Anda di halaman 1dari 14

BAB I

PENDAHULUAN
A. LATAR BELAKANG
Biokimia berasal dari kata bio artinya organisme hidup, sedangkan kimia
adalah satu cabang ilmu pengetahuan yang mempelajari tentang perilaku dari
bahan-bahan kimia. Ilmu Kimia juga menitik beratkan terhadap komposisi bahan
dan sifat-sifat yang berhubungan dengan komposisi. Juga mengkonsentrasikan
perbedaan interaksi senyawa satu dengan senyawa lainnya dalam reaksi kimia
untuk membentuk zat-zat baru (Brady dan Humiston, 1986).
Biokimia adalah ilmu yang mempelajari proses kimia dalam organisme hidup.
Biokimia mengatur semua organisme hidup dan proses hidup. Dengan mengontrol
arus informasi melalui sinyal biokimia dan aliran energi kimia melalui
metabolisme, proses biokimia menimbulkan fenomena yang tampaknya magis
kehidupan. Sebagian besar berkaitan biokimia dengan struktur dan fungsi
komponen seluler seperti protein, karbohidrat, lipid, dan enzim. Selama 40 tahun
terakhir biokimia telah menjadi begitu sukses dalam menjelaskan proses hidup
yang sekarang hampir semua bidang ilmu kehidupan dari botani untuk obat yang
terlibat dalam penelitian biokimia. Hari ini fokus utama biokimia murni adalah
memahami bagaimana molekul biologis menimbulkan proses-proses yang terjadi
dalam sel-sel hidup yang pada gilirannya sangat berhubungan dengan studi dan
pemahaman seluruh organisme. Oleh karena itu pada makalah ini penulis akan
membahas mengenai karbohidrat, protein, lipid, enzim dan juga mengenai vitamin
dan mineral.
Mineral merupakan salah satu komponen yang sangat diperlukan oleh
makhluk hidup di samping karbohidrat, lemak, protein, dan vitamin, dan
air.Berbagai unsur anorganik (mineral) terdapat dalam bahan biologi, tetapi tidak
atau belum semua mineral tersebut terbukti esensial, sehingga ada mineral
esensial dan non esensial.
Mineral esensial yaitu mineral yang sangat diperlukan dalam proses fisiologis
makhluk hidup untuk membantu kerja enzim atau pembentukan organ. Unsur-

1
unsur mineral esensial dalam tubuh terdiri atas dua golongan, yaitu mineral makro
dan mineral mikro.
Mineral makro diperlukan untuk membentuk komponen organ di dalam tubuh.
Mineral mikro yaitu mineral yang diperlukan dalam jumlah sangat sedikit dan
umumnya terdapat dalam jaringan dengan konsentrasi sangat kecil.Mineral non
esensial adalah logam yang perannya dalam tubuh makhluk hidup belum
diketahui dan kandungannya dalam jaringan sangat kecil.Bila kandungannya
tinggi dapat merusak organ tubuh makhluk hidup yang bersangkutan.

B. RUMUSAN MASALAH
Berdasarkan uraian yang terdapat pada latar belakang maka rumusan masalah
yang terdapat dalam penulisana makalah ini adalah sebagai berikut:
1. Apa pengertian dari mineral ?
2. Apa saja fungsi mineral ?
3. Ada berapa klasifikasi mineral ?
4. Bagaimana dampaknya apabila kita kelebihan dan kekurangan asupan dari
mineral tersebut ?

C. TUJUAN
Tujuan yang ingin dicapai dalam penulisan makalah ini adalah sebagai
berikut:
1. Untuk mengetahui pengertian dari mineral.
2. Untuk mengetahui fungsi mineral.
3. Untuk mengetahui klasifikasi mineral.
4. Untuk mengetahui bagaimana dampaknya apabila kita kelebihan dan
kekurangan asupan dari mineral tersebut.

