Anda di halaman 1dari 7

Tugas Proyek Bahasa

Indonesia

Pada tanggal 28 Juli 2011 yang lalu Bu Mira


menumpangi pesawat AirAsia dari Thailand menuju Medan.
Dia berangkat pada waktu Maghrib waktu Thailand dan
sampai di bandara Polonia Medan pukul 20.10 WIB.Pada
awalnya lancar hingga 30 menit sebelum sampai
bandara,pesawat mengalami guncangan.Karena hujan lebat
dan badai.
Akhirnya pesawat dikuasai oleh guncangan dan beberapa
kali melesaknya seakan pesawat meluncur
kebawah.Ditambah lagi kekhawatiran karena tidak ada pesan
apa pun dari awak pesawat.Keadaan semakin mencekam
ketika pesawat tiba-tiba gelap dan lampunya mati
semua.Penumpang berpegang pada sandaran kursi didepannya
dengan kuat dan berdoa kepada Tuhan.Keadaaan tersebut
berlangsung selama 20 menit ,sampai pesawat tetap tenang
selama 5 menit.
Bu Mira yang kala itu berada di sisi jendela menengok
keluar dan melihat kebawah.Tampak rumah-rumah dan
gedung terlihat dekat.Beruntungnya pesawat dapat mendarat
di daratan,tepatnya di bandara Polonia dengan selamat.Semua
orang langsung mengambil posisi berdiri ketika tau pesawat
sudah mendarat di bandara Polonia.Mereka langsung turun
tanpa mengucapkan apapun kepada pilot dan
pramugari.Sedangkan Bu Mira menunggu semua penumpang
turun dan ia ingin mengucapkan terima kasih kepada kapten
dan pramugari.Ia akan mengingat nama kapten yang menjadi
perpanjangan tangan Tuhan tersebut.Ia sangat mengenang jasa
mereka saat mengemban tanggung jawab nya sebagai pilot
dan pramugari yang menyangkut nyawa penumpang.
Struktur Teks Cerita Pendek
Struktur Teks Kalimat
Orientasi Pada tanggal 28 Juli 2011 yang lalu Bu
Mira menumpangi pesawat AirAsia dari
Thailand menuju Medan.Pada awalnya
lancar hingga 30 menit sebelum sampai
bandara,pesawat mengalami guncangan.
Komplikasi Akhirnya pesawat dikuasai oleh
guncangan dan beberapa kali melesaknya
seakan pesawat meluncur kebawah.Keadaan
didalam pesawat sangat mengerikan,mereka
takut tidak dapat melihat keluarganya lagi
dan meninggal dalam kecelakaan pesawat
tersebut.
Resolusi Keadaaan tersebut berlangsung selama 20
menit ,sampai pesawat tetap tenang selama 5
menit.Beruntungnya pesawat dapat mendarat
di daratan,tepatnya di bandara Polonia
dengan selamat.
Teks Cerita Pendek
Kisah Heroik Sang Pilot
Pada tanggal 28 Juli 2011 yang lalu,Bu Mira
menumpangi pesawat AirAsia dari Thailand menuju bandara
Polonia,Medan.Dia berangkat pada waktu Maghrib waktu
Thailand dan sampai di bandara Polonia Medan pukul 20.10
WIB.Ia menempuh perjalanan udara sekitar 2 jam.Pada
awalnya perjalanan lancar,hingga 30 menit sebelum sampai
bandara,pesawat mengalami guncangan karena hujan lebat
dan badai yang menghadang.
Akhirnya pesawat dikuasai oleh guncangan dan beberapa
kali melesaknya seakan pesawat meluncur
kebawah.Ditambah lagi kekhawatiran karena tidak ada pesan
apa pun dari awak pesawat ”mungkin hal ini dilakukan agar
tidak terjadi histeris”batin Bu Mira.Keadaan semakin
mencekam ketika pesawat tiba-tiba gelap dan lampunya mati
semua.Penumpang berpegang pada sandaran kursi didepannya
dengan kuat dan berdoa kepada Tuhan,pasrah dengan
keadaan.Keadaan didalam pesawat sangat mengerikan,mereka
takut tidak dapat melihat keluarganya lagi dan meninggal
dalam kecelakaan pesawat tersebut.Sedangkan di bagian
pesawat lain,pilot beserta pramugarinya beruaha sekeras
mungkin untuk mengendalikan pesawat dan menyetabilkan
keadaan.
Keadaaan tersebut berlangsung selama 20 menit ,sampai
pesawat tetap tenang selama 5 menit.Bu Mira yang kala itu
berada di sisi jendela menengok keluar dan melihat
kebawah.Tampak rumah-rumah dan gedung terlihat
dekat.Beruntungnya pesawat dapat mendarat di
daratan,tepatnya di bandara Polonia dengan selamat.Semua
orang langsung mengambil posisi berdiri dan bersiap keluar
ketika mereka tahu pesawat sudah mendarat di bandara
Polonia.Mereka langsung turun tanpa mengucapkan apapun
kepada pilot dan pramugari.Sedangkan Bu Mira menunggu
semua penumpang turun dan ia ingin mengucapkan terima
kasih kepada kapten dan pramugari.Ia melihat nama pilot
yang tertera pada bajunya,Kapten Sony namanya.Ia akan
mengingat nama kapten yang menjadi perpanjangan tangan
Tuhan menghantarkan keselamatan kepada seluruh
penumpang tersebut.Ia sangat mengenang jasa mereka saat
mengemban tanggung jawab nya sebagai pilot dan pramugari
yang menyangkut nyawa penumpang.

