat pula berfungsi sebagai masukan untuk memperbaiki proses pelayanan
yang ada.

B. MAKSUD DAN TUJUAN


Pedoman ini dimaksudkan sebagai petunjuk pelaksanaan dari kebijakan
direktur tentang Dokter Penanggungjawab Pelayanan (DPJP), yang menjelaskan

edipkartadimadja@gmail.com Page 4
tata cara operasional dari konsep dan kebjakan DPJP di rumah sakit
Proklamasi.

Secara umumn bertujuan untuk tercapainya mutu pelayanan yang baik


disemua lini pelayanan dengan mencegah dan meminimalisasi kejadian tidak
diharapkan (KTD) dan kejadian nyaris cidera (KNC) serta meningkatnya
kepuasan pasien terhadap rumah sakit. Sedangkan tujuan khususnya dengan
diterbitkannya pedoman ini, antara lain :
1. Adanya pedoman bagi seluruh staf rumah sakit (baik medis, keperawatan
maupun penunjang) dalam menerapkan pola operasional DPJP, sehingga
terjadi persamaan pengertian, keseragaman dalam pelaksanaan, pencatatan
dan pelaporan.
2. Pengelolaan asuhan medis pasien oleh DPJP terlaksana dengan baik sesuai
kebijakan dan SPM, SOP dan standar keselamatan pasien yang ditetapkan
oleh Kemenkes dan Komisi Nasional keselamatan pasien.

C. RUANG LINGKUP
Pedoman ini berlaku pada semua lini pelayanan rumah sakit yang
meliputi : IGD, Rawat Jalan, Ruang perawatan, Ruang tindakan (OK dan VK) dan
sarana penunjang medis.

D. DEFINISI
(1) Dokter Penanggungjawab Pelayanan (DPJP) adalah dokter yang
bertanggung jawab sepenuhnya atas pengelolaan asuhan medis seorang
pasien di RS Proklamasi (apabila pasien hanya perlu asuhan medis dari 1
orang dokter).
(2) DPJP Utama adalah dokter koordinator yang memimpin proses
pengelolaan asuhan medis bagi pasien yang harus dirawat bersama oleh
lebih dari 1 orang dokter.
(3) DPJP Tambahan : adalah dokter yang ikut memberikan asuhan medis pada
seorang pasien, yang oleh karena kompleksitas penyakitnya memerlukan
perawatan bersama oleh lebih dari 1 orang dokter.

E. HAK DPJP
(1) Mengelola asuhan medis seorang pasien secara mandiri dan otonom, yang
mengacu pada standar pelayanan medis rumah sakit, secara komprehensif
mulai dari diagnosa, terapi, tindak lanjut sampai rehabilitasi.

edipkartadimadja@gmail.com Page 5
(2) Melakukan konsultasi dengan disiplin lain yang dianggap perlu untuk
meminta pendapat atau perawatan bersama ,demi kesembuhan pasien.

F. KEWAJIBAN DPJP
(1) Membuat rencana pelayanan pasien dalam berkas rekam medis yang
memuat segala aspek asuhan medis yang akan dilakukan, termasuk
konsultasi, rehabilitasi dll.
(2) Memberikan penjelasan secara rinci kepada pasien dan keluarga tentang
rencana dan hasil pelayanan baik tentang pengobatan, prosedur maupun
kemungkinan hasil yang tidak diharapkan.
(3) Memberikan pendidikan/edukasi kepada pasien tentang kewajibannya
terhadap dokter dan rumah sakit, yang dicatat dalam berkas rekam medis.
(4) DPJP berkewajiban memberikan kesempatan kepada pasien atau
keluarganya untuk bertanya atas hal-hal yang tidak/belum dimengerti.

G. HAK DPJP UTAMA


(1) Melakukan koordinasi proses asuhan medis pasien oleh DPJP yang terlibat
(2) Menyeleksi dan mengefisienkan pemeriksaan yang akan dilakukan
terhadap pasien
(3) Menyeleksi dan mengefisienkan pengobatan yang akan diberikan kepada
pasien
(4) Menghentikan keterlibatan DPJP lain dalam perawatan bersama apabila
dianggap perannya tidak dibutuhkan lagi.

H. KEWAJIBAN DPJP UTAMA


(1) Memberikan penjelasan medis kepada keluarga atas kemajuan atau
kondisi pasien
(2) Mengisi resume rekam medis pasien
(3) Menjawab pertanyaan pihak ketiga atas kondisi pasien.

I. POLA OPERASIONAL DPJP


(1) Setiap pasien yang berobat di Rumah Sakit Umum Daerah Pesawaran
harus memiliki DPJP.
(2) Apabila pasien berobat di unit rawat jalan maka DPJP nya adalah
dokter klinik terkait.

edipkartadimadja@gmail.com Page 6
(3) Apabila pasien berobat di IGD dan tidak dirawat inap, maka DPJP nya
adalah dokter jaga IGD
(4) Apabila pasien dirawat inap maka DPJPnya adalah dokter spesialis
disiplin yang sesuai.
(5) Apabila pasien dirawat bersama oleh lebih dari 1 orang dokter
spesialis, maka harus ditunjuk seorang sebagai DPJP utama dan yang
lain sebagai DPJP tambahan.

J. PENENTUAN DPJP
1. Penentuan DPJP harus dilakukan sejak pertama pasien masuk rumah
sakit (baik rawat jalan, IGD maupun rawat inap) dengan
mempergunakan cap stempel pada berkas rekam medis pasien.
2. Cap stempel “ DPJP Dr ...... “ untuk pasien yang dirawat oleh seorang
dokter.
3. Cap stempel “ DPJP UTAMA Dr ......” untuk pasien yang dirawat bersama
beberapa dokter.

