Anda di halaman 1dari 3

PRAKTIKUM INTALASI LISTRIK

A. Tata Tertib Praktikum


 Selama praktikum berlangsung, peserta praktikum harus mengikuti dengan
tertib yang diarahkan dosen pengajar.
 Periksalah alat-alat tersebut sebelum melakukan praktikum, tanyakan pada
pembimbing hal-hal yang kurang jelas mengenai alat-alat tersebut dan tidak
diperkenankan menghubungkan peralatan praktikum dengan sumber tegangan
listrik tanpa seijin pembimbing.
 Selama praktikum berlangsung, praktikan tidak diperkenankan meninggalkan
ruangan/tempat praktikum, kecuali seijin Pembimbing.
 Waktu pelaksanaan praktikum harus tepat dan sesuai dengan jadwal.
 Setelah pelaksanaan praktikum, alat dan/atau bahan dikembalikan ketempat
semula dalam keadaan bersih dan rapi.
 Mahasiswa yang berhalangan mengikuti kegiatan praktikum harus ada surat
ijin (dari Dokter bila sakit) yang ditujukan kepada Dosen pengajar.
 Penilaian praktikum didasarkan pada aktifitas dan kesungguhan dalam
pelaksanakan praktikum, laporan dan tugas pendahuluan.
B. Tujuan
 Mampu mengenali bentuk dan jenis komponen yang digunakan untuk instalasi
listrik satu phasa.
 Mampu membaca gambar dengan baik dan benar.
 Mampu merangkai Instalasi Listrik dengan benar.
 Mempu menganalisis rangkaian Instalasi Listrik.
C. Teori Dasar
 MCB
MCB (Miniature Circuit Breaker) adalah komponen dalam instalasi listrik
rumah yang mempunyai peran sangat penting. Komponen ini berfungsi
sebagai sistem proteksi dalam instalasi listrik bila terjadi beban lebih dan
hubung singkat arus listrik (short circuit ataukorsleting). Dasar
pemilihan rating arus MCB yang ingin dipakai di perumahan tentu
disesuaikan dengan besarnya langganan daya listrik PLN yang terpasang.
Karena PLN sendiri menetapkan besar langganan listrik perumahan
sesuai rating arus dari MCB yang diproduksi untuk pasar dalam negeri.
 Saklar
Saklar termasuk bahan jadi yang merupakan alat yang berfungsi untuk
menghubungkan dan memutuskan arus listrik dari sumber tegangan menuju
beban. Saklar sangat banyak macam dan jenisnya misalnya: untuk keperluan
instalasi penerangan, untuk tegangan tinggi, instalasi tenaga dan banyak lagi
jenisnya. Sebagai pengetahuan dasar cukup mengenai beberapa macam yang
dijumpai dalam kehidupan sehari-hari: di rumah, sekolah dan tempat-tempat
umum lainnya.
Saklar ada yang dipasang di luar tembok dan ada pula yang dipasang did alam.
Saklar yang dipasang di dalam tembok harganya lebih mahal, tetapi lebih
banyak yang menyukai sebab tampak lebih bersih dindingnya karena pipanya
tidak tampak, sehingga tidak mengganggu pemandangan.
 Stop Kontak
Stop kontak merupakan material instalasi listrik yang berfungsi sebagai muara
penghubung antara arus listrik dengan peralatan listrik. Di bawah ini adalah
gambar stop kontak out bow yang dipasang di luar tebok (tidak ditanam di
dalam tembok) dan memiliki beberapa colokan sehingga sering disebut
terminal.
Stop kontak, sebagian mengatakan outlet, merupakan komponen listrik yang
berfungsi sebagi muara hubungan antara alat listrik dengan aliran listrik. Agar
alat listrik terhubung dengan stop kontak, maka diperlukan kabel dan steker
atau colokan yang nantinya akan ditancapkan pada stop kontak.
 Penghantar/ Kabel
Penghantar Kabel yang umum dipakai pada instalasi listrik biasanya
menggunakan kabel dengan jenis NYM dan NYA (menggunakan pipa
pelindung/conduit) dengan ukuran yang disesuaikan dengan keadaan beban
yang terpasang. Biasanya untuk instalasi penerangan digunakan kabel dengan
ukuran 1.5 mm, untuk instalasi stop kontak digunakan kabel dengan ukuran
2.5 mm dan untuk pemasangan dari KWH menuju MCB digunakan kabel
dengan ukuran 4 mm.
 Fitting Lampu
Sebuah alat listrik yang fungsinya sebagai tempat dudukanlampu, lampu pijar,
neon, TL, downlight dan jenis lampu lainnya. Juga sebagai alat untuk
mendistribusikan (menyalurkan) arus listrik dari rangkaian listrik
ke lampuseperti : lampu pijar, neon, TL, downlight, dan jenis lampu- lampu.

D. Bahan dan Alat

Bahan Unit Alat Unit


MCB 1 Obeng Plus (+) 1
Saklar Seri 1 Obeng Minus (-) 1
Pipa PVC Secukupnya Tang 1
Kabel Secukupnya Tang Potong 1
Lampu Pijar 2 Palu 1
Fitting Lampu 2 Test Pen 1
Papan Kerja 1
Paku Secukupnya
Klem Pipa PVP Secukupnya
Isolasi Kabel Secukupnya
Stop Kontak 1
Steker 1

E. Langkah Kerja

 Siapkan bahan dan alat yang diperlukan.


 Potong pipa dan kabel secukupnya sesuai gambar.
 Periksa bahan dan alat dalam kondisi baik.
 Lakukan pemasangan pipa, klem, MCB, fitting lampu, saklar seri, dan steker
sesuai gambar.
 Pemasangan kabel ke dalam pipa sesuai jumlah kabel dalam gambar
rangkaian.
 Lakukan penyambungan kabel ke komponen yang terpasang dan apabila
terjadi sambungan T-dust dan L-dust jangan lupa isolasikan sambungan
tersebut.
 Setelah selesai instalasi tersebut lakukan pengujian dengan diberikan dengan
sumber tegangan dan pastikan lampu, saklar dan stop kontak apakah berfungsi
sesuai yang dikerjakan.
 Bila ada kesalahan ulangi langkah pemasangan kabel hingga semua berfungsi
semestinya.
 Jika selesai laporkan hasil praktikum kepada dosen pengajar dan rapikan
bahan dan alat yang telah digunakan.
F. Gambar Bagan Kerja