Anda di halaman 1dari 8

Government: Jurnal Ilmu Pemerintahan

Volume 3, Nomor 1, Januari 2010 (29-36)


ISSN 1979-5645

Peran Pemerintah Daerah Dalam Pemberdayaan Masyarakat


(Studi Kasus: Pemberdayaan Masyarakat Dalam Pengembangan Pari-
wisata Panorama Pantai Disa, Kec. Sahu, Kabupaten Halmahera Barat)

Masita Hi. Modim (Mahasiswa Ilmu Pemerintahan Universitas Hasanuddin)


Andi Samsu Alam (Ilmu Pemerintahan Universitas Hasanuddin)
Andi Muh. Rusli (Ilmu Pemerintahan Universitas Hasanuddin)
Email: masitamodim@gmail.com

Abstract
The purpose of this study was to determine the role of local governments in estab- community
empowerment through the development of tourism in the district. West Halmahera and to de-
termine the factors that affect the government's role in the creation-empowerment of commu-
nities through tourism development. The role of local government West Halmahera, in empow-
ering communities through tourism development through the optimization of tourism infor-
mation, optimization of attractions, community mobilization and management optimization
tourism management. Factors that influence air in empowering communities through tourism
development Panorama Disa Beach district. Sahu Halmahera district Barata among others, the
promotional aspects and facets of society. Factors funding for tourism development is still min-
imal and do not yet have comprehensive guidelines.
Keywords: empowering, tourism, optimization

Abstrak
Tujuan penelitian ini adalah untuk mengetahui peranan pemerintah daerah dalam pem-
berdayaan masyarakat melalui pengembangan pariwisata di Kab. Halmahera Barat dan untuk
mengetahui faktor-faktor yang mempengaruhi peranan pemerintah daerah dalam pem-
berdayaan masyarakat melalui pengembangan pariwisata. Peran pemerintah daerah Kabupat-
en Halmahera Barat, dalam pemberdayaan masyarakat melalui pengembangan pariwisata dil-
akukan melalui optimalisasi informasi pariwisata, optimalisasi objek wisata, mobilisasi
masyarakat dan optimalsiasi manajemen pengelolaan pariwisata. Faktor-faktor yang ber-
pengaruh dalam pemberdayaan masyarakat melalui pengembangan pariwisata Panorama
Pantai Disa Kec. Sahu kabupaten Halmahera Barat yaitu antara lain aspek promosi dan aspek
masyarakat. Faktor dana untuk pengembangan pariwisata masih minim dan belum memiliki
pedoman yang komprehensif.
Kata kunci: pemberdayaan, pariwisata, optimilisasi

PENDAHULUAN km2 yang terdiri dari 3,1 juta km2 Perairan


Nusantara dan 2,7 km2 Perairan Zona
Indonesia sebagai negara kepulauan Ekonomi Eksklusif Indonesia (ZEEI) atau 70
terbesar di dunia yang memiliki 17.508 pulau persen dari luas total Indonesia. Besarnya
dengan panjang garis pantai 81.000 km, potensi sumberdaya kelautan Indonesia ter-
memiliki potensi sumberdaya pesisir dan lau- sebut, potensi sumberdaya ikan laut di se-
tan yang sangat besar (Bengen, 2001). Luas luruh perairan Indonesia (tidak termasuk ikan
wilayah perairan Indonesia se-besar 5,8 juta hias) diduga sebesar 6,26 juta ton per tahun,
29
Peran Pemerintah Daerah Pemberdayaan Masyarakat …
(Masita Hi. Modim, Andi Samsu Alam, Andi M. Rusli)

tercermin dengan besarnya keanekaragaman berkewajiban secara konsisten mengelola po-


