Anda di halaman 1dari 16

RANTAI PENGANGKUTAN ELEKTRON

(Paper Biokimia II)

Oleh

Rian Fadlya Amha NPM. 1317011061


Asdini Virginia NPM. 1417011009
Astriva Novri Harahap NPM. 1417011011
Ayisa Ramadona NPM. 1417011013
Bidari Maulid Diana NPM. 1417011017
Dellania Frida Yulita NPM. 1417011020
Dessy Tiara Elvia N NPM. 1417011022
Fendi Setiawan NPM. 1417011037
Fergina Prawaningtyas NPM. 1417011038

JURUSAN KIMIA
FAKULTAS MATEMATIKA DAN ILMU PENGETAHUAN ALAM
UNIVERSITAS LAMPUNG
2016

i
DAFTAR ISI

BAB 1. PENDAHULUAN………………………………………………1
1.1 Latar Belakang……………………………………………….1

BAB 2. PEMBAHASAN…………………………………………….......2
2.1. Rantai Pernapasan. . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . 2
2.2. Zat Penghambat Pengangkutan Elektron. . . . . . . . . . . . . . . . .3
2.3. Reduksi Oksigen Tahap Akhir Pengangkutan Elektron….…4
2.4. Energi Pengangkutan Elektron……………………….……..5

BAB 3. KESIMPULAN…………………………………………………8

DAFTAR PUSTAKA……………………………………………………9

DAFTAR PERTANYAAN……………………………………………..10

ii
iii
iv
I. PENDAHULUAN

1.1 Latar Belakang

Penelitian pada tahun 1948 oleh Eugene Kennedy dan Albert Lehninger
bahwa mitokondria adalah tempat terjadinya fosforilasi oksidatif pada
eukariot menjadi awal mula berkembangnya studi tentang energi biologis.
Mitokondria, seperti pada bakteri gram negatif, memiliki dua membran.
Membran yang terluar bersifat permeabel untuk molekul-molekul kecil (Mr <
5000) dan ion-ion, yang bergerak bebas melalui saluran antarmembran yang
dibentuk oleh sekumpulan membran protein integral yang disebut porin.
Membran yang lebih dalam bersifat nonpermeabel untuk beberapa molekul
kecil dan ion, termasuk proton (H+); satu-satunya spesies yang dapat
melewati membran ini hanyalah melewati tahapan transport yang khusus.
Membran yang lebih dalam ini mengandung komponen yang bertanggung
jawab terhadap rantai respirasi dan sintase ATP.

Transpor elektron merupakan suatu proses yang sangat penting dalam


metabolisme. Melalui proses ini dihasilkan banyak energi dan senyawa yang
penting untuk menopang keberlangsungan proses lainnya. Oleh karena itu
sangat penting bagi seorang mahasiswa Biokimia untuk mengetahui proses
yang terjadi pada transpor elektron.

1
II. PEMBAHASAN

2.1. Rantai Pernapasan

Pengangkutan elektron yang dirangkaikan dengan fosforilase bersifat oksidasi


(pembentukan ATP dari ADP + Pi) yaitu mengasilkan CO2 + H2O dan ATP.
Rantai pengangkutan elektron ini juga disebut rantai pernapasan, yang
terdapat di dalam membran mitokondria.

Pengangkutan elektron dimulai dengan masuknya pasangan elektron atau


ekivalen hidrogennya, dari senyawa substrat pernapasan ke dalam rantai
pernapasan. Elektron tersebut selanjutnya dialirkan sepanjang rantai melalui
berbagai senyawa dan enzim oksidasi-reduksi pembawa elektron yang
akhirnya ditangkap oleh molekul oksigen pada salah satu ujung rantai. Proses
ini merupakan kegiatan sel yang utama untuk menghasilkan energi dalam
bentuk ikatan fosfat, yaitu ATP, yang dihasilkan dengan suatu proses yang
disebut fosforilasi yang bersifat oksidasi. Dalam hal ini reaksi endergonik
pembentukan ATP dari ADP + Pi dirangkaikan dengan reaksi eksergonik
oksidasi-reduksi pengangkutan elektron dari suatu molekul dengan potensial
okisdasi-reduksi (E0 volt) yang lebih negatif ke yang kurang negatif.

