Anda di halaman 1dari 9

Pedoman Perilaku BSCI amfori

Kehadiran Pedoman Perilaku BSCI amfori versi 1/2014 bertujuan mendirikan nilai-nilai dan
prinsip-prinsip bahwa para Peserta BSCI amfori berusaha untuk menerapkan dalam rantai
pasokan mereka. Pedoman Perilaku ini disetujui oleh Dewan Foreign Trade Association
(amfori mulai dari 1/1/2018) pada tanggal 28 November 2013 dan mengesampingkan
Pedoman Perilaku BSCI versi 2009 di dalam semua terjemahannya. Kehadiran Pedoman
Perilaku BSCI amfori terdiri atas tiga bagian utama informasi: a) Pembukaan, Interpretasi,
Nilai-nilai kami dan Pelaksanaan, yang berlaku untuk semua Perusahaan Bisnis; b) Prinsip,
yang membahas lebih khusus Mitra Bisnis para Peserta BSCI amfori dan c) Ketentuan
Pelaksanaan BSCI amfori, Referensi BSCI amfori dan Daftar Istilah BSCI amfori, yang
merupakan bagian yang tidak terpisahkan dari Pedoman Perilaku ini dan memberikan
informasi yang lebih rinci tentang interpretasi dan pelaksanaan BSCI amfori.

Pedoman Perilaku BSCI amfori versi 1/2014 mulai berlaku pada tanggal 1 Januari 2014.
Versi bahasa Inggris dari dokumen inilah yang merupakan versi yang mengikat secara hukum.

I. Pembukaan

BSCI amfori diluncurkan oleh Asosiasi Perdagangan Luar Negeri, yang mengakui bahwa
perdagangan internasional merupakan sarana penting bagi kesejahteraan manusia dan
pertumbuhan sosial ekonomi.

Pedoman Perilaku BSCI amfori (amfori BSCI Code of Conduct) ini merupakan seperangkat
prinsip dan nilai-nilai yang mencerminkan keyakinan para Peserta BSCI amfori dan harapan
mereka terhadap mitra bisnis mereka.

Pedoman Perilaku BSCI amfori mengacu pada konvensi internasional seperti Deklarasi
Universal Hak Asasi Manusia, Hak Anak dan Prinsip Bisnis, Prinsip-Prinsip Panduan PBB
untuk Bisnis dan Hak Asasi Manusia, Pedoman OECD, UN Global Compact dan Konvensi
dan Rekomendasi Organisasi Buruh Internasional (ILO) yang relevan untuk memperbaiki
kondisi kerja dalam rantai pasokan.

Perusahaan-perusahaan bisnis yang mendukung Pedoman Perilaku BSCI amfori


berkomitmen untuk prinsip-prinsip yang ditetapkan dalam dokumen ini dan untuk memenuhi,
dalam lingkup pengaruh mereka, tanggung jawab mereka untuk menghormati hak asasi
manusia.

BSCI amfori dan para pesertanya (Peserta BSCI amfori) berupaya mewujudkan dialog yang
konstruktif dan terbuka di antara para mitra bisnis dan pemangku kepentingan untuk
memperkuat prinsip-prinsip bisnis yang bertanggung jawab secara sosial. Selain itu, mereka
ikut membangun hubungan industrial yang matang antara para pekerja dan manajemen
karena menjadi kunci untuk bisnis yang berkelanjutan.

BSCI Code of Conduct - Public Document V. 1/2017 1/9


II. Interpretasi

Dalam Pedoman Perilaku BSCI amfori, istilah "perusahaan bisnis" mencakup para Peserta
BSCI amfori serta para Mitra Bisnis mereka dalam rantai pasokan, khususnya para Produsen.

Lampiran sebagaimana yang dimaksud pada akhir Pedoman Perilaku BSCI amfori
(Ketentuan Pelaksanaan, Referensi BSCI amfori dan Daftar Istilah BSCI amfori) merupakan
bagian yang tidak terpisahkan dari Pedoman Perilaku BSCI amfori. Pedoman Perilaku BSCI
amfori harus dibaca dan ditafsirkan bersama dengan lampiran tersebut.

Setiap perusahaan bisnis memiliki Ketentuan Pelaksanaan yang berbeda untuk dipatuhi,
tergantung pada peran mereka dalam rantai pasokan dan apakah mereka akan dipantau atau
tidak dalam BSCI amfori.

