Anda di halaman 1dari 12

DAFTAR ISI

KATA PENGANTAR ........................................... Error! Bookmark not defined.


DAFTAR ISI .......................................................... Error! Bookmark not defined.
BAB I ..................................................................... Error! Bookmark not defined.
PENDAHULUAN ................................................. Error! Bookmark not defined.
A. Latar Belakang ............................................................................................. 4
B. Rumusan Masalah ........................................................................................ 4
C. Tujuan Penulisan .......................................................................................... 4
BAB II ..................................................................................................................... 5
PEMBAHASAN ..................................................................................................... 5
A. Teori perencanaan publik ............................................................................. 5
B. Sistem Perencanaan Publik .......................................................................... 6
C. Siklus Perencanaan Publik .......................... Error! Bookmark not defined.
D. Teknik Perencanaan Publik .......................................................................... 8
E. Praktek Perencanaan Publik ....................................................................... 10
BAB III ................................................................................................................. 13
PENUTUP ............................................................................................................. 13
Kesimpulan ........................................................................................................ 13
DAFTAR PUSTAKA ........................................................................................... 13
LAMPIRAN .......................................................................................................... 14
Kasus Yang Relevan ......................................................................................... 14
BAB I
PENDAHULUAN

A. Latar Belakang
Pada bab ini kita akan fokus membahas pada teori perencanaan; sistem perencanaan;
siklus perencanaan publik yang terdiri dari evaluasi hasil pelaksanaan tahun
lalu dan penetapan prosedur perencanaan, organisasi pendukung
perencanaan, penetapan asumsi perencanaan, kriteria hasil evaluasi perencanaan
(SPM) penyusunan indikator program, penyusunan kertas kerja perencanaan strategi
dan program, partisipasi masyarakat dalam perencanaan (musrenbang), penentuan
usulan perencanaan strategik, penentuan draft skala prioritas dan plafon anggaran,
penentuan usulan rencana program kerja, penyelesaian draft dokumen perencanaan,
pembahsan draft dokumen perencanaan, serta penetapan dokumen perencanaan; teknik
perencanaan; dan contoh-contoh praktek perencanaan publik
(pemerintah pusat, pemerintah daerah, LSM, yayasan, dan partai politik).

A. Rumusan Masalah
1. Apa yang dimaksud dengan Teori Perencanaan Publik ?
2. Bagaimana Sistem Perencanaan Publik ?
3. Seperti apa Siklus Perencanaan Publik ?
4. Apa saja Teknik Perencanaan Publik ?
5. Bagaimana Praktek Perencanaan Publik ?

B. Tujuan Penulisan
1. Mampu menjelaskan Teori Perencanaan Publik
2. Memahami Sistem Perencanaan Publik
3. Dapat mengerti Siklus Perencanaan Publik
4. Mengetahui Teknik Perencanaan Publik
5. Memahami Praktek Perencanaan Publik

AkuntansiSektorPublik | 2
BAB II
PEMBAHASAN

A. Teori Perencanaan Publik


Perencanaan secara konvensional didefinisikan sebagai kegiatan yang
dilakukan untuk masa mendatang yang lebih baik dengan memperhatikan keadaan
sekarang maupun sebelumnya. Perencanaan (planning) adalah proses yang
dimulai dari penetapan tujuan organisasi yaitu menentukan strategi.
Untuk pencapaian tujuan tersebut secara menyeluruh serta merumuskan sistem
perencanaan yang menyeluruh untuk mengintegrasikan dan mengkordinasi
seluruh pekerjaan organisasi, hingga tercapainya tujuan organisasi (robin
dancoulter,2002).
Perencanaan dapat dilihat dari 3 hal, yaitu :
a. Dari sisi proses, fungsi perencanaan adalah proses dasar yang digunakan
untuk memilih tujuan dan menentukan bagaimana tujuan tersebut akan
dicapai.
b. Dari sisi fungsi manajemen, perencanaan adalah fungsi dimana pimpinan
menggunakan pengaruh dan wewenangnya untuk menentukan atau
mengubah tujuan serta kegiatan organisasi.
c. Dari sisi pengambilan keputusan, perencanaan merupakan pengambilan
keputusan jangka panjang atau yang akan datang mengenai apa yang akan
dilakukan, bagaimana melakukannya, kapan, dan siapa yang akan
melakukan.
Perencanaan dibedakan menjadidua, yaitu perencanaan sektoral dan
perencanaan nasional/regional.bedasarkandimensi pendekatan dan koordinasi,
perencanaan pembangunan terdiri dari :
1. Perencanaan pembangunan makro adalah perencanaan
pembangunannasional dalam skala makro atau menyeluruh