hayati, selain potensi budidaya perikanan tensi-potensi yang bisa dikembangkan, salah
pantai di laut serta pariwisata bahari (Budi- satunya adalah pengembangan dan pengel-
harsono S., 2001). Di lain sisi, jumlah olaan sektor pariwisata, yang diharapkan
penduduk yang meningkat cepat beserta in- dapat meningkatkan pendapatan daerah dan
tensitas pembangunannya, sumber daya meningkatkan kesejahteraan masyarakat,
alam di daratan sudah mulai menipis dan bangsa dan Negara.
dengan kenyataan bahwa 60 % dari Sejalan dengan hal di atas, dalam keteta-
penduduk Indonesia (kira-kira 185 juta jiwa) pan MPR No. IV. Tahun 1999 tentang
yang dianggap tinggal di daerah pesisir, tid- Rencana Pembangunan Jangka Menengah
aklah mengherankan bahwa lingkungan (RPJM) (1999:23) menetapkan bahwa:
pesisir dan laut menjadi pusat pemanfaatan “Pengembangan pariwisata melalui pen-
sekaligus pengrusakan yang tingkatnya sudah dekatan sistem yang utuh dan terpadu bersi-
cukup parah untuk beberapa daerah tertentu fat interdisiplin dan partisipator dengan
(Anonimous, 1996). menggunakan kriteria ekonomis, tekhnis,
Sebagai negara yang terdiri atas kepulauan agronomis, social budaya, hemat energy, me-
terbesar di dunia, pastinya pelayanan oleh lestarikan alam dan tidak merusak ling-
pemerintah pusat terhadap seluruh wilayah kungan”.
yang ada di Indonesia sangat memiliki banyak Jadi pengembangan pariwisata pada
kendala, yang berefek kepada disintegrasi hakikatnya merupakan bagian dari upaya
bangsa, kemiskinan, ketidakmerataan pem- pembangunan nasional untuk mewujudkan
bangunan, endahnya kualitas hidup masyara- kesejahteraan lahir maupun batin bagi se-
kat, dan minimnya pembangunan sumber luruh rakyat Indonesia, sehingga kekayaan
daya manusia (SDM), dan lambannya angka wilayah nusantara sebagai modal dan lan-
kesejahteraan masyarakat. Maka dengan itu, dasan pengembangan budaya bangsa secara
untuk mentaktisi seperti yang disebutkan di keseluruhan dapat dinikamati oleh masyara-
atas, maka pemerintah pusat mengambil se- kat.
buah kebijakan yang dikenal dengan Otonomi Kepariwisataan merupakan salah satu ko-
Daerah. moditi ekspor non migas yang cukup potensi-
Dalam otonomi daerah yang terdiri atas al, yang mampu mendatangkan devisa yang
UU no 32 tahun 2004, tentang pemerintahan cukup besar bagi kesejahteraan masyarakat.
daerah dan UU No. 25 tahun 1999, tentang Untuk itu, diperlukan suatu konsentrasi
perimbangan keuangan pusat dan daerah, penuh dari pemerintah pusat, guna men-
bahwa daerah diberikan hak dan wewenang dukung pembiayaan pembangunan daerah,
untuk mengatur dan mengurus daerahnya terutama didaerah yang memiliki potensi pa-
masing-masing sesuai dengan potensi yang riwisata, sehingga dapat dikelola semaksimal
dimiliki oleh daerah untuk dikembangkan, mungkin. Dengan demikian, sektor kepa-
sebagai onsekuensi dari pelaksanaan otonomi riwisataan merupakan salah satu usaha yang
daerah. Untuk itu, pemerintah daerah di- dapat meningkatkan pendapatan suatu dae-
harapkan memiliki kemampuan mengidentif- rah terutama dalam rangka menunjang
ikasi dan mengelola potensi-potensi yang ada penyelenggaraan pemerintah dan pelaksa-
di daerahnya, untuk dimanfaatkan secara naan pembangunan. Untuk merealisasikan
efektif dan efisien guna terselenggaranya ak- semua itu, maka pemerintah mengeluarkan
tifitas pembangunan dalam rangka pening- kebijakan dalam bidang kepariwisataan, sep-
katan kualitas hidup masyarakat dan dae- erti yang tercantum di dalam Rencana Pem-
rahnya. Dengan demikian pemerintah daerah

