Anda di halaman 1dari 22

BAB I

PENDAHULUAN

A. Latar Belakang
Sel merupakan unit terkecil dari organisme, baik secara structural,
fungsional, maupun hereditas. Artinya selain sebagai penyusun terkecil dari
tubuh organisme, sel juga mampu melakukan segala bentuk aktivitas
kehidupan, misalnya digesti yaitu proses pencernaan makanan, respirasi yaitu
proses pernapasan, ekskresi yaitu proses pembuangan sisa metabolisme dan
benda tidak berguna lainnya dari dalam tubuh ke luar tubuh, reproduksi yaitu
perkembangbiakan untuk melanjutkan keturunannya, dan sebagainya.
Aktivitas sel tersebut dilakukan oleh organel-organel yang terdapat dalam sel
seperti mitokondria, inti sel, ribosom, lisosom, badan golgi, dan sebagainya
(Campbell, 2007).
Sel mampu melakukan semua aktivitas kehidupan dan sebagian besar
reaksi kimia untuk mempertahankan kehidupan berlangsung di dalam sel.
Kebanyakan makhluk hidup tersusun atas sel tunggal, atau disebut organisme
uniseluler, misalnya bakteri dan amoeba. Makhluk hidup lainnya, termasuk
tumbuhan, hewan, dan manusia, merupakan organisme multiseluler yang
terdiri dari banyak tipe sel terspesialisasi dengan fungsinya masing-masing.
Tubuh manusia, misalnya tersusun atas lebih dari 10 sel. Namun demikian,
seluruh tubuh semua organisme berasal dari hasil pembelahan satu sel.
Contohnya, tubuh bakteri berasal dari pembelahan sel bakteri induknya,
sementara tubuh tikus berasal dari pembelahan sel telur induknya yang sudah
dibuahi (Yustia.A, 2007).
Setiap organisme tersusun dari salah satu dari dua jenis sel yang secara
structural berbeda sel prokariotik (tidak memiliki inti sel) atau sel eukariotik
(sel yang memiliki inti sel). Hanya bakteri yang memiliki sel prokariotik.
Protista, tumbuhan, jamur, dan hewan semuanya mempunyai sel eukariotik.
Fisiologi tumbuhan merupakan ilmu yang mempelajari tentang proses, fungsi,
dan aktifitas suatu organisme dalam menjaga dan mengatur kehidupannya.
Seperti halnya cabang ilmu biologi lain, fisiologi tumbuhan juga mempelajari
proses kehidupan yang sering mirip atau identik pada banyak organisme.
Fisiologi tumbuhan sebenarnya merupakan terapan dari fisika dan kimia
modern untuk memahami tumbuhan.karena itu kemajuan fisiologi tumbuhan
hampir seluruhnya bergantung pada kemajuan bidang fisika dan kimia.Kini
teknologi ilmu fisika terapan menyumbangkan peratan untuk membantu
penelitian bidang fisiologi tumbuhan serta pengetahuan dasar yang dipakai
untuk menafsirkan berbagai hasilnya (Campbell, 2007).
Dalam mempelajari fisiologi tumbuhan, yang paling mendasar perlu
di pelajari adalah ilmu tentang sel. Tumbuhan termasuk organisme miltiseluler
yang terdiri dari berbagai jenis sel terspesialisasi yang bekerja sama
melakukan fungsinya. Sel tumbuhan meliputi berbagai organel seperti dinding
sel, sitoplasma,membrane plasma, reticulum endoplasma, badan golgi, vakula,
badan mikro, sferosom, rangka sel dan nucleus. Masing-masing organel
memiliki struktur dan fungsi yang berbeda.Dan dalam tumbuhan itu terdapat
sel hidup dan sel mati sel hidup adalah sel yang masih menunjukkan aktifitas
kehidupan yang di tunjukkan dengan adanya bagian-bagian protoplas dalam
sel atau dengan adanya hasil metabolisme yang berupa bahan ergastik,
sedangkan sel mati hanya berupa ruang kosong yang dibatasi oleh dinding sel
(Yustia.A, 2007).
B. Tujuan Praktikum
Adapun tujuan dari praktikum Bentuk sertaBagian Sel Hidup dan Sel
Mati yaitu:
1. Untuk melihat dan mengamati beberapa macam bentuk sel
2. Untuk melihat dan mengamati bagian-bagian sel hidup dan sel mati.
C. Manfaat Praktikum
1. Manfaat Umum
Manfaat dari praktikum ini adalah mahasiswa dapat membedakan
macam bentuk sel dan mahasiswa juga dapat mengetahui bagian-bagian
sel hidup dan sel mati.
2. Manfaat Bagi Ilmu Kesehatan Masyarakat
Manfaat bagi Ilmu Kesehatan Masyarakat yaitu untuk mengamati
bagian sel dan juga mengamati sel yang bagus dan sel yang cocok untuk
tanaman obat tradisional.
BAB II
TINJAUAN PUSTAKA

