Anda di halaman 1dari 25

MENERIMA PASIEN SEBELUM PEMBEDAHAN

No.Dokumen No.Revisi Halaman


0631/B/ PRWT/
2016
RUMAH SAKIT
ISLAM 1/1
BANJARMASIN
Tanggal Terbit : Ditetapkan,
1 Maret 2009 Direktur RS. Islam Banjarmasin
SPO PELAYANAN
Tanggal Revisi 1:
KEPERAWATAN 1 Juni 2016 Dr. Hj. Rofiqah
NIK 0603/VI/2003

Pengertian Menerima dan mempersiapkan klien yang direncanakan


pembedahan

Tujuan 1. Membantu kesiapan fisik dan psikologis klien


2. Mencegah trauma lebih lanjut

Kebijakan Penerapan Standar Prosedur Operasional (SPO) Keperawatan

Petugas Pelaksana Tenaga Keperawatan Terlatih Terlatih

Prosedur a. Sebelum melakukan prosedur, hal – hal yang harus


diperhatikan adalah :
1. Identitas klien.
2. Kelengkapan status.
3. Surat Izin Operasi.
4. Pemeriksaan laboratorium, rontgen, EKG, dll.
5. Pemeriksaan gigi palsu, kontak lensa, perhiasan, cat kuku,
jepit rambut, lipstik,dll.
6. Memastikan pasien dengan kelengkapan baju dan sarung
operasi.
7. Menilai keadaan umum dan tanda – tanda vital pasien
8. Menanyakan apakah klien dalam keadaan puasa.
9. Anjurkan klien tetap dalam keadaan puasa.
b. Memasang infuse ( Bila belum terpasang )
c. Membawa klien ke kamar tindakan sesuai jenis kasus
pembedahan.
d. Memindah klien ke meja operasi.

Unit Terkait Semua Unit


MELAKSANAKAN ORIENTASI PADA PASIEN PRE OPERASI

No.Dokumen No.Revisi Halaman


0631/B/ PRWT/
RUMAH SAKIT 2016
ISLAM
BANJARMASIN 1/1
Tanggal Terbit : Ditetapkan,
1 Maret 2009 Direktur RS. Islam Banjarmasin
SPO PELAYANAN
KEPERAWATAN Tanggal Revisi 1: Dr. Hj. Rofiqah
1 Juni 2016 NIK 0603/VI/2003

Pengertian Memperkenalkan tempat , fasilitas dan petugas dibagian bedah


kepada klien yang akan menjalani pembedahan

Tujuan 1. Agar klien lebih kooperatif dengan tindakan medis/


keperawatan
2. Membantu mensupport klien secara fisik dan psikologis

Kebijakan Penerapan Standar Prosedur Operasional (SPO) Keperawatan

Petugas Pelaksana Tenaga Keperawatan Terlatih

Prosedur 1. Memberikan dukungan mental.


2. Menjelaskan fasilitas yang ada disekitar meja operasi.
3. Mengenalkan klien kepada ahli anestesi, dokter ahli bedah,
dokter asisten, perawat instrumen.
4. Memberikan penjelasan tahap-tahap pembiusan secara singkat

Unit Terkait Unit Anestesi


MELAKUKAN FIKSASI DI TEMPAT TIDUR

No.Dokumen No.Revisi Halaman


0631/B/ PRWT/
RUMAH SAKIT 2016
ISLAM
BANJARMASIN 1/1
Tanggal Terbit : Ditetapkan,
1 Maret 2009 Direktur RS. Islam Banjarmasin
SPO PELAYANAN
KEPERAWATAN Tanggal Revisi Dr. Hj. Rofiqah
1: NIK 0603/VI/2003
1 Juni 2016
Pengertian Memasang pengikat/ manset pada persendian terutama untuk
klien gelisah atau tidak sadar

Tujuan 1. Mencegah trauma


2. Agar alat medis tetap terpasang baik mis; infus,kateter

Kebijakan Penerapan Standar Prosedur Operasional (SPO) Keperawatan

Petugas Pelaksana Tenaga Keperawatan Terlatih

Prosedur 1. Menjelaskan tujuan pemasangan manset.


