Anda di halaman 1dari 8

EEAJ 3 (2) (2014)

Economic Education Analysis Journal

http://journal.unnes.ac.id/sju/index.php/eeaj

PENGARUH PRAKTIK KERJA INDUSTRI DAN LINGKUNGAN


KELUARGA TERHADAP MOTIVASI BERWIRAUSAHA SISWA KELAS XII
PEMASARAN SMK NEGERI 2 SEMARANG

Sodikin, Joko Widodo

Jurusan Pendidikan Ekonomi, Fakultas Ekonomi, Universitas Negeri Semarang, Indonesia

Info Artikel Abstrak


________________ ___________________________________________________________________
Sejarah Artikel: Motivasi siswa untuk menjadi seorang wirausaha dipengaruhi oleh praktik kerja industri dan lingkungan
Diterima Agustus 2014 keluarga. Permasalahan penelitian ini adalah: sebesar besar pengaruh praktik kerja industri dan lingkungan
Disetujui Agustus 2014 keluarga terhadap motivasi berwirausaha siswa baik secara parsial maupun simultan.
Populasi dalam penelitian ini berjumlah 99 siswa yang terdiri dari kelas XII Pemasaran SMK Negeri 2
Dipublikasikan
Semarang, karena merupakan penelitian populasi sehingga semua populasi dijadikan sampel penelitian. Variabel
September 2014
yang diteliti yaitu variabel praktik kerja industri, lingkungan keluarga dan motivasi berwirausaha. Metode
________________ pengumpulan data menggunakan angket dan dokumentasi. Analisis data menggunakan analisis deskripsi
Keywords: persentase dan analisis regresi berganda.
Student motivation; Hasil penelitian uji regresi menunjukkan hasil uji parsial untuk praktik kerja industri diperoleh t hitung sebesar 4,847
entrepreneur; industry work dengan signifikansi 0,000 dan lingkungan keluarga diperoleh thitung sebesar 3,182 dengan signifikansi 0,002 berarti
practices H0 ditolak dan Ha1, Ha2, Ha3 diterima. Besarnya pengaruh secara parsial untuk variabel praktik kerja industri
sebesar 19,62% dan lingkungan keluarga sebesar 9,55%, secara simultan sebesar 44%.
____________________

Abstract
___________________________________________________________________
Student motivation to become an entrepreneur is influenced by industry work practices and family environment. The problems
of this research are: the influence of industry work practices and family environment against entrepreneurial motivation either
partially or simultaneously.
The population in this study is composed of 99 students of class XII SMK N 2 Semarang Marketing, as a research population
so that all the population made research sample. The variables studied were industry work practices, family environment and
entrepreneurial motivation. Methods of data collection using questionnaire and documentation. Data analysis using descriptive
analysis and multiple regression analysis percentage.
Results of regression studies showed partial test results obtained for industrial work practices thitung of 4.847 to 0.000 and the
significance of family environment obtained thitung of 3.182 with a significance of 0.002 means that H 0 is rejected and Ha 1, Ha 2,
Ha 3 is accepted. The magnitude of the effect of partially to variable industry work practices for 19.62% and 9.55% of the
family environment, simultaneously by 44%.

© 2014 Universitas Negeri Semarang


Alamat korespondensi: ISSN 2252-6544
Gedung C6 Lantai 1 FE Unnes
Kampus Sekaran, Gunungpati, Semarang, 50229
E-mail: odyoding21@yahoo.co.id