2
BAB II
PEMBAHASAN
A. PENGERTIAN
Mineral ialah zat gizi yang dibutuhkan manusia guna mendukung proses
tumbuh serta berkembang oleh tubuh dalam jumlah yang sedikit atau kecil.
Mineral mempunyai komposisi unsur murni dan juga garam sederhana yang
sangat kompleks dengan beberapa jenis bentuk hingga ribuan bentuk. Dalam
mendefinisikan arti mineral, ada banyak sekali tergantung dari mana memandang
pengertian dari mineral itu sendiri, dapat dari ilmu farmasi atau ilmu geologi.
Pengertian mineral dari sudut pandang ilmu geologi merupakan suatu benda
yang dibentuk dengan melalui proses dari alam dan pada umumnya bentuknya
padat serta tersusun dari beberapa kandungan kimia. Ilmu yang mempelajari hal-
hal tentang mineral adalah miteralogi. Mineral merupakan sebuah substansi
anorganik yang diperlukan tubuh dalam jumlah yang kecil guna berbagai fungsi
tubuh. Vitamin berbeda dengan mineral, hal ini karena vitamin merupakan
senyawa yang terdiri dari berbagai unsur seperti : karbon, hidrogen, oksigen.
Mineral merupakan unsur kimia individu. Mineral tidak dapat rusak.
Kandungan mineral dari berbagai jenis makanan biasanya disebut “abu”, hal ini
karena mineral ialah produk yang tersisa dari makanan setelah seluruh makanan
tersebut dihancurkan pada suhu yang tinggi atau didegradasi oleh bahan kimia.
Pada tubuh manusia, mineral membentuk sekitar 4 persen dari berat badan orang
dewasa.
Mineral merupakan komponen ion organik yang terdapat dalam tubuh
manusia. Berdasarkan dari kebutuhannya, mineral terbagi menjadi 2 kelompok
yaitu mineral makro dan mineral mikro.Mineral makro dibutuhkan dengan jumlah
>100 mg per hari sedangkan mineral mikro dibutuhkan dengan jumlah <100 mg
per hari.
Mineral mikro adalah kelompok mineral yang diperlukan oleh tubuh dalam
jumlah yang relatif kecil dibandingkan kelompok mineral yang lain, akan tetapi
walaupun jumlahnya sedikit, kekurangan unsur mineral ini akan menyebabkan
terganggunya proses fisiologis yang terjadi dalam tubuh.

3
Tubuh manusia juga mengandung sejumlah kecil unsur-unsur lain yang ada
dalam system periodic. Secara normal besi lebih banyak jika dibandingkan dengan
unsure yang lainnya yaitu cadmium, kobalt, logam mulia seperti emas dan perak
hanya ditemukan dalam jumlah sedikit.
Banyak mineral mikro yang esensial bagi tubuh, kesehatan, reproduksi,
merupakan kofaktor bagi beberapa enzim, komponen cairan tubuh, tempat untuk
mengikat oksigen, dan merupakan komponen structural makromolekul
nonenzimatik. Unsur mikro cenderung berakumulasi dalam lembaga biji-bijian
yang mengandung konsentrasi vitamin B yang tinggi. Umumnya bahan makanan
yang dibersihkan dalam diet manusia mungkin yang menjadi penyebab terjadinya
defisiensi beberapa mineral dalam masyarakat.

B. FUNGSI MINERAL
Kebutuhan setiap orang akan mineral bervariasi dan berbeda-beda tergantung
pada umur, kesehatan, jenis kelamin, serta kondisi fisiologis seperti kehamilan.
Mineral mempunyai nilai biologis yang cukup penting guna mempertahankan
fungsi fisiologis dan struktural, mencegah defisiensi, serta mencegah turunnya
kondisi kesehatan. Berikut fungsi mineral :

1. Membantu serta menjaga kesehatan otot, jantung, dan juga saraf.


2. Mengatur tekanan osmotik dalam tubuh.
3. Menghasilkan berbagai jenis enzim.
4. Memelihara, mengeraskan, dan mengendalikan tulang serta proses faal
dalam tubuh.
5. Sebagai katalis terhadap berbagai proses biokimia yang terjadi dalam
tubuh.
6. Kontraksi pada otot serta respon saraf.
7. Pembentukan struktur jaringan lunak dan keras, dalam kerja sistem enzim.
8. Membantu dalam pembuatan antibodi.
9. Menjaga keseimbangan air dan asam basa dalam darah.
10. Menyusun kerangka tubuh, otot, serta gigi.

4
11. Sebagai aktivator yang berperan dalam enzim dan hormon.
12. Menjaga kesehatan tulang dan fungsi otak,
13. Mencegah nyeri otot, berperan dalam proses pembangunan sel.
14. Mengangkut oksigen ke seluruh tubuh.

