Anda di halaman 1dari 25

PROGRAM KE PAIAN

KULIAH PENGABDIAN MASYARAKAT (KPM) IAIN METRO


PERIODE 1 TAHUN 2018

1. BIDANG KEAGAMAAN
a. Sebagian besar santri di TPA belum menguasai
cara membaca Al-Qur’an sesuai kaidah ilmu
tajwid dengan baik dan benar, seperti makhrijul
huruf, hukum bacaan dan tanda waqhof.
b. Santri belum mengetahui adab-adab membaca
Al-Qur’an.
c. Kurangnya minat hafalan bacaan dan doa
sesudah sholat.

Oleh:
Nama : YUNI DWI LESTARI
NPM : 14115891
Fakultas : TARBIYAH
Jurusan : PAI

Lokasi : Teluk Dalem


Kecamatan : Mataram Baru
Kabupaten : Lampung Timur
DPL : Dra.UmiYawisah, M.Hum

KULIAH PENGABDIAN MASYARAKAT (KPM)


INSTITUT AGAMA ISLAM NEGERI (IAIN) METRO
PERIODE 1 TAHUN 2018
HALAMAN PENGESAHAN
PROGRAM KERJA INDIVIDU
KULIAH PENGABDIAN MASYARAKAT (KPM) IAIN METRO
PERIODE 1 TAHUN 2018

Setelah diadakan pengarahan, bimbingan, koreksi, dan


perbaikan seperlunya dari Program ke PAIan KPM IAIN Metro Tahun
Akademik 2018 , saudara:

1. Nama : YUNI DWI LESTARI


2. NPM : 14115891
3. Fakultas / Jurusan : Tarbiyah/ PAI
4. Desa : Teluk Dalem
5. Kecamatan : Mataram Baru
6. Kabupaten : Lampung Timur

Maka dipandang telah memenuhi syarat untuk diajukan


sebagai Program ke PAIan KPM IAIN Metro dari saudara tersebut di
atas.
Demikian pengesahan ini kami berikan, semoga dapat
dipergunakan sebagaimana mestinya.

Metro, 20 Maret 2018


Hormat Saya
Dosen Pembimbing Lapangan, Penulis,

Dra. Umi Yawisah, M.Hum Yuni Dwi Lestari


NIP. 19260424 199903 2 001 NPM. 14115891

ii
KATA PENGANTAR

Alhamdulillah, Puji syukur Penulis panjatkan kehadirat Allah


SWT, atas rahmat, taufik dan Inayah-Nya sehingga Penulis dapat
menyusun program KPM ini dengan baik.
Dalam upaya penyusunan program KPM ini, Penulis telah
banyak menerima bantuan dan bimbingan dari berbagai pihak. Oleh
karena itu, Penulis mengucapkan banyak terima kasih, khususnya
kepada:
1. Ibu Prof. Dr. Hj. Enizar, M.Ag, Selaku Rektor IAIN Metro;
2. Bapak Drs. Zuhairi, M.Pd, Selaku ketua panitia pelaksanaan KPM
3. Ibu Dra.Umi Yawisah,M.Hum selaku dosen pendamping lapangan
4. Bapak Wiji Nur Salam selaku kepala Desa Batu Badak
5. Bapak Imam Rahamad selaku ustadzah Masjid Nurul Iman
6. Tokoh agama, tokoh masyarakat, Bapak Suprapto dan Ibu Partinah
yang telah banyak membantu dalam penyusunan program kerja
Kritik dan saran demi perbaikan program kerja ini sangat
Penulis harapkan. Semoga program kerja dapat terlaksana dengan baik
sesuai dengan apa yang telah direncanakan. Amin.

Metro, 20 Maret 2018


Hormat Saya
Penulis,

Yuni Dwi Lestari


NPM. 14115891

iii
DAFTAR ISI

HALAMAN SAMPUL ................................................................ i


HALAMAN PENGESAHAN .................................................... ii
KATA PENGANTAR ................................................................. iii
DAFTAR ISI ................................................................................ iv

BAB I PENDAHULUAN
A. Isi Program dan Fokus Program ............................ 1
B. Alasan Memilih Dampingan Pengabdian ............... 1

BAB II SASARAN UMUM DAN GAMBARAN PROGRAM


A. Sketsa Lokasi .......................................................... 2
B. Kondisi Subyek Dampingan Saat Ini .................... 7
C. Kondisi Subyek Dampingan yang Diharapkan ..... 7

BAB III STRATEGI YANG DIGUNAKAN DAN PIHAK


YANG TERLIBAT
A. Strategi yang Digunakan ....................................... 8
B. Pihak-Pihak yang Terlibat dan Keterlibatannya .... 10

BAB IV KAJIAN AKDEMIK PROGRAM


A. Gambaran Dampingan Selam Program ................. 11
B. Materi Dampingan ................................................. 11
C. Hasil Pelaksanan Dampingan ................................ 15
D. Analisis Program ................................................... 15