2. Pasang manset pada persendian.
3. Pastikan manset terpasang sesuai tidak terlalu kencang atau
terlalu longgar
4. Memeriksa / menanyakan responn klien.

Unit Terkait Unit Anestesi


MENCUCI TANGAN PEMBEDAHAN

No.Dokumen No.Revisi Halaman


RUMAH SAKIT 0631/B/ PRWT/
ISLAM 2016
BANJARMASIN
1/1
Tanggal Terbit : Ditetapkan,
1 Maret 2009 Direktur RS. Islam Banjarmasin
SPO PELAYANAN
KEPERAWATAN
Dr. Hj. Rofiqah
NIK 0603/VI/2003
Pengertian Membersihkan tangan secara aseptik dan antiseptik sebelum
mel;akukan pembedahan
Tujuan 1. Mencegah infeksi nasokomial
2. Membersihkan tangan
Kebijakan Penerapan Standar Prosedur Operasional (SPO) Keperawatan
Petugas Pelaksana Tenaga Keperawatan Terlatih
Prosedur 1. Membersihkan tangan dengan air mengalir hingga siku.
2. Basahi kedua telapak tangan sampai siku dengan
menggunakan cairan desinfektan.
3. Menyikat kuku.
4. Membilas tangan hingga siku dengan air yang mengalir.
5. Meletakkan kedua tangan fleksi setinggi dada.

Unit Terkait 1. K3
2. PPI

MEMASANG JAS OPERASI


No.Dokumen No.Revisi Halaman
0631/B/ PRWT/
2016
1/1
RUMAH SAKIT
ISLAM
BANJARMASIN
Tanggal Terbit : Ditetapkan,
1 Maret 2009 Direktur RS. Islam Banjarmasin
SPO PELAYANAN
KEPERAWATAN Tanggal Revisi 1: Dr. Hj. Rofiqah
1 Juni 2016 NIK 0603/VI/2003

Pengertian Memakai jas operasi sebelum melakukan pembedahan


Tujuan 1. Mencegah infeksi nasokomial
2. Melindungi pakaian operasi dari paparan kotoran , darah dll
Kebijakan Penerapan Standar Prosedur Operasional (SPO) Keperawatan
Petugas Pelaksana Tenaga Keperawatan Terlatih
Prosedur 1. Keringkan kedua telapak tangan dan lengan
hingga siku dengan menggunakan handuk steril.
2. Mengambil jas steril dengan memegang bagian
dalam jas.
3. Memakai jas operasi steril.
4. Jas steril yang dipakai ditolong mengikat talinya
dari belakang.

Unit Terkait
MEMBANTU PELAKSANAAN TINDAKAN PEMBEDAHAN
SECARA LANGSUNG
No.Dokumen No.Revisi Halaman
0631/B/ PRWT/
RUMAH SAKIT 2016
ISLAM 1/1
BANJARMASIN
Tanggal Terbit : Ditetapkan,
1 Maret 2009 Direktur RS. Islam Banjarmasin
SPO PELAYANAN
KEPERAWATAN Tanggal Revisi 1: Dr. Hj. Rofiqah
1 Juni 2016 NIK 0603/VI/2003

Pengertian Membantu pelaksanaan pembedahan secara langsung di


ruang bedah
Tujuan 1. Membantu kelancaran proses pelayanan
2. Mencegah trauma lanjutan
Kebijakan Penerapan Standar Prosedur Operasional (SPO)
Keperawatan
Petugas Pelaksana Tenaga Keperawatan Terlatih

Prosedur A. PERSIAPAN PRE OPERASI:


1. Instrumen set sesuai dengan jenis operasi.
2. Menyiapkan benang berbagai jenis dan
ukuran.
3. Menyusun instrumen pembedahan sesuai
ukuran.
B. PELAKSANAAN :
1. Memberikan alat-alat operasi kepada operator
sesuai dengan kebutuhan.
2. Menjaga kesterilan alat-alat operasi selama
pembedahan berlangsung.
3. Memeriksa kelengkapan instrumen sebelum
dan sesudah operasi.
4. Menghitung jumlah kain kasa / depper yang
disediakan dan yang akan dipakai.
5. Menyiapkan suction dan memeriksa
kelengkapannya
6. Merapikan pasien setelah selesai tindakan
Unit Terkait
MENYIAPKAN BAHAN PEMERIKSAAN
No.Dokumen No.Revisi Halaman
0631/B/ PRWT/
2016
RUMAH SAKIT 1/1
ISLAM
BANJARMASIN
Tanggal Terbit : Ditetapkan,
1 Maret 2009 Direktur RS. Islam Banjarmasin
SPO PELAYANAN
KEPERAWATAN Tanggal Revisi Dr. Hj. Rofiqah
1: NIK 0603/VI/2003
1 Juni 2016
Pengertian Menyiapkan dan menyediakan bahan bahan untuk berbagai
pemeriksaan laboratorium
Tujuan 1. Membantu menegakkan diagnosa penyakit
2. Memperlancar proses pelayanan
Kebijakan Penerapan Standar Prosedur Operasional (SPO)
Keperawatan
Petugas Pelaksana Tenaga Keperawatan Terlatih

Prosedur A. PERSIAPAN PENGIRIMAN BAHAN P.A :


1. Menyiapkan label dan etiket nama, nomor, rekan
medis, jenis pemeriksaan dan tanggal.
2. Menyiapkan tempat untuk setiap jenis pemeriksaan.
3. Menyiapkan formulir pemeriksaan untuk setiap
pemeriksaan.
B. PELAKSANAAN.
1. Bahan pemeriksaan yang diterima dari perawat jaga
sebelumnya di periksa kembali dan dicatat dibuku
pemeriksaan dan lembar catatan perawat.
2. Formulir permohonan pemeriksaan diisi dengan
lengkap.
3. Bahan pemeriksaan dan formulir yang diisi diserahkan
kepada petugas lab .
4. Penyerahan bahan pemeriksaan dicatat dalam buku
ekspedisi.
Unit Terkait

MENUTUP LUKA PEMBEDAHAN


No.Dokumen No.Revisi Halaman
0631/B/ PRWT/
2016
1/2
RUMAH SAKIT
ISLAM
BANJARMASIN
Tanggal Terbit : Ditetapkan,
1 Maret 2009 Direktur RS. Islam Banjarmasin
SPO PELAYANAN
KEPERAWATAN Tanggal Revisi 1: Dr. Hj. Rofiqah
1 Juni 2016 NIK 0603/VI/2003

Pengertian Menutup luka post pembedahan dengan kasa steril

Tujuan 1. Mencegah infeksi nasokomial


2. Mencegah trauma
Kebijakan Penerapan Standar Prosedur Operasional (SPO) Keperawatan
Petugas Tenaga Keperawatan Terlatih
Pelaksana
Prosedur A. Persiapan Post Operasi :
1. Kasa steril.
2. NaCl 0,9%.
3. Plester.
4. Gunting plester.
5. Pinset.
6. Mangkok kecil.
7. Bengkok.
8. Bethadin.
B. Pelaksanaan :
1. Membersihkan kulit disekitar luka dengan menggunakan
NaCl 0,9%.
2. Kemudian dikeringkan dengan kain kasa.
3. Luka operasi diolesi bethadin
4. Tutup luka operasi dengan kain kasa steril dan diplester
atau diperban
Unit Terkait

MENGAWASI TINGKAT KESADARAN


No.Dokumen No.Revisi Halaman
0631/B/ PRWT/
2016
1/2
RUMAH SAKIT
ISLAM
BANJARMASIN
Tanggal Terbit : Ditetapkan,
1 Maret 2009 Direktur RS. Islam Banjarmasin
SPO PELAYANAN
KEPERAWATAN Tanggal Revisi 1: Dr. Hj. Rofiqah
1 Juni 2016 NIK 0603/VI/2003

Pengertian Melakukan tindakan pengawasan tingkat kesadaran baik


secara kuantitatif maupun kualitatif
Tujuan 1. Membantu penegakan diagnosa penyakit
2. Sebagai patokan pemberian pelayanan lebih lanjut
Kebijakan Penerapan Standar Prosedur Operasional (SPO) Keperawatan
Petugas Tenaga Keperawatan Terlatih
Pelaksana

Prosedur A. Persiapan Post Operasi.