C. KLASIFIKASI MINERAL
Unsur mineral merupakan salah satu komponen yang sangat diperlukan oleh
makhluk hidup di samping karbohidrat, lemak, protein, dan vitamin, juga dikenal
sebagai zat anorganik atau kadar abu. Sebagai contoh, bila bahan biologis dibakar,
semua senyawa organik akan rusak; sebagian besar karbon berubah menjadi gas
karbon dioksida (CO hidrogen menjadi uap air, dan Nitrogen menjadi uap
Nitrogen (N) Sebagian besar mineral akan tertinggal dalam bentuk abu dalam
bentuk senyawa anorganik sederhana, serta akan terjadi penggabungan antar
individu atau dengan oksigen sehingga terbentuk garam anorganik.
Berbagai unsur anorganik (mineral) terdapat dalam bahan biologi, tetapi tidak
atau belum semua mineral tersebut terbukti esensial, sehingga ada mineral
esensial dan non esensial.
Mineral esensial yaitu mineral yang sangat diperlukan dalam proses fisiologis
makhluk hidup untuk membantu kerja enzim atau pembentukan organ. Unsur-
unsur mineral esensial dalam tubuh terdiri atas dua golongan, yaitu mineral makro
dan mineral mikro.
Mineral makro diperlukan untuk membentuk komponen organ di dalam
tubuh.Mineral mikro yaitu mineral yang diperlukan dalam jumlah sangat sedikit
dan umumnya terdapat dalam jaringan dengan konsentrasi sangat kecil.Mineral
non esensial adalah logam yang perannya dalam tubuh makhluk hidup belum
diketahui dan kandungannya dalam jaringan sangat kecil.Bila kandungannya
tinggi dapat merusak organ tubuh makhluk hidup yang bersangkutan.

5
 Menurut jenisnya, klasifikasi mineral dibedakan menjadi 2, yaitu :
1. Mineral Organik adalah mineral yang dibutuhkan serta berguna bagi tubuh
kita, yang dapat kita peroleh melalui makanan yang kita konsumsi setiap
hari seperti nasi, ayam, ikan, telur, sayur - sayuran serta buah - buahan,
atau vitamin tambahan.
2. Mineral Anorganik adalah mineral yang tidak dibutuhkan serta tidak
berguna bagi tubuh kita. Contohnya : Timbal Hitam (Pb), Iron Oxide (Besi
Teroksidasi), Mercuri, Arsenik, Magnesium, Aluminium atau bahan-
bahan kimia hasil dari resapan tanah dan lain.
 Menurut bentuknya, klasifikasi mineral dibedakan menjadi 2, yaitu :
1. Mineral Makro : Kalsium (Ca), Fosfor (P), Magnesium (Mg), Natrium
(Na), Klorida (Cl), Kalium (K)
2. Mineral Mikro :
Besi (Fe), Seng (Zn), Iodium (I), Selenium (Se), Tembaga (Cu), Mangan
(Mn), Kromium (Cr), dan Fluor (F)
 Berdasarkan takaran mineral jumlah kebutuhan dalam per hari, mineral dapat
dibagi menjadi 3 jenis, antara lain :

1. Major Minerals
Major Minerals atau mineral utama ialah mineral yang dibutuhkannya
dalam jumlah yang cukup banyak yaitu sekitar lebih dari 100 mg termasuk

6
diantaranya magnesium, kalsium, kalium, fosfor, sulfur, natrium, dan
klorida.
2. Trace Minerals
Trace Minerals dibutuhkan pada tingkat sekitar kurang dari 100 mg per
hari. Terdapat 9 jenis mineral yang termasuk dalam kategori ini, antara
lain : zat besi, fluoride, mangan, seng, yodium, selenium, tembaga,
molibdenum, dan kromium.
3. Ultratrace Minerals
Ultratrace Minerals ialah mineral yang ditemukan pada tubuh manusia,
namun jumlah kebutuhan mineral jenis ini tidak diketahui.Ini termasuk
arsenik, nikel, silikon, boron, serta vanadium.

D. KELEBIHAN DAN KEKURANGAN MINERAL


1. Besi (Fe)
Zat besi merupakan mineral mikro yang paling banyak terdapat di dalam tubuh manusia,
yaitu sebanyak 3 – 5 gram. Besi mempunyai beberapa fungsi esensial di dalam
tubuh: sebagai alat angkut oksigen dari paru-paru ke jaringan tubuh, sebagai alat angkut
elektron di dalam sel, dan sebagai bagian terpadu berbagai reaksi enzim di dalam jaringan
tubuh. Walaupun terdapat luas di dalam makanan banyak penduduk mengalami kekurangan
zat besi.
Sumber Fungsi Akibat Kelebihan Akibat Kekurangan