BAB V PENUTUP
A. Kesimpulan ............................................................ 17
B. Rekomendasi ......................................................... 17

REFERENSI DAN INFORMAN


LAMPIRAN-LAMPIRAN

iv
BAB I
PENDAHULUAN

A. Isu Program dan Fokus Program


Teluk Dalem adalah salah satu dusun dari tujuh dusun
yang ada di Desa Teluk Dalem, menurut pernyataan dari beberapa
warga Teluk Dalem adalah salah satu dari dua dusun yang masih
tertinggal jika dibandingkan dengan dusun-dusun lainnya baik dari
sisi keagamaan maupun sosial antar masyarakat salah satu bidang
keagamaan yang masih memiliki masalah adalah di TPA Nurul
Iman yang dibina oleh bapak Imam Rahmad. Beberapa masalah
tersebut antara lain:
1. Sebagian besar Santri di TPA belum menguasai cara membaca
Al-Qur’an sesuai kaidah ilmu tajwid dengan baik dan benar,
seperti makhrijul huruf, hukum bacaan dan tanda waqhof.
2. Santri belum mengetahui adab-adab membaca Al-Qur’an.
3. Kurangnya minat hafalan bacaan dan doa sesudah sholat.
4. Kurangnya tenaga pengajar di TPA
5. Terbatasnya sumur yang ada di Desa Teluk Dalem sehingga
perlunya penyuluhan mengenai tata cara tayamum
Selain dusun gunung langka, penulis juga menemui
beberapa masalah yang berada di dusun I, salah satunya yaitu:
Kurangnya fasilitas olahraga bagi para pemuda dan pemudi
Berdasarkan beberapa permasalahan diatas, maka fokus
program dampingan yang akan diajalankan adalah membantu
kegiatan belajar mengajar TPA Dusun II di Desa Teluk Dalem
sebagai bidang keagamaan, penyuluhan tata cara baca tulis al-
qur’an sebagai bidang ke-PAI-an.

B. Alasan Memilih dampingan pengabdian


Berdasarkan beberapa masalah yang telah penulis
identifikasi maka penulis telah membentuk beberapa program
dalam bidang keagamaan. Alasan penulis memilih dampingan
pengabdian membantu kegiatan belajar mengajar di TPA dusun II
Desa Sukasari Timur adalah sebagai berikut: Proses belajar TPA
yang kurang efektif, Kurangnya sopan santun, Belum hafal bacaan
dan doa sesudah sholat dan Minimnya tenaga pengajar di TPA
Dusun II Desa Sukasri Timur.

1
BAB II
GAMBARAN UMUM SASARAN PROGRAM

A. Sketsa Lokasi
1. Sejarah singkat Desa Teluk Dalem
Pada mulanya tahun 1937 Desa Teluk Dalem
merupakan wilayah Kepala Suku di bawah naungan Kampung
Raja Basa Baru, dan pada 1950 diberi wewenang oleh
Kampung Raja Basa Baru untk memisahkan diri atau
memekarkan menjadi Kampung Teluk Dalem hingga
sekarang.

2. Letak Geografis Desa Teluk Dalem


a. Luas wilayah Desa Teluk Dalem adalah 825 Ha.
b. Jumlah Dusun: 7 (Tujuh )
1) Dusun I Teluk Dalem
2) Dusun II Sukasari Timur
3) Dusun III Sukasari Barat
4) Dusun VI Sukajaya
5) DusunV Sumbersari Timur
6) Dusun VI Sumbersari Tengah
7) Dusun VII Sumbersari Barat
c. Batas wilayah:
Utara : Desa Way Areng dan Braja Dewa
Selatan : Desa Raja Basa dan Braja Emas
Timur : Desa Braja Gemiling dan Braja Emas
Barat : Desa Sadar Sriwijaya dan Mekar Jaya

3. Sosial Budaya Desa


a. Kependudukan
Jumlah usia produktif lebih banyak dibanding
dengan usia anak-anak dan lansia. Perbandingan usia anak-
anak, produktif, dan lansia adalah sebagai berikut: 21%:
61%; 18% Dari 4780 jumlah penduduk yang berada pada
kategori usia produktif laki-laki dan perempuan jumlahnya
hampir sama / seimbang.
b. Kesejahteraan
Jumlah KK sedang mendominasi yaitu 29,2% dari
total KK, KK pra sejahtera 24%, KK sejahtera 17,9%,KK