391
Sodikin /Economic Education Analysis Journal 3 (2) (2014)

PENDAHULUAN

Pendidikan kejuruan bertujuan untuk dikemukakan oleh Alma (2010:9) bahwa faktor
menciptakan tenaga kerja produktif, mampu yang dapat mendorong untuk membuka usaha
bekerja mandiri dan terampil sehingga siap di atau menjadi seorang wirausaha dipengaruhi
pakai dalam dunia usaha atau dunia industri oleh dorongan dari keluarga, pengalaman,
sesuai dengan kompetensi dalam program keadaan ekonomi, keadaan lapangan kerja dan
keahlian yang dipilihnya. Persaingan dalam sumber daya yang tersedia.
dunia usaha atau dunia industri sangat ketat Pengalaman menjadi seorang wirausaha
dikarenakan jumlah angkatan kerja yang banyak dapat diberikan melalui praktik kerja industri.
tidak sebanding dengan jumlah lapangan Praktik kerja industri adalah suatu kegiatan
pekerjaan yang ada, sehingga siswa perlu pendidikan dan latihan kerja dengan
diarahkan untuk menciptakan lapangan kerja mengembangkan kemampuan, keahlian dan
sendiri dengan menjadi seorang wirausaha. profesi ditempat kerja sesuai dengan bidang
Untuk itu setiap siswa perlu ditumbuh studi atau jurusan masing-masing siswa. Dengan
kembangkannya motivasi berwirausaha karena mengikuti kegiatan praktik kerja industri, siswa
dengan motivasi berwirausaha siswa akan akan dapat menguasai ketrampilan kerja secara
terdorong untuk melakukan upaya kreatif dan optimal di tempat praktik, mendapatkan
inovatif dengan jalan mengembangkan ide pengalaman bekerja dan mengetahui bagaimana
untuk menemukan peluang usaha. cara mengelola suatu usaha.
Sikap wirausaha sangat penting bagi Adapun tujuan dari prakerin menurut
setiap siswa lulusan SMK karena akan Djojonegoro (1999) adalah: (1) menghasilkan
menumbuhkan motivasi dan menguatkan tenaga kerja yang memiliki keahlian profesional
komitmen siswa dalam menggeluti pekerjaan yaitu tenaga kerja yang memiliki tingkat
dengan penuh tanggung jawab, disiplin, ulet, pengetahuan, ketrampilan dan etos kerja yang
dan gigih. Menurut Fahmi (2013:12) motivasi sesuai dengan tuntutan lapangan kerja; (2)
adalah aktivitas perilaku yang bekerja dalam meningkatkan dan memperkokoh keterkaitan
usaha memenuhi kebutuhan-kebutuhan yang dan kesepadanan atau kecocokan (link and
diinginkan. Sedangkan pengertian seorang match) antara lembaga pendidikan dan
wirausaha menurut Zimmerer (2008:4) adalah pelatihan kerja dengan dunia kerja; (3)
seorang yang menciptakan bisnis baru dengan meningkatkan efisiensi penyelenggaraan
mengambil resiko dan ketidakpastian demi pendidikan dan pelatihan tenaga kerja
mencapai keuntungan dan pertumbuhan dengan berkualitas profesional dengan memanfaatkan
cara mengidentifikasi peluang yang signifikan sumber daya pelatihan yang ada didunia kerja;
dan menggabungkan sumber-sumber daya yang (4) memberikan pengakuan dan penghargaan
diperlukan sehingga sumber-sumber daya itu terhadap pengalaman kerja sebagai bagian dari
bisa dikapitalisasikan. Jadi dapat disimpulkan proses pendidikan; (5) membiasakan diri untuk
motivasi berwirausaha adalah aktivitas perilaku berperilaku jujur dan bertanggung jawab dalam
seseorang untuk menciptakan suatu usaha pekerjaan sehari-hari; (6) membiasakan siswa
dengan melihat peluang yang ada disekitar dan dengan membekali pengalaman yang terdapat
berani mengambil resiko yang kemungkinan dari luar (Fu’adi, 2009:2).
terjadi dalam menjalankan usahanya. Melalui program praktik kerja industri,
Untuk menumbuhkan motivasi selain untuk mempersiapkan tenaga kerja yang
berwirausaha kepada seorang siswa yaitu profesional juga memberikan pengalaman
dengan memberikan pengalaman untuk terjun kepada siswa misalnya cara melayani calon
langsung menjadi seorang wirausaha dan pembeli dengan baik dan membuat laporan
lingkungan yang mendukung, baik itu keluarga, keuangannya. Dengan adanya praktik kerja
sekolah maupun masyarakat. Hal ini seseuai industri diharapkan dapat menumbuhkan