III. Nilai-nilai Kami

Dengan mendukung Pedoman Perilaku BSCI amfori dan mengkomunikasikannya kepada


rantai pasokan mereka, para Peserta BSCI amfori dipandu oleh nilai-nilai berikut:

• Perbaikan yang berkelanjutan: Para Peserta BSCI amfori berupaya melaksanakan


Pedoman Perilaku BSCI amfori dalam sebuah pendekatan pengembangan langkah-
demi-langkah. Para Peserta BSCI amfori berharap para mitra bisnis mereka
memastikan perbaikan terus-menerus terhadap kondisi kerja dalam organisasi
mereka.
• Kerja sama: Dengan bekerja bersama dan mengambil pendekatan yang sama, Para
Peserta BSCI amfori akan memiliki dampak yang lebih besar pada kondisi kerja, dan
kesempatan yang lebih baik untuk meningkatkan kondisi kerja dalam rantai pasokan
mereka. Nilai kerjasama sama pentingnya dalam hubungan dengan para mitra bisnis
dalam rantai pasokan, terutama mereka yang membutuhkan dukungan dalam rangka
peningkatan.
Demikian juga, semangat kerja sama juga penting dalam hubungan antara bisnis dan
pemangku kepentingan (stakeholder) yang terkena dampak pada tingkat yang
berbeda.
• Pemberdayaan: Tujuan utama BSCI amfori adalah untuk memberdayakan para
Peserta BSCI amfori dan mitra bisnis mereka, terutama dalam hal produsen yang
akan dipantau, untuk mengembangkan rantai pasokan mereka dengan cara yang
menghormati hak asasi manusia dan tenaga kerja serta untuk menyediakan
peralatan yang diperlukan pada unit-unit bisnis dalam rantai pasokan untuk
memperbaiki kondisi kerja secara berkelanjutan. Pengembangan sistem manajemen
internal memainkan peran penting dalam membawa prinsip BSCI amfori ke pusat
budaya perusahaan bisnis.

© Hak Cipta amfori 2017 amfori BSCI Code of Conduct - Dokumen Publik V. 1/2017 2/9
IV. Pelaksanaan

Prinsip-prinsip yang ditetapkan dalam Pedoman Perilaku BSCI amfori merupakan tujuan
aspirasional dan harapan minimum yang dimiliki oleh para Peserta BSCI amfori yang
berkaitan dengan perilaku sosial rantai pasokan mereka.

Meskipun aspirasi tersebut akan tetap tidak berubah, harapan minimum dari Pedoman
Perilaku BSCI amfori, yang diterjemahkan ke dalam standar sosial yang bisa diverifikasi,
dapat berubah seiring dengan perubahan masyarakat.

Para Peserta BSCI amfori berkomitmen untuk menggunakan upaya yang wajar untuk
mencapai tujuan yang ditetapkan dalam Pedoman Perilaku BSCI amfori. Meskipun para
Peserta BSCI amfori tidak dapat menjamin ketaatan penuh dari semua mitra bisnis mereka
setiap saat, para Peserta BSCI amfori berkomitmen untuk mengambil langkah-langkah yang
wajar untuk mematuhi prinsip-prinsip Pedoman Perilaku BSCI amfori, khususnya di area dan
atau sektor di mana terdapat risiko yang lebih tinggi atas ketidakpatuhan terhadap Pedoman
Perilaku BSCI amfori. Tentu saja, ketaatan penuh adalah proses yang memakan waktu yang
cukup lama, sumber daya dan usaha; dan kesenjangan, kekurangan, kegagalan dan kejadian
tak terduga akan tetap mungkin bisa terjadi. Meskipun demikian, Para Peserta BSCI amfori
berkomitmen kuat untuk melakukan deteksi dini, pemantauan dan perbaikan terhadap semua
kegagalan tersebut dalam rantai pasokan mereka dan tetap terbuka untuk menjalin
keterlibatan konstruktif dengan para pemangku kepentingan yang benar-benar peduli dengan
kepatuhan sosial.

