Anda di halaman 1dari 7

Ergonomi

Enviromental Factor

Oleh :
M. Nur Arifin ()
Rendi Rahma Maulida ()
Sindhi Danar P. (14050524062)
Adam Dzulfikri

PENDIDIKAN TEKNIK MESIN


FAKULTAS TEKNIK
UNIVERSITAS NEGERI SURABAYA
Enviromental Factor

A. Pengertian
Environmental Factor atau faktor lingkungan adalah segala sesuatu yang berada
disekitar seseorang yang dapat mempengaruhi dirinya dalam melaksanakan tugas-tugas
yang dibebankan. Lingkungan kerja yang lestari dan manusiawi adalah faktor pendorong
bagi kegairahan dan efisiensi kerja.
Kondisi lingkungan yang kurang baik dan melebihi toleransi manusia untuk
menghadapinya tidak saja akan menurunkan produktivitas kerja, tetapi juga akan menjadi
sebab terjadinya penyakit akibat kerja, pencemaran lingkungan, cacat dan bahkan
kematian. Lingkungan kerja yang tidak sehat sering kali mengganggu para pekerja dan
dapat mengurangi keefektifitasan dari pekerja itu sendiri.

B. Faktor-faktor yang Mempengaruhi Keberhasilan Kerja


Keberhasilan kerja manusia dipengaruhi oleh dua faktor yaitu faktor individual
dan faktor situasional. Sesuai dengan namanya, faktor pertama terdiri dari faktor-faktor
yang datang dari diri si pekerja itu sendiri dan sering kali sudah ada sebelum si pekerja
yang bersangkutan datang di pekerjaannya. Kecuali hal-hal seperti pendidikan dan
semuanya adalah faktor-faktor yang tidak mudah bahkan tidak dapat diubah. Artinya,
faktor - faktor yang sudah tetap ini adalah hal-hal yang sudah ada dan harus dapat diterima
seadanya.
Berbeda dengan yang pertama, faktor kedua terdiri dari faktor - faktor yang hampir
sepenuhnya dapat diatur dan dapat diubah, dan faktor-faktor ini berada di luar diri pekerja.
Pemimpin perusahaanlah yang berhak mengubahnya, karenanya faktor-faktor ini disebut
juga faktor-faktor management. Kelompok-kelompok faktor situasional terbagi ke dalam
dua sub kelompok yaitu yang terdiri dari faktor-faktor sosial dan keorganisasiannya, dan
yang terdiri dari faktor-faktor fisik pekerjaan yang bersangkutan.
Dengan dasar pengetahuan ini, adalah tugas pimpinan untuk mengatur semua
faktor-faktor yang dikuasainya dan menjalinnya dengan faktor-faktor diri pekerja untuk
menciptakan suatu keadaan yang memberikan keberhasilan tinggi.

C. Lingkungan Kerja, Kesehatan Dan Keselamatan Kerja (K3) Dan Produktivitas


Kerja
Lingkungan kerja atau tempat kerja dikatakan baik apabila dalam kondisi tertentu
manusia dapat melakukan kegiatannya dengan optimal. Ketidaksesuaian lingkungan kerja
dengan manusia yang bekerja pada lingkungan tersebut dapat terlihat akibatnya dalam
jangka waktu tertentu, seperti turunnya produktivitas kerja, efisiensi dan ketelitian.
Keselamatan dan kesehatan kerja serta lingkungan fisik tempat kerja sangat berpengaruh
terhadap produktivitas kerja. Seorang pekerja akan mampu bekerja dengan baik apabila
ditunjang oleh lingkungan yang baik pula sehingga dicapai hasil yang optimal.
Keselamatan dan kesehatan kerja serta lingkungan fisik tempat bekerja sangat
berpengaruh dalam peningkatan produktivitas suatu perusahaan. Seorang pekerja akan
mampu bekerja dengan baik apabila ditunjang oleh lingkungan kerja yang baik sehingga
didapatkan hasil yang optimal. Lingkungan kerja adalah tempat kerja dikatakan baik
apabila dalam kondisi tertentu manusia dapat melakukan kegiatannya dengan optimal.
Ketidaksesuaian lingkungan kerja dengan manusia yang bekerja pada lingkungan tersebut
dapat terlihat akibatnya dalam jangka waktu tertentu, seperti turunnya produktivitas kerja,
efisiensi dan ketelitian.
Manusia sebagai makhluk yang paling sempurna tidak luput dari kekurangan, dalam
arti segala kemampuannya dipengaruhi oleh beberapa faktor. Faktor – faktor tersebut bisa
berasal dari pribadi (intern) atau mungkin dari pengaruh luar (ekstern). Suatu kondisi
lingkungan yang baik tidak bisa ditemukan dengan begitu saja, tetapi harus melalui
tahapan – tahapan percobaan, dimana setiap kemungkinan dari kondisi tersebut diuji
pengaruhnya terhadap kemampuan manusia. Kemajuan teknologi sekarang
memungkinkan untuk melaksanakan pengujian semacam ini. Selain itu pengetahuan
tentang sifat dan tingkah laku manusia akan sangat membantu dalam mencapai hasil dari
pengujian ini.
Dengan kata lain lingkungan kerja sangat penting dalam kehidupan manusia dalam
melakukan pekerjaan. Teknologi sangat dibutuhkan untuk mencapai hasil optimal dalam
melakukan pekerjaan yang dipengaruhi oleh lingkungan kerja, serta bila perlu teknologi
digunakan untuk mengendalikan lingkungan kerja. Itulah sebabnya lingkungan kerja harus
dapat dirancang sebaik mungkin sehingga dapat diharapkan untuk memberikan rasa aman
dan nyaman pada pemakaiannya dan akhirnya menghasilkan produktivitas yang baik.