392
Sodikin /Economic Education Analysis Journal 3 (2) (2014)

motivasi siswa dalam berwirausaha karena malaysian government and educational system policies
dengan mengikuti program prakerin melatih and strategies in improving Malay students attitude
siswa untuk berwirausaha meskipun masih toward entrepreneurship.
membantu usaha milik orang lain. Dalam jurnal tersebut dapat diartikan
Motivasi berwirausaha dapat juga bahwa siswa sekolah menengah secara
ditentukan oleh lingkungan keluarga dimana keseluruhan memiliki motivasi berwirausaha,
siswa itu tinggal. Menurut Suryana (2006:26) siswa mampu berprestasi dan menciptakan
menyebutkan bahwa perilaku kewirausahaan inovasi. Ini dapat menunjukan efektifitas
dipengaruhi oleh faktor internal dan faktor kebijakan dan strategi pemerintah dalam sistem
eksternal. Faktor internalnya meliputi pendidikan untuk meningkatkan motivasi
kemampuan, sedangkan faktor ekstenal meliputi berwirausaha siswa.
lingkungan. Berdasarkan pendapat tersebut Dari observasi awal pada bulan Februari
dapat diartikan bahwa lingkungan itu termasuk 2014 yang dilakukan di SMK Negeri 2
didalamnya adalah lingkungan keluarga, Semarang yang berlokasi di jalan Dr. Cipto
disamping lingkungan lainnya seperti No.121 A, peneliti menemukan masalah masih
lingkungan sekolah dan lingkungan masyarakat rendahnya motivasi siswa untuk berwirausaha.
secara umum. Hal ini karena lingkungan Berdasarkan data yang diperoleh diketahui
keluarga terutama orang tua jelas berperan bahwa lulusan SMK Negeri 2 Semarang pada
sebagai pengarah bagi masa depan anaknya, tahun 2012 - 2013 terlihat motivasi siswa setelah
sehingga secara tidak langsung orang tua juga lulus untuk membuka usaha atau berwirausaha
dapat mempengaruhi motivasi anaknya dalam hanya 1 siswa (0,53%) sedangkan bekerja 105
hal berwirausaha. siswa (56,45%), melanjutkan ke perguruan tinggi
Hasil penelitian Desi Indah Lestari (2012) sebanyak 33 siswa (17,74%) dan belum bekerja
menunjukkan adanya pengaruh praktik kerja 47 siswa (25,26%) dari jumlah siswa yang lulus
industri, prestasi belajar, dan lingkungan sebanyak 186 siswa. Hal ini menunjukan masih
keluarga terhadap minat berwirausaha siswa rendahnya motivasi siswa untuk berwirausaha,
sebesar 54,6% selebihnya 45,6% dipengaruhi mereka lebih suka bekerja untuk orang lain.
oleh faktor lain yang tidak dikaji dalam Berdasarkan informasi dari guru BK SMK
penelitian. Aditya Indra Putra (2009) Negeri 2 Semarang diperoleh data pekerjaan
menunjukkan bahwa ada pengaruh positif dan orang tua siswa kelas XII Pemasaran yang
signifikan antara prakerin dengan minat menunjukkan keadaan lingkungan keluarga
berwirausaha siswa kelas XII program keahlian dimana siswa itu berada. Berdasarkan data yang
teknik mesin otomotif SMK Texmaco Pemalang diperoleh dapat diketahui bahwa sebanyak 60
tahun ajaran 2009/2010 sebesar 43,32% dan atau 60,60% orang tua siswa bekerja sebagai
selebihnya 56,68% dari minat berwirausaha karyawan swasta, 18 atau 18,19% sebagai
siswa ditentukan oleh faktor lain yang tidak buruh, 2 atau 2,02% sebagai petani, 6 atau
diteliti dalam penelitian. 6,06% bekerja sebagai PNS, 4 atau 4,04%
Jurnal pendukung lainnya yaitu berkaitan bekerja sebagai pedagang dan 9 atau 9,09%
dengan motivasi berwirausaha pada siswa SMK bakerja lainnya. Keadaan ekonomi keluarga
oleh Zaidatol Akmaliah Lope Pilie (2011) dilihat dari jenis pekerjaan orang tua siswa akan
mengemukakan bahwa: mempengaruhi motivasi siswa dalam
The findings of this descriptive reseach berwirausaha karena orang tua yang
indicated the overall Malay secondary school student mempunyai pengalaman dalam bekerja akan
have positif attitude toward entrepreneurship. cenderung memperhatikan anak dalam memilih
moreover, they scored high in some dimensions of karir yang diminati sehingga anak termotivasi
entrepreneurial attitude including achievement affect, untuk belajar menjadi seorang wirausaha.
achievement cognition, innovative affect and self- Dengan uraian diatas maka peneliti ingin
esteem cognition. this may indicate the effectiveness of mengetahui seberapa besar motivasi

