Anda di halaman 1dari 8

MAKALAH KARBON AKTIF

Makalah ini disusun guna memenuhi tugas mata kuliah Kimia Material Anorganik

DISUSUN OLEH:
1. IIN ‘AINUN INAYAH (24030116130104)
2. FITRIA RAHMASARI (24030116130105)
3. PAWITRA MADANIA (24030116130106)
4. HANA MARIA NURUN A (24030116140109)
5. RATNA DWI AYUNI (24030116130111)
6. LISTA ARIYANI (24030116130113)
7. AULIA EKADENTI (24030116140114)
8. HARIZATUZ ZAKIYAH (24030116140115)
9. AUDRY FAHMI DEWI (24030116140117)
PENGAMPU:
PARDOYO, S.SI.,M.SI

FAKULTAS SAINS DAN MATEMATIKA


UNIVERSITAS DIPONEGORO
SEMARANG
2018
BAB 1
PENDAHULUAN
A. Latar Belakang

Karbon merupakan salah satu unsur dari unsur-unsur yang terdapat dalam golongan IV A dan
merupakan salah unsur terpenting dalam kehidupan sehari-hari karena terdapat lebih banyak
senyawaan yang terbentuk dari unsur karbon.

Keistimewaan karbon yang unik adalah kecenderungannya secara alamiah untuk mengikat
dirinya sendiri dalam rantai-rantai atau cincin-cincin,tidak hanya dengan ikatan tunggal, C -
C , tetapi juga mengandung ikatan ganda C = C, serta rangkap tiga,C≡C.Akibatnya, jenis
senyawa karbon luar biasa banyaknya. kini diperkirakan terdapat sekitar dua juta jenis
senyawa karbon,dan jumlah itu makin meningkat dengan laju kira-kira lima persen per
tahun.Alasan bagi kestabilan termal rantai-rantai karbon adalah kekuatan hakiki yang tinggi
dari ikatan tunggal C - C.
Konfigurasi elektron karbon dalam keadaan dasar adalah (1s2 2s2 2p2) mudah terhibridasi
menghasilkan perangkat orbital sp3, atau sp2+p, atau sp+p2. Lebih dari sembilan puluh
persen senyawa karbon merupakan senyawa sintetik, sedangkan sisanya diperoleh dari
mahluk hidup (tumbuh-tumbuhan,hewan,jamur,dan mikroorganisme) serta fosil mereka
(batubara dan minyak bumi).
B. Rumusan Masalah
Permasalahan yang akan kami bahas dalam makalah ini adalah sebagai berikut:

1. Data geologi(asal-usul), serta sintesis bahan alam material


2. Lokasi material di Indonesia
3. Struktur kimia material
4. Sifat fisis dan kimia material
5. Manfaat material
6. Bagaimana peluang usaha material? Jika ada, bagaiman caranya?
7. Perusahaan yang mengelola/memproduksi material
8. Permasalahan dengan material tersebut dan bagaimana solusinya?
BAB 2
PEMBAHASAN

A. Data Geologi dan Sistesis Bahan Alam Material


Sejarah karbon aktif ditandai oleh adsorben pada karbon berpori di tahun 1550
M dalam tulisan mesir kuno oleh Hippo Crates dan Pliny The Elder, dengan tujuan
pengobatan. Pada abad ke-18, karbon yang terbuat dari darah, kayu, dan hewan yang
digunakan untuk pemurnian cairan. Semua bahan-bahan di atas menjadi cikal bakal
karbon aktif.
Informasi pemakaian karbon aktif pada abad ke 18-19 M belum diperoleh, dan
langsung pada awal abad ke-19 M, industri gula di Eropa, khususnya di Inggris
memakai campuran kalsium fosfat dan karbon yang ditaruh di sebuah tabung/kolam ,
dimana cairan gula kotor dilewatkan melalui tabung/kolam tersebut.
Berlanjut pada awal abad ke 20 M, di temukan proses industrilisasi karbon aktif
secara aktivasi uap (V. Ostrajko, 1900 dan 1901) dan aktivasi secara kimia (Bayer,
1915). Proses pembuatan karbon aktif secara industry baru menghasilkan karbon aktif
powder (bubuk).
Pada perang dunia pertama, Amerika mengembangkan aktivasi karbon aktif
secara uap pada arang batok kelapa, sehingga menghasilkan karbon aktif Granular.
Pemakaian karbon aktif ini pada masker gas untuk menyerap gas-gas beracun.