D. Pengaruh Kebisingan di Tempat Kerja


Kebisingan adalah bunyi-bunyian yang tidak dikehendaki oleh telinga kita. Tidak
dikehendaki, karena dalam jangka panjang bunyi-bunyian tersebut dapat merusak
pendengaran, mengganggu ketenangan bekerja, dan dapat menimbulkan kesalahan
komunikasi, bahkan menurut penyelidikan, kebisingan yang serius bisa menyebabkan
kematian.
Ada tiga aspek yang menentukan kualitas suatu bunyi yang bisa menentukan
tingkat gangguan terhadap manusia, yaitu : lama, intensitas, dan frekuensinya. Makin lama
telinga kita mendengar kebisingan makin buruk akibatnya bagi kita, diantaranya
pendengaran yang makin berkurang.
Kebisingan diatas batas-batas normal (85 dB; decibel = satuan kepekaan suara)
perlu disisihkan dari tempat-tempat kerja guna mencegah kemerosotan syaraf karyawan,
mengurangi keletihan mental, dan meningkatkan moral kerja.
Pengendalian atas kebisingan dan getaran yang biasa adalah sebagai berikut :

1. Bagian-bagian bergerak dari seluruh mesin, perlengkapan, dan peralatan


harus senantiasa diberi minyak pelumas dan gemuk.
2. Cegah penggunaan mesin-mesin yang menimbulkan kebisingan diatas 95 dB.
3. Pergunakan peredam getaran seperti tegel akustik, karet, dan barang-barang lain
yang sejenis.
4. Sumber-sumber getaran harus diisolasi. Misalnya , hendaknya generator diletakkan
di dalam tanah.
5. Permukaan tembok dan langit-langit sedapat mungkin dilapisi dengan tegel
akustik.
6. Lengkapi karyawan yang bekerja di tempat-tempat sumber kebisingan diatas 95 dB
dengan alat penyumbat telinga.

Telah jelas bagi kita bahwa kondisi lingkungan kerja sangat berpengaruh terhadap
keadaan kerja manusia maka manusia sebagai makhluk yang paling sempurna tidak luput
dari kekurangan, dalam arti kata segala kemampuannya dipengaruhi oleh berbagai faktor.
Faktor-faktor tersebut bisa berasal dari faktor pribadinya (intern) atau mungkin dari
pengaruh luar (ekstern). Salah satu faktor yang datang dari luar dan akan dibahas dalam
kesempatan ini ialah lingkungan kerja dimana manusia melaksanakan kegiatannya. Adalah
suatu kenyataan bahwasanya lingkungan kerja berpengaruh terhadap hasil kerja manusia.
Manusia akan mampu melaksanakan kegiatannya dengan baik dan akan tercapai suatu
hasil yang optimal, apabila diantaranya ditunjang oleh suatu kondisi lingkungan kerja yang
baik, sebaliknya bisa dikatakan, bahwa suatu kondisi lingkungan kerja yang baik, manusia
dapat melaksanakan kegiatannya dengan optimal, dengan sehat, aman dan selamat.
Ketidakberesan lingkungan kerja dapat terlihat akibatnya dalam waktu yang lama.
Lebih jauh lagi, keadaan lingkungan yang kurang baik dapat menuntut tenaga dan waktu
yang lebih banyak tentunya. Tidak mendukung diperolehnya rancangan sistem kerja yang
efisien dan produktif.
Suatu kondisi lingkungan kerja yang baik tidak bisa ditemukan dengan begitu saja,
tetapi harus melalui tahapan-tahapan percobaan, dimana setiap kemungkinan dari kondisi
tersebut diuji pengaruhnya terhadap kemampuan manusia. Kemajuan teknologi sekarang
memungkinkan untuk melaksanakan pengujian semacam ini, dan tentu saja pengetahuan
tentang sifat dan tingkah laku manusia akan sangat membantu dalam pencapaian hasil dari
pengujian ini.
Tabel Skala Intensitas Kebisingan