K. KLARIFIKASI DPJP DI RUANG RAWAT


Apabila dari IGD maupun rawat jalan DPJP belum ditentukan, maka
petugas ruangan wajib segera melakukan klarifikasi tentang siapa DPJP pasien
tersebut.

Apabila pasien dirawat bersama petugas ruangan juga wajib melakukan


klarifikasi siapa DPJP Utama dan siapa DPJP Tambahannya.
Penentuan DPJP bagi pasien baru di ruangan. Pengaturan penetapan DPJP
dapat berdasarkan :
a. Jadwal konsulen jaga di IGD atau Ruangan; konsulen jaga hari itu menjadi
DPJP dari semua pasien masuk pada hari tersebut, kecuali kasus dengan
surat rujukan.
b. Surat rujukan langsung kepada konsulen; dokter spesialis yang dituju
otomatis menjad DPJP pasien tersebut, kecuali dokter yang dituju
berhalangan, maka beralih ke konsulen jaga hari itu.
c. Atas permintaan keluarga; pasien dan keluarga berhak meminta salah
seorang dokter spesialis untuk menjadi DPJP nya sepanjang sesuai dengan
disiplinnya. Apabila penyakit yang diderita pasien tidak sesuai dengan
disiplin dokter dimaksud, maka diberi penjelasan kepada pasien atau
keluarga dan bila pasien atau keluarga tetap pada pendirinnya maka dokter
spesialis yang dituju yang akan mengkonsulkan kepada disiplin yang sesuai.

edipkartadimadja@gmail.com Page 7
d. Hasil rapat Komite medis pada kasus tertentu; pada kasus yang sangat
kompleks atau sangat spesifik maka penentuan DPJP berdasarkan rapat
komite medis .

L. RAWAT BERSAMA
(1) Seorang DPJP hanya memberikan pelayanan sesuai bidang/ disiplin dan
kompetensinya saja. Bila ditemukan penyakit yang memerlukan
penanganan multi disiplin, maka perlu dilakukan rawat bersama.
(2) DPJP awal akan melakukan konsultasi kepada dokter pada disiplin lain
sesuai kebutuhan.
(3) Segera ditentukan siapa yang menjadi DPJP Utama dengan beberapa
cara antara lain :
a. Penyakit yang terberat atau penyakit yang memelukan tindakan
segera atau dokter yang pertama mengelola pasien.
b. Dalam hal rawat bersama harus ada pertemuan bersama antara DPJP
yang mengelola pasien dan keputusan rapat dicatat dalam berkas
rekam medis.

M. PERUBAHAN DPJP UTAMA


Untuk mencapai efektifitas dan efisiensi pelayanan, DPJP utama dapat
saja beralih dengan pertimbangan seperti diatas atau atas keinginan
pasien/keluarga atau keputusan Komite medis.
Perubahan DPJP Utama ini harus dicatat dalam berkas rekam medis dan
ditentukan sejak kapan berlakunya.

N. DPJP PASIEN RAWAT ICU


Apabila pasien dirawat di ICU, maka otomatis DPJP ICU yang menjadi
DPJP Utama yang berwenang mengendalikan pengelolaan pasien dengan tetap
berkoordinasi dengan DPJP awal pasien atau DPJP Utama (bila pasien dirawat
bersama sebelum masuk ICU).

O. DPJP Utama di OK
Adalah dokter operator yang melakukan operasi dan bertanggung jawab
atas seluruh kegiatan pembedahan, sedangkan dokter anestesi sebagai DPJP
tambahan. Dalam melaksanakan tugas mengikuti SOP masing-masing, akan
tetapi semua harus mengikuti prosedur Save Surgery check list (sign in, time
out dan sign out) serta dicatat dalam berkas rekam medis.

edipkartadimadja@gmail.com Page 8
P. PENGALIHAN DPJP DI IGD
Pada pelayanan di IGD, dalam memenuhi respons time yang adekwat dan
demi keselamatan pasien, maka apabila konsulen jaga tidak dapat dihubungi
dapat dilakukan pengalihan DPJP kepada konsulen lain yang dapat segera
dihubungi.

Q. KOORDINASI DAN TRANSFER INFORMASI ANTAR DPJP


(1) Koordinasi antar DPJP tentang rencana dan pengelolaan pasien harus
dilaksanakan secara komprehensif, terpadu dan efektif serta selalu
berpedoman pada SPM dan Standar Keselamatan pasien;
(2) Koordinasi dan transfer informasi antar DPJP harus dilaksanakan secara
tertulis;
(3) Apabila secara tertulis dirasa belum optimal maka harus dilakukan
koordinasi langsung, dengan komunikasi pribadi atau pertemuan/rapat
formal;
(4) Koordinasi dan transfer informasi antar DPJP dalam Departemen
/kelompok SMF yang sama dapat ditulis dalam berkas rekam medis, tetapi
antar departemen/kelompok SMF harus menggunakan formulir khusus
/lembar Konsultasi
(5) Konsultasi bisa biasa, atau segera/cito
(6) Dalam keadaan tertentu seperti konsul diatas meja operasi, lembar konsul
bisa menyusul , sebelumnya melalui telepon
(7) Konsultasi dari dokter jaga IGD kepada konsulen jaga bisa lisan pertelepon
yang kemudian ditulis dalam berkas rekam medis oleh dokter jaga.

edipkartadimadja@gmail.com Page 9