AkuntansiSektorPublik | 3
2. Perencanaan sektoral adalah perencanaan yang dilakukan dengan
pendekatansektor, yaitu kumpulan dari kegiatan atau program yang
mempunyai persamaan karakteristik serta tujuan
3. Perencanaan dengan dimensi pendekatan regional menitikberatkan
padaaspek lokasi dimana kegiatan dilakukan
4. Perencanaan mikro adalah perencanaan skala terinci dalam
perencanaantahunan, yaitu penjabaran rencana makro, sektoral, maupun
regionalkedalam susunan proyek dan kegiatan dengan berbagai
dokumen perencanaan serta penganggarannya.
Fungsi perencanaan adalah kegiatan menetapkan tujuan organisasi dan diikuti
dengan pembuatan berbagai rencana untuk mencapai tujuan yang telah ditentukan
tersebut.

B. Sistem Perencanaan Publik


Ada dua jenis rencana, yaitu :
a. Rencana strategic atau perencanaan jangka panjang ( long range planning),
yaitu proses pengambilan keputusan yang menyangkut tujuan jangka
panjang organisasi, kebijakan yang harus diperhatikan, serta strategi yang
harus dijalankan untuk mencapai tujuan.
b. Rencana operasional, terdiri dari :
1. Rencana sekali pakai (single use plan), yakni rencana yang disusun
untuk mencapai tujuan tertentu dan segera dibubarkan setelah tujuan
tercapai
2. Rencana permanen ( standing plans), yakni pendekatan yang sudah
distandarisasi untuk menghadapi situasi berulang dan dapat diramalkan
sebelumnya
Sistem perencanaan mencakup lima pendekatan dalam seluruh rangkaian
perencanaan, yaitu :
1. Politik

AkuntansiSektorPublik | 4
2. Teknokratik
3. Partisipatif
4. Atas-bawah
5. Bawah-atas

C. Siklus Perencanaan Publik


Unsur pengambilan keputusan yang sangat penting dalam perencanaan
adalah proses mengembangkan dan memilih langkah-langkah yang akan
diambil untukmenghadapi masalah yang dialami organisasi sektor public. Dalam
mencapai perencanaan yang efektif, ada banyak hal yang sering sekali menjadi hal
anganseperti :
1. Kegagalan manajemen dalam memahami sistem yang diterapkan di
sekitararea organisasi
2. Kurangnya dukungan manajemen terhadap sistem perencanaan.
Pimpinankurang mendukung dan berperan serta dalam segala kegiatan
3. Kegagalan memahami peran penting perencanaan dalam proses
manajemen
Siklus perencanaan mengikutsertakan semua aspek perencanaan kedalam satu
proses yang terpadu. Siklus perencanaan akan mengawal perjalanan rencana
tersebut dengan matang, terfokus dengan baik, ulet, hemat biaya, dan praktis.

AkuntansiSektorPublik | 5
Siklus Perencanaan Publik

evaluasi hasil pelaksanaan organisasi penetapan


tahun lalu dan penetapan pendukung asumsi
prosedur perencanaan perencanaan perencanaan

penetapan criteria
dokumen evaluasi hasil
perencanaan perencanaan

pembahasan draf criteria


dokumen evaluasi hasil
perencanaan perencanaan

penyelesaian draf
penyusunan kertas
dokumen
kerja perencanaan
perencanaan
strategi dan program

penentuan usulan partisipasi


rencana program masyarakat dalam
kerja perencanaan

penentuan draf penentuan usulan


skala prioritas dan perencanaan
plafon anggaran strategik

D. Teknik Perencanaan Publik


Dalam buku The Practice of Local Goverment Planning (So, Frank S., and
Judith Getzels, 1988) disebutkan mengenai lima langkah utama dalam proses
perencanaan, terutama tingkat perencanaan dan manajemen secara umum, yakni :
1. Tujuan dasar, menetapkan tujuan dasar pemerintah daerah

AkuntansiSektorPublik | 6
2. Studi dan analisis, studi tentang penggunaan lahan, demografi, transpotasi,
karakteristik ekonomi, dan kecendrungan yang ada pada pemerintah
daerah bersangkutan.
3. Rencana atau persiapan kebijakan, membangun sebuah rencana atau
pernyataan kebijakan yang menyebutkan bagaimana, di mana, dan kapan
suatu organisasi akan dibangun.
4. Implementasi dan pengaruh, menggunakan alat
5. Pemantauan dan umpan balik, memantau pencapaian rencana.