Pernapasan atau respirasi merupakan proses reaksi kimia yang terjadi bila sel
menyerap oksigen, menghasilkan CO2 dan air. Sumber karbon yang dipakai
dalam proses ini tidak khusus. Pernapasan dalam arti yang lebih khusus
adalah proses-prosespenguraian glukosa dengan menggunakan oksigen,
menghasilkan CO2, air, dan energi (dalam bentuk energi kimia, ATP) yang
melibatkan jalan metabolisme glikolisis, daur Krebs, dan fosforilase bersifat
oksidasi.

2
H+ → hasil utama dari siklus Krebs ditangkap oleh carrier NAD+ menjadi
NADH. H+ dari NADH ditransfer ke → Flavoprotein (FMN) → Fe.S →
Quinon → sitokrom b → sitokrom c → sitokrom a3 → terus direaksikan
dengan O2 → H2O + E.

Rangkaian transfer H dari satu carrier ke carrier lainya disebut rantai


respirasi. Rantai Respirasi terjadi didalam mitokondria → transfer atom H
antar carrier memakai enzim dehidrogenase → sedangkan reaksi H + O2
memakai enzim Oksidase. Tidak semua substrat masuk ke dalam rantai
respirasi lewat enzim dehidrogenase-NAD sebagian substrat karena potensial
redoksnya lebih positif (misalnya fumarat/suksinat) berhubungan langsung
dengan enzim flavoprotein dehidrogenase yang selanjutnya akan
berhubungan dengan sitokrom pada rantai respirasi.

Proses reaksi eksergonik mengalirkan elektron dari NADH ke O2


dirangkaikan dengan proses fosforilasi bersifat oksidasi ( pembentukan ATP
dari ADP dan Pi ) pada tiga tahap reaksi pengangkutan elekron, yaitu :
1. Dari NAD ke FMN
2. Dari sitokrom b ke sitokrom c
3. Dari sitokrom a3ke O2.
Dengan demikian pasangan elektron dari senyawa subtrat pernapasan yang
masuk rantai pernapasan melalui NAD+ akan menghasilkan 3 molekul ATP
per 1 atom O ( atau ½ O2) yang dipakai. Sedangkan yang masuknya melalui
koenzim - Q menghasilkan 2 ATP. Malat, isositrat, dan α-ketoglutarat adalah
senyawa antara daur asam trikarboksilat yang memasukkan elektronnya
melalui NAD, sedangkan suksinat melalui koenzim Q.

2.2. Zat Penghambat Pengangkutan Elektron

Dalam buku Biokimia karangan Muhammad Wirahadikusumah dijelaskan


bahwa ada beberapa zat yang dapat menghambat pengangkutan elektron,
antara lain:

3
1. Zat yang dapat menghambat NADH dehidrogenase.

Terdiri dari rotenon, amital dan pierisidin.

2. Zat penghambat proses pengangkutan elektron dari sitokrom b ke


sitokrom c.

Zat ini didapatkan dari Steptomices griseus yang dikenal dengan nama
antimisin A.

3. Zat penghambat transpor elektron dari sitokrom aa3 ke O2.

Terdiri dari hidrogen sianida, hidrogen sulfida dan karbon monoksida.

2.3. Reduksi Oksigen Tahap Akhir Pengangkutan Elektron

Sebelum mengetahui proses reduksi oksigen dalam proses transfer elektron,


kita harus mengetahui dulu bagaimana tahap-tahap terjadinya proses ini :

1. Transfer elektron

Pertama-tama, NADH dan FADH2 mengalami oksidasi, dan elektron


berenergi tinggi yang berasal dari reaksi oksidasi ini ditransfer ke koenzim
Q. Energi yang dihasilkan ketika NADH dan FADH2 melepaskan
elektronnya cukup besar untuk menyatukan ADP dan fosfat anorganik
menjadi ATP. Kemudian koenzim Q dioksidasi oleh sitokrom b. Selain
melepaskan elektron, koenzim Q juga melepaskan 2 ion H+.

