Anda di halaman 1dari 2

Nama : DEVY LESTARI

NIM : 0404517016
Program Studi : Pendidikan Kimia, S2
Mata Kuliah : Kimia Kuantitatif
Dosen Pengampu : Dr. Sri Haryani, M.Si & Dr. Sri Wardani, M.Si

A. Membuat 500 mL larutan NaOH 1 M dari kristal NaOH murni


1. Menyiapkan alat dan bahan yang diperlukan, yaitu neraca, botol timbang, labu ukur 500 mL,
sendok stainless steel, kristal NaOH, dan akuades.
2. Menghitung jumlah NaOH yang diperlukan :
- mol NaOH = 500 mL x 1 mmol mL-1
= 500 mmol ( = 0,5 mol )
- massa NaOH = 0,5 mol x 40 gram mol-1
= 20 gram
3. Menimbang 20 gram kristal NaOH
4. Melarutkan NaOH dengan kira-kira 200 mL akuades dalam labu ukur 500 mL. Setelah kristal
NaOH larut seluruhnya, ditambah lagi akuades hingga volume larutan tepat 500 mL.

B. Membuat 200 mL larutan H2SO4 4 M dari asam sulfat 98%, massa jenis 1,8 kg L-1
1. Menyiapkan alan dan bahan : labu ukur 200 mL, gelas kimia 200 mL, pipet ukur, asam sulfat
pekat, dan akuades.
2. Menghitung volume asam sulfat pekat yang diperlukan.
Kemolaran asam sulfat 98% dengan massa jenis 1,8 kg L-1 yaitu :
𝜌 × 10 × 𝑘𝑎𝑑𝑎𝑟 1,8 × 10 × 98
𝑀= = = 18 𝑚𝑜𝑙 𝐿−1
𝑚𝑚 98
3. Volume asam sulfat pekat yang diperlukan dapat dihitung dengan menggunakan rumus
pengenceran :
𝑉1 × 𝑀1 = 𝑉2 × 𝑀2
𝑉1 × 18 = 200 × 4
𝑉1 = 44,44 𝑚𝐿
4. Mengambil 44,44 mL asam sulfat pekat menggunakan pipet ukur.
5. Melarutkan asam sulfat pekat ke dalam kira-kira 100 mL air dalam gelas kimia ukuran 200 mL
secara hati-hati.
6. Setelah campuran agak dingin, dipindahkan ke dalam labu ukur ukuran 200 mL, kemudian
ditambah akuades hingga volume tepat 200 mL.

C. Menentukan kadar asam cuka perdagangan


1. Buatlah larutan NaOH 0,1 M sebanyak 100 mL dengan menggunakan labu ukur.
2. Isi buret dengan larutan NaOH 0,1 M hingga garis 0 mL.
3. Ambil 5 mL asam cuka perdagangan, lalu encerkan sampai volume 100 mL dalam labu ukur.
4. Masukkan 10 mL larutan asam cuka yang telah diencerkan ke dalam erlenmeyer, kemudian tetesi
dengan indikator PP sebanyak 3 tetes.
5. Tetesi larutan asam cuka dengan larutan NaOH 0,1 M. Penetesan harus dilakukan secara hati-
hati dan labu erlenmeyer terus-menerus digoncangkan. Penetesan dihentikan saat terjadi
perubahan warna yang tetap, yaitu menjadi merah muda.
6. Hitung volume NaOH 0,1 M yang digunakan.
7. Ulangi prosedur di atas hingga diperoleh tiga data yang hampir sama.
8. Hitunglah kadar asam cuka perdagangan tersebut.
9. Penentuan kadar asam cuka perdagangan :
a. Menentukan volume rerata larutan NaOH 0,1 M
b. Menentukan molaritas asam cuka titrasi (setelah diencerkan)
10 𝑚𝐿 × 𝑀1 = 𝑉𝑟𝑒𝑟𝑎𝑡𝑎 𝑁𝑎𝑂𝐻 × 0,1 𝑀
c. Menentukan molaritas asam cuka perdagangan
5 𝑚𝐿 × 𝑀2 = 100 𝑚𝐿 × 𝑀1
d. Menentukan massa asam cuka perdagangan (dalam 1 L)
𝑚 = 𝑀2 × 𝑉 × 𝑀𝑟
𝑚
𝜌= 𝑉 (1000 𝑚𝐿)

e. Menentukan % kadar asam cuka perdagangan (ρ asam cuka = 1,05 gram / mL)
𝜌 𝑎𝑠𝑎𝑚 𝑐𝑢𝑘𝑎 𝑝𝑒𝑟𝑑𝑎𝑔𝑎𝑛𝑔𝑎𝑛
% 𝑘𝑎𝑑𝑎𝑟 = × 100%
𝜌 𝑎𝑠𝑎𝑚 𝑐𝑢𝑘𝑎