2
Kaya 16,3%, da KK Miskin 12,5%. Dengan bayak KK
prasejahtera inilah maka Desa Teluk Dalem termasuk
dalam Desa Swa Sembada.
c. Tingkat Pendidikan
Kesadaran tentang pendidika terutama pendidikan 9
tahun terjadi beberapa tahun sehingga jumlah lulusan SD
dan SLTP dan SLTA mendomiasi peringkat pertama.
d. Mata Pencarian
Mayoritas mata pencarian penduduk adalah petani
dan buruh tani, pedagang dan pengusaha hal ini disebabka
karena sudah mengenali era baru dalam bidang usaha,
disisi lain bahwa masyarakat adalah petani dan juga
minimnya tingkat pendidikan menyebabkan masyarakat
tidak punyakeahlian laiam dan akhirya tidak punya pilihan
lain selaian menjadi buruh Tani dan buruh pabrik.
e. Agama
Seluruh warga masyarakat Desa Teluk Dalem
penganut Agama adalah bervariasi.
f. Prasarana dan Sarana Desa
1) Gedung SLTA sangat diperlukan di Desa karena
jumlah siswa membengkak dan sarana yag ada belum
memadai.
2) Pasar Desa sangata perlu pembenahan terutama kios
dagang untuk memenuhi kebutuhan sehari-hari
masyarakat perlu perbaikan dengan dana yang
memadai
3) Secara umum prasarana dan sarana kegiata
pembangunan belum cukup lengkap sedangkaan
penduduk sangat mendukung dan antusias atas segala
bantuan yang ada.

4. Sejarah Pemerintahan Desa


Tabel 1 Sejarah Pemerintahan Desa

No. Periode Nama Kepala Desa


1. 1950-1970 Sutan Kepala Ratu
2. 1975-1978 Hanfiah(Stn Bandar Syah)
3. 1978-1981 M. Jufri (Plt )
4. 1981-1989 Wartaji (Pjs)

3
No. Periode Nama Kepala Desa
5. 1989-1990 M. Jufri
6. 1990-1999 Suwanto (Pjs)
7. 1999-2006 M. Jufri
8. 2007-2008 Suwanto (Plt)
9. 2008-2009 Wiji Nursalam (PJS)
10. 2009-2010 Dul Bakri SH
11. 2010-2011 Siswato S. Sos.Msi (Pjs)
12. 2011-2016 Ruslan
13. 2016-Sekarang Wiji Nursalam

a. Pemerintahan Umum
1) Pelayanan kependudukan dilaksanakan setiap hari jam
keja kerja kadang kala ada juga penduduk yang datang
pada sore atau malam hari, ini bisa dimaklumi karena
mayoritas penduduk adalah petani atau buruh tani
sehingga kesibukan bekerjaa sehatian. Pemahama
mengenai jam kerja kantor masih kurang.
2) Ada 4 (empat) lokasi pemakaman di Desa Teluk
Dalem, belum ada tim khusus yang menangai hal ini.
Proses pemakaman dipimpin oleh ulam setempat dan
dilaksanakan secara gotong royong oleh warga.
3) Perijinan diantranya adalah ijin keramaian dan iji
tinggal.
4) Ijin keramaian diwajibkan bagi kegiatan yang bisa
mendatagkan masa dalam jumlah banyak. Misalnya
hiburan rakyat, Qosidah, dan orkes/orgen tunggal. Ijin
ini selain kepemerintahan Desa juga diteruska ke
MUSPIKA.
5) Ijin tinggal diberlakuka kepada warga asing yang
bertemu lebih dari 24 jam atau memgiap terutama jika
bukan keluarga dekata dengan warga setempat.
6) Pasar tradisioal sudah ada, waraga bisa datang kepasar
tradisonal yangada ditempat.
7) Satuan linmas memiliki anggota sebanayak 31 personel
aktif dan siap sewaktu-waktu jika ada kegiatan yang
bersifat lokal atau skala kecil. Untuk pengaman skala
dan besar linmas dibantu dari POLSEK dan
KORAMIL.

4
b. Sejarah Pembangunan

Tabel 2 Sejarah Pembangunana Desa

No Tahun Keterangan Pembangunan Ket.


1 1970 Mendirikan Balai Desa Teluk Dalem Swadaya
2 1976 Rehab Berat Balai Desa Swadaya
3 1980 Mendirika Gapura Balai Desa Swadaya
4 1985 Pembangunan Onderlah Dusun V dan VI APBD
5 1986 Pembangunan Onderlah Dusun II dan III APBD
6 1987 Pengaspalan jalan DusunV APBD
7 1988 Pengaspalan Dusun VI APBD
8 1990 Pembangunan Onderlah Dusun I dan VII APBD
9 1992 Pembangunan Jembatan Dusun V Swadaya
10 1995 Pembangunan Jembatan Dusun VII Swadaya
11 1997 Pembangunan Dam Irigasi Dusun I dan III APBD
12 1999 Pembangunan Onderlah Jalan Dusun II APBD
13 2001 Pengasapalan Jalan Dusun VI APBD
14 2003 Rehab Berat Jembatan Dusun VII APBD
15 2006 Pengaspalan Jalan Dusun I, II, III APBD
16 2009 Pengaspalan Jalan Dusun VI, VII APBD
17 2010 Pembangunan Onderlah Jalan Dusun VI APBD
18 2011 - -
19 2012 - -
20 2013 - -
21 2014 - -
22 2015 - -
23 2016 - -
24 2017 - -
25 2018 - -

