Anda di halaman 1dari 12

EKSTERNALITAS dalam perekonomian.

Jadi, yang dimaksud dengan


eksternalitas hanyalah apabila tindakan seseorang
A. Latar Belakang mempunyai dampak terhadap orang lain atau segolongan
Dalam suatu perekonomian modern, setiap orang lain tanpa adanya kompensasi apapun juga sehingga
aktivitas mempunyai keterkaitan dengan aktivitas lainnya. timbul inefisiensi dalam alokasi faktor produksi.
Apabila semua keterkaitan antara suatu kegiatan dengan
B. Rumusan Masalah
kegiatan lainnya dilaksanakan melalui mekanisme pasar
atau melalui suatu sistem, maka keterkaitan antar berbagai 1. Apa faktor-faktor penyebab eksternalitas?
aktivitas tersebut tidak menimbulkan masalah. Akan tetapi 2. Bagaimana eksternalitas negatif dan positif dalam
produksi maupun konsumsi?
banyak pula keterkaitan antar kegiatan yang tidak melalui
3. Bagaimana kebijakan publik dalam mengatasi
mekanisme pasar sehingga timbul berbagai macam
masalah. Keterkaitan suatu kegiatan dengan kegiatan lain eksternalitas ?
yang tidak melalui mekanisme pasar adalah apa yang 4. Seperti apakah barang publik dan sumber daya milik
disebut dengan eksternalitas. bersama?
Secara umum dapat dikatakan bahwa eksternalitas 5. Apa analisis biaya manfaat ?
adalah suatu efek samping dari suatu tindakan pihak 6. Seperti apakah sumber daya milik bersama
tertentu terhadap pihak lain, baik dampak yang
menguntungkan maupun yang merugikan. Dalam literatur
A. Faktor-Faktor Penyebab Eksternalitas
asing, efek samping mempunyai istilah seperti : external
effects, externalities, neighboorhood effects, side effects,
Eksternalitas adalah kerugian atau keuntungan
spillover effects (Mishan, 1990). Efek samping dari suatu
yang diderita atau dinikmati pelaku ekonomi karena
kegiatan atau transaksi ekonomi bisa positif (positive
tindakan pelaku ekonomi lain yang tidak tercermin dalam
external effects, external economic) maupun negatif
harga pasar. Sedangkan efisiensi pasar adalah suatu
(negative external effects, external diseconomic). Dalam
keadaan apabila suatu pasar sudah dapat mengalokasikan
kenyataannya, baik dampak negatif maupun efek positif
seluruh sumber-sumber daya yang pada umumnya secara
bisa terjadi secara bersamaan dan simultan.
efisien. Eksternalitas timbul pada dasarnya karena
Dampak yang menguntungkan misalnya
aktivitas manusia yang tidak mengikuti prinsip-prinsip
seseorang yang membangun sesuatu pemandangan yang
ekonomi yang berwawasan lingkungan.
indah dan bagus pada lokasi tertentu mempunyai dampak
Dalam pandangan ekonomi, eksternalitas dan
positif bagi orang sekitar yang melewati lokasi tersebut.
ketidakefisienan timbul karena salah satu atau lebih dari
Sedangkan dampak negative misalnya polusi udara, air
prinsip-prinsip alokasi sumber daya yang efisien tidak
dan suara. Ada juga ekternalitas yang dikenal sebagai
terpenuhi. Karakteristik barang atau sumber daya publik,
eksternalitas yang berkaitan dengan uang (pecuniary
ketidaksempurnaan pasar, kegagalan pemerintah
externalities) yang muncul ketika dampak eksternalitas itu
merupakan keadaan-keadaan dimana unsur hak pemilikan
disebabkan oleh meningkatnya harga. Misalnya, suatu
atau pengusahaan sumber daya (property rights) tidak
perusahaan didirikan pada lokasi tertentu atau kompleks
terpenuhi. Sejauh semua faktor ini tidak ditangani dengan
perumahan baru dibangun, maka harga tanah tersebut akan
baik, maka eksternalitas dan ketidak efisienan ini tidak
melonjak tinggi.
bisa dihindari.
Meningkatnya harga tanah tersebut menimbulkan
Kalau ini dibiarkan, maka ini akan memberikan
dampak external yang negatif terhadap konsumen lain
dampak yang tidak menguntungkan terhadap ekonomi
yang ingin membeli tanah disekitar daerah tersebut.
terutama dalam jangka panjang. Bagaimana mekanisme
Dalam contoh di atas efek tersebut dalam perubahan harga
timbulnya eksternalitas dan ketidakefisienan dari alokasi
tanah, dimana kesejahteraan masyarakat berubah tetapi
sumber daya sebagai akibat dari adanya faktor diatas
perubahan itu akan kembali ke keadaan keseimbangan
diuraikan satu per satu berikut ini.
karena setiap barang akan menyamakan rasio harga-harga
Pertama, Keberadaan Barang Publik Barang
barang dengan marginal rate of substitution (MRS).
publik (public goods) adalah barang yang apabila
Jadi, suatu fakta bahwa tindakan seseorang dapat
dikonsumsi oleh individu tertentu tidak akan mengurangi
mempengaruhi orang lain tidaklah berarti adanya
konsumsi orang lain akan barang tersebut. Selanjutnya,
kegagalan pasar selama pengaruh tersebut tercermin
barang publik sempurna (pure public good) didefinisikan
dalam harga-harga sehingga tidak terjadi ketidak efisienan
sebagai barang yang harus disediakan dalam jumlah dan menguntungan pihak lain (selain produsen dan
kualitas yang sama terhadap seluruh anggota masyarakat. konsumen).
Kedua, Ketidak Sempurnaan Pasar Masalah Contoh yang dapat di kemukakan disini adalah
lingkungan bisa juga terjadi ketika salah satu partisipan pasar robot industry (robot yang khusus di rancang untuk
didalam suatu tukar manukar hak-hak kepemilikan melakukan kegiatan atau fungsi tertentu di pabrik-pabrik).
(property rights) mampu mempengaruhi hasil yang terjadi Robot adalah ujung tombak dari kemajuan tekhnologi
(outcome). Hal ini bisa terjadi pada pasar yang tidak yang mutakhir. Sebuah perusahaan yang mampu membuat
sempuna (Inperfect Market) seperti pada kasus monopoli robot, akan berkesempatan besar menemukan rancangan-
(penjual tunggal). 3. Kegagalan Pemerintah Sumber rancangan rekayasa baru yang serba lebih baik.
ketidakefisienan atau eksternalitas tidak saja diakibatkan Rancangan ini tidak hanya akan menguntungkan
oleh kegagalan pasar tetapi juga karena kegagalan perusahaan yang bersangkutan, namun juga masyarakat
pemerintah (government failure). secara keseluruhan karena pada akhrnya rancangan itu
Kegagalan pemerintah banyak diakibatkan karena akan menjadi pengetahuan umum yang bermanfaat.
kepentingan pemerintah sendiri atau kelompok tertentu Eksternalitas dalam konsumsi Sejauh ini,
(interest groups) yang tidak mendorong efisiensi. eksternalitas yang telah kita bahas hanya eksternalitas
Kelompok tertentu ini memanfaatkan pemerintah untuk yang berkaitan dengan kegiatan produksi. Selain itu masih
mencari keuntungan (rent seeking) melalui proses politik. ada eksternalitas yang terkandung dalam kegiatan
konsumsi. Konsumsi minuman beralkohol, misalnya,
B. Eksternalitas Negatif Dan Positif Dalam mengandung eksternalitas negatif jika si peminum lantas
Produksi Maupun Konsumsi mengemudikan mobil dalam keadaan mabuk atau
setengah mabuk, sehingga membahayakan pemakai jalan
Pengertian eksternalitas negatif lebih kurang lainnya. Eksternalitas dalam konsumsi ini juga ada yang
adalah efek samping yang negatif dari suatu tindakan dari bersifat positif.