A. Sejarah Penemuan Sel


Istilah sel pertama kali dikemukakan oleh Robert Hooke (Inggris,
1635-1703), yaitu seorang ahli fisika dan matematika, Sekaligus sebagai
seketaris Royal Society Of London. Dengan menggunakan mikroskop
sederhana temuanya, Robert Hooke berhasil mengamati sayatan gabus
tutup botol. Dalam pengamatanya, sayatan gabus tersebut tampak kamar
kecil yang dipisahkan oleh dinding tebal menyerupai sarang lebah. kamar-
kamar kecil tersebut dinamakan sel Antonie Van Leeuwenhoek pada awal
ke-17 berhasil melihat benda-benda aneh yang terdapat dalam setetes air
rendaman jerami dengan menggunakan miskroskop sederhana
rancanganya.
Pada Tahun 1809, Jean Baptiste De Lamarck (Prancis 1744-1829)
menyatakan bahwa setiap badan hidup adalah kumpulan sel-sel. Didalam
setiap sel bergerak cairan yang kompleks. Pendapat tersebut i dukung oleh
Henri Dutrochet. Ia menyatakan bahwa sel itu merupakan bagian
fundamental organism.
Dua Ilmuwan kebangsaan jerman, Mathias Schleiden (1804-1881)
seorang ahli botani, dan Theodor Sehwan (1810-1882) seorang ahli
zeologi, menyatakan bahwa semua kehidupan baik hewan ataupun
tumbuhan tersusun atas sel. Beberapa perkembangan ilmu dan teknologi,
khususnya teknologi optik pembesaran objek, mendorong penelitian
tentang sel. Organisme sel yang selama ini hanya merupakan teka teki
dapat terjawab dengan baik. Penemuan ini semakin mendorong manusia
untuk menggali rahasia yang tersimpan di dalam sel.
Pada tahun 1665, Robert Hooke mengamati sayatan gabus dari
batang Quercus suber menggunakan mikroskop. Dalam pengamatannya, ia
menemukan adanya ruang-ruang kosong yang dibatasi dinding-dinding
tebal. Robert Hooke menyebut ruang-ruang kosong tersebut dengan istilah
cellulae artinya sel. Sel yang ditemukan Robert Hooke merupakan sel-sel
gabus yang telah mati. Sejak penemuan itu, beberapa ilmuan berlomba
untuk mengetahui lebih banyak tentang sel. Seorang ahli mikroskop
Belanda bernama Antonie Van Leeuwenhoek (1632-1723) merancang
sebuah mikroskop kecil berlensa tunggal. Mikroskop itu digunakan untuk
mengamati air rendaman jerami. Ia menemukan organisme yang bergerak
gerak di dalam air, yang kemudian disebut bakteri. AntonieVan
Leeuwenhoek merupakan orang pertama yang menemukan sel hidup.
B. Pengertian Sel Hidup dan Sel Mati
Sel adalah struktural terkecil dan fungsional dari suatu mahluk
hidup yang secara independen mampu melakukan metabolisme,
reproduksi dan kegiatan kehidupan lainnya yang menunjang kelansungan
hidup sel itu sendiri. Ssuatu sel dikatakan hidup apabila sel tersebut
menunjukkan cirri-ciri kehidupan antara lain, melakukan aktifitas
metabolism, mampu beradaptasi dengan lingkungannya, peka terhadap
ransang, dan cirri hidup lainnya. Suatu sel hidup harus memiliki protoplas,
yaitu bagian sel yang ada di bagian dalam dinding sel. Protoplas di
bedakan atas komponen protoplasma dan non protoplasma.Komponen
protoplasma yaitu terdiri atas membrane sel, inti sel, dan stoplasma (terdiri
dari organel-organel hidup).Komponen non protoplasma dapat pula
disebut sebagai benda agrestik (Subandi, 2008).
1. Sel Hidup
Pada sel mati tidak dijumpai adanya organel-organel, di dalam sel
hanya berupa ruangan kosong saja.Sel mati sendiri asalnya dari sel
hidup.Sel menjadi mati disebabkan karena berbagai faktor, misalnya
faktor genetik maupun faktor lingkungan.sel mati karena faktor genetic
disebabkan sel telah mencapai umur yang memang telah ditentukan
secara genetik. Sel-sel tersebut memang dalam perkembangannya
terspesialisasi untuk menjadi suatu sel mati, yang memiliki fungsi
tertentu dalam bagi tumbuhan. Misalnya sel-sel xilem-xilem yang akan
bersifat mati secara khusus berguna untuk pengangkutan unsur mineral
dari dalam tanah ke daun (Umar, 2010).