Unsur Kebahasaan
1. Kalimat Majemuk
a. Dia berangkat pada waktu Maghrib waktu Thailand
dan sampai di bandara Polonia Medan pukul 20.10
WIB
b. Pada awalnya perjalanan lancar,hingga 30 menit
sebelum sampai bandara,pesawat mengalami
guncangan karena hujan lebat dan badai yang
menghadang.
c. Akhirnya pesawat dikuasai oleh guncangan dan
beberapa kali melesaknya seakan pesawat meluncur
kebawah.
2. Kalimat Tunggal
a. Ia menempuh perjalanan udara sekitar 2 jam.
b. Keadaaan tersebut berlangsung selama 20 menit
,sampai pesawat tetap tenang selama 5 menit.
3. Konjungsi
1) Penambahan(dan)
 Dia berangkat pada waktu Maghrib waktu
Thailand dan sampai di bandara Polonia
Medan pukul 20.10 WIB.
 Pada awalnya perjalanan lancar,hingga 30
menit sebelum sampai bandara,pesawat
mengalami guncangan karena hujan lebat dan
badai yang menghadang.
 Akhirnya pesawat dikuasai oleh guncangan
dan beberapa kali melesaknya seakan pesawat
meluncur kebawah.

4. Kata Baku
No. Kata Baku Kata Tidak Baku
1. Berangkat Brangkat
2. Tahu Tau
3. Selamat Slamat
5. Kata Ganti
a. Pada tanggal 28 Juli 2011 yang lalu,Bu Mira
menumpangi pesawat AirAsia dari Thailand menuju
bandara Polonia,Medan.Dia berangkat pada waktu
Maghrib waktu Thailand dan sampai di bandara
Polonia Medan pukul 20.10 WIB.Ia menempuh
perjalanan udara sekitar 2 jam.
b. Semua orang langsung mengambil posisi berdiri dan
bersiap keluar ketika mereka tahu pesawat sudah
mendarat di bandara Polonia.
c. Sedangkan Bu Mira menunggu semua penumpang
turun dan ia ingin mengucapkan terima kasih
kepada kapten dan pramugari.Ia sangat mengenang
jasa mereka saat mengemban tanggung jawab nya.
6. Kata Modalitas
No. Kata Kalimat
Modalitas
1. Akan Ia akanmengingat nama kapten
yang menjadi perpanjangan tangan
Tuhan tersebut.Ia sangat
mengenang jasa mereka saat
mengemban tanggung jawab nya
sebagai pilot dan pramugari yang
menyangkut nyawa penumpang.