Anda di halaman 1dari 14

SATUAN ACARA PENYULUHAN (SAP)

BAHAYA MEROKOK BAGI KESEHATAN


DI PUSKESMAS MOCHAMAD RAMDAN BANDUNG

Diajukan Untuk Memenuhi Salah Satu Tugas Kelompok Program Profesi Ners
Stase Keperawatan Maternitas

Disusun oleh:

KELOMPOK 1
Agung Susanto PPN 14146
Dessy Angghita PPN 14166
Eirene Ruth PPN 14174
Fransiska Sriwatini PPN 14186
Gabriel H. Wungblolong PPN 14187
Ita Juwita Sari PPN 14201
Sustania PPN 14255
Yun Paulina Mesah PPN 14721
Yunita Sari PPN 14272

PROGRAM PROFESI NERS XIII


SEKOLAH TINGGI ILMU KESEHATAN IMMANUEL
BANDUNG
2015
SATUAN ACARA PENYULUHAN
BAHAYA MEROKOK BAGI KESEHATAN

Hari/Tanggal : Rabu, 25 Maret 2015


Waktu : 08.00-08.30
Topik : Bahaya Merokok Bagi Kesehatan
Sasaran : Pasien Dan Keluarga Pasien Di Puskesmas Mochamad
Ramdan
Sasaran utama : Pasien Dan Keluarga Yang Berobat Dipuskesmas
Mochamad Ramdan
Tempat : Puskesmas Mochamad Ramdan

A. Tujuan Instruksional umum


Setelah proses penyuluhan kesehatan selama 1 x 30 menit, diharapkan peserta
penyuluhan mampu memahami bahaya merokok bagi kesehatan.
.
B. Tujuan Instruksional Khusus
Setelah dilakukan penyuluhan kesehatan 1 x 30 menit, peserta penyuluhan
diharapkan mampu:
1. Memahami pengertian merokok.
2. Menyebutkan kembali zat – zat yang terkandung dalam rokok
3. Memahami bahaya merokok bagi kesehatan
4. Menyebutkan kembali alasan menghindari merokok
5. Memahami cara mengurangi dampak negative dari rokok

C. Sub Pokok Bahasan


1. Pengertian merokok
2. Zat – zat yang terkandung dalam rokok
3. Bahaya merokok bagi kesehatan
4. Alasan menghindari merokok

1
5. Cara mengurangi dampak negative dari rokok
D. Proses Pelaksanaan Kegiatan
Tahapan Alokasi Kegiatan penyuluhan Kegiatan sasaran Penanggung
waktu jawab

Pembukaan 5 menit 1. Memberi salam dan 1. Menjawab salam Moderator


memperkenalkan diri. dan
2. Menjelaskan tujuan dari
mendengarkan.
penyuluhan. 2. Mendengarkan.
3. Melakukan kontrak
waktu.
3. Mendengarkan.
4. Apersepsi pengetahuan
4. Mendengarkan.
peserta mengenai rokok.
Isi 20 1. Menjelaskan materi 1. Mendengarkan Pemateri
penyuluhan menit penyuluhan mengenai: dan
a. Pengertian merokok memperhatikan.
b. Zat – zat yang
terkandung dalam
rokok
c. Bahaya merokok
bagi kesehatan
d. Alasan menghindari
merokok
e. Cara mengurangi
dampak negative dari
rokok

2. Memberi kesempatan 2. Bertanya dan


kepada peserta untuk mendengarkan Moderator dan

bertanya. jawaban dari penjawab

pertanyaan yang pertanyaan

di ajukan.
Penutup 5 menit 1. Melakukan evaluasi 1. Memperhatika Moderator

2
Tahapan Alokasi Kegiatan penyuluhan Kegiatan sasaran Penanggung
waktu jawab

dengan menanyakan n dan


kembali kepada peserta melakukan.
2. Memberikan
tentang materi yang telah
tepuk tangan
diberikan.
3. Menjawab
2. Memberikan pujian.
3. Menutup penyuluhan dan salam.
mengucapkan salam.

