Anda di halaman 1dari 6

HUBUNGAN KEPATUHAN PELAKSANAAN SENAM HAMIL DENGAN

KEMAJUAN PERSALINAN PADA IBU BERSALIN DI DESA WINDUJAYA


KECAMATAN SEDONG KABUPATEN CIREBON TAHUN 2015

Poltekes Bhakti Pertiwi Husada Cirebon

ABSTRAK
Berdasarkan studi pendahuluan yang dilaksanaan pada awal bulan Juni 2015 di Desa
Windujaya Kecamatan Sedong Kabupaten Cirebon ternyata masih banyak ditemukan ibu
hamil jarang melakukan senam hamil dan kemajuan persalinan pada ibu bersalinnya lama,
dari hasil wawancara terhadap 10 ibu bersalin 6 orang (60%) mengatakan kurang patuh
dalam melakukan senam hamil dan merekan mengatakan proses persalinannya lama
sedangkan dari 4 orang (40%) mengatakan patuh melakukan senam hamil dan proses
persalinannya normal. Tujuan penelitian ini untuk mengetahui Hubungan Kepatuhan
Pelaksanaan Senam Hamil Dengan Kemajuan Persalinan Pada Ibu Bersalin di Desa
Windujaya Kecamatan SedongKabupaten Cirebon Tahun 2015.
Jenis penelitian yang digunakan dalam penelitian ini adalah deskriptif analitik dengan
pendekatan cross sectional. populasi dalam penelitian ini adalah ibu hamil yang melakukan
pemeriksaan di Desa Windujaya Kecamatan SedongKabupaten Cirebon pada bulan Juli 2015
berjumlah 32 orang dan Cara pengambilan sampel dalam penelitian ini dengan menggunakan
teknik “Total Sampling”. Teknik pengumpulan data dalam penelitian ini adalah menggunakan
data primer dan data sekunder. Data dianalisis secara univariat dan bivariat.
Hasil Penelitian menunjukkan bahwa kepatuhan Pelaksanaan senam hamil di Desa
Windujaya mayoritas (52,2%) responden penelitian sudah melakukan senam hamil dan
kemajuan persalinan pada ibu bersalin sebagian besar (58,7%) kemajuan persalinannya cepat.
Terbukti ada Hubungan Kepatuhan Pelaksanaan Senam Hamil Dengan Kemajuan Persalinan
Pada Ibu Bersalin di Desa Windujaya Kecamatan Sedong Kabupaten Cirebon Tahun 2015
dengan uji statistic dengan menggunakan chi squere menunjukan bahwa nilai P. Value 0.001
atau (<0,05).
Saran Bagi masyarakat khususnya ibu hamil disarankan agar rutin menjalankan senam hamil
supaya saat persalinan tiba dapat berjalan lancar dengan waktu persalinan yang normal yaitu
kurang dari 24 jam.

Kepustakaan : 19 (2005-2010)
Kata kunci : senam hamil, Kemajuan Persalinan Pada Ibu Bersalin
ABSTRACT
THE INFLUENCE OF CALISTHENICS ON THE PROGRESS OF LABOR OF
PREGNANT IN LOSARANG DISTRICT OF CIREBON HEALTH CENTERS BY
2015

Based on the preliminary studies carried out at the beginning of June 2015 in the village of
Windujaya Sub-district Sedong Cirebon District still found pregnant women rarely do
pregnancy and childbirth progress gymnastics on mother bersalinnya a long time, from the
results of the interview against the birthing mother 10 6 persons (60%) say less obedient in
doing gymnastics and record long persalinannya process said while out of 4 people (40%) say
dutifully doing gymnastics in normal pregnant and persalinannya process. The purpose of this
research was to know Relationship Compliance Pelaksanaan Gymnastics pregnant with the
progress of the Labor On the mother Birthing in the village of Windujaya sub-district of
Cirebon SedongKabupaten by 2015.
The type of research used in this research is descriptive analytic with cross sectional
approach. the population in this research is pregnant women who perform the inspection at
the village of Windujaya sub-district of SedongKabupaten Cirebon in July 2015, totaling 32
people and Ways of sampling in this study by using the technique of "Total Sampling". The
technique of data collection in this research is to use the primary data and secondary data.
The data analyzed in Univariate and bivariat.
The results showed that compliance Pelaksanaan gymnastics pregnant in the village of
Windujaya the majority (52.2%) of the respondents have already done research for maternity
and childbirth progress gymnastics on the birthing mother most (58.7%) persalinannya rapid
progress. There are proven Relationships With Pregnant Gymnastics Pelaksanaan
Compliance progress of Labor On Maternal Birthing in the village of Windujaya sub-district
of Cirebon district Sedong 2015 with test statistic using the chi squere showed that the value
of p. Value 0.001 or (< 0.05). Advice for people especially pregnant women it is
recommended that routine running pregnant so that when labor gymnastics to arrive can run
smoothly with a normal delivery time that is less than 24 hours.

