Anda di halaman 1dari 4

JURNAL BELAJAR 1

ALUR DAN RAGAM PENELITIAN

10 September 2017

A. Identitas Mahasiswa
Nama : Ainun Nadhifatunn Arifah
NIM : 160342606232
Prodi/Kelas : S1 Biologi / H

B. Topik Pembelajaran
Rumusan masalah
C. Konsep yang Dipelajari

Macam macam dan cara menyusun rumusan masalah dalam penelitian

D. Eksplorasi Konsep

Menurut Sugiono (2009) dalam Hidayat (2010), bentuk rumusan masalah


dalam penelitian dikelompokkan menjadi tiga, diantaranya rumusan masalah
deskriptif, rumusan masalah komparatif dan rumusan masalah assosiatif. Rumusan
masalah deskriptif ialah rumusan masalah penelitian yang berhubungan dengan
variable mandiri, yang tidak ada perbandingan atau hubungan. Rumusan masalah
ini bertujuan untuk mendiskripsikan masalah apa yang akan dicapai dalam
penelitian. Rumusan masalah komparatif adalah rumusan masalah yang ingin
membandingkan variable satu dengan yang lain. Masalah ini terdapat perbandingan
atau perbedaan dari variable yang akan diukur atau dari kelompok sampel yang
berbeda. Rumusan masalah asosiatif adalah rumusan masalah penelitian yang ingin
menghubungkan dua variable dalam penelitian. Masalah ini terdiri dari hubungan
simetris, hubungan kausal dan hubungan interaktif.

 Hubungan simetris memiliki sifat kesamaan bukan sebab akibat atau


saling mempengaruhi
 Hubungan kausal merupakan hubungan sebab akibat yang saling
mempengaruhi diantara variable
 Hubungan interaktif merupakan hubungan antara , yang diukur terdapat
interaksi tetapi tidak tahu mana independen dan dependen.
Dalam menulis rumusan masalah ada hal-hal yang harus di perhatikan,
yakni rumusan masalah harus dikemukakan dalam bentuk kalimat tanya
(introgatif). Bila terdapat banyak pertanyaan, maka harus ditanyakan secara
terpisah. Rumusan masalah hendaknya bersifat padat dan jelas.
Langkah-langkahnya yakni menentukan topiknya dan kenali bidang yang diminati,
mengangkat sebuah pertanyaan, mempertimbangkan tujuan, dan memeriksa
ulang.

Kriteria dalam memilih masalah antara lain :


1. Masalah penelitian harus merupakan sesuatu yang berguna untuk
dipecahkan.
2. Dukungan teori dari sumber-sumber yang tersedia (referensi, buku, dan
jurnal-jurnal).
3. Menarik untuk dipecahkan (suatu masalah menjadi tidak menarik bagi
seseorang mungkin karena terlalu sulit, memerlukan waktu terlalu lama,
terlalu luas, terlalu sederhana, tidak berhubungan dengan keahlian atau
spesialisasi yang dipelajari).
4. Sedapat mungkin akan menghasilkan sesuatu yang baru.
5. Data yang dibutuhkan cukup dan relevan, tidak sulit diperoleh.
6. Tidak boleh terlalu luas, tetapi juga tidak boleh terlalu sempit.
Rumusan masalah yang baik adalah masalah yang feasible, masalah yang jelas,
masalah yang signifikan, masalah yang bersifat etis, dan masalah yang sebaiknya
dirumuskan dalam kalimat pertanyaan yang mengaitkan variabel penelitian.
E. Konsep yang Belum Dipahami

Saya masih belum dapat memahami cara membuat rumusan masalah yang
menarik.

F. Identifikasi Masalah

1 : Faris Nizarghazi
Pertanyaan : Hal apa yang mendasari rumusan masalah itu dibagi menjadi
deskriptif, komparatif, dan asosiatif?

Jawaban : yang mendasari adalah variabelnya, pada deskriptif menggunakan


variable mandiri, komparatif menmbandingkan antara 2 variabel
sedangkan asosiatif menghubungkan antara 2 variabel.

Sanggahan (Nicholas) itu sudah ketetapan, jadi tidak ada dasar


pengelompokkannya.

Sanggahan (Arik A) dapat dibedakan berdasarkan variable dan jumlah


perlakuannya.

Penanya 2 : Arik Anggara

Pertanyaan : Apakah kekurangan dan kelebihan pada masing-masing jenis


rumusan maslah?

Jawab : belum sempat terjawab

Penanya 3 : Ainun Nadhifatun Arifah

Pertanyaan : Mengapa rumusan masalah tidak boleh terlalu luas dan tidak boleh
terlalu sempit? Berikan contohnya!

Jawab : yang terlalu luas contohnya “pengaruh air terhad”pengarap


pertumbuhan tanaman?” yang terlalu sempit contohnya “pengaruh
air sumur terhadap pertumbuhan tanaman.

Sanggahan dari gufron, dari rumusan masalah yang luas tadi lebih spesifik
lagi.

Sanggahan dari Arik A., kalau terlalu luas dan sempit tidak dapat
memecahkan. Kalau variabel kita banyak susah dalam memecahkan masalah
dengan menggunakan variabel yang spesifik memudahkann dalam
memecahkan masalah.

G. Kegiatan Kelas
Pembelajaran diawali dengan presentasi oleh kelompok 2 yang membahas
topik tentang macam macam rumusan masalah, kriteria dalam mamilih masalah,
dan langkah langkah dalam menyusun masalah. Presentasi dibuka oleh moderator
atas nama Aulia Qori L dan notulen atas nama Rizky Rahma. Presentasi diawali
oleh pengenalan anggota kelompok presentasi yakni Fatiyatur Rosyidah, Nir
Fadillah, dan Rika Nur Azizah. Setelah perkenalan dilanjutkan dengan penjelasan
tentang macam macam rumusan masalah, kriteria dalam memilih masalah, dan
langkah langkah dalam menyusun masalah. Setelah presentator menyelesaikan
presentasinya dilanjutkan dengan sesi tanya jawab. Yang mana pada sesi pertama
dibuka dengan 3 pertanyaan. Terdapat banyak sanggahan dan sempat terjadi debat
antara beberapa audient. Setelah semua pertanyaan terjawab, presentasi ditutup.
Dosen pengampu menjelaskan tentang pertanyaan yang diajukan pada sesi tanya
jawab yang belum terjawab oleh presentator dan mempersilahkan mahasiswa
bertanya apabila terdapat hal yang belum bisa dipahami. Setelah selesai
menjelaskan, kegiatan kelas ditutup oleh dosen pengampu.

H. Komentar Kegiatan Kelas (Refleksi)

Pada pertemuan kali ini, para presentator menjelaskan materi dengan runtut
dan jelas. Penjelasan tersebut sangat bermanfaat dalam pelaksanaan penelitian
kelak, sehingga mahasiswa dapat mengerti dan memahami bagaimana cara
menyusun rumusan masalah yang benar dan sesuai kriteria, mengetahui macam
macam rumusan masalah, dan dapat menyusun rumusan masalah yang baik untuk
penelitian kelak. Materi ini sangat membantu mahasiswa dalam melakukan
penelitian kelak.