pelaku ekonomi (katakanlah suatu perusahaan) yang di Contohnya adalah konsumsi pendidikan. Semakin
derita oleh pihak yang tidak terlibat dalam tindakan banyak orang yang terdidik, masyarakat atau
ekonomi tersebut (bystander). Misalnya pada umumnya pemerintahnya akan diuntungkan. Pemerintah akan lebih
pabrik akan mengeluarkan asap. Yang secara umum dapat mudah merekrut tenaga-tenaga cakap, sehingga
dikatakan bahwa setiap tindakan ekonomi berpotensi pemerintah lebih mampu menjalankan fungsinya dalam
membawa efek samping, yang permasalahannya hanya melayani masyarakat. 2.1 Solusi Swasta Terhadap
pada tingkat gangguannya saja. Eksternalitas Kita telah menyimak bahwa keberadaan
Dengan demikian, pelarangan secara total akan eksternalitas itu dapat mengakibatkan alokasi sumber daya
menghentikan kegiatan ekonomi pada sektor usaha ini. yang dilakukan oleh pasar menjadi tidak efisien. Namun
dengan adanya efek negatif ini maka biaya tidak hanya sejauh ini kita baru mengulas secara sekilas tentang cara-
ditanggung oleh perusahaan yang bersangkutan. Total cara mengatasi eksternalitas tersebut.
biaya (internal perusahaan dan eksternal perusahaan) biasa Dalam prakteknya, bukan hanya pemerintah saja
disebut sebagai biaya sosial (social cost). dengan adanya yang perlu dan dapat mengatasi eksternalitas itu,
hal tersebut mak biaya ekternal dapat dibuat menjadi melainkan juga pihak-pihak nonpemerintah, baik itu
internal sehingga menjadi biaya perusahaan yang pribadi/kelompok maupun perusahaan/ organisasi
tercantum dalam dokumen akuntansi. dengan demikian kemasyarakatan. Untuk mudahnya, kita sebut saja pihak-
biaya total perusahaan menjadi lebih tinggi dan dengan pihak nonpemerintah tersebut sebagai pihak “pribadi” atau
sendirinya akan menaikan harga jual produk yang “swasta”. Pada dasarnya, tujuan yang hendak dicapai oleh
dihasilkan. pemerintah maupun pihak swasta (perorangan dan
Eksternalitas positif adalah dampak yang kelompok), berkenaan dengan penanggulangan
menguntungkan dari suatu tindakan yang dilakukan oleh eksternalitas itu sama saja, yakni untuk mendorong alokasi
suatu pihak terhadap orang lain tanpa adanya kompensasi sumber daya agar mendekati kondisi yang optimum secara
dari pihak yang diuntungkan. Meskipun banyak pasar sosial. Pada bagian pembahasan berikut kita akan
dimana biaya social melebihi biaya pribadi, ada pula menelaah solusi-solusi atau upaya-upaya yang dilakukan
pasar-pasar yang justru sebaliknya, yakni biaya pribadi oleh pribadi atau swasta (private solutions) dalam
para produsen lebih besar dari biaya sosialnya di pasar mengatasi persoalan eksternalitas.
inilah, eksternalitasnya bersifat positif, dalam arti
C. Kebijakan Publik Dalam Mengatasi eksternalitas negatif, dan sebaliknya memberi subsidi
Eksternalitas untuk kegiatan-kegiatan yang memunculkan eksternalitas
positif.
Setiap kali eksternalitas muncul sehingga Pajak yang khusus diterapkan untuk mengoreksi
mengakibatkan alokasi sumber daya yang dilakukan pasar dampak dari suatu eksternalitas negatif lazim disebut
tidak efisien, pemerintah dalam melakukan salah satu dari sebagai Pajak Pigovian (Pigovian tax), mengambil nama
dua pilihan tindakan yang ada. Pilihan pertama adalah ekonom pertama yang merumuskan dan
menerapkan kebijakan-kebijakan atau pendekatan menganjurkannya, yakni Arthur Pigou (1877-1959). Para
komando dan kontrol (command-and-control policies), ekonom umumnya lebih menyukai pajak Pigovian dari
atau menerapkan kebijakan-kebijakan berdasarkan pada regulasi sebagai cara untuk mengendalikan polusi,
pendekatan pasar (market-base policies). Bagi para karena biaya penerapan pajak itu lebih murah bagi
ekonom, pilihan kedua lebih baik, karena kebijakan masyarakat secara keseluruhan.
berdasarkan pendekatan pasar akan mendorong para
pembuat keputusan di pasar swasta, untuk secara sukarela D. Analisis Biaya Manfaat
memilih mengatasi masalahnya sendiri.
Regulasi Pemerintah dapat mengatasi suatu Analisis biaya adalah suatu studi yang bertujuan
eksternalitas dengan melarang atau mewajibkan perilaku menghitung segenap biaya dan keuntungan dari suatu
tertentu dari pihak-pihak tertentu. Sebagai contoh, untuk proyek, bagi masyarakat secara keseluruhan. Hal-hal yang
mengatasi kebiasaan membuang limbah beracun ke perlu diperhatikan dalam menganalisis biaya manfaat :
sungai, yang biaya sosialnya jauh lebih besar dari pada 1. Biaya Pengadaan (Procurement Coast), yaitu semua
keuntungan pihak-pihak yang melakukannya, pemerintah biaya yang dikeluarkan berkaitan dengan pengadaan suatu
dapat menyatakannya sebagai tindakan kriminal dan akan barang.
mengadili serta menghukum pelakunya. Dalam kasus ini 2. Biaya Persiapan Operasional (Star Up Coast), yaitu
pemerintah menggunakan regulasi atau pendekatan semua biaya yang dikeluarkan sebagai upaya membuat
komando dan kontrol untuk melenyapkan eksternalitas system untuk siap di operasikan.
tadi. Namun kasus-kasus polusi umumnya tidak 3. Biaya Proyek (Project Related Coast), yaitu biaya yang
sesederhanana itu. berkaitan dengan biaya mengembangkan system termasuk
Tuntutan para pecinta lingkungan untuk biaya penerapannya.
menghapuskan segala bentuk polusi, sesungguhnya tidak 4. Biaya Operasional (Ongoing and Maintenance Coast),
mungkin terpenuhi, karana polusi merupakan efek yaitu biaya untuk mengoperasikan system agar system
sampingan tak terelakkan dari kegiatan produksi industri. dapat berjalan dengan baik. Sedangkan komponen
Contoh yang sederhana, semua kendaraan bemotor manfaat atau dalam hal ini dapat disebut juga sebagai
sesungguhnya mengeluarkan polusi. Jika polusi ini hendak efektifitas yang di dapat dari sebuah system informasi
dihapus sepenuhnya, maka segala bentuk kendaraan dapat diidentifikasikan sebagai berikut :
bermotor harus dilarang oleh pemerintah, dan hal ini tidak Manfaat atau efektifitas yang di dapat dari
mungkin dilakukan. Jadi, yang harus diupayakan bukan pengurangan biaya.
penghapusan polusi secara total, melainkan pembatasan Manfaat atau efektifitas yang di dapat dari
polusi hingga ambang tertentu, sehingga tidak terlalu pengurangan kesalahan-kesalahan
merusak lingkungan namun tidak juga menghalangi Manfaat atau efektifitas yang di dapat dari peningkatan
kegiatan produksi. kecepatan aktivitas
Untuk menentukan ambang aman tersebut, kita Manfaat atau efektifitas yang di dapat dari peningkatan
harus menghitung segala untung ruginya secara cermat. perencanaan dan pengendalian manajemen. Manfaat atau
3.2 Pajak Pigovian dan Subsidi Selain menerapkan efektifitas dari sebuah system informasi dapat juga di
regulasi, untuk mengatasi eksternalitas, pemerintah juga klasifikasikan dalam dua bentuk yaitu tangible benefist
dapat menerapkan kebijakan-kebijakan yang didasarkan dan intangible banefits.
pada pendekatan pasar, yang dapat memadukan insentif Tangible Banefits atau manfaat keuntungan yang
pribadi/swasta dengan efisiensi sosial. Sebagai contoh, berwujud adalah keuntungan penghematan atau
seperti telah disinggung diatas pemerintah dapat peningkatan di dalam perusahaan yang dapat diukur
menginternalisasikan eksternalitas dengan menggunakan secara kuantitatif dalam bentuk satuan nilai moneter/uang.
pajak terhadap kegiatan-kegiatan yang menimbulkan Intangible Benefits atau manfaat keuntungan yang tidak
berwujud adalah nilai keuntungan yang sulit atau tidak Adapun kasus kedua yaitu Pada bulan Februari
mungkin diukur dalam bentuk nilai moneter/ uang. setelah 2018, di daerah Sukoharjo Jawa Tengah tepatnya di
komponen biaya dan manfaat diketahui, maka coast and Pabrik PT.Rayon Utama Makmur(PT.RUM), adanya
benefit analysis bisa dilakukan untuk menentukan apakah masalah pencemaran polusi udara yang mengakibatkan
sebuah proyek tersebut layak atau tidak.