Ketaatan terhadap Pedoman Perilaku

Mematuhi hukum domestik adalah kewajiban pertama perusahaan bisnis. Di negara-negara


di mana hukum dan peraturan domestik bertentangan dengan, atau menetapkan standar
perlindungan yang berbeda dari Pedoman Perilaku BSCI amfori, perusahaan bisnis harus
mencari cara untuk mematuhi prinsip-prinsip yang memberikan perlindungan tertinggi bagi
para pekerja dan lingkungan.

Manajemen Rantai Pasokan dan Efek Berantai

Para Peserta BSCI amfori mengakui kemampuan mereka untuk mempengaruhi perubahan
sosial dalam rantai pasokan mereka melalui kegiatan pembelian mereka. Mereka mengelola
hubungan mereka dengan semua mitra bisnis dengan cara yang bertanggung jawab dan
mengharapkan hal yang sama sebagai balasannya.

Hal ini memerlukan pendekatan kooperatif di mana setiap perusahaan bisnis, (a) melibatkan
mitra bisnisnya masing-masing; (b) mengambil semua langkah yang wajar dan tepat dalam
lingkup pengaruhnya, yang diperlukan untuk melaksanakan Pedoman Perilaku BSCI amfori
dan (c) melakukan pertukaran informasi secara tepat waktu mengidentifikasi tantangan yang
membutuhkan mitigasi.

Para Peserta BSCI amfori dan mitra bisnis mereka berusaha untuk semakin merinci akar
penyebab dari dampak yang merugikan seperti dalam hak asasi manusia, khususnya ketika
mengambil sumber dari area atau sektor yang berisiko tinggi. Sehingga untuk menanamkan
tanggung jawab ini, perusahaan bisnis harus bertindak dengan uji tuntas (due diligence) dan
mengembangkan sistem, kebijakan dan proses manajemen yang diperlukan hingga sejauh
tingkatan yang wajar serta secara efektif mencegah dan mengatasi dampak-dampak buruk
hak asasi manusia yang dapat dideteksi dalam rantai pasokan.

© Hak Cipta amfori 2017 amfori BSCI Code of Conduct - Dokumen Publik V. 1/2017 3/9
Bagi produsen yang akan dipantau, sistem manajemen internal sangat dianjurkan sebagai
suatu cara yang efektif untuk menanamkan Pedoman Perilaku BSCI amfori dalam praktik
bisnis mereka.

Mengakhiri sebuah hubungan bisnis atau kontrak individu dengan mitra bisnis karena
berjuang untuk melaksanakan Pedoman Perilaku BSCI amfori dianggap sebagai pilihan
terakhir. Namun, mungkin perlu untuk mengakhiri hubungan bisnis atau kontrak individu jika
mitra bisnis tersebut gagal untuk bertindak dengan cara yang konsisten dengan prinsip-
prinsip yang ditetapkan dalam Pedoman Perilaku BSCI amfori, dan / atau ketika mitra bisnis
tersebut tidak bersedia untuk melakukan langkah-langkah diperlukan untuk memenuhi salah
satu kewajiban yang diatur dalam dan / atau melekat pada Pedoman Perilaku BSCI amfori.

Keterlibatan dan Perlindungan Pekerja

Bisnis perusahaan harus menciptakan praktik manajemen yang baik yang melibatkan para
pekerja dan wakil-wakil mereka dalam pertukaran informasi yang baik tentang isu-isu tempat
kerja, dan memungkinkan tindakan yang tepat untuk melindungi para pekerja sejalan dengan
aspirasi Pedoman Perilaku BSCI amfori. Bisnis perusahaan harus mengambil langkah-
langkah khusus untuk membuat para pekerja sadar akan hak dan tanggung jawab mereka.

Selain itu, perusahaan bisnis diwajibkan untuk membangun kompetensi yang memadai
antara majikan, manajer, pekerja dan perwakilan pekerja untuk menanamkan dengan baik
praktik-praktik ini dalam operasi bisnis. Pendidikan dan pelatihan yang berkesinambungan
pada setiap tingkat kerja sangat penting, terutama yang berkaitan dengan Kesehatan dan
Keselamatan Kerja.

Bisnis perusahaan harus menetapkan atau berpartisipasi dalam mekanisme pengaduan


tingkat operasional yang efektif bagi individu dan masyarakat yang mungkin terkena dampak
negatif. Bahkan di mana sistem peradilan berjalan efektif dan dijadikan sumber daya dengan
baik, mekanisme pengaduan dapat menawarkan keuntungan tertentu seperti kecepatan
akses dan perbaikan, mengurangi biaya dan jangkauan transnasional.