1. Aldered score.
2. Tensi meter.
3. Thermometer.
4. Stetoscope
5. Senter.
B. Pelaksanaan.
1. Mengukur tekanan darah, nadi, suhu.
2. Menghitung pernapasan.
3. Mengobservasi gerakan / reflek.
4. Melihat warna kulit.
5. Observasi kesadaran
6. Melakukan penilaian tingkat kesadaran sesuai dengan
skala koma Glasgow.
7. Mencatat hasil penilaian.
Unit Terkait

CUCI TANGAN SEBELUM OPERASI


No.Dokumen No.Revisi Halaman
0631/B/ PRWT/
2016
1/2
RUMAH SAKIT
ISLAM
BANJARMASIN
Tanggal Terbit : Ditetapkan,
1 Maret 2009 Direktur RS. Islam Banjarmasin
SPO PELAYANAN
KEPERAWATAN Tanggal Revisi 1: Dr. Hj. Rofiqah
1 Juni 2016 NIK 0603/VI/2003

Pengertian Adalah suatu aktivitas cuci tangan secara steril bagi personil
yang akan mengikuti operasi secara langsung
Tujuan Sebagai acuan langkah – langkah dalam melakukan prosedur
cuci tangan sebelum operasi
Kebijakan Penerapan Standar Prosedur Operasional (SPO) Keperawatan
Petugas Tenaga Keperawatan Terlatih
Pelaksana

Prosedur A. Persiapan
1. Air mengalir steril ( wastapel lebar dan kran tangkai
panjang )
2. Antiseptik (Chlorhexidine gloconate 4 % 1 x pompa = 5
cc )
3. Sikat kuku steril dalam tromol khusus
4. Handuk steril
5. Jam dinding
B. Pelaksanaan
1. Lepas semua perhiasan termasuk cincin dan jam tangan
2. Basahi tangan dengan air yang mengalir dari ujung
sampai 2 cm diatas siku
3. Gunakan cairan anti septik sesuai dengan petunjuk
( Chlorhexidine gloconate 4 % 1 x pompa = 5 cc ). Cuci
tangan mulai dari telapak tangan, punggung tangan dan
jari – jari serta lengan bawah secara menyeluruh sampai 2
cm atas siku kemudian bilas merata selama 1 menit
4. Ambil sikat dan beri Chlorhexidine gloconate 4 % 1 x
pompa = 5 cc.
5. Bersihkan kuku secara menyeluruh dengan sikat
6. Kemudian bersihkan kuku , jari –jari, sela – sela jari,
telapak tangan dan punggung tangan, cuci tiap jari seakan
mempunyai empat sisi
7. Scrub daerah pergelangan tangan pada tiap tangan
8. Kemudian scrub lengan bawah sampai 2 cm atas siku, dan
pastikan gerakan dari bawah lengan menuju siku ( selama
1,5 menit )
9. Ulangi pada lengan satunya, dari lengan bawah menunju
siku ( selama 1,5 menit sdampai 3 menit untuk kedua
tangan )
10. Bilas tangan dan lengan bawah secara menyeluruh ,
pastikan tangan ditahan lebih tinggi dari siku
11. Ulangi pemakaian Chlorhexidine gloconate 4 % sekali lagi
hingga merata tanpa dibilas dengan air ( selama 1 menit
untuk kedua tangan )
12. Pastikan posisi tangan diatas dan biarkan air menetes
melalui siku
13. Keringkan dengan handuk steril dengan cara membagi 2
bagian, 1 bagian untuk tangan kiri dan satu bagian lain
untuk tangan kanan. Dengan cara memutar dari arah jari –
jari tangan ke siku. Setelah selesai buang handuk pada
tempatnya
Unit Terkait Instalansi Bedah

CUCI TANGAN PROSEDURAL


No.Dokumen No.Revisi Halaman
0631/B/ PRWT/
2016
1/2
RUMAH SAKIT
ISLAM
BANJARMASIN
Tanggal Terbit : Ditetapkan,
1 Maret 2009 Direktur RS. Islam Banjarmasin
SPO PELAYANAN
KEPERAWATAN Tanggal Revisi 1: Dr. Hj. Rofiqah
1 Juni 2016 NIK 0603/VI/2003

