Anda di halaman 1dari 15

1

BAB I

PENDAHULUAN

A. Latar Belakang

Organisasi adalah kelompok kerja sama antara orang orang-orang yang

diadakan untuk mencapai tujuan (KBBI). Dalam organisasi tiap-tiap orang

memberikan sumbangan pemikiran, tenaga, kemampuan dll. Di dalam

organisasi sangat penting melakukan diskusi untuk pembuatan keputusan agar

tidak terjadinya salah penyampaian informasi antar anggota dalam suatu

organisasi.

Diskusi merupakan kegiatan komunikasi langsung dalam suatu

kelompok yang melibatkan sekelompok orang. Tujuan diskusi pada umumnya

untuk memecahkan masalah dan untuk memperoleh kesimpulan yang dapat

disumbangkan kepada pihak-pihak yang membutuhkan sumbangan pemikiran.

Banyak manfaat yang dapat diambil dari kegiatan diskusi, antara lain dapat

mencari solusi atas suatu permasalahan bersama, melatih seseorang

mengungkapkan gagasan, ide, pendapat, berlatih menghargai pendapat orang

lain, dan sebagainya. Dalam kegitan diskusi ada pembicara/penyaji,

moderator, dan notulis. Pembicara/penyaji adalah orang yang menyampaikan

dan membahas topik permasalahan yang didiskusikan. Moderator adalah

orang yang mengatur jalannya diskusi. Notulis adalah orang yang bertugas

untuk membuat notula (catatan rapat atau hasil diskusi).

Kegiatan diskusi sangat perlu untuk disususun laporannya. Dengan

cara itu akan tergambar keputusan keputusan penting yang dihasilkan saat

proses berlangsungnya diskusi. Hasil diskusi yang terdokumentasi dengan


2

baik tentu akan mempermudah pemantauan pelaksanaaannya daripada yang

diskusi hanya berupa lembaran-lembaran yang tercecer.

Dengan adanya laporan itu, proses beserta hasil-hasil dari dari diskusi

dapat terdokumentasikan dengan baik. Berdasarkan laporan itulah, akan

diketahui keputusan apa yang sudah berhasil direalisasikan dan keputusan apa

yang pelaksanaannya belum optimal. Oleh karena itu, keterampilan menulis

laporan hasil diskusi adalah hal yang sangat penting dan perlu dikuasai.

B. Rumusan Masalah

Berdasarkan latar belakang yang telah diuraikan, masalah yang

dikemukakan dalam makalah ini adalah sebagai berikut.

1. Apa pengertian laporan hasil diskusi ?

2. Apa unsur-unsur laporan hasil diskusi ?

3. Bagaimana contoh laporan hasil diskusi ?

C. Tujuan Penulisan

Adapun tujuan penulisan makalah ini, antara lain sebagai berikut.

1. Untuk mendeskripsikan pengetian laporan hasil diskusi.

2. Untuk mengetahui tentang unsur-unsur laporan hasil diskusi.

3. Untuk mengetahui contoh laporan hasil diskusi.

D. Manfaat Penulisan

Adapun manfaat dari penulisan makalah ini adalah sebagai berikut:

1. Sebagai ilmu pengetahuan

2. Sebagai referensi untuk penulis yang berkaitan dengan laporan hasil

diskusi
3

BAB II

PEMBAHASAN

A. Pengertian Laporan Hasil Diskusi

Laporan hasil diskusi adalah bentuk pertanggungjawaban terhadap

pelaksanaan kegiatan yang telah dilakukan. Laporan diskusi disampaikan dalam

bentuk tertulis agar lebih jelas, lengkap, koherensif, dan disampaikan berdasarkan

fakta secara objektif tentang kedaan atau kegiatan yang telah dilaksanakan.

(Demas Masudi dkk, 2009 : 64).

Laporan hasil diskusi adalah laporan yang disampaikan harus dapat

menyajikan fakta secara objektif tentang keadaan atau kegiatan yang telah

dilaksanakan (Tim Edukatif HTS, 2016: 7).