5. Bidang Perekonomian
Sebagian besar penduduk Desa Teluk Dalem bermata
pencaharian sebagai Petani dengan memanfaatkan lahan subur
yang berbatasan langsung dengan kawasan regester 38.
Adapun hasil pertanian yang dominan dihasilkan adalah:
Jagung, pepaya, dan Lada Hitam.

6. Bidang Sosial Budaya


a. Kependudukan
Pendudukan Desa Teluk Dalem terdiri dari
penduduk asli (Lampung) dan penduduk pendatang, Jawa,

5
Padang, Sunda dan Budda dengan jumlah penduduk 2684
jiwaterdiri dari 784 KK.
b. Kesehatan
Sebagian Masyarakat Desa Teluk Dalem masih
memanfaatkan perlindungan-Mata air umum yang di
masing-masing Dusun dalam memenuhi kebutuhan sehari-
hari karena Desa Teluk Dalem berada di bawah dari
dataran tinggi kawasan Regester 38 sehingga debit air yang
keluar dari sumbernya sangat jernih dan dapat dipakai
dalam kebutuhan sehari-hari. Dalam pelayanan kesehatan
masyarakat Desa Teluk Dalaem melaksanakan pengobatan
di puskesmas.
c. Pendidikan
Pada bidang pendidikan Desa Teluk Dalem
mempunyai beberapa fasilitas gedung sekolah yang masih
terbatas di antaranya:
1) Taman Kanak-kanak (TK) : 3 Unit
2) Pendidikan Anak Usia Dini (PAUD) : 2 Unit
3) SD : 3 Unit
4) SMP : 1 Unit
d. Agama
Penduduk Desa Teluk Dalem 99% menganut
Agama Islam 1% menganut Agama Kristen. Dalam
kegiatan keagamaan masyarakat Desa Teluk Dalem
memiliki sarana Ibadah 2 masjid dan 5 mushola dan
mempunyai kelompok-kelompok hampir di setiap RT
antara lain:
1) Pengajian rutin yang dilaksanakan oleh ibu-ibu setiap
hari Jum’at.
2) Pengajian yasinan setiap malam Jum’at bergiliran tiap
warga.
3) Pengajian selapan
4) Pengajian sentral mar’atussoleha
5) Rukun kelahiran
6) Rukun kematian
e. Budaya
Sejak Penjajahan Belanda Desa Telukl Dalem
sudah memiliki adat istiadat yang sampai sekarang masih
di lestarikan. Penduduk Desa Teluk Dalem terdiri dari
berbagai suku dan ragam budaya antara lain dikir baru

6
Lampung, ngarak, tari Lampung, qosidah, kuda lumping
dan sebagainya.

B. Kondisi Subyek Dampingan Saat Ini


Dalam bidang keagamaan kondisi saat ini adalah Sebagian
besar Santri di TPA belum menguasai cara membaca Al-Qur’an
sesuai kaidah ilmu tajwid dengan baik dan benar, seperti makhrijul
huruf, hukum bacaan dan tanda waqhof. Santri belum mengetahui
adab-adab membaca Al-Qur’an. Kurangnya minat hafalan bacaan
dan doa sesudah sholat. Kurangnya tenaga pengajar di TPA.

C. Kondisi Subyek Dampingan yang Diharapkan


Mengenai bidang keagamaan, dengan adanya program
yang penulis bentuk harapannya para santri dapat bersikap dan
berperilaku sopan, melafalkan makharijul huruf dengan fasih dan
benar, hukum bacaan dan tanda waqof serta mampu menghafal
bacaan-bacaan dan doa setelah sholat.

7
BAB III
STRATEGI YANG DIGUNAKAN
DAN PIHAK YANG TERLIBAT

A. Strategi yang Digunakan


1. Studi Pendahuluan
Sebelum menentukan program apa yang akan
laksanakan, penulis terlebih dahulu melakukan survey
lapangan dan bertanya dengan beberapa warga untuk
mengetahui secara mendalam masalah apa yang sedang terjadi
dalam masyarakat.
Setelah kurang lebih satu minggu, penulis menentukan
Dusun II Sukasari Timur sebagai lokasi program kerja individu
penulis, yaitu tepatnya di TPA nurul iman sebagai bidang
keagamaan dan kegiatan ibu-ibu sebagai bidang penunjang.