Pengertian Adalah aktivitas cuci tangan yang dilakukan setiap akan dan
sesudah melakukan suatu prosedur, setelah menyentuh luka
terbuka/ cairan tubuh, darah, sekresi / ekskresi atau barang –
barang yang telah terkontaminasi, setiap menyentuh pasien
satu dan lainya dan setiap datang dan pulang masuk ruangan
dari suatu tempat.
Tujuan Sebagai acuan langkah – langkah dalam melakukan prosedur
cuci tangan sebelum operasi
Kebijakan Penerapan Standar Prosedur Operasional (SPO) Keperawatan
Petugas Tenaga Keperawatan Terlatih
Pelaksana

Prosedur A. Persiapan
1. Air yang mengalir ( wastapel )
2. Antiseptik ( sabun , dll )
3. Handuk bersih / tisu / hand dryer
4. Jam dinding
B. Pelaksanaan
1. Lepas semua perhiasaan termasuk cincin d an jam
tangan
2. Basahi tangan dengan air yang mengalir
3. Gunakan cairan antiseptik / sabun sesuai dengan
petunjuk
4. Cuci tangan sembari mencuci kran air secfukupnya
( dilakukan apabila tangkai kran pendek atau tidak
mungkin ditutup dengan siku )
5. Bilas kran air sampai bersih dari antiseptik / sabun ( 30
detik untuk langkah 4 – 5 )
6. Cuci tangan sekali lagi secara menyeluruh mulai dari
telapak tangan dan punggung sampai pergelangan
tangan
7. Cuci sela – sela jari dan jari – tangan depan belakang
8. Bersihkan telapak tangan dengan ujung jari dengan
gerakan memutar
9. Bilas seluruhnya dengan air yang mengalir ( selama 30
detik untuk langkah 7 – 8 )
10. Tutup kran air
11. Keringkan tangan dengan handuk/ tisu/ hand dryer
Unit Terkait

MEMAKAI GAUN STERIL UNTUK OPERASI


No.Dokumen No.Revisi Halaman
0631/B/ PRWT/
2016
1/2
RUMAH SAKIT
ISLAM
BANJARMASIN
Tanggal Terbit : Ditetapkan,
1 Maret 2009 Direktur RS. Islam Banjarmasin
SPO PELAYANAN
KEPERAWATAN Tanggal Revisi 1: Dr. Hj. Rofiqah
1 Juni 2016 NIK 0603/VI/2003

Pengertian Adalah suatu aktivitas memakai gaun steril untuk pembedahan


di kamar operasi
Tujuan Sebagai acuan langkah – langkah dalam memakai gaun steril
untuk operasi
Kebijakan Penerapan Standar Prosedur Operasional (SPO) Keperawatan
Petugas Tenaga Keperawatan Terlatih
Pelaksana

Prosedur A. Persiapan
1. Gaun steril khusus untuk operasi ( lengan panjang,
bertali atau berkaret / kaus elastik pada ujung lengan )
2. Model overlapping yaitu sisi kanan bagian belakang
menutup semua bagian belakang )
B. Pelaksanaan
1. Pemakaian Gaun Bedah Sendiri
a. Ambil gaun bedah steril dengan cara memegang
bagian leher, angkat dengan kedudukan tangan
setinggi bahu
b. Pegang bagian leher dengan lengan setinggi bahu
dengan menjaga bagian dalam gaun tetap
menghadap pemakai
c. Kibaskan gaun dan bersamaan dengan itu
masukan tangan kedalam lengan gaun dengan
tetap menjaga ketinggian setinggi bahu
d. Petugas yang tidak steril mengambil bagian dalam
dari gaun dan menarik kebelakang untuk merapikan
dan harus menmutup seluruh bagian belakang
pemakai serta mengikatkan tali gaun dengan rapi
2. Pemakaian Gaun Bedah Pada Orang Lain
a. Sebelum memasang gaun steril pada orang lain
seseorang harus memakai gaun steril terlebih
dahulu sesuai prosedur di atas
b. Prosedur pengambilan gaun sama seperti apabila
memakai sendiri
c. Ambil jarak yang cukup dengan pemakai gaun
d. Buka gaun steril dengan tetap menjaga posisi
setinggi bahu
e. Pakaikan kedua lengan secara bersama – sama
f. Petugas tidak steril mengambil bagian dalam dari
gaun dan menarik kebelakang untuk merapikan dan
harus menutup seluruh bagian belakang pemakai
serta mengikatkan tali gaun dengan rapi