B. Keberadaan Material
Karbon atau arang aktif adalah material yang berbentuk butiran atau bubuk
yang berasal dari material yang mengandung karbon misalnya batubara, kulit kelapa,
dan sebagainya. Dengan pengolahan tertentu yaitu proses aktivasi seperti perlakuan
dengan tekanan dan suhu tinggi, dapat diperoleh karbon aktif yang memiliki
permukaan dalam yang luas.
Arang merupakan suatu padatan berpori yang mengandung 85-95% karbon,
dihasilkan dari bahan-bahan yang mengandung karbon dengan pemanasan pada suhu
tinggi. Ketika pemanasan berlangsung, diusahakan agar tidak terjadi kebocoran udara
didalam ruangan pemanasan sehingga bahan yang mengandung karbon tersebut hanya
terkarbonisasi dan tidak teroksidasi. Arang selain digunakan sebagai bahan bakar,
juga dapat digunakan sebagai adsorben (penyerap). Daya serap ditentukan oleh luas
permukaan partikel dan kemampuan ini dapat menjadi lebih tinggi jika terhadap arang
tersebut dilakukan aktifasi dengan bahan-bahan kimia ataupun dengan pemanasan
pada temperatur tinggi. Dengan demikian, arang akan mengalami perubahan sifat-
sifat fisika dan kimia. Arang yang demikian disebut sebagai arang aktif.
Di negara tropis masih dijumpai arang yang dihasilkan secara tradisional yaitu
dengan menggunakan drum atau lubang dalam tanah, dengan tahap pengolahan
sebagai berikut: bahan yang akan dibakar dimasukkan dalam lubang atau drum yang
terbuat dari plat besi. Kemudian dinyalakan sehingga bahan baku tersebut terbakar,
pada saat pembakaran, drum atau lubang ditutup sehingga hanya ventilasi yang
dibiarkan terbuka. lni bertujuan sebagai jalan keluarnya asap. Ketika asap yang keluar
berwarna kebiru-biruan, ventilasi ditutup dan dibiarkan selama kurang lebih kurang 8
jam atau satu malam. Dengan hati-hati lubang atau dibuka dan dicek apakah masih
ada bara yang menyala. Jika masih ada yang atau drum ditutup kembali. Tidak
dibenarkan mengggunakan air untuk mematikan bara yang sedang menyala, karena
dapat menurunkan kwalitas arang

C. Struktur Kimia Material


Selain terdiri dari atom karbon, karbon aktif mengandung sejumlah kecil hidrogen
dan oksigen yang terikat pada gugus fungsi misalnya karboksil, fenol, dan eter.
Gugus fungsi ini dapat berasal dari bahan baku karbon aktif. Selain itu, gugus fungsi
pada karbon aktif juga terbentuk selama proses aktivasi oleh karena adanya interaksi
radikal bebas permukaan karbon dengan oksigen atau nitrogen yang berasal dari
atmosfer. Gugus fungsi ini menjadikan permukaan karbon aktif reaktif secara kimia
dan dapat mempengaruhi sifat adsorpsinya (Murti, 2008). Ilustrasi struktur kimia
karbo aktif dapat dilihat pada gambar 4.