B. Unsur-Unsur Laporan Hasil Diskusi

Laporan hasil diskusi harus singkat, jelas, terperinci,dan lengkap. Hal ini

dimaksudkan untuk memudahkan pihak penerima laporan dalam menangkap

kandungan pokok laporan. Sementara itu, isi laporan sebaiknya mencangkup hal-

hal penting penyelenggaran diskusi.

Secara terperinci, unsur-unsur yang harus ada dalam laporan hasil diskusi

antara lain, adalah sebagai berikut :

1. judul laporan;

2. identitas pelaksanaan diskusi, seperti tanggal dan tempat, serta tema dan

tujuan diskusi;

3. para pelaksana diskusi, seperti moderator, notulis, dan peserta;

4. hasil-hasil diskusi yang meliputi isi tanggapan para peserta dan kesimpulan;

5. tempat dan tanggal penulisan laporan;


4

6. tanda tangan dan nama jelas penulis laporan.

Dalam menyusun laporan diskusi, notulis harus mendokumentasikan

jalannya diskusi secara lengkap. Untuk kelengkapan laporan tersebut disajikan

dengan sistematika sebagai berikut.

1. Judul

2. Identitas pelaksanaan diskusi

a. Waktu dan tempat diskusi

b. Tema atau masalah diskusi

c. Tujuan diskusi

3. Pelaksana diskusi

a. Pembicara

b. Notulis

c. Moderator

d. Peserta

4. Hasil diskusi

a. Pokok-pokok materi diskusi sebagai pokok-pokok isi masalah yang

disajikan oleh pemakalah

b. Pertanyaan-pertanyaan serta tanggapan yang disampaikan oleh peserta

diskusi (floor).

5. Kesimpulan

6. Lampiran-lampiran

a. Makalah

b. Notulen

c. Daftar hadir peserta


5

Menuliskan laporan hasil diskusi juga diberikan lampiran daftar hadir atau

biasa disebut dengan presensi. Daftar hadir sebagai bukti banyaknya yang hadir

dalam suatu diskusi. Daftar hadir biasanya dibuat rangkap untuk lampiran laporan

pertanggungjawaban. Tidak ada format standar dalam membuat daftar hadir.

Format tergantung dari instansi atau lembaga yang mengadakan diskusi

Berikut ini contoh format yang bias digunakan dalam penulisan daftar hadir.

PRESENSI/DAFTAR HADIR

Tema :

(tanggal)

No Nama Peserta Diskusi Kelas Tanda tangan

1 1

2 2

3 3

4 4

C. Contoh Laporan Hasil Diskusi

Contoh 1

LAPORAN HASIL DISKUSI

KELOMPOK V

Hari, tanggal : Rabu, 21 april

Waktu : Pukul 10.20-12.00

Tempat : Kelas XII B

Tema diskusi : Peningkatan Gemar Membaca


6

Tujuan : 1. Mencari penyebab lemahnya keinginan membaca

2. Merumuskan cara-cara meningkatkan budaya gemar

membaca di kalangan siswa

Pelaksana diskusi

1. Pembicara : Indra Mulyono

2. Moderator : Iin Mulyati

3. Notulis : Suci Amalia

4. Anggota : a. Immadi Ali Rahman

b. Nurul Hidayati

c. Meli Nuramelia

d. Guruh Nugraha

Hasil-hasil diskusi :

1. Pokok-pokok materi diskusi:

a. Penyebab lemahnya keinginan membaca dipengaruhi oleh beberapa faktor.

b. Salah satu faktor lemahnya keinginan membacaya yaitu banyaknya

hiburan yang mudah dan murah dibanding membaca seperti menonton

siaran tv dan menikmati musik.

c. Minimnya bacaan dan mahalnya harga buku menjadi salah satu

penghambat untuk membaca.

2. Pertanyaan dan tanggapan

a. Pertanyaan

Meli : selain faktor menonton siaran tv dan menikmati musik, apa

saja yang menjadi penyebab lemahnya keinginan membaca

serta bagaimana cara meningkatkan budaya gemar membaca ?