gangguan saluran pernafasan karena bau yang dihirup oleh
E. Sumber Daya Milik Bersama warga sekitar. Adapun warga yang merasakan pusing dan
mual-mual hingga harus menjalani perawatan. Di
Sumber daya bersama–SDB (common resources) sepanjang jalan menuju pabrik PT RUM, banyak
atau akses terbuka terhadap sumber daya tertentu ini tidak terpasang spanduk bertuliskan kecaman-kecaman warga
jauh berbeda dengan keberadaan barang publik diatas.
setempat akan bau busuk yang diduga berasal dari limbah
Sumber-sumber daya milik bersama, sama halnya dengan
pengolahan di PT RUM. "Kami sudah tak kuat, baunya itu
barang-barang publik, tidak ekskludabel. Sumber-sumber
daya ini terbuka bagi siapa saja yang ingin bikin pusing dan mual-mual," tutur Purwadi, Kepala
memanfaatkannya, dan Cuma-Cuma. Namun tidak seperti Dusun Tengklik Desa Plesan. Purwadi mengatakan bau itu
barang publik, sumber daya milik bersama memiliki sifat dirasakan warga sejak pabrik tersebut mulai beroperasi
bersaingan. Pemanfaatannya oleh seseorang, akan membuat bahan benang pada Oktober tahun lalu. Mulanya
mengurangi peluang bagi orang lain untuk melakukan hal
warga saling curiga mengira ada septic tank salah satu
yang sama.
Jadi, keberadaan sumber daya milik bersama ini, warga yang bocor. Namun, ternyata bau tersebut tak hanya
pemerintah juga perlu mempertimbangkan seberapa dirasakan warga Plesan. Warga di 16 desa di Nguter pun
banyak pemanfaatannya yang efisien. Contoh klasik merasakan bau yang sama. Bahkan bau itu pun menyebar
tentang bagaimana eksternalitas terjadi pada kasus SDB sampai Selogiri, Wonogiri, dan Jummapolo, Karanganyar.
ini adalah seperti yang diperkenalkan oleh Hardin (1968) Setiap hari, warga harus merasakan bau busuk yang tak
yang dikenal dengan istilah Tragedi Barang Umum (the
sedap dihirup. Alhasil sebagian warga yang tak kuat
Tragedy of the Commons). Pentingnya hak kepemilikan (
property right ) Salah satu bentuk kebijakan teknologi dengan bau tersebut, terpaksa harus menggunakan masker
yang paling banyak didukung oleh para ekonom adalah dalam menjalani aktivitas kesehariannya. Bau tersebut
kebijakan perlindungan hak cipta. Hukum paten juga mengganggu aktivitas belajar mengajar di sekolah-
melindungi hak eksklusif para pencipta atau penemu sekolah. Siswa di beberapa sekolah di Nguter harus
untuk memanfaatkan sendiri penemuannya, selama jangka
menggunakan masker saat di sekolah. Kebijakan dari
waktu tertentu (setelah itu penemuannya dapat
Bupati Sukoharjo Wardoyo, bahwa PT.RUM telah
dimanfaatkan oleh masyarakat luas).
melanggar aturan mengenai lingkungan hidup. Menurut,
F. Kasus Eksternalitas Sekda Sukoharjo, Agus Santosa, mengatakan PT.RUM
baru dapat beroperasi lagi ketika telah memenuhi syarat.
Contoh eksternalitas negatif terjadi di Padang
Seperti diketahui, PT.RUM berencana memasang alat
Lawas, Sumatera Utara pada September 2011. Warga
yang dapat menghilangkan polusi udara. Jika sebelum
setempat mengaku limbah dari pabrik sawit di daerah itu
membuat sungai tercemar dan ikan hasil tangkapan batas waktu PT RUM bisa memenuhi syarat, maka harus
menjadi berkurang. Setelah dituntut, pengelola pabrik dikoordinasikan dahulu dengan warga untuk uji coba.
memberikan kompensasi ganti rugi kepada warga.
Kompensasi ini, bagi pengelola pabrik, adalah tambahan Contoh Eksternalitas positif misalnya di jepang
biaya produksi dan seharusnya ikut tercermin di harga yag sudah sangat canggih dengan teknologinya di
sawit yang ia produksi. Jika ia secara konsisten kemukakan disini adalah pasar robot industry (robot yang
memberikan kompensasi (mengeluarkan biaya sosial), khusus di rancang untuk melakukan kegiatan atau fungsi
maka biaya membuat sawit menjadi lebih mahal dan
tertentu di pabrik-pabrik). Robot adalah ujung tombak dari
harganya juga naik. Karena harga naik, kuantitas sawit
kemajuan tekhnologi yang mutakhir. Sebuah perusahaan
yang dibeli berkurang. Namun demikian, inilah yang
secara sosial seharusnya terjadi. yang mampu membuat robot, akan berkesempatan besar
menemukan rancangan-rancangan rekayasa baru yang tidak mampu menangani efek-efek eksternal, seperti
serba lebih baik. Rancangan ini tidak hanya akan polusi, pemerintahan membantu dengan ikut campur.
menguntungkan perusahaan yang bersangkutan, namun Kadang-kadang pemerintah menghindari
juga masyarakat secara keseluruhan karena pada akhrnya dilakukannya kegiatan –kegiatan yang tidak efisien dari
segi sosial dengan melarang perilaku-perilaku tertentu.
rancangan itu akan menjadi pengetahuan umum yang
Pada kesempatan yang lain, pemerintah
bermanfaat.
menginternalisasikan eksternalitas dengan menerapkan
pajak Pigovian suatu kebijakan Publik yang lain adalah
Adapun kasus yang kedua yaitu bisnis properti di
mengeluarkan izin. Sebagai contoh, pemerintah dapat
Kota Semarang bakal terus mengalami pertumbuhan yang
melindungi lingkungan dengan mengeluarkan sejumlah
signifikan. Hal itu terjadi menyusul terus bertambahnya terbatas izin berpolusi. Hasil akhir dari kebijakan ini
hotel dan hunian vertikal, seperti apartemen di Kota hampir sama dengan penerapan pajak Pigovian terhdap
Semarang. Salah satu perusahaan properti, PT PP Properti para polusi.
bahkan berencana membangun apartemen serta hotel di
Kota Semarang dalam waktu dekat ini. PT PP Properti POLITIK KEUANGAN DAN
berencana membangun tiga tower dan hotel yang terletak ANGGARAN : DESENTRALISASI
di tiga lokasi yang berbeda, yakni JL.Setia Budi, DAN OTONOMI DAERAH
JL.Pemuda dan Ngaliyan. Karena mahalnya harga tanah
untuk sejumlah kota besar seperti Kota Semarang ini, Pada hari Selasa, 14 Juni 2011, Fakultas Ilmu Sosial dan
Ilmu Politik Universitas Airlangga berkesempatan
membuat hunian vertikal bisa menjadi solusi bagi mengadakan kuliah seminar yang diisi oleh Prof. Dr.
pengembangan membangun rumah yang ramah Pratikno M.SocS. Beliau adalah Dekan FISIPOL UGM
saat ini, dan salah satu pakar ahli dibidang otonomi
lingkungan dengan harga yang terjangkau. Serta membuat daerah. Secara kebetulan mahasiswa yang mengambil
lapangan pekerjaan guna untuk masyrakat yang mata kuliah Politik Keuangan dan Anggara kelas Politik
mendapatkan tugas untuk merangkum apa yang beliau
membutuhkan. sampaikan. Selain itu mahasiswa Magister Ilmu Politik
dan anak dari jurusan Administrasi Negara juga wajib
Kesimpulan mengikuti seminar ini. Berikut adalah rangkuman yang
merupakan tugas mata kuliah PolKeu.
