Anda di halaman 1dari 5

Assalamu'alaikum warohmatullahi wabarokatuh,

Bapak/Ibu yang dirahmati Allah SWT.,

Semoga kami menemui Bapak/Ibu sekalian dalam keadaan sehat wal'afiat dan selalu
dalam lindungan serta rahmat Allah SWT, Amin!

Setelah kita bersama-sama mengisi dan melalui bulan suci Ramadhan dan Idul Fitri
1428H dengan penuh hikmat melalui berbagai amal ibadah dan kegiatan bersama yang
semata-mata mengharapkan ridho dari Allah SWT, maka tidak terasa satu lagi hari besar
dalam agama Islam telah menanti kita untuk kita memakmurkannya bersama-sama, yaitu
hari raya Idul Adha atau Hari Raya Qurban.

Dalam rangka menyambut dan memeriahkan hari raya Idul Adha tahun ini, pengurus
ICMI Orsat Houston telah mengadakan rapat pada hari Sabtu tanggal 10 November 2007
yang lalu. Hasil pokok dari rapat tersebut adalah pembentukan panitia Idul Adha 1428H.

Untuk efektifitas pelaksanaan, maka telah dibentuk 2 kepanitiaan, yaitu

1. Panitia Qurban Idul Adha 1428H


2. Panitia Kegiatan Idul Adha 1428H

Masing-masing panitia ini akan dipimpin oleh seorang Kordinator.

1. Panitia Qurban Idul Adha


Kordinator Panitia Qurban Idul Adha 1428H adalah: Pak Rito Dwiputra dan dibantu oleh
dua asisten kordinator yaitu Pak Arifun Djamil dan Pak Kurniawan Afizah. Panitia
Qurban ini berlaku efektif sejak dipilih hari Sabtu 10 November 2007, dan segera siap
untuk bekerja. Subhanallah, begitu dibentuk langsung action dan sudah terdaftar hewan
kurban senilai 40 ekor kambing (atau kalau dikonversikan ke nilai kurban sapi hampir 6
ekor sapi) pada saat baru terbentuknya panitia qurban ini pada malam pengajian Sabtu,
tanggal 10 November 2007 tersebut. Diharapkan bila panitia ini mulai bekerja penuh,
Insya Allah akan terkumpulkan hewan qurban kambing dan sapi yang lebih banyak lagi.

Untuk informasi Bapak/Ibu jamaah sekalian, tugas-tugas yang segera dan akan dilakukan
oleh Panitia Qurban ini antara lain adalah:

 Menyusun Proposal Pengumpulan dan Penyaluran Hewan Qurban dalam bahasa


Indonesia dan Inggris.
 Memilih dan menentukan tempat penyaluran hewan qurban di Indonesia (Insya
Allah, semua hewan qurban akan disalurkan kepada yg benar-benar
membutuhkannya di tanah air)
 Melakukan kampanye intensif untuk berqurban kepada masyarakat muslim
Indonesia di Houston atau daerah lain di Amerika.
 Bila dianggap perlu dan efektif, Kordinator akan membentuk sub-kordinator
pengumpulan qurban dari masyarakat muslim disetiap kantor, lokasi tempat
tinggal atau kelompok-kelompok masyarakat.
 Memberi informasi dan menjawab pertanyaan-pertanyaan ataupun concern
masyarakat yang berkaitan dengan pengumpulan dan penyaluran hewan qurban
Idul Adha tahun ini.
 Menyusun dan mempersiapkan hal-hal lain yang nantinya dianggap perlu.

2. Panitia Kegiatan Idul Adha 1428H.


Kordinatornya akan dipilih dan diumumkan kemudian. Panitia ini tugasnya yang utama
adalah:

 Menyusun program-program kegiatan dan aktifitas untuk memeriahkan dan


memakmurkan Idul Adha, antara lain yang bisa diusulkan adalah: 1) Lomba
Takbir untuk anak-anak. Kalau dipandang agar acaranya menjadi lebih menarik
lagi, lomba yang sama untuk dewasa atau bapak-bapak boleh juga
dipertimbangkan. 2) Lomba Tilawah Al-Qur'an, 3) Lomba Pidato Anak-anak
dengan tema Idul Adha, 4) Workshop, seminar dan aktifitas pendidikan lainnya.
 Mempersiapkan pelaksanaan sholat Idula Adha 1428H (Khatib, materi dan lain-
lainnya).
 Memberikan informasi dan menjawab pertanyaan-pertanyaan ataupun concern
masyarakat yang berkaitan degan program dan kegiatan Idul Adha tahun ini.
 Menyusun dan mempersiapkan hal-hal lain yang nantinya dianggap pelu.

Demikianlah pengumuman dan pemberitahuan ini kami sampaikan pada Bapak/Ibu


jamaah sekalian. Kami selalu mohon dukungan dari Bapak/Ibu sekalian untuk
mensukseskan acara-acara dan kegiatan amal dan ibadah kita ini. Semoga Allah SWT
memberikan kekuatan dan kemudahan bagi kita untuk setiap urusan yang kita kerjakan.