V. Prinsip
Para Peserta BSCI amfori mengharapkan semua mitra bisnis mereka menaati Pedoman
Perilaku BSCI amfori. Selain itu, setiap mitra bisnis yang dipantau atas prinsip-prinsip di
bawah ini harus menunjukkan bukti bahwa mereka mengambil (a) semua langkah yang
diperlukan untuk memastikan ketaatan mereka sendiri terhadap Pedoman Perilaku BSCI
amfori dan (b) langkah-langkah yang wajar untuk memastikan bahwa semua mitra bisnis
mereka yang terlibat dalam proses (proses-proses) produksi menaati Pedoman Perilaku
BSCI amfori.

Hak Kebebasan Berserikat dan Berunding Bersama


Mitra bisnis harus: (a) menghormati hak pekerja untuk membentuk serikat dengan cara yang
bebas dan demokratis; (b) tidak melakukan diskriminasi terhadap pekerja karena
keanggotaannya dalam serikat buruh dan (c) menghormati hak pekerja untuk berunding
bersama.

Mitra bisnis tidak boleh menghalangi perwakilan pekerja untuk memiliki akses ke pekerja di
tempat kerja atau untuk berinteraksi dengan mereka.

Ketika beroperasi di negara-negara di mana kegiatan serikat buruh melanggar hukum atau di
mana kegiatan serikat buruh yang bebas dan demokratis tidak diperbolehkan, maka mitra
bisnis harus menghormati prinsip ini dengan memungkinkan para pekerja untuk bisa secara
bebas memilih wakil mereka sendiri sebagai pihak yang dapat diajak oleh perusahaan untuk
berdialog mengenai isu-isu tempat kerja.

© Hak Cipta amfori 2017 amfori BSCI Code of Conduct - Dokumen Publik V. 1/2017 4/9
Tidak ada Diskriminasi
Mitra bisnis tidak boleh melakukan diskriminasi, mengecualikan atau memiliki preferensi
tertentu untuk personel atas dasar jenis kelamin, usia, agama, ras, kasta, kelahiran, latar
belakang sosial, kecacatan, asal etnis dan negara, kebangsaan, keanggotaan dalam serikat
atau organisasi sah lainnya, afiliasi atau pendapat politik, orientasi seksual, tanggung jawab
keluarga, status perkawinan, penyakit atau kondisi lain yang dapat menimbulkan diskriminasi.
Secara khusus, para pekerja tidak boleh dilecehkan atau diatur menurut salah satu alasan
yang tercantum di atas.

Remunerasi yang Adil


Mitra bisnis menaati prinsip ini ketika mereka menghormati hak para pekerja untuk menerima
remunerasi yang adil yang cukup untuk menyediakan bagi mereka kehidupan yang layak bagi
mereka dan keluarga mereka, serta manfaat sosial yang diberikan secara sah, tanpa
mengurangi harapan tertentu yang ditetapkan di bawah ini.

Mitra bisnis harus mematuhi, minimal, upah yang diamanatkan oleh undang-undang upah
minimum pemerintah, atau standar industri yang disetujui atas dasar perundingan bersama,
mana yang lebih tinggi.

Upah harus dibayar secara tepat waktu, teratur, dan secara penuh dengan diberikan secara
sah. Pembayaran sebagian dalam bentuk tunjangan "dalam wujud barang" bisa diterima
sesuai dengan spesifikasi ILO. Tingkat upah harus mencerminkan keterampilan dan
pendidikan pekerja dan mengacu pada jam kerja biasa.

Pemotongan akan diijinkan hanya di bawah kondisi dan sejauh yang ditentukan oleh hukum
atau ditetapkan oleh kesepakatan bersama.

Jam Kerja Layak


Mitra bisnis menaati prinsip ini ketika mereka memastikan bahwa para pekerja tidak
diwajibkan untuk bekerja lebih dari 48 jam reguler per minggu, tanpa mengurangi harapan
khusus yang ditetapkan di bawah ini. Namun, BSCI amfori mengakui pengecualian-
pengecualian yang ditentukan oleh ILO.

Hukum nasional, standar industri atau kesepakatan bersama yang berlaku harus ditafsirkan
dalam kerangka kerja internasional yang ditetapkan oleh ILO.

