Anda di halaman 1dari 10

PERANCANGAN ALAT PEMISAH TREAD DAN

SIDEWALL PADA PROSES SCRAP GREEN


TIRE DI AREA BUILDING PLANT R PT. A
Diki Romadon1)
Program Studi Teknik Mesin, Politeknik Gajah Tunggal
romadon.diki@gmail.com

Ahmad Zohari (satu)2)


Politeknik Gajah Tunggal
zohari@poltek-gt.ac.id

Taufik Budiarto (dua)3)


Plant R / Technical Department, PT Gajah Tunggal Tbk.
Taufik.Budiarto@gt-tires.com

ABSTRAK
PT. A merupakan perusahaan yang bergerak di bidang manufaktur dengan produk ban untuk berbagai
kendaraan dan kegunaan. Dengan bertambahnya persaingan industri manufaktur. PT. A terbagi menjadi
beberapa bagian yang memproduksi ban salah satunya adalah Plant R yang memproduksi ban untuk Truk dan
Bus dengan kontruksi radial, atau disebut dengan TBR (Truk Bus Radial). Pada proses scrap green tire,
operator masih menggunakan cara manual untuk proses scrap dengan menggunakan tangan untuk memisahkan
tread dan sidewall dengan cara ditarik untuk memisahkan dari green tire sehingga perlu waktu lama dan tenaga
keras. Hal ini yang melatar belakangi perancangan alat pemisah tread dan sidewall untuk mempermudah kerja
operator dan mempercepat waktu kerja.
Penelitian ini dilakukan untuk merancang sebuah alat yang dapat membantu operator memisahkan
tread dan sidewall, alat ini bekerja menggunakan roll berpaku yang digerakkan dengan bantuan motor listrik
dan juga solvent untuk membantu proses pemisahannya.
Hasil yang didapat dari penelitian ini adalah desain dari alat pemisah tread dan sidewall yang
memperhitungkan daya motor, perancangan unit transmisi, perancangan roll pemisah, dan perancangan unit
rangka. Alat pemisah tread dan sidewall terdiri dari beberapa bagian yaitu, unit daya, unit transmisi, unit
pemisah, dan unit rangka. Alat ini mempunyai mempunyai dimensi dengan tinggi 1550 cm dan lebar 1200 cm.

