Anda di halaman 1dari 13

TUGAS PROPOSAL

PENGARUH PENDIDIKAN AGAMA ISLAM TERHADAP


TINGKAH LAKU SISWA DI SDN 16 BATANG GASAN
KABUPATEN PADANG PARIAMAN

Ditulis Oleh :

AMINUNSAH
BP. 14.3384

JURUSAN PENDIDIKAN AGAMA ISLAM


SEKOLAH TINGGI ILMU TARBIYAH
SYEKH BURHANUDDIN (STIT-SB)
PARIAMAN 1438 H / 2017
BAB I
PENDAHULUAN

A. Latar Belakang
Pendidikan merupakan salah satu aspek yang sangat penting untuk
mewujudkan pembangunan nasional di negara Indonesia. Tanpa adanya
pendidikan tentu negara akan lemah dan hancur. Agar negara tetap berdiri
dengan kokoh dan kuat, maka seluruh rakyat Indonesia bersatu padu dan
berilmu pengetahuan. Hal ini sesuai dengan cita-cita luhur bangsa Indonesia
diantaranya mencerdaskan kehidupan bangsa.
Dalam rangka mencerdaskan kehidupan bangsa, pendidikan memegang
peranan penting. Masalah pendidikan di Indonesia telah dijabarkan dalam
undang-undang sistem pendidikan nasional No. 20 tahun 2003.
“Pendidikan adalah usaha sadar dan terencana untuk mewujudkan
suasana belajar dan proses pembelajaran agar peserta didik secara aktif
mengembangkan potensi dirinya untuk memiliki kekuatan spiritual keagamaan,
pengendalian diri, kepribadian, kecerdasan, akhlak mulia serta keterampilan
yang diperlukan dirinya, masyarakat, bangsa dan negara”
Berkaitan dengan itu, maka seluruh rangkaian tujuan pendidikan yang
berada dibawahnya, yakni institusionil dan tujuan kurikuler harus berorientasi
kepada tujuan umum pendidikan nasional, yaitu terbentuknya manusia
Indonesia yang berkualitas, tidak hanya mengandalkan kepiawaian ilmu
pengetahun ilmu pengetahuan saja, juga mengutamakan sikap dan tingkah laku
serta bertanggung jawab.

B. Identifikasi masalah
“Pembentukan sikap, pembinaan moral dan pribadi pada umumnya
terjadi melalui pengalaman sejak kecil, pendidik / pembinaan pertama adalah
orang tua kemudian guru, semua pengalaman yang dilalui oleh anak aktu
kecilnya merupakan unsur penting dalam pribadinya
C. Pembatasan Masalah
Untuk menghindari pembahasan yang tidak terkontrol dalam penelitian
ini, maka penulis membatasi pembahasan sebagai berikut :
1. pelaksanaan proses belajar mengajar pendidikan Agama Islam di Di Sdn
16 Batang Gasan Kabupaten Padang Pariaman
2. faktor penunjang dan penghambat dalam membina tingkah laku siswa di
Sekolah Di Sdn 16 Batang Gasan Kabupaten Padang Pariaman
3. peranan pendidikan Agama Islam terhadap tingkah laku siswa di Di Sdn
16 Batang Gasan Kabupaten Padang Pariaman

D. Perumusan masalah
Berdasarkan latar belakang diatas, maka yang menjadi rumusan masalah
adalah; Pengaruh Pendidikan Agama Islam Terhadap Tingkah Laku Siswa Di
Sdn 16 Batang Gasan Kabupaten Padang Pariaman?

E. Tujuan penelitian
1. Ingin mengetahui bagaimana pelaksanaan proses belajar mengajar
pendidikan Agama Islam di Di Sdn 16 Batang Gasan Kabupaten Padang
Pariama
2. Ingin mengetahui apa faktor penunjang dan penghambat dalam membina
tingkah laku siswa di Sekolah Di Sdn 16 Batang Gasan Kabupaten Padang
Pariaman
3. Ingin mengetahui bagaimana peranan pendidikan Agama Islam terhadap
tingkah laku siswa di Di Sdn 16 Batang Gasan Kabupaten Padang
Pariaman

F. Manfaat peneltiian
Hasil penelitian ini diharapkan dapat bermanfaat secara teoritis dan
praktis. Secara teoritis, hasil penelitian ini diharapkan dapat memberikan
Pengetahuan tentang Pengaruh Pendidikan Agama Islam Terhadap Tingkah
Laku Siswa Di Sdn 16 Batang Gasan Kabupaten Padang Pariaman
BAB II
TINJAUAN TEORI

