Anda di halaman 1dari 6

RINGKASAN PENELITIAN

HUBUNGAN PRE EKLAMPSIA BERAT PADA IBU BERSALIN DENGAN KEJADIAN


ASFIKSIA PADA NEONATUS DI RSUD GUNUNG JATI KOTA CIREBON TAHUN 2014

Oleh:
Siti. Haeriah dan Sylvia Meristika R
Dosen Tetap Poltekes BPH Cirebon

POLITEKNIK KESEHATAN
BHAKTI PERTIWI HUSADA CIREBON
2015-2014
PENDAHULUAN Kemudian 2 bayi dilahirkan BBLR dan 1 bayi
Angka Kematian Ibu (AKI) dan Angka dilahirkan dengan kelainan kongenital (Data
Kematian Bayi (AKB) merupakan salah satu Sekunder,2015).
aspek yang sangat penting dalam Berdasarkan data diatas penulis tertarik
mendeskripsikan tingkat pembangunan melakukan penelitian tentang hubungan
manusia di sebuah negara dari sisi kesehatan preeklampsia berat pada ibu bersalin dengan
masyarakatnya . Angka Kematian Ibu di kejadian asfiksia pada neonatus di RSUD
Indonesia sebanyak 359 per 100.000 kelahiran Gunung Jati tahun 2014.
hidup dan Angka Kematian Bayi sebanyak 40
per seribu kelahiran hidup (BKKBN,2011).
AKI dan AKB di Jawa Barat masih TINJAUAN PUSTAKA
tergolong tinggi dibandingkan dengan provinsi
yang lainnya di Indonesia walaupun sudah Pre eklampsia berat adalah suatu
mengalami penurunan saat ini yaitu AKI dari komplikasi kehamilan yang ditandai dengan
850 kasus pada tahun 2011 menjadi 747 kasus timbulnya hipertensi 160/110 mmHg atau
di tahun 2012, sedangkan AKB dari 5077 lebih disertai protein uria dan/atau edema pada
kasus di tahun 2011 menjadi 4431 pada tahun kehamilan 20 minggu atau lebih
2012. Dinas Kesehatan Jawa Barat tahun 2012 (Nugroho,2012).
menunjukkan AKI di Jawa Barat sebesar Preeklampsi berat pada kehamilan di atas
109,2 per 100.000 kelahiran hidup, sedangkan 37 minggu harus di rawat inap. Dengan
AKB di Jawa Barat sebesar 6,4 per 1000 penatalaksanaan :Istirahat mutlak dan
kelahiran hidup. ditempatkan dalam kamar isolasi, Berikan diit
Di RSUD Gunung Jati tahun 2014 jumlah rendah garam dan tinggi protein, Berikan
AKI sebesar 15 kasus per 100.000 kelahiran magnesium sulfat 8 gram intramuskuler, 4
hidup penyebab utama yaitu hipertensi dalam gram di bokong kanan dan 4 gram di bokong
kehamilan sebanyak 7 kasus (46,7%), kiri, Suntikan dapat diulang dengan dosis 4
kemudian yang selanjutnya disebabkan oleh gram setiap 4 jam, Syarat pembetian MgSO4
perdarahan sebanyak 4 kasus (26,7%) dan adalah refleks patella positif, diuresis 100 cc
infeksi sebanyak 4 kasus (26,6%), sedangkan dalam 4 jam terakhir, respirasi 16 kali per
jumlah AKB sebanyak 62 kasus atau sebesar menit, dan harus tersedia antidonumnya yaitu
2,8 per 1000 kelahiran hidup dengan penyebab kalsium glukonas 10% dalam ampul 10 cc,
utama yaitu asfiksia sebanyak 30 kasus Infus dekstrosa 5% dan ringer laktat.
(48,3%), kemudian bblr sebanyak 20 Bayi baru lahir disebut juga dengan
kasus(35,4%) dan kelainan bawaan sebanyak neonatus merupakan individu yang sedang
12 kasus (16,2%). bertumbuh dan baru saja mengalami trauma
Studi pendahuluan yang dilakukan pada kelahiran serta harus dapat melakukan
bulan Maret 2015 di RSUD Gunung Jati Kota penyesuaian diri dari kehidupan intrauterin ke
Cirebon didapat bahwa ada 130 bayi, kehidupan ekstrauterin (Nugroho,2013).
penelitian dilakukan pada bulan Mei 2015. Asfiksi neonatorum merupakan suatu
Dari hasil studi yang telah dilakukan dengan keadaan pada bayi baru lahir yang mengalami
melihat rekam medis pada 10 ibu bersalin di gagal bernapas secara spontan dan teratur
RSUD Gunung Jati didapat 7 bayi yang segera setelah lahir, sehingga bayi tidak dapat
dilahirkan Asfiksia dikarenakan ibu dengan memasukkan oksigen dan tidak dapat
hipertensi sebanyak 3 kasus, KPD 2 kasus, mengeluarkan zat asam arang dari tubuhnya
Serotinus 1 kasus dan partus lama 1 kasus. (Dewi,2013).
METODE penelitian untuk mempelajari dinamika
Jenis penelitian yang digunakan dalam kolerasi antar faktor-faktor resiko dengan
karya tulis ini adalah survey analitik yaitu efek, dengan cara pendekatan, observasi atau
suatu metode penelitian yang mencoba pengumpulan data sekaligus pada suatu saat
menggali bagaimana dan mengapa fenomena (Point time approach).
kesehatan ini terjadi. (Notoatmojo, 2012).
Pendekatan yang digunakan adalah
pendekatan Cross Sectional yaitu suatu