Kata kunci : Green Tire, Alat pemisah Tread dan Sidewall


I. PENDAHULUAN pemisahan tread, belt, body ply, side wall,
PT. A merupakan perusahaan yang inner liner, apex, dan bead wire dengan cara
bergerak di bidang manufaktur ban untuk ditarik. Proses scrap masih dilakukan secara
berbagai kendaraan dan kegunaan. PT. A manual oleh operator menggunakan handlift
memiliki beberapa plant yang aktif sebagai alat bantu penopang green tire untuk
melakukan kegiatan produksi. Salah satu memudahkan operator dalam proses
plant yang dimiliki oleh PT. A adalah Plant R. pemisahan komponen green tire. Proses
Plant R memproduksi ban truk dan bus jenis pemisahan menggunakan cara yang manual
radial yang saat ini pembuatan ban truk dan sehingga menguras tenaga.
bus diproduksi di dua plant yaitu Plant R lama Berdasarkan kondisi aktual di lapangan
dan di plant R baru. serta pernyataan di atas, penulis mencoba
Salah satu proses produksi yang mendesain alat yang dapat membantu
terdapat dalam pembuatan ban truk dan bus operator dalam proses pemisahan tread dan
radial ini adalah proses building. Proses sidewall. Perancangan alat menggunakan
building adalah proses penggabungan semua handlift sebagai bantuan penopang green tire,
material penyusun ban menjadi ban setengah dan menggunakan poros dengan tambahan
jadi atau biasa di sebut green tire. Proses silinder pemisah tread dan sidewall yang akan
building tentunya masih terdapat beberapa di gerakan oleh motor sehingga akan
kendala dalam pelaksanaannya sehingga mempermudah operator dalam pemisahan
menyebabkan defect pada green tire yang tread dan sidewall. Secara tidak langsung
diharuskan untuk di scrap. Defect yang terjadi akan mendapatkan keuntungan karena akan
pada green tire antara lain: problem sticher menghemat tenaga operator, serta keuntungan
dan blader, blown besar, bead NG, sticher terhadap perusahaan, manajemen, beserta
robek, apex gembos, apex dan sidewall karyawan yang terlibat pada proses building
melipat, boby ply bergelombang, bead dan khususnya operator itu sendiri. Maka dari itu
body ply tidak menyatu. Semua defect pada penelitian dengan tema perancangan alat
green tire hanya defect yang dinyatakan scrap bantu pemisah lapisan green tire di area
untuk diproses scrap. building Plant R ini perlu dilakukan guna
Proses scrap adalah proses pemisahan menjawab dari berbagai permasalahan di atas.
komponen green tire dengan cara memotong
II. LANDASAN TEORI
bagian bawah sidewall dengan kater agar
II.1. Teori Tentang Perancangan Mekanis
memudahkan dalam pemisahan sidewall dan
Perancangan mekanis merupakan proses
tread pada bagian awal proses. Alat yang
perancangan dan atau pemilihan komponen-
digunakan SBP dan besi pengait untuk
komponen mekanis dan menggabungkan
keduanya secara bersama-sama untuk II.4. Tegangan Tekan
mencapai fungsi yang diharapkan. Tegangan tekan terjadi ketika suatu
Perancangan harus mempertimbangkan bukan bahan dikenakan beban tekan yang saling
hanya untuk kerja elemen yang diracang pada berlawanan. [4].
waktu tertentu, tetapi juga memikirkan Tegangan tekan dirumuskan dengan [4]:
elemen-elemen yang akan dipadukan [1]. Pc
c = (2.4)
II.2. Gerak Melingkar Beraturan A
Dimana, c = Tegangan tekan
Gerak melingkar beraturan adalah gerak
Pc = Beban Tekan
yang lintasannya berbentuk lingkaran dengan
P = Luas Penampang
laju konstan dan arah kecepatan tegak lurus
II.5. Tekanan Bantalan
terhadap arah percepatan [2].
Bantalan adalah elemen mesin yang
v = rω (2.1)
menumpu poros berbeban, sehingga putaran
Dimana, v=Kecepatan linier
atau gerakan bolak baliknya dapat
r = Jari jari
berlangsung secara halus, aman, dan panjang
ω = Kecepatan sudut
umur [5].
II.3. Gerak Melingkar Beraturan
Dirumusan dengan [5]:
Percepatan sudut α dari suatu benda tegar
W
yang berputar pada sumbu stasioner P= (2.5)
ld
berhubungan dengan torsi total ∑τ dan
Dimana :
momen inersia I dari benda tegar, dengan
l = Panjang bantalan (mm)
persamaan [3].
d = Diameter poros (mm)
∑τ = Iα (2.2) W = Beban pada ujung (kg)
Dimana, τ = Torsi benda P = Tekananbantalan (kg/mm2)
I = Momen inersia II.5. Perhitungan Panjang Rantai
α = Percepatan sudut Panjang rantai dapat dirumuskan [4]:
Ketika benda berotasi dengan kecepatan C
Cp = (2.6)
sudut ω, daya P (laju pada saat torsi benar- p
2
benar bekerja) adalah [3]: Z -Z
[ 2 1]
z1+ z2 6,28
Lp = +2Cp + (2.7)
P = τω (2.3)
2 Cp

Dimana, τ = Torsi benda Dimana :


