Anda di halaman 1dari 13

KERANGKA ACUAN KERJA

(KAK)

PERENCANAAN STUDY KELAYAKAN (FEASIBILITIY STUDY) JALAN DAN JEMBATAN RUAS


PILANG MUNDUK – SEPANG SIMIN

1. Latar Belakang

Kabupaten Gunung Masadalah salah satu kabupaten hasil pemekaran yang


terletak di bagian Tengah Propinsi Kalimantan Tengah yang memiliki sumberdaya
alam yang berlimpah baik dibidang perkebunan maupun sumberdaya alam
bidang lainnya. Kondisi ini tentunya sangat berpengaruh besar terhadap
perkembangan kabupaten Gunung Mas. Akan tetapi berlimpahnya sumberdaya
alam ini tidak dibarengi dengan ketersediaannya fasilitas tranportasi penghubung
di wilayah dikabupaten Gunung Mas baik antara Kecamatan satu ke Kecamatan
lainnya maupun antara Kecamatan ke ibukota Kabupaten. Terutama Jalan yang
menghubungkan antara Kecamatan Sepang dengan Kota Kuala Kurun sebagai
ibukota kabupaten Gunung Mas.Hal ini sangat berpengaruh terhadap laju
perkembangan kabupaten Gunung Mas terutama perkembangan di bidang
perekonomian. Dengan kondisi tersebut di atas maka diperlukan
pembangunan/pengembangan prasarana penunjang transportasi seperti Jalan dan
Jembatan sebagai prasarana utama penghubung di Kabupaten Gunung Mas. Dari
indikasi awal tersebut di Kabupaten Gunung Mas diperlukan studi lebih rinci
yang mengkaji kelayakan pengembangan jalan yang menghubungkan antara
Pilang Munduk dan Ibu kota Kecamatan Sepang kabupaten Gunung Mas.
Penyusunan Dokumen kelayakan ini diharapkan menjadi gambaran awal yang
lengkap tentang prospek Pembangunan Jalan Pilang Munduk–Sepang Simin, baik
dari aspek teknik, ekonomi, sosial maupun lingkungan. Hasil studi kelayakan
secara khusus juga digunakan sebagai bahan penyusunan proposal pembangunan
yang akan di tawarkan kepada pihak lain, baik swasta maupun pemerintah.
Berdasarkan Undang-undang no. 13 tahun 1980 tentang Jalan (lembaran
negara Tahun 1980 Nomor. 83 , Tambahan Lembaran Negara Nomor 3186) dan
Peraturan Pemerintah Republik Indonesia Nomor 26 Tahun 1985 tentang jalan,
Bahwa setiap pembangunan jalan/jembatan bermanfaat bagi sebesar-besarnya

1
kemakmuran rakyat terutama untuk meningkatkan pertumbuhan ekonomi nasional
dengan mengusahakan agar biaya operasi kendaraan menjadi serendah-rendahnya.
Disamping itu pembangunan jembatan harus dapat mendorong kearah
terwujudnya keseimbangan antara daerah dalam tingkat pertumbuhan dengan
mempertimbangkan satuan wilayah pengembangan dan orientasi geografis
pemasaran sesuai dengan struktur pengembangan wilayah tingkat nasional yang
dituju.
Mengacu pada Peraturan Pemerintah RI. No. 25 tahun 2003 tentang kewenangan
dan fungsi Pemerintahan dalam menunjang pelaksanaan pembangunan dan
pengembangan prasarana dan sarana jalan dan jembatan , makasalah satu bentuk
konkret dari fungsi tersebut adalah penyusunan dan mensosialisasikan terhadap
norma, standar, pedoman dan manual (NSPM), yang salah satunya adalah pedoman
teknis studi kelayakan proyek jalan dan jembatan.