393
Sodikin /Economic Education Analysis Journal 3 (2) (2014)

berwirausaha siswa SMK Negeri 2 Semarang yang tidak valid, sedangkan hasil reliabilitas
dalam sebuah penelitian tentang “Pengaruh diperoleh nilai cronbach alpha yang lebih besar
Praktik Kerja Industri dan Lingkungan Keluarga dari 70% maka instrumen tersebut dikatakan
Terhadap Motivasi Berwirausaha Siswa Kelas valid dan reliabel maka dapat dilakukan tahap
XII Pemasaran SMK Negeri 2 Semarang”. berikutnya yaitu analisis data.
Tujuan penelitian ini adalah (1) Untuk Analisis data dalam penelitian ini yaitu
mendeskripsikan dan menganalisis besarnya dengan analisis deskripsi persentase, uji asumsi
pengaruh praktik kerja industri terhadap klasik, dan analisis regresi. Tiga macam uji
motivasi berwirausaha siswa kelas XII asumsi klasik yang digunakan dalam penelitian
Pemasaran SMK Negeri 2 Semarang. (2) Untuk ini yaitu: uji normalitas, uji multikolinieritas dan
mendeskripsikan dan menganalisis besarnya uji heteroskedastisitas. Dalam penelitian ini
pengaruh lingkungan keluarga terhadap terdapat tiga variabel yaitu: Motivasi
motivasi berwirausaha siswa kelas XII berwirausaha (Y), praktik kerja industri (X1) dan
Pemasaran SMK Negeri 2 Semarang. (3) Untuk lingkungan keluarga (X2). Hubungan ketiga
mendeskripsikan dan menganalisis besarnya variabel tersebut merupakan garis lurus (linier)
pengaruh praktik kerja industri dan lingkungan sehingga dalam penelitian ini menggunakan
keluarga terhadap motivasi berwirausaha siswa regresi berganda. Analisis regresi linier berganda
kelas XII Pemasaran SMK Negeri 2 Semarang. dalam penelitian ini digunakan untuk
mengetahui besarnya pengaruh variabel bebas
METODE dan variabel terikat.

Populasi adalah keseluruhan subjek HASIL DAN PEMBAHASAN


penelitian apabila seseorang ingin meneliti
semua elemen yang ada dalam wilayah Untuk mengetahui pengaruh praktik kerja
penelitian, maka penelitiannya merupakan industri dan lingkungan keluarga terhadap
penelitian populasi (Arikunto, 2010:173). motivasi berwirausaha dapat dilihat dari analisis
Populasi yang dimaksud dalam penelitian ini regresi berganda. Dalam analisis tersebut ada
adalah siswa Kelas XII Pemasaran SMK Negeri beberapa syarat asumsi klasik yang harus
2 Semarang yang terdiri dari 3 kelas dan dipenuhi yaitu berdistribusi normal, tidak
berjumlah 99 siswa, karena penelitian ini mengandung multikolinieritas dan tidak
menggunakan penelitian populasi maka semua mengandung heteroskedastisitas. Pada grafik P-
yang terdapat dalam populasi dijadikan Plot terlihat data menyebar di sekitar garis
responden. Populasi dalam wilayah penelitian diagonal dan mengikuti arah garis histograf
ini mempunyai karakteristik yang sama atau menuju pola distribusi normal maka variabel Y
homogen. (motivasi berwirausaha) memenuhi asumsi
Metode pengumpulan data yang normalitas. Uji multikolinieritas dilihat dari nilai
digunakan dalam metode penelitian ini yaitu tolerance > 0,1 dan nilai VIF < 10 maka tidak
metode dokumentasi dan angket. Uji instrumen ada multikolinieritas antar variabel bebas dalam
dilakukan sebelum angket diberikan kepada model regresi ini. Pada grafik scatterplot terlihat
responden. Tujuan daripada uji instrumen bahwa titik-titik menyebar secara acak serta
adalah untuk menghindari pertanyaan- tersebar baik diatas maupun dibawah angka nol
pertanyaan yang kurang jelas, menghilangkan pada sumbu Y. Hal ini dapat disimpulkan tidak
kata-kata yang sulit dipahami, terjadi heteroskedastisitas pada model regresi
mempertimbangkan penambahan atau ini.
pengurangan item soal. Uji instrumen dengan Analisis yang digunakan dalam penelitian
validitas dan reliabilitas. Hasil uji validitas ini adalah analisis regresi linier berganda dengan
diperoleh bahwa r hitung > r tabel sehingga rata- tiga prediktor yaitu praktik kerja industri (X1),
rata instrumen dikatakan valid dan hanya 2 item lingkungan keluarga (X2) dan motivasi

