Anda di halaman 1dari 5

DATA ANALYSIS

Dead Meat OSI Group

Untuk menganalisis kasus ditemukannya daging kadaluarsa pada OSI Group


di Shanghai, China kelompok kami menggunakan bantuan dari pertanyaan-pertanyaan
diskusi yang terdapat dalam kasus tersebut. Melalui diskusi berikut, dapat ditemukan
beberapa poin penting, seperti latar belakang masalah, tata kelola perusahaan yang
baik, pihak-pihak yang terlibat, dampak dari skandal, dan tindakan korektif yang
dilakukan oleh OSI Group.
Pertama-tama, kita perlu mengetahui akar masalahnya, yaitu penyalahgunaan
wewenang yang diberikan kepada anak perusahaan OSI Group. Dalam kerangka
komponen inti organisasi, seperti sumber daya, manusia, dan proses, cukup jelas bagi
setiap orang untuk melihat bahwa komponen "manusia" (people) dalam kasus ini
adalah masalah terbesar, sedangkan komponen "sumber daya" juga berkontribusi
dalam masalah ini.

PERTANYAAN DISKUSI:
1. Evaluasi strategi OSI Group di China menggunakan SWOT Analysis
 Strengths:
Kekuatan terbesar OSI Group adalah pada proses integrasi vertikal
dimana sebagian besar aspek manufaktur dilakukan di dalam
perusahaan. OSI telah kuat dalam hubungannya dengan rantai
makanan cepat saji besar seperti McDonalds dan Yum. Seiring dengan
ini, perusahaan telah efektif dalam kemitraan dengan manufaktur lokal
yang telah membuat perusahaan mengintegrasikan dirinya di pasar
lokal.
 Weaknesses:
Kelemahan utama OSI adalah kurangnya tenaga kerja terampil dan
berpendidikan di wilayah China. Seiring dengan hal ini, pasar sangat
peka terhadap harga sehingga membuat pelaku industri bersaing
dengan margin rendah. Perusahaan juga telah terhambat oleh
infrastruktur yang buruk di kawasan dimana pengiriman barang ke
daerah lain menjadi masalah bagi perusahaan.
 Opportunities:
Potensi pertumbuhan di pasar adalah kesempatan terbesar, tidak hanya
untuk OSI tetapi juga untuk rantai makanan cepat saji internasional
lainnya. Meningkatnya jumlah orang terpelajar di wilayah ini dan
pemahaman tentang produk luar negeri telah memberi industri ini
kesempatan untuk tumbuh ke arah yang positif.
 Threats:
Ancaman terbesar bagi OSI adalah meningkatnya persaingan di
industri ini. Dengan semakin banyaknya pemasok asing memasuki
pasar China, sulit bagi OSI dan pemasok lainnya untuk mengutip harga
yang lebih tinggi. Seiring dengan ini, peraturan pemerintah telah
mempengaruhi pemasok asing karena mereka harus mematuhi semua
persyaratan pemerintah, tidak seperti pemasok lokal yang tidak
dibatasi oleh peraturan yang berlaku.
Bagi sebuah perusahaan internasional seperti OSI, pendekatan desentralisasi
sebenarnya sudah sesuai dalam menciptakan tata kelola perusahaan yang baik.
Akan tetapi, hal ini seharusnya diimbangi dengan kontrol tata kelola atas anak
perusahaan serta kontrol kualitas yang lebih terstruktur dan konsisten. Selain
itu, aturan yang jelas juga harus diikuti dengan eksekusi yang memadai
terhadap kontrol atas kegiatan operasional perusahaan.

2. Tata Kelola Perusahaan Yang Baik / Good Corporate Governance (GCG)


adalah struktur dan mekanisme yang mengatur pengelolaan perusahaan
sehingga menghasilkan nilai ekonomi jangka panjang yang berkesinambungan
bagi para pemegang saham maupun pemangku kepentingan. Penerapan prinsip
prinsip tata kelola perusahaan yang baik dapat berkontribusi dalam
peningkatan kinerja perusahaan. Sebagai salah satu perusahaan swasta terbesar
di AS dengan operasi global, OSI perlu menerapkan pula prinsip-prinsip
utama agar terselenggaranya corporate governance yang baik, yaitu:
 Transparansi
Pada organisasi yang menerapkan corporate governance, transparansi
atau keterbukaan menjadi hal yang wajib untuk diterapkan. Mulai dari
keterbukaan akan proses produksi, laporan keuangan sepanjang
keterbukaan tersebut tidak menyangkut rahasia organisasi.
 Akuntabilitas
Akuntabilitas berhubungan dengan sistem yang mengendalikan
hubungan antara unit-unit yang ada di organisasi. Akuntabilitas
dilakukan oleh dewan komisaris dan direksi, dan komite audit. Prinsip
ini diharapkan dapat memberikan jaminan perlindungan kepada
pemegang saham dan pembatasan kekuasaan yang jelas di jajaran
direksi.
 Pertanggungjawaban
Prinsip ini diartikan sebagai tanggung jawab perusahaan sebagai
anggota masyarakat untuk mematuhi peraturan dan hukum yang
berlaku serta kewajiban-kewajiban sosial di tengah masyarakat.
 Kewajaran (fairness)
Prinsip kewajaran menekankan pada adanya perlakuan dan jaminan
hak-hak yang sama kepada pemegang saham minoritas maupun
mayoritas, termasuk hak-hak pemegang saham asing serta investor
lainnya. Prinsip kewajaran ini bertujuan untuk mengatasi masalah yang
timbul dari adanya hubungan kontrak antara pemilik dan manajer
karena diantara kedua pihak tersebut memiliki kepentingan yang
berbeda