2. Sel Mati
Pada sel mati tidak dijumpai adanya organel-organel, di dalam sel
hanya berupa ruangan kosong saja.Sel mati sendiri asalnya dari sel
hidup. Sel menjadi mati disebabkan berbagai factor, misalnya factor
genetic maupun factor lingkungan (Gul, 2007).
C. Ciri-ciri Sel Hidup dan Sel Mati
Ciri-ciri sel hidup adalah melakukan aktifitas metabolisme, mampu
beradaptasi dengan perubahan lingkungannya, peka terhadap rangsang dan
ciri hidup lainnya. Suatu sel hidup harus memiliki protoplas, yaitu bagian
sel yang ada dibagian dalam dinding sel(Campbell, 2007).
Ciri-ciri sel mati adalah tidak ditemukan adanya organel-organel,
didalam sel hanya berupa ruangan kosong saja. Sel mati sendiri asalnya
dari sel hidup. Sel menjadi mati disebabkan karena berbagai faktor,
misalnya faktor genetik maupun faktor lingkungan (Campbell, 2007).
D. Bentuk Sel
Bentuk sel tumbuhan tetap sedangkan bentuk sel hewan tidak tetap.
Hal tersebut terjadi karena sel hewan tidak memiliki dinding sel. Sebagian
besar sel berukuran jauh lebih kecil. Bentuk dan ukuran sel tumbuhan,
memiliki ukuran lebih besar dibandingkan dengan sel hewan (Ernawati,
2014).
Menurut Ernawati (2014), Sel memiliki bentuk bermacam-macam
menyesuaikan fungsi dan letaknya di bagian tubuh makhluk hidup
berbagai bentuk-bentuk sel seperti:
1. Berbentuk bintang, contoh sel yang membentuk jaringan ikat.
2. Berbentuk seperti labah-labah, contoh sel saraf.
3. Berbentuk segi empat, contoh sel bawang merah.
4. Berbentuk silinder, contoh sel epitel penyusun dinding lambung.
5. Berbentuk bulat pipih, bikonkaf (cekung dua sisi), contoh sel darah
merah (eritrosit).
6. Berbentuk pipih,contoh sel epitel penyusun alveolus(gelembung paru-
paru).
E. Bagian-Bagian Sel Dan Fungsinya
Sel hidup tersusun atas organel-organel yang masih aktif sperti
mitokondria, lisosom, peroksisom, kompleksgolgi, dan retikulum
endoplasma. Sedangkan selmati tersusun atas ruangan kosong berupa
cairan yang dibatasi oleh dinding sel (kimball, 2007).
1. Membran Sel (Membran Plasma)
Membran sel tersusun atas fosfor, lemak (lipid), karbohidrat,
dan protein. Membran sel berfungsi melindungi dan mengatur lalu
lintas zat yang keluar masuk.
2. Sitoplasma
Sitoplasma merupakan cairan sel. Sitoplasma mengandung
berbagai macam zat, diantaranya protein, lemak, karbohidrat, zat-zat
anorganik, enzim, vitamin dan hormon. Sitoplasma berfungsi sebagai
tempat berlangsungnyareaksi metabolismesel karena organel sel
terhadap sitoplasma.
3. Inti Sel (Nukleus)
Nukleus tersusun atas mebran, cairan inti (Nukleoplasma),
Kromosom, dan anak inti (Nukleolus). Cairan inti tersusun atas air,
protein, dan mineral. Kromosom merupakan pembawah sifat menurun
yang tersusun atas benang-benang kromatin. Nuklous berfungsi untuk
mengatur kegiatan sel.
4. Mitokondria
Mitokondria adalah organel bermembran yang berfungsi sebgai
tempat penghasil energi. Semakin aktif suatu sel maka semakin banyak
mitokondrianya.
5. Ribosom
Ribosom berbentuk buiran-butiran. Ribosom ada yang menempel
pada membran retikulum endoplasma dan ada pula yang bebas pada
sitoplasma. Ribosom berfungsi untuk membuat (mensistesis) protein.
6. Retikulum indoplasma
Retikulum indoplasma merupakan saluran yang berliku yang
membentak dari inti sel menuju kesitoplasma, yaitu retikulum
endoplasma kasar dan halus. Pada membran retikulum endoplasma
kasar, memiliki ribosom. Retikulum indoplasma halus tidak ditempel
ribosom.retikulum indoplasma berfungsi untuk membuat dan
menyalurkan bahan-bahan yang dihasilkan retikulum indoplasma dan
menyalurkannya ke organel-organel yang membutuhkan.
7. Lisosom
Lisosom merupakan organel yang berbentuk kantong yang berisi
enzim pencernaan. Lisosom berfungsi untuk mencerna zat sisa,
makanan atau zat asing.