Libraries: 19 (2005-2010)
Keywords: gymnastics is pregnant, the progress of labor

PENDAHULUAN
Rencana Nasional Making Pregnancy Safer (MPS) di Indonesia 2001-2010
disebutkan bahwa dalam konteks rencana pembangunan kesehatan menuju Indonesia Sehat
2015, visi MPS adalah “kehamilan dan persalinan di Indonesia yang berlangsung aman, serta
yang dilahirkan hidup dan sehat”. Kehamilan biasa menjadi kabar baik, namun dalam
prosesnya bisa menyebabkan masalah, hamil yang nyaman serta mudah dan aman dalam
persalinan menjadi salah satu faktor utama ibu-ibu melakukan senam hamil.
Melalui senam hamil serta latihan untuk mengkoordinasikan semua kekuatan saat
persalinan diharapkan secara normal, tidak terlalu takut, akan mengurangi rasa sakit dan
mempunyai kepercayaan diri yang tetap mantap (Manuaba, 2010:116).
Jumlah ibu hamil yang ada di Kabupaten Cirebon pada Tahun 2014 sebanyak 22.159
orang, terbagi dalam 32 puskesmas. Dari jumlah ibu hamil tersebut hanya 2.125 orang yang
aktif melakukan senam hamil sesuai jadwal yang dianjurkan dan jumlah ibu hamil khusus di
Desa Windujaya Kecamatan Sedong sebanyak 46 orang dan yang melakukan senam hamil
sebanyak 20 orang.
Berdasarkan studi pendahuluan yang dilaksanaan pada awal bulan Juni 2015 di Desa
Windujaya Kecamatan Sedong Kabupaten Cirebon ternyata masih banyak ditemukan ibu
hamil jarang melakukan senam hamil dan kemajuan persalinan pada ibu bersalinnya lama,
dari hasil wawancara terhadap 10 ibu bersalin 6 orang (60%) mengatakan kurang patuh
dalam melakukan senam hamil dan merekan mengatakan proses persalinannya lama
sedangkan dari 4 orang (40%) mengatakan patuh melakukan senam hamil dan proses
persalinannya normal.

TINJAUAN PUSTAKA
Kepatuhan adalah suatu sikap yang merupakan respon yang hanya muncul apabila
individu tersebut dihadapkan pada stimulus yang menghendaki adanya reaksi individual.
Berdasarkan teori tersebut maka dapat dikatakan bahwa kepatuhan adalah suatu sikap yang
muncul pada seseorang yang merupakan suatu reksi terhadap sesuatu yang ada dalam
peraturan yang harus dijalankan (Azwar :2002).
Senam hamil merupakan latihan relaksasi yang dilakukan oleh ibu-ibu yang
mengalami kehamilan sejak usia kehamilan 28 minggu sampai dengan masa kelahiran
(Anggraeni, Poppy. 2010). Senam hamil biasanya di mulai saat kehamilan memasuki
trimester ketiga, yaitu sekitar usia 28 – 30 minggu kehamilan (Aprilia, Yesi. 2010).
Persalinan adalah Proses pengeluaran hasil konsepsi (janin dan plasenta) yang telah
cukup bulan atau dapat hidup di luar kandungan melalui jalan lahir, atau melalui jalan lin,
dengan bantuan atau tanpa bantuan (kekuatan sendiri). (Sulistyawati dan Nugrahaeny, 2010).

HASIL DAN PEMBAHASAN


1. Hasil Analisis Univariat
Analisis ini mendeskripsikan hasil penelitian dari setiap variabel yang diteliti yaitu
variabel kepatuhan senam hamil dan variabel kemajuan persalinan. Data diperoleh
dari lembar ceklis berdasarkan hasil observasi yang dilakukan kepada 46 responden.
Hasil analisis univariat Hubungan Kepatuhan Pelaksanan Senam Hamil Dengan
Kemajuan Persalinan Pada Ibu Bersalin di Desa Windujaya Kecamatan Sedong
Kabupaten Cirebon Tahun 2015 sebagai berikut :

a. Kepatuhan Pelaksanaan Senam Hamil


Tabel 5.1 Distribusi Frekuensi Kepatuhan Pelaksanaan Senam Hamil di Desa
Windujaya Kecamatan Sedong Kabupaten Cirebon Tahun 2015

