Anda di halaman 1dari 58

Supiningtyas P

BAB 1
AKUNTANSI KEUANGAN DAN STANDAR AKUNTANSI
KEUANGAN

A. LINGKUNGAN AKUNTANSI KEUANGAN

Akuntansi dapat didefinisikan secara tepat dengan menjelaskan tiga karakteristik


penting dari akuntansi: 1) Pengidentifikasian, pengukuran dan pengkomunikasian
informasi keuangan tentang 2) entitas ekonomi kepada 3) Pemakai yang
berkepentingan.

Akuntansi keuangan (financial accounting) adalah sebuah proses yang berakhir


pada pembuatan laporan keuangan menyangkut perusahaan secara keseluruhan untuk
digunakan oleh berbagai pihak baik internal maupun eksternal.
Pemakai laporan keuangan meliputi investor, kreditur, manajer, serikat pekerja, dan
badan-badan pemerintah.

Akuntansi manajerial (managerian accounting) adalah proses pengidentifikasian,


pengukuran, penganalisisan, dan pengkomunikasian informasi keuangan yang
dibutuhkan oleh manajemen untuk merencanakan, mengevaluasi dan mengendalikan
operasi sebuah perusahaan.

Terdapat perbedaan antara Laporan Keuangan dan Pelaporan Keuangan. Yang


dimaksud dengan Laporan Keuangan (financial statement) adalah sarana
pengkomunikasian informasi keuangan utama kepada pihak-pihak di luar korporasi.
Laporan ini berisi tentang sejarah perusahaan yang dikuantifikasi dalam nilai
moneter, misalnya Neraca, Laporan Laba Rugi, Laporan Arus Kas, Laporan
Perubahan Modal.

Informasi lain selain yang dilaporkan dalam laporan keuangan dapat disajikan
melalui Pelaporan Keuangan (financial reporting), misalnya surat Presiden
Direktur, Prospektus, perkiraan manajemen, deskripsi mengenai dampak social, dll.

B. TUJUAN LAPORAN KEUANGAN

Menurut SFAC (Statement of Financial Accounting Concepts) tujuan pelaporan


keuangan adalah untuk menyediakan informasi:
1. yang berguna bagi investor dan kreditur saat ini atau potensial dan para pemakai
lainnya untuk membuat keputusan investasi, kredit dan keputusan serupa secara
rasional.

2. Untuk membantu para investor dan kreditur saat ini atau potensial dan para
pemakai lainnya dalam menilai jumlah, penetapan waktu, dan ketidakpastian
penerimaan kas prospektif dari dividen atau bunga dan hasil dari penjualan,
penebusan atau jatuh tempo sekuritas atau pinjaman.

Akuntansi Keuangan Menengah 1-A Hal.1 dari 58 hal


Supiningtyas P

3. Tentang sumber daya ekonomi dari sebuah perusahaan, klaim terhadap sumber
daya tersebut (kewajiban perusahaan untuk mentransfer sumber daya ke entitas
lainnya dan ekuitas pemilik), dan pengaruh dari transaksi kejadian, serta situasi
yang mengubah sumber daya perusahaan dan klaim pihak lain terhadap sumber
daya tersebut.

Singkatnya, tujuan pelaporan keuangan adalah untuk menyediakan:


1) informasi yang berguna bagi keputusan investasi dan kredit,
2) informasi yang berguna dalam menilai arus kas masa depan
3) informasi mengenai sumber daya perusahaan, klaim terhadap sumber daya
tersebut, dan perubahan didalamnya.

C. KARAKTERISTIK KUALITATIF LAPORAN KEUANGAN


MENURUT IAI

Menurut Ikatan Akuntan Indonesia, Laporan Keuangan memiliki empat karakteristik


kualitatif pokok, yakni:
1) Dapat Dipahami
Informasi yang berkualitas adalah informasi yang dengan mudah dan segera
dapat dipahami oleh pemakainya.
2) Relevan
Informasi memiliki kualitas relevan apabila dapat mempengaruhi keputusan
ekonomi pemakainya. Relevansi informasi bermanfaat dalam peramalan dan
penegasan.
3) Keandalan
Informasi memiliki kualitas andal apabila bebas dari pengertian yang
menyesatkan, kesalahan material dan dapat diandalkan pemakainya sebagai
penyajian yang tulus/jujur dari yang seharusnya disajikan atau yang secara wajar
diharapkan dapat disajikan.
4) Dapat Dibandingkan
Pemakai harus dapat membandingkan Laporan Keuangan perusahaan
antarperiode untuk mengidentifikasi kecenderungan posisi dan kinerja
perusahaan.
Pemakai juga harus dapat membandingkan Laporan Keuangan antar perusahaan
untuk mengevaluasi posisi keuangan, kinerja serta perubahan posisi keuangan
secara relatif.

