Anda di halaman 1dari 12

KEGIATAN POSYANDU BAYI BALITA

Oleh

Akhmad Miftahul Huda


NIM 122310101061

PROGRAM STUDI ILMU KEPERAWATAN


UNVERSITAS JEMBER
2015
KEGIATAN POSYANDU BAYI BALITA

Disusun untuk memenuhi tugas mata kuliah Keperawatan Komunitas III


Dosen pengampu: Ns. Latifa Aini S., M.Kep., Sp.Kep.Kom

oleh
Akhmad Miftahul Huda
NIM 122310101061

PROGRAM STUDI ILMU KEPERAWATAN


UNVERSITAS JEMBER
2015
A. Pengertian Posyandu

Posyandu adalah kegiatan kesehatan dasar yang diselenggarakan dari, oleh


dan untuk masyarakat yang dibantu oleh petugas kesehatan. Posyandu merupakan
salah satu bentuk Upaya Kesehatan Berbasis Masyarakat (UKBM) yang dikelola
dan diselenggarakan dari, oleh, untuk dan bersama masyarakat dalam
penyelanggraan pembangunan kesehatan guna memberdayakan masyarakat dan
memberikan kemudahan kepada masyarakat dalam memperoleh pelayanan
kesehatan dasar/sosial dasar untuk mempercepat penurunan Angka Kematian Ibu
dan Bayi. Posyandu adalah sistem pelayanan yang dipadukan antara satu program
dengan program lainnya yang merupakan forum komunikasi pelayanan terpadu
dan dinamis seperti halnya program KB dengan kesehatan atau berbagai program
lainnya yang berkaitan dengan kegiatan masyarakat (Departemen Kesehatan RI.
2006).

B. Kegiatan Posyandu Balita

Kegiatan Posyandu Balita terdiri dari kegiatan utama dan kegiatan


pengembangan/pilihan serta tugas dan tanggung jawab. Berikut adalah
penjelasannya:

1. Kegiatan Utama
a. Kesehatan Ibu dan Anak (KIA)
1) Ibu Hamil
Pelayanan yang dilakukan untuk ibu hamil mencakup:
a) penimbangan berat badan dan pemberian tablet besi yang dilakukan
oleh kader kesehatan;
b) meningkatkan kesehatan ibu hamil diselenggarakan melalui kegiatan
kelompok ibu hamil antara lain:
 penyuluhan tanda bahaya ibu hamil, persiapan persalinan,
persiapan menyusui, kb dan gizi;
 perawatan payudara dan pemberian asi;
 peragaan pola makan ibu hamil;
 senam ibu hamil;
2) Ibu Nipas dan Menyusui
Pelayanan yang diselenggarakan untuk ibu nipas dan menyusui
mencakup :
a) penyuluhan kesehatan, asi, dan gizi ibu hamil;
b) pemberian vitamin A dan tablet hamil;
c) perawatan payudara;
d) senam ibu nifas;
e) pemeriksaan kesehatan.
3) Bayi dan Anak Balita
a) Penimbangan berat badan
b) Penentuan status pertumbuhan
c) Penyuluhan
d) Pemeriksaan kesehatan sedini mungkin
b. Keluarga Berencana (KB)
Pelayanan KB di Posyandu yang dapat dilaksanakan oleh kader adalah
pemberian kondom dan pemberian pil ulangan. Jika ada tenaga kesehatan
puskesmas dilakukan suntikan KB dan konseling KB. Jika tersedia ruangan
dan peralatan yang menunjang dilakukan pemasangan Intra Uterine Device
(IUD).
c. Imunisasi
Pelayanan imunisasi di Posyandu hanya dilaksanakan apabila ada petugas
Puskesmas. Jenis imunisasi yang diberikan disesuaikan dengan program, baik
terhadap bayi dan balita maupun terhadap ibu hamil.
d. Gizi
Pelayanan gizi di Posyandu dilakukan oleh kader. Sasarannya adalah bayi,
balita, ibu hamil dan wanita usia subur. Jenis pelayanan yang diberikan
meliputi penimbangan berat badan, deteksi dini gangguan pertumbuhan,
penyuluhan gizi, pemberian PMT, pemberian Vitamin A, dan pemberian sirup
Fe. Pemberian tablet besi untuk ibu hamil dan nipas serta kapsul yodium di
daerah gondok endemik.
e. Pencegahan dan Penanggulangan Diare
Pencegahan diare di posyandu dilakukan antara lain dengan penyuluhan
perilaku hidup bersih dan sehat (PHBS).

