Anda di halaman 1dari 10

ANALISIS LAPORAN

KEUANGAN DENGAN
METODE COMMON SIZE
PADA PT. HOLCIM
INDONESIA Tbk.

Nama : Syarif Saefullah


NPM : 26210788
Jurusan : Akuntansi
Pembimbing : Silvia Avira SE.,MM.
bab1 Latar Belakang
Banyak cara yang dapat dilakukan untuk bisa mengetahui informasi mengenai
kinerja suatu perusahaan, salah satunya dengan menganalisis keuangan
perusahaan tersebut. Dengan analisis tersebut kita dapat mengetahui
perkembangan yang terjadi baik dari tahun ketahun, maupun dengan
membandingkan kinerjanya dengan industri lain sejenis. Langkah awal yang
baik untuk melakukan analisis keuangan suatu perusahaan, kita bisa
membandingkan perkembangan perusahaan dari tahun sebelumnya. Data tahun
sebelumnya dapat memberikan informasi tentang kelemahan-kelemahan
perusahaan sehingga kita dapat menyusun rencana peningkatan kinerja dimasa
yang akan datang. Untuk mengetahui apa yang harus kita tingkatkan dari
periode sebelumnya kita dapat menggunakan laporan keuangan dalam bentuk
persentase perkomponen (common size statement). Laporan dalam bentuk
persentase perkomponen merupakan laporan keuangan terstandarisasi yang
menyajikan seluruh akun dalam bentuk persentase. Pos-pos dalam neraca
disajikan sebagai persentase terhadap total asset dan pos-pos laporan laba rugi
juga di sajikan sebagi persentase terhadap penjualan.
• Rumusan Masalah
1. Bagaimana tingkat perkembangan pertahun pos-pos dalam neraca yang
disajikan sebagai persentase terhadap total asset?
2. Bagaimana tingkat perkembangan pertahun pos-pos laporan laba rugi yang di
sajikan sebagi persentase terhadap penjualan?
• Batasan Masalah
penulis membatasi masalah hanya pada analisis laporan neraca persentase
(common size balance sheet) dan laporan laba rugi persentase (common size
income statement) pada PT. HOLCIM INDONESIA Tbk.
• Tujuan Penelitian
1. Untuk mengetahui perkembangan neraca PT. HOLCIM INDONESIA Tbk. setiap
tahunnya dalam persentase.
2. Untuk mengetahui perkembangan laba rugi PT. HOLCIM INDONESIA Tbk.
setiap tahunnya dalam persentase.
Manfaat Penelitian

1. Manfaat akademis
Bagi penulis penelitian ini diharapkan dapat menambah pengetahuan dan
wawasan mahasiswa dalam memperaktekan ilmu yang didapat selama
perkuliahan. Bagi pembaca penelitian ini diharapkan menambah pengetahuan
terutama dalam menganalisis common size.

2. Manfaat praktis
Diharapkan hasil penelitian ilmiah ini dapat digunakan sebagai bahan
pertimbangan maupun masukan bagi PT. HOLCIM INDONESIA Tbk dalam
memperbaiki kinerja perusahaan kedepan.
Metodelogi penelitian
• Objek Penelitian
-Data / Variabel
-Metode Pengumpulan data / variable
Penulis menggunakan metode pengumpulan
data sekunder yang di jadikan sebagai landasan
yang berkaitan dengan masalah yang diteliti.
Bab 4 Pembahasan
Perubahan
2010 2011 2012 2010 2011 2012 2010-2012
ASET
ASET LANCAR
Kas dan setar kas 1,070,427 1,127,482 555,785 10.26 10.30 4.57 -5.69
Piutang usaha
Pihak berelasi 26,909 12,692 1,378 0.26 0.12 0.01 -0.25
Pihak ketiga - setelah dikurangi
cadangan kerugian penurunan nilai 564,622 638,343 808,791 5.41 5.83 6.65 1.24
Piutang lain-lain 51,659 53,984 36,693 0.49 0.49 0.30 -0.19
Jumlah piutang 643,190 705,019 846,862 6.16 6.44 6.96 0.80
persediaan - bersih 499,926 570,459 687,087 4.79 5.21 5.65 0.86
Pajak dibayar dimuka 4,984 21,114 32,189 0.05 0.19 0.26 0.22
biaya dibayar dimuka 28,945 39,264 46,123 0.28 0.36 0.38 0.10
Uang muka 5,765 4,834 18,751 0.06 0.04 0.15 0.10
Jumlah aset lancar 2,253,237 2,468,172 2,186,797 21.59 22.54 17.97 -3.62
Neraca common size PT.
ASET TIDAK LANCAR
Aset pajak tangguhan - bersih 25,264 15,651 8,962 0.24 0.14 0.07 -0.17
Holcim Indonesia Tbk.
Aset tetap - setelah di kurangi
penyusutan, deplesi dan penurunan nilai
Goodwill
7,893,251
116,276
8,238,252
116,276
9,588,783
120,242
75.63
1.11
75.23
1.06
78.80
0.99
3.17
-0.13
Periode 2010-2012
Hak pengelolaan tambang 131,703 1.08 1.08
Tagihan pengembalian pajak 100,330 61,077 57,057 0.96 0.56 0.47 -0.49
Aset lain-lain 48,891 51,073 74,973 0.47 0.47 0.62 0.15
jumlah aset tidak lancar 8,184,012 8,482,329 9,981,720 78.41 77.46 82.03 3.62
JUMLAH ASET 10,437,249 10,950,501 12,168,517 100% 100% 100% 0.00