D. ASUMSI dan KONSEP DASAR PRINSIP AKUNTANSI

ASUMSI

1. Kesatuan Usaha Khusus (Separate/Economic Entity)


Asumsi ini mengandung arti bahwa perusahaan dipandang sebagai sebuah unit usaha
yang berdiri sendiri terpisah dari pemiliknya dan dari kesatuan usaha lainnya dimana
akuntansi itu berada. Artinya akuntansi hanya akan melaporkan aktivitas ekonomis
yang dialami perusahaan itu sendiri bukan melaporkan aktivitas ekonomi pemiliknya
sehingga ada pemisahan yang jelas antara perusahaan dengan pemiliknya.

Akuntansi Keuangan Menengah 1-A Hal.2 dari 58 hal


Supiningtyas P

2. Kontinuitas Usaha (Going Concern/Continuity)


Asumsi ini mengandung arti bahwa setiap perusahaan akan memiliki umur yang
panjang atau tidak akan dilikuidasi di masa yang akan datang untuk memenuhi tujuan
dan komitmen mereka, meskipun pada kenyataannya umur perusahaan adalah tidak
pasti berapa lama.
Asumsi ini berpengaruh terhadap prinsip penilaian atas pos pos laporan keuangan
misalnya aset dimana aset umumnya dinilai dengan menggunakan prinsip biaya
historis daripada menggunakan nilai likuidasi.
Asumsi ini tidak akan berlaku jika suatu entitas usaha didirikan dengan batasan umur
yang telah ditetapkan.

3. Penggunaan unit moneter dalam Pencatatan (Monetary unit)

Asumsi ini mengandung arti bahwa setiap transaksi yang terjadi akan dicatat dengan
menggunakan satuan uang (unit moneter) meskipun dapat dicatat dengan
menggunakan satuan ukuran yang lain. Unit moneter yang digunakan adalah mata
uang dari Negara dimana perusahaan itu berdiri.

4. Periode Waktu (Time Period/Periodicity)


Asumsi ini menyatakan bahwa laporan keuangan harus disusun dan disajikan secara
periodik. Asumsi ini diterapkan karena perusahaan dianggap beroperasi secara terus
menerus dalam jangka waktu yang tidak terbatas. Kalau ada pihak pihak yang
membutuhkan informasi mengenai posisi keuangan dan kinerja perusahaan,
sebetulnya cara yang paling akurat adalah dengan menghentikan aktivitas operasi
perusahaan tersebut dalam jangka waktu tertentu.

Cara ini tentu saja tidak mungkin dilakukan, mengingat pihak pihak yang
membutuhkan informasi tadi harus segera dipenuhi untuk membuat keputusan.
Untuk itu aktivitas ekonomi sebuah perusahaan harus dapat dipisahkan ke dalam
periode waktu yang ditetapkan batasannya, misalnya tahunan, semesteran atau
bulanan. Oleh karena itu akuntansi atau laporan keuangan dapat disusun dan
disajikan secara periodik untuk memberikan informasi baik posisi keuangan maupun
kinerja perusahaan.

Dalam Kerangka Dasar Penyusunan dan Penyajian Laporan Keuangan (IAI, 2004)
menetapkan dua asumsi dasar yaitu:
1. Dasar Akrual
Asumsi ini mengandung arti bahwa pengaruh transaksi dan peristiwa lain diakui
pada saat kejadian (dan bukan pada saat kas atau setara kas diterima atau dibayar)
dan dicatat dalam catatan akuntansi serta dilaporkan dalam laporan keuangan
pada periode bersangkutan.

2. Kelangsungan Usaha
Asumsi ini memiliki arti bahwa perusahaan diasumsikan akan beroperasi terus di
masa depan tanpa batasan, tidak bermaksud atau berkeinginan melikuidasi atau
mengurangi secara material skala usahanya. Jika maksud atau keinginan tersebut
timbul, laporan keuangan mungkin harus disusun dengan dasar yang berbeda dan
dasar yang digunakan harus diungkapkan.