Ketika suatu transaksi antara pembeli dan penjual
secara langsung memengaruhi pihak ketiga, efek ini
Dilakukannya desentralisasi fiskal dalam rangka
disebut suatu eksternalitas. Eksternalitas negatif seperti pemenuhan kewajiban dalam otonomi daerah. Otonomi
polusi, menyebabkan jumlah optimal secara sosial dalam daerah yang dilakukan pasca reformasi muncul
pasar kurang dari jumlah keseimbangannya. Eksternalitas disebabkan oleh tuntutan agar dilakukannya desentralisasi
kekuasaan dari sentralistik era Orda Baru. Pemerintah
positif, seperti imbas teknologi, menyebabkan jumlah Pusat melakukan pembagian kewenangan dan urusan
optimal secara sosial lebih dari jumlah keseimbanganya. kepada pemerintah daerah, yaitu provinsi dan
Pihak-pihak yang terkena efek dari eksternalitas dapat kabupaten/kota di Indonesia. Pemerintah memiliki
Peraturan Pemerintah (PP) nomor 38 tahun 2007 tentang
menyelesaikan masalah mereka sendiri. Sebagai contoh
Pembagian Urusan Pemerintahan antara Pemerintah,
ketika suatu bisnis menghasilkan eksternalitas bagi bisnis Pemerintah Daerah Provinsi, dan Pemerintahan Daerah
lain keduanya dapat menginternalisasikan eksternalitas itu Kabupaten/Kota. Menurut Bab II Pasal 2 ayat (2)
dengan cara merger. dijabarkan bahwa pemerintah pusat mnegurusi urusan
politik luar negeri, pertahanan, keamanan, yustisi, moneter
Alternatifnya pihak-pihak yang berkepentingan dan fiskal nasional, serta agama.
dapat mengatasi masalah itu dengan mengalokasikan
kontrak. Menurut teori macoase, jika orang-orang dapat Sementara itu dalam Bab II Pasal 2 ayat (4) pemerintahan
melakukan tawar menawar tanpa memakan biaya, maka daerah mendapatkan 31 bidang urusan, diantaranya
masalah pendidikan, kesehatan, pekerjaan umum,
mereka selau dapat mencapai kesepakatan yang dapat perumahan, penataan ruang, perencanaan pembangunan,
mengalokasikan sumber daya dengan efisien. Akan tetapi perhubungan, lingkungan hidup, pertanahan,
pada banyak kasus, mencapai sesuatu kesempatan antara kependudukan dan catatan sipil, pemberdayaan
perempuan dan perlindungan anak, keluarga berencana
banyak pihak berkepentingan sulit terjadi, sehingga
dan keluarga sejahtera, sosial, ketenagakerjaan dan
trorema coase tidak berlaku. Ketika pihak-pihak swasta ketransmigrasian, koperasi dan usaha kecil dan menengah,
penanaman modal, kebudayaan dan pariwisata,
kepemudaan dan olah raga, kesatuan bangsa dan politik Provinsi tahun 2010, empat besar diduduki oleh provinsi
dalam negeri, otonomi daerah, pemerintahan umum, di Jawa, sementara provinsi luar Jawa masih didominasi
administrasi keuangan daerah, perangkat daerah, oleh provinsi di Pulau Sumatera dan Kalimantan.
kepegawaian, dan persandian, pemberdayaan masyarakat Bandingkan dengan data 10 besar terendah dalam PAD
dan desa, statistik, kearsipan, perpustakaan, komunikasi 2010, yang didominasi provinsi dari Sulawesi, Papua,
dan informatika, serta pertanian dan ketahanan pangan Maluku, dan Nusa Tenggara. Apalagi ketika melihat PAD
yang terdiri dari kehutanan, energi dan sumber daya kabupaten/kota 2010, kota Surabaya (Jawa) dan kabupaten
mineral, kelautan dan perikanan, perdagangan dan Badung (Bali) menempati dua teratas, sementara posisi 10
perindustrian. besar terendah masih didominasi kabupaten/koa di Papua,
Nusa Tenggara meskipun Mimika merupakan salah satu
Pendelegasian wewenang yang dilakukan bukan hanya kota yang memiliki PAD terbesar nomor 8. Posisi PAD
melakukan desentralisasi kekuasaan dan fungsi semata kota Surabaya senilai hampir 1,040 trilliun rupiah.
namun juga dilakukannya desentralisasi fiskal. Bandingkan dengan Kabupaten Nias Barat yang berada di
Desentralisasi fiskal dilakukan dalam rangka kewajiban posisi 10 besar terendah yang hanya memiliki PAD senilai
pemberian bantuan dana dari pemerintah pusat kepada 1 miliar rupiah. Atau dengan kabupaten Tambraw, yang
pemerintah daerah. Bantuan tersebut tertuang dalam Dana berada di posisi 2 terbawah dengan PAD yang hanya 56
Perimbangan yang terdiri dari Dana Alokasi Umum, Dana juta rupiah, bahkan kabupaten Maybrat yang baru saja
Alokasi Khusus serta Bagi Hasil Pajak/Bukan Pajak. didirikan belum memiliki PAD sama sekali.
Pemberian dana bantuan sesuai dengan pembagian fungsi
dari pemerintah pusat ke daerah dinamakan dengan money Sementara dalam dana perimbangan, muncul Kabupaten
follow function, dimana adanya pemberian fungsi Kutai Kertanegara dan Kabupaten Bengkalis yang
kewenangan dan pendelegasian kekuasaan diikuti dengan memiliki dana perimbangan yang hampir menyentuh nilai
fungsi anggaran yang dialihkan kepada daerah. Sehingga 3,7 triliun rupiah dan 2 triliun rupiah. Dengan catatan,
semakin besar pembagian fungsi yang diberikan secara kedua daerah tersebut tidak mendapatkan dana alokasi
langsung ikut memperbesar pemberian bantuan dananya. umum (DAU), namun memiliki penghasilan dari dana
bagi hasil pajak/bukan pajak yang relatif sangat besar.
Pada dasarnya pemerintah daerah sudah diberi rambu- Sementara kota Bogor, kota Bandung, dan kota Garut
rambu oleh pemerintah hanya boleh mengelola mendapatkan bantuan DAU diatas 1 triliun rupiah, jauh
pendapatan yang terdiri dari pajak daerah, retribusi, bagi lebih besar dari daerah lain. Bandingkan dengan
hasil perusahaan daerah, serta pinjaman daerah. Diluar itu Kabupaten Nias Utara dan Kabupaten Nias Barat yang
dana masih masuk ke kas negara, namun ada pemberian hanya memiliki dana perimbangan kurang dari 200 miliar
bagi hasil bagi daerah seperti bagi hasil pertambangan. rupiah, dengan bantuan DAU yang hanya 60 sampai
dengan 100 juta rupiah. Bahkan Kabupaten Sabu Raijua
Pada dasarnya, setiap daerah memiliki Pendapatan Asli hanya memiliki dana perimbangan kurang dari 110 miliar
Daerah (PAD) yang berbeda-beda. Pajak, retribusi sebagai rupiah. Dalam distribusi dana perimbangan, ternyata
salah satu dana terbesar dalam pendapatan daerah sebanyak 62% dana pemerintah pusat masuk ke kas
jumlahnya tergantung kepada jumlah penduduk di setiap daerah di Jawa, Bali dan Sumatera. Bandingkan dengan
daerah, usaha jasa seperti reklame, parkir, pariwisata, Papua, Maluku dan Nusa Tenggara bahkan mendapatkan
sewa toko juga tidak dimiliki oleh daerah dalam jumlah dana yang tidak mencapai 10%.
yang sama. Hal ini menyebabkan terjadinya ketimpangan
didalam PAD. Fungsi desentralisasi fiskal menjadi Berdasarkan paparan diatas, maka sangat terlihat bahwa
vertical fiscal balance dan horisontal fiscal balance. daerah di Jawa-Bali masih sangat mendominasi dalam hal
Vertical fiscal balance berarati mengurangi sentralisasi penerimaan pajak dan dana alokasi. Sementara itu, daerah
dalam pengelolaan anggaran seperti yang terjadi pada era di Sumatera dan kalimantan bisa mengungguli dalam
Orde Baru. Sedangkan horisontal fiscal balance berusaha pendapatan di sektor perambangan. Bagaimanakah dengan
mengurangi ketimpangan yang terjadi antara daerah yang daerah berada di luar Jawa dan tidak memiliki kekayaan
satu dengan daerah yang lain. alam yang melimpah. Sementara itu, dari analisis Forum
untuk Transparasi Anggaran (FITRA) untuk tahun 2009,
Kesenjangan inilah yang terjadi ketika era Orde Baru. penggunaan APBD sebesar 64,03% habis digunakan
Dimana Aceh dan Papua memiliki sumber daya yang untuk belanja pegawai birokrat saja. Bahkan untuk tahun
melimpah, namun dalam pengelolaan secara sentralistik 2010, malah terjadi kenaikan mencapai nilai 66,11%.