2. Maksud dan Tujuan


Maksud dari Penyusunan Dokumen Perencanaan Studi Kelayakan
(Feasibility Study) Jalan dan Jembatan Ruas Pilang Munduk – Sepang Simin adalah
menilai kelayakan keberadaan Jalan Pilang Munduk – Sepang Simin, apabila di
bangun dari segi Teknik, Biaya, Lingkungan, Letak wilayah dan sosial.
Tujuannya adalah untuk mengidentifikasi alternative solusi dengan menilai
tingkat kelayakan pengelolaan dan pengembangan Jalan Pilang Munduk–Sepang
Simin. Kerangka Acuan Kerja ini sebagai petunjuk bagi konsultan, yang
memuat masukan azas, kriteria dan proses yang harus dipenuhi atau
diperhatikan dan diinterprestasikan dalam melaksanakan tugasnya, dengan
Kerangka Acuan Kerja ini diharapkan konsultan dapat melaksanakan tugasnya
dengan baik untuk menghasilkan keluaran yang dimaksud oleh Pemberi Tugas.

3. Pemberi Tugas , Nama Pekerjaan dan Sumber Dana


a. Pemberi Tugas ialah Pemerintah Kabupaten Gunung Mas melalui Dinas
Pekerjaan Umum Kabupate Gunung Mas
b. Nama Pekerjaan adalah Perencanaan Study Kelayakan (Feasibility Study)
Jalandan Jembatan Ruas Pilang Munduk – Sepang Simin.

2
c. Pekerjaan didanai melalui APBD Kabuten Gunung Mas Tahun Anggaran 2017
melalui SKPD Dinas Pekerjaan Umum dengan nilai HPS Rp. 428.000.000,- (
empat ratus dua puluh delapan juta rupiah) termasuk pajak – pajak yang
berlaku.

4. Lingkup Kegiatan dan Lingkup Tugas

4.1 Lingkup Kegiatan


Lingkup kegiatan studi kelayakan ,meliputi
 Formasi kebijakan perencanaan yang meliputi kajian terhadap kebijakan dan
sasaran perencanaan, lingkungan dan penataan ruang, serta pengadaan tanah
Pembangunan/Peningkatan Ruas Pilang Munduk – Sepang Simin.
 Kajian terhadap kondisi eksisting pada wilayah study.
 Pengambilan data fisik , ekonomi dan lingkungan.
 Kajian penggunaan alternative teknologi dan standar yang berkaitan dengan
kebutuhan proyek.
 Study komparasisolusi pada koridor yang terpilih dalam prastudi kelayakan.
4.2 Lingkup Tugas
Lingkup tugas yang akan dilaksanakan dalam proses perencanaan ini adalah :
 Persiapan
 Survey Lapangan
 Fakta dan Analisis
 Penyusunan Rancangan Rencana
 Rencana

5. Tahapan Kegiatan
Pelaksanaan Pekerjaan tersebut diatas dilakukan pada Tahun Anggaran 2017,
bila ada rencana pentahapan berdasarkan rencana pemanfaatan, dapat
dituangkan kedalam perencanaan sebagai masukan (input).

3
5.1 Tahap Persiapan Survei
1. Persiapan dasar, berupa pengkajian data/informasi dan literatur yang
telah ada, yang berkaitan dengan Penyusunan Dokumen Perencanaan
Study Kelayakan(Feasibility Study) Ruas Pilang Munduk-Sepang Simin yang
hasilnya dapat berupa asumsi dan hipotesa mengenai perspektif kondisi
Jalan Pilang Munduk – Sepang Simin.
Mempersiapkan instrumen survey berupa :

 peta-peta dasar bagi kawasan studi


 petawilayah study
 petaorientasi
 petajaringanjalan
 petateknis :
- petaalinemenjalan
- petakondisiexsiting
- petarencana
 pengumpulan data sekunder
 menyusun daftar data/informasi yang diperlukan.
 menyusun daftar pertanyaan (quesionaire)
 instrumen dan peralatan lainnya.
5.2 Tahap Kegiatan Survei
1. Survey data instansional, berupa pengumpulan dan atau perekaman data
dari instansi-instansi. Hasil yang diharapkan adalah uraian, data angka
atau peta mengenai keadaan wilayah, keadaan Kawasan studi secara
keseluruhan dan wilayah di sekitarnya.
2. Survey keadaan sistem Peyusunan Dokumen Perencanaan Study Kelayakan
(Feasibility Study) Ruas Pilang Munduk-Sepang Simin yang meliputi tinjauan :
 Peran dan fungsi Ruas Jalan Pilang Munduk – Sepang Simin.
 Peran, fungsi dan karakteristik Ruas Jalan Pilang Munduk – Sepang
Simin dalam melayani lalu-lintas barang dan jasa serta keterkaitan
dengan aspek transportasi bagi produk dan masyarakat.
 Kondisi fasilitas dan tingkat pelayanan transportasi