E. Metode Penyuluhan
1. Ceramah
2. Diskusi
3. Tanya jawab

F. Media Penyuluhan
1. Materi Penyuluhan
2. Power point
3. Leaflet

G. Evaluasi
1. Evaluasi Struktur
a. Peserta hadir ditempat penyuluhan

3
b. Penyelenggaraan penyuluhan dilaksanakan Puskesmas Mochamad
Ramdan
2. Evaluasi Proses
a. Peserta antusias terhadap materi penyuluhan
b. Peserta mengikuti jalannya penyuluhan sampai selesai
c. Peserta mengajukan pertanyaan dan menjawab pertanyaan secara benar
3. Evaluasi Hasil
Setelah penyuluhan diharapkan sekitar 80% peserta penyuluhan mampu
mengerti dan memahami penyuluhan yang diberikan:
a. Menyebutkan pengertian merokok
b. Menyebutkan kembali minimal 3 zat – zat yang terkandung dalam
rokok
c. Menyebutkan kembali minimal 5 dari 9 bahaya merokok bagi
kesehatan
d. Menyebutkan kembali minimal 3 dari 5 alasan menghindari merokok
e. Menyebutkan kembali minimal 3 dari 5 cara mengurangi dampak
negative dari rokok

H. Daftar Pustaka
Aritonang. M. E. R. (2007). Fenomena Wanita Merokok. Skripsi (tidak
diterbitkan). Yogyakarta: Fakultas Psikologi UGM.
Badan Narkotika Nasional (BNN), (2007). Mencegah Lebih Baik Daripada
Mengobati. Jakarta : BNN.
Hardinge. M. G. & Shryock, H. (2001). Kiat Keluarga sehat Mencapai Hidup
Prima dan Bugar. (Terjemahan). P. A. Siboro. Jakarta: Indonesia
Publishing House Offset.

4
MATERI PENYULUHAN BAHAYA MEROKOK BAGI KESEHATAN

A. PENGERTIAN
Menurut Hardinge, dkk (2001), merokok adalah salah satu kebiasaan atau
pola hidup yang tidak sehat. Lebih lanjut dikemukakan bahwa perilaku
merokok tidak hanya menyebabkan berbagai penyakit tetapi juga dapat
memperberat sejumlah penyakit. Sedangkan menurut Aritonang (2007),
merokok merupakan perilaku yang kompleks, karena merupakan hasil
interaksi dari aspek kognitif, lingkungan sosial, kondisi psikologis,
conditioning, dan keadaan fisiologis. Secara kognitif, para perokok tidak
memperlihatkan keyakinan yang tinggi terhadap bahaya yang didapat dari
merokok. Mereka beranggapan, bahwa merokok tidak merusak kesehatan
asalkan diimbangi dengan olahraga secara teratur dan mengkonsumsi
makanan bergizi. Bila ditinjau dari aspek sosial, sebagain besar perokok
mengatakan mereka merokok, karena pengaruh dari orang lain. secara
psikologis, perilaku merokok dilakukan untuk relaksasi, mengurangi
ketegangan dan melupakan sejenak masalah yang dihadapi. Terlepas dari
semua itu, merokok dapat menyebabkan berbagai masalah bagi tubuh
karena zat-zat berbahaya yang terkandung di dalamnya.
Berdasarkan kedua pengertian di atas maka dapat disimpulkan bahwa
merokok adalah suatu perilaku menghisap rokok yang terkandung zat-zat
berbahaya yang dapat menimbulkan gangguan pada organ tubuh.