8. Senteriol
Senteriol berpweran dalampembelahan sel. Senteriol hanya
dimiliki oleh sel hewan jadi tidak dimiliki oleh sel tumbuhan.
9. Vakuola
Vakuola berarti ruangan sel. Pada tumbuhan yang sudah tua,
vakuola berukuran besar dam berisi cadangan makanan. Terdapat dua
jenis vakuola yaitu, vakuola makanan dan vakuola kontraktil. Vakuola
makanan berfungsiuntuk mencerna makana, sedangkan vakuola
kontraktil berfungsi untuk mengeluarkan zat sisa danmengatur
keseimbangan air dalam sel.
10. Plastisida
Plastisida hanya terdapat pada tumbuhan. Plastisida mengandung
pigmen tertentu. Kloropas merupakan plastisida yang berwarna hijau
karena memiliki klorofil dan berperan dalam proses fotosintesis.
Berfungsi sebagai tempat cadangan makanan.
11. Dinding sel
Membral sel tumbuhan dilindungi oleh dinding se. Selain
melindungi sel, dinding sel juga menjaga bentuk sel tumbuhantidak
berubah dan tetap kaku.
E. Fungsi Sel bagi Mahluk Hidup
Sel dapat digolongkan menjadi dua jenis, yaitu berdasarkan ada
atau tidaknya nukleus (membran inti), yaitu sel eukariota dan prokariota.
Sel eukariota adalah jenis sel yang memiliki membran inti (nekleus)
contohnya adalah sel hewan, tumbuhan dan fungi. Sedangkan sel
prokariota adalah jenis sel yang tidak dilengkapi dengan membran inti
contohnya bakteri dan ganggang.
F. Klasifikasi Bahan
1. Kapuk Randu (Ceiba pentandra)
Klasifikasi Tumbuhan Kapuk Randu (Ceiba pentandra) menurut
Umar (2010) yaitu:
Kingdom : Plantae
Divisi : Magnoliophyta
Subdivisi : Spermatophyta
Kelas : Magnoliopsida
Ordo : Malvales
Famili : Malvaceae
Genus : Ceiba
Spesies : Ceiba pentandra
2. Kapas (Gossypium Herbaceum)
Klasifikasi Kapas (Gossypium Herbaceum) menurut Sa’adah
(2015) yaitu:
Kingdom : Plantae
Divisio : Magnoliophyta
Classis : Magnoliopsida
Ordo : Malvales
Familia : Malvaceae
Genus : Gossypium
Spesies : Gossypium sp
3. Empulur Batang Ubi Kayu (Manihot utilissima)
Klasifikasi Empulur Batang Ubi Kayu (Manihot
utilissima)menurut Sa’adah (2015) yaitu:
Kingdom : Plantae
Divisio : Magnoliophyta
Classis : Magnoliopsida
Sub Classis : Rosidae
Ordo : Euphorbiales
Familia : Euphorbiaceae
Genus : Manihot
Species : Manihot utilissima burns. F
4. Daun Hidrilla(Hydrilla verticillata)
Klasifikasi Daun Hidrilla (Hydrilla verticillata) menurut Umar
(2010) yaitu:
Kingdom : Plantae
Divisio : Magnoliophyta
Classis : Liliopsida
Ordo : Hydrocharitales
Familia : Hydrocharitaceae
Genus : Hydrilla
Spesies : Hydrillla verticillata
5. Umbi Batang Kentang (Solanum tuberosum)
Klasifikasi Umbi Batang Kentang (Solanum tuberosum) menurut
Setiadi (2009) yaitu:
Divisio : Spermatophyta
Subdivisio : Angiospermae
Kelas : Dicotyledoneae
Ordo : Solanales
Familia : Solanaceae
Genus : Solanum
Spesies : Solanum tuberosum.
6. Umbi Lapis Bawang Merah (Allium cepa)
Klasifikasi Umbi Lapis Bawang Merah (Allium cepa) menurut
Umar (2010) yaitu:
Kingdom : Plantae
Divisio : Magnoliopsida
Classis : Liliopsida
Ordo : Liliales
Familia : Liliaceae
Genus : Allium
Spesies : Allium cepa
7. Tangkai Tanaman Jarak (Ricinus communis)
Klasifikasi Tangkai Tanaman Jarak (Ricinus communis)
menurut Setiadi (2009) yaitu:
Kingdom :Plantae
Subkingdom : Tracheobionta
Super Divisi : Spermatophyta
Divisi : Magnoliophyta
Kelas : Magnoliopsida
Sub Kelas : Rosidae
Ordo : Euphorbiales
Famili : Euphorbiaceae
Genus : Ricinus
Spesies : Ricinus communis
8. Batang Bayam Berduri (Amaranthus spinosus)
KlasifikasiBatang Bayam Berduri (Amaranthuss
spinosus)menurut Setiadi (2009) yaitu:
Kingdom : Plantae
Subkingdom : Tracheobionta
Super Divisi : Spermatophyta
Divisi : Magnoliophyta
Kelas : Magnoliopsida
Sub Kelas : Hamamelidae
Ordo : Caryophyllales
Famili : Amaranthaceae
Genus : Amaranthus
Spesies : Amaranthus spinosus
BAB III
METODOLOGI