30
Government: Jurnal Ilmu Pemerintahan, Volume 3, Nomor 1, Januari 2010

bangunan Jangka Menengah (RPJM) tahun Untuk itu pemerintah pusat wajib mem-
1999 (1999:23) yang menyebutkan bahwa : berikan fasilitas berupa pemberian kemu-
“Menjadikan kesenian dan kebudayaan dahan, bantuan dan dorongan kepada
nasional Indonesia sebagai wahana bagi pemerintah daerah agar dapat melaksanakan
pengembangan pariwisata nasional dan otonomi daerah secara efisien dan efektif
mempromosikannya ke luar negeri secara sesuai dengan peraturan perundang-
konsisten sehingga dapat menjadi wahana undangan. Selain itu, otonomi daerah
persahabatan antara bangsa” menggunakan prinsip otonomi seluas-luasnya
Dengan adanya berbagai kebijakan yang dalam arti daerah diberikan kewenangan
mendukung dunia kepariwisataan, maka ten- mengurus dan mengatur semua urusan
tunya akan memberikan peluang yang sangat pemerintahan, diluar yang menjadi urusan
besar untuk mengembangkan dunia kepa- pemerintah pusat yang ditetapkan dalam un-
riwisataan di Indonesia, khusunya bagi dae- dang-undang ini. Daerah memiliki
rah yang memiliki sejumlah potensi wisata, kewenangan membuat kebijakan daerah un-
baik wisata alam maupun wisata budaya. tuk memberi pelayanan, peningkatan serta
Dalam upaya pencapaian tujuan pem- prakarsa dan pemberdayaan masyarakat
bangunan nasional tersebut, maka dalam yang bertujuan pada peningkatan kesejahter-
pelaksanaannya pemerintah Kabupaten Hal- aan masyarakat.
mahera Barat melakukan pemanfaatan po- Dengan adanya otonomi daerah, sangat
tensi wilayah yang berbasis masyarakat, serta diharapkan daerah mampu memainkan
memberikan perlindungan kelestarian sum- peranannya dalam membuka peluang
ber hayati kepariwisataan. Sehingga tujuan memajukan daerahnya dengan melakukan
pembangunan dapat menciptakan lapangan identifikasi dan mengelola sumber-sumber
kerja produktifitas serta mempertahankan yang berpotensi untuk dapat meningkatkan
sumber daya alam dalam lingkup wilayah Ka- pendapatan asli daerah, karena besar kecil-
bupaten Halmahera Barat. nya pendapat daerah sangat berefek kepada
Namun dalam upaya pemanfaatan poten- keberhasilan pelaksanaan otonomi tersebut.
si, terkadang muncul permasalahan yang be- Hal ini berkaitan erat dengan konsep otonomi
rakar dari adanya kesenjangan kondisi ling- dan desentralisasi yang pada hakekatnya
kungan dan sistem sosial. Oleh karena itu, memberikan kekuasaan, kewenangan dan
pemerintah daerah sebagai perencana, keleluasaan kepada pemerintah daerah
pelaksanan, dan pengontrol dalam sebuah Berdasarkan UU Nomor: 33 Tahun 2004
kebijakan daerah diharapkan mampu tentang perimbangan keuangan antara
menganalisis dan memetakan permasalahan pemerintah pusat dan pemerintah daerah,
yang terjadi dalam masyarakat sehingga da- bahwa sumber-sumber penerimaan dalam
lam mengeluarkan kebijakannya tidak terke- rangka pelaksanaan otonomi daerah dan
san sepihak, akan tetapi sesuai dengan kebu- desentralisasi terdiri dari PAD (Pendapatan
tuhan masyarakat. Asli Daerah), Dana Perimbangan, dan lain-lain
Berdasarkan penjelasan umum UU Nomor: penerimaan yang sah dan juga tentang hub-
32 Tahun 2004 tentang pemerintahan dae- ungan keuangan, pelayanan umum, pem-
rah, bahwa tujuan utama penyelenggaraan anfaatan sumber daya alam, dan sumber
otonomi daerah yang hendak dicapai, maka daya lainya yang harus dilaksanakan secara
pemerintah wajib melakukan pembinaan adil dan selaras. Maka salah satu sektor yang
berupa pemberian pedoman, dalam hal potensial adalah pariwisata, yang kiranya
penelitian, pengembangan, perencanaan dan dapat menjadi aset bagi peningkatan penda-
pengawasan. patan daerah, yang berujung kepada keber-