A. Pendidikan Agama Islam


1. Pengertian Pendidikan Agama Islam
Sebelum membahas pengertian pendidikan agama Islam, penulis akan
terlebih dahulu mengemukakan arti pendidikan pada umumnya. Istilah
pendidikan berasal dari kata didik dengan memberinya awalan “pe” dan
akiran “kan” mengandung arti perbuatan (hal, cara dan sebagainya). Istilah
pendidikan ini semula berasal dari bahasa Yunani, yaitu paedagogie, yang
berartikan bimbingan yang diberkan kepada anak. Istilah ini kemudian
diterjemahkan ke dalam bahasa Inggris dengan education yang berarti
pengembangan atau bimbingan. Dalam bahasa Arab istilah ini sering
diterjemahkan dengan tarbiyah, yang berarti pendidikan.1
Ahmad D. Marimba mengatakan bahwa pendidikan adalah bimbingan
atau pimpinan yang dilakukan secara sadar oleh si pendidik terhadap
perkembangan jasmani dan rohani si terdidik menuju terbentuknya
kepribadian yang utama.2
Sedangkan menurut Ki Hajar Desantara pendidikan yaitu tuntunan di
dalam hidup tumbuhnya anak-anak, adapun maksudnya pendidikan yaitu
menuntun kekuatan kodrat yang ada pada anak-anak itu, agar mereka
sebagai manusia dan sebagai anggota masyarakat dapatlah mencapai
keselamatan dan kebahagian yang setinggi-tingginya.3
Dari semua defiisi itu, dapat disimpulan bahwa pendidikan adalah
sebuah kegiatan yang dilakukan dengan sengaja dan terencana yang
dilaksanakan oleh orang dewasa yang memiliki ilmu dan keterampilan
kepada anak didik, demi terciptanya insan kamil.

1 Prof. DR. H. Ramayulis, Ilmu Pendidikan Islam, Jakarta: Kalam Mulia. 2004. Hlm. 1.
2Ahmad D. Marimba, Pengantar Filsafat Pendidikan Islam, Bandung: PT. Al-Ma’arif.
1981. Hlm. 19.
3Hasbullah, Dasar-dasar Ilmu Pendidikan, Jakarta: PT. Raja Grafindo Persada. 2005.
Hlm. 4.
Menurut hasil seminar pendidikan agama Islam se Indonesia tanggal
7-11 Mei 1960 di Cipayung Bogor menyatakan: Pendidikan agama Islam
adalah bimbingan terhadapat pertumbuhan jasmani dan rohani menurut
ajaran Islam dengan hikmah mengarahkan, mengajarkan, melatih,
mengasuh, dan mengawasi berlakunya semua ajaran Islam.4
2. Dasar-dasar Tujuan Pendidikan Agama Islam
Singkat dan tegas dasar pendidikan Islam ialah firman Allah dan
sunnah Rasulnya Muhammad SAW.5 Kalau pendidikan diibaratkan
bangunan maka isi Al-Qur’an dan haditslah yang menjadi pondasinya.
Yang dimaksud dasar psikologis yaitu dasar yang berhubungan
dengan aspek kejiwaan kehidupan bermasyarakat. Hal ini didasarkan
bahwa dalam hidupnya, manusia baik sebagai individu maupun sebagai
anggota masyarakat dihadapkan pada hal-hal yang membuat hatinya tidak
tenang dan tidak tentram sehingga memerlukan adanya pegangan hidup.6
Berbicara pendidikan agama Islam, baik makna maupn tujuannya
haruslah mengacu kepada penananman hilai Islam dan tidak dibenarkan
melupakan etika sosial dan moralitas sosial. Pendidikan agama Islam di
sekolah bertujuan untuk menumbuhkan dan mengingkatkan keimanan
melalui pemberian dan pemupukan pengetahuan, penghayatan, pengamalan
serta pengalaman peserta didik tentang agama Islam sehingga menjadi
manusia Muslim yang terus berkembang dalam hal keimanan,
ketaqwaannya, berbangsa dan bernegara, serta untuk dapat melanjutkan
pada jenjang pendidikan yang lebih tinggi (kurikulum PAI: 2002).7[14]
3. Fungsi pendidikan agama islam
Menurut Abdul Majid dan Dian Andayani dalam bukunya yang
berjudul Pendidikan Agama Islam Berbasis Kompetensi, fungsi pendidikan
agama Islam adalah antara lain:

4 Dra. Hj. Nur Uhbiyati, Ilmu Pendidikan Islam, Bandung: CV. Pustaka Setia. 1998. Hlm.
11.
5Drs. Ahmad D. Marimba, Metodik khusus Islam, Bandung: PT. Al-Ma’arif. 1981. Hlm.
41.
6Abdul Majid, A.Ag, et.ol, Pendidikan Agama Islam Berbasis Kompetensi, Bandung: PT
Remaja Rosdakarta. 2004. Hlm. 133.
7Ibid, Hlm. 135.
1. Pengembangan.
a. Yaitu meningkatkan keimanan dan ketakwaan peserta didik kepada
Allah swt yang telah ditanamkan dalam lingkungan keluarga. Pada
dasarnya dan pertama-tama kewajiban menanamkan keimanan dan
ketakwaan dilakukan oleh setiap orang tua dalam keluarga. Sekolah
berfungsi untuk menumbuhkembangkan lebih lanjut dalam diri anak
melalui bimbingan, pengajaran dan pelatihan agar keimanan dan
ketaqwaan tersebut dapat berkembang secara optimal sesuai dengan
tingkat perkembangannya.
b. Penanaman nilai sebagai pedoman hidup untuk mencari kebahagiaan
hidup di dunia dan akherat.
c. Penyesuaian mental, yaitu untuk menyesuaikan diri dengan
lingkungannya baik lingkungan fisik maupun lingkungan sosial dan dapat
mengubah lingkungannya sesuai dengan ajaran agama Islam.
d. Perbaikan
Yaitu untuk memperbaiki kesalahan-kesalahan, kekurangan-kekurangan
dan kelemahan-kelemahan peserta didik dalam keyakinan, pemahaman
dan pengalaman ajaran dalam kehidupan sehari-hari.
e. Pencegahan,
Yaitu untuk menangkal hal-hal negative dari lingkungannya atau dari
budaya lain yang dapat membahayakan dirinya dan menghambat
perkembangannya menuju manusia Indonesia yang seutuhnya.
Pengajaran tentang ilmu pengetahuan keagamaan secara umum (alam
nyata dan nir-nyata), sistem dan fungsionalnya.
f. Penyaluran.
Yaitu menyalurkan anak-anak yang memiliki bakat khusus di bidang
agama Islam agar bakat tersebut dapat berkembang secara optimal
sehingga dapat dimanfaatkan untuk dirinya sendiri dan bagi orang
lain.
B. Tingka Laku
1. Pengertian Tingkah laku
Dari sudut biologis tingkah laku adalah suatu kegiatan atau aktivitas
organism yang bersangkutan yang dapat diamati secara langsung maupun
tidak langsung. tingkah laku manusia adalah suatu aktivitas manusia itu
sendiri.
Secara oprasional tingkah laku dapat diartikan suatu respon organisme
atau seseorang terhadap rangsangan dari luar subjek tersebut. Emisklopedi
Amerika tingkah laku adalah sebagai suatu aksi reaksi organism terhadap
lingkungan. Tingkah laku baru terjadi apabila ada sesuatu yang diperlukan
untuk menimbulkan reaksi, yakni yang disebut rangsangan. Berarti
rangsangan tersebu akan menghasilkan reaksi atau prilaku tertentu.
2. Metode-metode pengubahan tingkah laku
a. Metode pengamatan
Untuk mempelsjari tingkah laku seorang anak perlu menerapkan metode
ini yaitu dengan mengamati dari jarak jauh tanpa diketahui anak. Di sini
bisa dicatat tentang perilaku yang terlihat. Metode pencatatan perlu teliti
dan cepat-cepat dalam mencatatnya. Sistem pengamatan ini bisa ditujukan
kepads satu anak secara terus menerus atau kepada beberapa anak secara
bergantian.
b. Metode tes dan eksperimen
Dalam meneliti anak tidak mudah yang dibayangkan. Perlu menerapkan
metode eksperimen dan tes. Untuk metode eksperimen hanya terbatas
tentang penyelidikan yang bisa diamati dengan indera, namun untuk gejala
rohani masih sulit dilihat. Eksperimen bermanfaat dilakukan karena setiap
kelemahan pasti ada kelebihan. Seperti peristiwa yang diulang-ulang dan
diselidiki secara teliti. Sedangkan untuk tes bisa mengajukan beberapa
pertanyaan sesuai dengan tingkat usia. Tes ini bisa melihat tentang
kecerdasan anak mulai dari sangat bodoh, bodoh, normal, pintar, cerdas
sampai jenius.
c. Metode klinis
Bentuk penelitian yang ditujukan untuk anak dengan cara mengajak
berbicara, mengamati dan tanya jawab. Penggunaan metode ini berasal
dari kombinasi antara observasi dan eksperimen. Metode ini digunakan
untuk meneliti pola pikir, perilaku dan perkembangan bahasa anak.
Dengan metode ini mudah mendapatkan berbagai macam informasi
langsung dari sumbernya.
BAB III
METODE PENELITIAN

A. Jenis Penelitian
Jenis Penelitian dalam skripsi ini merupakan penelitian deskriptif
kuantitatif, yaitu menggambarkan dan menginterprestasikan sesuai data yang
diperoleh, kemudian juga menggunakan distribusi frequensi guna perhitungan
hasil angket yang di sebarkan kepada responden yaitu dPengaruh Pendidikan
Agama Islam terhadap tingkah laku siswa di SDN 16 Batang Gasan Kabupaten
Pariaman.