394
Sodikin /Economic Education Analysis Journal 3 (2) (2014)

berwirausaha (Y). Model regresi ini dapat kerja industri dan lingkungan terhadap motivasi
digunakan untuk mengetahui pengaruh praktik berwirausaha secara parsial dan simultan.

Coefficientsa
Standardized
Unstandardized Coefficients Coefficients
Model B Std. Error Beta T Sig.
1 (Constant) 6.930 3.791 1.828 .071
X1 .360 .074 .453 4.847 .000
X2 .203 .064 .297 3.182 .002
a. Dependent Variable: Y
Berdasarkan tabel coefficients diperoleh kenaikan sebesar satu poin, sementara
persamaan regresi berganda sebagai berikut: Y = variabel lingkungan keluarga dianggap
6,930 + 0,360X1 + 0,203X2. Persamaan regresi tetap, maka akan menyebabkan
tersebut mempunyai makna sebagai berikut: kenaikan motivasi berwirausaha sebesar
1. Konstanta = 6,930, yaitu nilai tersebut 0,360.
diambil dari unstandardized coefficients di 3. Koefisien X2 = 0,203 yaitu jika variabel
tabel coefficients. Jika variabel lingkungan keluarga mengalami
independen (praktik kerja industri dan kenaikan sebesar satu poin, sementara
lingkungan keluarga) dianggap sama variabel praktik kerja industri dianggap
dengan nol, maka rata-rata motivasi tetap, maka akan menyebabkan
berwirausaha sebesar 6,930. kenaikan motivasi berwirausaha sebesar
2. Koefisien X1 = 0,360 yaitu jika variabel 0,203.
praktik kerja industri mengalami

ANOVAb
Model Sum of Squares Df Mean Square F Sig.
1 Regression 872.521 2 436.261 39.443 .000a
Residual 1061.802 96 11.060
Total 1934.323 98
a. Predictors: (Constant), X2, X1
b. Dependent Variable: Y
diterima. Jadi dapat dikatakan bahwa ada
Dari hasil analisis data pada tabel pengaruh signifikan anatar praktik kerja industri
ANOVA diperoleh nilai probabilitas sebesar dan lingkungan keluarga secara bersama-sama
0,000 < 0,05 yang berarti bahwa model regresi terhadap motivasi berwirausaha.
tersebut signifikan maka hipotesis yang diajukan

395
Sodikin /Economic Education Analysis Journal 3 (2) (2014)

Coefficientsa
Standardized
Unstandardized Coefficients Coefficients
Model B Std. Error Beta T Sig.
1 (Constant) 6.930 3.791 1.828 .071
X1 .360 .074 .453 4.847 .000
X2 .203 .064 .297 3.182 .002
a. Dependent Variable: Y

Dari hasil analisis data pada tabel diatas 2) Pengaruh lingkungan keluarga terhadap
diperoleh hasil sebagai berikut: motivasi berwirausaha
1) Pengaruh praktik kerja industri terhadap Koefisien korelasi untuk variabel
motivasi berwirausaha lingkungan keluarga sebesar 0,203 bertanda
Koefisien korelasi untuk variabel praktik kerja positif yang artinya semakin tinggi lingkungan
industri sebesar 0,360 bertanda positif yang keluarga maka akan semakin tinggi motivasi
artinya semakin tinggi praktik kerja indsutri berwirausaha. Untuk koefisien korelasi parsial
maka akan semakin tinggi motivasi antara lingkungan keluarga dengan motivasi
berwirausaha. Untuk koefisien korelasi parsial berwirausaha diperoleh nilai probabilitas sebesar
antara praktik kerja industri dengan motivasi 0,002 < 0,05 yang berarti bahwa model regresi
berwirausaha diperoleh nilai probabilitas sebesar tersebut signifikan maka hipotesis yang diajukan
0,000 < 0,05 yang berarti bahwa model regresi diterima (Ha2 diterima). Dengan demikian
tersebut signifikan maka hipotesis yang diajukan secara parsial lingkungan keluarga berpengaruh
diterima (Ha1 diterima). Dengan demikian positif dan signifikan terhadap motivasi
secara parsial praktik kerja industri berpengaruh berwirausaha.
positif dan signifikan terhadap motivasi
berwirausaha.