7

b. Tanggapan/penaggap

a) Immadi : penyebab lemahnya pembaca adalah karena koleksi

bukunya sangat minim dan ketinggalan zaman.

b) Nurul : penyebab lemahnya keinginan membaca karena factor

lingkungan yang kurang mendukung, seperti pergaulan dengan sebaya

ataupun lingkungan keluarga yang belum menjadikan membaca

sebagai kebutuhan hidup

c) Guruh : minat bacadapat ditingkatkan dengan adanya dorongan dari

luar,seperti perlombaan kecepatan membaca, meresensi buku,

menulis karya ilmiah.

d) Immadi : koleksi perpustakaan perlu ditambah dengan buku-buku

baru dan sesuia dengan keperluan dan minat siswa.

3. Kesimpulan (hasil-hasil yang disepakati)

a. Faktor penyebab lemahnya keinginan membaca: koleksi perpustakaan

sekolah yang minim,daya tarik televise lebih kuat, serta budaya membaca

di lingkungan dan teman sebaya yang masih rendah.

b. Minat membaca dapat ditingkatkan dengan adanya lomba-lomba, seperti

lomba kecepatan membaca, meresensi buku, dan menulis karya tulis.

Selain itu, minat baca dapat ditingkatkan dengan menambah koleksi

perpustakaan, pameran buku, dan diskusi buku dengan penulis.

Bontang, 21 April 2010

Notulis,

Suci Amalia
8

Contoh 2

LAPORAN KEGIATAN DISKUSI

TEMA:

SOLUSI PENCEMARAN LINGKUNGAN AKIBAT


LIMBAH RUMAH TANGGA

Diselanggarakan oleh:
Mahasiswa Pecinta Alam FKIP Universitas Sebeleah Maret Surakarta
1 Juni 2017

BAB 1 PENDAHULUAN

A. Latar Belakang Pelaksanaan Diskusi

Perkembangan iptek di berbagai bidang membuat perubahan di berbagai

sektor kehidupan, khususnya lingkungan dan tatanan kehidupan, peradaban

manusia, serta nilai-nilai budaya bangsa di Indonesia. Perubahan tersebut

berimbas pula pada masalah-masalah lingkungan, baik skala besar maupun skala

kecil, seperti rumah tangga. Keenggangan warga mengolah sampah rumah tangga

kadang kala berakibat fatal pada pencemaran lingkungan. Oleh karena itu, perlu

dicari solusi yang tepat untuk mengatasi pencemaran lingkungan yang diakibatkan

oleh limbah rumah tangga.

Di Indonesia, pencemaran lingkungan sudah menjadi masalah yang besar

sehingga mengakibatkan terjadinya polusi dan perubahan nilai-nilai kehidupan

dalam masyarakat, khususnya untuk sadar terhadap kebersihan lingkungannya.

Pola kehidupan masyarakat kita sedang berubah dan bergerak dari agraris menuju

masyarakat industrial, dari tradisional-statis menuju modern-dinamis, dari nilai

lokal-daerah menuju nilai global-universal, dari keragaman menuju

keberanekaragaman, dari satu nilai menuju serba nilai. Inilah wajah masyarakat
9

kita yang sedang berubah akhir-akhir ini sebagai konsekuensi logis dari

keberlangsungannya era globalisasi dunia.

Fenomena-fenomena perubahan transformasi social budaya dan

lingkungan tersebut diatas tidak dapat di hindarakan lagi. Merujuk fenomena-

fenomena tersebut, maka dalam rangka memperingati hari Bumi se-Dunia tanggal

1 juni, Mahasiswa Pencinta Alam FKIP UNS bekerja sama dengan Pusat Studi

Lingkungan Hidup, menyelenggarakan diskusi. Kegiatan diskusi ini diharapkan

dapat menjadi media ekspresi, dan berkolaborasi antara masyarakat pencinta,

pemerhati, dan para ahli lingkungan untuk memadukan aneka pemikiran dalam

upaya mewujudkan solusi pencemaran lingkungan yang diakibatkan oleh sampah

rumah tangga.