No Kepatuhan Pelaksanan Jumlah Persentase


Senam Hamil Dengan

1 Patuh 24 52,2

2 Kurang patuh 22 47,8

Total 46 100 %

Berdasarkan hasil penelitian diatas diketahui bahwa Kepatuhan Pelaksanan


Senam Hamil Dengan di Desa Windujaya Kecamatan Sedong menunjukkan bahwa
dari 46 ibu bersalin terdapat 24 orang (25%) patuh dan sebanyak 22 orang (47,8%)
tidak patuh.
Menurut teori senam hamil merupakan latihan relaksasi yang dilakukan oleh
ibu-ibu yang mengalami kehamilan sejak usia kehamilan 28 minggu sampai dengan
masa kelahiran (Anggraeni, Poppy. 2010).
Hasil penelitian dilapangan menunjukan sebagian besar (60,9%)
berpendidikan dengan kategori Menenggah (SMA), dalam hal ini tingkat pendidikan
erat kaitannya dengan pengetahuan responden penelitian artinya dengan pengetahuan
yang dimiliki responden tentang manfaat dari senam hamil sehingga responden
cWindujayaung akan melakukan senam hamil demi kesehatan kehamilan dan sebagai
persiapan dalam menghadapi persalinannya.
Hal ini diperkuat oleh teori dari Notoatmojo (2005) yang menyatakan bahwa
semakin tinggi tingkat pendidikan seseorang maka seseorang tersebut akan lebih
mudah dalam menerima hal- hal baru. Sedangkan menurut Harsono (2009),
Sejalan dengan hasil penelitian yang dilakukan oleh Sukisno (2008) yaitu
pengetahuan ibu hamil tentang senam hamil yang ikut senam hamil sangat baik dan
menunjukan hal yang positif yang dibuktikan dengan menjawab pertanyaan tentang
senam hamil dengan lancar dan penuh keyakinan, mengerti dan paham akan senam
hamil bahwa manfaat senam hamil untuk melatih otot-otot tertentu untuk
mempersiapkan dan melancarkan kelahiran.
b. Kemajuan Persalinan
Tabel 5.2 Distribusi Kemajuan Persalinan di Desa Windujaya Kecamatan Sedong
Kabupaten Cirebon Tahun 2015

No Kemajuan persalinan Jumlah Persentase

1. Cepat 27 58,7

2. Lambat 19 41,3

Total 46 100 %

Berdasarkan hasil penelitian menunjukkan bahwa dari 46 orang responden


yang menjadi sampel penelitian di Desa Windujaya Kecamatan Sedong Kabupaten
Cirebon menunjukkan bahwa sebanyak 27 orang (58,7%) kemajuan persalinannya
cepat, dan sebanyak 19 orang (41,3%) kemajuan persalinannya lambat.
Teori yang disebutkan oleh Maryunani, (2010), menyatakan bahwa persalinan
normal adalah proses kelahiran janin pada usia cukup bulan (aterm), pada letak
memanjang dan presentasi kepala, yang disusul dengan pengeluaran plasenta dan
seluruh proses kelahiran selesai dalam waktu kurang dari 24 jam. Ada banyak faktor
yang mempengaruhi lamanya persalinan antara lain adalah 5P (Passenger, Passage,
Power, Possition, dan Psychologis respons).
Paritas responden penelitian mempengaruhi kemajuan persalinan. Pada
multipara kontraksi uterus lebih besar dengan kontraksi lebih kuat dan dasar panggul
yang lebih rileks sehingga bayi lebih mudah melalui jalan lahir dan mengurangi lama
persalinan. Namun pada grandmultipara, semakin banyak jumlah janin, persalinan
secara progresif lebih lama. Hal ini diduga akibat keletihan pada otot-otot uterus.
Semakin tinggi paritas, maka insiden plasenta previa, perdarahan, mortalitas ibu dan
mortalitas perinatal juga meningkat (Varney, 2008)
Teori tersebut diperkuat oleh hasil penelitian yang dilakukan oleh Usman
(2009) di RS. Panti Wilasa Citarum Semarang tentang hubungan paritas dengan
kemajuan proses persalinan dengan hasil penelitian dari 326 persalinan, terdapat 186
persalinan secara abnormal dan hanya 140 persalinan normal.
2. Hasil Analisis Bivariat
Analisis bivariat digunakan untuk mengetahui Hubungan Kepatuhan Pelaksanan
Senam Hamil Dengan Kemajuan Persalinan Pada Ibu Bersalin di Desa Windujaya
Kecamatan Sedong Kabupaten Cirebon Tahun 2015.
Pada penelitian ini analisis bivariat menggunakan uji Chi Square dengan asumsi data
bersifat kategorik dan skala ordinal. Hasi analisis bivariat Hubungan Kepatuhan
Pelaksanan Senam Hamil Dengan Kemajuan Persalinan Pada Ibu Bersalin di Desa
Windujaya Kecamatan Sedong Kabupaten Cirebon Tahun 2015 sebagai berikut :

Tabel 5.6 Hasil Uji Chi- Square Distribusi Frekuensi Hubungan Kepatuhan
Pelaksanan Senam Hamil Dengan Kemajuan Persalinan Pada Ibu Bersalin
di Desa Windujaya Kecamatan Sedong Kabupaten Cirebon Tahun 2015.