ω = Momen inersia Lp = Panjang rantai, dinyatakan dalam
P = Daya jumlah mata rantai
Z1 = Jumlah gigi sproket kecil
Z2 = Jumlah gigi sproket besar
C = Jarak sumbu poros, dinyatakan dalam scrap green tire. Hasil identifikasi yang
jumlah mata rantai didapat penulis :
P = Pitch rantai 1. Banyak Green Tire yang belum sesuai
II.6. Reaksi Tumpuan Rangka Sederhana spesifikasi.
2. Proses pemisahan tread dan sidewall
Adapun persamaan yang digunakan untuk
masih manual dan lama.
menghitung reaksi tumpuan dengan III.4. Konsep Dasar Alat
menggunakan persamaan [7] : Memikirkan konsep alat untuk
wL memisahkan tread dan sidewall.
Rb = (2.8)
2
III.5. Studi Pustaka dan Studi Lapangan
Dimana :
Mencari teori dan penelitian sebelumnya
W = Beban persatuan panjang
yang berkaitan dengan perancangan alat
L = Panjang balok
pemisah tread dengan sidewall.
II.7. Kolom
III.6. Pengumpulan Data
Kolom merupakan batang yang mendapat
Data yang dikumpulkan oleh penulis adalah
beban aksial [4].
sebagai berikut :
Beban kritis kolom dapat dirumuskan :
1. Data berat maksimal Green Tire
π2 EI
Wcr = (2.9) 2. Data dimensi Tread dan Sidewall size
L2
yang terbesar
Dimana: 3. Data kekuatan tarik dari Tread dan
Wcr = Beban kritis Sidewall
E = Modulus elastisitas batang
III.7. Pengolahan Data
L = Panjang batang ekivalen
Mengolah data yang sudah dikumpulkan
I = Momen inersia batang
sebagai acuan pada proses perancangan.

III. METODOLOGI PENELITIAN III.8. Penentuan Komponen Komponen

III.1. Pemahaman Proses Kerja Alat

Pada tahap ini penulis memahami proses Pada tahap ini penulis menentukan

pembuatan ban truck dan bus radial, dan juga komponen komponen alat apa saja yang

memahami proses scrap green tire. diperlukan dalam perancangan

III.2. Observasi Lapangan III.9. Pembuatan Desain Awal Alat

Tahap ini dilakukan pengamatan hal-hal Pada tahap ini penulis membuat desain

apa yang menjadi kekurangan pada proses awal alat menggunakan software Solidwork.

scrap green tire. III.10. Perhitungan dan Penentuan Bahan

III.3. Identifikasi Masalah Masing masing Komponen

Tahap ini penulis mengidentifikasi Tahap ini dilakukan perhitungan

masalah apa saja yang terjadi pada proses komponen-komponen yang digunakan, hal ini
penting untuk mengetahui beban yang IV.1.1. Beban Untuk Memisahkan tread
diterima dari komponen dan kekuatan dari dan sidewall
komponen tersebut agar dihasilkan Dari data didapatkan bahwa beban
perancangan yang aman efektif yang digunakan untuk memisahkan
III.11. Pembuatan Desain Akhir tread dan sidewall adalah sebesar 0,51 kg
Tahap ini penulis mendesain ulang alat dengan luas 24 cm2. Apabila di inginkan
sesuai dengan hasil perhitungan dan material untuk 1 baris paku dapat memisahkan seluas
yang digunakan. 4 cm x 28,8 cm = 115,2 cm2, maka beban
yang diperlukan untuk memisahkan dengan
IV. HASIL DAN PEMBAHASAN rumus perbandingan didapat :
Alat pemisah tread dan sidewall yang M1A1= M2A2
dirancang penulis adalah sebuah mekanisme M2 = M1 A2 / A1
yang berfungsi untuk memisahkan tread dan = 66,16 kg x 115,2 cm2 /24 cm2
sidewall pada green tire yang di disposisi = 317,568 kg
scrap yang secara semi automatis di Perhitungan gaya yang diperlukan
departemen produksi Building Plant R PT menggunakan persamaan:
Gajah Tunggal Tbk. Pemisahan yang semula F = m.g
menggunakan tenaga manual dari operator, = 317,568 kg x 9,8 m/s2
oleh penulis metode tersebut dimodifikasi =3.112.16 Newton
menggunakan alat bantu semi otomatis yang Dari gaya dan jari-jari roll yang
diharapkan alat tersebut dapat mempermudah diperoleh, didapatkan beban torsi untuk
dan mempercepat proses pemisahan scrap memisahkan squeege dengan airproof dengan
green tire tersebut. luas 480 cm2 adalah sebesar :
Torsi = F x r
= 3.112,16 x 0,09 m
= 280,0944 Nm
IV.1.2. Beban Untuk Memutarkan Roll
Pemisah
Diketahui dimensi roll dengan satuan