Akuntansi Keuangan Menengah 1-A Hal.3 dari 58 hal


Supiningtyas P

KONSEP DASAR

1. Prinsip biaya historis (historical cost principle)


Prinsip ini menghendaki digunakannya harga perolehan dalam mencatat aktiva,
hutang, modal dan biaya. Harga perolehan adalah harga pertukaran yang disetujui
oleh kedua belah pihak yang melakukan suatu transaksi.

2. Prinsip pengakuan pendapatan (Revenue recognition principle)


 Besarnya pendapatan ditentukan oleh jumlah kas/ekuivalennya yg diterima dari
transaksi penjualan
 Untuk penjualan barang atau jasa, pendapatan diakui pada saat penyerahan
barang/jasa.
 untuk barang pada saat produksi selesai, masa produksi dan saat kas diterima

3. Prinsip mempertemukan (Matching principle)


Mempertemukan biaya dan pendapatan yg timbul dari biaya tersebut.

4. Prinsip konsistensi (Consistency principle)


Metode dan prosedur yang digunakan harus diterapkan secara konsisten dari tahun
ke. tahun

5. Prinsip pengungkapan lengkap (Full disclosure)


Menyajikan informasi yang lengkap dalam laporan keuangan.

Akuntansi Keuangan Menengah 1-A Hal.4 dari 58 hal


Supiningtyas P

BAB 2
LAPORAN RUGI-LABA, NERACA, DAN ARUS KAS

A. PENDAHULUAN

Penentuan Income (Income Determination)


Laba (Income) yaitu pengembalian (return) yang melebihi investasi
Menurut para ekonom, income sebagai jumlah yang dapat dikembalikan oleh entitas
kepada investornya sambil tetap mempertahankan tingkat kesejahteraan entitas
bersangkutan.
Ada 2 konsep pemeliharaan modal yang dipertimbangkan oleh FASB dalam kerangka
konseptualnya yaitu :
1. Konsep Pemeliharaan modal keuangan – Penentuan Income (Financial Capital
Maintenance Concept of Income Determination)
2. Konsep Pemeliharaan modal fisik – Penentuan Income (physical capital
maintenance Concept of Income Determination)

1. Financial Capital Maintenance Concept of Income Determination


Menurut konsep ini, sebuah perusahaan menghasilkan income hanya jika jumlah
financial net assets (assets – liabilities, or owners’ equity) perusahaan pada akhir
periode lebih besar daripada jumlah finansial dari net assets pada awal periode
bersangkutan setelah mengeluarkan pengaruh transaksi pemilik (owners)

Contoh:
Diasumsikan Indofood Inc. memiliki assets dan liabilities berikut pada awal dan
akhir suatu periode:

Saldo Awal Saldo Akhir


Total Assets 1.020.000 1.120.000
Total Liabilities 860.000 780.000
Net assets (owners’ equity) 160.000 340.000

Asumsi 1:
Jika tidak ada investment oleh owners atau pembagian kepada owners selama periode
itu, income akan menjadi 180.000, artinya jumlah tersebut meningkatkan net assets.

Penjelasan :
Cara 1
Mencari selisih antara net assets akhir dan awal
 Net Assets End of Period - Net Assets Beginning of Period
= 340.000 - 160.000 = 180.000

Akuntansi Keuangan Menengah 1-A Hal.5 dari 58 hal


Supiningtyas P

Cara 2
Dengan membuat statement of Owners Equity

Modal awal (1)


160.000
+ Investasi tambahan (1)
0
Net Income (3)
?
- Deviden 0 (1)
Kenaikan/penurunan 180.000 (2)
Modal akhir (1)
340.000

Langkah-langkah:
1. Buatlah laporan statement of Owners Equity (seperti di atas)
2. Isikan setiap data yang ada berdasarkan soal
3. Hitung kenaikan/penurunan antara modal akhir dengan modal awal
340.000 – 160.000 = 180.000
4. Hitung net income dengan rumus :
Investasi tambahan + net income – deviden = kenaikan/penurunan
0 + ? - 0 = 180.000
Jadi net income =
180.000 – investasi tambahan (0) + deviden (0) = 180.000