Unit Terkait

MELEPAS GAUN STERIL SETELAH OPERASI


No.Dokumen No.Revisi Halaman
0631/B/ PRWT/
2016
1/1
RUMAH SAKIT
ISLAM
BANJARMASIN
Tanggal Terbit : Ditetapkan,
1 Maret 2009 Direktur RS. Islam Banjarmasin
SPO PELAYANAN
KEPERAWATAN Tanggal Revisi 1: Dr. Hj. Rofiqah
1 Juni 2016 NIK 0603/VI/2003

Pengertian Adalah suatu aktivitas melepas gaun steril selesai pembedahan


di kamar operasi
Tujuan Sebagai acuan langkah – langkah dalam melepas gaun steril
setelah selesai operasi
Kebijakan Penerapan Standar Prosedur Operasional (SPO) Keperawatan
Petugas Tenaga Keperawatan Terlatih
Pelaksana

Prosedur A. Persiapan
1. Gaun steril khusus untuk operasi ( lengan panjang,
bertali atau berkaret / kaus elastik pada ujung lengan )
2. Model overlapping yaitu sisi kanan bagian belakang
menutup semua bagian belakang )
B. Pelaksanaan
1. Lepas sarung tangan setelah selesai operasi sesuai
prosedur
2. Lepas tali gaun operasi bisa minta bantuan orang lain
3. Lepas gaun operasi dengan cara menarik kearah
daerah yang tidak menempel pada tubuh kita sehingga
akan terjadi posisi dimana gaun yang menempel pada
tubuh kita berada diluar gulungan
4. Gulung gaun operasi dari daerah leher gaun kebawah
5. Letakan gaun kedalam plastik yang telah disediakan
Unit Terkait

MEMAKAI DAN MELEPAS GAUN TIDAK STERIL


No.Dokumen No.Revisi Halaman
0631/B/ PRWT/
2016
1/2
RUMAH SAKIT
ISLAM
BANJARMASIN
Tanggal Terbit : Ditetapkan,
1 Maret 2009 Direktur RS. Islam Banjarmasin
SPO PELAYANAN
KEPERAWATAN Tanggal Revisi 1: Dr. Hj. Rofiqah
1 Juni 2016 NIK 0603/VI/2003

Pengertian Adalah suatu aktivitas tata cara pemakaian dan melepas gaun
tisak steril
Tujuan Sebagai acuan langkah – langkah memakai dan melepas gaun
tidak steril
Kebijakan Penerapan Standar Prosedur Operasional (SPO) Keperawatan
Petugas Tenaga Keperawatan Terlatih
Pelaksana Yang berkepentingan pada ruangan yang dimaksud

Prosedur A. Persiapan
1. Gaun bersih tidak steril yang menutyup bahu sampai
atas mata kaki dan pergelangan tangan
2. Tempat untuk gaun kotor sesudah dipakai
3. Jumlah gaun, jumlah pasien yang dalam perawatan
yang memerlukan gaun, pasien persiapan operasi
B. Pelaksanaan
1. Memakai Gaun Tidak Steril
a. Cuci tangan prosedural
b. Ambil gaun tidak steril yang bersih, teliti bila robek/
tidak ada tali/ kancing sebaiknya tidak di pakai
c. Pakai dan ikat tali/ kancing pada punggung
d. Gaun tidak steril hanya di pakai satu kali untuk satu
pasien
2. Melepas Gaun Tidak Steril
a. Cuci tangan sesegera setelah melakukan prosedur
sebelum melepas gaun
b. Klepas tali gaun/ kancing jaga jangan sampai
menyentuh bagian luar gaun yang kemungkinan
terkontamibasi
c. Ikatkan tali ke depan sehingga gaun ada pada posisi
terbalik
d. Gulung gaun ke arah tali yang sudah terkait, gulung dari
atas ke bawah dan buang pada tempatnya yang sudah
disediakan
e. Apabila karena keterbatasan jumlah gaun maka
gantungkan gaun dalam posisi terbalik dengan tali
terikat