B. Tema

Solusi pencemaran lingkungan akibat limbah rumah tangga

Subtema:

1. Ada apa dengan limbah rumah tanga?

2. Pemanfaatan teknologi dalam mengolah limbah rumah tangga.

3. Penanganan limbah rumah tangga yang efektif.

4. Pemasyarakatan teknik pengolahn limbah rumah tangga.

5. Limbah rumah tangga dan penanganannya.

6. Peran media cetak dalam pemasyarakatan sadar lingkungan dan solusi

penanganan limbah rumah tangga.

C. Tujuan

1. Menghimpun gagasan. Pikiran, pendapat menegenai solusi pencemaran

lingkungan akibat limbah rumah tangga serta implikasinya terhadap

kesehatan lingkungan.
10

2. Memperoleh informasi actual mengenai pengolahan limbah rumah tangga

dari pencinta, pemerhati, dan ahli lingkungan.

3. Memperoleh masukan yang dapat diperoleh hasil yang efektif dari para

ahli lingkunagan dalam pengelolahan limbah rumah tangga yang sering

mengakibatkan pencemaran lingkungan.

D. Manfaat Diskusi

Diskusi ini diharapkan dapat diperoleh hasil yang efektif dari para ahli

lingkungan dalam pengelolahan limbah rumah tangga yang sering mengakibatkan

pencemaran lingkungan.

BAB II PELAKSANAAN DAN HASIL DISKUSI

A. Pelaksanaan

1. Topik Diskusi dan Pembicara

Dalam diskusi ini ditampilkan pembicara utama berikut.

a. Mr. john Custer (SIL-International-Indonesia)

“Solusi Efektif Penanganan Limbah Rumah Tangga”

b. Dr. rer.nat. Sadjidan, M.Si. (Ketua Priodi Biologi Pascasarjana UNS)

“Pengolahan Limbah Rumah Tangga dalam Perspektif Lingkungan

Hidup”

c. Drs. Sugiyanto, M. Si.,M.Si (Dpsen Lingkungan Hidup Pascasarjana UNS)

“Implementasi Teknik dan Strategi penannganan Limbah Rumah Tangga

di Masyarakat”

2. Peserta

Dalam diskusi ini yang menjadi peserta adalah berikut.

a. Guru IPS dan Biologi SMP dan SMA


11

b. Kepala sekolah SMP dan SMA

c. Mahasiswa S-1, S-2, S-3 Geografi, Biologi, dan Kehutanan

d. Dosen Geografi, Biologi, dan Kehutanan

e. Pemerhati Lingkungan Hidup

f. Peneliti dan praktisi lingkungan hidup

g. Mahasiswa Pencinta Alam

3. Waktu dan Tempat

Diskusi ini dilaksanakan di Aula FKIP Universitas Sebelas Maret Surakarta,

Jl. Ir Sutami No. 36 A pada 1 juni 2017 pukul 08.00 sd 16.00 WIB

4. Penyelenggara

Mahasiswa Pencinta Alam FKIP Universitas Sebelas Maret Surakarta

B. Hasil Diskusi

1. Peserta

Peserta dalam diskusi tanggal 1 juni 2007 telah memenuhi target karena

diikuti oleh sekitar 250 peserta. Padahal target semua ditargetkan hanya 150

peserta. Oleh karena itu, diskusi ini dianggap telah mencapai target.

2. Pelaksana Diskusi

Diskusi Ini dibuka oleh Pembantu Dekan Tiga FKIP Universitas Sebelas

Maret,

Drs. Amir Fuadi M.Pd. pelaksanaan diskusi sangat menarik dan apressiasif,

baik dari pembicara dan peserta. Ketiga pembicara menyampaikan berbagai

materi mengenai solusi pencemaran lingkungan akibat limbah rumah tangga.

Oleh karena itu, para peserta pun sangat antusiasmengikuti diskusi ini.
12

3. Kendala-kendala

Ada sedikit kendala terkait dengan LCD, akan tetapi dapat diatasi dengan

baik.

