Anda di halaman 1dari 6

BAB I

PENDAHULUAN

1.1 Latar belakang


Kapal merupakan alat transportasi laut. Kapal merupakan kendaraan pengangkut
penumpang dan barang dilaut, seperti halnya sampan, atau perahu yang lebih kecil. Biasanya,
manusia pada lampau menggunakan kano, rakit, ataupun perahu. Semakin besar kebutuhan akan
daya muat maka dibuatlah perahu atau rakit yang berukuran lebih besar yang dinamakan kapal.
Bahan-bahan yang digunakan untuk pembuatan kapal pada masa lampau menggunakan kayu,
bambu ataupun batang-batang papyrus seperti yang digunakan bangsa mesir kuno kemudian
digunakan bahan-bahan logam seperti besi / baja karena kebutuhan manusia akan kapal sangat
kuat. Untuk pergerakannya, manusia pada awalnya menggunakan dayung kemudian angin
dengan bantuan layar. Setelah pembuatan kapal layar makin berkembang yang dapat digunakan
oleh banyak orang yang berlayar untuk mencari ikan. Namun kapal layar mempunyai berbagai
keterbatasan karena kapal ini selalu membutuhkan angin untuk bergerak. Jika tidak ada angin,
maka kapal tersebut tidak dapat bergerak. Oleh sebab itu muncullah inovasi yang berupa kapal
uap, yang kemudian menjadi primadona transportasi baru.

Kapal uap atau yang disebut juga sebagai a steamer, adalah kapal yang digerakkan
dengan tenaga uap yang menggerakkan propeler ataupun roda kayuh. Kapal uap atau Steamships
disingkat menjadi SS, S.S. atau S/S. Kapal uap mulai digunakan setelah ditemukannya mesin uap
di Inggris oleh James Watt yang memunculkan revolusi industri yang juga merupakan revolusi
bahan bakar sebab pada masa itu mulai digunakan batu bara dengan skala yang lebih luas
menggantikan kayu bakar. Pada pelayaran, ditemukan oleh John Fitch pada tahun 1787 dengan
melayari Sungai Delaware, Amerika Serikat, kemudian Robert Fultonpada 1802.

Pada kapal uap, mesin uap menjadi penggerak dari kapal uap itu sendiri. Terdapat
fenomena fisika di dalam penggunaan mesin uap sebagai penggerak kapal uap. Oleh karena itu
kita sebagai pelajar harus mengetahui bagaimana konsep fisika dapat menjelaskan hal tersebut.
Percobaan kapal uap tersebut dapat menjelaskan adanya hubungan antara hukum aksi reaksi,
tekanan uap, massa jenis, dan perpindahan kalor yang menyebabkan kapal uap tersebut bisa
berjalan.
1.2 Tujuan percobaan :

1. Mengetahui Prinsip kerja kapal uap

2. Menyelidiki pengaruh besarnya konversi energy panas menjadi energy uap

3. Menyelidiki pengaruh besarnya konversi energy panas menjadi energy gerak

1.3 Rumusan Masalah :

1. Bagaimana Prinsip kerja kapal uap?

2. Bagaimana hubungan antara besarnya energi panas yang diberikan terhadap besarnya

energi uap?

3. Bagaimana hubungan antara besarnya energi panas yang diberikan terhadap besarnya

energi gerak?

1.4 Hipotesis :

Semakin besar energi panas yang diberikan pada suatu mesin uap, maka energi uap yang

dihasilkan akan semakin besar, dan energi geraknya juga akan bertambah besar seiring dengan

hal tersebut.
BAB II
TINJAUAN PUSTAKA
2.1 Sejarah Awal Mula Kapal Uap

Untuk menjalankan sebuah kapal dibutuhkan alat pendorong dan tenaga penggerak. Pemakaian
dayung untuk menjalankan kapal telah dikenal sejak lama dan kinipun masih digunakan pada
kapal kecil seperti sampan atau sekoci. Dayung disini merupakan alat pendorong, dan tenaga
manusia adalah tenaga penggeraknya. Tetapi dengan tenaga manusia sebagai tenaga penggerak
maka ukuran dan jangkauan pelayaran kapal menjadi sangat terbatas. Munculnya kapal layar
yang menggunakan angin yang bertiup pada layar sebagai tenaga penggerak memungkinkan
ukuran kapal yang lebih besar dan jangkauan pelayaranya menjadi lebih jauh.