2. Kegiatan Pengembangan/Tambahan
Dalam keadaan tertentu masyarakat dapat menambah kegiatan Posyandu
dengan kegiatan baru, di samping lima kegiatan utama yang telah ditetapkan.
Penambahan kegiatan baru sebaiknya dapat dilakukan apabila lima kegiatan
utama telah dilaksanakan dengan baik dengan cakupannya di atas 50%. Beberapa
kegiatan tambahan yang dapat dilakukan antara lain:
a. bina keluarga balita (BKB);
b. kelompok peminat kesehatan ibu dan anak (KP-KIA);
c. penemuan dini dan pengamatan penyakit potensial kejadian luar biasa
(KLB) misalnya; ISPA, DBD, gizi buruk, Polio, campak, difteri, pertusis,
tetanus dan neo natorum;
d. pengembangan anak usia dini (PAUD);
e. usaha kesehatan gizi masyarakat desa ( UKGMD);
f. penyediaan air bersih dan penyehatan lingkungan pemukiman ( PAB-PLP);
g. program diversifikasi tanaman pangan dan pemanfaatan pekarangan melalui
tanaman obat keluarga (TOGA);
h. desa siaga;
i. pos malaria desa (pomaldes);
j. kegiatan ekonomi produktif seperti usaha peningkatan pendapatan keluarga
(UP2K);
k. tabungan ibu bersalin (tabulin), tabungan masyarakat (tabumas).
Pelaksanaan kegiatan di posyandu balita dilaksanakan dengan sistem lima
meja, dimana kegiatan di masing-masing meja mempunyai kekhususan sendiri-
sendiri. Sistem lima meja tersebut tidak berarti bahwa Posyandu harus memiliki
lima buah meja untuk pelaksanaanya, tetapi kegiatan Posyandu harus mencakup
lima pokok kegiatan, yaitu:

a. meja 1 : pendaftaran balita, ibu hamil, ibu menyusui;


b. meja 2 : penimbangan balita;
c. meja 3 : pencatatan hasil penimbangan;
d. meja 4 : penyuluhan dan pelayanan gizi bagi ibu balita, ibu hamil dan
ibu menyusui;
e. meja 5 : pelayanan kesehatan, kb, imunisasi dan pojok oralit.

Kegiatan Di MEJA 1
a. Pendaftaran balita
1. Balita didaftar dalam formulir pencatatan balita
2. Bila anak sudah memiliki KMS, berarti bulan lalu anak sudah
ditimbang. Minta KMSnya, namanya dicatat pada secarik kertas. Kertas
ini diselipkan di KMS, kemudian ibu balita diminta membawa anaknya
menuju tempat penimbangan.
3. Bila anak belum punya KMS, berarti baru bulan ini ikut penimbangan
atau KMS lamanya hilang. Ambil KMS baru, kolomnya diisi secara
lengkap, nama anak dicatat pada secarik kertas. Secarik kertas ini
diselipkan di KMS, kemudian ibu balita diminta membawa anaknya ke
tempat penimbangan.
b. Pendaftaran ibu hamil

1. Ibu hamil didaftar dalam formulir catatan untuk ibu hamil.


2. Ibu hamil yang tidak membawa balita diminta langsung menuju ke
meja 4 untuk mendapat pelayanan gizi oleh kader serta pelayanan oleh
petugas kesehatan di meja 5.
3. Ibu yang belum menjadi peserta KB dicatat namanya pada secarik
kertas, dan ibu menyerahkan kertas itu langsung kepada
petugas kesehatan di meja 5.

Kegiatan di MEJA 2

1. Penimbangan anak dan balita, hasil penimbangan berat anak dicatat pada
secarik kertas yang terselip di KMS. Selipkan kertas ini kembali ke dalam
KMS.
2. Selesai ditimbang, ibu dan anaknya dipersilakan menu meja 3, meja
pencatatan.

Kegiatan di MEJA 3

1. Buka KMS balita yang bersangkutan.


2. Pindahkan hasil penimbangan anak dari secarik kertas ke KMSnya.
3. Pada penimbangan pertama, isilah semua kolom yang tersedia pada KMS.
4. Bila ada Kartu Kelahiran, catatlah bulan lahir anak dari kartu tersebut.
5. Bila tidak ada Kartu Kelahiran tetapi ibu ingat, catatlah bulan lahir anak
sesuai ingatan ibunya.
6. Bila ibu tidak ingat dan hanya tahu umur anaknya yang sekarang,
perkirakan bulan lahir anak dan catat.

Kegiatan di MEJA 4

1. Penyuluhan untuk semua orang tua balita. Mintalah KMS anak, perhatikan
umur dan hasil penimbangan pada bulan ini. Kemudian ibu balita diberi
penyuluhan.
2. Penyuluhan untuk semua ibu hamil. Anjurkan juga agar ibu memeriksakan
kehamilannya sebanyak minimal 5 kali selama kehamilan pada petugas
kesehatan atau bidan
3. Penyuluhan untuk semua ibu menyusui mengenai pentingnya ASI, kapsul
iodium/garam iodiumdan vitamin A.
Kegiatan di MEJA 5
Kegiatan di meja 5 adalah kegiatan pelayanan kesehatan dan pelayanan
KB, imunisasi serta pemberian oralit. Kegiatan ini dipimpin dan dilaksanakan
oleh petugas kesehatan dari Puskesmas.
DAFTAR PUSTAKA

Departemen kesehatan RI. 2006. Buku Kader Posyandu Dalam Usaha Perbaikan Gizi
Keluarga. Jakarta.