Gambar 4. Ilustrasi Struktur Kimia Karbon Aktif (Sudibandriyo, 2003)

D. Sifat Fisis dan Kimia Material


Sifat Fisika Karbon Aktif

 Padatan berpori yang mengandung 85-95% karbon,


 Berwarna hitam, tidak berbau, tidak berasa, dan mempunyai daya serap yang jauh
lebih besar dibandingakan dengan karbon yang belum menjalani proses aktivasi,
 Daya serap karbon aktif sangat besar, yaitu 25-1000% terhadap berat karbon aktif,
 Luas permukaan berkisar antara 300-3500 m2/gram,
 Berbentuk bubuk dan granular.
Karbon aktif berbentuk bubuk berdiameter pori mencapai 1000A0, digunakan sebagai
pemucat untuk adsorpsi dalam larutan (misalnya untuk menghilangkan warna /
declorisasi), , diperoleh dari serbuk-serbuk gergaji, ampas pembuatan kertas atau dari
bahan baku yang mempunyai densitas kecil dan mempunyai struktur yang lemah.
Sedangkan karbon aktif berbentuk granular yang sangat keras berdiameter pori antara
10-2000A, digunakan sebagai penyerap gas untuk adsorpsi gas dan uap, diperoleh dari
tempurung kelapa atau bahan baku yang berstruktur keras.
Sifat Kimia Karbon Aktif
Sifat kimia karbon aktif dimiliki ketika proses aktivasi berlangsung. Aktivasi
bertujuan untuk memperoleh luas permukaan yang lebih luas lagi yang memengaruhi ukuran
pori karbon aktif dan memengaruhi daya serapnya. Sehingga karbon aktif mengalami
perubahan sifat, baik fisika maupun kimia. Terdapat 2 metode aktifasi karbon aktif :

1. Aktivasi Kimia, yang merupakan proses pemutusan rantai karbon dari senyawa
organik dengan pemakaian bahan-bahan kimia. Pada proses aktifasi kimia, arang
direndam dalam larutan pengaktifasi selama 24 jam lalu ditiriskan dan dipanaskan
pada suhu 6000C – 900 0C selama 1 – 2 jam. Bahan-bahan kimianya antara lain
hidroksida logam alkali, garam-garam karbonat, klorida, sulfat, fosfat dari logam
alkali tanah, 𝑍𝑛𝐶𝑙2 , asam-asam organik 𝐻2 𝑆𝑂4dan 𝐻3 𝑃𝑂4.
2. Aktivasi Fisika, yang merupakan proses pemutusan rantai karbon dari senyawa
organik dengan bantuan panas, uap, dan 𝐶𝑂2. Seperti di furnace pada suhu 8000C
– 900 0C selama 2 jam.

Sifat karbon aktif yang paling penting adalah daya serap. Proses adsorpsi terjadi
karena adanya gaya Van Der Waals pada permukaan karbon aktif dengan adsorbat. Dalam
hal ini, ada beberapa faktor yang mempengaruhi daya serap adsorpsi, yaitu :
1. Sifat Adsorban
Karbon aktif yang merupakan adsorban adalah suatu padatan berpori, yang sebagian besar
terdiri dari unsur karbon bebas dan masing- masing berikatan secara kovalen. Dengan
demikian, permukaan karbon aktif bersifat non polar. Selain komposisi dan polaritas, struktur
pori juga merupakan faktor yang penting. Struktur pori berhubungan dengan luas permukaan,
semakin kecil pori-pori karbon aktif maka luas permukaan semakin besar yang menyebabkan
meningkatnya daya serap. Untuk meningkatkan daya serap dianjurkan menggunakan karbon
aktif yang telah dihaluskan.
2. Sifat Serapan

Banyak senyawa yang dapat diadsorpsi oleh karbon aktif, tetapi kemampuannya untuk
mengadsorpsi berbeda untuk masing- masing senyawa. Adsorpsi akan bertambah besar sesuai
dengan bertambahnya ukuran molekul serapan dari struktur yang sama, seperti dalam deret
homolog. Adsorsi juga dipengaruhi oleh gugus fungsi, posisi gugus fungsi, ikatan rangkap,
struktur rantai dari senyawa serapan.
3. Temperatur
Faktor yang mempengaruhi temperatur proses adsoprsi adalah viskositas dan stabilitas
thermal senyawa serapan. Jika pemanasan tidak mempengaruhi sifat-sifat senyawa serapan,
seperti terjadi perubahan warna mau dekomposisi, maka perlakuan dilakukan pada titik
didihnya. Untuk senyawa volatil, adsorpsi dilakukan pada temperatur kamar atau bila
memungkinkan pada temperature yang lebih kecil.
4. pH (Derajat Keasaman)

