Anda di halaman 1dari 1

MKE

1. Komunikasi verbal ada bukti yang tertulis di dokumen pasien


2. Setelah assesmen DPJP harus menjelaskan dan ada bukti tertulis
3. Pemberian edukasi tidak boleh berupa ceklist, harus materi tertulis
4. Harus kerjasama dengan pokja lainnya
5. Semua assesmen tertuang di rekam medis dan adanya implementasi
berdasarkan regulasi yang ada di RS
6. Senua unit melibatkan mutu saling berkaitan
7. Direktur RS harus paham semua tentang akreditasi dan regulasi yang ada
sedangkan saat wawancara tidak boleh di damping oleh staf lain
8. Kepala bidang keperawatan akan banyak di wawancarai di lapangan berupa (
DOWS …Dokumen, observasi, wawancara. Simulasi)
9. Semua harus sesuai di EP berupa DOWS
10. Kekosongan dokumen di rekam medis itu bukti adanya ketidak jalannya kerja
sama di pokja RS
11. Rekam medis gawat darurat hanya untuk gawat darurat, mulai datang sampai
pindah dari IGD
12. Pada semua staf RS setelah menerima pelatihan indoor masalah kegiatan
akreditasi dan bukti tidak cukup berupa dokumen akan di buktikan dengan (
wawancara, observasi dan simulasi) berdasarkan UAN ( undangan, absensi dan
notulen)
13. Jika ada insiden keselamatan pasien segera diskusikan dan buat laporan tertulis
( harus ada) tidak mungkin di RS tidak ada insiden
14. Mau melaksanakan rekruitmen karyawan harus ada scenario rekruitmen
berdasarkan ceklist
15. Rujukan pasien harus ada persetujuan pasien dan keluarga di form
16. Buat instrument MKE
17. Buat tata cara etika di RS
18. Etika dalam berkomunikasi, kepada senior, sesame atau orang tidak di kenal
19. Verbal ( komunikasi) harus ada bukti tertulis di RM
20. Managemen harus melindungi staf
21. Hasil dari wawancara harus ada bukti tertulis
22. CPPT untuk menulis apapun maslah pasien
23. Informasi harus lengkap mulai dari agama, budaya, lama rawat dan di tulis
tangan sampai ada regulasi tentang MRE (medical record elektronik)