A. Waktu dan tempat


Adapun waktu pelaksanaan praktikumyaitu :
Hari/Tanggal : Sabtu,12 November 2016.
Waktu : 13.00 – 15.00 WITA.
Tempat : Laboratorium Terpadu Fkik Untad.
B. Alat dan Bahan
Adapun alat dan bahan yang digunakan dalam praktikum Bentuk
serta Bagian Sel Hidup dan Sel Mati yaitu:
1. Alat
a. Mikroskop
b. Kaca Objek/Object glass
c. Kaca Penutup/Deck glass
d. Pipet Tetes
e. Gelas Ukur
f. Cutter
g. Silet
h. Jarum Preparat/Ose neddle
2. Bahan
a. Kapuk Randu (Ceiba petandra)
b. Kapas (Gossypium herbaceum)
c. Empulur Batang Ubi Kayu (Manihot utilissima)
d. Daun Hidrilla (Hydrilla verticillata)
e. Umbi Batang Kentang (Solanum tuberosum)
f. Umbi Lapis Bawang Merah (Allium cepa)
g. Tangkai Tanaman Jarak (Ricinus communis)
h. Batang Bayam Berduri (Amaranthus spinosus)
i. Aquadest
j. Tissue
C. Prosedur Kerja
Adapun prosedur kerja dari praktikum Bentuk Serta Bagian Sel
Hidup dan Sel Mati yaitu:
1. Menyiapkan alat dan bahan.
2. Mengambil satu helai rambut kapuk randu dan kapas. Meletakkan di
atas kaca objek, meneteskan aquadest sebanyak satu tetes kemudian
ditutup menggunakan deck glass. Jangan sampai terbentuk gelembung.
3. Membuat penampang melintang batang empulur ubi kayu, tangkai
tanaman jarak dan batang bayam tersebut setipis mungkin. Selanjutnya
meletakan diatas kaca objek dan diteteskan aquadest, kemudian tutup
menggunakan deck glass.
4. Mengambil selembar daun hidrilla yang masih segar, meletakan diatas
kaca objek, kemudian meteteskan aquadest sebanyak satu tetes lalu
tutup menggunakan deck glass.
5. Mengambil selaput dari umbi lapis bawang merah dengan
menggunakan pinset atau jarum preparat. Meletakkan di atas kaca objek
kemudian meneteskan aquadest dan menutup menggunakan deck glass.
6. Mengambil selaput dari umbi kentang menggunakan pinset atau jarum
preparat. Meletakkan di atas kaca objek kemudian meneteskan aquadest
dan menutup menggunakan deck glass.
7. Mengamati di bawah mikroskop semua bahan atau preparat yang telah
dibuat.
8. Memotret hasil pengamatan.
BAB IV
HASIL DAN PEMBAHASAN

A. Hasil Pengamatan
Tabel hasil pengamatan praktikum Bentuk Serta Bagian Sel Hidup
dan Sel Mati
Gambar
No. Sampel Keterangan
Hasil Literatur
Pengamatan
Kapuk randu
merupakan sel
mati. Gambar
seldari kapuk randu
Kapuk kapuk randu berben
1. Randu(Ceiba tuk seperti benang,
petandra) memanjang. Sel
kapuk hanya
berupa rongga sel
yang dibatasi oleh
dinding sel.
Sel berbentukmema
njangseperti
Kapas pita. Memilikipuntir
2. (Gossypium an
herbaceum) (torsi)dibeberapaba
giandan tidakmemil
ikiorganel-organel.
Merupakanselmati.
Empulur batang
ubi kayu
merupakan sel
Empulur
mati. Dalam
3. Batang Ubi
empulur batang ubi
Kayu(Manih
kayu hanya
ot utilissima)
terdapat dinding
sel dan sitoplasma
(cairan).
Daun hidrilla
Daun merupakan sel
4. Hidrilla(Hydr hidup. Gambar sel
illa dari daun
verticillata) hidrilla,terdapat
klorofil.

