Anda di halaman 1dari 3

Cara Pembuatan Minyak Atsiri

Ditulis pada 29 Desember 2014


Minyak Atsiri disebut juga minyak eteris . minyak terbang atau essentialoil .
adalah minyak yang mudah menguap dan terdapat dalam tumbuh -tumbuhan.
minyak ini dipergunakan sebagai bahan baku dalam berbagai industri, misalnya’
industri parfum. kosmetik. farmasi. esense. Beberapa jenis minyak atsiri dapat
digunakan sebagai zat pengikat bau (fixative) dalam parfum, misalnya minyak
nilam. minyak akar wangi. dan minyak cendana. Minyak yang berasal
dari rempah – rempah dan cligunakan sebagai bahan penyedap (flavoring
agent) misalnya minyak cengkeh, minyak lada. minyak pala. minyak kayu
manis. minyak ketumbar. dan minyak jahe. Proses untuk mendapatkan minyak
atsiri dikenal dengan cara menyuling atau destilasi terhadap tanaman penghasil
minyak. Penyulingan meruapakan proses pemisahan komponen – komponen
suatu campuran dari dua jenis cairan atau lebih berdasarkan perbedaan titik
uapnya dan proses ini dilakukan terhadap minyak atsiri yang tidak larut dalam
air.
Metode destilasi/penyulingan minyak atsiri dapat dilakukan dengan 3 cara,
antara lain :

 Penyulingan dengan sistem rebus (Water Distillation)


 Penyulingan dengan air dan uap (Water and Steam Distillation)
 Penyulingan dengan uap langsung (Direct Steam Distillation)
Berikut contoh proses pembuatan minyak atsiri dengan bahan Nilam dan daun
cengkeh,

Alat-alat yang dibutuhkan :

 tabung polari
 piknometer
 termometer
 tabung reaksi
 labu
 pendingin tegak
 dan labu casia
Proses pembuatan :

Bahan (nilam/cengkeh)->Penjemuran->Pengeringan (dalam ruangan)-


>Penyulingan->Pemisah Minyak->Pengemasan.
Gambar 1. Alat penyulingan air dan uap

Potensi Minyak Atsiri


Saat ini, pola perilaku konsumen banyak mengarah pada kesukaan terhadap
produk yang berbau alami. Alasan utama adalah aman bagi kesehatan dan tidak
merusak lingkungan. Kondisi ini perlu dimanfaatkan secara maksimal untuk
memperkenalkan dan merebut pasar untuk produk minyak atsiri, baik melalui
kejadian resmi, seperti pameran, maupun yang tidak resmi. Dari hasil beberapa
pameran, terlihat banyak konsumen menyukai produk minyak atsiri baik yang
digunakan untuk aroma terapi maupun pengharum ruangan. Dari sisi lapangan
kerja, dengan adanya industri pengolahan minyak atsiri akan banyak menyerap
tenaga kerja.

Cengkeh
Cengkeh (Syzygium aromaticum) merupakan salah satu komoditi perkebunan yang penting
dalam pembangunan sub sektor perkebunan antara lain untuk memenuhi kebutuhan domestik
maupun sebagai komoditi ekspor penghasil devisa negara. Di Jawa Timur, komoditi cengkeh
diusahakan oleh Perkebunan Rakyat (PR), Perkebunan Besar Negara (PTPN) dan Perkebunan
Besar Swasta (PBS). Pada Tahun 2012, Areal cengkeh seluas 46.902 Ha terbagi atas 40.906 Ha
(PR), 1.922 Ha (PTPN) dan 4.074 Ha (PBS). Berikut ini data perkembangan areal, produksi dan
produktivitas komoditi cengkeh di Jawa Timur dalam kurun waktu 2008-2012 :

Tabel Perkembangan Areal, Produksi dan produktivitas Cengkeh di Jawa Timur Tahun 2008 -
2012

Tahun Areal(Ha) Produksi(Ton) Produktivitas(Kg/Ha)

2008 41.233 11.177 407

2009 41.807 10.838 392

2010 42.007 10.340 418

2011 43.876 6.807 252

2012* 46.902 11.699 396

Rata-rata 43.165 8.172 324

*) Angka
Sementara

Sentra pertanaman cengkeh pada Perkebunan Rakyat di


Jawa Timur seluas 40.906 Ha terbagi atas Kabupaten
Pacitan 8.735 Ha, Malang 4.336 Ha,
Trenggalek 5.656 Ha, Ponorogo 3.009 Ha,
Jombang 3.126 Ha, Lumajang 1.993 Ha,
Nganjuk 1.781 Ha, Tulungagung 1.554 Ha,
Pasuruan 1.166 Ha, dan sisanya menyebar di 13 Kabupaten lainnya.
Produksi cengkeh pada Perkebunan Rakyat sebesar 9.850 Ton dengan produktivitas rata-rata
0,383 Ton bunga kering/Ha/Tahun. Kondisi tanaman cengkeh tua/rusak (TT/TR) seluas 4.645
Ha, tanaman belum menghasilkan (TBM) seluas 10.525 Ha, dan tanaman menghasilkan (TM)
seluas 25.736 Ha. Teknik budidaya belum optimal, pengendalian OPT masih kurang.
Pelaksanaan intensifikasi cengkeh rakyat di Jawa Timur dituangkan melalui pembinaan
dengan mempergunakan pola swadaya/partial.