B. Perokok Pasif Dan Perokok Aktif


Perokok pasif adalah orang yang menghirup asap rokok dari orang-orang
sekelilingnya yang merokok. Asap rokok lebih berbahaya terhadap mereka
yang bukan perokok, terutama di tempat tertutup. Asap rokok yang
dihembuskan oleh perokok aktif dan terhirup oleh perokok pasif, lima kali
lebih banyak mengandung CO, empat kali lebih banyak mengandung tar
dan nikotin (Wardoyo, 1996). Dalam referensi lain dikatakan, bahwa 25%
zat berbahaya yang terkandung dalam rokok masuk ke dalam tubuh
perokok, tetapi 75% beredar di udara dan beresiko masuk ke tubuh orang
di sekeliling. Asap rokok yang dihirupnya oleh perokok pasih tersebut
diketahui telah mengandung sekitar 4.000 bahan kimiawi, dimana 60
diantaranya diketahui dapat menyebabkan kanker.
Perokok aktif yaitu orang yang melakukan langsung mengisap batang
rokok yang dibakar.

C. Zat – Zat Yang Terkandung Dalam Rokok


No Bagian partikel Bagian gas

1 Tar Karbon monoksida

2 Indol Ammoniak

3 Nikotin Asam hydrocyanat

4 Karbazol Nitrogen oksida

5 Kresol Fomaldehid

Catatan: Catatan:

Keseluruhan bersifat Keseluruhan zat ini bersifat


karsinogenik dan iritan serta karsinogen, mengiritasi, racun
bersifat toksik. bulu getar alat pernafasan dan
bersifat racun.