Model Summaryb
Adjusted R Std. Error of the
Model R R Square Square Estimate
1
.672a .451 .440 3.32572

a. Predictors: (Constant), X2, X1


b. Dependent Variable: Y

Berdasarkan tabel diatas diperoleh nilai berwirausaha siswa kelas XII Pemasaran SMK
Adjusted R2 sebesar 0,451 (45%) ini berarti Negeri 2 Semarang sebesar 45% sedangkan
variabel independen praktik kerja industri dan sisanya 100% - 45% = 55% dijelaskan oleh
lingkungan keluarga secara bersama-sama variabel lain.
mempengaruhi variabel dependen motivasi

396
Sodikin /Economic Education Analysis Journal 3 (2) (2014)

Coefficientsa

Correlations Collinearity Statistics


Model Zero-order Partial Part Tolerance VIF
1 (Constant)
X1 .627 .443 .367 .656 1.525
X2 .563 .309 .241 .656 1.525
a. Dependent Variable: Y

Berdasarkan tabel diatas menunjukkan bahwa semakin baik pengalaman prakerin yang
bahwa besarnya kontribusi variabel praktik kerja diperoleh siswa, maka akan semakin tinggi
industri terhadap motivasi berwirausaha siswa minat dalam berwirausahadan sebaliknya
adalah sebesar (0,443)2 x 100% = 19,62%, semakin buruk pengalaman yang diperoleh
besarnya kontribusi lingkungan keluarga siswa dalam prakerin maka akan semakin
terhadap motivasi berwirausahasiswa adalah rendah minatnya dalam berwirausaha.
sebesar (0,309)2 x 100% = 9,55%. Dengan Lingkungan keluarga juga mempunyai
demikian variabel praktik kerja industri peranan penting untuk meningkatkan motivasi
memberikan pengaruh yang lebih besar terhadap berwirausaha siswa. Dorongan atau perhatian
motivasi berwirausaha siswa dibandingkan dari keluarga terutama orang tua terhadap anak
dengan variabel lingkungan keluarga. haruslah diperhatikan dengan baik karena akan
Pengalaman siswa dalam melaksanakan sangat mempengaruhi kepercayaan diri seorang
kegiatan praktik kerja industri dapat anak untuk mengembangkan minat yang
menumbuhkan motivasi berwirausaha siswa diinginkannya maupun kepercayaan diri dalam
karena kegiatan tersebut kurang lebih 6 bulan memilih karir untuk menjadi seorang wirausaha.
siswa diterjunkan langsung di Dunia Usaha atau Orang tua yang memberi dorongan secara
Dunia Industri diajarkan mengenai bagaimana maksimal kepada anaknya dapat dipastikan
cara mengelola usaha yang baik dari segi akan membawa keberhasilan bagi seorang anak,
pemasaran, penjualan, dan keuangan. Baik dan sedangkan apabila dorongan orang tua yang
tidaknya pekerjaan yang dilakukan siswa selama rendah maka tingkat keberhasilan anak juga
mengikuti kegiatan praktik di lapangan dapat menjadi rendah. Hal ini sesuai oleh FX Muhadi
terlihat dari nilai akhir kegiatan tersebut dalam jurnalnya (2005:18) bahwa ada hubungan
sertifikat yang didapat. Dengan demikian jiwa kewirausahaan dengan jenis pekerjaan
hendaknya sekolah dapat memberikan orang tua, kultur keluarga pelaksanaan
pendidikan praktik yaitu siswa melaksanakan pendidikan dan pelatihan disekolah, program
praktik kerja industri di dunia usaha yang keahlian dan jenis kelamin seseorang.
seseuai dengan program keahliannya agar dapat
menyelaraskan materi atau ilmu yang didapat SIMPULAN
pada saat di sekolah dengan pada saat di tempat
praktik, sehingga siswa mendapat pengetahuan Berdasarkan hasil penelitian dan
dan pengalaman usaha yang baik. Pengalaman pembahasan dapat disimpulkan beberapa hal
tentang usaha tersebut diharapkan dapat sebagai berikut:
menumbuhkan motivasi pada diri siswa dan 1. Praktik kerja industri mempunyai
menerapkannya untuk menjadi seorang pengaruh yang positif dan signifikan
wirausaha setelah lulus sekolah nanti. Hal ini terhadap motivasi berwirausaha siswa
sesuai yang dikemukakan oleh Aditya (2009:5)