HASIL & PEMBAHASAN


1. Analisis Univariat
a. Gambaran Kejadian Preeklampsia Berat Pada Ibu Bersalin di RSUD Gunung Jati Kota
Cirebon Tahun 2014
Tabel 5.1
Distribusi Frekuensi Kejadian Preeklampsia Berat Pada Ibu Bersalin di RSUD
Gunung Jati Kota Cirebon Tahun 2014
PEB Frekuensi Persentase (%)
Ya 33 57.9
Tidak 24 42.1
Total 57 100.0

Berdasarkan tabel 5.1 di atas dapat di Tingginya kejadian preeklampsia dan


ketahui bahwa dari 51 ibu bersalin sebagian eklampsia di negara-negara berkembang
besar mengalami kejadian Preeklampsia Berat khususnya di Kota Cirebon dihubungkan
sebanyak 33 orang atau 57.9% dan yang tidak dengan rendahnya status ekonomi, dimana
mengalai Preeklampsia berat sebanyak 24 ketidak merataan tingkatan ekonomi
orang atau 42.1%. masyarakat dan dari surat keterangan tidak
Keadaan ini disebabkan karena di RSUD mampu yang dibawa sewaktu pasien akan
Gunung Jati Kota merupakan menjadi salah dirawat, keadaan ini pula yang menyebabkan
rujukan di Kota Cirebon. Menerima rujukan masyarakat kurang memanfaatkan fasilitas
dari seluruh puskesmas yang ada diwilayah pelayanan kesehatan dalam antenatal care.
Kota Cirebon termasuk daerah-daerah
terpelosok.
b. Gambaran Kejadaian Asfiksia Pada Neonatus di RSUD Gunung Jati Kota Cirebon Tahun

2014

Tabel 5.2
Distribusi Frekuensi Kejadian Asfiksia Pada Neonatus di RSUD Gunung Jati Kota
Cirebon Tahun 2014
Asfiksia Frekuensi Persentase (%)

Ya 31 54.4
Tidak 26 45.6
Total 57 100.0

Berdasarkan tabel 5.2 di atas dapat di mengalami PEB, dimana PEB merupakan
ketahui bahwadari 51ibu bersalin sebagian faktor penyebab terjadinya asfiksia.
besar bayi mengalami asfiksia sebanyak 31 Asfiksi neonatorum merupakan suatu
keadaan pada bayi baru lahir yang mengalami
neonatus atau 54.4% dan yang tidak
gagal bernapas secara spontan dan teratur
mengalami asfiksia sebanyak 26 neonatus atau segera setelah lahir, sehingga bayi tidak dapat
45.6%. memasukkan oksigen dan tidak dapat
Hasil penelitian menunjukan sebanyak mengeluarkan zat asam arang dari tubuhnya
54.4% neonatus mengalami asfiksia hal ini (Dewi,2013).
disebabkan karena sebanyak 57.9% ibu

2. Analisis Bivariat
Hubungan Preeklampsia Berat Pada Ibu Bersalin Dengan Kejadian Asfiksia Pada Neonatus
di RSUD Gunung Jati Kota Cirebon Tahun 2014

