Anda di halaman 1dari 11

PANDUAN PROSES EVALUASI KINERJA STAF MEDIS

RSGM FKG USAKTI

RUMAH SAKIT GIGI DAN MULUT


FAKULTAS KEDOKTERAN GIGI UNIVERSITAS TRISAKTI
2017

BAB I
PENDAHULUAN

A. Latar Belakang
0
Rumah Sakit Gigi dan Mulut Fakultas Kedokteran Gigi Universitas Trisakti (RSGM FKG
Usakti) merupakan rumah sakit khusus milik Universitas Trisakti yang berfungsi sebagai
wahana (tempat) pendidikan bagi program profesi dokter gigi dan dokter gigi spesialis yang
sejalan dengan fungsi utama perguruan tinggi yaitu Tridharma Perguruan Tinggi, pendidikan,
penelitian dan pengabdian kepada masyarakat. Berdasarkan hal tersebut RSGM FKG Usakti
tidak hanya merupakan suatu sarana untuk mengembangkan pengalaman belajar
mahasiswa pada proses pendidikan, akan tetapi juga merupakan sarana pengembangan
IPTEK kedokteran gigi serta pengabdian kepada masyarakat, berupa pelayanankesehatan gigi
danmulut unggulan.

Visi dari RSGM FKG Usakti adalah menjadikan rumah sakit gigi dan mulut sebagai sarana
pelayanan, pendidikan dan penelitian, kesehatan gigi dan mulut unggulan. Misi dari RSGM
FKG Usakti adalah memberikan pelayanan kesehatan gigi dan mulut yang bermutu,
terjangkau,dan merata, menjadi wahana pendidikan profesi dan PPDGS penelitian, dan
pengembangan ilmu pengetahuan dan tehnologi kedokteran gigi untuk dokter gigi, dokter
gigi spesialis dan tenaga kesehatan lainnya serta menjadi pusat rujukan tertinggi.

Motto “Quality services, safety and satisfaction.” Falsafah pelayanan RSGM dapat di
jabarkan sebagai berikut Quality services : RSGM FKG Usakti akan memberikan pelayanan
professional dan bermutu guna kepentingan perikemanusiaan. Setiap pasien adalah ciptaan
Tuhan yang perlu dihargai dan mempunyai hak untuk memperoleh layanan optimal dan
bermutu agar dapat menjadi bagian dari masyarakat umum sehingga derajat kesehatan
masyarakat dapat terwujud. Safety : RSGM FKG Usakti akanmemberikan pelayanan yang
menjamin keselamatan bagi pasien dankeluarganya, serta petugas kesehatan dan
masyarakat, agar terhindar dari bahaya dan ancaman yang bisa menyebabkan cidera,
tertular penyakit, maupun kejadian tidak diinginkan. Satisfaction : RSGM FKG Usakti akan
memberikan pelayanan yang memuaskan kepada masyarakat, secara ikhlas tanpa
membedakan status sosial, gender, keagamaan, kebangsaan, politik, kepartaian yang
merupakan tindakan terpuji, sehingga masyarakat merasa dipedulikan dan akan
menumbuhkan rasa senang, cinta, nyaman dan puas kepada pelayanan RSGM FKG Usakti.

Sejak berdirinya RSGM di tahun 2002 hingga saat ini, ijin operasional tetap diberikan
oleh Kemenkes RI dan telah diperpanjang sebanyak 2 kali. RSGM juga telah ditetapkan

1
sebagai rumah sakit gigi dan mulut dengan klasifikasi A sejak 28 Nopember 2010.
Perpanjangan ijin operasional tetap yang terakhir diberikan pada tanggal 14 Agustus 2014
berdasarkan Surat Keputusan Menteri Kesehatan Republik Indonesia nomor
HK.02.02/MENKES/254/2014 tentang izin operasional tetap Rumah Sakit Gigi dan Mulut
Fakultas Kedokteran Gigi Universitas Trisakti untuk 5 tahun kedepan.

Sebagai penanggungjawab RSGM FKG Usakti adalah seorang Direktur. Secara struktural
RSGM FKG Usakti dibawah kelola PT. Medika Sarana Denta Trisaka Mukti (PT. MSDTM)
dimana Direktur Utama dan Direktur Keuangan serta Direktur Pengembangan adalah ex
officio Dekan, Wakil Dekan II, Wakil DekanIV Fakultas Kedokteran Gigi Universitas Trisakti.
Dalam menjalankan fungsinya RSGM FKG Usakti dipimpin Dewan Direksi yang dikoordinasi
oleh seorang Direktur dan dibantu oleh dua Wakil Direktur yang membawahi kepala-kepala
unit.