3. McDonald Corp, Yum, dan perusahaan besar lainnya perlu meningkatkan


audit untuk pemasok daging di China, setelah terjadi skandal kualitas makanan
pada oleh OSI Group, yang membuat penjualan rantai makanan cepat saji asal
AS itu menurun. Mereka juga harus mendorong monitoring pemasok di China
melalui video dan mengirim lebih banyak spesialis pengendalian mutu untuk
semua fasilitas produksi daging. Selain itu, perusahaan juga semestinya
menciptakan peran baru untuk mengawasi tata kelola keamanan pangan di
China dan meluncurkan hotline pada akhir tahun bagi konsumen untuk
melaporkan masalah keamanan pangan. Langkah serupa yang dapat dilakukan
adalah dengan menawarkan hadiah pada pelapor (whistleblower) serta
meninjau proses pemeriksaan internal mereka dari supplier.
4. Penerapan whistleblowing system merupakan langkah maju dalam mencegah
terjadinya kecurangan/fraud pada setiap kebijakan/program perusahaan yang
harus dilakukan seiring kemajuan teknologi dan kebutuhan terkini berdasarkan
perkembangan lingkungan pengendalian yang ada. Pengembangan
whistleblowing system dilakukan sebagai upaya dalam meningkatkan
pelaksanaan transparansi dan akuntabilitas pada setiap kebijakan/program
perusahaan dalam pencegahan dan pemberantasan korupsi.
Walaupun demikian, efektivitas penerapan sistem whistleblowing ini
dipengaruhi salah satunya oleh budaya dan lingkungan bisnis perusahaan. OSI
Group sendiri telah menyatakan bahwa mereka mempertahankan budaya
‘kekeluargaan’ untuk mendorong semangat kewirausahaan dan
memungkinkan staf untuk lebih memenuhi kebutuhan khusus dari setiap
pelanggan. Budaya atau lingkungan yang sedemikian rupa tentu memiliki efek
positif yang jelas. Namun, untuk hal ini, budaya kekeluargaan tersebut dapat
menjadi penghalang baru beberapa staf untuk melaporkan adanya kecurangan
atau kelalaian yang terjadi dalam perusahaan. Hal ini terbukti dalam kasus
tersebut, di mana laporan atas skandal OSI Group di Shanghai dilaporkan oleh
pihak luar yang menyamar di dalam perusahaan tersebut.

5. Dalam menghadapi skandal ini, David McDonald selaku Presiden dan Chief
Operating Officer dari OSI Group mengumumkan bahwa OSI akan melakukan
penghentian langkah-langkah untuk meningkatkan operasi mereka di China,
dengan melakukan beberapa tindakan berikut:
 Secara teratur mengirim tim teknis Amerika untuk melatih anggota
baru, serta mengirim manajer lokal ke AS untuk mempelajari operasi
dari pabrik mereka
 Merubah struktur manajemen sehingga anak perusahaan mereka di
China tidak akan lagi menjadi suatu entitas yang otonom, tetapi akan
diintegrasikan dengan kelompok besar OSI International dengan nama
‘OSI International China’
 Beberapa personil manajer senior akan dipindahkan dari jabatan
mereka saat itu untuk menjadi tim manajemen di China
Tak hanya David McDonald, Brent Afman selaku wakil presiden senior dan
managing director dari OSI Asia Pasifik, divisi Timur Tengah dan Afrika juga
berjanji bawa para ahli akan dibawa ke China untuk menjalankan pusat
kontrol kualitas di Shanghai agar sesuai dengan standar OSI Group. Selain itu,
proses audit pun juga harus ditingkatkan dengan melakukan wawancara pada
karyawan dan pengawasan visuak konstan. OSI juga kan melakukan investasi
sebesar US$ 1,620,000 untuk program pendidikan makanan di Shanghai.
Kebijakan lain yang dilakukan oleh para stakeholders OSI Group adalah
memberhentikan 340 pekerja dari Shanghai Husi yang akan diberikan bantuan
pengembangan karir dan kompensasi. Hanya sekelompok kecil karyawan
dipertahankan untuk membantu dalam investigasi yang sedang berlangsung.

6. Atas skandal ini, pihak-pihak yang bertanggung jawab adalah semua orang
yang terlibat dalam penanganan dan pelaksanaan prosedur produksi daging
yang sudah kadaluarsa atau dalam kondisi yang buruk, mulai dari direksi,
direktur, manager, hingga karyawan yang bekerja langsung di pabrik.