Anda di halaman 1dari 8

DASAR-DASAR PERENCANAAN WILAYAH

UNTUK MEMENUHI UTS

Dosen pengampu: Satti Wagistina, S.P., M.Si

Disusun oleh:

Nama : Ade Yulyanto

NIM : 160722614672

Offering/tahun : G/2016

Asisten : Achmad Adi Sucipto

S1 GEOGRAFI
JURUSAN GEOGRAFI
FAKULTAS ILMU SOSIAL
UNIVERSITAS NEGERI MALANG
ANALISIS RENCANA STRATEGI 2014-2018 MENGENAI PENDIDIKAN

PENDAHULUAN

Rencana strategis Dinas Pendidikan adalah dokumen teknis operasional yang menjadi
pedoman dan penyusunan program kerja tahunan dan penyusunan anggaran pembangunan dan
belanja sektor Pendidikan selama kurun waktu 5 (lima) tahun kedepan (2014-2018). Sesuai dengan
UndangUndang Nomor 25 Tahun 2004 tentang Sistem Perencanaan Pembangunan Nasional,
Renstra diartikan sebagai dokumen perencanaan jangka menengah yang menggambarkan visi,
misi, tujuan, sasaran, kebijakan dan program prioritas. Selain itu Renstra juga merupakan
penjabaran gambaran permasalahan pendidikan yang dihadapi serta indikasi program yang akan
dilaksanakan untuk pemecahan permasalahan secara terencana, akomodatif dan sistematis dengan
mempertimbangkan potensi, peluang dan tantangan yang ada. Fungsi dari Renstra ini sendiri
adalah sebagai pedoman dalam pelaksanaan kegiatan penyelenggaraan kegiatan kerja.

Berikut Permasalahan Dinas Pendidikan Kabupaten Jombang ditinjau dari tugas pokok dan
fungsi :

1. Angka Partisipasi Murni SMP dan SMA sederajat masih sangat perlu ditingkatkan
mengingat isu wajib belajar 12 tahun yang telah banyak dituntut masyarakat.
2. Masih perlu upaya peningkatan kualitas guru Pada seluruh jenjang pendidikan
3. Masih banyak SMP/MTs yang tidak dilengkapi Lab IPA yang memadai.
4. Masih banyak SD/MI dalam keadaan rusak.
5. Masih banyak TK/RA belum menerapkan MBPS.
6. Sebagaian besar lulusan SMK belum diterima dunia kerja sesuai kompetensi
pendidikannya.
7. Rata-rata nilai UAN SMP/MTS Kabupaten Jombang belum memenuhi target.
8. Perlu optimalisasi penyerapan anggaran, karena banyak dana tidak terserap secara optimal
khususnya Program Wajib Belajar Pendidikan Dasar Sembilan Tahun.
9. Dana Alokasi Khusus (DAK) yang belum tuntas.
Penentuan Isu-isu Strategis

Faktor-faktor dari pelayanan Dinas Pendidikan Kabupaten Jombang yang mempengaruhi


permasalahan pelayanan pendidikan dengan harapan bisa menjadi acuan dalam menentukan arah
kebijakan 5 tahun mendatang. Isu strategis yang akan ditindak lanjuti adalah sebagai berikut :

1. Peningkatan akses layanan pendidikan anak usia dini


2. Perlunya perbaikan sarana prasarana SD/MI mengingat banyak SD/MI dalam keadaan
rusak.
3. Peningkatan angka partisipasi murni SMP dan SMA, mengingat isu wajib belajar 12 tahun
yang telah banyak dituntut masyarakat.
4. Perlunya peningkatan mutu pendidikan dasar sehingga rata-rata nilai UAN SD/MI dan
SMP/MTS Kabupaten Jombang.
5. Peningkatan kelengkapan Laboratorium pada jenjang pendidikan dasar 9 tahun dan
pendidikan menengah yang memadai.
6. Meningkatkan koordinasi dengan dunia usaha dalam rangka agar lulusan SMK dapat
diterima dunia kerja sesuai kompetensi pendidikannya serta adanya fasilitasi penempatan
tenaga kerja dari SMK di dunia usaha & industri.
7. Memantapkan persiapan baik aparatur dinas pendidikan maupun UPTD untuk menghadapi
kurikulum 2013.
8. Perlunya upaya peningkatan kualitas guru pada seluruh jenjang pendidikan; Peningkatan
akses layanan pendidikan menengah
9. Peningkatan akses layanan pendidikan luar biasa
10. Peningkatan Peserta Pendidikan non formal