LIABILITAS DAN EKUITAS


LIABILITAS JANGKA PENDEK
Hutang usaha
Pihak berelasi 20,365 32,253 42,943 0.20 0.29 0.35 0.16
Pihak ketiga 435,322 485,701 663,938 4.17 4.44 5.46 1.29
jumlah hutang usaha 455,687 517,954 706,881 4.37 4.73 5.81 1.44
Hutang lain-lain 181,649 256,531 282,198 1.74 2.34 2.32 0.58
Hutang pajak 76,675 236,816 149,014 0.73 2.16 1.22 0.49
biaya masih harus dibayar 217,557 298,271 228,299 2.08 2.72 1.88 -0.21
liabilitas imbalan kerja jangka pendek 30,549 33,206 55,890 0.29 0.30 0.46 0.17
Pinjaman bank jangka pendek 63,566 72,036 88,467 0.61 0.66 0.73 0.12
hutang sewa pembiayaan jatuh tempo
dalam setahun 147 3,985 24,009 0.001 0.036 0.197 0.20
Pinjaman jangka panjang jatuh tempo
dalam setahun pihak ketiga 330,000 265,000 22,117 3.16 2.42 0.18 -2.98
Jumlah liabilitas jangka pendek 1,355,830 1,683,799 1,556,875 12.99 15.38 12.79 -0.20
Perubahan
LIABILITAS JANGKA PANJANG 2010 2011 2012 2010 2011 2012 2010-2012
Liabilitas pajak tangguhan - bersih 381,181 378,087 368,322 3.65 3.45 3.03 -0.63
hutang sewa pembiayaan - setelah
dikurangi bagian jatuh tempo dalam
setahun 5,721 42,148 0.05 0.35 0.35
Pinjaman jangka panjang - setelah
dikurangi bagian jatuh tempo dalam
setahun
pihak berelasi 1,060,410 1,169,961 823,097 10.16 10.68 6.76 -3.40
pihak ketiga 670,000 719,929 6.42 5.92 -0.50
Liabilitas imbalan kerja jangka panjang 128,047 148,981 211,200 1.23 1.36 1.74 0.51
provisi untuk restorasi 15,778 34,770 28,890 0.15 0.32 0.24 0.09 Neraca common size PT.
liabilitas jangka panjang lain 1,922 0.02
Jumlah liabilitas jangka panjang 2,255,416 1,739,442 2,193,586 21.61 15.88 18.03 -3.58 Holcim Indonesia Tbk.
JUMLAH LIABILITAS 3,611,246 3,423,241 3,750,461 34.60 31.26 30.82 -3.78
Periode 2010-2012
EKUITAS
Modal saham - nilai nominal Rp500 per
saham 3,831,450 3,831,450 3,831,450 36.71 34.99 31.49 -5.22
Tambahan modal disetor bersih 2,472,381 2,472,381 2,472,381 23.69 22.58 20.32 -3.37
Saldo laba
Ditentukan penggunaannya 153,258 306,561 1.40 2.52 2.52
Tidak ditentukan
penggunaannya 505,145 1,062,563 1,769,129 4.84 9.70 14.54 9.70
Pendapatan komprehensif lainnya
Selisih kurs dari
penjabaran laporan keuangan 13,632 5,113 35,308 0.13 0.05 0.29 0.16
JUMLAH EKUITAS YANG
DIATRIBUSIKAN KEPADA
PEMILIK ENTITAS INDUK 6,822,608 7,524,765 8,414,829 65.37 68.72 69.15 3.78
KEPENTINGAN NON PENGENDALI 3,395 2,495 3,272 0.03 0.02 0.03 -0.01
JUMLAH EKUITAS 6,826,003 7,527,260 8,418,101 65.40 68.74 69.18 3.78
JUMLAH LIABILTAS DAN
EKUITAS 10,437,249 10,950,501 12,168,562 100% 100% 100%
Laporan laba rugi common size PT. Holcim
Indonesia Tbk. Periode 2010-2012 Perubahan
2010 2011 2012 2010 2011 2012 2010-2012
PENJUALAN 5,960,589 7,523,964 9,011,076 100% 100% 100% 100%
- -
BEBAN POKOK PENJUALAN 3,711,232 -4,661,085 5,664,231 62.26 61.95 62.86 0.60
LABA BRUTO 2,249,357 2,862,879 3,346,845 37.74 38.05 37.14 -0.60