4
3. Survey lapangan, untuk menguji data instansional dan untuk mengetahui
keadaan yang sebenarnya. Hasil yang diharapkan ialah tersusunnya data-data
yang mencakup :
 Lingkup wilayah (makro)
 Lingkup Kawasan studi (mikro), yang perlu dipetakan adalah
penggunaan tanah, kondisi bangunan/lingkungan, topografi/ kemiringan
tanah geologi/daya dukung tanah, hidrologi/sumber air kondisi jalan.
Disamping itu perlu ditambahkan data mengenai panjang dan lebar
jalan menurut fungsinya,
 Survey objek khusus, berupa pengisian daftar pertanyaan yang
diajukan antara lain kepada Stake holder.
 Observasi dan interview untuk melengkapi survey tersebut di atas
dan untuk memperoleh data/informasi yang lebih rinci.
5.3 Tahap Kompilasi Data
1. Pekerjaan kompilasi data adalah suatu tahap proses seleksi data,
tabulasi dan pengelompokkan/mensistematisasikan data sesuai dengan
kebutuhan. Hasil yang diharapkan adalah tersusunnya Buku Kompilasi Data
yang disajikan secara sistematik dan siap untuk dianalisis, dilengkapi dengan
tabel, angka-angka, diagram dan peta.
2. Jenis data dan sistematikanya adalah sebagai berikut :
 Skala makro (wilayah) mencakup data pokok tentang :
 Aspek kebijaksanaan regional yang diduga berpengaruh pada
perkembangan
 Jalan
 Aspek Kependudukan
 Aspek perekonomian
 Aspek sumber daya alam, antara lain :
 Aspek fasilitas pelayanan dan prasarana
 Skala mikro (Kawasan study) mencakup data pokok tentang :
 Aspek sosial
 Aspek perekonomian
 Aspek fisik dasar

5
 Aspek tata guna tanah yang secara umum dirinci menurut jenis-jenis
penggunaan.
 Aspek fasilitas pelayanan
3. Selain data kuantitatif (angka-angka) seyogyanya juga secara kualitatif
mengenai kondisi eksisting (saat ini), mengenai potensinya, dan mengenai
masalah yang dihadapi.
5.4 Tahap Kegiatan Analisis
Merupakan penilaian terhadap berbagai keadaan yang dilakukan berdasarkan
prinsip-prinsip pendekatan dan metode serta teknis analisis study yang dapat
dipertanggung jawabkan baik secara ilmiah maupun secara praktis. Berhubung
kegiatan analisis ini merupakan salah satu kunci keberhasilan penyusunan studi,
maka sebelum langkah kegiatan ini dimulai, hendaknya prinsip-prinsip
pendekatan dan metode serta teknis analisis dikonsultasikan terlebih dahulu
dengan Tim Teknis. Dalam tahap analisis, pokok-pokok pekerjaan dan hasil yang
diharapkan antara lain :
a. Di dalam keseluruhan analisis pada prinsipnya terdapat empat jenis
penilaian umum, yaitu antara lain meliputi :
 Analisis keadaan dasar adalah menilai kondisi pada saat sekarang.
 Analisis kecenderungan perkembangan, yaitu menilai kecenderungan
masa lalu sampai sekarang dan kemungkinan-kemungkinannya di masa
depan.
 Analisis sistem kebutuhan ruang, yaitu menilai hubungan
ketergantungan antara sub sistem atau antar fungsi dan pengaruhnya.
 Analisis kemampuan pengelolaan, pengawasan dan personalia baik
pada saat sekarang maupun yang diperlukan di masa depan.
b. Hal-hal pokok yang dianalisis adalah sebagai berikut :
 Perkiraan volume kegiatan
Analisis terhadap studi Pengembangan Jalan ini akan tergantung
kepada perkiraan volume kegiatan yang dilayani. Untuk itu faktor-
faktor penting seperti manfaat, potensi dan kecenderungan
perkembangan dalam beberapa tahun terakhir.

