Anda di halaman 1dari 12

LAPORAN AKHIR

Bab VII
Kondisi, Permasalahan dan Rencana
Penanganan Kawasan DED Terpilih

7.1. UMUM
Mengingat keterbatasan dana perencanaan maka tidak semua masalah lokasi-lokasi
genangan dapat dibuatkan rencana DED nya. Pendekatan dalam menetapkan berapa
panjang saluran yang akan dilakukan DED akan disesuaikan dengan dokumen
Kerangka Acuan Kerja (KAK). Pada dokumen KAK tersebut diinformasikan mengenai
penentuan prioritas yang berdasarkan pada :
 Parameter genangan, meliputi: tinggi genangan, luas genangan, dan lamanya
genangan yang terjadi;
 Parameter frekuensi terjadinya genangan setiap tahunnya;
 Parameter ekonomi, dihitung perkiraan kerugian atas fasilitas ekonomi yang ada
seperti kawasan industri, fasum, fasos, perkantoran, perumahan, daerah
pertanian dan pertamanan.
 Parameter gangguan sosial, seperti: kesehatan masyarakat; keresahan sosial
dan kerusakan lingkungan

Dengan demikian dalam melakukan analisis terkait penentuan lokasi prioritas yang
akan dilakukan DED akan berpedoman pada arah perkembangan kota dan
permasalahan yang ada, kemudian akan dilakukan rencana perbaikan dan
pemeliharaan yang disesuaikan dengan kondisi setempat.
Berdasarkan hasil analisis kondisi eksisting pada bab sebelumnya di Kota Negara dan
sekitarnya telah didapatkan beberapa lokasi yang membutuhkan prioritas penanganan
mendesak dalam bentuk perangkingan lokasi. Berikut tabel hasil rangking skala
prioritas di Kota Negara dan sekitarnya.

Tabel 7.1. Hasil Skoring Penanganan Genangan di Kabupaten Jembrana


Lokasi Genangan Jumlah Skoring Rangking
Perumnas BBA - Kelurahan Baler Bale Agung 745 1
LC Dauh Waru - Desa Dauh Waru 710 2
Lingkungan Mertasari - Kelurahan Loloan Timur 640 3
Desa Kaliakah 615 4
Jalan Pulau Irian - Desa Budeng 555 5
MTS Banyubiru - Desa Banyubiru 515 6
Jln. Mangga - Masjid Mujahidin - Kelurahan Loloan Barat 505 7
Desa Tegalcangkring 480 8
Barat Puskesmas Yeh Embang - Desa Yeh Embang 420 9
SMA PGRI - Kelurahan Banjar Tengah 390 10
Banjar Tegalasih - Desa Batuagung 355 11
Jalan Bonsai dan Jalan Sandat - Kelurahan Lelateng 335 12
Jln. Kutai (Tukad Sebual) - Desa Dangin Tukad Daya 335 13
SMA TP.45 (Pangkung Lampah) - Kelurahan Pendem 290 14