31
Peran Pemerintah Daerah Pemberdayaan Masyarakat …
(Masita Hi. Modim, Andi Samsu Alam, Andi M. Rusli)

hasilan pemerintah daerah merealisasikan dan belum mendapat ekspos secara penuh.
otonomi daerah, yang ditandai dengan ter- Menurut Dinas Pariwisata Kabupaten Halma-
ciptanya kesejahteraan yang merata didalam hera Barat, potensi wisata yang ada di Kab.
masyarakat. Halmahera Barat (HALBAR) sangat memiliki
Pengembangan sektor pariwisata merupa- daya tarik tinggi, karena menjadi obyek
kan suatu tindakan yang realistis dan logis, wisata yang sangat di minati oleh masyarakat
mengingat dampak positif yang ditimbulkan daerah setempat maupun masyarakat dari
diantaranya semakin meluasnya kesempatan daerah lain, untuk itu sangat penting untuk
usaha, baik hotel, biro perjalanan, toko cin- dilakukan studi bagi kemungkinan pengem-
deramata serta meningkatnya pendapat bangannya.
masyarakat dan mendorong terpeliharanya Pemerintah Daerah Halmahera Barat
keamanan dan ketertiban walaupun secara umum masih memiliki hambatan dan
sebenarnya “juga” ada hal-hal yang berdam- keterbatasan dalam pelaksanaan pengelolaan
pak negatif. dan- pengembangan pariwisatanya seperti:
Beberapa kebijakan pemerintah dalam Panorama Alam, Puncak Gunung Gamkonora
sektor pariwisata diantaranya Pembinaan dan Kecamatan Ibu; Sumber Air Panas di Kecama-
Pengembangan Kepariwisataan seperti: tan Jailolo; Air terjun Goal dan Talaga Rano di
menggencarkan promosi pariwisata, meyiap- Kecamatan Sahu; Air Terjun Tetala di Keca-
kan dan meningkatkan mutu pelayan dan matan Loloda; Panorama Pantai Idam Dahe
mutu produk wisata, mengembangkan kawa- di Kecamatan Sahu; Pulau Tahofa dan Pulau
san-kawasan pariwisata dan produk-produk Dodengo di Kecamatan Ibu; Panorama dan
baru terutama di wilayah timur Indonesia, Pantai Disa di Kec. Sahu
meningkatkan kualitas SDM (Sumber Daya Selain itu, di Kabupaten Halmahera Barat
Manusia) di bidang kepariwisataan dan terdapat pula obyek wisata flora dan fauna
melaksanakan kampanye nasional yang seperti: Burung Bidadari, Burung Maleo, Bu-
berkesinambungan ( Hari Karyono ; 1997 ; 90 rung Nuri dan Burung Kaka Tua dan beragam
). obyek wisata budaya yang diperagakan dian-
Sejalan dengan yang dijelaskan di atas, taranya: Rumah Adat, Tari-Tarian Daerah,
Kabupaten Halmahera Barat, Prov, Maluku Misalnya tari Kabata, Tari Moro-Moro, Tari
Utara, sebagai salah satu Kabupaten yang Taula Hulo, Tarian Legu dan Salai.
memilki beragam obyek wisata yang kaya dan Melihat banyaknya potensi pariwisata
berpotensi bagi pengembangan pariwisata, yang terdapat di Kab. Halmahera Barat (HAL-
namun dengan berbagai keterbatasan maka BAR), Prov. Maluku Utara, seperti yang
pengembangan pariwisatanya berjalan ku- digambarkan di atas, maka peneliti tertarik
rang baik. Selain memiliki obyek wisata pan- untuk melakukan penelitian mengenai
tai, ada terdapat obyek-obyek wisata lainnya pengembangan kepariwisataan di Kabupaten
dan untuk saat ini Dinas Pariwisata dan Ke- Halmahera Barat. Khususnya Pantai Disa, di
budayaan Kabupaten Halmahera Barat (MMC Kec. Sahu.
10/12/2003) secara bertahap berusaha Berdasarkan penjelasan yang ada, penulis
mengembangkan obyek wisata di Kepulauan melihat bahwa hal tersebut merupakan suatu
Halmahera Barat dengan memberikan bahan yang menarik untuk di angkat menjadi
berbagai sarana-sarana penunjang agar dapat bahan penelitian dengan judul :
menarik jumlah kunjungan wisata baik dari “Peranan Pemerintah Daerah dalam Pem-
dalam maupun luar negeri. berdayaan Masyarakat (Studi Kasus: Pem-
Kawasan wisata di Kabupaten Halmahera berdayaan Masyarakat dalam Pengembangan
Barat di anggap sangatlah cukup potensial