Asumsi 2
Asumsikan bahwa owners menginvestasikan kembali sebesar Rp 80.000, pada bisnis ini
dan menerima dividend sebesar Rp 30.000. Maka income selama periode itu akan
menjadi sebesar Rp 130.000, dihitung sebagai berikut:

Cara 1
Net assets, akhir periode 340.000
Net assets, awal periode 160.000
Perubahan (kenaikan) net assets 180.000
-/- investment pemilik (80.000)
Ditambah pembagian (devidend) untuk owners 30.000
Income 130.000

Cara 2
Dengan membuat statement of Owners Equity
Modal awal (1)
160.000
+ Investasi tambahan 80.000 (1)
Net Income (3)
?
- Deviden 30.000 (1)
Kenaikan/penurunan 180.000 (2)
Modal akhir (1)
340.000

Akuntansi Keuangan Menengah 1-A Hal.6 dari 58 hal


Supiningtyas P

Langkah-langkah:
1. Buatlah laporan statement of Owners Equity (seperti di atas)
(1)
2. Isikan setiap data yang ada berdasarkan soal
(2)
3. Hitung kenaikan/penurunan antara modal akhir dengan modal awal
340.000 – 160.000 = 180.000
(3)
4. Hitung net income dengan rumus :
Investasi tambahan + net income – deviden = kenaikan/penurunan
80.000 + ? - 30.000 = 180.000
Jadi net income = 180.000 – investasi tambahan (80.000) + deviden (30.000)
= 130.000

2. Physical Capital Maintenance Concept of Income Determination

Income terjadi hanya jika kapasitas produksi fisik dari perusahaan pada akhir periode
lebih besar daripada kapasitas produksi fisik pada awal periode, juga setelah
mengeluarkan pengaruh transaksi dengan owners.
Konsep ini mensyaratkan agar productive assets (inventory, building, and equipment)
dinilai sebesar harga periode berjalan.

Contoh:
Jika the beginning net asset sebesar 160.000 (dari contoh sebelumnya) yang diukur
dengan memakai cost, tetapi bernilai 200.000 dengan memakai cost pada akhir tahun,
dan new investments and dividends seperti di atas, maka income akan menjadi 90.000
dan bukan 130.000

Penjelasan
Cara 1
Net assets, akhir periode 340.000
Net assets, awal periode 200.000
Perubahan (kenaikan) net assets 140.000
-/- investment pemilik (80.000)
Ditambah pembagian (devidend) untuk owners 30.000
Income 90.000

Cara 2
Dengan membuat statement of Owners Equity
Modal awal (1)
200.000
+ Investasi tambahan 80.000 (1)
Net Income (3)
?
- Deviden 30.000 (1)
Kenaikan/penurunan 140.000 (2)
Modal akhir (1)
340.000

Akuntansi Keuangan Menengah 1-A Hal.7 dari 58 hal


Supiningtyas P

Langkah-langkah:
1. Buatlah laporan statement of Owners Equity (seperti di atas)
(1)
2. Isikan setiap data yang ada berdasarkan soal
(2)
3. Hitung kenaikan/penurunan antara modal akhir dengan modal awal
340.000 – 200.000 = 140.000
(3)
4. Hitung net income dengan rumus :
Investasi tambahan + net income – deviden = kenaikan/penurunan
80.000 + ? - 30.000 = 140.000
Jadi net income = 140.000 – investasi tambahan (80.000) + deviden (30.000)
= 90.000

B. PENENTUAN PENDAPATAN

Pengguna laporan keuangan, mengetahui bahwa pendapatan merupakan hal yang sangat
penting untuk membantu memperkirakan pendapatan masa mendatang dan cash flow.
Bagi Investor dan Kreditor, angka income berguna untuk pengalokasian sumber daya.
Bagi Pemerintah, angka laba digunakan untuk menetapkan pajak.

Pendekatan Transaksi untuk Penentuan Income (Transaction Approach to Income


Determination)

Pendekatan Transaksi (Transaction Approach)


Transaction approach dipakai oleh para akuntan untuk mengukur income yang
menekankan pada perhitungan langsung revenue dan expense.
Pendekatan penilaian menekankan bahwa income adalah suatu konsep residual. Jika
selisih antara aktiva dan kewajiban yang dikenal sebagai aktiva bersih atau Ekuitas,
meningkat setelah semua investasi yang baru dieliminasi, maka laba telah dihasilkan.
Sedangkan jika tidak ada perubahan, maka tidak ada laba. Jika bagian ekuitas menurun
terjadi laba yang negatif atau disebut rugi. Pendekatan ini oleh para ekonom disebut
sebagai pendekatan ekonomi.