Untuk asam-asam organik adsorpsi akan meningkat bila pH diturunkan, yaitu dengan
penambahan asam-asam mineral. Hal ini disebabkan karena kemampuan asam mineral untuk
mengurangi ionisasi asam organik tersebut. Sebaliknya bila pH asam organik dinaikkan yaitu
dengan menambahkan alkali, adsorpsi akan berkurang sebagai akibat terbentuknya garam.
5. Waktu Kontak

Bila karbon aktif ditambahkan dalam suatu cairan, dibutuhkan waktu untuk mencapai
kesetimbangan. Waktu yang dibutuhkan berbanding terbalik dengan jumlah yang digunakan.
Waktu yang dibutuhkan ditentukan oleh dosis karbon aktif, pengadukan juga mempengaruhi
waktu kontak. Pengadukan dimaksudkan untuk memberi kesempatan pada partikel karbon
aktif untuk bersinggungan dengan senyawa serapan. Untuk larutan yang mempunyai
viskositas tinggi, dibutuhkan waktu singgung yang lebih lama.

Sifat adsorbsi karbon aktif tidak hanya ditentukan oleh struktur porinya, tetapi
ditentukan juga oleh komposisi kimianya. Misalnya ketidakteraturan struktur mikrokristal
elementer, karena adanya lapisan karbon yang terbakar tidak sempurna (terbakar sebagian),
akan mengubah susunan awal elektron dalam rangka karbon. Akibatnya akan terjadi elektron
tak berpasangan, keadaan ini akan mempengaruhi sifat adsorpsi karbon aktif, terutama
senyawa polar atau yang dapat terpolarisasi. Jenis ketidakteraturan yang lain adalah adanya
hetero atom didalam struktur karbon.

E. Manfaat Material
• Beberapa kegunaan karbon aktif antara lain:
Sebagai filter untuk menjernihkan air, contohnya pada depot air isi ulang, karbon aktif
diletakkan pada filternya agar airnya jernih, tidak berbau dan layak konsumsi
• Sebagai pemurnian gas, contohnya tabung gas yang kita gunakan diolah
menggunakan karbon
• Berguna di bidang industri, contohnya penggunaan karbon aktif dalam pabrik gula
• Berguna dalam bidang farmasi, contohnya karbon aktif digunakan untuk menyaring
limbah cair rumah sakit (bekas jarum suntik, bekas infus, dll) untuk mengilangkan
zat-zat berbahaya sebelum dibuang ke lingkungan
• Berguna di area penambangan, untuk mendapatkan hasil tambang, karbon aktif
dicampurkan dengan lumpur hasil tambang
• Berguna di bidang kosmetik, contohnya digunakan untuk masker wajah
• Berguna di bidang kesehatan, digunakan untuk menyerap racun di saluran pencernaan
pada keadaan diare, perut kembung, maupun keracunan