Umbi batang
kentang merupakan
sel hidup. Dalam
umbi batang
Umbi Batang
5. kentang terdapat
Kentang(Sola
nukleus, membran
num
plasma dan
tuberosum)
sitoplasma serta
amilum yang terdiri
atas bagian lamella.
Bawang merah
merupakan sel
Umbi Lapis hidup. Dalam
6. Bawang bawang merah
Merah(Alliu terdapat
m cepa) nukleus,membran
plasma dan
sitoplasma.
Tangkai tanaman
jarak merupakan
Tangkai sel hidup. Sel-sel
7. Tanaman penyusun tangkai
Jarak(Ricinus tanaman jarak
communis) berbentuk segi
enam, terkadang
segi lima.
Batang bayam
berduri merupakan
sel hidup. Terdapat
Batang klorofil karena
Bayam mengandung
8. Berduri(Ama pigmen klorofil.
ranthus Dalam batang
spinosus) bayam berduri
terdapat nukleus,
membran plasma
dan sitoplasma
B. Pembahasan
Sel adalah structural terkecil dan fungsional dari suatu mahluk
hidup yang secara independen mampu melakukan metabolism, reproduksi
dan kegiatan kehidupan lainnya yang menunjang kelansungan hidup sel itu
sendiri. Suatu sel dikatakan hidup apabila sel tersebut masih menunjukkan
ciri-ciri kehidupan antara lain melakukan aktifitas metabolisme, mampu
beradaptasi dengan perubahan lingkungannya, dan ciri hidup lainnya.
Prosedur kerja pertama menyiapkan alat dan bahan, kemudian
mengambil satu helai rambut kapuk randu dan kapas, lalu diletakkan diatas
kaca objek, meneteskan aquadest sebanyak satu tetes kemudian ditutup
menggunakan deck glass, jangan sampai terbentuk gelembung, kemudian
membuat penampang melintang batang empulur ubi kayu, tangkai
tanaman jarak dan batang bayam tersebut setipis mungkin, selanjutnya
meletakan diatas kaca objek dan diteteskan aquadest, kemudian tutup
menggunakan deck glass, kemudian mengambil selembar daun hidrilla
yang masih segar, meletakan diatas kaca objek, kemudian meteteskan
aquadest sebanyak satu tetes lalu tutup menggunakan deck glass, lalu
mengambil selaput dari umbi lapis bawang merah dengan menggunakan
pinset atau jarum preparat, meletakkan di atas kaca objek kemudian
meneteskan aquadest dan menutup menggunakan deck glass, kemudian
mengamati di bawah mikroskop semua bahan atau preparat yang telah
dibuat, dan yang terakhir memotret hasil pengamatan.
Pengamatan kapuk randu yang diamati di bawah mikroskop,
dengan menggunakan perbesaran 4x 0,10. Menghasilkan pengamatan yang
sesuai dengan literatur, yang dimana pada saat dilihat dalam sebuah
mikroskop kapuk randu terlihat seperti benang-benang yang hanya berupa
rongsal sel yang dibatasi oleh dinding sel. Bagian ini merupakan bagian
sel yang kehilangan protoplasma, sehingga serat kapas disebut sel mati.
Pengamatan kapas yang diamati dibawah mikroskop, dengan
menggunakan perbesaran 4x 0,10. Menghasilkan pengamatan yang sesuai