Contoh:
PT Teramui mengalami:
 Kenaikan total asset tercatat sebesar Rp 4.800.000
 Kenaikan liabilities tercatat sebesar Rp 2.000.000
 Investment tambahan sebesar Rp 800.000
 Pembagian dividend sebesar Rp 1.200.000

Berapakah income perusahaan ?

Akuntansi Keuangan Menengah 1-A Hal.8 dari 58 hal


Supiningtyas P

Cara 1

Kenaikan total asset 4.800.000


Kenaikan total liabilities 2.000.000
Kenaikan net assets 2.800.000
Dikurangi : tambahan investment (800.000)
Ditambah dividend 1.200.000
Income 3.200.000

Cara 2
Dengan menggunakan asumsi

Awal Akhir Kenaikan/


Penurunan
Asset 8.000.00 12.800.00 4.800.000
0 0
Liabiliti 4.000.00 6.000.000 2.000.000
es 0
Equity 4.000.00 6.800.000 2.800.000
0

NB: Nilai awal dan akhir merupakan asumsi, dan yang harus diperhatikan bahwa
kenaikan/penurunan antara akhir dan awal harus sesuai dengan data soal.

Modal awal (1)


4.000.000
+ Investasi tambahan (1)
800.000
Net Income (3)
?
- Deviden 1.200.000 (1)
Kenaikan/penurunan 2.800.000 (2)
Modal akhir (1)
6.800.000

Langkah-langkah:
1. Buatlah laporan statement of Owners Equity (seperti di atas)
(1)
2. Isikan setiap data yang ada berdasarkan soal
(2)
3. Hitung kenaikan/penurunan antara modal akhir dengan modal awal
6.80.000 – 4.000.000 = 2.800.000
(3)
4. Hitung net income dengan rumus :
Investasi tambahan + net income – deviden = kenaikan/penurunan
800.000 + ? - 1.200.000 = 2.800.000
Jadi net income = 2.800.000 – investasi tambahan (800.000) + deviden
(1.200.000)
= 3.200.000

Akuntansi Keuangan Menengah 1-A Hal.9 dari 58 hal


Supiningtyas P

Elemen-elemen komponen Pendapatan (Component Elements of Income)

a. Pendapatan (Revenue)
Arus masuk atau penambahanlain atas asset suatu entitas atau penyelesaian liabilities
(atau kombinasi keduanya) yang berasal dari penyerahan atau produksi barang,
pemberian jasa, atau aktivitas-aktivitas lain yang merupakan operasi utama atau
operasi inti yang berkelanjutan dari suatu entitas

b. Expenses (Beban)
Arus keluar atau pemakaian lain asset atau terjadinya liabilities (atau kombinasi
keduanya) yang berasal dari penyerahan atau produksi barang, pemberian jasa, atau
pelaksanaan aktivitas-aktivitas lain yang merupakan operasi utama atau operasi inti
yang berkelanjutan dari suatu entitas.

c. Gains (Keuntungan)
Kenaikan equity (net asset) yang berasal dari transaksi periferal (sesuatu menyatakan
sesuatu yang bersifat sampingan, tidak merupakan hal yang utama / inti) atau
insidental pada suatu entitas dan dari transaksi lain dan kejadian serta situasi lain
yang mempengaruhi entitas kecuali yang dihasilkan dari revenue atau investment
oleh pemilik.

d. Losses (Kerugian)
Penurunan equity (net assets) yang berasal dari transaksi periferal atau insidental
pada suatu entitas dan dari semua transaksi lain dan kejadian serta situasi lain yang
mempengaruhi entitas kecuali yang dihasilkan dari expense atau distribusi kepada
pemilik.

