Anda di halaman 1dari 3

IDENTIFIKASI PASIEN MELALUI PEMASANGAN GELANG

IDENTITAS
Nomor Dokumen Nomor Revisi Halaman

RUMAH SAKIT SLAM


0016/B/PRWT/2016 - 1/3
BANJARMASIN
Tanggal Terbit Ditetapkan Oleh :
Direktur Rumah Sakit Islam Banjarmasin
PROSEDUR
TETAP
01 Juni 2016 dr. Hj.Rafiqah
25 Sya’ban 1437 H NIK : 0603/ VI / 2003
Pengertian Proses kegiatan identifikasi dengan memasang gelang identitas pasien
rawat inap pada salah satu pergelangan tangan yang tercantum nama,
nomor rekam medis, dan tanggal lahir
Tujuan Memastikan identifikasi pasien dengan benar selama pasien dirawat di
RS Islam Banjarmasin
Kebijakanan 1. Rumah sakit mengembangkan pendekatan untuk memperbaiki /
meningkatkan ketelitian identifikasi pasien. (Peraturan Mentri
Kesehatan nomor 1691/MENKES/PER/VIII/2011)
2. Semua pasien baik Rawat Jalan, IGD, Penunjang maupun Rawat
Inap yang akan menjalani suatu prosedur harus diidentifikasi
dengan benar mulai dan pendaftaran sampai dengan pasien
pulang.
3. Identifikasi dilakukan Sekurang-kurangnya dengan menggunakan 2
dari 3 data wajib yaitu nama pasien,tanggal lahir dan nomor rekam
medik
4. Pasien rawat Inap menggunakan Gelang Pasien sebagai tanda
pengenal dengan 2 dari 3 data wajib yaitu nama pasien, tanggal
lahir, dan nomor rekam medis sebagai data cross check internal.
Sedangkan identifikasi pasien rawat jalan menggunakan karcis
sebagai tanda pengenal
5. Tanda pengenal ini digunakan pada proses untuk mengidentifikasi
pasien ketika pemberian obat, darah atau produk darah,
pengambilan darah dan spesimen lain, untuk pemeriksaan klinis,
atau pemberian pengobatan atau tindakan lain.
6. Jangan melakukan prosedur apapun jika pasien tidak memakai
Gelang Pasien.
Prosedur 1. Pasien Baru diidentifikasi sesuai dengan tanda pengenal atau
identitas yang berlaku (KTP, KK, dan Akta Kelahiran)
2. Pasien lama diidentifikasi sesuai dengan kartu berobat pasien atau
KIUP (Kartu indeks Utama Pasien)
3. Prosedur pemasangan gelang :
a. Pakaikan Gelang Pasien di pergelangan tangan pasien ,pastikan
gelang tepasang dengan baik dan nyaman untuk pasien. dengan
jarak 8 cm sampai 10 cm dari pangkal perge1angan tangan.
IDENTIFIKASI PASIEN MELALUI PEMASANGAN GELANG
IDENTITAS
Nomor Dokumen Nomor Revisi Halaman