dengan literatur, yang dimana pada saat dilihat dibawah mikroskopkapas
tampak seperti benang memanjang.
Pengamatan empulur batang ubi kayu yang diamati dibawah
mikroskopdengan menggunakan perbesaran 4x 0,10 yang dimana pada
saat dilihat dibawah mikroskop, yang tampak pada mikroskop, pada saat
pengamatan yaitu sel penyusunya seperti berbentuk segi enam dan ada
ruang kosong di antaranya.
Pengamatan daun hidrilla yang diamati dibawah mikroskop dengan
menggunakan perbesaran 4x 0,10. Menghasilkan pengamatan yang sesuai
dengan literatur, yang dimana pada saat pengamatan dibawah mikroskop
yang tampak pada mikroskop, daun hidrilla mempunyai dinding sel tebal
dan mengandung klorofil sehingga hidrilla berwanrna hijau. Hanya pada
literatur gambarnya tampak lebih jelas dan besar.
Pengamatan umbi batang kentang yang diamati dibawah
mikroskop dengan menggunakan perbesaran 4x 0,10. Menghasilkan
pengamatan yang sesuai dengan literatur, yang dimana pada saat
pengamatan dibawah mikroskop yang tampak pada mikroskop, umbi
batang kentang terdapat inti sel atau nukleus.
Pengamatan umbi lapis bawang merah yang diamati dibawah
mikroskop dengan menggunakan perbesaran 4x 0,10. Menghasilkan
pengamatan yang sesuai dengan literatur, yang dimana pada saat
pengamatan dibawah mikroskop yang tampak pada mikroskop, umbi lapis
bawang merah terdapat inti sel atau nukleus, membran plasma dan
sitoplasma.
Pengamatan tangkai tanaman jarak yang diamati dibawah
mikroskop dengan menggunakan perbesaran 4x 0,10. Menghasilkan
pengamatan yang sesuai dengan literatur, yang dimana pada saat
pengamatan dibawah mikroskop yang tampak pada mikroskop, tangkai
tanaman jarak hanya terdapat dinding sel dan ruang kosong yang berupa
cairan.
Pengamatan tangkai tanaman bayam berduri yang diamati dibawah
mikroskop dengan menggunakan perbesaran 4x 0,10. Menghasilkan
pengamatan yang sesuai dengan literatur, yang dimana pada saat
pengamatan dibawah mikroskop yang tampak pada mikroskop, tangkai
tanaman bayam berduri terdapat kandungan pigmen klorofil sehingga
tangkai tanaman bayam berduri berwarna hijau.
Dari percobaan ini, hasil yang praktikan dapat adalah pada sel mati
tidak mendapati adanya organel-organel, di dalam sel hanya berupa
ruangan kosong saja. Sel mati sendiri asalnya dari sel hidup. Sel menjadi
mati disebabkan karena berbagai faktor, misalnya faktor genetik maupun
faktor lingkungan. Sel-sel tersebut memang dalam perkembangannya
terspesialisasi untuk menjadi suatu sel mati, yang memiliki fungsi tertentu
dalam bagi tumbuhan. Misalnya sel-sel xilem yang akan bersifat mati
secara khusus berguna untuk pengangkutan unsur mineral dari dalam tanah
ke daun.
BAB V
PENUTUP