B. Tempat dan Waktu Penelitian


Tempat penelitian ini akan dilakukan di SDN 16 Batang Gasan
Kabupaten Pariaman.

C. Subjek Penelitian
1. Populasi dan Sampel
a. Populasi
Populasi adalah "keseluruhan obyek penelitian yang terdiri dari
manusia, hewan, tumbuhan, peristiwa sebagai sumber data yang menilai
karakteristik tertentu dalam sebuah penelitian.8
Dalam penelitian ini yang menjadi populasi adalah siswa kelas 1
sampai dengan kelas 6 yang berjumlah 36. Jumlah tersebut berdasarkan
data yang tercatat dalam pada tahun tahun 2017.
b. Sampel
Sampel adalah sebagian dari populasi yang memiliki,sifat dan
karakteristik yang sama sehingga betul-betul mewakili populasi".
Pengambilan sampel yang peneliti lakukan dalam skripsi ini dengan
menggunakan teknik sampling Jenuh. Sampling jenuh adalah teknik
penetuan sampel bila anggota populasi digunakan sebagai sampel. Hal ini
dilakukan apabila jumlah populasi relative kecil, kurang dari 40 orang,

8 Hermawan Rasito, Pengantar Metodologi Penelitian, (Jakarta: Gramedia Pustaka


Ulama, 1990), h.41
atau penelitian yang membuat generalisasi dengan kesalahan yang sangat
kecil. Istilah lain sampel jenuh adalah sensus, dimana semua anggota
populasi dijadikan sampel. Sampel jenuh juga diartikan sebagai sampel
yang sudah maksimum, ditambah berapapun tidak akan merubah
keterwakilan.9. Jadi jumlah sampel dalam penelitian ini sebanyak 36 orang
siswa SDN 16 Batang Gasan.
D. Sumber Data
Sumber data adalah dari mana data didapatkan. data merupakan sumber
yang paling penting untuk menyingkap suatu permasalahan yang ada, dan data
jugalah yang diperlukan untuk menjawab masalah penelitian atau mengisi
hipotesis yang sudah dirumuskan. Dalam melakukan penelitian ini data-data
yang diperlukan diperlukan dari dua sumber yaitu :
1. Sumber Data Primer
Data primer adalah data yang bersumber dari informan yang
mengetahui secara jelas dan rinci mengenai masalah yang diteliti.Data
primer ini bisa dikatakan sebagai data yang bersumber dari manusia.
dalam pengambilan data primer peneliti dapat menggunakan angket
2. Sumber Data Sekunder
Data sekunder adalah data yang berasal dari sumber kedua atau dari
instansi seperti dokumen.Sumber data juga menjadi bahan pertimbangan
dalam penentuan alat penelitian. Dalam pengertian lain data sekunder
memiliki pengertian ”Data yang tersusun dalam bentuk dokumen-
dokumen.10
Adapun sumber data dalam penelitian ini adalah, penelitian
menentukan subjek yang menjadi sumber informasi yakni :
a. Kepala Sekolah SDN 16 Batang Gasan
b. Guru Pendidikan Agama Islam SDN Batang Gasan

9 Sugiyono, Metode Penelitian Kombinasi ( Mixed Methods ), (Bandung : Alfabeta, 2014),


h. 126
10Sumadi Suryabrata, Metodologi Pnelitian, (Jakrta: Raja Grafindo, 1998), hlm. 85
Penulis berpendapat bahwa keempat unsur tersebut dapat
memberikan informasi yang dibutuhkan terkait dengan pengaruh
pendidikan agama islam.