menyebabkan daerah tersebut tidak pernah menikmati Sisanya kurang dari 40% yang digunakan untuk belanja
hasil kekayaan daerah mereka sendiri. Bagitu juga derah publik. Ini artinya bagaimanakah pembangunan akan
lain seperti Kalimantan Timur dan Riau menyebabkan dilakuakan, ketika dana APBD saja sudah habis untuk
terjadinya pergejolakan. Ketimpangan pembangunan yang membiayai pegawai administrasinya, bukan untuk
terjadi antara di Jawa dengan daerah diluar Jawa yang membiayai pembangunan daerah. Padahal ketika
menyebabkan banyaknya tuntutan otonomi daerah setelah pembangunan dilakukan, seperti pembangunan jalan bisa
era reformasi. meningkatkan roda perekonomian daerah. Peningkatan
pembangunan pariwisata, juga turut memberikan porsi
besar dalam pendapatan di bidang pajak, seperti di
Namun ternyata setelah dilakukan otonomi daerah diikuti
Kabupaten Badung, Bali.
dengan desentalisasi fiskal berjalan kurang maksimal.
Masih munculnya disparitas yang terjadi antara Jawa Bali
dengan daerah diluar Jawa-Bali. Seperti dalam data PAD Otonomi daerah menyebabkan banyak daerah berlomba-
lomba memekarkan daerah mereka dengan harapan bisa
mendapatkan dana yang besar kemudian berusaha secara pengeluaran di daerah. Dibutuhkan juga penyederhanaan
mandiri untuk bisa mengelola dana yang ada dalam rangka sistem administrasi. Mengingat desentralisasi saat ini
melakukan pembangunan. Namun kenyataan. tidak menyebabkan fungsi kewenangan dan fiskal dilakukan
seindah yang diimpikan, sebab sebelum melakukan sepenuhnya di daerah, maka dibutuhkan penyederhanan
pembangunan saja dana yang ada sudah habis digunakan sistem administrasi. Salah satunya adalah dalam hal
untuk membiayai aparatur-aparatur di daerah. Lantas pengurusan izin pendirian usaha oleh pihak swasta.
bagaimanakah pembangunan bisa berjalan maksimal, Swasta bisa turut mendukung pertumbuhan ekonomi di
ketika dana yang digunakan saja tidak mencapai separo daerah. Namun, kenyataannya saat ini memang
anggaran APBD. Padahal ketika daerah tidak memiliki penanaman modal oleh pihak swasta masih terkonsentrasi
kekayaan sumber daya, maka dalam upaya pendorongan di daerah di Jawa, Bali dan Sumatera. Sehingga perlu ada
pendapatan daerah perlu dilakukan pembangunan dalam upaya pembangunan berkelanjutan di daerah-daerah
rangka mendorong pihak swasta agar mau berinvestasi tertinggal. Selain itu, pada dasarnya pembangunan yang
disana. Namun, berdasarkan data bahwa investasi swasta dilakukan bisa bersifat lintas batas. Contohnya ketika
lebih dari 50% masih terkonsentrasi di Jawa-Bali. Bakan daerah A berhasil melakukan pembangunan jalan raya
untuk Papua, Nusa tenggara dan Maluku tidak mencapai demi menunjang sarana fisiknya, maka daerah di
1% dari total penanaman modal dalam negeri (PMDN) di sebelahnya juga mendapatkan manfaat dari adanya
Indonesia. pembangunan tersebut. Sehingga antara daerah yang
berdekatan harus dilakukan upaya pembangunan yang
Kondisi di Indonesia sebenarnya pelaksanaan otonomi berkesinambungan agar semakin memperkuat
sudah lumayan baik. Dimana otonomi berhasil melakukan perekonomian di daerah.
pemilihan wakil legislatif maupun eksekutif secara
langsung di daerah. Kemudian otonomi yang ada juga Namun memang terjadinya disparitas di Indonesia masih
diikuti dengan desentralisasi fiskal, sebenarnya bisa menjadi momok menakutkan bagi bangsa ini. Adanya
menjadikan daerahnya memaksimalkan pendapatan yang tugas besar baik bagi pemerintah pusat maupun daerah itu
dimiliki daerahnya. Namun sebelum adanya pendelegasian sendiri, agar dilakukan kontrol dan pengawasan. Selain itu
wewenang dari pemerintah pusat, maka perlu dilakukan dibutuhkan kemampuan kreatifitas dan inovasi dari
peyerahan tanggaung jawab pertama terhadap pemerintah pemerintah daerah agar bisa mengembangkan potensi
daerah terlebih dahulu. Pelayanan yang sekiranya yang dimiliki daerahnya. Diharapkan pemerintah daerah
memiliki dampak signifikan bagi kebutuhan daerah jangan selalu menggantungkan pendapatan dari bantuan
tersebut perlu di kembangkan, ulai dari didanai oleh pemerintah pusat, namun dengan adanya desentralisasi
pemerintah daerah, kemudian hasilnya juga masuk maka pemerintah daerah bisa melakukan kerjasama
langsung ke kas daerah. kemitraan dengan pihak swasta agar mau menanamkan
investasinya di daerah mereka. Upaya kemitraan ini tetap
Kemudian diperlukan bantuan secara teknis kepada harus disesuaikan dengan kondisi masyarakat disana.
pemerintahan daerah. Sebab banyaknya daerah-baerah Sebab memang pada dasarnya swasta selalu melihat
pemekaran menyebabkan belum banyaknya tenaga keuntungan saja, sehingga slaah satu hal yang bisa di
terampil dan ahli di bidang administrasi, khususnya daerah dorong adalah adanya pengembangan potensi pariwisata
di luar pulau Jawa. Sehingga pemerintah harus terus di daerah. Sebenarnya banyak keindahan alam dan
melakukan pemantauan dan pengawasan secara ketat keunikan daerah yang masih belum dikerjakan secara
mulai dari keterbukaan, trasparasi, pelaksanaan distribusi maksimal, yang biasanya memang terbentur dengan
anggaran dan sebagainya. kondisi pembangunan yang ada. Sehingga perlu ada
prioritas pembangunan sarana fisik di daerah. Sebab
Pemerintah pusat juga harus bisa mengkondisikan keadaan dengan pembangunan infrasturktur bisa meningkatkan
daerah perkotaan dengan pedesaan. Tidak boleh dilakukan perekonomian, mulai dari wisata hingga perindustrian.
penyamarataan sistem dan aturan, sebab keduanya
memiliki kemampuan yang berbeda dlama melakukan Terjadinya mark up maupun mark down dana, pada
pendanaan di daerahnya. Selain itu daerah di luar Jawa kenyataannya sangat jelas terlihat didalam penyusunan
juga harus mendapatkan perhatian dari pemerintah. APBD. Namun memang seperti yang dikatakan oleh
Pembanguann yang selama ini terlalu terpusat di daerah Profesor Pratikno, bahwa terjadinya black politics yang
Jawa, maka perlu dilakukan prioritas dilakukannya paling besar bukan hanya didalam proses penyusunan
pembangunan di luar Jawa. anggara, namun lebih kepada banyaknya dana diluar
anggara yang sebenarnya bisa dijadikan pendapatan
Penerapan batasan anggaran yang ketat. Hal ini akan daerah namun kenyatannya masih menjadi monopoli
berimplikasi kepada kemampuan daerah untuk mendanai kelompok atau perseorangan saja.
kebutuhan pembangunannya tanpa bantuan dari
pemeirntahan pusat. Perlu dilakukannya pengawasan dan Seharusnya pemerintah daerah menjadikan desentralisasi
arahan terhadap pengeluaran di daerah. sebagai semangat pembangunan daerah dan kearifan
budaya lokal, bukan malah sebagai upaya untuk
Pemerintah daerah juga harus mematuhi segala aturan menjadikan diri sebagai raja-raja kecil di daerah. Selain
yang dibuat oleh pemerintah pusat. Dengan adanya itu semangat pembangunan juga perlu dilakukan oleh
kontrol yang penuh terhadap pemerintah daerah maka seluruh lapisan masyarakat, sebab dibutuhkan peran serta
diharapkan pemerintah daerh bisa memaksimalkan masyarakat sebagai pengawas dan transparasi keuangan
pendapatan serta bisa dilakukannya kntrol terhadap daerah. Upaya pemerintah dalam membuat aturan dan
pengawasan yang ketat dalam transparasi keuangan daerah
juga harus dipatuhi oleh semua pemerintah daerah. Aturan 2000 tentang Pajak Daerah dan Retribusi Daerah, retribusi
harus bisa dijadikan kontrol agar pemerintahan daerah
adalah pungutan daerah sebagai pembayaran atas jasa atau
bisa memaksimalkan pelayanan transparasi keuangan
publik dan menjadikan daerah yang dimilikinya mampu pemberian izin tertentu yang khusus disediakan dan/atau
mengembangkan potensi yang dimiliki secara maksimal.
diberikan oleh pemerintah daerah untuk kepentingan
orang pribadi atau umum. Meskipun pajak dan retribusi
PAJAK
berbeda namun keduanya mempunyai fungsi yang sama,
Pajak Retribusi yaitu sebagai sumber pendapatan. Contoh retribusi antara
Peraturan Pemerintah, lain karcis parkir kendaraan, karcis pasar, karcis masuk
Dasar Peraturan Menteri,
Undang-Undang terminal, dan lain-lain.