6
 Penentuan elemen kawasan studi serta hubungan
fungsionalnya.Pembahasan dalam bagian ini dimaksudkan untuk
mendapatkan gambaran mengenai elemen-elemen penting yang
menunjang kegiatan operasional di kawasan studi.
5.5 Tahap Penyusunan Rancangan Rencana
Sebelum Penyusunan Laporan Akhir, terlebih dahulu disusun suatu
alternatif rancangan laporan akhir (Draft LaporanAkhir) sebagai bahan
bahasan dalam forum seminar. Rancangan laporan akhir tersebut merupakan
rumusan hasil studi.
Rancangan Laporan Akhir dimaksud antara lain akan memuat :
1. Rumusan tujuan Perencanaan Study Kelayakan (Feasibility Study) Jalan
danJembatanRuasPilangMunduk – SepangSimin, rumusan kebijaksanaan
dasar studi antara lain mencakup :
 Persyaratan penempatan elemen-elemen.
 Pemilihan areal pengembangan
2. Analisis tapak pengembangan
3. Rumusan kebijaksanaan dasar yang dijabarkan dalam bentuk
rekomendasi dan konsep-konsep pengembangan meliputi :
 Konsep dan pengembangan objek studi di masa depan yang
memberikan gambaran sketsa lokasi elemen-elemen primer.
 Rekomendasi dan konsep pengembangan obyek khusus, merupakan
konsep yang lebih mendalam baik teknis maupun programnya.
5.6 Tahap Penyusunan Laporan Akhir
1. Menyempurnakan rancangan laporan akhir sesuai dengan alternatif yang
disarankan/ dirumuskan dalam seminar atau rapat konsultasi pemantapan
di daerah.
2. Menyusun laporan akhir dalam bentuk buku Laporan Akhir Perencanaan
Study Kelayakan (Feasibility Study) Jalan dan Jembatan Ruas Jalan Pilang
Munduk – Sepang Simin berisi uraian, keterangan, angka-angka dan
diagram yang kesemuanya lebih lengkap dari Rencana Rancangan Laporan
Akhir.

7
6. Waktu Penyelesaian Pekerjaan
Waktu penyelesaian pekerjaan penyusunan Dokumen Study Kelayakan Jalan Pilang
Munduk – Sepang yaitu selama 105 (Seratus Lima) hari kalender terhitung sejak
dikeluarkannya Surat PerintahMulai Kerja (SPMK).

7. Jenis Kontrak
Jenis kontrak yang ditetapkan untuk pekerjaan ini adalah :
1. Kontrak berdasarkan cara pembayaran yaitu : Kontrak Harga Satuan
2. Kontrak pembebanan tahun anggaran yaitu : Kontrak Tahun Tunggal
3. Kontrak berdasarkan sumber pendanaan yaitu : Kontrak Pengadaan Tunggal

8. Keluaran
8.1 Keluaran yang diminta dari konsultan berdasarkan Kerangka Acuan Kerja
ini adalah :
1. Formulasi Sasaran Proyek
o Kajian tentang kebijakan dan sasaran perencanaan
o Kajian tentang lingkungan dan tataruang
o Kajian tentang pengadaan tanah
o Formutasi Alternatif solusi
o Aspek Teknis
o Lalu Lintas
o Topografi
o Geometri
o Geologi dan Geoteknik
o Perkerasan Jalan
o Hidrologi dan Drainase
2. Aspek Lingkungan Dan Keselamatan
o Lingkungan Biologi