Misi Dinas Pendidikan Kabupaten Jombang

Misi Dinas Pendidikan Kabupaten Jombang akan menjadi pondasi penyusunan rencana
strategis serta perwujudan komitmen untuk pencapaian visi. Dengan demikian, berdasarkan visi,
tupoksi serta kewenangan Dinas Pendidikan, maka ditetapkan misi sebagai arah, tujuan dan
sasaran yang dicita-citakan selama lima tahun mendatang, masing-masing Misi mengandung
tujuan sebagai berikut :

1. Terwujudnya ketersediaan, keterjangkauan dan kesetaraan kesempatan memperoleh


pendidikan yang berkualitas bagi seluruh masyarakat Jombang Tujuan ini mengandung
beberapa sasaran sebagai berikut :
a. Meningkatkan angka partisipasi sekolah pada seluruh jenjang pendidikan
b. Turunnya angka putus sekolah
c. Tercapainya rasio ideal jumlah Guru/Murid
d. Tercapainya rasio ideal jumlah Kelas/Murid
e. Terlaksananya pendidikan inklusi
f. Meningkatnya angka melek huruf Rencana Strategis Dinas Pendidikan Kabupaten
Jombang 2014-2018.
2. Meningkatnya kualitas seluruh jenjang pendidikan di Kabupaten Jombang Tujuan ini
mengandung beberapa sasaran sebagai berikut :
a. Meningkatnya Nilai Ujian Nasional Seluruh Jenjang Pendidikan
b. Meningkatnya Angka Kelulusan Seluruh Jenjang Pendidikan
3. Membentuk peserta didik yang agamis berbudi pekerti dan berkarakter serta berwawasan
lingkungan Tujuan ini mengandung beberapa sasaran sebagai berikut :
Terlaksananya implementasi kurikulum muatan lokal keagamaan, budi pekerti dan
pendidikan karakter berwawasan lingkungan
4. Meningkatnya kualitas SDM dan kesejahteraan guru
a. Meningkatnya Kelayakan Guru Mengajar
b. Meningkatnya prosentase guru bersertifikasi
5. Mewujudkan tata kelola pemerintahan yang baik (good governance) Tersusunnya
dokumen-dokumen perencanaan dan pelaporan kinerja.

Analisis Rencana Strategi 2014-2018 Mengenai Pendidikan

Untuk mengawali analisis mengenai pendidikan yang ada di Jombang harus


diketahui bagaimana sebenarnya keadaan mutu pendidikan di Kabupaten Jombang untuk usia dini
sudah adanya pemerataan. Banyaknya masalah yang telah tercantum dalam renstra dalam masalah
pendidikan. Di beberapa sekolah banyak yang masih memerlukan sarana dan prasana yang baik.
Hanya sekolah yang berada di kota yang memiliki lab sedangkan sekolah yang terbilang jauh dari
kota kurang bantuan dari dinas pendidikan atau pemerintah. Lalu TK/SD/SMP/SMA yang berada
diwilayah pinggiran kurang diperhatikan lebih terfokus pada sekolah negeri yang ada di kota
dimana tiap tahunnya mengalami perbaikan maupun peningkatan fasilitas. Hal ini menyebabkan
kurangnya pemerataan dalam hal pendanaan untuk sekolah negeri maupun swasta di daerah luar
kecamatan Jombang. Pemerataan pendidikan usia dini di setiap kecamatan sudah adanya
Playgroup yang dimana menjadi hal yang wajib untuk usia balita mulai menempuh pendidikan
dari usia dini. Peran dinas pendidikan sendiri melakukan pelatihan untuk guru PAUD yang ada di
Jombang dan adanya perpustakaan keliling yang dikelola langsung oleh Wakil Bupati Jombang,
Direktur PAUD Dirjen PAUD dan Dikmas Kemendikbud RI. Pemerintah Kabupaten Jombang juga
menerapkan system wajib belajar 12 tahun yang dapat meningkatkan partisipasi masyarakat
kurang mampu dengan adanya sekolah gratis (bidikmisi) untuk siswa yang kurang biaya dalam
pendidikan.