Jazakallahu khoiran katsiro,

Wassalamu'alaikum warohmatullahi wabarokatuh,

ICMI Orsat Houston

Ketua

Zulfan Efendi

 laksono's blog

Setelah menampilkan tema Pengertian dan Perintah Haji, kini Serial Haji & Idul Adha
mengajak mengkaji tema Urgensi Haji Secara Ruhiyah. Tema kedua ini diambilkan
langsung dari buku Seri Materi Tarbiyah Keakhwatan 4. Semoga Serial Haji & Idul
Adha ke-2 ini memotivasi kita yang belum bisa naik haji tahun 2009 (Dulhijah 1430 H)
untuk segera berusaha memenuhi panggilan Ilahi, menjalankan rukun Islam kelima ini.
Selamat membaca.
***

Ada 5 hal urgensi ibadah haji dalam kaitannya dengan pembinaan ruhani jamaah yang
menunaikannya. Kami nukilkan dengan beberapa perubahan dari buku Al-Islam tulisan
Syaikh Sa'id Hawwa.

1. Ibadah Haji adalah Simbol Kepasrahan Total Kepada Allah SWT

Sebagaimana telah maklum bahwa ibadah haji berisi ketaatan secara mutlak, tanpa
melihat kandungan maknanya, kepada perintah Allah SWT yang disampaikan kepada
Rasulullah SAW. Thawaf, wuquf, sa'i, ramyul jumar, tahallul, dan lain-lain amalan haji,
hanyalah simbol-simbol ketaatan seorang hamba kepada perintah Allah tanpa tawar
menawar.

Ia juga merupakan simbol ketertautan kita dengan Nabiyullah Ibrahim a.s. dengan cara
menghidupkan syiarnya dan mengelilingi ka'bah yang dibangunnya. Selain itu, haji juga
simbol bagi kesatuan umat seluruh dunia tanpa mempertimbangkan jenis suku bangsa,
negara, dan warna kulit. Sedangkan kesatuan kaum Muslimin terbentuk oleh satunya
akidah dan syariatnya.

2. Ibadah Haji adalah Penerapan Secara Aplikatif Berbagai Prinsip Islam

Ia adalah aplikasi konkret dari ukhuwah islamiyah, di mana setiap orang ketika haji
merasa bahwa dirinya adalah saudara bagi sesama Muslim seluruh dunia.

Ia juga aplikasi konkret dari makna persamaan derajat berbagai bangsa tatkala mereka
memeluk Islam. Ia merupakan aplikasi konkret dari firman Allah SWT:

‫اخ خعبليِرم خخببيِرر‬ ‫س إباناَ خخلخمقخناَككمم بممن خذخكرر خوأكمنخثىَ خوخجخعملخناَككمم كشكعوُبباَ خوقخخباَئبخل لبتخخعاَخركفوُا إبان أخمكخرخمككمم بعمنخد ا‬
‫اب أخمتخقاَككمم إبان ا‬ ‫خياَ أخيَيخهاَ الاناَ ك‬
[13/‫]الحجرات‬
Hai manusia, sesungguhnya Kami menciptakan kamu dari seorang laki-laki dan seorang
perempuan dan menjadikan kamu berbangsa-bangsa dan bersuku-suku supaya kamu
saling kenal mengenal. Sesungguhnya orang yang paling mulia diantara kamu di sisi
Allah ialah orang yang paling bertaqwa diantara kamu. Sesungguhnya Allah Maha
Mengetahui lagi Maha Mengenal. (QS. Al-Hujurat : 13)

Ibadah haji itu telah menjadi media paling konkret untuk mempertemukan berbagai
bangsa Muslim di dunia.

3. Haji adalah Medan Pembinaan untuk Mengantarkan Muslim ke Derajat


Tertinggi

Dengan haji seorang hamba belajar sambil melatih kesabaran. Bukankah salah satu hadits
Nabi menyebutkan bahwa "jihad yang paling utama adalah haji mabrur"? (HR. Bukhari
dan dari Aisyah). Dengan haji hidup selalu dalam suasana ibadah; bersikap ramah dan
kasih sayang kepada sesama mukmin, mengendalikan emosi dan nafsu, juga memahami
arti kebisingan dan kekerasan. Selain itu, orang yang beribadah haji juga berarti
memahami hakikat ubudiyah kepada Allah dan berinfak fi sabilillah tanpa imbalan,
mengagungkan sesuatu yang diagungkan Allah, dan merendahkan sesuatu yang
direndahkan Allah.

4. Haji dapat Membangkitkan berbagai Perasaan dan Sikap pada Jiwa Manusia

Dalam amalan ibadah haji seorang jamaah melakukan tapak tilas perjalanan nabiyullah
Ibrahim a.s. Maka ibadah haji juga berarti mengenang kembali perjalanan hidup generasi
masa lalu yang pernah hidup di tempat ini, sekaligus menyambungkan ruhani kita dengan
mereka dalam ikatan akidah dan penghambaan kepada Allah SWT.