Penyusunan DED Sistem Drainase di Kabupaten Jembrana VII - 1


LAPORAN AKHIR

Pada dokumen KAK dijelaskan bahwa untuk pekerjaan Penyusunan DED Sistem
Drainase di Kabupaten Jembrana akan dilakukan survey rute topografi dan potongan
interval untuk saluran drainase lingkungan sepanjang 25 km serta tersusunnya
perencanaan teknis drainase lingkungan di Kota Negara dan sekitarnya sepanjang 25
km yang mengalir ke saluran sekunder dan primer baik yang sudah terbangun maupun
belum sesuai dengan yang tercantum di dalam Outline Plan drainase yang ada.
Dengan demikian sesuai dengan batasan yang telah ditetapkan KAK maka konsultan
terlebih dahulu berkoordinasi dan berdiskusi dengan direksi teknis Satker
Pengembangan Sistem Penyehatan Lingkungan Permukiman Provinsi Bali serta
Pemerintah Daerah dalam hal ini Dinas PU Kabupaten Jembrana dan Bappeda
Kabupaten Jembrana maka dilakukan survey, pengukuran dan analisa terhadap lokasi
prioritas yang membutuhkan perencanaan mendesak.
Pada informasi awal di Laporan Antara disebutkan bahwa pelaksanaan pengukuran
akan dilakukan pada Perumnas BBA, LC Dauh Waru Desa Dauh Waru dan Lingkungan
Mertasari Kelurahan Loloan Timur dan Desa Kaliakah, berdasarkan Kontrak
Pekerjaan/KAK terdapat penjelasan bahwa “Tersurveinya rute topografi dan
tersusunnya perencanaan teknis drainase lingkungan di Kota Negara dan
sekitarnya sepanjang 25 km yang mengalir ke jaringan drainase sekunder/primer”.
Pada saat pengukuran detail topografi di lapangan diketahui jumlah panjang
penanganan masing-masing lokasi yaitu Perumnas BBA Kelurahan Baler Bale Agung
panjang saluran rencana 11,96 km, LC Dauhwaru Desa Dauhwaru panjang saluran
rencana 2,44 km dan Lingkungan Mertasari Kelurahan Loloan Timur panjang saluran
rencana 12,23 km
Dengan demikian pada 3 lokasi prioritas lokasi yang didapatkan sudah mencapai 26,63
km, sehingga perencanaan pada Desa Kaliakah tidak akan diukur atau dilakukan
desain drainase dikarenakan mengacu pada batasan panjang yang terdapat didalam
kontrak pekerjaan yaitu panjang penanganan dibatasi sepanjang 25 km.

Yang dimaksud prioritas dalam tahapan pembangunan adalah penentuan prioritas


pelaksanaan pembangunan rancangan rencana, serta mempertimbangkan beberapa
hal sebagai berikut :
1. Adanya keterbatasan dana pembangunan yang tersedia pada setiap tahapan
pembangunan;
2. Adanya komponen kawasan yang mempunyai efek ganda cukup besar untuk
mengarahkan perkembangan wilayah perencanaan sesuai dengan struktur yang
direncanakan, misalnya : jaringan jalan, utilitas dan sebagainya;
3. Jumlah batas ambang penduduk yang ada untuk mendukung keberadaan suatu
komponen pengembangan, macam dan jenis fasilitas pelayanan lingkungan; serta
4. Adanya pentahapan pembangunan di wilayah perencanaan yang telah ditetapkan
dalam konsep pengembangan Rencana Tata Ruang Wilayah Kabupaten
Jembrana.

Tidak semua kebutuhan fasilitas dapat dibangun karena ada beberapa pertimbangan
dalam penentuan program yang dilaksanakan pada wilayah perencanaan.
Dasar-dasar pertimbangan tersebut adalah sebagai berikut :
a. Adanya keterbatasan dana yang tersedia;
b. Adanya sarana dan prasarana yang telah ada yang masih dimanfaatkan;
c. Adanya permasalahan yang sifatnya mendesak untuk dilaksanakan; serta
d. Adanya komponen kawasan yang mempunyai multiplier effect yang besar untuk
merangsang tercapainya struktur yang diinginkan, misalnya jaringan jalan.

Berdasarkan pertimbangan diatas, maka dapat ditentukan prioritas pelaksanaan


pembangunan di Kabupaten Jembrana yang terdiri dari dua komponen utama, yaitu
struktur ruang dan pola ruang wilayah.