32
Government: Jurnal Ilmu Pemerintahan, Volume 3, Nomor 1, Januari 2010

Pariwisata Panorama Pantai Disa, di Kec. Sa- Dengan pengelolaan yang baik, pariwisata
hu, Kabupaten Halmahera Barat)” berperanan untuk memberdayakan sumber
daya yang langka serta menjadikan industri
METODE PENELITIAN pariwisata dapat diperpanjang siklus hidup-
nya dan berkelanjutan. Dalam pengem-
Metode yang digunakan peneliti dalam bangan strategi pariwisata dan kebijakan,
penelitian ini adalah metode kualitatif. otoritas yang bertanggung jawab, harus
Metode yang digunakan dalam penyelesaian mempertimbangkan pandangan dari
penelitian dituliskan dibagian ini. sejumlah pemangku kepentingan termasuk
industri, penduduk, kelompok khusus yang
HASIL DAN PEMBAHASAN mewakili kepentingan lingkungan dan
masyarakat, serta wisatawan sendiri.
Peranan Pemerintah Daerah terhadap Pelibatan stakeholder dalam perumusan
Pemberdayaan Masyarakat dalam Pengem- strategi pengembangan pariwisata yang
bangan Pariwsata Kabupaten Halmahera Bar- berkelanjutan dan kebijakan mungkin men-
at. Saat ini pariwisata seringkali dipersepsikan jadi hal yag sangat penting untuk diper-
sebagai mesin penggerak ekonomi atau hatikan. Sebuah keharusan mengakomodasi
penghasil devisa bagi pembangunan ekonomi seluruh masukan atau pendapat dari
di suatu negara, tanpa terkecuali di Indonesia berbagai kelompok pemangku kepentingan
dan khususnya pemerintah Daerah kabupat- dalam hal identifikasi masalah, legitimasi,
en Halmahera Barat. Namun pada ken- keterlibatan dan resolusi konflik. Kerangka
yataannya, pariwisata memiliki spektrum stakeholder telah diterapkan dalam hub-
fundamental pembangunan yang lebih luas ungannya dengan siklus hidup daerah tujuan
bagi suatu Negara atau daerah. wisata dalam rangka menganalisis sikap ter-
Munculnya isu pengelolaan pariwisata hadap pemangku kepentingan pariwisata dan
yang berkelanjutan adalah sebagai hal yang pembangunan berkelanjutan.
dinamis dalam skala industri secara makro Dalam pembangunan dan pengembangan
melalui pendekatan strategis dalam pariwisata khususnya pengembangan kawa-
perencanaan dan pembangunan sebuah des- san wisata atau obyek wisata pada umumnya
tinasi pariwisata. Meskipun banyak anggapan mengikuti alur atau siklus kehidupan pari-
bahwa pariwisata adalah sebuah sektor pem- wisata yang lebih dikenal dengan Tourist Area
bangunan yang kurang merusak lingkungan Life Cycle (TLC) sehingga posisi pariwisata
dibandingkan dengan industri lainnya, namun yang akan dikembangkan dapat diketahui
jika kehadirannya dalam skala luas akan men- dengan baik dan selanjutnya dapat diten-
imbulkan kerusakan lingkungan fisik maupun tukan program pembangunan, pemasaran,
sosial. Sebenarnya pembangunan pariwisata dan sasaran dari pembangunan pariwisata
merupakan konsep yang sedang berkembang, tersebut dapat ditentukan dengan tepat.
konsep siklus hidup pariwisata dan konsep Potensi pariwisata berada pada tahapan
daya dukung saling terkait adalah cara yang identifikasi dan menunjukkan destinasi mem-
baik dan dinamis untuk melihat kondisi dan iliki potensi untuk dikembangkan menjadi
perkembangan pariwisata. Konsep siklus daya tarik atau destinasi wisata karena
hidup menunjukkan bahwa daerah tujuan didukung oleh keindahan alam yang masih
wisata senantiasa mengalami perubahan dari alami, daya tarik wisata alamiah masih sangat
waktu ke waktu, dan kemajuannya dapat asli, pada sisi lainnya telah ada kunjungan
dilihat melalui tahapan-tahapan dari wisatawan dalam jumlah kecil dan mereka
pengenalan hingga penurunan. masih leluasa dapat bertemu dan berkomu-