E. Teknik dan Alat Pengumpulan Data


Dalam penelitian ini teknik yang penulis pergunakan adalah sebagai berikut:
1. Observasi
Observasi (observation) yaitu tehnik pengumpulan data melalui
pengamatan indrawi, yaitu dengan melakukan pengamatan lansung pada
lokasi penelitian.
2. Angket
Angket merupakan suatu pernyataan tentang topik tertentu yang
diberikan kepada subyek baik secara individual maupun kelompok,11 untuk
mendapatkan informasi tertentu. Adapun angket ini disebarkan kepada
siswa SDN 16 Batang Gasan untuk memperoleh data yang reievan dengan
masalah penelitian
Angket ini bertujuan untuk memperoleh data mengenai permasalahan
dalam penelitian ini, dalam hal ini penulis menggunakan kuesioner tertutup
dimana penulis memberikan pertanyaan yang disertai jumlah alternatif
jawaban yang disediakan. dengan teknik ini diharapkan peneliti dapat
mengetahui lebih banyak tentang pengaruh pendidikan agama islam
terhadap tingkah laku siswa SDN 16 Batang Gasan.
F. Desain Pengukuran
Desain pengukuran adalah merupakan tipe pengukuran yang akan
dilakukan dan tergantung pada tipe masalah. Setelah mengadakan penelitian
dan semua data yang di perlukan telah terkumpul, kemudian data tersebut
diolah dan dianalisis. Langkah berikutnya adalah menyimpulkan.
Langkah-langkah yang penulis tempuh dalam penelitian ini adalah
secara kuantitatif dengan mengadakan pengukuran hasil penelitian berupa
angka yang nantinya di interpreasikan sebagai hasil penelitian, dan juga
melakukan wawancara terhadap sumber yang diperlukan.

11 Ibnu Hajar, Dasar-Dasar Metodologi Penelitian Kuantitatif dalam Pendidikan. (Jakarta


: PT. Raja Grafindo Persada, 1996) h. 181
Penelitian Kuantitatif (Variabel Kuntitatif) yaitu, jika ciri-ciri dari
suatu fakta sosial dapat dinilai dengan angka atau menggunakan persentase,
maka ciri-ciri itu dinamakan variabel kuantitatif.12 Pada hakekatnya
penggunaan persentase adalah untuk memperlihatkan dengan tegas besarnya
secara relatif dua angka atau lebih. Cara yang dilakukan dalam mencari
persentase yaitu semua angka disederhanakan sehingga mudah dikalikan dan
dibadi (persentase selalu merupakan angka yang kurang dari 100). Rumus
dalam mencari persentase sebagai berikut:
P = f x 100
N
Keterangan :
P = persentase
f = frekuensi
N = jumlah
G. Teknik Analisa Data
Teknik analisa data adalah cara untuk menganalisis. Dalam penganalisan
data ini penulis menggunakan analisis induktif yaitu cara penganalisisan yang
bertitik tolak dari hal-hal yang khusus kemudian disimpulkan secara umum.13
Berdasarkan metode langkah dan cara berfikir yang ditetapkan maka
akan diperoleh kesimpulan yang jelas mengenai pengaruh Pendidikan Agama
Islam di SDN 16 Batang Gasan Kabupaten Padang Pariaman.
Sebagai langkah akhir dari penulisan ini adalah analisis data dengan
cara sebagai berikut :
1. Tabulasi data, artinya proses menempatkan data dalam bentuk tabel dengan
cara membuat tabel yang berisikan data sesuai dengan kebutuhan analisis.
2. Penyajian data, dilakukan setelah diadakan proses tabulasi data. Proses
penyajian data ini adalah mengungkapkan secara keseluruhan dari
sekelompok data yang diperoleh baik secara observasi maupun dengan
penyebaran angket yang dilakukan dengan berbagai unsur yang ada SDN
16 Batang Gasan.

12 Koenjraningrat, Metode-metode Penelitian Masyarakat, (Jakarta : Gramedia Pustaka


Utama, 1976), h. 253
13 Sutrisno Hadi, Metodologi Research, (Yogyakarta : Hadi Offset. Th. 1989), h. 42
3. Interpretasi data, data yang telah ada di tabel di interpretasikan dan
dianalisa satu persatu kemudian diberi kesimpulan.14
Dalam menyimpulkan hasil penelitian memakai patokan sebagai berikut :
100% : Seluruhnya
76% - 99% : Pada umumnya
51% - 75% : Sebagian besar
50% : Sebagian
26% - 49% : Sebagian kecil

1% - 25% : Sedikit sekali


0% : tidak ada

Kesimpulan, merupakan langkah terakhir dari proses pengolahan data. Dalam


penelitian ini meskipun data telah disajikan dalam tabel-tabel, itu berarti
mengolah data belum berakhir dan harus ditarik kesimpulan.”15

14 Hadeli, Metode Penelitian, (Padang : Baitul Hikmah Press, 2002), h. 97


15 Lexi J. Moleong, Metodologi Penelitian Kualitatif, (Bandung; Remaja Rosda Karya,
2006) h. 288