Ada lima ragam tingkat perencanaan, yaitu :


a. Perencanaan komprehensif
Perencanaan komprehensif dalam lingkup geografis biasanya berupa
wilayah organisasi secara keseluruhan, skala waktunya biasanya jangka
panjang, dan unsurnya tertuju pada demografi, pembangunan ekonomi,
transportasi, penggunaan lahan, fasilitas masyarakat, kegunaan publik,
karakteristik/keterbatasan lingkupan, dan peluang rekreasi.
b. Perencanaan Sistem
Perencanaan sistem mengukur kebijakan dan program untuk jaringan kerja
khusus dari fasilitas masyarakat, seperti sistem pembuangan limbah.
c. Perencanaan di tingkat daerah
Perencanaan daerah biasanya sesuai dengan subjek dalam perencanaan
komprehensif. Dalam bentuk yang lebih detail dan lingkup geografis yang
terbatas, perencanaan berfokus pada salah satu bagian dari daerah
bersangkutan.

d. Perencanaan subsistem
Merupakan perencanaan yang secara teknis lebih detail untuk subsistem
dari fasilitas komunitas secara luas.
e. Perencanaan tempat

AkuntansiSektorPublik | 7
Merupakan perencanaan untuk menentukan tempat atau komponen khusus
dari fasilitas komunitas secara luas, seperti perawatan tumbuhan atau
perpustakaan.

E. Praktek Perencanaan Publik

a. Pemerintah Pusat

Untuk menyusun Rencana Kerja Pemerintah Pusat berfungsi sebagai dokumen


perencanaan tahunan nasional, pemerintah perlu menyelenggarakan Musrenbang
Pusat, Musrenbang Provinsi, dan Musrenbang Nasional.
Tahapan dalam sistem perencanaan nasional :
1. Tahap persiapan perencanaan
2. Tahap perencanaan dan anggaran
3. Tahap pelaksanaan kegiatan pembangunan dan belanja negara
4. Tahap pelaporan dan pertanggungjawaban

Musrenbang Pusat dilakukan pada bulan Maret yang menghasilkan beberapa hal
pokok yang antara lain :
1. Rancangan awal Rencana Kerja Pemerintah (RKP)
2. Rancangan Rencana Kerja Kementrian/ Lembaga (Renja-KL).
3. Pesertanya adalah seluruh Kementrian/ Lembaga Pemerintah Non-
Departemen dan seluruh Gubernur sebagai peninjau.

b. Pemerintah Daerah

Berikut adalah dokumen perencanaan daerah yang dihasilkan berdasarkan dimensi


waktu :
1. Rencana pembangunan jangka panjang daerah, yang berjangka waktu 20
tahun yang ditetapkan dengan Perda

AkuntansiSektorPublik | 8
2. Rencana pembangunan jangka menengah daerah, yang berjangka waktu 5
tahun yang ditetapkan denagn Perda
3. Rencana kerja pembangunan daerah yang merupakan penjabaran dari
RPJM daerah untuk jangka waktu 1 tahun dengan mengacu pada rencana
kerja Pemerintah Pusat.

Tahap perencanaan daerah ad 2, yaitu :


1. Penjaringan aspirasi masyarakat
2. Penentuan arah dan Kebijakan melalui forum Satuan Kerja Perangkat
Daerah

c. LSM
Ada dua jenis dokumen perencanaan organisasi LSM yakni
perencanaan program dan perencanaan keuangan
1. Dokumen perencanaan program
Dokumen perencanaan program LSM dibuat bedasarkan rancangan
program yang ditentukan organisasi. Secara garis besar berisi
keputusan organisasi tentang apa yang harus dilakukan.
2. Dokumen perencanaan keuangan
Dokumen perencanaan keuangan dibuat bedasarkan anggaran yang
dirancang organisasi. Proses anggaran harus diawali dengan
penetapan tujuan, target, dan kebijakan.
d. Yayasan
Yayasan sebagai organisasi nonprofit mengarahkan proses
perencanaan dan sumber daya yang tersedia untuk memaksimalkan
manfaat perencanaan. Bagi yayasan yang belum mempunyai
pengalaman melakukan perencanaan, konsultan eksternal dapat
memberikan jasa sebagai berikut :
1. Memfasilitasi pertemuan dan proses perencanaan
2. Pelatihan menyangkut proses dan informasi perencanaan