33
Peran Pemerintah Daerah Pemberdayaan Masyarakat …
(Masita Hi. Modim, Andi Samsu Alam, Andi M. Rusli)

nikasi serta berinteraksi dengan penduduk pariwisata yang sudah tersusun rapi dan ter-
local. Karakteristik ini cukup untuk dijadikan struktur di dalamnya, karena internet hanya-
alasan pengembangan sebuah kawasan men- lah merupakan sarana komunikasi saja; b)
jadi sebuah destinasi atau daya tarik wisata. Pembangunan Pariwisata di Kabupaten Hal-
Pada tahap pelibatan, masyarakat lokal mahera Barat khususnya Panorama Pantai
mengambil inisiatif dengan menyediakan Disa, di Kec. Sahu, dihadapkan pada berbagai
berbagai pelayanan jasa untuk para permasalahan, tantangan, peluang dan juga
wisatawan yang mulai menunjukkan tanda- hambatan baik berskala global maupun na-
tanda peningkatan dalam beberapa periode,. sional dan lokal. Seringkali dinyatakan, bahwa
Dari hasil observasi mengenai pengem- pariwisata berperan penting sebagai
bangan pariwisata Panorama Pantai Disa, penghasil devisa bagi pembangunan ekonomi
Kec. Sahu, pemerintah Kabupaten Halmahera suatu Negara, namun pada kenyataannya pa-
Barat melibatkan masyarakat lokal untuk riwisata memiliki spektrum fundamental
melakukan sosialiasi atau periklanan dalam pembangunan yang lebih luas.
skala terbatas,dalam kondisi ini pemerintah Kawasan wisata Panorama Pantai Disa Kec.
mengambil inisiatif untuk membangun infra- Sahu, Kabupaten Halmahera Barat di anggap
struktur pariwisata namun masih dalam skala sangatlah cukup potensial dan belum
dan jumlah yang terbatas. mendapat ekspos secara penuh.
Dari hasil wawancara dengan kepala Dinas Kawasan wisata ini, menurut Dinas Pari-
mengatakan bahwa: “pengembangan pari- wisata Kabupaten Halmahera Barat memiliki
wisata panorama pantai Disa, Kec. Sahu di daya tarik karena menjadi obyek wisata dae-
kabupaten Halmahera Barat dilakukan me- rah dan sangat menarik untuk dilakukan studi
lalui promosi berupa festifal Budaya dan bagi kemungkinan pengembangannya.
fesival Panorama Pantai Disa setiap tahun Kabupaten Halmahera Barat sebagai salah
yang sudah diagendakan selain itu juga telah satu Kabupaten yang memilki beragam obyek
diadakan bimbingan teknis sebanyak tiga (3) wisata yang kaya dan berpotensi bagi
kali kepada masyarakat setempat”. pengembangan pariwisata, namun dengan
Pemerintah Kabupaten Halmahera Barat berbagai keterbatasan maka dari itu
melalui Dinas Pemuda Olahraga, Ker- pengembangan pariwisata berjalan kurang
budayaan dan Pariwisata dalam pem- baik. Selain memiliki obyek wisata pantai, ada
berdayaan masyarakat melakukan beberapa terdapat obyek-obyek wisata lainnya dan un-
langkah-langkah melalui pengembangan pa- tuk saat ini Dinas Pariwisata dan Kebudayaan
riwisata yaitu sebagai berikut: a) Keuntungan Kabupaten Halmahera Barat (MMC
penggunaan internet adalah ketersediaan 10/12/2003) secara bertahap berusaha
selama 24 jam, tidak mengenal lelah serta mengembangkan obyek wisata di Kepulauan
adanya jaminan privasi. Pencarian informasi Halmahera Barat dengan memberikan
yang sangat cepat dan mudah dapat dil- berbagai sarana-sarana penunjang agar dapat
akukan dengan fasilitas search engine, serta menarik jumlah kunjungan wisata baik dari
adanya direktori internet secara online. dalam maupun luar negeri.
Dengan sekian banyak fasilitas, tentunya in- Pertumbuhan Industri pariwisata di Hal-
formasi khususnya tentang pariwisata akan mahera Barat, beberapa dekade ini terasa
dapat diakses dan disebarluaskan dengan berjalan di tempat. Penanganan yang
sangat cepat dibandingkan dengan mencari semrawut ditengarai sebagai biang keladi
informasi di media cetak atau dari mulut ke semakin lemahnya daya saing industri pari-
mulut. Tentunya hal ini akan dapat berjalan wisata Halbar dibanding dengan sektor
kalau memang tersedia data tentang produk lainnya. Meskipun begitu dari data PDRB ta-