2. Pelaksanaan Pengabdian
a. Pemetaan Masalah dan Perencanan
Berdasarkan hasil survey yang penulis lakukan di
lokasi terdapat beberapa masalah diantaranya adalah
sebagai berikut:
1) Sebagian besar anak-anak TPA Nurul Iman belum
menguasai cara membaca Al-Qur’an sesuai kaidah
ilmu tajwid dengan baik dan benar.
2) Dalam proses pembelajaran, khususnya dalam bidang
baca tulis Al-Qur’an masih membutuhkan bimbingan
yang intensif.
3) Pemahaman para santri mengenai tayamum masih
awam.
4) Kurangnya fasilitas pembuatan kerajianan tangan dari
kain falabel di Desa Teluk Dalem
b. Koordinasi dengan pihak terkait (Stakeholder)
Dalam pelaksanaan pengabdian penulis melakukan
koordinasi dengan beberapa pihak. Pihak-pihak tersebut
diantaranya adalah Bapak Wiji Nursalam selaku kepala
desa yang telah memberikan izin dan menjadi pendamping
dalam program kerja individu dalam bidang keagaman dan
sosial budaya,Bapak Suwarto sekalu skertaris desa, Ibu

8
Lisnawati selaku ketua pengajian ibu-ibu di Desa Teluk
Dalem yang menjadi pedamping mahasiswa KPM, Abah
Syahraoni, Abah Muklas, Bapak Imam Rohmad,selaku
pendamping dalam menjalankan program kerja individu
dalam bidang keagamaan,pengembangan Tpa (Taman
Pendidikan Al-Qu’an), yasianan, pengajia dll,Kepala
Dusun VI Bapak salaku pendamping mejalanakan program
kerja individu mahasiswa KPM dalam bidang
pengembangan GERMAS.
c. Observasi
Observasi adalah sebuah proses pengamatan dan
pencatatan setiap peristiwa atau gejala dan segala sesuatu
yang berhubungan dengan objek penelitian dengan cara
sistematis.
Penulis melakukan observasi dengan cara
mengamati dan memperhatikan cara belajar anak-anak
TPA dan pengamatan penulis terhadap antusias para ibu-
ibu membuat buanga dari kain flanel saat sore hari.
Berdasarkan pengamatan penulis, anak-anak mempunyai
semangant yang begitu tinggi untuk belajar mengaji serta
para ibu-ibu yang kreatif membuat kerajianan tangan dari
kain flanel.
d. Pelaksanaan program
Pelaksanaan program kegiatan pengabdian berupa
membantu proses kegiatan belajar mengajar di TPA Nurul
Iman dilakukan setiap hari senin, kamis dan minggu
selama KPM berlangsung, bertempat di TPA Dusun
Sukosari Barat III Desa Teluk Dalem Kecamata Matram
Baru Kabupaten Lampung Timur.
Penulis menggunakan metode mencatat dalam
menyampaikan materi. Nak-anak menulis apa yang penulis
sampaikan kemudian penulis menjelaskan dan memberikan
contoh/cara membaca,makhrijul huruf tersebut. Adapun
materi yang penulis sampaikan yaitu tentang makhrijul
huruf, hukum nun mati dan tanwin serta tanda waqhof pada
Al-Qur’an.
Sedangkan dalam bidang penunjang penulis
berkoordinasi terlebih dahulu degan kepala kadus dan
kemudian bersosialisasi dengan para pemuda.

9
B. Pihak-pihak yang terlibat dan bentuk keterlibatannya
1. Pihak-pihak yang terlibat
Pihak-pihak yang terlibat dalam program ini yaitu:
a. Bapak Wiji Nursalam sebagi kepala Desa Teluk Dalem
b. Bapak Suwarto sekalu Sekertaris Desa Teluk Dalem
c. Ibu Lisnawati saleku ketua pengajian
d. Ibu Nikmah selaku ketua PKK Desa Teluk Dalem
e. Abah Syahroni,Abah Muklas, Bapak Imam Rohmad selaku
pemimpin yasinan dan TPA
f. Masyarakat Desa Teluk Dalem yang ikut terlibat dalam
segala kegiatan mahasisiwa KPM Desa Teluk Dalem

2. Resource yang sudah dimiliki


Berdasarkan pengamatan penulis ada beberapa
resource yang telah dimiliki:
a. Memiliki tenaga pengajar yang baik.
b. Anak-anak telah mampu membaca Al-Qur’an meskipun
makharijul hurufnya belum tepat.
c. Antusias para pemuda terhadap olah raga yang sangat
tinggi, sehingga memudahkan penulis dalam merealiasikan
program

10
BAB IV
KAJIAN AKADEMIK PROGRAM

A. Gambaran Dampingan Selama Program


TPA yang berada di Dusun II (Sukosari Timur) memiliki
memiliki murid kurang lebih 15 anak. Pada saat proses belajar
mengajar anak-anak begitu antusias menulis materi yang diberikan
oleh penulis. Anak-anak juga sangat antusias saat penulis
menjelaskan ataupun memberi contoh cara membaca Al-Qur’an
dengan baik dan benar.
Selama pelaksanaan program anak-anak begitu antusias
menulis materi yang diberikan oleh penulis. Anak-anak juga
sangat antusias saat penulis menjelaskan materi. Anak-anak juga
sangat aktif menjawab ketika penulis memberikan pertanyaan.