AkuntansiSektorPublik | 9
3. Sebagai pihak luar, konsultan dapat mempertanyakan tradisi,
asumsi dan rutinitas para pengelola serta dewan pembinaan
4. Konsultan memfasilitasi proses perencanaan strategic dengan
informasi yang signifikan, sarana dan proses secara baik
e. Partai Politik
Dalam perencanaan pengelola parpol harus membuat rencana yang
akan memberikan tujuan dan arah organisasi dalam perencanaan,
pengelolaan parpol memutuskan “ apa yang harus dilakukan, kapan
melakukannya, bagaimana melakukannya dan siapa yang
melakukannya. Jadi perencanaan adalah pemilihan sekumpulan
kegiatan dan pemutusan selanjutnya tentang apa yang harus dilakukan,
kapan, bagaimana dan oleh siapa.

AkuntansiSektorPublik | 10
BAB III
PENUTUP

A. Kesimpulan
Dari pembahasan diatas dapat diambil kesimpulan bahwa anggaran
merupakan instrumen penting dalam melaksanakan rencana-rencana suatu
organisasi untuk melayani masyarakat dan juga anggaran menjadi suatu
tolak ukur dalam melihat kondisi keuangan baik biaya (pengeluaran)
ataupun pendapatan (penerimaan).
B. Saran
Adapun saran dari pembahasan ini adalah semoga penyusunan dari
anggaran menjadi lebih baik lagi sehingga anggaran yang dialokasikan ke
sektor-sektor tertentu dapat teralokasi dengan baik.

DAFTAR PUSTAKA

Deddi Nordiawan, 2010, Akuntansi Sektor Publik, Penerbit Salemba Empat,


Jakarta.

Indra Bastian, 2010, Akuntansi Sektor Publik: Suatu Pengantar, Penerbit


Erlangga, Jakarta.

Mardiasmo, 2009, Akuntansi Sektor Publik, Edisi Pertama, Penerbit Andi Offset,
Yogyakarta.

Parima, Rudi. (2008). “Perencanaan Pembangunan Jalan Silaping- Batas


Sumatera Utara Kabupaten Pasaman Barat”. Di akses paada 5 Oktober
2016. http://repository.unand.ac.id

AkuntansiSektorPublik | 11
LAMPIRAN

PERENCANAAN PEMBANGUNAN JALAN SILAPING- BATAS


SUMATERA UTARA KABUPATEN PASAMAN BARAT (STA 359+380 -
STA 364+380)

Jalan raya merupakan prasarana transportasi darat yang berperan penting dalam sector
perhubungan terutama untuk kesinambungan distribusi barang dan jasa. Jalan raya juga
sangat diperlukan masyarakat untuk menunjang laju pertumbuhan disegala bidang pada
suatu wilayah. "Perencanaan pembangunan jalan Silaping - Batas Sumatera Utara"
dengan panjang : 5 km, lebar perkerasan : 6 m, lebar bahu : 1.5 m, tebal lapis perkerasan
AC - WC : 4 cm, AC - BC : 5 cm, AC - BASE: 6 cm, lapis agregat kelas A : 25 cm, dan lapis
agregat kelas B : 26 cm. Rencana Anggaran Biaya Pelaksanaan proyek yang diperoleh
yaitu : Rp 11.626.406.900,00 dan umur proyek yaitu : 20 minggu. Dalam menentukan
waktu pelaksanaan proyek dipakai yaitu metoda Precedence Diagram Method (PDM).
Diantara metode pelaksanaan dan pengendalian mutu khusus pada pekerjaan lapis
permukaan Asphalt Concrete (AC -WC, AC-BC, dan AC BASE) di lapanganyaitu :
meminta persetujuan pengawas, pengangkutan hot mix (suhu 135-1500 derajat C)
dengan Dump Truck yang ditutup terpal, penghamparan dengan Asphalt Finisher (suhu
120-150 derajat C), pemadatan 1 dengan Tandem Roller (suhu 110-120 derajat C),
pemadatan 2 dengan Pneumatic Tire Roller (suhu 95-110 derajat c) dan pemadatan
akhir dengan Tandem Roller (suhu 80-95 derajat C). Padat injauan khusus (perencanaan
geometrik) dengan data yang ada, diantaranya yaitu :kecepatan rencana 60 km/ jam,
tipe jalan 2 jalur 2 arah tak terbagi (2/2 TB), fungsi jalan arteri.

AkuntansiSektorPublik | 12