Anda di halaman 1dari 3

SOP MANAJEMEN TERPADU BALITA SAKIT

PEMERIKSAAN BALITA SAKIT

No. Dokumen :
No. Revisi :
Tanggal Terbit : 02 Januari 2018
SOP Halaman :1-1

PEMERINTAH
KABUPATEN
SUMEDANG ATIT KARLIASIH, S.IP,MM
NIP. 19630120 198212 2 001
Pengertian Manajemen Terpadu Balita Sakit (MTBS)
adalah intervensi yang cost effective untuk mengatasi masalah kematian
balita yang disebabkan oleh Infeksi Pernapasan Akut (ISPA), diare,
campak, malaria,kurang gizi, yang sering merupakan kombinasi dari
keadaan tersebut. MTBS yang diperkenalkan WHO dan UNICEF di
Indonesia pada tahun 1997, diterapkan Depkes setelah melalui proses
adaptasi bersama UKK IDAI
Tujuan Mengenali secara dini dan cepat semua gejala anak sakit, sehingga dapat
ditentukan apakah anak sakit ringan, berat dan perlu segera dirujuk.
Kebijakan  Biaya : Jamkesmas, Bebas Biaya dan ASKES
 Pemeriksa : petugas yang kompeten (dr, bidan dan perawat)
 Pendekatan MTBS
 Waktu pemeriksaan setiap hari kerja senin s.d. sabtu

1. Persiapan:
Tempat : bersih, kering, hangat dan terang
Alat : buku bagan, termometer, timbangan, metlen, pengukur panjang
badan/tinggi badan, jam dengan jarum detik (bersih, berfungsi dengan baik
dan siap pakai), timer yang berbunyi
Petugas : mencuci tangan sebelum dan sesudah menyentuh bayi, pakai
sarung tangan, menjaga bayi tetap hangat.

2. Pelaksanaan
a. Identitas anak sakit,
b. Tentukan anak termasuk kelompok umur yang mana:
 Umur 2 bulan sampai 5 tahun.
 Umur kurang dari 2 bulan

3. Melakukan penilaian dengan cara anamnesis dan pemeriksaan fisik :


a. Memeriksa Tanda Bahaya Umum ada 4: tidak bisa minum atau
menyusu, Memuntahkan semuanya. Kejang.Letargis atau tidak
sadar
b. Menanyakan 4 keluhan utama :
1) Apakah Anak Batuk Atau Sukar Bernapas?
2) Apakah Anak Diare?
3) Apakah Anak Demam?
4) Apakah Anak Mempunyai Masalah Telinga ?
c. Memeriksa Status Gizi
d. Memeriksa Anemia
e. Memeriksa Status Imunisasi
f. Memeriksa Pemberian Vit. A
g. Menilai Masalah/Keluhan Lain
h. Lakukan Penilaian Pemberian Makan Jika Anak Kurus Atau umur <
2 tahun dan tidak akan dirujuk segera

4. Membuat klasifikasi” berarti membuat sebuah keputusan mengenai


kemungkinan penyakit atau masalah serta tingkat keparahannya. Klasifikasi
merupakan suatu kategori untuk menentukan tindakan, bukan sebagai
diagnosis spesifik penyakit.
Batuk Atau Sukar Bernapas : PNEUMONIA BERAT Atau PENYAKITSANGAT BERAT,
PNEUMONIA, BATUK :BUKAN PNEUMONIA
Diare? DIARE DEHIDRASI BERAT, DIARE DEHIDRASI RINGAN/ `SEDANG, DIARE TANPA DEHIDRASI
DIARE PERSISTEN 9BERAT

Bagan MTBS merekomendasikan tindakan yang tepat untuk setiap klasifikasi.