Lalu dari Beberapa permasalahan seperti kondisi sarana dan prasarana belajar mengajar
antara sekolah yang satu dengan lainnya terlihat sangat kontras. Sekolah yang mengklaim memiliki
mutu bagus sejalan dengan keberadaan sarana dan prasarana yang memadai sementara untuk
sekolah yang kurang bermutu memiliki kekurangan dalam kepemilikan sarana dan prasarana
pendidikannya. Sumber kebijakan yang berkaitan dengan implementasinya ternyata tidak merata.
Sumber dana yang berasal dari APBD Kabupaten disalurkan oleh Dinas secara tidak merata.
Hanya SMAN 2 yang mendapakan saluran dana dari APBD sementara sekolah yang lain banyak
mendapatkan pendanaan dari sumber lain seperti yayasan dan komite sekolah.. Dinas sebagai
implementor kebijakan sudah melakukan komunikasi dengan sekolah yang ada di Kabupaten
Jombang. Hanya saja ada perbedaan tingkat intensifitas dan responsifitas yang ditunjukkan oleh
Dinas kepada SMA yang ada.. Fungsi Dinas adalah sebagai pembina dan fasilitator bahkan
eksekutor bagi sekolah untuk dapat meningkatkan mutu pendidikannya. Namun demikian terdapat
perbedaan mengenai karakteristik masing-masing sekolah sebagi badan pelaksana.

Sekolah dengan mutu yang tinggi memiliki karakteristik yang lebih inovatif dalam
melaksanakan kegiatan pendidikan. Sementara sekolah yang memiliki mutu rendah cenderung
monoton dan tanpa inovasi. Selain itu, diketahui bahwa ketidakmerataan mutu pendidikan SMA
di Kabupaten Jombang disebabkan oleh proses implementasi yang kurang tepat. Adanya
ketimpangan atau perbedaan sarana dan prasarana pendidikan dari tiap-tiap sekolah merupakan
satu penyebab yang harus menjadi perhatian serius dari Pemerintah Kabupaten. Dengan kekuasaan
dan kewenangannyanya terhadap pengalokasian dan APBD seharusnya program-program bantuan
lebih diprioritaskan untuk sekolah yang memang masih memiliki kekurangan. Hal ini dikarenakan
sekolah-sekolah yang selama ini mutunya kurang bagus menjadi kurang diminati oleh masyarakat
bahkan terkesan menjadi pilihan terakhir bagi siswa untuk bersekolah sehingga dukungan dari
publik pun akan menjadi tidak sebesar sekolah-sekolah yang difavoritkan oleh masyarakat.

Kompetensi dan profesionalitas guru juga menjadi faktor kunci bagi keberhasilan proses
belajar mengajar. Guru yang kompeten akan menjadi fasilitator dan transformator ilmu yang baik
sehingga siswa juga akan mendapatkan pemahaman yang mendalam dalam sebuah pelajaran.
Mulai dari tingkatan mendasar seperti peran dinas pendidikan sendiri melakukan pelatihan untuk
guru PAUD yang ada di Jombang dan bagi guru SMP serta SMA/SMK perlu adanya pendidikan
lebih lanjut yang sesuai yaitu minimal S2.