Setelah itu sitokrom b dioksidasi oleh sitokrom c. Energi yang dihasilkan


dari proses oksidasi sitokrom b oleh sitokrom c juga menghasilkan cukup
energi untuk menyatukan ADP dan fosfat anorganik menjadi ATP.
Kemudian sitokrom c mereduksi sitokrom a, dan ini merupakan akhir dari
rantai transpor elektron.

2. Reduksi Atom Oksigen

Sitokrom a ini kemudian akan dioksidasi oleh sebuah atom oksigen, yang
merupakan zat yang paling elektronegatif dalam rantai tersebut, dan
merupakan akseptor terakhir elektron.

4
Untuk kali ini akan dijelaskan konsep bagaimana reduksi oksigen (O2)
pada proses transfer electron. Seperti yang dijelaskan bahwa setelah
sitokrom A tereduksi, kemudian langsung dioksidasi oleh sebuah atom
oksigen. Oksigen disini adalah akseptor terakhir pada transfer electron
yang akan bergabung dengan ion H+ dari oksidasi koenzim Q (Q) oleh
sitokrom B (cyt.b). tapi sebelum itu, pengangkutan electron dari NADH ke
ubiquinon (Koenzim Q) yang berlangsung tahap satu electron dan dari
koenzim Q menuju O2 yang berlangsung tahap dua elektron merupakan
macam rantai pernapasan dilihat dari jumlah electron per molekul
pembawa electron.

O2 disini akan tereduksi menghasilkan dua molekul H2O yang memerlukan


empat electron untuk setiap molekul H2O yang tereduksi. Namun apabila
itu terjadi, maka bukan molekul H2O yang dihasilkan, melainkan radikal
superoksida (O2- ) jika direduksi oleh satu electron, dan hidrogen peroksida
(H2O2) jika direduksi oleh dua electron. Baik O2- maupun H2O2 merupakan
zat yang sangat beracun bagi tubuh yang mampu merusak berbagai gugus
fungsi biomolekul pada tubuh. O2- disini diubah menjadi H2O2 oleh suatu
enzim superoksida dismutase. Enzim ini banyak dihasilkan di
mitokondria (banyak mengandung Mn2+) dan sitoplasma (banyak
mengandung Cu2+ dan Zn2+). Selanjutnya H2O2 diubah enzim katalase
menjadi H2O. penggabungan ion H+ dari sitokrom B dan reduksi oksigen
tadi ternyata menghasilkan energy. Energy disini dapat menyatukan ADP
dan fosfat anorganik menjadi ATP, sehingga proses transfer electron tadi
menghasilkan ATP di tiga tempat yang berbeda beserta H2O yang
dihasilkan dari proses reduksi ini.

2.4. Energi Pengangkutan Elektron

Termodinamika biokimia memberikan prinsip dasar untuk menjelaskan


mengapa sebagian reaksi dapat terjadi dan sebagian reaksi yang lain tidak
dapat terjadi.

5
1. Sistem nonbiologik dapat menggunakan energi panas untuk
melangsungkan kerjanya.
2. Sistem biologik bersifat isotermik dan menggunakan energi kimia untuk
memberikan tenaga bagi proses kehidupan.

Termodinamika biokimia menerangkan berbagai macam perubahan energi


yang menyertai reaksi-reaksi biokimia. Energi bebas merupakan bagian dari
energi total yang dapat digunakan untuk kerja-kerja bermanfaat, difungsikan
berdasarkan hukum thermodinamika pertama dan kedua. Hukum
thermodinamika pertama menyatakan jumlah energi dalam suatu sistem dan
lingkungannya adalah tetap.Hukum kedua menyatakan bahwa suatu proses
dapat berlangsung spontan hanya bila jumlah entropi suatu sistem dan
lingkungannya bertambah.

Jika ΔG =ΔH – TΔS


dimana ΔG =ΔE - TΔS
ΔH = Perubahan entalpi (panas)
ΔE = Perubahan energi total internal
 ΔG negatif, reaksi berlangsung spontan dengan kehilangan
energibebas.Reaksi bersifat eksoterm.
 ΔG positif, reaksi berlangsung hanya kalau dapat diperoleh energibebas.
Reaksi bersifat endoterm.
 ΔG = 0, sistem tersebut berada dalam keseimbangan dan tidak
adaperubahan netto yang terjadi.

