Anda di halaman 1dari 4

BAB V

PENUTUP

A. Kesimpulan
1. BBTKLPP Surabaya
a. Instalasi laboratorium Kimia Fisika Limbah Cair (KFLC) merupakan
laboratorium yang menangani pemeriksaan limbah cair dengan
parameter fisika (temperature) dan kimia (Khlorida, amoniak, BOD,
COD, dll). Di instalasi laboratorium ini terdapat 4 orang untuk
pemeriksaan limbah cair, dimana setiap orang mempunyai tanggung
jawab masing terhadap parameter-parameter apa saja yang dilakukan,
sehingga setiap orang mempunyai pekerjaan dengan pemeriksaan
tertentu terhadap tanggung jawabnya. Pemeriksaan dilakukan dengan
prosedur yang sesuai dengan SNI yang berlaku yang kemudian hasil
dari pemeriksaan tersebut baik yang memenuhi syarat maupun yang
tidak memenuhi syarat di sampaikan secara tertulis kepada
pengirim/pemilik.
b. Instalasi laboratorium Kimia Fisika Media Air adalah laboratorium yag
memeriksa media air minum dan air bersih dengan parameter kimia dan
fisika. Sumberdaya manusia yang terdapat dalam instalasi laboratorium
Kimia Fisika Media Air terdiri dari 4 orang yang terdiri dari ketua
laboratorium, penyelia, dan anggota. Pemeriksaan dalam instalasi
laboratorium Kimia Fisika Media Air dilakukan sesuai dengan SOP
yang ada dalam PERMENKES dan SNI yang berlaku.
c. Instalasi Kimia Fisika Padat Material dan Biomarker merupakan
laboraturium yang melakukan pengujian padatan material dan
biomarker baik secara kimia maupun fisika. Dan dalam instalasi
laboraturium ini memiliki sumber daya manusia sebanyak 2 orang,
yang meliputi kepala instalasi laboraturium serta penyelia laboraturium.
d. Instalasi Laboraturium PMKMK merupakan instalasi yang melakukan
proses verifikasi suatu akurasi alat. Ruang lingkup instalasi pengujian
dan kalibrasi terdiri dari thermometer, volumeter, spektrofotometer,

80
neraca, thermohigrometer, pH meter, DHL, themperature enclosure.
Penanggung jawab di laboraturium PMKMK terdiri dari ketua
laboraturium dan dibantu oleh 2 penyelia dalam melaksanakan
kegiatan.
e. Instalasi Laboratorium Kimia Fisika Media Udara (KFMU) adalah
laboratorium yang melakukan pengujian fisika, kimia, SO2. NO2, O3,

NH3, dan H2S yang telah mengacu pada standart kerja masing-masing
pengujian tersebut. Dalam instalasi laboratorium tersebut memiliki
sumber daya manusia sebanyak 3 orang yang terdiri dari kepala
instalasi, penyedia dan analisis dan memiliki ruang lingkup yang
mengukur SO2, NO2, O3, NH3, H2S, Timbal, Debu tersuspensi, Suhu,
Kelembaban, Kebisingan, Kecepatan Angin, Arah Angin, dan
Pencahayaan.
f. Instalasi Laboratorium Media dan Reagensia merupakan instalasi
laboratorium yang bertugas dalam pembuatan media untuk penunjang
pemeriksaan parameter bakteriologis pada air minum, air bersih, air
limbah, makanan dan minuman, swab, udara, dll. Instalasi ini juga
bertugas dalam pembuatan reagen sebagai penunjang pemeriksaan
laboratorium dengan parameter kimia fisika pada tanah, udara dan
limbah cair. Beberapa media dan reagen yang dibuat di laboratorium ini
antara lain: Buffer Phosphat, LB, BGLB, EC Broth, Mac Conkey Agar,
Violet Red Bile Agar, BSA, PZ, TSIA, Trypton water, dll. Sumber daya
manusia yang bertugas pada instalasi ini berjumlah 4 orang.
g. Instalasi Laboratorium Biologi Media Lingkungam dan Biomarker
merupakan laboratorium yang bertugas dalam melakukan pemeriksaan
atau analisa terhadap sampel air minum, air bersih, air limbah, makanan
dan minuman, swab, udara, dll. Pada laboratorium ini, terdapat tenaga
kerja berjumlah 4 orang yang terdiri dari kepala instalasi, penyelia, dan
staf karyawan.

81
2. Instalasi Laboratorium Pencegahan dan Pengendalian Penyakit
Nongkojajar
a. Kegiatan yang telah dilakukan untuk program pengendalian penyakit
adalah salah satunya Trapping Rodent (tikus)
b. Trapping tikus dilakukan di Dusun Karanganyar, Desa Wonosari,
Kecamatan Tutur dengan memasang 100 perangkap tikus dengan
persentase perangkap yang dipasang yaitu 30% dirumah, 30% dikebun,
dan 40% di hutan.
c. Hasil perhitungan trap success didapatkan hasil sebesar 12% yang
berarti kepadatan tikus relatif di Dusun Karanganyar cukup tinggi.
d. Dari 100 trap yang dipasang, didapatkan 12 tikus yang tertangkap, 9
tikus teridentifikasi sebagai spesies Rattus-rattus diardii, 1 tikus
Bandicota indica, dan 2 lainnya spesies Sun murinus (mencit).
e. Berdasarkan perhitungan indeks pinjal, didapatkan hasil yaitu indeks
pinjal umum sebesar 0,83 dan indeks pinjal khusus sebesar 0,25.

82
B. Saran
Adapun saran yang dapat diberikan penulis guna meningkatkan kualitas
pelayanan dan kinerja pegawai di BBTKLPP Surabaya maupun perbaikan
kualitas sistem akademik di Jurusan Kesehatan Lingkungan Surabaya adalah
sebagai berikut.
1. Bagi BBTKLPP Surabaya
Menambah sumber daya manusia disetiap bidang/bagian, agar seluruh
program kerja dapat terlaksana secara optimal.
2. Bagi Jurusan Kesehatan Lingkungan Surabaya
a. Hendaknya diadakan supervisi pada awal dan akhir kegiatan magang
sehingga dapat menjalin kerjasama lebih dengan instansi terkait
sehingga dapat mengetahui potensi dan kelemahan setiap mahasiswa
untuk meningkatkan kualitas mahasiswa.
b. Pentingnya pembinaan dan pembekalan praktik belajar lapangan secara
lebih intensif agar mahasiswa yang nantinya akan diterjunkan di
instansi magang benar-benar memahami dan mengaplikasikan bekal
praktik belajar lapangan secara berkualitas.

83