Rumah sakit adalah lembaga yang memberikan pelayanan klinik dengan


badan dan jiwa manusia sebagai sasaran kegiatannya, maka mutu pelayanan medik
menjadi indikator penting untuk menilai baik buruknya pelayanan rumah sakit. Oleh
karena itu, untuk mewujudkan suatu pelayanan medis yang bermutu sangat
diperlukan adanya tata pengaturan yang baik terhadap kegiatan pelayanan medis yang
dilaksanakan oleh para dokter, perawat dan tenaga klinik lainnya. Sebagaimana
sistem governance di bidang manajemen, pada saat ini telah dikembangkan sistem
governance di bidang klinik dengan menggunakan istilah clinical governance, yaitu
suatu kerangka kerja yang bertujuan untuk menjamin agar pelayanan kesehatan dapat
terselenggara dengan baik berdasarkan standar pelayanan yang tinggi serta dilakukan
pada lingkungan kerja yang memiliki tingkat profesionalisme tinggi. Dalam konsep
ini setiap petugas yang terlibat dalam pelayanan klinik harus memahami dan
menerapkan prosedur-prosedur yang dapat mencegah terjadinya resiko akibat
penatalaksanaan medik

Kepuasan pasien merupakan hal yang sangat penting dalam menilai mutu pelayanan
kesehatan. Ada dua faktor utama yang mempengaruhi mutu pelayanan kesehatan, yaitu
pelayanan yang diharapkan (expected services), dan pelayanan yang dirasakan (perceived
services). Jika harapannya terlampaui maka pelayanan tersebut dirasakan sebagai mutu

2
pelayanan yang ideal dan sangat memuaskan. Jika harapan sesuai dengan pelayanan yang
diterima maka mutu pelayanannya memuaskan, dan jika harapannya tidak terpenuhi pada
pelayanan yang diterima maka mutu pelayanan tersebut dianggap kurang memuaskan.

Penilaian mutu pelayanan kesehatan dapat ditinjau dari beberapa sisi, yaitu sisi pemakai
jasa pelayanan kesehatan dan penyelenggara pelayanan kesehatan. Dari sisi pemakai,
pelayanan kesehatan yang bermutu adalah suatu pelayanan kesehatan yang dapat
memenuhi kebutuhan, diselenggarakan dengan cara yang sopan dan santun, tepat waktu,
tanggap dan mampu menyembuhkan keluhannya serta mencegah berkembang atau
meluasnya penyakit

Sumber daya manusia yang mempunyai peran paling utama dalam meningkatkan mutu
pelayanan kesehatan adalah tenaga Profesi Medis. Oleh karena itu pihak manajemen rumah
sakit tentunya mengharapkan tenaga medis yang bekerja dilingkungan harus mempunyai
mutu pelayanan kesehatan yang baik, bertanggung jawab dan berdisiplin tinggi. Sebagai
upaya untuk mencapai tujuan dimaksud, maka Komite Medik dalam menyelesaikan masalah
yang berkaitan dengan tenaga medis serta melakukan pemantauan dan pembinaan.

Berdasarkan UURS pasal 29 tentang Kewajiban Rumah Sakit bahwa setiap Rumah sakit
Wajib memberi pelayanan kesehatan yang aman, bermutu, antidiskriminasi, dan efektif
dengan mengutamakan kepentingan pasien sesuai dengan standar pelayanan Rumah
Sakit,dan membuat, melaksanakan, dan menjaga standar mutu pelayanan kesehatan di
Rumah Sakit sebagai acuan dalam melayani pasien. Berdasarkan UU RS Pasal 46 Rumah
Sakit bertanggung jawab secara hukum terhadap semua kerugian yang ditimbulkan atas
kelalaian yang dilakukan oleh tenaga kesehatan di Rumah Sakit. Untuk dapat melaksanakan
nya maka Rumah Sakit Aminah Blitar melakukan evaluasi secara terus menerus terhadap
semua setiap staf medis yang bekerja di Rumah Sakit Umum Aminah sebagai acuan untuk
meningkatkan mutu pelayanan dan mengurangi dampak tuntutan dari pasien.

B. Definisi
Merupakan suatu proses pengumpulan data, menganalisis informasi terhadap setiap
kinerja staf medis yang dilaksanakan berdasarkan data yang komprehensif untuk menilai
pencapaian program dan mendeteksi serta menyelesaikan masalah yang dihadapi. Dalam
3
melaksanakan evaluasi kinerja staf medis di perlukan suatu metode dan proses penilaian
dan pelaksanan tugas seseorang atau kelompok orang atau unit-unit kerja yang sesuai
dengan standar kinerja dan tujuan rumah sakit.

Proses evaluasi yang terus menerus terhadap praktisi professional dilakukan secara
objektif dan berbasis bukti. Hasil proses review bisa tidak ada perubahan dalam tanggung
jawab staf medis fungsional, perluasan tanggung jawab, pemabatasan tanggung jawab,
masa konseling dan pengawasan atau kegiatan yang lainnya. Setiap waktu sepanjang tahun,
bila bukti yang dapat dipertanyakan kurangnya peningkatan kinerja, ada review dan kegiatan
sesuai laiinya yang diambil. Hasil review, tindakan yang diambil dan setiap dampak atas
kewenganan di dokumentasikan dalam file kredensial staf medis fungsional atau file lainnya

Ada evaluasi terus menerus terhadap kualitas dan keamanan asuhan klinis yang
diberikan oleh setiap staf medis fungsional diperlukan untuk meningkatkan mutu pelayan
masing-masing staf medis dan untuk mengurangi kesalahan dalam pelayanan medis yang
akan dilaksanakan.