Perubahan energi bebas baku (ΔGo’) dari reaksi oksidasi reduksi antara satu
molekul pembawa elektron dengan molekul lainnya dinyatakan dengan
persamaan :
ΔGo’ = -nFΔEo’
n = jumlah elektron yang diangkut
F = bilangan Faraday (23062 kkal)

6
ΔEo’ = perbedaan potensial baku Eo’antara molekulpenerima dan pemberi
elektron dalam pengangkutan tersebut.

Telah diketahui bahwa Eo NADH = -0,32 Volt dan O2 = +0,82 Volt. Maka
Go’ untuk pengangkutan elektron dari NADH ke O2 (sepanjang rantai
pernafasan) adalah
ΔGo’ = -2 x 23062 x [0,82-(-0,32)]
= -52700 kal/mol = -52,7 kkal/mol

Perubahan energi bebas negatif yang dihasilkan oleh pengangkutan sepasang


elektron dari NADH ke O2 dalam rantai pernafasan ini jauh lebih besar
daripada ΔGo’ penguraian ATP menjadi ADP + Pi (ΔGo’= -7,3kkal/mol).
Oleh karena itu, ΔGo’ pengangkutan elektron dalam pernafasan cukup besar
untuk menghasilkan beberapa molekul ATP dari ADP+ Pi, apabila terdapat
suatu elektron dan pembentukan ATP dari ADP + Pi atau proses fosforilasi
bersifat oksidasi.

7
III. KESIMPULAN

Kesimpulan dari pembuatan paper yaitu dimana kita dapat mengetahui proses
pengangkutan/transfer electron dalam proses respirasi, sebagaimana dalam proses
glikolisis dan daur krebs yang juga menghasilkan ATP, dimana pada proses
transfer electron ini mampu menghasilkan total 6 ATP, dan yang dihasilkan bukan
hanya ATP, melainkan molekul H2O yang terbentuk dari penggabungan dua atom
H dan atom O yang mengalami reduksi.

Kata Kunci : H2O, Elektron

8
DAFTAR PUSTAKA

Nelson, David L. and Michael M. Cox. 2008. Lehninger : Principle of


Biochemistry. WH Freeman and Company. New York.

Wirahadikusumah, Muhamad. 1985. Biokimia : Metabolisme Energi,


Karbohidrat, dan Lipid. ITB. Bandung.

9
10
DAFTAR PERTANYAAN

Sesi 1
1. Berliana (Kel.5)

Apabila kita terkena penyakit asma, bagian manakah yang terganggu pada
proses respirasi tersebut?
2. Deni Diora (Kel.4)

Telah dijelaskan zat-zat yang mampu menghambat rantai pengangkutan


electron, mengapa dan bagaimana zat-zat tersebut dapat menganggu proses
tersebut?

3. Elisabeth (kel.4)
Adakah zat atau enzim yang mampu membantu transfer electron dari
NADH menjadi NAD+ ? , Jelaskan!

Sesi 2

4. Devi Tri (Kel.2)


Dalam buku Wirahadikusumah dijelaskan pengangkutan electron dapat
melalui mitokondria, apakah transfer pengangkutan electron yang terjadi
sama untuk heterotrof?

5. Erien (Kel.3)

Pada Skema pengangkutan electron, apa saja enzim yang bekerja dan apa
peranannya?

11
Jawaban

1. Kemungkinan pada proses reaksi O2 menjadi H2O, dimana pada


penderita asma, proses pembentukan O2 dari reduksi oksigen dengan atom
H yang dihasilkan terganggu sehingga penderita seolah sesak nafas akibat
kekurangan O2.

2. zat- zat penganggu seperti pirisidin, antimisin A, atau rotenone memiliki


kemiripan struktur dengan ubiquinon (koenzim Q) sehingga menghambat
proses transfer electron.

3. Ada, yaitu Enzim NAD Dehidrogenase yang mampu mengubah NADH


menjadi NAD+

5. ATP Sintase = untuk sintesis pembuatan ATP dari ADP dan PPi

NAD Dehidrogenase = membantu proses transfer electron dari NADH


menjadi NAD+

12