8
o Lingkungan fisika-kimia
o Lingkungan sosial ,ekonomi dan budaya
o Keselamatan jalan
3. Aspek Ekonomi
o Biaya-biaya proyek
 Biaya pengadaan tanah
 Biaya administrasi dan sertifikasi
 Biaya perancangan
 Biaya kontruksi
 Biaya supervisi
 Komponen bukan biaya proyek
 Nilai sisa konstruksi
o Manfaat Proyek
 Penghematan biaya operasi kendaraan
 Penghematan nilai waktu perjalanan
 Penghematan biaya kecelakaan
 Reduksi perhitungan total penghematan biaya
 Pengembangan ekonomi (producer surplus dan consumer surplus)
 Penghematan dalam pemeliharaan jalan
o Evaluasi dan Kelayakan Ekonomi
 Gambaran Umum Evaluasi kelayakan ekonomi
 Analisis benefit cost ratio (B/C-R)
 Analisis net present value (NPV)
 Analisis economic internal return (FYRR)
4. Gambaran pengkajian yang mencakup kajian kebijaksanaan makro
pengembangan jalan dan kajian kecenderungan perkembangan kegiatan
jalan
5. Hasil akhir yang diharapkan dari studi ini adalah berbagai rekomendasi
alternatif pengembangan jalan berdasarkan hasil kajian dari faktor-faktor
yang mempengaruhi
6. kinerja jalan tersebut.

9
7. Pengembangan selanjutnya baik berupa konseptual maupun teknis
pelaksanaan adalah diluar dari studi ini sehingga untuk sampai ke hal
tersebut studi ini hanya akan merekomendasikan saja.
8.2. Dalam hal dimana standard Hasil Study belum ditetapkan atau belum merinci
keluaran yang harus dihasilkan secara lengkap, maka konsultan diminta
menghasilkan secara lengkap sesuai dengan permintaan .
Kelancaran Pelaksanaan yang berhubungan dengan Study ini sepenuhnya
menjadi tanggung jawab Konsultan.

9. Survei dan Analisis


 Survei Topografi
 Survei Geometri
 Survei Hidrologidandrainase
 Survei Aspek keselamatan
 Survei Aspek Ekonomi

10. Masukan
1. Untuk melaksanakan tugas, Konsultan harus mencari sendiri informasi yang
dibutuhkan selain dari informasi yang diberikan oleh Pemberi Tugas dalam
Kerangka Acuan Kerja ini.
2. Konsultan harus memeriksa kebenaran informasi dalam pelaksanaan tugasnya,
baik yang berasal dari pemberi Tugas maupun masukan lain dari luar, Kesalahan
Study akibat dari kesalahan informasi menjadi tanggung jawab Konsultan.
3. Untuk melaksanakan tugas ini Konsultan harus menyediakan tenaga yang
memenuhi kebutuhan pelaksanaan ditinjau dari lingkup study dan tingkat
kekomplekan hasilkajian yang terikat selama pelaksanaan.

11. Personil Yang Diperlukan

10
1. Untuk melaksanakan pekerjaan sesuai dengan ruang lingkup pekerjaan dan
waktu yang telah diuraikan diatas, penyedia jasa harus menugaskan tenaga ahli
dan tenaga pendukung sebagai berikut :

Tenaga Ahli ( Profesional Staff ) :


a. Ketua Tim /Team Leader : 1 (satu) Orang
Berpendidikan minimal S1 Teknik Sipil mempunyai SKA Ahli Jalan
berpengalaman minimal 7 (Tujuh) tahun dalam merencanakan,
mengkoordinasi dan mengendalikan semua kegiatan dan personil yang
terlibat dalam pekerjaan ini sehingga pekerjaan dapat diselesaikan dengan
baik serta mencapai hasil yang diharapkan, mempersiapkan petunjuk
pelaksanaan kegiatan, baik dalam tahap pengumpulan data, pengolahan dan
penyajian akhir dari hasil keseluruhan pekerjaan dan mempunyai keahlian
dalam perencanaan teknis jalan dan jembatan yang mencakup pelaksanaan
survey, pemilihan trace, perencanaan geometric, Struktur Jembatan/jalan
dan bangunan pelengkap yang diperlukan sesuai dengan standar teknis
pembangunan jalan dan jembatan.