a. Tar

Tar terbentuk selama pemanasan tembakau. Tar merupakan


kumpulan berbagai zat kimia yang berasal dari tembakau sendiri,
maupun yang ditambahkan dalam proses pertanian dan industri
sigaret. Tar adalah hidrokarbon aromtik polisiklik yang ada dalam
asap rokok, tergolong dalam zat karsinogen, yaitu zat yang dapat
menumbuhkan kanker. Kadar tar yang dikandung dalam asap
rokok inilah yang berhubungan dengan risiko timbulnya kanker.
b. Nikotin
Nikotin adalah alkaloid toksis yang berasal dari tembakau.
Sebatang rokok umumnya berisi 1 – 3 mg nikotin. Nikotin diserap
melalui paru-paru dan kecepatan absorpsinya hampir sama dengan
masuknya nikotin secara intravena. Nikotin masuk ke dalam otak
dengan ceat dalam waktu kurang lebih 10 detik. Dapat melewati
barrier di otak dan diedarkan ke seluruh bagian otak, kemudian
menurun secara cepat, setelah beredar keseluruh bagian tubuh
dalam wkatu 15 – 20 menit pada waktu penghisapan terakhir. Efek
bifastik dari nikotin pada dosis rendah menyebabkan rangsangan
ganglionik yang eksitasi. Tetapi pada dosis tinggi menyebabkan
blokade ganglionik setelah eksitasi sepintas.
c. Karbonmonoksida
Karbonmonoksida merupakan gas beracun yang tidak berwarna.
Kandungannya di dalam asap rokok 2 – 6%. Karbonmonoksida
pada paru-paru mempunyai daya pengikat (afinitas) dengan
hemoglobin (Hb) sekitar 200 kali lebih kuat dari pada daya ikat
oksigen (O2) dengan hemoglobin (Hb). Dalam waktu paruh 4 – 7
jam sebanyak 10% dari Hb dapat terisi oleh karbon monoksida
dalam bentuk COHb (Carboly Haemoglobin), dan akibatnya sel
darah merah akan kekurangan oksigen, yang akhirnya sel tubuh
akan kekurangan oksigen. Pengurangan oksigen jangka panjang
dapat mengakibatkan pembluh darah akan terganggu karena
menyempit dan mengeras. Bila menyerang pembuluh darah
jantung, maka akan terjadi serangan jantung.
D. Bahaya Merokok Bagi Kesehatan
Bahaya dari merokok (perokok aktif) dapat menimbulkan beberapa
penyakit, yaitu:
a. Penyakit jantung dan stroke
Satu dari tiga kematian di dunia berhubungan dengan penyakit jantung
dan stroke. Kedua penyakit tersebut dapat menyebabkan “sudden
death” (kematian mendadak).
b. Penyakit paru
Merokok dapat menyebabkan perubahan struktur dan fungsi saluran
pernapasan dan jaringan paru-paru. Pada saluran pernapan besar, sel
mukosa membesar (hipertrofi) dan kelenjar mukus bertambah banyak
(hiperplasia). Pada saluran pernapasan kecil, terjadi radang ringan
hingga penyempitan akibat bertambahnya sel dan penumpukan lendir.
Pada jaringan paru-paru, terjadi peningkatan jumlah sel radang dan
kerusakan alveoli. Akibat perubahan anatomi saluran pernapasan,
pada perokok akan timbul perubahan pada fungsi paru-paru dengan
segala macam gejala klinisnya. Hal ini menjadi dasar utama terjadinya
penyakit paru obstruksi menahun (PPOM) (Sianturi 2003). Bahkan
kanker paru merupakan jenis penyakit paling banyak yang diderita
perokok. Sekitar 90% kematian karena kanker paru terjadi pada
perokok (Basyir 2005).
c. Kanker mulut
Merokok dapat menyebabkan kanker mulut, kerusakan gigi, dan
penyakit gusi.
d. Osteoporosis
Karbonmonoksida dalam asap rokok dapat mengurangi daya angkut
oksigen darah perokok sebesar 15%, mengakibatkan kerapuhan tulang
sehingga lebih mudah patah dan membutuhkan waktu 80% lebih lama
untuk penyembuhan. Perokok juga lebih mudah menderita sakit tulang
belakang.
e. Katarak.
Merokok dapat menyebabkan gangguan pada mata. Perokok
mempunyai risiko 50% lebih tinggi terkena katarak, bahkan bisa
menyebabkan kebutaan.
f. Psoriasis
Perokok 2-3 kali lebih sering terkena psoriasis yaitu proses inflamasi
kulit tidak menular yang terasa gatal, dan meninggalkan guratan
merah pada seluruh tubuh.
g. Kerontokan rambut
Merokok menurunkan sistem kekebalan, tubuh lebih mudah terserang
penyakit seperti lupus erimatosus yang menyebabkan kerontokan
rambut, ulserasi pada mulut, kemerahan pada wajah, kulit kepala dan
tangan.
h. Dampak merokok pada kehamilan
Merokok selama kehamilan menyebabkan pertumbuhan janin lambat
dan dapat meningkatkan risiko Berat Badan Lahir Rendah (BBLR).
Risiko keguguran pada wanita perokok 2-3 kali lebih sering karena
karbon monoksida dalam asap rokok dapat menurunkan kadar
oksigen.
i. Impotensi
Merokok dapat menyebabkan penurunan seksual karena aliran darah
ke penis berkurang sehingga tidak terjadi ereksi.

Bahaya merokok bagi perokok pasif yaitu:


a. Perokok Pasif dan Anak-Anak
 Tubuh anak-anak masih tumbuh dan berkembang
 Anak-anak lebih sensitif terhadap efek pernafasan akibat asap
rokok pasif
 Penyakit pernafasan dapat mengganggu perkembangan dan fungsi
paru-paru normal
 Penyebab utama ketidakhadiran di sekolah
b. Penyakit Saluran Pernafasan Bawah
Anak-anak 0-2 tahun
 Bila bapak merokok, risiko infeksi saluran pernafasan meningkat
sebanyak 30%
 Bila bapak merokok, tingkat rawat inap di rumah sakit meningkat
lebih dari 30%
Penyakit Saluran Pernafasan Bawah pada Anak Berusia 5-16 tahun
 Batuk
 Asma
 Anak < 6 tahun, risiko meningkat 20-30%
 Anak > 6 tahun, risiko meningkat 5-20%
c. Sindroma Kematian Bayi Mendadak (Sudden Infant Death Syndrome)
Perokok pasif merupakan faktor risiko independen untuk sindroma
kematian bayi mendadak/Sudden Infant Death Syndrome (SIDS). Bila
ayah merokok, risiko SIDS meningkat sebanyak 50%-200%
d. Perokok Pasif dan Kehamilan
 Meningkatkan risiko berat badan lahir rendah sampai 240%
 Kelahiran prematur sampai 600%
 Kelahiran sangat prematur sampai 530%
e. Perokok Pasif dan Kesakitan Pada Dewasa
Wanita Indonesia yang memiliki suami perokok:
 Rokok biasa – risiko kanker paru meningkat lebih dari 27,9%
 Rokok kretek – risiko kanker paru lebih dari 30%
Orang dewasa dengan asma yang terpapar perokok pasif:
 Batuk
 Gangguan napas
 Keberbatasan aktifitas
E. Alasan Menghindari Merokok
Beberapa alasan yang dapat digunakan untuk menghindari dari rokok atau
merokok yaitu:
a. Rokok dapat melemahkan pikiran, ketagihan, cemas dan gelisah
b. Kita akan mempunyai kebugaran dan penampilan yang segar
c. Akan menghemat uang
d. Asap rokok akan merusak kesehatan keluarga dan lingkungan
e. Tidak menambah polusi alam dan turut memelihara kesehatan
lingkungan dengan udara bersih.

F. Cara Mengurangi Dampak Negatif Dari Rokok


a. Jangan merokok dan hindari merokok
Rokok sangat berbahaya untuk kesehatan tubuh kita terutama untuk
paru-paru dan jantung. Maka dari itu jangan merokok dan
hindarilah rokok. Dan jika ada yang menawarkan rokok pada kita,
jangan sampai tertarik untuk mencobanya karena itu tidak baik
untuk kesehatan kita.
b. Menjauhi orang yang sedang merokok
Jika didekat kita ada orang yang sedang merokok sebisa mungkin
kita menghindarinya supaya kita terhindar dari asap rokok. Dan
bagi orang yang suka merokok jangan merokok ditempat umum
karena asapnya akan dengan mudah terhirup oleh orang lain dan itu
sangat berbahaya.
c. Jangan ijinkan Perokok Merokok di dalam rumah
Bahaya merokok dalam rumah yaitu:
1) 4000 bahan kimia berbahaya diisap bersama setiap tarikan
nafas.
2) Zat beracun menempel di dinding,karpet, dan perabotan,dan
akan dilepaskan kembali ke udara.
3) Sistem ventilasi tidak menghilangkan partikel dan gas beracun
di udara walaupun digunakan filtrasi udara.
4) Bagi rumah yang menggunakan AC dan buka tutup pintu dapat
terkontraminasi asap rokok.
d. Sebisa mungkin kita tidak menghirup asap rokok
Menghirup asap rokok sangat berbahaya untuk kesehatan kita, dan
itu merupakan hal yang bisa membuat kesehatan kita terganggu dan
bisa menimbulkan penyakit didalam tubuh kita secara perlahan.
Gejala pertama yang akan kita rasakan dalam menghisap asap
rokok yaitu batuk dan dada terasa sesak. Dan semua itu berbahaya
untuk kesehatan jantung dan paru-paru kita.

G. Cara Untuk Dapat Berhenti Merokok


Beberapa cara yang dilakukan untuk berhenti dari perilaku merokok yaitu:
a. Tidak membeli rokok
b. Melakukan hobi yang menyenangkan setiap kali teringat atau
merokok
c. Meminta keluarga atau teman yang tidak merokok untuk
mengingatkan agar tidak merokok setiap kali kita akan mulai
merokok
d. Setiap ada perasaan ingin merokok agar ditunggu 10 menit, tarik
nafas dalam-dalam atau genggam kepalan tangan erat-erat dan coba
untuk santai, dorongan merokok akan hilang.
e. Luangkan lebih banyak waktu dengan orang yang tidak merokok dan
mendiskusikan masalah menarik yang sedang terjadi