Penyusunan DED Sistem Drainase di Kabupaten Jembrana VII - 2


LAPORAN AKHIR

7.2. PERMASALAHAN DRAINASE EKSISTING


Banjir adalah kondisi dimana akibat dari badan air dan saluran drainase primer serta
sekunder meluap, sedangkan genangan adalah terjadi akibat kawasan cekungan dan
meluapnya saluran drainase tersier dan umumnya terjadi dikawasan permukiman. Dalam
kontek pekerjaan ini hanya terkait dengan genangan di kawasan permukiman,
sedangkan kawasan perkotaan terkait dengan drainase kota tidak termasuk dalam
kegiatan Konsultan sekarang.
Kawasan perkotaan tidak terhindar dari kejadian banjir dan genangan, khusus untuk
genangan dikawasan permukiman dampak dari sistem drainase lingkungan
permukiman, mulai tahun 2014 ditangani oleh Direktorat Jenderal Cipta Karya, melalui
Satker PS-PLP Provinsi Bali.
Salah satu prasarana dan sarana dasar yang dinilai cukup penting adalah drainase
Lingkungan.Lingkungan yang baik sangat perlu memperhatikan kondisi saluran
drainasenya sebab jika suatu permukiman tergenang air maka akan sangat berdampak
bagi kehidupan lingkungan tersebut. Bangunan-bangunan menjadi mudah rusak,
lingkungan menjadi tidak sehat dan permukiman menjadi kumuh. Saluran drainase yaitu
saluran yang berfungsi untuk mengeringkan air permukaan, baik bersumber dari air
hujan, air pasang, banjir kiriman, genangan air dan lain-lain.
Drainase yang akan ditangani adalah drainase lingkungan yang berada di Kota Negara
dan sekitarnya. Kota Negara merupakan kawasan permukiman penduduk. Kecepatan
pertumbuhan kawasan ini harus diimbangi dengan penyediaan prasarana dan sarana
lingkungannya. Kondisi saluran drainase di kawasan ini umumnya sudah diupayakan
ditata dengan baik, namun di beberapa lokasi terdapat permasalahan drainase seperti
belum tersedianya saluran, saluran tidak memadai, genangan air dan sebagainya.
Kawasan perkotaan tidak terhindar dari kejadian banjir dan genangan, khusus untuk
genangan di kawasan permukiman merupakan bagian dari sistem drainase lingkungan
permukiman, yang akan ditangani oleh Direktorat Jenderal Cipta Karya, melalui Satker
PS-PLP Provinsi Bali, sehingga untuk memperbaiki sistem drainase di kawasan tersebut
akan dilakukan perbaikan prasarana dan sarana untuk mengurangi genangan air yang
terjadi dengan terlebih dahulu melakukan penyusunan ded agar pembangunan fisik dapat
berjalan dengan baik.
Sesuai dengan kebijakan Nasional penanganan drainase oleh Direktorat Jenderal Cipta
Karya kementerian PUPR terbatas pada drainase lingkungan permukiman yang lingkup
termasuk drainase sistem mikro, dengan sasaran membawa air hujan keluar dari
kawasan permukiman, tidak termasuk menangani sistem drainase kota dan pengendalian
banjir.
Mengacu kepada KAK Konsultan bahwa akan menyusun DED drainase lingkungan Kota
Negara, maka fokus penangan diarahkan langsung ke lokasi genangan yang
direkomendasikan dalam oleh pemerintah daerah Kabupaten Jembrana.
Mengingat Kabupaten Jembrana sudah mempunyai Rencana Induk Drainase dalam hal
ini Studi Outline Plan yang telah disusun pada tahun 2011, dimana penangan genangan
akan terintegrasi dengan sistem Drainase Kota secara keseluruhan, dan Konsultan akan
menggunakan Outline Plan Drainase sebagai referensi dan melengkapinya dalam
kegiatan rencana induk sistem jaringan drainase di Kota Negara dan sekitarnya secara
keseluruhan.

Penyusunan DED Sistem Drainase di Kabupaten Jembrana VII - 3


LAPORAN AKHIR

Jl. Nusa Indah 3.25


Saluran Primer

Saluran Sekunder

Saluran Tersier
SMK 1 Negara
Jalur Tersier yang belum Jumlah penduduk yang
memiliki Saluran Drainase Jl. Tanjung Baru 0.34
terdampak di Kawasan

Sal. Irigasi D.I Banjar Tengah


Perumnas BBA –

Jl. Tanjung Baru


Kelurahan Baler Bale
Agung mencapai 3.344
KK dengan rincian Laki-
Laki sejumlah 6.080
orang dan Perempuan
Jl. Tanjung 0.75
sebanyak 6.009 orang

6.84
Gg. Tanjung
Jl. Cempaka 0.36

Kantor Lurah
Baler Bale Agung
Jl. Nusa Indah 2

Jl. Nusa Indah 1 Jl. Flamboyan 0.45


Saluran Irigasi 10.78

Tukad Ijogading
Jl. Nusa Indah 12 Jl. Bogenvil 0.24

Jl. Nusa Indah 20 Jl. Melati 1.17 Jl. Dahlia 2.04


Gg. Dahlia

4.68 Jl. Kenyeri


0.28

Jl. Pucuk Arjuna 0.86

Gambar 7.1. Skema Drainase Eksisting dengan Catchment - Kawasan Perumnas BBA, Kelurahan Baler Bale Agung

