Anda di halaman 1dari 5

Pendidikan Karakter Berbasiskan

Tunjuk Ajar Melayu


17 Desember 2011 - 08.40 WIB > Dibaca 1053 kali | Komentar

Kondisi anomie atau kealpaan nilai-nilai semakin berkembang di Indonesia.


Gerakan reformasi yang dirancang untuk memperbaiki nasib bangsa ternyata
belum mampu memperbaiki bangsa Indonesia.

Berbagai krisis yang melanda Indonesia telah membuat bangsa Indonesia semakin
kritis dan tidak tentu arah tujuannya.

Kondisi normless atau kacau balau dapat dilihat dari perilaku bangsa Indonesia
yang cenderung brutal, tidak disiplin, korupsi, manipulasi, tidak taat hukum,
fanatik sempit dan perilaku merusak lainnya.

Berbicara tentang kondisi bangsa Indonesia pada hari ini, alangkah eloknya kita
merenungkan ciri-ciri bangsa yang sedang menuju kehancuran yang disampaikan
oleh Lickona dalam bukunya Educating for Character: How our school can teach
respect & responsibility (1992), yakni meningkatnya kekerasan di kalangan
remaja, membudayanya ketidakjujuran, sikap fanatik terhadap kelompok/peer
group, rendahnya rasa hormat kepada orangtua dan guru, semakin kaburnya nilai
baik dan buruk, penggunaan bahasa yang semakin memburuk, meningkatnya
perilaku merusak diri, seperti penggunaan narkoba, alkohol, dan seks bebas,
rendahnya rasa tanggung jawab sebagai individu dan sebagai warga Negara,
menurunnya etos kerja dan adanya rasa saling curiga, kurangnya kepedulian di
antara sesama.

Sepuluh ciri di atas terlihat secara jelas dalam kehidupan bangsa Indonesia saat
ini.

Bila direnungkan sepuluh ciri di atas, tampaknya bangsa Indonesia tidak sedang
menunju proses pembangunan bangsa seutuhnya, tetapi menuju proses
kehancuran. Betapa prihatinnya kita dengan nasib bangsa Indonesia saat ini.

Pendidikan Karakter
Salah satu solusi yang direkomendasikan untuk perbaikan karakter bangsa
Indonesia adalah program pendidikan budaya dan karakter bangsa atau yang lebih
dikenal dengan pendidikan karakter.

Secara nasional program pendidikan karakter di sekolah telah dikukuhkan


pemerintah. Berbagai kelengkapan dan kegiatan untuk pendidikan karakter telah
disiapkan pemerintah.
Dalam Pedoman Pengembangan Pendidikan Budaya dan Karakter Bangsa (2010)
dinyatakan bahwa pendidikan karakter berfungsi (i) pengembangan:
pengembangan potensi peserta didik untuk menjadi pribadi berperilaku baik; ini
bagi peserta didik yang telah memiliki sikap dan perilaku yang mencerminkan
budaya dan karakter bangsa;

(ii) perbaikan: memperkuat kiprah pendidikan nasional untuk bertanggung jawab


dalam pengembangan potensi peserta didik yang lebih bermartabat; dan (iii)
penyaring: untuk menyaring budaya bangsa sendiri dan budaya bangsa lain yang
tidak sesuai dengan nilai-nilai budaya dan karakter bangsa yang bermartabat.

Sedangkan tujuan pendidikan karakter adalah: (i) mengembangkan potensi


kalbu/nurani/afektif peserta didik sebagai manusia dan warganegara yang
memiliki nilai-nilai budaya dan karakter bangsa; (ii) mengembangkan kebiasaan
dan perilaku peserta didik yang terpuji dan sejalan dengan nilai-nilai universal dan
tradisi budaya bangsa yang religius; (iii) menanamkan jiwa kepemimpinan dan
tanggung jawab peserta didik sebagai generasi penerus bangsa; (iv)
mengembangkan kemampuan peserta didik menjadi manusia yang mandiri,
kreatif, berwawasan kebangsaan; dan (v) mengembangkan lingkungan kehidupan
sekolah sebagai lingkungan belajar yang aman, jujur, penuh kreativitas dan
persahabatan, serta dengan rasa kebangsaan yang tinggi dan penuh kekuatan
(dignity).

Tunjuk Ajar Melayu


Tunjuk Ajar Melayu (TAM) yang disusun oleh Tenas Effendy, sangat sesuai
dijadikan sebagai salah satu sumber nilai dalam pendidikan karakter.

Tunjuk ajar Melayu adalah petuah, petunjuk, nasihat, amanah, pengajaran, dan
contoh teladan yang disampaikan oleh orang Melayu. Tunjuk ajar ini bertujuan
untuk membawa manusia ke jalan yang lurus dan diridhai Allah.

Dengan kata lain, tunjuk ajar bertujuan untuk menciptakan keseimbangan atau
equlbilirium dalam kehidupan manusia sehingga manusia hidup dengan selamat di
dunia dan akhirat.

Tunjuk ajar menjadi panduan bagi orang Melayu dalam menjalani kehidupan ini.
Kandungan tunjuk ajar merupakan gabungan nilai-nilai agama Islam, nilai-nilai
budaya Melayu dan norma-norma sosial yang terdapat dalam masyarakat Melayu
Riau.