b. Ahli Teknik Jalan: 1 (satu) Orang


Ahli teknik jalan dengan ketentuan berpendidikan minimal S1 Teknik Sipi
lmempunyai sertifikat keahlian Ahli Teknik Jalan dan berpengalaman
minimal 5 (lima) tahun dalam pekerjaan perencanaan teknis jalan yang
mencakup pelaksanaan survey, pemilihan trace, perencanaan geometric,
perkerasan jalan dan bangunan pelengkap yang diperlukan, serta harus
menjamin bahwa rencana jalan yang dihasilkan adalah pilihan yang paling
ekonomis dan sesuai dengan standar teknis, dan melakukan kajian lalu lintas.

c. Ahli Teknik Geodesi : 1 (satu) Orang


Ahli teknik pengukuran (Geodesi Engineer) dengan ketentuan berpendidikan
minimal S1 Teknik Sipil, mempunyai sertifikat keahlian Ahli Teknik Geodesi
dan berpengalaman minimal 5 (lima) tahun dalam pekerjaan perencanaan

11
teknis jalan yang mencakup pelaksanaan survey pengukuran, pengolahan data
pengukuran, dan penggambaran data pengukuran, serta harus menjamin
bahwa gambar pengukuran yang dihasilkan adalah benar, akurat, dan siap
digunakan untuk tahap perencanaan teknis jalan dan jembatan.

d. Ahli Geoteknik : 1 (satu) Orang


Ahli teknik Geoteknik dengan ketentuan berpendidikan minimal S1 Teknik
Sipil, mempunyai sertifikat keahlian Ahli Teknik Geoteknik dan
berpengalaman minimal 5 (lima) tahun dalam pekerjaan perencanaan teknis
jalan, lingkup tugas tenaga ahli ini yaitu melakukan kajian aspek pola ruang
terhadap Daya dukung dan struktur tanah.

f. Ahli Manajemen Konstruksi


Ahli Manajemen Konstruksi dengan ketentuan berpendidikan minimal S1
Teknik Sipil, mempunyai serifikat keahlian Ahli Manajemen Konstruksi dan
berpengalaman minimal 5 (lima) tahun dalam pekerjaan perencanaan teknis
jalan, lingkup tugas tenaga ahli ini yaitu merancang dan menyusun program
perencanaan pembangunan konstruksi jalan.

AssistenTenaga Ahli :
Tugas assisten profesional staff adalah membantu tenaga ahli dalam
melaksanakan tugas sesuai dengan bidang keahlian masing masing, pekerjaan ini
didukung oleh assisten profesional staff dengan riancian sebagai berikut :
- Assisten Teknik Jalan 1 Orang
- Assisten Teknik Geodesi 1 Orang.
- Assisten Teknik Geoteknik 1 Orang.
- Cost Estimator 1 Orang.
- Surveyor 2 Orang.
- Drafman / CAD Operator 1 Orang.

12
10. P e n u t u p
 Kerangka Acuan Kerja ini sebagai petunjuk bagi konsultan, yang memuat
masukan azas, kriteria dan proses yang harus dipenuhi atau diperhatikan
dan diinterprestasikan dalam melaksanakan tugasnya, dengan Kerangka
Acuan Kerja ini diharapkan konsultan dapat melaksanakan tugasnya dengan
baik untuk menghasilkan keluaran yang dimaksud oleh Pemberi Tugas.
 Konsultan setelah manerima Kerangka Acuan Kerja dan semua bahan
masukan, hendaknya memeriksa dan memproses semua bahan yang ada
serta mencari bahan masukan lain yang dibutuhkan untuk pekerjaan study ini.
 Untuk kesempurnaan pekerjaan study tersebut diatas Konsultan diminta
mempelajari segala informasi dan ketentuan-ketentuan yang berhubungan
dengan pekerjaan dimaksud.

13