F. Peluang Usaha
Karbon aktif dapat digunakan sebagai adsorben dalam hal ini untuk menyerap logam
berat pada obat dan makanan, pada minuman keras, kimia perminyakan, budidaya
udang, industri gula, pemurnian gas, katalisator dan pengolahan pupuk. Karbon aktif
merupakan salah satu adsorben yang paling sering digunakan pada proses adsorbsi.
Hal ini disebabkan karena karbon aktif mempunyai daya adsorbsi dan luas permukaan
yang lebih baik dibandingkan adsorben lainnya. Luas permukaan yang besar ini
disebabkan karena mempunyai struktur pori-pori. Pori-pori inilah yang menyebabkan
karbon aktif mempunyai kemampuan untuk menyerap (Sudibandriyo,2003). Karbon
aktif merupakkan karbon yang bebas serta memiliki permukaan dalam (internal
surface), sehingga mempunyai daya serap yang baik. Keaktifan daya menyerap dari
karbon aktif ini tergantung dari jumlah senyawa kabonnya yang berkisar antara 85 %
sampai 95% karbon bebas. Karbon aktif yang berwarna hitam, tidak berbau, tidak
terasa dan mempunyai daya serap yang jauh lebih besar dibandingkan dengan kabon
aktif yang belum menjalani proses aktivasi, serta mempunyai permukaan yang luas,
yaitu memiliki luas antara 300 sampai 2000 m/gram. Karena manfaatnya itulah
karbon sangat berpeluang untuk dijadikan usaha.
G. Perusahaan yang Memproduksi
1. Cocarb
Cocarb adalah perusahaan karbon aktif, dengan keahlian dan komitmen untuk
menghasilkan produk karbon aktif berkualitas, mulai dari nilai yang berbeda dari
butiran berbagai filter, serta produk-produk yang disesuaikan. Kami menyediakan
Label dan kemasan khusus.
Cocarb juga merupakan perusahaan gabungan yang didirikan pada tahun 2013
dengan PT. Tanso Putra Asia yang memproduksi di Sumatera dan Jawa Indonesia.
Bersama-sama kami memiliki lebih dari 20 tahun pengalaman dan sangat
mengetahui dalam memproduksi uap karbon aktif untuk industri karbon. Tujuan
kami adalah untuk tumbuh bersama dan memperbesar portofolio produk kami
dengan lebih banyak produk yang berkaitan dengan karbon aktif.
2. CV Mahkota Citra Mandiri
Cv.Mahkota citra mandiri adalah produsen dan supplier arang kayu yang berlokasi
di Surabaya, Jawa Timur.
3. PT Indratma Sahitaguna
Pt indratma sahitaguna adalah perusahaan produsen yang memproduksi arang
tempurung kelapa, arang kayu dll. Berlokasi di daerah semarang, Jawa tengah
4. Perusahaan karbon aktif calgon carbon Amerika
Perusahaan ini memproduksi karbon aktif yang menggunakan batubara
bituminious ( yang mengandung aspal/ter)

H. Permasalahan dan Solusi


Masalah dalam industri karbon aktif
Dari penjelasan sebelumnya mengenai karbon aktif, telah banyak dijelaskan tentang
manfaat dari karbon aktif itu sendiri. Namun, karbon aktif juga memiliki masalah
tersendiri dalam perkembangan industrinya. Yakni masalahnya berupa pemanfaatan
industri ini yang belum bisa maksimal dan optimal. Artinya dalam pengembangannya
tersebut masih sangat terbatas. Hal ini umumnya dkarenakan rendahnya pengetahuan
masyarakat mengenai manfaat bahan alam yang dpat dikembangkan menjadi karbon
aktif. Seperti tempurung kelapa yang hanya terbatas di kembangkan menjadi arang
saja. Namun, dengan pemanasan lebih lanjut dengan suhu tinggi tempurung kelapa
yangdiubah menjadi arang dapat diubah lagi menjadi karbon aktif yang memiliki daya
serap tinggi.

Solusi
Dari pemaparan masalah diatas, maka perlunya sebuah solusi dalam industri karbon
aktif ini. Salah satu solusi yang diajukan penulis yakni pertama perlu dilakukan
sosialisasi pengembangan industri tentang karbon aktif. Bisa dengan melakukan
pemberdayaan masyarakat yang sekiranya tinggal dengan banyak sumber yang dapat
dimanfaatkan untuk karbon aktif. Kemudian dapat dilakukan dengan langkah pasti
atau kita sebagai pelopor untuk terjun langsung dalam mengawali industri tersebut.
Sehingga dapat dikatakan sebagai pemberdayaan industri karbon aktif, dalam kegiatan
ini bisa dibantu dengan pihak lain sebagai mitra untuk ikut melakukan pengujian.
Apabila karbon aktif yang diperoleh telah memenuhi standar SNI dapat dilakukan
publikasi hingga dapat dilakukan promosi untuk dijual dan diuji coba, hal ini tentunya
diperlukan bantuan dari berbagai pihak. Hingga harapannya dengan ikut andilnya
dalam berbagai pihak, pemanfaatan sumber daya yang berpotensi sebagai karbon aktif
dapat ikut mengembangkan industri karbon aktif di Indonesia. Hal ini juga dapat
memunculkan peluang peningkatan ekspor di Indonesia.