Pesan moral yang terdapat dalam tunjuk ajar Melayu Riau meliputi pelbagai aspek
kehidupan manusia disampaikan dengan bahasa yang indah dan kaya metafora.
Sehingga pesan-pesan yang disampaikan dirasakan lebih elok dan mendalam.

Dalam buku Kearifan Pemikiran Melayu (2010) Tenas Effendy menyampaikan 18


nilai-nilai asas yang terdapat dalam jati diri Melayu: nilai yang Islami, nilai adat-
istiadat, nilai keterbukaan, nilai kemajemukan, nilai kesantunan, nilai bersangka
baik, nilai bertimbang rasa, nilai amanah, nilai tahu diri, nilai berani dan tabah,
nilai percaya diri, nilai malu, nilai memuliakan ilmu pengetahuan, nilai
menanfaatkan waktu, nilai berwawasan luas dan berpandangan jauh ke depan,
nilai mencintai dan menjunjung bahasa sendiri, nilai musyawarah dan mufakat,
dan nilai persebatian dan perpaduan.

Kedelapan belas nilai yang terdapat dalam pendidikan karakter dan ke-18 nilai
asas yang terkandung dalam jati diri Melayu tampak terlihat banyak kesamaan
sebab nilai-nilai tersebut adalah nilai-nilai yang bersifat universal yang sangat
perlu dimiliki oleh manusia. Dengan demikian, tunjuk ajar Melayu dapat
dijadikan dasar untuk penerapan pendidikan karakter di provinsi Riau.

Model pengembangan pendidikan karakter berbasiskan tunjuk ajar Melayu dapat


dilakukan dengan tiga cara; (i) Pengintegrasian dengan mata pelajaran yang ada
dengan cara mengembangkan silabus dan RPP pada kompetensi yang telah ada
sesuai dengan nilai yang ajan diterapkan; (ii) Mata Pelajaran Muatan Lokal
Budaya Melayu Riau (BMR) yang telah tetap oleh Dinas Pendidikan Provinsi
Riau sebagai mata pelajaran di sekolah; dan (iii) Kegiatan pengembangan diri
melalui pembudayaan dan pembiasaan seperti pengkondisian, kegiatan rutin,
kegiatan spontanitas, keteladanan, dan kegiatan terprogram lainnya.

Kesungguhan semua pihak sangat diperlukan untuk menyusun dan menerapkan


program pendidikan karakter yang berbasikan kearifan Melayu ke dalam Mata
Pelajaran Muatan Lokal Budaya Melayu.***

Dr Junaidi, Dekan Fakultas Ilmu Budaya Unilak dan Komisioner Komisi


Penyiaran Daerah (KPID) Riau.

Tunjuk Ajar yang dimaksud disini adalah segala jenis petuah, petunjuk, nasihat, amanah,
pengajaran, dan contoh teladan yang bermanfaat bagi kehidupan manusia dalam arti
seluasnya.
Menurut orang-orang tua Melayu, Tunjuk ajar Melayu adalah segala petuah, amanah,
suri tauladan, dan nasihat yang membawa manusia ke jalan yang lurus dan diridhoi
Allah, yang bermakna menyelamatkan manusia dalam kehidupan di dunia dan
kehidupan di akhirat.

Sedikit didalam berbagai ungkapan disebut :


yang disebut tunjuk ajar,
petuah membawa berkah
amanah membawa tuah

yang disebut tunjuk ajar,


tunjuk menjadi telaga budi
agar menjadi suluh hati

yang disebut tunjuk ajar,


menunjuk kepada yang elak
mengajar kepada yang benar

yang disebut tunjuk ajar,


mencelikkan mata
menyaring telinga
membersihkan hati
menyempurnakan budi
membaikan pekerti

Kandungan Isi Tunjuk Ajar

Bagi orang Melayu, tunjuk ajar harus mengandung nilai-nilai luhur agama islam dan juga
sesuai dengan budaya dan norma-norma sosial yang dianut masyarakatnya. Orang-
orang tua mengatakan "di dalam tunjuk ajar, agama memancar", atau "di dalam tunjuk
ajar Melayu, tersembunyi berbagai ilmu".

Dalam ungkapan disebut :

apalah isi tunjuk ajar,


syarak dan sunnah, ilmu yang benar
apalah isi tunjuk ajar,
segala petunjuk kejalan yang benar

apalah isi tunjuk ajar,


kepalanya syarak, tubuhnya ilmu

apalah isi tunjuk ajar,


penyuci akal, penenang kalbu

apalah isi tunjuk ajar,


peninding aib, penjaga malu

apalah isi tunjuk ajar,


sari akikah, patinya ilmu
mengekalkan tuah sejak dahulu

buah keduduk menghujung dahan


tempat bersarang semut kerangga
bertuah petunjuk mengandung iman
bertuah ajaran beradap lembaga

banyak keduduk banyak bijinya


banyak belukar banyak kayunya
banyak petunjuk banyak isinya
banyak pengajar banyak ilmunya

Ungkapan tersebut menunjukan betapa luas dan beragamnya isi tunjuk dan ajar Melayu,
bahwa kandungan atau isi tunjuk ajar tidak dapat diukur atau ditakar, apalagi tunjuk ajar
sendiri terus berkembang sejalan dengan kemajuan masyarakatnya.

nah sobat semua kira itu pengertian dari tunjuk ajar melayu, nanti akan saya bahas lagi
lebih dalam tentang tunjuk ajar ini. Semoga bemanfaat......