Anda di halaman 1dari 3

BAB V

PENUTUP

Berdasarkan hasil pembahasan yang telah diuraikan mengenai “Asuhan

Keperawatan Pada Ny. E.S Dengan Gangguan Sistem Pencernaan Pada Post

Laparatomi Atas Indikasi Abdominal Compartement Syndrome Et Causa Asites

Massif Di Ruang Bedah Wanita Kemuning 3A RSUP Dr. Hasan Sadikin

Bandung” (9 Mei 2017-13 Mei 2017), maka penulis mengambil kesimpulan dan

saran sebagai berikut:

A. Kesimpulan

1. Sindrom kompartemen didefinisikan sebagai keadaan dimana terjadi

peningkatan tekanan di dalam suatu rongga anatomis tubuh yang

mempengaruhi sirkulasi dan mengancam fungsi dan kelangsungan hidup

jaringan disekitarnya.

2. Menurut Jitowiyono (2010, h.93), laparatomi adalah pembedahan sampai

membuka selaput perut.

3. Dari hasil pengkajian, masalah yang muncul pada Ny. E.S Dengan

Gangguan Sistem Pencernaan Pada Post Laparatomi Atas Indikasi

Abdominal Compartement Syndrome Et Causa Asites Massif yaitu:

a. Nyeri akut berhubungan dengan terputusnya kontiunitas jaringan

Luka post op operasi laparatomi.

134
135

b. Ketidakseimbangan nutrisi kurang dari kebutuhan tubuh

berhubungan dengan ketidakmampuan untuk menelan makan.

a. Intoleransi aktifitas berhubungan dengan kelemahan umum.

b. Kelebihan volume cairan tubuh berhubungan dengan gangguan

mekanisme regulasi.

c. Resiko perdarahan

d. Resiko infeksi

4. Dari 6 diagnosa keperawatan yang di angkat, ada 2 diagnosa yang dapat

teratasi yaitu resiko infeksi dan resiko perdarahan karena selama

perawatan tidak terjadi infeksi dan perdarahan pada pasien, sementara 6

diagnosa keperawatan belum dapat teratasi karena evaluasi akhir yang

blum mencapai kriteria hasil.

B. Saran

Berdasarkan kesimpulan yang telah penulis kemukakan, maka penulis

menyampaikan saran sebagai berikut:

1. Bagi Institusi Pendidikan

Agar kiranya dapat menjadikan karya tulis ilmiah ini sebagai salah satu

acuan dalam pemberian asuhan keperawatan pada pasien dengan post

laparatomi atas indikasi abdominal compartement syndrome et causa

asites massif sehingga menjadikan mahasiswa lebih terampil dalam


136

pemberian asuhan keperawatan maupun dalam penyusunan karya tulis

ilmiah.

2. Bagi Rumah Sakit/pelayanan Kesehatan

a. Perawatan tidak kalah pentingnya dari pengobatan, oleh karena itu

perlu diberi penjelasan kepada pasien dan keluarga mengenai

pentingnya perawatan yang intensif bagi pasien

b. Untuk mencapai hasil keperawatan yang optimal, sebaiknya proses

keperawatan senantiasa diterapkan dan dilaksanakan secara

berkesinambungan mengingat angka penyakit ini terus bertambah

setiap tahunnya dan merupakan salah satu penyakit yang berbahaya

jika tidak ditangani dengan baik.

c. Bagi keluarga pasien

Selama perawatan, keluarga diharapkan membantu dalam pemantauan

status kesehatan pasien dengan melaporkan adanya perubahan atau

adanya komplikasi yang memerlukan penanganan khusus dan setelah

pasien pulang, keluarga sedapat mungkin tetap memantau keadaan

umum pasien bila terjadi sesuatu diluar kemampuan keluarga segera

dibawa kerumah sakit atau pelayanan kesehatan terdekat.