B. Materi Dampingan
Mengenai bidang keagamaan, uraian materi yang
disampaikan saat sosialisasi adalah sebagai berikut:
1. Makhraj Huruf
a. Pengertian Makhraj Huruf
Makhraj ditinjau dari morfologi berasal dari fi’il madli:
‫ خرج‬yang artinya keluar. Lalu dijadikan berwazan ‫مفعل‬
yang ber-shigat isim makan, maka menjadi ‫مخرج‬. Bentuk
jamaknya adalah ‫مخارج‬. Karena itu, makharijul huruf artinya
tempat-tempat keluar huruf.
Sedangkan menurut istilah makhraj adalah satu nama
tempat, yang padanya huruf dibentuk (atau diucapkan).
Dengan demikian, makhraj huruf adalah tempat keluarnya
huruf pada waktu huruf tersebut dibunyikan.
Ketika membaca al-Quran, setiap huruf harus
dibunyikan sesuai makhraj hurufnya. Kesalahan dalam
pengucapan huruf atau makhraj huruf, dapat menimbulkan
perbedaan makna dan kesalahan arti pada bacaan yang
tengah dibaca.
b. Cara Mengetahui Makhraj Huruf
Untuk mengetahui makhraj suatu huruf hendaklah
kamu menyukunkan huruf atau mentasydidkannya, lalu
masukkan hamzah al-washal (alif berharakat). Kemudian

11
ucapkan (dan dengarkan). Saat suara tertahan, maka di
sanalah letak makhrajnya.
Contoh:
‫ ب‬Huruf ba’ menjadi ‫( اب‬dibaca: ab) atau ‫( اب‬dibaca: abb)
‫ س‬Huruf sin menjadi ‫( اس‬dibaca: as) atau ‫( اس‬dibaca: ass)
‫ ق‬Huruf qaf menjadi ‫( اق‬dibaca: aq) atau ‫( اق‬dibaca: aqq)
c. Pembagian Makhraj Huruf
Terjadi perbedaan pendapat di kalangan para ulama
tentang pembagian makhraj huruf. Imam Syibawaih dan
asy-Syatibi berpendapat bahwa makhraj huruf terbagi 16
makhraj, sementara menurut Imam al-Farra terbagi 14
makhraj. Namun pendapat yang masyhur dalam perkara
ini adalah yang menyatakan bahwa makhraj huruf terbagi
atas 17 makhraj. Makhraj huruf yang tujuh belas itu
terkumpul menjadi lima bagian sebagai berikut:
1) Al-Jauf
Al-Jauf artinya rongga mulut. Maksudnya
tempat keluarnya huruf yang terletak pada rongga
mulut. Dari makhraj ini keluar tiga huruf madd, yaitu
alif (‫)ا‬, wawu (‫)و‬, dan ya (‫ )ي‬yang bersukun.
2) Al-Halq
Al-Halq artinya tenggorokan. Maksudnya,
tempat keluarnya huruf yang terletak pada
tenggorokan. Dari al-Halq muncul tiga makhraj, yaitu:
a) Aqshal halq adalah pangkal tenggorokan atau
tenggorokan bagian dalam. Dari makhraj ini keluar
huruf hamzah (‫ )ء‬dan ha’ (‫)ح‬.
b) Wastul halq adalah tenggorokan bagian tengah.
Dari makhraj ini keluar huruf ‘ain (‫ )ع‬dan ha’ (‫)ح‬.
c) Adnal halq adalah tenggorokan bagian luar atau
ujung tenggorokan. Dari makhraj ini keluar huruf
kha’ (‫ )خ‬dan ghain (‫)غ‬.
3) Al-Lisan
Al-Lisan artinya lidah. Maksudnya, tempat
keluarnya huruf yang terletak pada lidah. Jumlah huruf
hijaiyah yang keluar dari makhraj ini ada 18 huruf dan
terbagi atas 10 makhraj.
a) Pangkal lisan bertemu dengan langit-langit bagian
atas. Huruf yang keluar adalah qaf (‫)ق‬.