Tabel 5.3
Hubungan Pre Eklampsia Berat Pada Ibu Bersalin Dengan Kejadian Asfiksia Pada
Neonatus di RSUD Gunung Jati Kota Cirebon Tahun 2014
Asfiksia Pvalue
Total OR
PEB Ya Tidak
F % F % F 100
Ya 24 72.7 9 27.3 33 100
10.932 0.001
Tidak 7 29.2 17 70.8 24 100
Total 20 24.7 61 75.3 81 100
Dari hasil uji statistik dengan Dari hasil analisa uji chi square
menggunakan uji Chi Square dengan didapatkan hasil bahwa terdapat hubungan
menggunakan program SPSS di peroleh ρ- antara kejadian asfiksia neonatorum dengan
Value yaitu 0.001dengan tingkat kemaknaan ∝ ibu preeklampsia dan eklampsia di RSUD
= 0,05 maka dapat di simpulkan bahwa, ρ- Indrasari Pematang Reba Kabupaten Indragiri
Value sebesar 0.001< 0,05, sehingga Ha Hulu tahun 2010 (p < 0,05) dan nilai peluang
diterima artinya ada hubungan preeklampsia kejadian asfiksia neonatorum adalah 4,259
berat pada ibu bersalin dengan kejadian kali lebih besar terjadi pada ibu dengan
asfiksia pada neonatus di RSUD Gunung Jati preeklampsia dan eklampsia dibandingkan
Kota Cirebon Tahun 2014. Dilihat dari niai dengan ibu yang tidak mengalami
Odd Ratio (OR) sebesar 10.932 artinya ibu preeklampsia dan eklampsia.
yang mengalami preeklampsi berat beresiko
10.932 kali merlahirkan bayinya dengan
asfiksia. KESIMPULAN
Dari hasil penelitian yang dilakukan oleh
Rizki Kurniadi (2010) tentang hubungan Gambaran kejadian preeklampsia berat
antara ibu hipertensi dalam kehamilan pada ibu bersalin di RSUD Gunung Jati Kota
(preeklampsia dan eklampsia) dengan kejadian Cirebon Tahun 2014 sebagian besar
asfiksia neonatorum di RSUD Indrasari mengalami kejadian Preeklampsia Berat
pematang reba tahun 2010 dapat disimpulkan sebanyak 33 orang atau 57.9%, Gambaran
bahwa dari hasil analisa uji chi square kejadian asfiksia pada neonatus di RSUD
didapatkan hasil bahwa terdapat hubungan Gunung Jati Kota Cirebon Tahun 2014
antara ibu hipertensi dalam kehamilan sebagian besar bayi mengalami asfiksia
(preeklamsia dan eklampsia) dengan kejadian sebanyak 31 neonatus atau 54.4%, Hubungan
asfiksia neonatorum (p < 0,05) dan nilai pre eklampsia berat pada ibu bersalin dengan
peluang kejadian asfiksia neonatorum adalah kejadian asfiksia pada neonatus di RSUD
2,674 kali lebih besar terjadi pada ibu dengan Gunung Jati Kota Cirebon Tahun 2014 didapat
Hipertensi dalam kehamilan dibandingkan ada hubungan preeklampsia berat pada ibu
dengan ibu yang tidak mengalami Hipertensi bersalin dengan kejadian asfiksia pada
Dalam Kehamilan. neonatus.

DAFTAR PUSTAKA
Notoatmodjo, S. 2012. Metodologi Penelitian Kesehatan. et 2010, ed Revisi. Jakarta: Rineka Cipta.
Nugroho, W (2012). Keperawatan Gerontik&Geriatrik, Edisi. Jakarta:EGC
Nugroho, W (2013). Keperawatan Gerontik&Geriatrik, Edisi. Jakarta:EGC
Dewi dkk. 2013. Asuhan Kehamilan untuk kebidanan. Jakarta: Salemba Medika
Andriyani, Eni. 2011. Perbedaan Tingkat Nyeri Persalinan Kala 1 Fase Aktif Sebelum Dan Sesudah Di
Berikan Teknik Relaksasi Pernafasan Di Bidan Praktik Swasta Ny. Syarifah Sriyasmo Mranggen, Demak.
Jurnal FIK UNIMUS. http://digilib.unimus.ac.id/.
Hidayat. 2006. Pengantar Konsep Kebutuhan Dasar Manusia. Jakarta: Salemba Medika.
Indiarti, M.T 2009. Panduan Lengkap Kehamilan, Persalinan dan Perawatan Bayi. Jogyakarta: Diglossia
Media.
Notoatmodjo, S. 2010. Metodologi Penelitian Kesehatan. et 2010, ed Revisi. Jakarta: Rineka Cipta.
Nursalam. 2008. Konsep Dan Penerapan Metodologi Penelitian Keperawatan. Jakarta: Salemba Medika.
Patree. B., Walsh, V.L. 2007. Buku Ajar Kebidanan Komunitas. Jakarta : EGC.
Saifuddin. 2008. Pelayanan Kesehatan Maternal Dan Neonatal. Jakarta : Bina Pustaka.
Saleha, Siti. 2009. Asuhan Kebidanan pada Masa Nifas, Jakarta: Salemba Medika.
Salmah. 2006. Asuhan Kebidanan Antenatal. Jakarta : EGC.