Penyusunan DED Sistem Drainase di Kabupaten Jembrana VII - 4


LAPORAN AKHIR

Jl. Gunung Merapi 0.15


Saluran Primer

Saluran Sekunder

Saluran Tersier

Jalur Tersier yang belum


memiliki Saluran Drainase
Saluran Loloan Timur

Gg. B Gunung Merapi 0.15

Jl. Gunung Merapi 1.27


Gg.A G. Batur

Gg.B G. Batur 0.62

Gg. VII
0.44

0.17
Tukad Ijogading

1.23

Gg.C G. Batur 0.62


Gg. A
Gg. B
Gg. C

Gg.VIII

Saluran Loloan Timur 4.64

Jumlah penduduk yang terdampak di


Kawasan Lingkungan Mertasari -
Kelurahan Loloan Timur mencapai
2.045 orang dengan rincian Laki-Laki
sejumlah 1.816 orang dan Perempuan
sebanyak 229 orang
Gg. 1C
0.62

Jl. Pura Mertasari 1.85


Gg. 1A
Gg. 1B
0.39

0.48

Gg.1 E 0.41

Gambar 7.2. Skema Drainase Eksisting dengan Catchment - Kawasan Lingkungan Mertasari, Kelurahan Loloan Timur

Penyusunan DED Sistem Drainase di Kabupaten Jembrana VII - 5


LAPORAN AKHIR

Jl. Pulau Natuna 1.24


Saluran Primer

Saluran Sekunder

Saluran Tersier

Jl. Pulau Nias 1.21

Jl. Pulau Buton 0.76

Jl. Pulau Lembongan 0.92

Saluran Ke Loloan Timur 4.64


Jumlah penduduk yang terdampak di
LC Dauh Waru - Desa Dauh Waru
mencapai 528 orang dengan rincian
Laki-Laki sejumlah 494 orang dan
Perempuan sebanyak 34 orang

Gambar 7.3. Skema Drainase Eksisting dengan Catchment - LC Dauh Waru, Desa Dauh
Waru

Penyusunan DED Sistem Drainase di Kabupaten Jembrana VII - 6


LAPORAN AKHIR

1) Permasalah genangan di Kawasan Perumnas BBA - Kelurahan Baler Bale Agung


Lokasi Kawasan genangan sendiri berada pada kawasan padat pemukiman.Dimensi
saluran yang ada pada pemukiman relatif kecil sehingga tidak mampu menampung
air. Beberapa saluran juga
sudah mengalami kerusakan
ditambah lagi dengan sampah
dan sedimentasi yang tinggi.
Gorong-gorong yang ada
telah rusak sehingga air tidak
teralirkan ke pembuang
dengan baik sehingga tidak
mampu mengalirkan air
dengan baik. Saluran
pembuang yang ada
dibelakang perumnas tidak
Belum tersedianya jalur saluran drainase yang memadai di dapat menampung air akibat
Pemukiman Perumnas BBA - Kelurahan Baler Bale Agung air yang datang bukan saja
dari pemukiman tapi juga
dari limpasan sawah serta air irigasi disekitarnya. Beberapa saluran drainase juga
dijadikan saluran irigasi. Air yang meluap dari saluran pembuang masuk ke
pemukiman ditambah dengan genangan dari drainase pemukiman yang tersumbat.
Dengan jumlah penduduk yang terdampak di Kawasan Perumnas BBA – Kelurahan
Baler Bale Agung mencapai 3.344 KK dengan rincian Laki-Laki sejumlah 6.080
orang dan Perempuan sebanyak 6.009 orang.
Rincian karateristik genangannya yaitu Tinggi genangan mencapai lebih dari 0,50 m
dengan luas mencapai 8 Ha serta berlangsung selama 8 jam dan terjadi sampai 6
kali dalam setahun. Genangan masuk bukan hanya dipemukiman bahkan sampai ke
kantor Desa, pasar hingga sekolah yang ada kawasan tersebut. Dengan demikian
memperhatikan aspek-aspek tersebut, maka pada lokasi Perumnas Baler Bale
Agung akan segera dilakukan tahapan pengukuran dan survey lapangan dan akan
dilakukan detail desain penanganan drainase pada lokasi tersebut.