Dalam kasus luar biasa yang didefinisikan oleh ILO, batas jam kerja yang ditentukan di atas
dapat dilampaui, dalam hal demikan kerja lembur diperbolehkan.

Penggunaan kerja lembur dimaksudkan untuk hal-hal yang bersifat luar biasa, sukarela, yang
dibayar pada tingkat premium yang tidak kurang dari satu kali seperempat kali tingkat biasa
dan tidak boleh mewakili kemungkinan bahaya kerja yang jauh lebih tinggi. Selain itu, Mitra
Bisnis harus memberikan pekerja mereka hak untuk beristirahat pada jam istirahat di setiap
hari kerja dan hak untuk setidaknya satu hari libur setiap tujuh hari, kecuali pengecualian
yang didefinisikan oleh kesepakatan bersama yang berlaku.

Kesehatan dan Keselamatan Kerja


Mitra bisnis menaati prinsip ini ketika mereka menghormati hak atas kondisi kerja dan hidup
sehat pekerja dan masyarakat setempat, tanpa mengurangi harapan khusus yang ditetapkan
di sini. Individu yang rentan seperti – namun tidak terbatas pada – pekerja berusia muda, ibu
baru dan calon ibu dan para penyandang cacat, akan menerima perlindungan khusus.

Mitra bisnis harus mematuhi peraturan kesehatan dan keselamatan kerja, atau mematuhi
standar internasional di mana undang-undang dalam negeri bersifat lemah atau kurang kuat
ditegakkan.

© Hak Cipta amfori 2017 amfori BSCI Code of Conduct - Dokumen Publik V. 1/2017 5/9
Kerjasama aktif antara manajemen dan para pekerja, dan / atau wakil mereka sangat penting
untuk mengembangkan dan mengimplementasikan sistem ke arah terwujudnya lingkungan
kerja yang aman dan sehat. Hal ini dapat dicapai melalui pembentukan Komite Kesehatan
dan Keselamatan Kerja.

Mitra bisnis harus memastikan bahwa ada sistem untuk mendeteksi, menilai, mencegah, dan
menanggapi potensi ancaman terhadap kesehatan dan keselamatan para pekerja. Mereka
harus mengambil langkah-langkah efektif untuk mencegah pekerja dari terjadinya kecelakaan,
cedera atau penyakit, yang timbul dari, terkait dengan, atau terjadi selama bekerja. Langkah-
langkah ini harus bertujuan untuk meminimalkan sejauh dalam batasan wajar penyebab
bahaya yang secara bawaan ada di tempat kerja.

Mitra bisnis akan berusaha meningkatkan perlindungan pekerja dalam kasus kecelakaan
termasuk melalui skema asuransi wajib.

Mitra bisnis harus mengambil semua langkah yang tepat dalam lingkup pengaruh mereka,
untuk mengetahui stabilitas dan keamanan peralatan dan bangunan yang mereka gunakan,
termasuk fasilitas perumahan untuk para pekerja apabila fasilitas tersebut disediakan oleh
majikan serta untuk melindungi terhadap kemungkinan keadaan darurat. Mitra bisnis harus
menghormati hak pekerja untuk keluar dari tempat terjadinya suatu bahaya tanpa meminta
izin.

Mitra bisnis harus memastikan bantuan medis yang memadai di tempat kerja dan fasilitas
terkait.

Mitra bisnis harus memastikan akses ke air minum, makanan dan area industri yang aman
dan bersih serta area memasak dan penyimpanan makanan yang bersih dan aman. Selain itu,
mitra bisnis harus selalu memberikan Alat Perlindungan Diri (APD) yang efektif kepada
seluruh pekerja secara gratis.

Tidak Boleh ada Pekerja Anak-anak


Mitra bisnis menaati prinsip ini ketika mereka tidak mempekerjakan secara langsung atau
tidak langsung, anak-anak di bawah usia minimum wajib belajar sebagaimana yang
didefinisikan oleh hukum, yang mana tidak kurang dari 15 tahun, kecuali diberlakukan suatu
pengecualian yang diakui oleh ILO.

Mitra bisnis harus menetapkan mekanisme usia verifikasi yang kuat sebagai bagian dari
proses perekrutan, yang tidak boleh dengan cara apa pun merendahkan atau berlaku secara
tidak sopan kepada pekerja.