Hukum Peraturan Pejabat yang
lebih rendah
Langsung dan nyata
Balas Jasa Tidak langsung terhadap individu yang Prinsip-Prinsip Pemungutan Pajak
bersangkutan
Supaya pemungutan pajak benar-benar efektif, terdapat
Umum (contohnya
penghasilan, Individu tertentu yang lima prinsip yang harus dijalankan dalam pelaksanaan
Objek kendaraan, laba menggunakan jasa pemungutan pajak.
perusahaan, pemerintah
kekayaan) a. Prinsip Keadilan ( Equity Equity)
Dapat dipaksakan Dapat dipaksakan. Keadilan dalam pemungutan pajak artinya pajak
menurut Undang- Namun, paksaan
Undang sehingga tersebut bersifat dikenakan secara umum dan sesuai dengan kemampuan
Sifat wajib dibayarkan. ekonomis yang hanya wajib pajak atau sebanding dengan tingkat
Jika tidak dipenuhi, berlaku pada orang
objek akan dikenai yang menggunakan jasa penghasilannya.
sanksi pemerintah tersebut b. Prinsip Kepastian (Certainty)
Pemerintah (negara) Pemungutan pajak harus dilakukan dengan tegas, jelas,
Lembaga
baik pemerintah pusat Pemerintah daerah
Pemungut dan ada kepastian hukum. Hal ini dimaksudkan agar
maupun daerah.
Kesejahteraan individu mudah dimengerti oleh wajib pajak dan memudahkan
Tujuan Kesejahteraan umum yang menggunakan jasa
administrasi.
pemerintah tersebut
Direktorat Jenderal Dinas Pendapatan c. Prinsip Kecocokan/Kelayakan ( Convience Convience)
Pengelola
Pajak Daerah (Dispenda) Pajak yang dipungut hendaknya tidak memberatkan wajib
pajak. Artinya pemerintah harus memerhatikan layak atau
Definisi Pajak : tidaknya seseorang dikenakan pajak sehingga orang yang
Kontribusi wajib rakyat kepada kas negara berdasarkan dikenai pajak akan senang hati membayar pajak.
undang-undang —sehingga dapat dipaksakan— dengan d. Prinsip Ekonomi ( Economy Economy)
tiada mendapat balas jasa secara langsung. Pajak dipungut Pada saat menetapkan dan memungut pajak harus
penguasa berdasarkan norma-norma hukum guna menutup mempertimbangkan biaya pemungutan pajak. Jangan
biaya produksi barang-barang dan jasa kolektif untuk sampai biaya pemungutannya lebih tinggi dari pajak yang
mencapai kesejahteraan umum. Contohnya adalah PPh dikenakan
dan PPN.
Definisi Retribusi : Unsur-Unsur Pajak
Pungutan daerah sebagai pembayaran atas jasa atau Berdasarkan pengertian pajak di atas, setiap pajak terdiri
pemberian izin tertentu yang khusus disediakan dan/atau atas beberapa unsur. Berikut ini unsur-unsur pajak :
diberikan oleh Pemerintah Daerah untuk kepentingan a. Subjek Pajak
orang pribadi atau badan. Contohnya adalah retribusi Subjek pajak adalah orang pribadi atau badan yang
parkir dan retribusi sampah. menurut ketentuan peraturan perundang-undangan
Berdasarkan Undang-Undang Nomor 18 Tahun 1997 yang perpajakan ditentukan untuk melakukan kewajiban
telah diubah dengan Undang-Undang Nomor 34 Tahun perpajakan termasuk pemungut pajak atau pemotong pajak
tertentu, misalnya pegawai, pengusaha, dan perusahaan. jumlah yang dikenakan pajak. Contoh tarif pajak tetap
Setiap wajib pajak wajib mendaftarkan diri ke Kantor adalah bea meterai.
Pelayanan Pajak setempat, kemudian wajib pajak akan
mendapatkan Nomor Pokok Wajib Pajak (NPWP) sebagai Fungsi Pajak dalam Perekonomian Indonesia
tanda pengenal. Wajib pajak harus melaporkan kekayaan 1. Sumber Pendapatan Negara
dan jumlah pajak yang menjadi tanggungannya kepada Sebagaimana yang sudah dijelaskan di atas, bahwa pajak
kantor pelayanan pajak setempat setiap tahun. merupakan sumber utama pendapatan negara. Pajak yang
b. Objek Pajak dipungut digunakan pemerintah untuk membiayai
Objek pajak adalah sesuatu yang dikenakan pajak, pengeluaran negara seperti pengeluaran rutin dan
misalnya penghasilan seseorang yang melebihi jumlah pengeluaran pembangunan. Pengeluaran rutin adalah
tertentu, tanah, bangunan, laba perusahaan, kekayaan, pengeluaran negara untuk menyelenggarakan
mobil. Apabila setiap tahun ayah kalian membayar pajak pemerintahan yang bersifat rutin, seperti menggaji
bumi dan bangunan (PBB), tanah dan bangunan yang pegawai negeri sipil, membeli peralatan kegiatan
dimiliki ayah kalian dikatakan sebagai objek pajak. pemerintahan, membayar bunga pinjaman, dan
c. Tarif Pajak sebagainya. Adapun pengeluaran pembangunan seperti
Tarif pajak adalah ketentuan besar kecilnya pajak yang pembangunan jembatan, jalan raya, gedung sekolah, dan
harus dibayar oleh wajib pajak terhadap objek pajak yang sebagainya.
menjadi tanggungannya. Semua jenis pajak mempunyai 2. Pengatur Kegiatan Ekonomi
tarif yang berbeda-beda. Tarif pajak untuk pajak bumi dan Pajak dapat berfungsi untuk mengatur perekonomian.
bangunan berbeda dengan tarif pajak penghasilan dan Sebagai contoh untuk meningkatkan investasi, pemerintah
pajak pertambahan nilai. Perbedaan tarif pajak disebabkan dapat menurunkan pajak guna merangsang
oleh karena sistem pajak Indonesia yang menggunakan pengusahapengusaha untuk menanamkan modalnya.
sistem tarif pajak progresif sehingga pemerintah Contoh lainnya untuk membatasi pola hidup konsumtif
menyusun kebijakan-kebijakan yang membedakan tarif pemerintah mengenakan pajak atas barang-barang mewah,
pajak sesuai dengan keadaan ekonomi negara dan program dan sebagainya.
pembangunan. Berikut ini beberapa bentuk tarif pajak : 3. Pemerataan Pembangunan dan Pendapatan Masyarakat
1) Tarif pajak progresif Pendapatan masyarakat berbeda antara daerah satu dengan
Tarif pajak progresif adalah tarif pemungutan pajak daerah yang lainnya, sehingga mengakibatkan perbedaan
dengan persentase yang semakin meningkat mengikuti pada pemerataan pembangunan ekonomi. Tarif pajak yang
pertambahan jumlah pendapatan yang dikenakan pajak. dikenakan pada masyarakat yang berpenghasilan tinggi
2) Tarif pajak degresif lebih tinggi daripada masyarakat yang berpenghasilan
Tarif pajak degresif adalah tarif pemungutan pajak dengan rendah. Penerimaan pajak dari masyarakat yang
persentase yang semakin kecil ketika jumlah pendapatan berpenghasilan tinggi digunakan untuk membangun
yang dikenakan pajak semakin besar. sarana dan prasarana ekonomi di daerah kurang maju,
3) Tarif pajak proporsional seperti pembangunan pasar, rumah sakit, sekolah, dan
Tarif pajak proporsional adalah tarif pemungutan pajak sebagainya. Oleh karena itu pajak akan dapat
dengan persentase tetap, berapa pun jumlah pendapatan memeratakan pembangunan dan dapat meningkatkan
yang digunakan sebagai dasar pengenaan pajak. pendapatan masyarakat di daerah tertinggal.