397
Sodikin /Economic Education Analysis Journal 3 (2) (2014)

kelas XII Pemasaran SMK Negeri 2 Industri Siswa Kelas XII Teknik Otomotif SMK
Semarang sebesar 19,62%. Negeri 1 Adiwerna Kabupaten Tegal Tahun
2. Lingkungan keluarga mempunyai Ajaran 2008/2009. Dalam Jurnal PTM Vol.9
No.2 Desember 2009.
pengaruh yang positif dan signifikan
Fx. Muhadi. 2005. Jiwa Kewirausahaan Siswa SMK
terhadap motivasi berwirausaha siswa
Suatu Survei pada 3 SMK Negeri dan 7 SMK
kelas XII Pemasaran SMK Negeri 2 Swasta di DIY. Widya Dharma Vol.16 No.1
Seamarang sebesar 9,55%. Oktober 2005. Faculty of Management and
3. Secara keseluruhan praktik kerja industri Human Resource Development University
dan lingkungan keluarga mempunyai Technology Malaysia.
pengaruh yang positif dan signifikan Ghozali, Imam. 2011. Aplikasi Analisis Multivariates
terhadap motivasi berwirausaha siswa dengan Program SPSS. Semarang: Badan
kelas XII Pemasaran SMK Negeri 2 Penelitian Universitas Dipenogoro
Majelis Pendidikan Kejuruan Nasional. 1996. Konsep
Semarang sebesar 45%.
Pendidikan Sistem Ganda Pada Sekolah Menengah
Saran
Kejuruan di Indonesia. Jakarta: Depdiknas.
1. Bagi sekolah hendaknya dapat Putra, Aditya Indra. 2009. Pengaruh Pengalaman
memberikan pendidikan sistem ganda Praktik Kerja Industri Terhadap Minat
yaitu siswa melaksanakan praktik kerja Berwirausaha pada Siswa Kelas XII Program
industri sesuai dengan program Keahlian Teknik Mekanik Otomotif SMK
keahliannya agar mampu meningkatkan Texmaco Pemalang. Dalam jurnal PTM vol.9
potensi yang dimiliki siswa. No.1. Prodi Pendidikan Teknik Mesin,
2. Lingkungan keluarga terutama orang tua Universitas Negeri Semarang.
Slameto. 2010. Belajar dan Faktor-faktor yang
hendaknya memberikan perhatian dengan
Mempengaruhi. Jakarta: Rineka Cipta.
baik kepada anak mengenai karir yang
Suryana. 2006. Kewirausahaan Pedoman Praktis Kiat
diminati sehingga anak termotivasi untuk dan Proses Menuju Sukses. Jakarta: Salemba
belajar menjadi seorang wirausaha. empat.
Zaidatol Akmalia Lope Pilie and Afsaneh Bagheri.
DAFTAR PUSTAKA Malay Students’ Entrepreneurial Attitude and
Entrepreneurial Efficacy in Vocational and
Alma, Buchori. 2010. Kewirausahaan. Bandung: Technical Secondary Schools of Malaysia.
Alfabeta. Pertanika J.soc.sci & Hum 19 (2): 433-447
Arikunto, Suharsimi. 2010. Prosedur Penelitian Suatu (2011) Faculty of Educational Studies,
Pendekatan Praktik. Jakarta: Rineka Cipta University Putra Malaysia, 43400 UPM
Fu’adi, Fadli Isky dkk. 2009. Hubungan Minat Serdang, Selangor, Malaysia.
Berwirausaha dengan Prestasi Praktik Kerja

398