Prinsip ini bertujuan untuk melindungi anak-anak dari segala bentuk eksploitasi. Perhatian
khusus harus diambil dalam hal pemberhentian kerja anak-anak, karena mereka dapat
berpindah ke pekerjaan yang lebih berbahaya, seperti prostitusi atau perdagangan narkoba.
Dalam mengeluarkan anak-anak dari tempat kerja, mitra bisnis harus mengidentifikasi secara
proaktif, langkah-langkah untuk menjamin perlindungan anak yang terdampak. Apabila
mungkin, mereka harus mencari kemungkinan untuk memberikan pekerjaan yang layak bagi
anggota rumah tangga dewasa dari keluarga anak-anak yang terkena dampak termasuk.

Perlindungan Khusus bagi Pekerja Muda

Mitra bisnis menaati prinsip ini ketika mereka memastikan bahwa orang-orang berusia muda
tidak bekerja di malam hari dan bahwa mereka dilindungi terhadap kondisi kerja yang
merugikan kesehatan, keselamatan, moral dan perkembangan, tanpa mengurangi harapan
khusus yang ditetapkan dalam prinsip ini.

Di mana para pekerja muda dipekerjakan, mitra bisnis harus memastikan bahwa (a) jenis
pekerjaan tersebut tidak berpeluang membahayakan bagi kesehatan dan perkembangan

© Hak Cipta amfori 2017 amfori BSCI Code of Conduct - Dokumen Publik V. 1/2017 6/9
mereka; (b) jam kerja mereka tidak merugikan kehadiran mereka di sekolah, partisipasi
mereka dalam orientasi kejuruan yang disetujui oleh otoritas yang berwenang atau kapasitas
mereka untuk mendapatkan keuntungan dari program pelatihan atau instruksi.

Mitra bisnis harus menetapkan mekanisme yang diperlukan untuk mencegah,


mengidentifikasi dan mengurangi kerugian bagi para pekerja muda; dengan perhatian khusus
pada akses yang harus dimiliki oleh para pekerja muda terhadap mekanisme pengaduan
yang efektif dan terhadap skema dan program pelatihan kesehatan dan keselamatan kerja.

Tidak ada Pekerjaan Tidak Aman


Mitra bisnis menaati prinsip ini ketika, tanpa mengurangi harapan khusus yang ditetapkan
dalam bab ini, (a) mereka memastikan bahwa hubungan kerja mereka tidak menyebabkan
rasa tidak aman dan kerentanan sosial atau ekonomi bagi para pekerja mereka; (b) pekerjaan
dilakukan atas dasar hubungan kerja yang diakui dan didokumentasikan, yang dibentuk
sesuai dengan undang-undang nasional, kebiasaan atau praktik dan standar
ketenagakerjaan internasional, mana yang memberikan perlindungan yang lebih besar.

Sebelum mengadakan pekerjaan, mitra bisnis harus menyediakan kepada pekerja informasi
yang mudah dimengerti tentang hak-hak mereka, tanggung jawab dan kondisi kerja,
termasuk jam kerja, remunerasi dan ketentuan pembayaran.

Mitra bisnis harus bertujuan menyediakan kondisi kerja yang layak yang juga mendukung
para pekerja, baik perempuan dan laki-laki, dalam peran mereka sebagai orang tua atau
pengasuh, khususnya yang berkaitan dengan pekerja migran dan musiman yang mana anak-
anaknya mungkin ditinggalkan di kampong halaman para pekerja migrant tersebut.

Mitra bisnis tidak boleh menggunakan pengaturan kerja dengan suatu cara yang secara
sengaja dibelokkan dari tujuan asli hukumnya. Ini termasuk – namun tidak terbatas pada – (a)
skema magang di mana tidak ada niat untuk memberikan keterampilan atau menyediakan
pekerjaan reguler, (b) pekerjaan musiman atau darurat ketika digunakan untuk melemahkan
perlindungan para pekerja, dan (c) hanya tenaga kerja kontrak. Selain itu, penggunaan sub-
kontraktor tidak boleh merugikan hak-hak pekerja.

Tidak Boleh ada Buruh yang Terikat


Mitra bisnis tidak boleh terlibat dalam segala bentuk perbudakan, buruh yang dipaksa, terikat,
diikat perjanjian, diperdagangkan atau non-sukarela.