5. Pada Ibadah Haji terdapat Nilai dan pelajaran yang tak Terhitung

Di dalam setiap amalan haji terkandung berbagai pelajaran dan makna. Kalau manusia
menyadari, haji akan melahirkan pemahaman-pemahaman yang Rabbani lebih banyak,
peningkatan akhlak islami, semangat meneladani Rasulullah SAW secara lebih dalam.
Beberapa praktek ibadah haji sarat dengan kandungan hikmah simbolis hakikat hidup.

Arafah adalah tempat berkumpulnya manusia sebelum melaksanakan thawaf rukun.


Semua orang yang berniat haji berkumpul di padang Arafah. Secara serentak dan
bersamaan mereka memulai keberangkatan untuk mengagungkan Ka'bah. Kemudian
menuju Muzdalifah dalam keadaan telah bertaubat dan berserah diri. Mereka menuju
Ka'bah dengan jiwa bersih.

Dari Muzdalifah mereka berangkat menuju Mina untuk melontar jumrah sebelum thawaf,
sebagai pernyataan bahwa musuh Allah adalah musuh mereka. Kemudian memotong
hewan qurban sebagai tanda syukur kepada Allah atas karunia-Nya dalam menghalalkan
binatang ternak kepada mereka. Lalu mencukur rambut sebagai persiapan thawaf dengan
jiwa bersih, pakaian suci dan penampilan bagus.

Setelah itu mereka menuju Makkah dan berthawaf di sekeliling Ka'bah sambil
mengagungkannya karena Allah telah mengagungkannya.

Allah SWT berfirman:


‫اب فخإ بناخهاَ بممن تخمقخوُىَ املقككلوُ ب‬
[32/‫ب ]الحج‬ ‫خوخممن يكخعظظمم خشخعاَئبخر ا‬

... dan barangsiapa mengagungkan syi'ar-syi'ar Allah, maka sesungguhnya itu timbul
dari ketaqwaan hati. (QS. Al-Haj : 32)

Kemudian sa'i antara Shafa dan Marwa sebagaimana pernah dilakukan ibu mereka, Hajar
yang shalihah, pada hari permulaan Baitullah dibangun. Seterusnya mereka kembali lagi
ke Mina untuk melontarkan jumrah sebagai pernyataan permusuhan total terhadap syetan
untuk selama-lamanya.
Haji juga membawa kembali umat Islam kepada markas Islam pertama, agama Ibrahim
dan Muhammad alaihimassalam. Perjalanan kembali ini akan memperkuat ikatan seorang
Muslim kepada pusat Islam. Ia adalah negeri spiritualnya, kiblatnya, orientasi jasadnya,
titik tolak semangat dan cita-citanya.

Sekembalinya dari tempat ini sebagaian besar bentuk kehidupan muslim telah berubah
dan berganti. Dulu keterikatannya dengan markas Islam hanya bersifat teoritis, namun
kini telah menjadi kenyataan yang dapat dirasakan dan diamalkan.

Nabi SAW bersabda,


‫ث خولخمم يخمفكسمق خرخجخع خكيِخموُبم خولخخدمتهك أكيَمهك‬
‫خممن خحاج بالب فخلخمم يخمرفك م‬
Barangsiapa berhaji karena Allah, lalu tidak berlaku keji dan tidak berbuat fasik, ia
kembali seperti hari dilahirkan ibunya. (HR. Imam yang enam kecuali Abu Daud).

Haji menghidupkan kenangan Rabbani yang abadi yang pernah dikenal manusia.
Kenangan sebuah keluarga yang tidak pernah memperdulikan apa pun dalam
menjalankan perintah Allah. Kenangan seorang anak yang menyerahkan dirinya menjadi
kurban untuk Allah. Kenangan seorang ibu yang yakin sepenuhnya akan perlindungan
Allah; seorang ibu yang taat kepada Allah dan suaminya. Kenangan orang-orang yang
sepenuhnya tawakal kepada Allah dan kenangan terhadap terbebasnya orang-orang yang
tertindas. Bila mereka telah kembali ke rumah dengan rasa kemenangan maka semuanya
akan terkenang.

Ia adalah neraca yang dengannya dapat diketahui orang-orang yang memperhatikan


persoalan umat Islam dan kondisinya, yang memperhatikan kekuatan, kebaikan,
kelemahan, kebodohan, kehinaan, kemiskinan, kemuliaan atau kejayannya. Orang-orang
yang memperhatikan semua itu akan tampak jelas hanya dalam ibadah haji.

Selain itu, haji merupakan media utama untuk menghancurkan virus-virus yang disebar di
tengah-tengah umat. Virus kolonialisme, nasionalisme, harta, jabatan, kekuasaan, setan
Timur dan Barat. Dengan haji akbar, semua virus tersebut dapat dimusnahkan.

Haji adalah salah satu jalan pembebasan dari segala kenistaan syaitani menuju
kehormatan ketuhanan, Zat Yang Mahakasih. Tidak ragu lagi, jika para ulama Islam dapat
memfungsikan haji dan mendudukkannya secara proporsional, maka ia akan dapat
menyelesaikan berbagai persoalan umat. [Sumber: Seri Materi Tarbiyah Keakhwatan 4]