4) Tarif pajak tetap 4. Sarana Stabilitas Ekonomi
Tarif pajak tetap adalah tarif pemungutan pajak dengan Pajak dapat berfungsi sebagai stabilitas ekonomi.
besar yang sama untuk semua jumlah. Dengan demikian, Misalnya untuk meningkatkan kesempatan kerja,
besarnya pajak yang terutang tidak tergantung pada pemerintah menurunkan tarif pajak. Tarif pajak yang
rendah memungkinkan masyarakat mengeluarkan uangnya
lebih banyak untuk membeli barang. Banyaknya mengkonsumsi Barang Kena Pajak atau Jasa Kena Pajak
dikenakan PPN. Pada dasarnya, setiap barang dan jasa
permintaan akan barang menyebabkan perusahaan harus
adalah Barang Kena Pajak atau Jasa Kena Pajak, kecuali
lebih banyak memproduksi barang, akibatnya perusahaan ditentukan lain oleh Undang-undang PPN. Tarif PPN
adalah tunggal yaitu sebesar 10%. Dalam hal ekspor, tarif
akan menuntut tambahan tenaga kerja. Oleh karena itu,
PPN adalah 0%. Yang dimaksud Dengan Pabean adalah
pajak dapat meningkatkan kesempatan kerja bagi wilayah Republik Indonesia yang meliputi wilayah darat,
peraian, dan ruang udara diatasnya.
masyarakat.
 Pajak pajak penjualan atas barang mewah
(PPnBM)
SUMBER PENERIMAAN
PEMERINTAH Selain dikenakan PPN, atas barang-barang kena pajak
tertentu yang tergolong mewah, juga dikenakan PPn BM.
Menurut UU RI Nomor 17 tahun 2003 tentang Yang dimaksud dengan Barang Kena Pajak yang
keuangan Negara, pendapatan Negara dan hibah adalah tergolong mewah adalah :
semua penerimaan Negara yang berasal dari penerimaan a.Barang tersebut bukan merupakan barang kebutuhan
perpajakan, penerimaan negara bukan pajak,serta pokok
penerimaan hibah dari dalam negeri dan luar negeri. b.Barang tersebut dikonsumsi oleh masyarakat tertentu
c.Pada umumnya barang tersebut dikonsumsi oleh
masyarakat berpenghasilan tinggi
1. SUMBER PENDAPATAN NEGARA d.Barang tersebut dikonsumsi untuk menunjukkan status
(PEMERINTAH PUSAT): e.Apabila dikonsumsi dapat merusak kesehatan dan moral
masyarakat, serta mengganggu ketertiban masyarakat.
Pajak Pusat adalah pajak-pajak yang dikelola oleh
Pemerintah Pusat yang dalam hal ini sebagian dikelola
 Bea Materai
oleh Direktorat Jenderal Pajak – Departemen Keuangan.
Pajak-pajak Pusat yang dikelola oleh Direktorat Jenderal
Pajak meliputi : Adalah pajak yang dikenakan atas dokumen , seperti surat
perjanjian , akta notaries, serta kwitansi pembayaran, surat
berharga, dan efek yang memuat jumlah uang atau
PENERIMAAN DALAM NEGRI
nominal diatas jumlah tertentu sesuai dengan ketentuan.
1. Penerimaan Perpajakan
 Pajak Bumi dan Bangunan (PBB)
Penerimaan perpajakan adalah semua penerimaan yang
PBB adalah pajak yang dikenakan atas kepemilikan atau
terdiri dari pajak dalam negri dan pajak perdagangan
pemanfaatan tanah dan atau bangunan. PBB merupakan
internasional.
Pajak Pusat namun demikian hampir seluruh realisasi
penerimaan PBB diserahkan kepada Pemerintah Daerah
 Pajak dalam negri. Terdiri atas: baik Propinsi maupun Kabupaten/Kota.
 Pajak penghasilan (PPh)
 Bea Perolehan Hak Atas Tanah dan Bangunan
PPh adalah pajak yang dikenakan kepada orang pribadi (BPHTB)
atau badan atas penghasilan yang diterima atau diperoleh
dalam suatu Tahun Pajak. Yang dimaksud dengan
BPHTB adalah pajak yang dikenakan atas perolehan hak
penghasilan adlah setiap tambahan kemampuan ekonomis
atas tanah dan atau bangunan. Seperti halnya PBB,
yang berasal baik dari Indonesia maupun dari luar
walaupun BPHTB dikelola oleh Pemerintah Pusat namun
Indonesia yang dapat digunakan untuk konsumsi atau
realisasi penerimaan BPHTB seluruhnya diserahkan
untuk menambah kekayaan dengan nama dan dalam
kepada Pemerintah Daerah baik Propinsi maupun
bentuk apapun.
Kabupaten/Kota sesuai dengan ketentuan.
Dengan demikian maka penghasilan itu dapat berupa
– Cukai Serta pajak Lainnya.
keuntungan usaha, gaji, honorarium, hadiah, dan lain
sebagainya.
 Pajak Perdagangan Internasional. Terdiri atas:
 Bea masuk
Diantaranya yaitu pajak penerimaan Migas dan Non
 Pajak/ pungutan ekspor
Migas
1. Penerimaan Bukan Pajak
 Pajak pertambahan nilai (PPN)
 Penerimaan Sumber Daya Alam (SDA), terdiri
PPN adalah pajak yang dikenakan atas konsumsi Barang
atas migas (minyak bumi dan gas alam), non
Kena Pajak atau Jasa Kena Pajak di dalam Daerah Pabean.
migas (pertambangan umum, kehutanan,
Orang Pribadi, perusahaan, maupun pemerintah yang
perikanan, dsb)
 Laba Badan Usaha Milik Negara (BUMN) prrundang-undangan yang berlaku, yang
 Penerimaan Negara Bukan Pajak (PNBP) lainya. digunakan untuk membiayai penyelenggaraan
pemerintah daerah dan pembangunan daerah.
HIBAH
Jenis-jenis pajak daerah yaitu:
Adalah semua penerimaan Negara yang berasal
dari sumabangan swasta dalam negeri, sumbangan swasta  Pajak daerah yang dipungut oleh propinsi,
dan pemerintah luar negri. Penerimaan hibah yang dicatat meliputi:
didalam APBN merupakan suumbangan atau donasi
(grant) dari negara-negara asing,lembaga/badan 1. Pajak kendaraan bermotor dan kendaraan di atas
nasional,serta perorangan yang tidak ada kewajiban untuk air
membayar kembali.Perkembangan penerimaan negara 2. Bea Balik Nama Kendaraan Bermotor dan
yang berasal dari hibah ini dalam setiap tahun anggaran Kendaraan di Atas Air
bergantung pada komitmen dan kesediaan negara atau 3. .Pajak Bahan Bakar Kendaraan Bemotor
lembaga donatur dalam memberikan donasi (bantuan) 4. Pajak Pengambilan dan Pemanfaatan Air Bawah
kepada Pemerintah Indonesia. Tanah dan Air Permukaan

PENERIMAAN BUKAN PAJAK (PNBP)  Pajak daerah yang dipungut oleh Kabupaten
/Kota meliputi:
Adalah semua penerimaan yang diterima oleh
negara dalam bentuk penerimaan dari sumber daya 1. Pajak Hotel
alam,bagian pemerintah atas laba badan usaha milik 2. Pajak Restoran
negara,serta penerimaan negara bukan pajak lainnya. 3. Pajak Hiburan
Sebagai salah satu sumber pendapatan negara, PNBP 4. Pajak Reklame
memiliki peran yang cukup penting dalam menopang 5. Pajak Penerangan Jalan
kebutuhan pendanaan anggaran dalam APBN walaupun 6. Pajak Pengambilan Bahan Galian Golongan C
sangat rentan terhadap perkembangan berbagai faktor 7. Pajak Parkir
eksternal. PNBP juga dipengaruhi oleh perubahan 8. Retribusi Daerah adalah pungutan pemerintah
indikator ekonomi makro,terutama nilai tukar dan harga daerah kepada orang atau badan berdasarkan
minyak mentah di pasar internasional. Hal ini terutama norma-norma yang ditetapkan retribusi
karena struktur PNBP masih didomiinasi oleh penerimaan berhubungan denagan jasa timbal (
sumber daya alam (SDA), khususnya yang berasal dari kontraprestasi) yang diberikan secara langsung
penerimaan minyak bumi dan gas alam (migas), yang atas permohonan dan atau kepentingan orang atau
sangat dipengaruhi oleh perkembangan nilai tukar badan yang memerlukan, baik prestasi yang
rupiah,harga minyak mentah,dan tingkat lifting minyak. berhubungan dengan kepentingan umum maupun
yang diberikan oleh pemerintah.