Mitra bisnis akan berisiko diduga memiliki keterlibatan jika mereka mendapatkan keuntungan
dari penggunaan bentuk-bentuk penggunaan tenaga kerja tersebut dengan mitra bisnis
mereka.

Mitra bisnis harus bertindak dengan sangat teliti ketika mempekerjakan dan merekrut pekerja
migran baik secara langsung maupun tidak langsung.

Mitra bisnis harus memungkinkan pekerja mereka bisa mendapatkan hak untuk cuti dan
untuk secara bebas berhenti kerja dengan ketentuan bahwa pekerja tersebut memberikan
pemberitahuan yang wajar kepada majikan.

Mitra bisnis harus memastikan bahwa para pekerja tidak menerima perlakuan tidak
manusiawi atau merendahkan, hukuman fisik, pemaksaan mental atau fisik dan / atau
pelecehan secara verbal.

Semua prosedur disiplin harus ditetapkan secara tertulis, dan harus dijelaskan secara lisan
kepada para pekerja dalam ketentuan yang jelas dan mudah dipahami.

© Hak Cipta amfori 2017 amfori BSCI Code of Conduct - Dokumen Publik V. 1/2017 7/9
Perlindungan Lingkungan
Mitra bisnis menaati prinsip ini ketika mereka mengambil langkah-langkah yang diperlukan
untuk menghindari kerusakan lingkungan, tanpa mengurangi harapan khusus yang
ditetapkan dalam bab ini.

Mitra bisnis harus menilai dampak lingkungan yang signifikan dari operasi, dan menetapkan
kebijakan dan prosedur yang efektif yang mencerminkan tanggung jawab lingkungan mereka.
Mereka harus menerapkan langkah-langkah yang memadai untuk mencegah atau
meminimalkan efek buruk pada masyarakat, sumber daya alam dan lingkungan secara
keseluruhan.

Perilaku Bisnis Beretika


Mitra bisnis menaati prinsip ini ketika, dan tanpa mengurangi tujuan dan harapan yang
ditetapkan dalam bab ini, mereka tidak terlibat dalam segala bentuk tindakan korupsi,
pemerasan atau penggelapan, maupun segala bentuk penyuapan – termasuk namun tidak
terbatas pada – menjanjikan, menawarkan, memberi atau menerima uang atau insentif
lainnya apa pun yang tidak tepat.

Mitra bisnis diharapkan untuk menjaga informasi yang akurat mengenai kegiatan mereka,
struktur dan kinerja, dan harus mengungkapkan hal tersebut sesuai dengan ketentuan dan
praktik standar industri yang berlaku.

Mitra bisnis tidak boleh berpartisipasi dalam memalsukan informasi tersebut, maupun dalam
setiap tindakan yang keliru dalam rantai pasokan.

Selain itu, mereka harus mengumpulkan, menggunakan dan mengolah informasi pribadi
(termasuk informasi dari pekerja, mitra bisnis, pelanggan dan konsumen di wilayah pengaruh
mereka) dengan sewajarnya. Pengumpulan, penggunaan dan pengolahan lainnya atas
informasi pribadi harus mematuhi privasi dan persyaratan hukum dan peraturan keamanan
informasi.

© Hak Cipta amfori 2017 amfori BSCI Code of Conduct - Dokumen Publik V. 1/2017 8/9
VI. Lampiran
1. Ketentuan Pelaksanaan

2. Referensi BSCI amfori: Penyusunan Standar Internasional yang relevan untuk


pelaksanaan Pedoman Perilaku, seperti Konvensi dan Rekomendasi ILO.

3. Daftar Istilah BSCI amfori

******

amfori adalah asosiasi bisnis global terkemuka yang mendukung perdagangan terbuka dan
berkelanjutan. Visi kami adalah mewujudkan dunia tempat segala bentuk perdagangan
menghadirkan manfaat sosial, lingkungan, dan ekonomi bagi semua orang.

amfori BSCI
Av. De Cortenbergh, 172
1000 Brussels
Belgium
Telepon: +32-2-762 05 51
Faksimili: +32-2-762 75 06
info@amfori.org
www.amfori.org

© Hak Cipta amfori 2017 amfori BSCI Code of Conduct - Dokumen Publik V. 1/2017 9/9