Kepatuhan Kemajuan Persalinan Pvalue


Pelaksanan Total
No Senam Hamil Cepat Lambat

n % n % n %

1 Patuh 21 87,5 3 12,5 24 100


0,001
2 Tidak Patuh 6 27,3 16 72,7 22 100

Total 27 58,7 19 41,3 46 100

Hasil uji statistik dengan menggunakan uji chi squere menunjukan bahwa nilai
p value 0,001 atau nilai p value < 0,05 hal ini berarti Ho ditolak yang artinya terdapat
Hubungan Kepatuhan Pelaksanan Senam Hamil Dengan Kemajuan Persalinan Pada
Ibu Bersalin di Desa Windujaya Kecamatan Sedong Kabupaten Cirebon Tahun 2015.
Hasil penelitian ini sesuai dengan penelitian yang dilakukan oleh Artal, dkk
(2009) dalam penelitian mereka mendapatkan hasil bahwa lama persalinan lebih
singkat pada wanita yang melakukan senam selama kehamilannya dibandingkan
dengan yang tidak melakukan senam dan di perkuat dengan hasil penelitian Sofoewan
(2008) di Yogyakarta disebutkan ia telah meneliti 100 ibu hamil, didapatkan bahwa
kejadian persalinan lama lebih kecil secara bermakna (p=0,001) di kalangan ibu hamil
yang melakukan senam hamil dan juga kemajuan persalinannya juga secara bermakna
lebih singkat dari pada yang tidak melakukan senam hamil.
Pada dasarnya bidan menganjurkan kepada ibu-ibu hamil untuk melakukan
aktifitas sehari-hari seperti : mengepel lantai, menyapu, dan mencuci. Ini dilakukan
dengan tujuan agar melatih otot-otot agar lebih rileks, serta ibu dapat mengatur
pernapasannya. Seiring dengan perkembangan zaman, konsep tradisional ini telah
disempurnakan dengan gerakan-gerakan yang lebih teratur, terarah dan sistematis,
berupa senam hamil sehingga manfaatnya pun lebih terarah dan jelas pada setiap
gerakannya.

DAFTAR PUSTAKA

Anggraeni,Poppy.2010.Serba-serbi Senam Hamil.Yogyakarta : Intan Media;h.1, 4-6,8-11,23-


42.

Aprilia,Yesi.2010.Buku Sehat Ibu dan Anak Griya Hamil Sehat.Tegal : Griya Hamil Sehat;h.
12-5.

Arikunto,S.2006. Prosedur Penelitian Suatu Pendekatan Praktek.Jakarta : Rineka Cipta;h.


118,134.

Brayshaw,Eileen.2007.Senam hamil dan Nifas.Jakarta : EGC;h. 58.

Brock,Katie.2007.Nutrisi Medikasi dan Senam Kehamilan.Jakarta : Prestasi Pustakaraya;h.


106.

Fraser,Diane M.Myles.2007.Buku Ajar Bidan.Jakarta : EGC;h. 234-8.

Hidayat,A.Aziz Alimul.2007.Metode Penelitian Keperawatan dan Teknik Analisis


Data.Surabaya : Salemba Medika;h. 39.

Manuaba,IGB.2010.Memahami Kesehatan Reproduksi.Jakarta : Arcan;h. 85-6,116.

Mochtar,Rustam.2005.Sinopsis Obstetri Jilid 2.Jakarta : EGC;h. 215.

Notoatmojo.2010.Metodologi Penelitian Kesehatan.Jakarta : Rineka Cipta;h. 46,63.

Notoatmojo.2012.Metodologi Penelitian Kesehatan.Jakarta:Rineka Cipta;h.121-2.

Notoatmojo.2005.Metodologi Penelitian Kesehatan.Jakarta:Rineka Cipta;h. 11-4.

Prawiohadjo,Sarwono.2006.Buku Acuan Nasional Pelayanan Kesehatan Maternal


Neonatal.Jakarta : YSP-SP;h. 89.

Ratna,Dwi.2010.Perawatan Ibu Hamil.Yogyakarta : Panji Pustaka;h. 129-150.

Sugiyono.2010. Metode Penelitian Kuantitatif Kualitatif dan R & D.Bandung : Alfabeta;h.


85.

Yuliarti,Nurheti.2010.Panduan Lengkap Olahraga Bagi Wanita hamil dan


Menyusui.Yogyakarta : Andi Ofset;h. 2-5,35.