4
BAB II
RUANG LINGKUP

RSGM FKG Usakti adalah rumah sakit gigi dan mulut yang mempunyai fasilitas dan
kemampuan pelayanan medis spesialitik dasar dan penunjang yang meliputi kelompok
stafmedis (KSM) bedah, kelompok stafmedis (KSM) non bedah dan kelompok stafmedis
umum. Penilaian Kinerja berbasis Penilaian Keprofesian dilakukan setiap setahun sekali.
Kategori penilaian ini digunakan sebagai feedback atas pelayanan dokter dengan harapan
akan terjadi perbaikan dalam komponen yang dinilai. Penilaian kinerja dilakukan oleh Tim
yang melibatkan Tata Usaha, Wakil Direktur Pelayanan dan Komite Medis. Hasil Penilaian
Kinerja staf medis akan dikonsultasikan kepada Direktur Rumah sakit sebelum
diinformasikan ke masing-masing dokter.

5
BAB III
KEBIJAKAN

Keputusan Direktur Rumah Sakit Gigi dan Mulut Fakultas Kedokteran Gigi Universitas
Trisakti meliputi :

1. Kebijakan Evaluasi Kinerja Staf Medis di Rumah Sakit sebagaimana terlampir dalam

lampiran kebijakan ini.


2. Kebijakan ini berlaku selama 3 tahun dan akan dilakukan evaluasi minimal 1 tahun

sekali.
3. Apabila hasil evaluasi mensyaratkan adanya perubahan, maka akan dilakukakan

perubahan dan perbaikan sebagaimana mestinya.

6
BAB IV
TATA LAKSANA

A. Elemen Penilaian Monitoring dan Evaluasi SMF :

1. Ada evaluasi praktek profesional terus-menerus dari kualitas dan keamanan


pelayanan pasien yang diberikan oleh setiap anggota staf medis fungional yang
direview dan dikomunikasikan kepada setiap anggota staf medis fungsional
setidaknya setiap tahun.

2. Evaluasi praktek profesional terus-menerus dan review tahunan dari setiap anggota
staf medis fungsional dilaksanakan dengan proses yang seragam yang ditentukan
oleh kebijakan rumah sakit.

3. Evaluasi mempertimbangkan dan menggunakan data komparatif secara proaktif,


seperti membandingkan dengan literatur kedokteran.

4. Evaluasi mempertimbangkan dan menggunakan kesimpulan dari analisa mendalam


terhadap komplikasi yang dikenal dan berlaku.

5. Informasi dari proses evaluasi praktik profesional tersebut didokumentasikan dalam


file krendensial anggota staf medis fungsional dan file lainnya yang relevan.

B. Kinerja staf klinis yang dievaluasi adalah :

1. Perawatan Pasien (Patient Care)


2. Pengetahuan Medis/ Klinik (Medical/ Clinical Knowledge)
3. Pembelajaran dan Perbaikan Berbasis Praktik (Practice base learning improvement
4. Ketrampilan Interpersonal dan Komunikasi (Interpersonal and Skill
Communication)
5. Praktek Berbasis Sistem (System Base Practice)
6. Profesionalisme

7
C. Informasi didapat dari :

1. Grafik review berkala dari rekam medis

2. Observasi langsung
3. Monitoring terhadap teknik diagnostik dan pengobatan

4. Monitoring kualitas klinis


5. Diskusi/survei dg sejawat/staf lainnya

Informasi dari proses evaluasi praktik profesional tersebut didokumentasikan dalam


file krendensial anggota staf medis fungsional dan file lainnya yang relevan.

8
BAB V
DOKUMEN

Seluruh dokter yang praktik di Rumah Sakit harus mendapatkan persetujuan dari
manajemen rumah sakit. Hal itu dibuktikan dengan pemberian penugasan klinis (clinical
appointment) kepada dokter yang bersangkutan. Dalam prosesnya, pemberian penugasan
klinis tersebut dilakukan melalui berbagai tahap. Dokter yang telah menerima penugasan
klinis, hanya dapat melakukan tindakan sesuai dengan yang tertera dalam penugasan klinis
tersebut. Penugasan klinis itu dapat dilakukan perubahan berkaitan dengan penilaian staf
medis yang dilakukan setiap tahun, sesuai dengan kondisi dan kompetensi dokter yang
bersangkutan.

Berikut lampiran salah satu contoh perjalanan evaluasi staf medis yang telah melaksanakan
perjanjian kontrak kerja di RSGM FKG Usakti

9
10