Unit Terkait

MEMAKAI DAN MELEPAS SARUNG TANGAN STERIL


UNTUK OPERASI
No.Dokumen No.Revisi Halaman
0631/B/ PRWT/
2016
1/2
RUMAH SAKIT
ISLAM
BANJARMASIN
Tanggal Terbit : Ditetapkan,
1 Maret 2009 Direktur RS. Islam Banjarmasin
SPO PELAYANAN
KEPERAWATAN Tanggal Revisi 1: Dr. Hj. Rofiqah
1 Juni 2016 NIK 0603/VI/2003

Pengertian Adalah suatu rangkaian kegiatan pemakaian dan melepas


sarung tangan secara steril
Tujuan Sebagai acuan langkah – langkah dalam memakai dan
melepas sarung tangan steril untuk operasi
Kebijakan Penerapan Standar Prosedur Operasional (SPO) Keperawatan
Petugas Tenaga Keperawatan Terlatih
Pelaksana

Prosedur A. Persiapan
1. Sarung tangan steril dalam tempatnya tersedia
berbagai ukuran
2. Sarung tangan yang bisa menutup tangan sampai
pergelangan
3. Tempat Sarung tangan kotor / Waskom / bengkok berisi
chlorine 2 %
B. Pelaksanaan
1. Memakai Sarung Tangan Steril Bila Sarung Tangan
Tidak Memakai Gaun Operasi
a. Mengambil sarung tangan pada bagian yang terlipat
keluar
b. Masukkan jari – jari tangan dan sesuaika, usahakan
sarung tangan tidak menyinggung kulit
c. Pakai sarung tangan yang lainnya dengan cara
mengambil sarung tangan dari bagian dalam lipatan
sarung tangan
d. Masukan jari – jari tangan seperti pemakian sarung
tanga pertama
e. Buka lipatan sarung tangan dengan cara
mengambil bagian dalam lipatan sarung tangan,
usahakan tidak menyentuh daerah kulit
2. Pemakaian Sarung Tangan Steril Bila Pemakai Sarung
tangan Sudah Memakai gaun Operasi
a. Tangan berada didalam gaun bedah saat
menjemput sarung tangan yang terlipat keluar
b. Dengan dibantu tangan sebelah yang masih berada
di dalam lengan gaun pakai sarung tangan yang
satu
c. Dengan tangan yang sudah bersarung pakai sarung
tangan yang satunya lagi
3. Memakaikan Sarung Tangan Pada Orang Lain
Sesudah Memakai sarung Tangan
a. Ambil sarung tangan dan masukan jari tangan dari
kedua belah tangan kedalam lipatan sarung tangan
dan buka lebar – lebatr serta pertahankan sarung
tangan dalam posisi setinggi di atas pinggul,
persilahkan pemakai memasukan jari – jari
tangannya
b. Tahan sarung tangn agar pada saat pemakai
sarung memasukan tangannya sarung tangan tidak
turun dibawah sejajar pinggul
4. Melepas Sarung Tangan
a. Pegang bagian luar sarung tangan pada bagian
dalam lengan bawah, ambil dan tarik keluar searah
dengan jari – jari tangan ( apabila kedua tangan
masih memakai sarung tangan )
b. Apabila satu tangan kita sudah tidak memakai
sarung tangan maka ambil sarung tangan dari
bagian dalam dari daerah dalam lengan bawah dan
tarik sarung tangan searah jari – jari tangan
c. Letakan sarung tangan pasca pakai di tempat yang
di sediakan
Unit Terkait

MEMAKAI DAN MELEPAS MASKER


No.Dokumen No.Revisi Halaman
0631/B/ PRWT/
2016
1/2
RUMAH SAKIT
ISLAM
BANJARMASIN
Tanggal Terbit : Ditetapkan,
1 Maret 2009 Direktur RS. Islam Banjarmasin
SPO PELAYANAN
KEPERAWATAN Tanggal Revisi 1: Dr. Hj. Rofiqah
1 Juni 2016 NIK 0603/VI/2003