Gambar 4.1. Gambaran Umum Mesin mm, adalah :

IV.1. Perhitungan Beban Daya yang


Diterima Motor
Gambar 4.2. Dimensi roll pemisah (mm)
IV.1.3.1. Roll Pemisah Silinder Berlubang 1
I = MR2
Dari perhitungan didapatkan berat roll 2
1
pemisah 50,28 kg. Momen inersia dari roll I = x 6,31 kg x (0,02)2 m
2
pemisah silinder berlubang :
I = 0,0631 kgm2
1
I= M (𝑅22 + R12 ) Beban torsi:
2
1 T = Iα
= 50,28 kg (0,00092 + 0,00082 )
2 rad
T = 0,0631 kgm2 x 7,5
= 0,000036453 kgm2 s2
T = 0,47325 Nm
Beban torsi :
Total beban torsi untuk memutar roll pemisah
T=Ixa
rad = (0,02734 Nm + 0,0945 Nm +0,47325 Nm )
= 0,000036453 kgm2 x 7,5
s2 = 5,45 Nm
= 0,02734 Nm Beban torsi total yang berada pada roll
IV.1.3.2. Tutup Roll Silinder pemisah adalah = ( 280.0944 Nm + 5,45 Nm )
Tutup roll silinder terbuat dari bahan = 285,54 Nm.
AISI 1045 berbentuk silinder pejal dengan Karena kecepatan output dari reducer
diameter 16 cm, tebal 5 cm dan berat 7,88 kg. adalah 3,75 rpm maka kecepatan sudut yang
Momen inersia tutup roll silinder, berbentuk digunakan adalah :
silinder pejal (lampiran 4) : 2πn
ω =
1 60
I= MR2 2π 3,75
2 ω=
1 60
= x 7,88 kg x (0,04)2 m
2 ω = 0,3925 rad/s
= 0,0126 kgm2 Daya yang diperlukan untuk
Beban torsi : mengoperasikan mesin tersebut adalah :
T = Iα P = ωxT
rad P = 0,3925 rad/s x 285,54 Nm
= 0,0126 kgm2 x 7,5
s2 P = 0,112 KW
= 0,0945 Nm Dicari motor dengan daya 0,112 KW
IV.1.3.3. Poros Roll Pemisah dan ternyata dipasaran tidak ditemukan, maka
Poros Roll pemisah terbuat dari baja khrom perancangan menggunakan motor dengan
molibden tempa dengan material AISI 1045, daya yang mendekati daya 0,112 KW yaitu
poros roll ini mempunyai panjang 120 cm 0,75 KW (1HP) dengan merk TECO jenis
diameter poros 4 cm dan berat 6,31 kg. motor ac tiga phasa dan mempunyai putaran
Momen inersia poros berbentuk pejal : 1451 rpm.
Pada katalog gear box, gear box yang n input 157,89
=
mempunyai rasio 1:200 torsi maksimal yang nB (output) 1

dikeluarkan adalah 96,33 Nm dan Jadi rasio perbandingan dari gearbox yang

memerlukan daya sebesar 0,08 KW digunakan adalah 1 : 200

(Lampiran 6). Sedangkan torsi yang Pada perancangan ini gearbox yang dipakai

diperlukan dalam perancangan adalah 63,9 adalah gearbox AOD dengan spesifikasi

Nm dan daya yang diperlukan dalam sebagi berikut (Lampiran 4) :

perancangan adalah 0,112 KW maka Nominal rasio 1 : 200

penggunaan gear box dan motor adalah aman. Output torque 84,85 Nm
Input speed 1415 rpm
IV.2. Perancangan Unit Transmisi Output speed 3,75 rpm
Input daya 0,08 Kw
IV.2.1. Gearbox
Pada perancangan gearbox output IV.2.2. Rantai
putaran yang digunakan pada roll pemisah Pada perancangan ini penulis
adalah 7,5 rpm, sedangkan roda gigi yang menggunakan rantai sebagai alat untuk
digunakan pada perancangan ini adalah : mentransmisikan gerakan yang berasal dari
Jumlah roda gigi pada kedua roll pemisah dan motor ke roll pemisah.
roll transfering 14 (ZA)
Sprocket
Jumlah roda gigi pada poros reducer 11 (ZB)
B
Maka dapat diketahui kecepatan pada poros
reducer dari jumlah gigi dengan rumus
persamaan :
zA x nA = zB x nB
14 x 7,5 rpm = 11 x nB rpm Sprocket A
Gambar 4. 3. Jarak transmisi antar sprocket
= 14 x 7,5 rpm/11
= 9,5 rpm A = Sprocket gearbox (11)