RUMAH SAKIT SLAM


0016/B/PRWT/2016 - 2/3
BANJARMASIN
b. Pada pasien dengan fastula arterio-vena (pasien hemodialisis),
Gelang Pasien tidak boleh dipasang di sisi lengan yang terdapat
fistula.
c. Jika tidak dapat dipakaikan di pergelangan tangan, pakaikan di
pergelangan kaki. Pada situasi di mana tidak dapat dipasang di
pergelangan kaki, Gelang Pasien dapat diletakkan pada selang
infus pasien di area yang jelas terlihat. Hal ini harus dicatat di
rekam medis pasien. Gelang Pasien harus dipasang ulang jika
selang infus pasien diganti dan selama belum dilakukan
pemasangan gelang petugas harus selalu menyertai pasien
sepanjang waktu.
d. Gelang Pasien hanya boleh dilepas saat pasien keluar / pulang
dari rumah sakit.
e. Label pada gelang pasien sekurang-kurangnya memenuhi 2 dari
3 detail wajib yang dapat mengidentifikasi pasien, yaitu:
 Nama pasien
 Tanggal lahir pasien
 Nomor rekam medis pasien
Jika pasien bayi baru lahir maka label gelang pasien mencakup:
 Nama ibu dengan ditambah “By Ny” (sesuai dengan sistem
penamaan)
 Nomor Rekam medis
 Tanggal Lahir bayi dan jam lahir
f. Detail lainnya adalah warna Gelang Pasien sesuai jenis kelamin
pasien.
g. Nama tidak boleh disingkat. Nama harus sesuai dengan yang
tertulis di rekam medis.
h. Jangan pernah mencoret dan menulis ulang di Gelang Pasien.
Laporkan Gelang Pasien jika terdapat kesalahan penulisan data.
i. Jika Gelang Pasien terlepas, segera berikan Gelang Pasien yang
baru.
j. Gelang Pasien harus dipakai oleh semua pasien selama
perawatan di rumah sakit.
4. Jelaskan prosedur identifikasi (verifikasi) dan tujuannya kepada
pasien.
5. Periksa ulang 2 detail data dan No.RM di Gelang Pasien sebelum
dipakaikan ke pasien.
IDENTIFIKASI PASIEN MELALUI PEMASANGAN GELANG
IDENTITAS
Nomor Dokumen Nomor Revisi Halaman

RUMAH SAKIT SLAM


0016/B/PRWT/2016 - 3/3
BANJARMASIN
6. Saat menanyakan identitas pasien, selalu gunakan pertanyaan
terbuka, misalnya:‘Siapa nama Anda?’ (jangan menggunakan
pertanyaan tertutup seperti ‘Apakah nama anda Ibu Lusi?’)
7. Jika pasien tidak mampu memberitahukan namanya (misalnya pada
pasien tidak sadar, bayi, disfasia, gangguan jiwa), verifikasi identitas
pasien dilakukan kepada keluarga / pengantarnya karena pada
pasien dengan kondisi tersebut, gelang Pasien tidak dapat dijadikan
satu-satunya bentuk identifikasi. Tanya ulang nama tanggal lahir
kemudian bandingkan jawaban keluarga/penanggung jawab pasien
dengan data yang tertulis di Gelang Pasien.
8. Semua pasien rawat inap dan yang akan menjalani prosedur
menggunakan 1 Gelang Pasien.
9. Pengecekan Gelang Pasien dilakukan tiap kali pergantian jaga
perawat.
10. Sebelum pasien ditransfer ke unit lain, lakukan identifikasi dengan
benar dan pastikan Gelang Pasien terpasang dengan baik.
11. Unit yang menerima transfer pasien harus menanyakan ulang
identitas pasien dan membandingkan data yang diperoleh dengan
yang tercantum di Gelang Pasien.
12. Pada kasus pasien yang tidak menggunakan Gelang Pasien,
a. Hal ini dapat dikarenakan berbagai macam sebab, seperti:
 Menolak penggunaan Gelang Pasien
 Ge1ang Pasien menyebabkan iritasi kulit
 Gelang Pasien terlalu besar / tidak cukup
 Pasien melepas Gelang Pasien
b. Pasien harus diinformasikan akan risiko yang dapat terjadi jika
Gelang Pasien tidak dipakai. Alasan pasien harus dicatat pada
rekam medis.
Jika pasien menolak menggunakan Gelang Pasien, maka gelang pasien
dipasang pada selang infus pasien, jika pasien tidak memakai infus,
maka gelang pasìen dipasang pada tempat tidur pasien di area yang
jelas terlihat. Pemasangan gelang pasien ini harus dicatat pada rekam
medis pasien.
Unit Terkait  Rekam Medis cq Pendaftaran Pasien Rawat inap
 Rawat inap
 IGD
 ICU-ICCU