A. Kesimpulan
Adapun kesimpulan yang dapat diambil dari praktikum Bentuk serta
Bagian Sel Hidup dan Sel Mati adalah:
1. Sel adalah structural terkecil dan fungsional dari suatu mahluk hidup
yang secara independen mampu melakukan metabolism, reproduksi
dan kegiatan kehidupan lainnya yang menunjang kelansungan hidup
sel itu sendiri. Suatu sel dikatakan hidup apabila sel tersebut masih
menunjukkan ciri-ciri kehidupan antara lain melakukan aktifitas
metabolisme, mampu beradaptasi dengan perubahan lingkungannya,
dan cirri hidup lainnya.
2. Sel hidup adalah sel yang masih menunjukkan aktivitas kehidupan
yang ditunjukkan dengan adanya bagian-bagian protoplas dalam sel
atau dengan adanya hasil metabolisme yang berupa bahan ergastik.
Sedangkan sel mati hanya berpa ruang kosong yang dibatasi oleh
dinding sel.
B. Saran
1. Saran Untuk Instansi
Adapun saran untuk praktukum selanjutnya yaitu sebaiknya
bahan dipersiapkan jauh jauh hari sebelum praktikum dan teliti dalam
memilih bahan yang akan digunakan karna biasanya yang diamati
bukan sejenis jamur.
2. Saran Untuk Asisten
Adapun saran untuk asisten pada praktikum kali ini yaitu tetap
baik pada praktikan dan selalu mendampingi praktikan melakukan
praktikum dengan baik dan benar. Serta terampil dalam mendampingi
praktikan.
DAFTAR PUSTAKA

Campbell, 2007, ‘Pengertian sel dan sejarah penemuan sel, Jurnal Biologi, Vol 3,
No 2, ISSN 1926-5932, hal 4 -7.

Sudjadi, 2007, Biologi Dasar, Erlangga, Jakarta.

Yustika.A, Zakaria, dkk., 2007, ‘Uji aktifitas sitoskik ekstrak karang lunak
sarcophyton glaucum terhadap sel lestari timur hela’, Jurnal Biologi, Vol 2,
No 1, ISSN 1907-9133, hal 7-11.
Sa’dah, 2015, Klasifikasi sel, Salemba Teknika, Jakarta.
Karmana, 2008, Biologi Umum, Erlangga, Jakarta.

Umar, 2010, Biologi SMA IX, Yudhistiri, Makasar.

Gull, 2008, Sel-Sel padan Organisme Multi seluler, ITB, Bandung.

Ernawati, 2014, Kumpulan Materi biologi, PT. Grafindo Persada, Jakarta.


Setiadi, Dkk. 2003.The Effect of zedoary (Curcuma Zedoaria Rosc)
Spermatogenesis and quality of sperms of Mus Musculus. Vol 5, No 1,
ISSN 1411-3212, hal 21 – 23.

Kelas
LEMBAR ASISTENSI
BENTUK SERTA BAGIAN SEL HIDUP SEL MATI

NAMA : Mustaqima
STAMBUK : N 201 16 172
KELOMPOK : 6 (Enam)
ASISTEN :1. UMMI ISMI NAJMIAH
2. ERI WIJAYA
3. MUHAMMAD ZIKRA
NO HARI/TANGGAL KOREKSI PARAF