Kecepatan yang dihasilkan reducer adalah 9,5 B = Sprocket roll (14)

rpm Karena diketahui dari katalog sprocket roll

Dengan kecepatan putaran motor (n input) mempunyai chain picth (jarak bagi) 12,70

1415 rpm maka rantai yang dipakai adalah rantai nomor

Maka rasio perbandingan gearbox didapat 40 (Lampiran 7).

dari persamaan (2.25) :


n input 1415
=
nB (output) 9,5
IV.3. Perancangan Unit Roll Pemisah cm x 28,8 cm = 115,2 cm2. 1 paku dapat
IV.3.1. Perancangan Diameter Paku memisahkan 24 cm2 maka dalam 1 baris paku
Material yang digunakan pada paku AISI terdapat :
1045, kekuatan tarik 530-625 N/mm2. FS Luas yang ingin dipisahkan dalam 1 baris
n paku =
Luas yang mampu dipisahkan 1 paku
adalah 8 (Beban berubah).
60 cm2
Beban maksimal yang diterima oleh 1 n paku =
6 cm2
paku adalah F = 649 N n paku = 10 paku
Tegangan geser ijin maksimum baja : Diameter dari roll adalah 18 cm, maka
τs max = 0,75 x t maximal keliling dari roll dapat dihitung :
τs = 0,75 x 625 N/mm2 Kell lingkaran = 2πr
τs = 468,75 N/mm2 = 2 x 3,14 x 9 cm
Dengan faktor keamanan 8, maka : = 56,52 cm
τs maximal Jarak antar paku diketahui 6 cm, maka
τs working =
Fs
jumlah baris paku dalam roll:
468,75 N/mm2
= Keliling lingkaran
8
Jumlah baris paku =
= 58,59 N/mm2 Jarak antar paku
56,52 cm
Diameter minimal paku : = 6 cm
P = 9,42
τs working =
A
Jumlah baris paku adalah 10 baris
N 649 N
58,59 2
= π Apabila terdapat 10 paku dalam 1
mm 2
4 d
baris, maka dalam 10 baris roll tersebut
649 N x 4
d2 = mempunyai jumlah paku sebanyak 100 paku.
N
58,59 x 3,14
mm2 IV.4. Perancangan Unit Rangka
2
= 14,1 mm Beban
d = √14,1 = 3,75 mm
Karena untuk perancangan lebih aman
Tiang
dan tidak patah saat menarik tread dan
penompang
sidewall maka penulis menggunakan diameter
silinder
paku 10 mm.