2) Permasalah genangan di Kawasan Lingkungan Mertasari - Kelurahan Loloan Timur


Kawasan Lingkungan Mertasari di Kelurahan Loloan Timur merupakan satu alur dari
Kawasan LC Dauhwaru, beban aliran dari LC Dauhwaru akan melewati kawasan
Lingkungan Mertasari terlebih
dahulu sebelum memasuki alur
pembuang yang berada di Tukad
Ijogading. Hal ini berakibat apabila
beban aliran dari LC Dauhwaru
dan beban aliran drainase dari
kawasan Lingkungan Mertasari
sendiri tidak teralirkan dengan
lancar maka dipastikan lokasi
Lingkungan Mertasari yang
merupakan daerah padat
pemukimanakan mengalami
genangan banjir yang cukup
signifikan. Pada lokasi Lingkungan
Kondisi Saluran Drainase di Kawasan Pemukiman Mertasari juga terdapat saluran
Lingkungan Mertasari - Kelurahan Loloan Timur irigasi yang masih berfungsi ganda
baik sebagai irigasi maupun
drainase. Hal ini berdampak pada kapasitas tampung saluran tersebut yang tidak
mampu menampung air yang ada. Akibatnya air meluap ke jalan bahkan hingga

Penyusunan DED Sistem Drainase di Kabupaten Jembrana VII - 7


LAPORAN AKHIR

masuk perumahan sekitar. Dengan jumlah penduduk yang terdampak di Kawasan


Lingkungan Mertasari - Kelurahan Loloan Timur mencapai 2.045 orang dengan
rincian Laki-Laki sejumlah 1.816 orang dan Perempuan sebanyak 229 orang.
Rincian karateristik genangannya yaitu Tinggi air mencapai 0,50 m – 0,65 m dengan
luas genangan sekitar 8 Ha dengan lama genangan kurang lebih sekitar 4-8 jam.
Banjir yang terjadi sekitar 5-6 kali dalam setahun.

3) Permasalah genangan di LC Dauh Waru - Desa Dauh Waru


Kawasan LC Dauhwaru merupakan lokasi yang juga termasuk prioritas dalam
penanganan kawasan drainase di Kabupaten Jembrana, Kawasan ini merupakan
lokasi alih fungsi dimana
sebagian besar lahan kawasan
sawahnya berubah fungsi
menjadi kawasan padat
pemukiman.Sehingga saluran-
saluran yang terdapat pada
lokasi ini sendiri masih
berfungsi ganda, yaitu sebagai
fungsi irigasi dan drainase. Hal
ini ditambah dengan kurangnya
kesadaran masyarakat akan
fungsi dan kebersihan saluran
sehingga didapati banyak
sampah-sampah yang terdapat
pada saluran tersebut. Hal ini
merupakan masalah karena
Kondisi Saluran yang berfungsi ganda sebagai
endapan sampah tersebut
Drainase sekaligus Irigasi di Kawasan LC Dauh Waru -
Desa Dauh Waru
dapat menyebabkan terjadinya
banjir.Selain itu dimensi saluran
eksisting relatif kecil, sehingga debit aliran yang diterima sering meluap ke badan
jalan karena tidak mampu tertampung dan dialirkan dengan cepat.Dan genangan
yang terjadi akibat posisi saluran pembuang berada pada elevasi yang lebih ditinggi
sehingga yang tidak dapat mengalir. Saluran pembuang eksisting terlalu kecil untuk
menampung air yang datang dari drainase perumahan. Dengan jumlah penduduk
yang terdampak di LC Dauh Waru - Desa Dauh Waru mencapai 528 orang dengan
rincian Laki-Laki sejumlah 494 orang dan Perempuan sebanyak 34 orang
Rincian karateristik genangannya yaitu Tinggi genangan pada kawasan ini sekitar
0,50 m dengan luasan 8 Ha selama 7-8 jam dan terjadi 6 kali dalam setahun.
Drainase yang ada tergolong dalam drainase tingkat tersier.