Daging, ikan,  Respirasi Cirrhosis  Lesu


unggas, hati, seluler (pembengkakan  Pusing
susu, telur,  Membentuk karena  Anemia
sayuran hijau, dan hemoglobin meningkatnya
tepung gandum cairan pada hati)

7
2. Seng (Zn)
Tubuh mengandung 2 – 2,5 gram seng yang tersebar di hampir semua sel. Sebagian besar
seng berada di dalam hati, pankreas, ginjal, otot, dan tulang. Jaringan yang banyak
mengandung seng adalah bagian mata, kelenjar prostat, spermatozoa, kulit, rambut, dan
kuku. Di dalam cairan tubuh, seng terutama merupakan ion intraselular.
Sumber Fungsi Akibat Kelebihan Akibat
Kekurangan

Ikan, kerang,  Membantu  Lelah Pertumbuhan


hati, daging, proses  Anemia fisik tidak
susu, telur, metabolism,  Gangguan sempurna
dan tiram  Pertumbuhan reproduksi, (kerdil)
dan  Mempercepat
reproduksi timbulnya
aterosklerosis

3. Yodium (I)
Yodium ada di dalam tubuh dalam jumlah sangat sedikit, yaitu sekitar 15 – 23 mg. Sekitar
75% dari yodium ada di dalam kelenjar tiroid, yang digunakan untuk mensintesis hormon
tiroksin, tetraiodotironin (T4), dan triiodotironin (T3). Hormon-hormon ini
diperlukan untuk pertumbuhan normal, perkembangan fisik dan mental. Sisa
yodium ada di jaringan lain, terutama di dalam kelenjar ludah, payudara,
lambung, dan ginjal. Di dalam darah yodium terdapat dalam bentuk yodium
bebas atau terikat dengan protein (Protein Bound Iodine/ PBI).
Sumber Fungsi Akibat Kelebihan Akibat
Kekurangan

Ikan, udang, Membantu fungsi Menutup jalan Penyakit gondok


kerang, minyak kelenjar tiroid pernapasan

8
ikan, sayuran, dan sehingga Penyakit
garam beryodium Pembentukan menimbulkan kretinisme
hormon tiroksin sesak napas Tumbuh kerdil

4. Selenium (Se)
Jumlah selenium dalam tubuh sebanyak 3 – 30 mg. Selenium merupakan
bagian esensial dari enzim glutation peroksidase.
Sumber Fungsi Akibat Kelebihan Akibat
Kekurangan

Makanan laut,  Sebagai  Muntah Kardiomiopati


daging, dan antioksidan  Diare atau degenerasi
unggas  Mencegah  Rambut otot jantung
penyakit rontok
kanker

5. Tembaga (Cu)
Tembaga dianggap sebagai zat gizi esensial pada tahun 1928, ketika
ditemukan bahwa anemia hanya dapat dicegah bila tembaga dan besi ada
dalam tubuh dalam jumlah yang cukup. Dalam melakukan fungsinya dalam
tubuh, tembaga banyak berinteraksi dengan seng, molibden, belerang, dan
vitamin C. Tembaga di dalam tubuh sebanyak 50 – 120 mg. Tembaga tersebut
ditemukan di otot, hati, otak, darah, tulang, dan ginjal.
Sumber Fungsi Akibat Kelebihan Akibat Kekurangan

Kacang-  Pembentukan  Serosis  Anemia


kacangan hemoglobin dan hati  Gangguan

9
, hati, eritrosit  Muntah fungsi
kerang,  Sintesis  Diare kekebalan
tiram, hormon
unggas,
cokelat,
dan air

6. Mangan (Mn)
Kekurangan mangan pada manusia baru dilaporka pada tahun 1972. Tubuh
hanya mengandung 10 – 20 mg mangan yang ditemukan di tulang.
Sumber Fungsi Akibat Akibat Kekurangan
Kelebihan

Pisang, sayuran Sebagai Keracunan  Penurunan


hijau, dan katalisator dari karena kelebihan berat badan
gandum beberapa reaksi mangan dapat  Iritasi kulit
metabolik yang terjadi bila  Mual &
penting pada lingkungan muntah
protein, terkontaminasi
karbohidrat, dan oleh mangan.
lemak

7. Kromium (Cr)
Kromium pertama kali dihubungkan dengan kekurangan pada manusia tahun
1966.Krom merupakan mineral esensial yang berperan dalam metabolisme
karbohidrat dan lipid.
Sumber Fungsi Akibat Akibat
Kelebihan Kekurangan