34
Government: Jurnal Ilmu Pemerintahan, Volume 3, Nomor 1, Januari 2010

hun 2011 industri pariwisata masih menem- dinamis, multidimensional dan kompleks be-
pati peringkat dua. Dengan banyaknya lum didukung/berlandaskan kesamaan visi
keindahan alam yang belum diolah dengan oleh aparat pemerintah (pusat, propinsi, ka-
baik, tentu saja Industri pariwisata masih bupaten/kota), kalangan industri pariwisata
memiliki potensi yang lebih kuat untuk dan masyarakat, menyebabkan timbulnya
melampaui sektor lainnya sebagai sektor egoisme sektoral, kesalahan pemahaman
utama unggulan Halmahera Barat. Dengan terhadap substansi inti.
segala keunggulan dan kompetensi Halmahe- Faktor-faktor yang berpengaruh dalam
ra Barat dalam menyediakan daya tarik pemberdayaan masyarakat melalui pengem-
wisata yang gejalanya secara global memper- bangan pariwisata Panorama Pantai Disa Kec.
lihatkan kembali ke alam (back to nature), Sahu kabupaten Halmahera Barata yaitu an-
sebuah peluang terbentang dihadapan kita tara lain aspek promosi dan aspek masyara-
bersama. Sekarang tinggal bagaimana kat. Promosi selama ini dilakukan tidak ter-
pemerintah daerah mengolah dan me- arah & tidak fokus disebabkan oleh faktor
manfaatkan keindahan alam yang terbentang dana untuk pengembangan pariwisata masih
agar tidak sia-sia. minim. Belum dimilikinya pedoman yang
komprehensif dalam upaya pengembangan
KESIMPULAN strategi/program pembangunan pariwisata
berbasis masyarakat baik dilihat dari aspek
Peran pemerintah daerah Kabupaten Hal- kriteria, konsep model (karakteristik daerah)
mahera Barat dalam pemberdayan masyara- maupun pedoman, mencakup: produk, mar-
kat melalui pengembangn pariwisata, ket, pedoman, pelatihan SDM dan
khusunya Panorama Pantai Disa, Kec. Sahu perencanaan bisnis (statement operational
dilakukan melalui: a). Optimalisasi Informasi prosedur) menyebabkan tersendatnya upaya
Pariwisata; belum maksimal karena promosi peningkatan peran serta masyarakat di bi-
baru dilaksanakan melalui seni budaya, festi- dang pariwisata senantiasa mengalami peru-
fal lokal dan serta melalui sim yang belum bahan dari waktu ke waktu, dan kemajuann-
efektif; b). Optimalisasi Objek Wisata; pem- ya dapat dilihat melalui tahapan-tahapan dari
bangunan Pariwisata Khususnya Panorama pengenalan hingga penurunan.
Pantai Disa Kec. Sahu Kabupaten Halmahera Pemerintah Kabupaten Halmahera Barat
Barat dihadapkan pada berbagai permasala- melalui Dinas Pemuda Olahraga, Ker-
han, tantangan, peluang dan juga hambatan budayaan dan Pariwisata dalam pem-
baik berskala global maupun nasional dan berdayaan masyarakat melakukan beberapa
lokal. Seringkali dinyatakan, bahwa pari- langkah-langkah melalui pengembangan pa-
wisata berperan penting sebagai penghasil riwisata yaitu sebagai berikut: Optimalisasi
devisa bagi pembangunan ekonomi suatu Informasi Pariwisata, optimalisasi objek
negara, namun pada kenyataannya pari- wisata, mobilisasi masyarakat, optimalisasi
wisata memiliki spektrum fundamental pem- manajemen pengelolaan pariwisata.
bangunan yang lebih luas; c). Mobilisasi Faktor-Faktor yang mempengaruhi
Masyarakat; kurangnya apresiasi pemerintah pelaksanaan Program Pemerintah terhadap
terhadap peran serta masyarakat, dimana Pemberdayaan Masyarakat dalam Pengem-
masyarakat lokal serta pengusaha kecil bangan Pariwisata di Kab. Halmahera Barat:
menengah belum dimaksimalkan terlibat se- aspek promosi dan aspek masyarakat.
bagai pelaku industri usaha jasa pariwisata.;
d). Optimalsiasi manajemen peneglolaan pa-
riwisata; penanganan pariwisata yang bersifat

35
Peran Pemerintah Daerah Pemberdayaan Masyarakat …
(Masita Hi. Modim, Andi Samsu Alam, Andi M. Rusli)

DAFTAR PUSTAKA ----------------------. 1997. Promosi Pariwisata.