Penyusunan DED Sistem Drainase di Kabupaten Jembrana VII - 8


LAPORAN AKHIR

7.3. RENCANA SITE PLAN


A. Pembuatan Rencana Site Plan – Kawasan Perumnas BBA, Kelurahan Baler Bale
Agung
 Merencanakan perbaikan saluran di jalur-jalur pemukiman perumnas
BBA.
 Direncanakan rencana outlet pembuang menuju sungai utama
 Outlet pertama sudah terdapat jalur pintu pembuang sebelah kiri jalan
Dahlia direncanakan sekitar 400 m dari saluran menuju ke tukad ijo
gading
 Untuk jalan lingkungan yang berfungsi sebagai saluran tersier yang
membawa beban dari saluran drainase kwarter akan direncanakan
drainase yang lebih memadai menuju saluran collector menuju ke tukad
ijo gading.
 Dikarenakan menghindari gangguan terhadap fungsi saluran irigasi maka
akan direncanakan saluran drainase baru melintang berupa bangunan
terjunan dan gorong-gorong di bawah saluran irigasi sebagai media
saluran pembuang menuju tukad ijo gading.
 Pada setiap saluran drainase pada jalan Gang Nusa Indah akan diperbaiki
termasuk saluran pembuang yang berfungsi ganda (drainase dan irigasi)
sampai menuju gorong-gorong di jalan Kenyeri.

B. Pembuatan Rencana Site Plan – Kawasan LC Dauh Waru


 Merencanakan saluran drainase baru terutama pada setiap lingkungan
perumahan yang dianggap tidak memadai.
 Memperbaiki saluran pembuang utama dari perumahan LC Dauhwaru
karena dianggap berdimensi kecil.
 Memperbaiki gorong-gorong yang ada karena tidak berfungsi dengan
baik.

C. Pembuatan Rencana Site Plan – Kawasan Kelurahan Loloan Timur


 Merencanakan saluran drainase baru pada setiap lingkungan perumahan
yang belum memiliki drainase.
 Memperbaiki saluran pembuang yang ada yang dianggap berdimensi
kecil.
 Merencanakan saluran drainase perumahan hingga sampai pembuang
pembuang atau sodetan yang telah ada maupun masuk ke sungai utama
(tukad Ijo Gading)

Penyusunan DED Sistem Drainase di Kabupaten Jembrana VII - 9


LAPORAN AKHIR

Luas Genangan
= 3,17 Ha

Rencana Sodetan ke
Tukad Ijo Gading pada
Studi Outline Plan
T.A 2011

Luas Genangan
= 1,62 Ha
Tukad Ijo
Gading

PETA SITUASI BALER BALE AGUNG

Dok. Genangan
Tahun 2016
Jalan Melati
Luas Genangan
= 3,56 Ha

Dok. Genangan
Tahun 2016
Jalan Tanjung

Gambar 7.4. Sebaran Genangan - Kawasan Perumnas BBA, Kelurahan Baler Bale Agung

Penyusunan DED Sistem Drainase di Kabupaten Jembrana VII - 10


LAPORAN AKHIR

NA0

NA1

NA2

Luas Genangan
= 8,25 Ha

Dok. Genangan
Tahun 2016
Jalan Gunung Merapi

Dok. Genangan
Tahun 2016
Jalan Pulau Nias

Gambar 7.5. Sebaran Genangan - LC Dauh Waru, Desa Dauh Waru

Penyusunan DED Sistem Drainase di Kabupaten Jembrana VII - 11


LAPORAN AKHIR

Luas Genangan
= 3,44 Ha

Luas Genangan
= 1,08 Ha

JALUR PENGUKURAN SKEMA


LOLOAN TIMUR

Luas Genangan
= 3,58 Ha

Dok. Genangan
Tahun 2016
Jalan Gunung Batur
Dok. Genangan
Tahun 2016
Jalan Gunung Agung

Gambar 7.6. Sebaran Genangan - Kawasan Lingkungan Mertasari, Kelurahan Loloan Timur

Penyusunan DED Sistem Drainase di Kabupaten Jembrana VII - 12