Kemudian masalah perencanaan yang harus dipenuhi adalah aksesibilitas sekolah terhadap
segala bentuk informasi dan bantuan yang berkaitan dengan pendidikan. Di sinilah kemudian
Dinas seharusnya berperan. Sebagai implementor kebijakan Dinas harus mampu memberikan
yang terbaik dalam hal pembinaan sekolah. Pola-pola komunikasi yang selama ini dianggap tidak
efektif harus segera diperbaiki dan ditingkatkan. Pintu akses sekolah terhadap Pemerintah harus
dibuka selebar-lebarnya. Seperti halnya aksesibilitas, ketersediaan dana yang berasal dari berbagai
sumber termasuk orang tua siswa merupakan faktor penting yang harus diperhatikan.
Kecenderungannya adalah bahwa sekolah yang memiliki mutu kurang baik memiliki ketersediaan
dana yang terbatas. Disinilah kemudian peran Dinas Pendidikan sebagai pelaksana pemerintahan
harus merumuskan prioritas penggunaan APBD agar jangan sampai terjadi ketimpangan.
Kekuatan dana yang dimiliki oleh Kabupaten Jombang harus dialokasikan secara tepat sasaran dan
memperhatikan asas keadilan. Namun hal ini tentu harus diawali dengan sebuah analisis matang
apakah pengalokasian dana tersebut memang sangat diperlukan atau tidak dan jangan sampai
alokasi dana tersebut terbuang percuma.

Beberapa hal tersebut ke depan harus menjadi landasan berfikir bagi Dinas Pendidikan
Kabupaten Jombang sebagi implementor kebijakan pemerataan mutu pendidikan di Kabupaten
Jombang untuk lebih mempersempit kesenjangan mutu antara sekolah yang satu dengan yang
lainnya. Jika diperlukan maka dapat dilakukan sebuah kajian mendalam mengenai pemetaan mutu
pendidikan SMA di Kabupaten Jombang. Dari hasil pemetaan mutu tersebut dapat diketahui
bahwa daerah mana saja yang memiliki sekolah bermutu dan yang tidak bermutu. Setelah itu dapat
dilanjutkan dengan kajian geografis bahwa penyelenggaraan pendidikan SMA yang bermutu harus
didasarkan pada asas keadilan dan keterwakilan geografis agar semua elemen amsyarakat di
kategori geografis manapun dapat menikmati pendidikan yang bermutu.

KESIMPULAN

Berdasarkan pembahasan analisis yang telah dilakukan, maka dapat disimpulkan sebagai
berikut:
1. Implementasi Kebijakan Pemerataan Mutu Pendidikan SMA di Kabupaten Jombang
bertujuan untuk memberikan layanan pendidikan yang bermutu kepada siswa tingkat SMA
yang mengacu pada RENSTRA Dinas Pendidikan Jombang tahun 2014-2018 serta UU No.
20 Tahun 2003 tentang sistem pendidikan nasional pasal 5 ayat (1) dan pasal 11 ayat (1)
belum berjalan dengan efektif.
2. Dalam Implementasi Kebijakan Pemerataan Mutu Pendidikan Sekolah Menengah Atas di
Kabupaten Jombang terdapat beberapa faktor yang memiliki pengaruh signifikan baik yang
berasal dari dalam (internal) maupun dari luar (eksternal) organisasi penyelenggara
pendidikan. Faktor yang berasal dari dalam adalah keberadaan sarana dan prasarana,
motivasi guru dan siswa, keberadaan guru yang kompeten, dan inovasi penyelenggara
pendidikan. Kemudian faktor yang berasal dari luar adalah aksesibilitas sekolah terhadap
variasi sumber, baik sumber daya maupun dana, yang dapat menunjang operasional
kegiatan belajar mengajar. Dua faktor tersebut, baik internal maupun eksternal, jika
keberadaannya bernilai positif di setiap sekolah yang ada di Kabupaten Jombang maka
dipastikan mutu pendidikan di Kabupaten Jombang juga akan terdistribusi secara merata
demikian juga sebaliknya.