12
b) Pangkal lidah, tepatnya sebelah bawah (atau ke
depan) sedikit dari makhraj qaf, bertemu dengan
langit-langit bagian atas. Huruf yang keluar dari
makhraj ini adalah kaf (‫)ك‬.
c) Pertengahan lidah bertemu dengan langit-langit di
atas. Dari makhraj ini keluar huruf jim (‫)ج‬, syin
(‫)ش‬, dan ya (‫)ي‬.
d) Tepi lidah bersentuhan dengan geraham kanan atau
kiri. Huruf yang keluar dari makhraj ini adalah
dlad (‫)ض‬.
e) Ujung lidah bertemu dengan langit-langit yang
berhadapan dengannya. Dari makhraj ini keluar
huruf lam (‫)ل‬.
f) Ujung lidah, bergeser ke bawah sedikit dari
makhraj lam, bertemu dengan langit-langit yang
berhadapan dengannya. Dari makhraj ini keluar
huruf nun (‫)ن‬.
g) Berdekatan dengan makhraj nun dan masuk pada
punggung lidah, tetapi lidah tidak menyentuh
langit-langit. Dari makhraj ini keluar huruf ra’ (‫)ر‬.
h) Ujung lidah bertemu dengan pangkal gigi seri atas.
Dari makhraj ini keluar tiga huruf, yaitu ta’ (‫)ت‬,
tha’ (‫ )ط‬dan dal (‫)د‬.
i) Ujung lidah bertemu dengan ujung gigi seri atas.
Dari makhraj ini keluar tiga huruf, yaitu dzal (‫)ذ‬,
zha’ (‫)ظ‬, dan tsa’ (‫)ث‬.
j) Ujung lidah bertemu dengan ujung gigi seri bawah.
Dari makhraj ini keluar tiga huruf, yaitu shad (‫)ص‬,
zai (‫)ز‬, dan sin (‫)س‬.
4) Asy-Syafatain
Syafatain artinya dua bibir. Maksudnya, tempat
keluarnya huruf yang terletak pada dua bibir; bibir atas
dan bibir bawah. Huruf yang keluar dari makhraj ini
adalah empat huruf, yaitu: fa’ (‫)ف‬, mim (‫)م‬, ba’ (‫)ب‬,
dan wau (‫)و‬.
5) Al-Khaisyum
Al-Khaisyum artinya aqshal anfi atau pangkal
hidung. Dari makhraj ini keluar satu makhraj, yaitu al-
gunnah (sengau/dengung).

13
2. Hukum Nun Mati dan Tanwin
a. Pengertian Nun Mati dan Tanwin
Nun mati adalah huruf nun ( ‫ )ن‬yang bertanda sukun.
Sedangkan tanwin adalah tanda dhommatain, fathahtain
atau kasrotain.
b. Pembahasan Hukum-Hukum Nun mati dan Tanwin
Tata cara membaca “Nun Mati danTanwin” pada saat
bertemu dengan salah satu huruf Hijaiyah . Hukum ini
terdiri dari 4 jenis, yaitu:
1) Idzhar Halqi
Idzhar artinya jelas dan terang. Menurut istilah
yaitu mengeluarkan huruf dari makhrajnya tanpa
memakai dengung pada huruf yang di-idzharkan.
Hukum Idzhar adalah apabila Nun Sukun atau Tanwin
menghadapi salah satu dari Huruf Halqi yang enam,
maka dinamakan Idzhar. Enam huruf halqi adalah
sebagai berikut: ‫ء ه ع ح غ خ‬
2) Idgham
Idgham adalah apabila nun bersukun atau tanwin
menghadap salah satu dari huruf yang enam, yaitu:
Idgham dibagi menjadi dua:
a) Idgham bi Ghunnah
Idgham artinya memasukan, sedangkan bi
ghunnah artinya dengan sengau/dengung. Huruf
idgham bi ghunnah ada empat, yaitu: ‫ي م ن و‬
b) Idgham bi La Ghunnah
Bi La Ghunnah artinya tidak memakai
ghunnah (sengau/dengung). Huruf idgham bi la
ghunnah ada dua, yaitu: ‫ ل‬dan ‫ر‬
3) Iqlab
Iqlab adalah apabila nun bersukun atau tanwin
bertemu dengan huruf ba’ ‫ ب‬, maka keduanya ditukar
dengan mim ‫م‬, tetapi hanya dalam bentuk suara tidak
dalam tulisan.
4) Ikhfa’ Haqiqi
Ikhfa’ menurut bahasa artinya samar atau
tertutup. Apabila nun bersukun atau tanwin
menghadap salah satu dari huruf-huruf ikhfa’ yang

14
berjumlah lima belas maka disebut ikhfa’ haqiqi.
Huruf-huruf tersebut adalah sebagai berikut:1
‫صذثكجشقسدطزفتضظ‬

