Anda di halaman 1dari 1

Status Dokumen Induk Salinan No.

Distribusi

RSIA AFDILA STANDAR PROSEDUR OPERASIONAL


CUTI/ IJIN
No Dokumen No Revisi Halaman

………/KPS/06/2015 01 1/2

Tanggal Terbit Ditetapkan direktur


STANDAR
PROSEDUR
1 Oktober 2015
OPERASIONAL
dr. ADITYA RACHMAN
Dibebaskannya seorang karyawan dari segala aktivitas untuk menjalankan
PENGERTIAN
pekerjaannya dalam waktu tertentu

Karyawan dapat berlibur atau melaksanakan aktifitas lain di luar


TUJUAN
pekerjaannya sesuai dengan batas waktu yang telah ditentukan.

1. Karyawan yang akan cuti/izin agar mengajukan permohonan yang


diketahuui oleh atasan langsung dan disetujui oleh Direktur RS
(sesuai form).
2. Setelah permohonan disetujui oleh Direktur RS, maka Kabag
Personalia membuat Rekomendasi Surat Ijin/Cuti yang ditanda
tangani oleh Direktur RS, selanjutnya dikirim ke Bagian SDM
untuk meminta persetujuan.
3. Atas rekomendasi ijin/cuti dari Direktur RS dan atau atas
pertimbangan Bagian SDM maka surat ijin/cuti karyawan yang
dapat diterbitkan yang selanjutnya diberikan kepada karyawan yang
berhak menerimanya dengan tembusan Direktur RS.
4. Apabila ijin/cuti karyawan tidak diberikan, maka Bagian SDM
memberitahukan kepada karyawan yang mengajukan ijin/cuti dan
PROSEDUR
mengirimkan E-mail kepada Direktur RS atas tidak diberikannya
ijin/cuti karyawan.
Catatan:
1. Cuti Tahunan/Ijin diberikan kepada karyawan dengan
memperhatikan kepentingan RS.
2. Untuk kepentingan RS, pelaksanaan cuti dapat ditunda paling lama
6 (enam) bulan semenjak hak cuti tahunan tiba.
3. Ijin di luar ketentuan UU No. 13 Tahun 2003 akan dikenakan sanksi
berupa pemotongan gaji sebesar 4%/hari dari jumlah gaji yang
diterima (kecuali jasa tindakan, lembur, piket)
4. Bagi karyawan yang tidak masuk tanpa alasan yang sah diberikan
sanksi pemotongan gaji sebesar 8% dari gaji yang diterima (kecuali
jasa tindakan, lembur, piket).
UNIT 1. Kepala keperawatan
TERKAIT 2. Kepala Ruangan