Gambar 4.4. Unit Rangka


IV.3.2. Perhitungan Jumlah Paku yang
Digunakan IV.4.1. Pemeriksaan Terhadap Buckling
Dalam proses pemisahan, dalam 1 baris Diketahui nilai modulus elastisitas bahan
paku memisahkan tread dan sidewall seluas 4 baja adalah (E) = 200 KN/mm2, panjang
batang ekivalen L = 2 x 1550 mm, dan pemisah adalah baja AISI 1045, bahan roll
momen inersia luas Iy = 43,20 cm4. Maka penarik AISI 1045. Dimensi dari alat pemisah
beban kritis batang dapat dihitung tread dan sidewall adalah sebagai berikut :
berdasarkan persamaan (2.29) : Tinggi alat : 1.550 mm
π2 x E x Iy Lebar alat : 1.200 mm
Pcr =
𝐿𝑒 2 V.2. Saran
3,142 x 200.000 N/mm2 x 432.000 mm4 Alat pemisah tread dan sidewall ini
=
(2 x 1550 mm)2 sangat penting untuk di implementasikan,
= 274.796,59 Newton karena dapat lebih mempermudah operator
= 28,011 Kg dalam proses pemisahannya dibandingkan
dengan proses pemisahan secara manual.
IV.4.2. Tegangan Tekan pada Batang Untuk penelitian selanjutnya dapat
Karena beban ditumpu oleh 2 buah dilanjutkan tentang penelitian dari otomasi
batang, maka beban total adalah sebesar alat, ergonomi kerja, konsumsi daya,
132,08/2 = 66,04 kg (647,8524 N). Tegangan keamanan pengoperasian dan juga biaya yang
tekan pada 1 batang tiang dapat dihitung dikeluarkan.
berdasarkan persamaan (2.10): Apabila alat ini di implementasikan,
Pc
σc = maka perawatan dan pemeliharaan adalah
A
salah satu hal yang harus diperhatikan agar
647,8524 kg
= alat dapat bekerja secara optimal dalam suatu
1.700 mm2
= 0,381 N/mm2 proses kerja dan dapat lebih tahan lama,
kegiatan pemeliharaan dan perawatan salah
V. KESIMPULAN DAN SARAN
satunya yaitu dengan cara pembersihan dan
V.1. Kesimpulan
pelumasan secara rutin.
Perancangan alat pemisah tread dan
sidewall ini memiliki spesifikasi sebagai VI. DAFTAR PUSTAKA
berikut : alat ini digerakkan menggunakan [1] Robertt L.Mott. Elemen-elemen mesin
dalam perancangan mekanis. Andi,
bantuan motor AC 3 phasa berdaya 0,75 KW Yogyakarta, 2004.
dengan kecepatan motor adalah 1415 rpm, [2] Joko Sumarsono. Fisika Untuk
SMA/MA kelas X. CV Teguh Karya,
proses pemisahan alat ini menggunakan Jakarta, 2008.
bantuan roll berpaku berbahan AISI 1045 dan [3] Serway & Jewett. Physics for Scientist
and Engineer seven edition. Thomson
juga cairan solvent yang mempunyai volume Brooks, New York, 2008.
kurang lebih 3 lt. Mesin ini menggunakan [4] R.S khurmi, J.K Gupta. A Text Book Of
Machine Design. Eurasia Publishing
bahan rangka baja struktur BPJ 34 (SS34) House, New Delhi, 2005.
profil C 120 x 55 x 7, bahan poros roll
[5] K suga., Sularso. Dasar Perencanaan
dan Pemilihan Elemen Mesin. PT
Pradnya paramita, 1997.
[6] Prof.Dr.Zuhal M.Sc.EE, Ir.
Zhanggischan. Prinsip Dasar
Elektroteknik. PT Gramedia Pustaka
Utama, Jakarta, 2001.
[7] E.P Popov. Mekanika Teknik
(Mechanics of Material). Erlangga,
Jakarta, 1996.
[8] Danang Priantoro. Modifikasi
Pemasangan Gum Sheet Assembly Di
Mesin KBC 3. Tugas Akhir, Politeknik
Gajah Tunggal, Tangerang, 2014.
[9] Neil James. Chapter 3 - Mechanical
Properties. Diakses dari
http://www.tech.plymouth.ac.uk/sme/int
eractive_resources/tutorials/FailureAnal
ysis/Aircraft_Towbar/mech.test.lab.man
ual.pdf, tanggal 04 Juli 2015.
[10] A. Jensen, H. Chenoweth. Kekuatan
Bahan Terapan edisi keempat.
Erlangga, Jakarta, 1991.
[11] Departemen training Plant R. TBR
Training Presentation, PT. Gajah
Tunggal, Tangerang, 2009.
[12] Mike Scudamore. Power Transmission
Solution. Drive Design, Cross+Morse,
Birmingham, 2010.
[13] Sunoto dkk. Mesin Rol Plat. Tugas
Akhir. Politeknik Gajah Tunggal,
Tagerang, 1998.
[14] A. D. Deutschman, W.A.Michels &
C.E. Wilson. Machine Design Theory
and Practice. MacMillan Publishing,
London, 1975.