3. Tanda Waqaf
Waqaf artinya berhenti disuatu tanda ketika membaca
Al-Qur’an, baik diakhir ayat ataupun ditengah ayat yang
disertai nafas.
Berikut ini adalah tabel tanda waqaf:2
Lambang Nama Waqaf Keterangan
‫م‬ Waqaf Lazim Harus berhenti
‫ط‬ Waqaf Mutlaq Tempat yang sempurna untuk
berhenti
‫ج‬ Waqaf Jaiz Boleh berhenti, boleh diteruskan
‫ز‬ Waqaf Mujawwaz Boleh berhenti
‫ص‬ Waqaf Murakhash Tempat berhenti, sebagai
keringanan bagi orang yang
memerlukan
‫قف\قلى‬ Waqaf al Waqfu Aula Berhenti lebih utama
‫صل‬ Waqaf al Waslu Aula Diteruskan lebih utama
‫ال‬ ‘Adamul Waqf Tidak boleh berhenti
‫ء\ع‬ Ruku’ Tanda untuk akhir surat atau
akhir ayat tertentu

C. Hasil Pelaksanan Dampingan


Sejauh ini hasil pelaksanaan dampingan yang dilakukan
sudah menunjukan hasil yang cukup baik. Hal ini dilihat dari
respon anak- anak terhadap program dampingan yang positif dan
menyambut usulan dengan baik,dan dari masyarakat pun
mendapat hasil yang positif atas adanya pelaksanan dampingan.

D. Analisa Program
Para santri sangat antusias mengikuti proses pembelajaran
yang diberikan sehingga cepat menguasai apa yang telah di
ajarkan dan ada beberapa santri yang masih kesulitan untuk
mengikuti proses pembelajaran membaca Al-Qur’an, Kurangnya
dorongan dari orang tua untuk mengaji di Tpa.
Berdasarkan hasil pelaksanaan program, maka ada beberapa
hal yang perlu dievaluasi diantaranya:

1
Ibid..., h. 71-81
2
Ibid..., h. 191
15
1. Karena kegiatan yang begitu padat, penulis beberapa kali tidak
tepat waktu dalam mengajar di TPA.
2. Pengalaman mengajar yang kurang membuat anak-anak
merasa canggung saat pertama kali penulis mengajar.
3. Masih kurangnya sarana mengajar dan keahlian khusus untuk
mengajak para santri agar bersedia mengikuti proses
pembelajaran di Tpa.

16
BAB V
PENUTUP

A. Kesimpulan
Setelah melakukan program pendampingan TPA maka
penulis dapat menarik kesimpulan bahwa:
1. Setelah pemberian materi tentang makhrajul huruf anak-anak
TPA sedikit-demi sedikit telah bisa membaca Al-Qur’an
dengan baik dan benar.
2. Anak-anak telah memahami hukum bacaan nun mati dan
tanwin.
3. Setelah pemberian materi tentang tanda waqaf anak-anak dapat
memahami kapan boleh berhenti atau tidaknya dalam
membaca Al-Qur’an.
.
B. Rekomendasi
Mengingat semangat dan antusias anak-anak yang begitu
tinggi maka penulis merekomendasikan agar setiap TPA di Desa
Teluk Dalem memiliki tenaga pengajar pembantu agar kegiatan
belajar mengajar lebih efektif.
Selain itu, sarana dan prasarana seperti gambar skema
makhraj huruf ataupun gambar-gambar lain yang mendukung
proses belajar perlu diadakan guna membantu daya ingat anak-
anak TPA.
Mengingat semangat dan antusias anak-anak yang begitu
tinggi maka penulis merekomendasikan agar kedepannya pemuda
sekitar atau karang taruna dapat melanjutkan program kerja yang
telah penulis lakukan. Bila perlu dibentuk sebuah rumah pintar
untuk bimbingan anak-anak belajar.

17
REFERENSI DAN INFORMAN

A. Referensi
1. Acep Iim Abdurrahim, Pedoman Ilmu Tajwid Lengkap,
Bandung: CV Diponegoro, 2003
2. Monografi Desa Teluk Dalem

B. Informan
1. Kepala Desa, sebagai pelindung utama dan sekaligus
penasehat umum.
2. Dosen Pembimbing Lapangan, selaku pembimbing yang
memberikan arahan terhadap program kerja yang dikerjakan.
3. Masyarakat Desa Batu Badak.
LAMPIRAN-LAMPIRAN
BIODATA MAHASISWA

Penulis nama, Yuni Dwi Lestari lahir


dihargorejo 09 Juni 1996 , saat ini penulisan
tinggal 38 Batanghari Tarunabumi, Penulis
adalah anak pertama dari Bapak Suwiji dan Ibu
Sumilah, penulis menyelesaikan pedidikkan
formal di MI hargorejo 2002-2009, SMP
Beringin Ratu di Medasari Rawajitu 2009-2011, dan di SMA N 0I
Rawajitu pada tanggal 2011-2014. Pada tahun 2014 penulis tercatat
sebagai mahasiswa Jurusan Pendidikan Agama Islam Fakultas Tarbiah
di IAIN METRO LAMPUNG melalui seleksi penerimaan mahasiswa
baru jalur mandiri.