Ditemukanya benua baru oleh Cristopher Columbus dan prestasi Ferdinand Magellan
mengelilingi dunia terlaksana dengan menggunakan kapal layar. Dalam abad ke 18,
perkembangan-perkembangan yang menakjubkan membawa kapal layar sampai kepuncak
kejayaanya. Akan tetapi pada permulaan abad ke 19 kapal-kapal yang dijalankan dengan mesin
uap berangsur-angsur mulai menggantikan kapal-kapal layar da saat ini semua kapal dijalankan
dengan mesin pendorong.

Pada tahun 1769, James Watt menciptakan mesin uap yang dikenal sebagai The Watt Type
Single Actuating Engine (mesin uap torak tunggal tipe Watt) yang kemudian dipakai sebagai
sumber tenaga didarat dan selanjutnya dikembangken sebagai mesin penggerak kapal laut.

Robert Fulton (14 November 1765 – 24 Februari 1815) adalah seorang insinyur dan penemu
yang secara luas dipuji karena mengembangkan kapal uap pertama yang sukses secara komersial.
Di tahun 1800 dia ditugaskan oleh Napoleon Bonaparte untuk merancang Nautilus, yang pertama
dalam sejarah kapal selam praktis.

Fulton telah tertarik pada kapal uap pada tahun 1777 ketika ia mengunjungi William Henry dari
Lancaster, Pennsylvania, yang sebelumnya belajar tentang mesi uap James Watt pada kunjungan
ke Inggris. Henry kemudian membuat mesin sendiri dan pada tahun 1767 ia telah mencoba
meletakkan mesin ke perahu. Eksperimen itu gagal karena kapal tenggelam, tetapi minatnya
terus berlanjut

Pada 1786, Fulton pergi untuk belajar melukis di Paris, dan di sana ia bertemu James Rumsey,
yang duduk untuk potret di studio Benyamin Barat . Rumsey adalah seorang penemu dari
Virginia yang mengelola sendiri kapal uap pertama di Shepherdstown (sekarang di West
Virginia) pada tahun 1786.

Percobaan pertama yang berhasil pada sebuah kapal uap telah dibuat oleh penemu John Fitch
yang telah diujicoba di Sungai Delaware pada 22 Agustus 1787, di hadapan delegasi dari
Konvensi Konstitusional. Tahun berikutnya Fitch meluncurkan sebuah kapal 60 kaki (18 m)
yang digerakkan oleh mesin uap dimana diletakkan beberapa dayung di buritan. Bergeraknya
dayung ini menyerupai gerakan kaki bebek. Dengan perahu ini ia membawa tiga puluh
penumpang dengan perjalanan pulang pergi antara Philadelphia dan Burlington, New Jersey.
Fitch berhasil mendapat hak paten atas usahanya pada 26 Agustus 1791, setelah bersaing dengan
Rumsey, yang telah menciptakan penemuan serupa. Sayangnya Komisi Paten yang baru
terbentuk tidak memberikan monopoli paten yang luas walaupun Fitch sudah mintanya. Hak
paten ini juga diberikan patenkepada Rumsey dan John Stevens untuk desain kapal mereka, dan
hilangnya monopoli menyebabkan para investor meninggalkan perusahaan Fitc. Walau
pun secara mekanis berhasil, Fitch tidak memberikan perhatian yang cukup mengenai
konstruksi dan biaya operasi dan belum bisa memanfaatkan secara ekonomi navigasi
uap. Fulton lah yang akan mengubah ide Fitch yang akan memberikan keuntungan pada dekade
kemudian Tahun 1797, Fulton pergi ke Perancis, di mana Claude de Jouffroy telah membuat
kapal uap yang digerakkan oleh roda pada tahun 1783,