10
Sayur-sayuan,  Kromium Kelebihan Kekurangan
biji-bijian, dibutuhkan kromium karena kromium karena
daging, dan dalam makanan belum makanan sangat
makanan laut metabolisme pernah jarang terjadi,
karbohidrat ditemukan. oleh karena itu
dan lipida Pekerja yang AKG untuk
 Kromium terkena limbah krom belum
bekerja sama industri dan cat ditentukan
dengan yang
insulin mengandung
pelepasan krom tinggi
dalam dikaitkan
memudahkan dengan kejadian
masuknya penyakit hati
glukosa ke dan kanker paru-
dalam sel-sel paru

8. Flour (F)
Flour terdapat di dalam tanah, air, tumbuh-tumbuhan, dan hewan. Hanya
sedikit sekali ada di dalam tubuh manusia, namun peranannya penting.

Sumber Fungsi Akibat Kelebihan Akibat Kekurangan

Susu, Menguatkan  Fluorosis  Kerusakan gigi


kuning tulang dan  Muntah  Osteoporosis
telur, ikan, gigi  Diare
garam, dan
air

11
9. Molibden (Mo)
Molibden bekerja sebagai kofaktor berbagai enzim, antara lain xantin
oksidase, sulfat oksidase, dan aldehid oksidase yang mengkatalisis reaksi
oksidasi-reduksi.

Sumber Fungsi Akibat Kelebihan Akibat


Kekurangan
Susu, hati, dan Sebagai kofaktor Konsumsi Mo Melalui makan
kacang-kacangan berbagai enzim berlebihan parenteral total,
dihubungakan gejalanya mudah
dengan sindroma tersinggung,
mirip gout pikiran kacau,
peningkatan laju
pernapasan dan
denyut jantung
yang dapat
berakhir dengan
pingsan

12
BAB III

PENUTUP
A. Kesimpulan
Mineral ialah zat gizi yang dibutuhkan manusia guna mendukung proses
tumbuh serta berkembang oleh tubuh dalam jumlah yang sedikit atau kecil.
Berbagai unsur anorganik (mineral) terdapat dalam bahan biologi, tetapi tidak
atau belum semua mineral tersebut terbukti esensial, sehingga ada mineral
esensial dan non esensial.
Mineral mikro adalah kelompok mineral yang diperlukan oleh tubuh dalam
jumlah yang relatif kecil dibandingkan kelompok mineral yang lain, akan tetapi
walaupun jumlahnya sedikit, kekurangan unsur mineral ini akan menyebabkan
terganggunya proses fisiologis yang terjadi dalam tubuh.
Meskipun jumlah mineral mikro sangat sedikit yang dubtuhkan dalam tubuh
manusia, namun mempunyai peran yang sangat penting. Kekurangan dan
kelebihan mineral mikro dapat menyebabkan beberapa penyakit sehingga asupan
dari mineral mikro harus diperhatikan.

B. Saran
Agar tubuh dapat menjalankan fungsi fisiologinya, maka tubuh kita
memerlukan mineral mikro yang sesuai dengan kebutuhan sehari-hari. Jika
terdapat salah satu unsur mineral yang tidak terpenuhi, maka akan menyebabkan
terganggunya proses fisiologis yang terjadi dalam tubuh. Oleh karena itu, kita
harus selalu memenuhi kebutuhan unsur mineral dalam tubuh kita.

13
DAFTAR PUSTAKA

Almatsir Sunita. 2010. Prinsip Dasar Ilmu Gizi . Jakarta: Gramedia Pustaka

Utama Prawirohartono Slamet dan Sri Hidayati. 2007.Sains Biologi 2 SMA/MA.


Jakarta: Bumi Aksara

Aryulina Diah, dkk. 2007.Biologi 2 SMA dan MA untuk Kelas XI . Jakarta:


Erlangga

Page, D.S. 1997. Prinsip-prinsip Biokimia. Erlangga: Jakarta.

http://id.wikipedia.org/wiki/mineral-mikro (Diakses pada tanggal 08 Oktober


2017)

http://library.usu.ac.id/download/fk/gizi-halomoan (Diakses pada tanggal 08


Oktober 2017)

http://repository.usu.ac.id/bitstream/123456789/3483/1/biokimia-mutiara.(Diakses
pada tanggal 08 Oktober 2017)

http://poppyherlianty.blogspot.com/2010/12/1.(Diakses pada tanggal 08 Oktober


2017)

14