Pengakuan Pendapatan dan Keuntungan (Revenue and Gain Recognition)

Sesuai dengan prinsip akuntansi akrual yang sudah diterima secara umum, pengakuan
tidak harus terjadi pada saat uang kas diterima.
Kerangka konseptual mengidentifikasikan adanya 2 faktor yang harus dipertimbangkan
dalam memutuskan:
a. Bilamana pendapatan dan keuntungan harus diakui (realisasi)
b. Proses menghasilkan laba (earning process)

Revenue dan Gain umumnya diakui jika:


a. Revenue dan Gain tersebut telah direalisasikan
b. Revenue dan Gain tersebut telah dihasilkan karena sebagian besar dari proses
untuk menghasilkan earning telah diselesaikan

Agar revenue dan gain direalisasikan, inventory atau other asset harus dipertukarkan
dengan cash atau klaim terhadap cash

Revenue dapat direalisasi bila aset yang di dapat atau di terima dari suatu pertukaran
dapat dipertukarkan secara cepat dengan sejumlah uang cash atau klaim terhadap cash.

Akuntansi Keuangan Menengah 1-A Hal.10 dari 58 hal


Supiningtyas P

Ada beberapa variasi yang perlu diketahui untuk mencatat pengakuan revenue yaitu:
a. Jika produk atau other assets dapat dengan cepat direalisasikan (reality realizable)
tersebut dapat dijual pada harga yang telah ditentukan secara cukup pasti tanpa
memerlukan usaha penjualan yang berarti, revenue dapat diakui pada saat
penyelesaian produksi.

b. Jika suatu produk atau jasa dikontrakkan di muka, revenue dapat diakui ketika
produksi dilaksanakan atau jasa diberikan, khususnya jika periode produksi atau
pemberian jasa lebih panjang daripada satu tahun fiskal. Metode akuntansi
persentase penyelesaian dan pelaksanaan proporsional telah dikembangkan untuk
mengakui revenue pada beberapa titik waktu dalam siklus produksi atau jasa selesai
dilakukan.

c. Jika ketertagihan atau kolektibilitas atas aktiva yang diterima untuk pertukaran
produk atau jasa diragukan, pendapatan dan keuntungan mungkin harus diakui pada
saat cash diterima. Meskipun earning process sebagian besar telah selesai, receivable
yang diragukan tidak bisa memenuhi kriteria realisasi. Metode akuntansi penjualan
cicilan dan pemulihan biaya (cost recovery methods) telah dikembangkan untuk
mengakui revenue dalam keadaan semacam ini.

Pengakuan beban dan kerugian (Expense and Loss Recognition)


Beberapa expense dan Loss harus ditentukan dengan jelas. Beberapa expense berkaitan
langsung dengan revenue dan dengan demikian dapat diakui dalam periode yang sama
seperti revenue yang berkaitan dengannya.

Other expenses yang tidak berkaitan dengan revenue tertentu dan diakui dalam periode
pembayaran atau periode terjadinya expense.

Masih ada pengeluaran lain yang tidak diakui saat ini sebagai expense karena hal itu
berkaitan dengan pendapatan masa depan dan karenanya harus dilaporan sebagai assets.
Dengan demikian pengakuan Expense dapat dibagi menjadi 3 kategori:
1. Penandingan langsung (Direct Matching)
Mempertemukan Expenses dengan revenue tertentu sering kali disebut proses
penandingan (Matching Process).
Contoh: Cost of Goods sold jelas merupakan beban langsung yang dapat
ditandingkan dengan revenue yang dihasilkan dari penjualan barang.

2. Pengakuan segera (Immediate Recognition)


Banyak expenses tidak berkaitan dengan revenue tertentu, tetapi dikeluarkan untuk
memperoleh barang dan jasa yang secara tidak langsung membantu menghasilkan
revenue.
Contoh: office salaries, utility, dan general advertising an selling expenses.

3. Alokasi sistematik dan rasional (Systematic and Rational Allocation)


Kategori pengakuan expense umum yang ketiga bersangkut-paut dengan asset yang
bermanfaat lebih dari satu periode akuntansi.
Contoh: expenses yang termasuk pada kategori ini yaitu: depreciation dan
amortization

Akuntansi Keuangan Menengah 1-A Hal.11 dari 58 hal


Supiningtyas P

Perubahan Estimasi (Changes in Estimates)


Accounting Principles Board (APB) menyatakan bahwa (Opinion no 20) bahwa
perubahan estimasi harus dicerminkan dalam periode berjalan (ketika estimasi tersebut
direvisi) dan dalam periode mendatang yang mungkin dipengaruhi. Tidak ada
penyesuaian berlaku surut (retroaktif) yang harus dilakukan untuk perubahan estimasi.
Perubahan-perubahan ini dianggap merupakan bagian yang biasa dari proses akuntansi,
dan bukan merupakan kesalahan yang dilakukan dalam periode-periode sebelumnya.