Bandung: Mandar Maju.
Anonim, 1989. Kamus Besar Bahasa Indone- Sinambela, L. Poltak. 2006. Reformasi Pela-
sia, Jakarta, Balai Pustaka. yanan Publik. (Teori, Kebijakan, dan Im-
Arikunto, Suharsimi, 2002. Prosedur plementasi). PT. Bumi Aksara. Jakarta.
Penelitian Suatu Pendekatan Praktek, Ja- Soekadijo. R. G. 1996. Anatomi Pariwisata.
karta, Rhineka Cipta. Gramedia Pustaka Utama; Bandung.
Budianto, 2002. Kinerja Dinas Pariwisata Da- Suhartono Edi, 2008. Analisis Kebijakan Pub-
lam Pengelolaan Obyek Wisata, Skripsi,
lik, Jakarta, Alfabeta.
AMPD, Yogyakarta.
Suwantoro, Gamal. 1997. Dasar-dasar Pari-
Buchari, Alma. 1992. Dasar-dasar Bisnis dan wisata, Yogyakarta. Andi Offset.
Pemasaran. Bandung: Alfabeta.
Swasta, Basu dan Irawan. 1985. Manajemen
David, Mario. 2002. Skripsi. Staregi Promosi Pemasaran Modern. Jakarta: Erlangga.
Dinas Pariwisata dan Kebudayaan Provinsi
Sulawesi Selatan. -----------------------. 1992. Asas-asas Marketing.
Jakarta: Balai Pustaka.
Gitosudarmo,, Indriyo. 1994. Majamen
Pemasaran. Yogyakarta: BPFE Yogyakarta. T. Jiptono, Fandy. 1995. Strategi Pemasaran.
Bandung: Andi Offset.
Hadari, H.M, 1990. Administrasi Personal Un-
tuk Peningkatan Produktivitas Kerja, Jakar- Winardi, 1992. Promosi dan Reklame. Ban-
ta, CV. Haji Mas Agung. dung: Mandar Maju.
Islami, M. Irfan. 2001. Prinsip-prinsip Peru- --------------------. 1993. Asas-asas Marketing.
musan Kebijaksanaan Negara. PT. Bumi Bandung: Edisi 2, Mandar Maju.
Aksara. Jakarta. --------------------. 1994. Bauran Pemasaran.
Karryono, A. Hari, 1997. Kepariwisataan I Jakarta: Balai Pustaka.
(Mengurai tentang istilah-istilah pariwisita Wijaya Kasali. 1993. Hubungan antara Pro-
sampai dengan definisi serta kebijaksa- mosi dan Penjualan. Jakarta: Balai
naan kinerja. Jakarta, PT. Gramedia. Pustaka.
Ketaya, Hermawan. 1994. Manajemen Publik http://www.halbarkab.go.id
Relation. Jakarta: Pustaka Umum Grafiti.
UU RI No. 9 Tahun 1990. Tentang Kepa-
Kusmayadi & Sugiarto, 2000. Metodologi riwisataan.
Penelitian dalam Bidang Kepariwisataan.
Jakarta: PT. Gramedia Pustaka Utama. UU RI No. 32 Tahun 2004 tentang Pemerinta-
han Daerah
Moleong, Lexy, J. 1996. Metodologi
Penelitian Kualitatif, Bandung, Rosda Kar- UU RI No. 33 Tahun 2004 tentang Perim-
ya. bangan Keuangan Pusat dan Daerah.

Nugroho, Adi. 2002. Prilaku Konsumen. Jakar- Mari Bagun Maluku Utara, Dinas Pariwisata
ta: Studia Press. Propinsi Maluku Utara.

Oka, A. Yoeti. 1985. Pengantar Ilmu Pari- Potensi Wisata Maluku Utara, 2008.
wisata. Angkasa; Bandung.

36