Desibel (dB) Batas dengar tertinggi

120 Halilintar

Menulikan 110 Meriam

100 Mesin Uap

100 Jalan hiruk-pikuk

Sangat hiruk 90 Perusahaan sangat gaduh

80 Pluit polisi

Kuat 80 Kantor gaduh


70 Jalan pada umumnya

60 Radio

Perusahaan

Rumah gaduh
60
Kantor umumnya
Sedang 50
Percakapan kuat
40
Radio perlahan

Rumah tenang
40
Kantor perorangan
Tenang 30
Auditorium
20
Percakapan

20 Suara daun-daun

Sangat tenang 10 Berisik

0 Batas dengar terendah

E. Pengaruh Pencahayaan di Tempat Kerja


Penerangan sangat mempengaruhi kemampuan manusia untuk melihat obyek
secara jelas, cepat, tanpa menimbulkan kelelahan. Kebutuhan akibat adanya
penerangan yang baik, akan makin diperlukan apabila kita mengerjakan suatu pekerjaan
yang memerlukan ketelitian karena penglihatan. Penerangan yang terlalu suram,
mengakibatkan mata pekerja makin cepat lelah akibat mata akan berusaha untuk bisa
melihat, dimana lelahnya mata akan mengakibatkan kelelahan mental, lebih jauh lagi
keadaan tersebut bisa menimbulkan rusaknya mata, karena bisa menyilaukan.
Kemampuan mata untuk bisa melihat obyek dengan jelas ditentukan oleh: ukuran
obyek, derajat kontras diantara obyek dan sekelilingnya, luminasi (brightness) dan
lamanya melihat. Yang dimaksud dengan derajat kontras adalah perbedaan derajat terang
relatif antara obyek sekelilingnya, sedangkan luminasi berarti arus cahaya yang
dipantulkan oleh obyek. Standard penerangan yang diterima adalah setara dengan 100
sampai dengan 200 kali lilin.
Penerangan harus memperhatikan tidak timbulnya kesilauan (glare), pantulan dari
permukaan yang berkilat, dan peningkatan suhu ruangan. Ternyata lampu-
lampu fluorescent (neon TL = tube luminasence) lebih memenuhi syarat dalam hal ini.
Manfaat lampu fluorescent adalah:
1. Efisiensi yang tinggi.
2. Kesilauan rendah.
3. Tidak banyak bayangan.
4. Terdapat dalam berbagai warna.

F. Radiasi
Perpindahan panas secara radiasi terjadi apabila suatu benda padat memancarkan
dan menyerap sinar, dalam hal ini ruang hampa dapat ditembus oleh sinar dan
meneruskannya. Radiasi yang terlalu tinggi dapat mempengaruhi aktivitas pekerja. Untuk
itu radiasi yang terlalu tinggi harus sedapat mungkin dihindari dalam suatu lingkungan
kerja.

G. Pengaruh musik terhadap kinerja


Musik sangat berpengaruh terhadap pekerjaaan. Hal ini dapat kita lihat dengan
adanya pengaruh musik rock atau musik pop terhadap hasil kerja operator, dan
operator yang senang akan jenis musik tertentu akan memberi semangat bagi operator jika
ada musik tersebut.