Dampak Perubahan Harga (Effects of Changing Prices)


Financial Accounting Board dalam Statement no 33 mewajibkan beberapa perusahaan
publik yang besar untuk mengungkapkan informasi tertentu mengenai perubahan harga
sebagai laporan tambahan, dan bukan pada laporan keuangan utama serta tidak perlu di
audit.

Prinsip-prinsip akuntansi yang berlaku umum terutama masih didasarkan pada harga-
harga pertukaran historis dan pendekatan transaksi pada penentuan pendapatan mengakui
perubahan harga bila ada indikasi penurunan nilai

Pelaporan Income (Reporting of Income)


GAAP mensyaratkan pengungkapan atas banyak pos informasi tertentu, tidak ada bentuk
baku perhitungan rugi laba atau laporan keuangan umum lainnya. Pertimbangan
pokoknya yaitu manfaat informasi untuk pengambil keputusan.

Bentuk Income Statement (Form of the Income Statement)


Ada 2 bentuk income statement yaitu:
1. Bentuk langkah tunggal (single step)
2. Bentuk langkah bertahap (multiple step)

Dalam bentuk Single Step, semua revenue dan gains yang diidentifikasikan sebagai pos-
pos operasi ditempatkan pada bagian pertama income statement diikuti dengan semua
expenses dan losses yang diidentifikasikan sebagai pos-pos operasi.

Selisihnya dilaporkan sebagai income from operations.


Dalam bentuk langkah bertahap (Multiple Step), perhitungan income statement dibagi
menjadi bagian terpisah dan berbagai subtotal dilaporkan sehingga mencerminkan
tingkat profitabilitas yang berbeda.

Isi Perhitungan Rugi Laba Langkah Bertahap (content of a Multiple Step Income
Statement)
Perhitungan rugi laba mempunyai 2 kategori laba dan sembilan bagian yang terpisah:
1. Laba dari operasi berlanjut (Income from continuing operations)
a. Penjualan bersih (Net Sales)
b. Harga pokok penjualan (Cost of Goods Sold)
c. Beban operasi (Operating Expenses)
d. Pendapatan dan keuntungan lain (Other Revenues and Gains)
e. Beban dan kerugian lain (Other Expenses and Losses)
f. Pajak penghasilan atas operasi berlanjut (Income Taxes on Contiunuing
Operations)

Akuntansi Keuangan Menengah 1-A Hal.12 dari 58 hal


Supiningtyas P

2. Pos-pos yang tidak biasa dan luar biasa (Irregular or extraordinary Items)
g. Operasi yang dihentikan (Discontinued Operations)
h. Pos-pos luas biasa (Extraordinary items)
i. Dampak kumulatif perubahan prinsip akuntansi (Cumulative Effects of Changes
in accounting principles)

Tinjauan atas perhitungan rugi laba langkah bertahap mengungkapkan adanya beberapa
subtotal, khususnya dalam kategori operasi yang diidentifikasi sebagai berikut:
1. Gross Profit  Net Sales – Cost of goods sold
2. Operating income  Gross Profit – Operating Expenses
3. Income from continuing operations before income taxes  Operating Income +
Other revenues and gains – Other expenses and losses
4. Income from continuing operations  Income from continuing operations before
income taxes – income taxes
5. Net Income  Income from continuing operations -+ or – irregular and
extraordinary items

Net Sales
Melaporkan total sales ke customers selama periode bersangkutan. Dalam total sales ini
tidak boleh dimasukkan penambahan dalam rekening/faktor tagihan untuk pajak
penjualan atau PPN dan pajak cukai yang akan dipungut perusahaan atas nama
pemerintah.
Tambahan diatas diakui sebagai current liabilities.

Sales Return and allowance dan sales discount harus dikurangkan dari gross sales.
Jika harga jual dinaikkan untuk menutup ongkos kirim (cost of freight) kepada customer,
dan customer ditagih sesuai dengan jumlah itu, maka cost of freight yang dibayarkan
perusahaan juga harus dikurangkan dari sales untuk mendapatkan net sales.
Cost of freight yang tidak dibebankan ke buyer diakui sebagai selling expenses.