“Menentukan Tindakan dan Memberi Pengobatan” berarti menentukan tindakan
dan memberi pengobatan di fasilitas kesehatan sesuai dengan setiap klasifikasi,
memberi obat untuk diminum di rumah dan juga mengajari ibu tentang cara
memberikan obat serta tindakan lain yang harus dilakukan di rumah.
“Memberi konseling bagi ibu” juga termasuk menilai cara pemberian makan anak,
memberi anjuran pemberian makan yang baik untuk anak serta kapan harus
membawa anaknya kembali ke fasilitas kesehatan.
“Manajemen Terpadu Bayi Muda” meliputi: menilai dan membuat klasifikasi,
menentukan tindakan dan memberi pengobatan, konseling dan tindak lanjut pada
bayi umur kurang dari 2 bulan baik sehat maupun sakit. Pada prinsipnya, proses
manajemen kasus pada bayi muda umur kurang dari 2 bulan tidak berbeda dengan
anak sakit umur 2 bulan sampai 5 tahun.
“Memberi Pelayanan Tindak lanjut” berarti menentukan tindakan dan pengobatan
pada saat anak datang untuk kunjungan ulang.
Dalam pelatihan ini saudara dilatih tentang cara menggunakan bagan dan
melakukan praktek klinis penanganan balita sakit maupun bayi muda sehat dan
sakit.
TUJUAN
Menilai tanda-tanda dan gejala penyakit, status imunisasi, status gizi dan
pemberian vitamin A.
· Membuat Klasifikasi.
MTBS – MODUL 1 – 2008 4
· Menentukan tindakan sesuai dengan klasifikasi anak dan memutuskan
apakah seorang anak perlu dirujuk.
· Memberi pengobatan pra rujukan yang penting, seperti dosis pertama
antibiotik, vitamin A, dan perawatan anak untuk mencegah turunnya gula
darah dengan pemberian air gula, resomal, hangatkan anak untuk
mencegah hipotermia serta merujuk anak.
· Melakukan tindakan di fasilitas kesehatan (kuratif dan preventif) seperti
pemberian oralit, tablet Zinc, vitamin A dan imunisasi.
· Mengajari ibu cara memberi obat di rumah (seperti antibiotik oral atau obat
antimalaria) dan asuhan dasar bayi muda.
· Memberi konseling kepada ibu mengenai pemberian makan pada anak
termasuk pemberian ASI dan kapan harus kembali ke fasilitas kesehatan.
· Melakukan penilaian ulang dan memberi perawatan yang tepat pada saat
anak datang kembali untuk pelayanan tindak lanjut

manajemen terpadu bayi muda.


Dimaksudkan dengan bayi muda adalah bayi yang berumur kurang dari 2 bulan.

Menanyakan kepada ibu mengenai masalah yang dihadapi bayi muda.


· Memeriksa dan mengklasifikasikan untuk:
- Kemungkinan Penyakit Sangat Berat atau Infeksi Bakteri Berat.
- Diare
- Ikterus
- Kemungkinan berat badan rendah
- Masalah pemberian ASI.
· Menentukan status imunisasi .
· Menilai masalah/ keluhan lain pada bayi muda maupun ibu.
· Menentukan tindakan dan memberi pengobatan .
· Melakukan konseling bagi ibu.
· Memberikan pelayanan tindak lanjut pada bayi muda (dalam modul
Tindak lanjut)

5. Diagnosa, konseling
 Diagnosa : normal, masalah, Kelainan, Trauma dan berisiko tinggi,
komplikasi (kegawat daruratan)
 Konseling : Jaga kehangatan bayi, Pemberian ASI, Perawatan tali pusat,
Tanda-tanda bahaya.

6. Pencatatan
– Catat hasil pemeriksaan di formulir bayi baru lahir dan Buku KIA,
SOAP
– Laporan bulanan ANAK KIA.CC, Grafik PWS KIA ke (Kep PKM
dan Dinkes)

7. Pulang, rujuk
 Pulang : neonatus dengan keadaan normal
 Rujuk: neonatus yang memerlukan penanganan di fasilitas PONEK

1 1. Status rawat inap


2. Kartu kunjungan
3. Kartu ibu
4. Buku KIA
5. Kohort ibu
6. SOAP
7. Juknis Jampersal 2012
8. PWS KIA 2010
9. MTBS/ MTBM
10. Buku Maternal Neonatal
11. Pedoman Teknis pelayanan kesehatan neonatal esensial 2010

UNIT TERKAIT  Laboratorium


 Gizi
 Obat
 Imunisasi

Diagram Alir (Jika


dibutuhkan) Persiapan Penilaian Asuhan
Persiapan BBL
Normal

Pulang Pencatatan dan


pelaporan PEMERIKSAAN
Rujuk KN1, KN2, KN3