BAB III PENUTUP

A. Simpulan

Kegiatan diskusi ini telah dilaksanakan dengan baik dan lancar. Jadi,

limbah rumah tangga harus dikelola secara baik dengan memanfaatkan teknologi

sedarhana. Dengan demikian tidak mengakibatkan pencemaran lingkungan.

B. Saran

Berdasarkan hasil diskusi selanjutnya, disarankan bahwa:

1. Diperlukan diskusi lebih lanjut dengan mendatangkan berbagai pihak untuk

memperoleh hasil pemikiran yang lebih luas.

2. Dilakukan persiapan yang lebih maksimal

Demikianlah laporan kegiatan diskusi. Semoga bermanfaat dan segala

kekurangan dan kelemahan dalam kegiatan ini diharapkan menjadi pengalaman

yang berharga umtuk kegiatan selanjutnya.

Surakarta, 05 jini 2017

Ketua Panitia

M. Yuma Arridhwan Adipura

NIM KI2006009
13

BAB III

PENUTUP

A. Simpulan

1. Laporan hasil diskusi adalah bentuk pertanggungjawaban terhadap

pelaksanaan kegiatan yang telah dilakukan. laporan diskusi

disampaikan dalam bentuk tertulis agar lebih jelas, lengkap,

koherensif, dan disampaikan berdasarkan fakta secara objektif tentang

kedaan atau kegiatan yang telah dilaksanakan.

2. Unsur-unsur dalam laporan hasil diskusi adalah judul laporan; identitas

pelaksanaan diskusi, seperti tanggal dan tempat, serta tema dan tujuan

diskusi; para pelaksana diskusi, seperti moderator, notulis, dan peserta;

Hasil-hasil diskusi yang meliputi isi tanggapan para peserta dan

kesimpulan; tempat dan tanggal penulisan laporan; tanda tangan dan

nama jelas penulis laporan.

3. Untuk kelengkapan penulisan laporan hasil diskusi, maka laporan

tersebut disajikan dengan sistematika sebagai berikut : judul; identitas

pelaksanaan diskusi : waktu dan tempat diskusi; tema atau masalah

diskusi; tujuan diskusi; pelaksana diskusi: pembicara, notulis,

moderator, peserta; hasil diskusi: pokok-pokok materi diskusi sebagai

pokok-pokok isi masalah yang disajikan oleh pemakalah, pertanyaan-

pertanyaan serta tanggapan yang disampaikan oleh peserta diskusi

(floor); kesimpulan; lampiran-lampiran.


14

B. Saran

1. Penulis menyarankan agar pihak sekolah memperbanyak buku dan

artikel di perpustakaan yang berkaitan dengan materi tentang laporan

hasil diskusi.

2. Penulis menyarankan kepada teman-teman semua agar senantiasa

membaca buku dan artikel yang berkaitan dengan tata cara menulis

laporan hasil diskusi.


15

DAFTAR PUSTAKA

Kamus Besar Bahasa Indonesia (KBBI). “Organisasi”. 2012.


http://kbbi.web.id/organisasi. Di akses pada tanggal 2 September 2016.

Kosasih, Engkos. 2006. “Cerdas Berbahasa Indonesia untuk SMA/MA Kelas


XII”. Jakarta: Erlangga.

Kusumawati, Yuli & Muhammad Rahmadi. 2008. “Bahasa dan Sastra


Indonesia”. Surakarta : CV. Putra Nugraha.

Marsudi, Demas dkk. 2009. “Bahasa dan Sastra Indonesia 3”. Surakarta : CV.
Haka Mj

Tim Kreatif Hayati Tumbuh Subur (ed.). 2016. “Buku Ajar Bahasa Indonesia
untuk SMA/ MA”. Surakarta: CV. Hayati Tumbuh Subur.

Tim Kreatif Hayati Tumbuh Subur (ed.). 2016. “Buku Ajar Bahasa Indonesia
untuk SMA/ MA Semester Genap”. Surakarta: CV. Hayati Tumbuh Subur.