Beban usaha 0.00


distribusi -511,679 -560,419 6.80 6.22 6.22
penjualan -193,345 -223,620 2.57 2.48 2.48
Penjualan dan distribusi -598,683 -705,024 -784,039 10.04 9.37 8.70 -1.34
Umum dan administrasi -317,328 -445,459 -483,684 5.32 5.92 5.37 0.04
pendapatan (beban) operasi lainnya
Rugi laba selisih kurs, neto 47,079 -17,377 -4,779 0.79 0.23 0.05 -0.74
Rugi dari penghapusan dan
penjualan aset tetap, neto -11,050 -25,031 0.15 0.28 0.28
Lainnya 3,654 5,077 -10,855 0.06 0.07 0.12 0.06
Beban amortisasi goodwill -21,444 0.36 -0.36
LABA USAHA 1,362,635 1,689,046 2,038,457 22.86 22.45 22.62 -0.24
Pendapatan keuangan 18,142 45,657 16,247 0.30 0.61 0.18 -0.12
beban keuangan -232,820 -201,446 -181,992 3.91 2.68 2.02 -1.89
LABA SEBELUM
PENGHASILAN (BEBAN)
PAJAK 1,147,957 1,533,257 1,872,712 19.26 20.38 20.78 1.52
PENGHASILAN (BEBAN)
PAJAK KINI -303,129 -463,178 -557,030 5.09 6.16 6.18 1.10
Tangguhan, neto -14,446 6,519 35,109 0.24 0.09 0.39 0.15
BEBAN PAJAK NETO -317,575 -469,697 -521,921 5.33 6.24 5.79 0.46
LABA TAHUN BERJALAN 830,382 1,063,560 1,350,791 13.93 14.14 14.99 1.06
PENDAPATAN KOMPREHENSIF
LAIN
Selisih kurs dari penjabaran laporan
keuangan dalam mata uang asing 17,633 -8,573 30,613 0.30 0.11 0.34 0.04
JUMLAH LABA
KOMPREHENSIF TAHUN
BERJALAN 848,015 1,054,987 1,381,404 14.23 14.02 15.33 1.10
Laba tahun berjalan yang dapat
diatribusikan kepada:
Pemilik entitas induk 828,422 1,063,170 1,350,250 13.90 14.13 14.98 1.09
Kepentingan non pengendali 1,960 390 541 0.03 0.01 0.01 -0.03
laba tahun berjalan 830,382 1,063,560 1,350,791 13.93 14.14 14.99 1.06
Jumlah laba komprehensif yang
dapat diatribusikan kepada:
Pemilik entitas induk 845,913 1,054,651 1,380,445 14.19 14.02 15.32 1.13
Kepentingan non pengendali 2,102 336 959 0.04 0.01 -0.02
Jumlah laba komprehensif tahun
berjalan 848,015 1,054,987 1,381,404 14.23 14.02 15.33 1.10
Bab 5 Kesimpulan
• Secara keseluruhan, kinerja keuangan PT. Holcim Indonesia Tbk. selama
periode 2010-2012 dilihat dari laporan keuangannya menunjukkan trend yang
cukup baik. Tingkat likuiditasnya dari tahun ke tahun juga cukup baik
perusahaan berhasil menurunkan kewajiban lancarnya, selain itu nilai ekuitas
perusahaan pun naik. Kenaikan beban pokok penjualan serta beban umum dan
administrasi tidak terlalu berpengaruh terhadap kemampuan perusahaan dalam
memperoleh laba bersih, sehingga laba perusahaan terus naik dari tahun
ketahun seperti yang diharapkan perusahaan.
• Berdasarkan perhitungan terhadap laporan keuangan periode 2010 sampai
dengan 2012 dengan memakai analisis Common Size, maka penulis
mempunyai kesimpulan bahwa PT. Holcim Tbk. cukup baik untuk dijadikan
sarana investasi, dikarenakan dari hasil analisis laporan keuangan, PT. Holcim
Indonesia Tbk. menunjukkan trend yang positif, cenderung stabil.
Perkembangan neraca dan laporan laba rugi perusahaan cenderung positif dan
perusahaan tersebut bisa dijadikan tempat investasi yang layak.
Saran
• Disarankan, manajemen PT Holcim Indonesia Tbk. Terus menjaga
dan meningkatkan kinerja perusahaan untuk kestabilan
perusahaan dan sebagai penarik investor untuk percaya dan
tetap menjaga investasinya di perusahaan.
• Perusahaan seharusnya menjaga dan terus memaksimalkan
modal yang dimilikinya.
• Perusahaan seharusnya dapat menjaga efisiensi biaya supaya
perolehan laba perusahaan terus meningkat.