2. SUMBER PENERIMAAN DAERAH 9. Hasil pengelolaan kekayaan yang dipisahkan.
10. Lain-lain PAD yang sah meliputi: hasil
Jenis-jenis sumber penerimaan pemerintah daerah penjualan kekayaan daerah yang dipisahkan, jasa
diklasifikasikan menjadi dua yaitu pendapatan daerah dan giro, pendapatan bunga, keuntungan selisih nilai
pembiayaan. tukar rupiah terhadap mata uang asing, komisi,
potongan, ataupun bentuk lain akibat dari
Pendapatan daerah merupakan hak pemerintah derah yang penjualan / pengadaan barang/jasa oleh daerah.
diakui sebagai penambahan nilai kekayaan bersih dalam
periode tahun bersangkutan . termasuk dalam kelompok DANA PERIMBANGAN
ini yaitu:
Adalah dana yang bersumber adri pendapatan APBN yang
1. Pendapatan Asli Daerah (PAD) dialokasikan kepada daerah untuk menandai kebutuhan
2. Dana Perimbangan daerah dalam rangka pelaksanaan desentralisasi dan dana
3. Pinjaman Daerah perimbangan terdiri ats:
4. Lain-lain Penerimaan yang sah
1. Dana bagi hasil,yaitu dana yang bersumber dari
PENDAPATAN ASLI DAERAH (PAD) pendapatan APBN yang dialokasikan kepada
daerah berdasarkan persentase untuk menandai
Adalah pendapatan yang diperoleh daerah yang dipungut kebutuhan daerah dalam rangka pelaksanaan
berdasarkan peraturan daerah dengan peraturan perundang desentralisasi.
–undangan. Sumber-sumber PAD: 2. Dana alokasi umum, yaitu dana yang bersumber
dari pendapatan APBN yang dialokasikan dengn
tujuan pemerataan kemampuan keuangan antar
1. Pajak Daerah adalah iuran wajib yang dilakukan
daerah untuk mendanai kebutuhan daerah dalam
oleh orang pribadi atau badan kepada derah tanpa
rangka pelaksanaan desentralisasi.
imblan langsung yang seimbang, yang dapat
3. Dana alokasi Khusus, yaitu dana yang
dipaksakan berdasarkan peraturan peraturan
bersumber dari pendapatan APBN yang
dialokasikan kepada daerah tertentu dengan § Eksternalitas negatif : ketika mendirikan pertenakan ayam
tujuan untuk memab di lingkungan perumahan, warga akan protes karena baud
an polisi yang di timbulkan
Ntu mendanai kegiatan khusu yang merupakan urusan 4. Barang Publik.
daerah yang merupakan prioritas nasional.
§ Barang publik adalah barang yang bersifat non rivalry
(bisa dinikmati orang banyak secara bersamaan) dan non
PINJAMAN DAERAH
exclusive (gratis). Umumnya disediakan pemerintah lewat
Adalah semua transaksi yang mengakibatkan Daerah pembayaran pajak oleh warga negara. Contoh : jalan raya,
menerima dari pihak lain sejumlah uang atau manfaat masjid, lampu lalu lintas, dsb
bernilai uang sehingga daerah tersebut dibebani kewajiban § Barang semi publik. Contoh : jalan tol karena tidak gratis.
untuk membayar kembali, tidak termasuk kredit jangka § Barang pribadi. Contoh : pakaian karena tidak gratis dan
pendekyang lazim terjadi dalam perdagangan. tidak bisa dipakai orang lain secara bersamaan.
5. Barang Alturisme.
LAIN-LAIN PENDAPATAN DAERAH Barang alturisme adalah barang yang
ketersediaannya berdasarkan suka rela karena alasan
Bertujuan memberi peluang kepada daerah untuk
kemanusiaan. Contoh : darah yang disediakan oleh donor
memperoleh pendapatan selain pendapatan dari PAD,
dana perimbangan , dan pinjaman daerah. Lain-lain darah.
pendapatn terdiri dari hibah dan dana darurat. Hibah
adalah penerimaan daerah yang berasal dari pemerintah
Negara asing, badan/lembagaasing, badan/lembaga Kegagalan pasar dapat terjadi karena adanya faktor-faktor
internasional, pemerintah, badan/ lembaga dalam negri di bawah ini, yaitu:
atau perseorangan, baik dalam bentuk devisa, rupiah a. Adanya Common goods
maupun barang/jasa, termasuk tenaga ahli dan pelatihan Sebelum pemerintah melakukan intervensi dengan
yang tidak perlu dibayar sama sekali. Edangkan dana menetapkan suatu kebijakan terhadap berbagai barang,
darurat adalah dana yang dibayar kembali. Sedangkan
pemerintah harus dapat membedakan jenis barang-barang
dana darurat adalah dana yang berasal dari APBN yang
dialokasikan kepada daerah yang mngalami bencana beserta permasalahannya. Jenis barang tersebut, yaitu
nasional, peristiwa luar biasa, dan atau krisis solvabiliti public good, common good, club good, dan private good.
Common good adalah barang yang tersedia bagi
Kegagalan Pasar (Market Failure) masyarakat dalam jumlah tidak terbatas, namun memiliki
nilai bersaing. Permasalahan yang terjadi pada common
Kegagalan pasar (Market Failure) adalah pasar gagal
good dapat diselesaikan dengan adanya hak kepemilikan
menjadi alat alokasi sumber daya yang efisie, sehingga
sehingga dapat diperjual belikan secara individual.
timbul biaya tambahan dan kerugian kerugian.
Common good yang dimiliki oleh negara dan tidak
Penyebab kegagalan pasar : bersifat natural monopoly harus diprivatisasi. Jika biaya
privatisasi tersebut menjadi masalah, maka sebaiknya
1. Informasi tidak sempurna. privatisasi tersebut dilakukan kepada masyarakat umum
Biasanya disebabkan karena tidak mengetahui daripada secara individual.
secara persis kualitas suatu barang.
Contoh : ketika membeli mobil bekas, kita perlu menyewa b. Adanya Unsur ketidaksempurnaan pasar
montir yang terpecaya agar kita tidak tertipu dari kualitas Ketidaksempurnaan Pasar
mobil tersebut. Kita pelu menbayar montir untuk Disebabkan oleh perkembangan ekspor tidak menciptakan
mengetahui informasi yang tidak sempurna. perkembangan yang cukup laju pada sektor-sektor
2. Daya monopoli ekonomi lainnya, seperti faktor :
Perusahaan yang memili daya monopoli sering • Mobilitas
kali seenaknya menaikan harga, sehingga konsumen • Produksi yang terbatas
membayar lebih mahal. • Tingkat pendidikan masyarakat sangat rendah
3. Eksternalitas • Kurangnya pengembangan tehnologi
Eksternalitas adalah keuntungan atau kerugian • Kurangnya tenaga wirausaha, dll
yang dinikmati atau diderita pelau ekonomi sebagai akibat
dari pelaku ekonomi lain. c. Adanya barang public
Contoh : d. Adanya Eksternalitas
§ Eksternalitas positif : ketika ada konser music, muncul e. Adanya pasar tidak penuh (incomplete market)
pedagang kakl lima dadakan. Pedagang kaki lima tidak f. Adanya kegagalan informasi
perlu membayar ke panitia konser. Jadi, pedagang g. Unemployment
mengalami keuuntungan dan panitia konser tidak h. Adanya ketidakpastian (uncertainly)
mendapat apa-apa.