Dini, N. 2012. 5 Meja Posyandu. http://kebidananfull.blogspot.com/2013/04/5-meja-


posyandu.html [31 Maret 2015]

Effendy, Nasrul. 1998. Dasar-Dasar Keperawatan Kesehatan Masyarakat. Jakarta:


EGC.

Kementrian Kesehatan Republik Indonesia. 2011. Buku Panduan Kader Posyandu


Menuju Keluarga Sadar Gizi. Direktorat Bina Gizi.

Sari, N. 2013. Pos Pelayanan Terpadu (POSYANDU).


http://novithasari03.blogspot.com/2013/10/makalah-posyandu.html [31 Maret
2015]
SOAL

1. Salah satu bentuk Upaya Kesehatan Berbasis Masyarakat (UKBM) yang


dikelola dan diselenggarakan dari, oleh, untuk dan bersama masyarakat dalam
penyelanggraan pembangunan kesehatan guna memberdayakan masyarakat
dan memberikan kemudahan kepada masyarakat dalam memperoleh pelayanan
kesehatan dasar/sosial dasar untuk mempercepat penurunan Angka Kematian
Ibu dan Bayi adalah pengertian dari?
a. Posyandu
b. Puskesmas
c. Rumah sakit
d. Polindes
e. Rumah bersalin
2. seorang ibu hamil enam bulan datang ke posyandu untuk memeriksakan
kandungannya. Kegiatan utama oleh kader posyandu balita yang akan
dilakukan terhadap ibu tersebut adalah, kecuali?
a. Penimbangan berat badan dan pemberian tablet besi yang dilakukan oleh
kader kesehatan
b. Memeriksa tanda-tanda vital
c. Perawatan payudara dan pemberian ASI
d. Peragaan pola makan ibu hamil
e. Mengajarkan senam ibu hamil
3. seorang balita di bawa oleh ibunya ke posyandu karena sedang tidak enak
badan. Kegiatan utama posyandu balita yang akan berikan oleh kader pada
balita tersebut, kecuali?
a. Penimbangan berat badan
b. Penentuan status pertumbuhan
c. Penyuluhan pada orang tua balita
d. Pemeriksaan kesehatan sedini mungkin
e. Pemberian obat
4. Berikut yang tidak termasuk kegiatan utama yang dilakukan oleh posyandu
balita adalah?
a. Kesehatan Ibu dan Anak (KIA)
b. Keluarga Berencana (KB)
c. Imunisasi
d. Mengatasi permasalahan gizi
e. Menanggulangi Bencana
5. Seorang ibu hamil datang ke posyandu balita untuk konsultasi tentang program
KB. Pelayanan KB di Posyandu yang dapat dilaksanakan oleh kader setelah di
berikan pengetahuan tentang KB adalah?
a. Pemberian kondom dan pemberian pil ulangan
b. Memberikan terapi non farmakologi
c. Menganjurkan makan makanan sehat
d. Menganjurkan mengurangi aktivitas
e. Bukan salah satu diatas
6. Ibu F adalah kader di posyandu balita I, dia bertugas untuk memeberikan
pelayanan gizi. Berikut yang bukan sasaran dari pemberian pendidikan
kesehatan tentang gizi adalah?
a. Bayi
b. Balita
c. Ibu hamil
d. Wanita usia subur
e. Kepala keluarga
7. seorang kader posyandu balita bertugas untuk melakukan penimbangan pada
anak dan balita yang datang, hasil penimbangan berat anak dicatat pada secarik
kertas yang terselip di KMS. Selipkan kertas ini kembali ke dalam KMS. Dari
ilustrasi tersebut, kader bertugas pada meja?
a. Meja 1
b. Meja 2
c. Meja 3
d. Meja 4
e. Meja 5
8. bapak T adalah seorang kader di posyandu balita I. Dia bertugas di meja 3.
Tugas dari kader yang berada pada meja ke 3 adalah?
a. Pendaftaran balita
b. Penimbangan balita
c. Pencatatan hasil penimbangan
d. Penyuluhan dan pelayanan gizi bagi ibu balita, ibu hamil dan ibu
menyusui
e. Pelayanan kesehatan, kb, imunisasi dan pojok oralit
9. seorang ibu datang ke posyandu balita untuk memeriksakan balitanya yang
menagalami diare. Ibu tersebut akan mendapatkan penyuluhan kesehatan
tentang masalah kesehatan anaknya ketika berada di meja?
a. Meja 1
b. Meja 2
c. Meja 3
d. Meja 4
e. Meja 5
10. berdasarkan kasus no. 9, balita tersebut akan mendapatkan pelayanan
kesehatan dengan pemberian oralit pada meja?
a. Meja 1
b. Meja 2
c. Meja 3
d. Meja 4
e. Meja 5