H. Tekanan Udara Tinggi dan Rendah


Sebagaimana kita ketahui, udara di sekitar kita mengandung 21% O2, 78% N2,
0,03% CO2, dan 0,97 % gas lainnya (campuran). Oksigen merupakan gas yang sangat
dibutuhkan oleh makhluk hidup terutama untuk menjaga kelangsungan hidup kita, yaitu
untuk proses metabolisme. Udara di sekitar kita dikatakan kotor apabila kadar oksigen
dalam udara tersebut telah berkurang dan telah bercampur dengan gas–gas atau bau-bauan
yang berbahaya bagi kesehatan tubuh. Kotornya udara di sekitar kita dapat dirasakan
dengan sesaknya pernapasan kita, dan ini tidak boleh dibiarkan berlangsung terlalu lama,
karena akan mempengaruhi kesehatan tubuh dan akan mempercepat proses kelelahan.
Untuk menjaga agar udara di sekitar tempat kerja tetap sehat dalam arti kata cukup
mengandung oksigen dan bebas dari zat – zat yang bisa mengganggu kesehatan , harus
dipikirkan tentang sirkulasi udara yang baik, sehingga udara kotor bisa diganti dengan
udara segar dan bersih, yang biasanya dilakukan melalui ventilasi.
Sumber utama adanya udara segar adalah adanya tanaman di sekitar tempat kerja.
Pada siang hari, dimana biasanya manusia melakukan sebagaian besar dari kegiatannya,
pohon–pohonan merupakan penghasil oksigen yang dibutuhkan oleh pernapasan kita.
Dengan cukupnya oksigen di sekitar kita, ditambah dengan pengaruh secara psikologis
akibat adanya tanaman – tanaman di sekitar tempat kerja, keduanya akan memberikan
kesejukan dan kesegaran pada jasmani kita. Rasa sejuk dan segar selama bekerja akan
sangat membantu untuk mempercepat pemulihan tubuh akibat lelah setelah bekerja.

I. Warna
Yang dimaksud disini adalah warna tembok ruangan tempat kerja, dimana warna
ini selain berpengaruh terhadap kemampuan mata untuk melihat objek, juga warna di
sekitar tempat kerja berpengaruh secara psikologis bagi para pekerja. Menurut
penyelidikan, tiap warna itu memberikan pengaruh secara psikologis yang berbeda – beda
terhadap manusia. Diantaranya : warna merah bersifat merangsang; warna kuning
memberikan kesan yang luas atau lega, warna hijau atau biru memberikan kesan yang
sejuk, aman dan menyegarkan, warna gelap memberikan kesan sempit dan warna terang
memberikan kesan leluasa. Dalam keadaan dimana ruangan terasa sempit, warna yang
sesuai dapat menghilangkan kesan tersebut, hal ini secara psikologis menguntungkan
karena kesan sempit menimbulkan ketegangan.

J. Getaran Mekanis
Sesuai dengan namanya, getaran mekanis dapat diartikan sebagai getaran –getaran
yang ditimbulkan oleh alat – alat mekanis, yang sebagian dari getaran ini sampai ke tubuh
kita dan dapat menimbulkan akibat-akibat yang tidak diinginkan pada tubuh kita.
Besarnya getaran ini ditentukan oleh intensitas (meter/detik) dan frekuensi
getarnya (getaran/detik); getaran mekanis pada umumnya sangat mengganggu tubuh
karena ketidakteraturannya, baik tidak teratur dalam intensitas ataupun frekuensinya.
Sedangkan alat–alat yang ada dalam tubuh kita pun mempunyai frekuensi alami, dimana
alat yang satu berbeda frekuensi alaminya dengan alat yang lain. Gangguan terbesar
terhadap suatu alat dalam tubuh terjadi apabila frekuensi alami ini beresonansi dengan
frekuensi dari getaran mekanis. Secara umum getaran mekanis ini dapat mengganggu
tubuh dalam hal :
1. Mempengaruhi konsentrasi bekerja
2. Mempercepat datangnya kelelahan
3. Dapat menyebabkan timbulnya beberapa penyakit, diantaranya karena gangguan
terhadap : mata, syaraf, peredaran darah, otot-otot, tulang–tulang, dan lain-lain.

K. Bau – bauan di Tempat Kerja


Adanya bau–bauan di sekitar tempat kerja dapat dianggap sebagai pencemaran,
apalagi kalau bau–bauan tersebut sedemikian rupa sehingga dapat mengganggu
konsentrasi bekerja, dan secara lebih jauh bau–bauan yang terjadi terus menerus bisa
mempengaruhi kepekaan penciuman.
Temperatur dan kelembaban merupakan dua faktor lingkungan yang
mempengaruhi tingkat ketajaman penciuman seseorang. Oleh karena itu pemakaian Air
Conditioning (AC) yang tepat merupakan salah satu cara yang dapat digunakan untuk
menghilangkan bau – bauan yang mengganggu disekitar tempat kerja.