Pada 1807, Fulton dan Livingston bersama-sama membangun kapal uap komersial pertama di
Sungai Utara (kemudian dikenal sebagai Clermont),dimana ia memasang mesin uap torak
(steam reciprocating engine) pada kapal Clermont yang panjangnya 40 meter dan berhasil
menjalankan kapal itu dengan memutar kincir (paddle wheel). Kapal clermont dimanfaatkan
sebagai kapal penumpang dan dinyatakan sebagai kapal uap pertama yang membawa
penumpang antara New York City dan Albany, New York. dimana Clermont mampu menempuh
sekitar 300 mil perjalanan dengan waktu 62 jam. Dari 1811 hingga kematiannya, Fulton adalah
anggota Komisi Canal Erie.tahun 1807

Pada 1 Desember 1841 mesin uap dipasang di kapal penumpang. Kapal uap itu bernama
Vandalia. Vandalia adalah kapal pertama yang dipasangi mesin uap untuk memutar baling-
baling kapal. Desain mesin diciptakan oleh John Ericsson dan Kapten Sylvester Doolittle.

2.2 Mesin Uap

Mesin uap adalah mesin yang menggunakan energi panas dalam uap air dan

mengubahnya menjadi energi mekanis. Mesin uap digunakan dalam pompa, lokomotif dan kapal

laut, dan sangat penting dalam Revolusi Industri.

Mesin uap merupakan mesin pembakaran eksternal, dengan cairan yang terpisah dari

hasil pembakaran. Sumber panas yang dapat digunakan yaitu tenaga surya, tenaga nuklir,

atau tenaga panas bumi. Jika uap berkembang melalui piston atau turbin, akan menyebabkan

kerja mekanik.

Cara kerja mesin uap berbeda dengan mesin yang berbahan bakar bensin seperti cara

kerja motor bakar. Cara kerja Mesin uap secara teoritis lebih sederhana dari motor bakar karena

sumber energi sudah terjadi pada pemanas ditempat lain. Mesin uap adalah teknologi yang
paling tua dari mesin penggerak tersebut. Keberadaannya yang di mulai berdasarkan ide

sederhana dari James Watt menggantikan hewan seperti kuda dan sapi sebagai pembantu kerja

manusia pada saat itu baik sebagai kendaraan maupun sebagai mesin penggilingan dipabrik-

pabrik gula.

Berikut cara kerja mesin uap: Mesin uap bekerja karena perubahan tekanan dan volume

sejumlah kecil air bermassa tetap. Air dari pengembun melalui ketel uap masuk kekamar

pemuaian dan kembali ke pengembun. Air dalam pengembun bertekanan kurang dari tekanan

atmosfer dan bertemperatur kurang dari titik didih normal. Dengan memakai pompa air

dimasukkan dalam ketel yang bertekanan dan temperaturnya lebih tinggi. Di dalam ketel mula-

mula air dipanaskan sampai mencapai titik didihnya, kemudian kedua proses ini diuapkan kira-

kira pada tekanan yang tetap.

Selanjutnya uap yang sangat panas pada tekanan yang sama, dibiarkan mengalir ke dalam

silinder. Dalam hal ini uap memuai dengan proses yang mendekati proses adiabatik untuk

mendorong piston. Proses ini berlangsung sampai tekanan dan temperaturnya menurun

mendekati tekanan dan temperatur turbin di dalam pengembun. Akhirnya, uap mengembun

menjadi air dengan tekanan dan temperatur semula. Maka siklus sudah lengkap atau kembali ke

awal.

Dalam kejadian sebenarnya, pada mesin uap terdapat beberapa proses yang menyebutkan analisis

tepat sukar dilakukan. Proses tersebut sebagai berikut:

 Percepatan dan tubulensi karena perbedaan tekanan untuk mengalirkan uap dari

bagian dasar ke bagian lainnya.

 Gesekan

 Hantaran kalor melalui dinding ketika pemuaian uap


 Pemindahan kalor karena temperatur.

DAFTAR PUSTAKA

http://sejarahkendaraanbermesin.blogspot.co.id/2012/12/sejarah-awal-mula-kapal-uap.html
http://prioritaspendidikan.org/id/post/736/kapal-uap-untuk-belajar-perpindahan-kalor
http://sejarahkendaraanbermesin.blogspot.co.id/2012/12/sejarah-awal-mula-kapal-uap.html