Pengertian Suatu rangkaian aktivitas memakai dan melepas masker


Tujuan Sebagai acuan langkah – langkah dalam memakai dan
melepas masker
Kebijakan Penerapan Standar Prosedur Operasional (SPO) Keperawatan
Petugas Tenaga Keperawatan Terlatih
Pelaksana

Prosedur A. Persiapan
1. Masker teril buatan pabrik atau masker buatan sendiri
bahan kasa dengan minimal lapis 6
2. Tempat tertutup dan steril
3. Tempat sampah masker yang tertutup
B. Pelaksanaan
1. Prinsip Penting Yang Harus Dipatuhi
a. Pasang masker sebelum memakai gaun dan sarung
tangan juga sebelum melakukan cuci tangan bedah
b. Masker hanya di pakai satu kali untuk jangka waktu
tertentu ( misalnya tiap menangani satu pasien )
kemudian dibuang / masukan dalam tempat yang
sudah disediakan
2. Teknik Memakai Masker
a. Cuci tangan dan mabil masker dari kontainer, tekuk
bagian logam yang akan mengenai hidung sesuai
dengan bentuk hidung pemakai ( hal ini penting untuk
menghindari masuknya udara lewat samping hidung
dan mencegah pengembunan kaca mata ) apabila
menggunkan masker di STANDAR PROSEDUR
OPERASIONAL
b. Hindarkan memegang – megang masker sebelum di
pasang dimuka
c. Pasang masker hingga menutupi mulut dan hidung
d. Ikatkan tali pada bagian atas dibelakang kepala, dan
pastikan bahwa tali lewat dibagian atas telinga
e. Ikat tali bawah dibelakang kepala sejajar dengan
bagian atas leher / dagu
f. Begitu masker lembab harus diganti
g. Jangan membuka masker dari hidung dan mulut dan
membiarkan bergelantungan di leher
3. Teknik Membuka Masker
a. Ingat selau untuk mebuka sarung tanga lebih dahulu
( jika memakai ) dan cuci tangan, untuk mencegah
kontaminasi dari tangan kemuka
b. Lepaskan tali bawah dahulu baru kemudian yangf atas
tangan harus sebersih mungkin bila menyentuh leher
c. Lepas masker , gulung masker dari arah dalam keluar,
lipat dan ikatkan tali mengelilingi masker dan buang
ketempat yang telah disediakan
d. Cuci tangan

Unit Terkait
No.Dokumen No.Revisi Halaman
0631/B/ PRWT/
2016
1/1
RUMAH SAKIT
ISLAM
BANJARMASIN
Tanggal Terbit : Ditetapkan,
1 Maret 2009 Direktur RS. Islam Banjarmasin
SPO PELAYANAN
KEPERAWATAN Tanggal Revisi 1: Dr. Hj. Rofiqah
1 Juni 2016 NIK 0603/VI/2003

Pengertian

Tujuan
Kebijakan
Petugas
Pelaksana

Prosedur

Unit Terkait
No.Dokumen No.Revisi Halaman
0631/B/ PRWT/
2016
1/1
RUMAH SAKIT
ISLAM
BANJARMASIN
Tanggal Terbit : Ditetapkan,
1 Maret 2009 Direktur RS. Islam Banjarmasin

SPO IBS BARU


Tanggal Revisi 1: Dr. Hj. Rofiqah
1 Juni 2016 NIK 0603/VI/2003

Pengertian

Tujuan
Kebijakan
Petugas
Pelaksana

Prosedur

Unit Terkait

No.Dokumen No.Revisi Halaman


0631/B/ PRWT/
2016
RUMAH SAKIT 1/1
ISLAM
BANJARMASIN
Tanggal Terbit : Ditetapkan,
1 Maret 2009 Direktur RS. Islam Banjarmasin

SPO IBS BARU


Tanggal Revisi 1: Dr. Hj. Rofiqah
1 Juni 2016 NIK 0603/VI/2003

Pengertian

Tujuan
Kebijakan
Petugas
Pelaksana

Prosedur

Unit Terkait