Cost of Goods Sold


Berisikan jumlah beginning inventory, net purchases, dan all other buying,
pengangkutan (freight) dan storage cost yang berkaitan dengan perolehan barang-barang.
Saldo net purchases diperoleh dengan gross purchases dikurangkan dengan purchases
return and allowance serta purchases discount.
COGS kemudian dikalkulasikan dengan mengurangkan the ending inventory dari cost of
goods availble for sale.

Operating Expenses
Operationg Expenses dilaporkan dalam 2 bagian yaitu:
1. Selling Expenses meliputi pos-pos seperti gaji dan komisi penjualan dan pajak
penghasilan karyawan yang berhubungan dengannya, iklan dan pemajangan di toko,
perlengkapan toko yang digunakan, penyusutan peralatan dan perabot tolo dan beban
pengiriman.

2. General and administrative expenses meliputi gaji staf dan pekerja kantor serta pajak
penghasilan karyawan yang berhubungan dengannya, perlengkapan kantor yang
digunakan, penyusutan perabot kantor, telepon, pengiriman pos, biaya ijin dan biaya
usaha, jasa akuntan dan hukum, sumbangan sosial dan pos-pos lain yang serupa.

Akuntansi Keuangan Menengah 1-A Hal.13 dari 58 hal


Supiningtyas P

Other Revenues and Gains


Mencakup pos-pos yang identifikasikan dengan aktivitas periferal (kegiatan sampingan)
perusahaan.
Contoh: revenue dari financial activity seperti rents, interest, dividend dan gains from
sale of assets (seperti equipment or investment)

Other Expenses and Losses


Mencakup kegiatan periferal yang hasilnya mengurangi operating income dan bukan
menambah.
Meliputi interest expense, bond discount amortisation, dan losses from the sale of assets.

Income Tax on Continuing Operations


Total income tax expense untuk suatu periode dialokasikan pada berbagai komponen
income. Satu jumlah dihitung untuk income from continuing operation, dan perhitungan
terpisah dilakukan untuk setiap pos yang tidak biasa (irreguler) dan luar biasa
(Extraordinary).

Discountinued Operations
Mencakup disposisi atau pelepasan segmen utama suatu perusahaan, baik melalui
penjualan ataupun penghentian operasi semata.
Segmen perusahaan yang dilepaskan dapat berupa: lini produk, divisi atau perusahaan
anak.
Alasan mengapa manajemen mungkin memutuskan untuk melepaskan suatu segmen
yaitu:
1. Segmen itu tidak menguntungkan.
2. Segmen itu terletak pada daerah terisolasi
3. Segmen itu tidak sesuai untuk perencanaan jangka panjang perusahaan
4. Manajemen mungkin memerlukan dana untuk mengurangi hutang jangka panjang
atau untuk memperluas usaha ke bidang lain
5. Manajemen khawatir dengan pengambilalihan perusahaan oleh investor baru yang
ingin mengendalikan perusahaan.

Persyaratan pelaporan untuk Operasi yang dihentikan (Reporting Requirements


for Discontinued Operations)
Jika perusahaan menghentikan operasi suatu segmen usahanya, maka semua elemen
yang bersangkutan dengan operasi yang dihentikan harus diidentifikasikan dan
dipisahkan dari operasi berlanjut agar di masa depan tetap dapat diperbandingkan.

Pos-pos tidak biasa semuanya dilaporkan sesudah dampak pajak masing-masing


diperhitungkan. Jika pos merupakan keuntungan, jumlahnya akan dikurangi dengan
pajak atas keuntungan. Jika pos itu kerugian, jumlahnya dikurangkan dari laba lain dan
dengan demikian kerugian ini akan menghemat pajak penghasilan.
Kerugian menyeluruh perusahaan akan berkurang sebesar penghematan pajak karena
kerugian tersebut bida dikurangkan dari laba yang seharusnya kena pajak.

Jika suatu perusahaan memutuskan untuk melepaskan suatu segmen perusahaan pada
tanggal tertentu (tanggal pengukuran), tapi akan mempunyai periode pelepasan bertahap
antara tanggal itu dan tanggal penjualan sebenarnya dari segmen itu (tanggal pelepasan).

Akuntansi Keuangan Menengah 1-A Hal.14 dari 58 hal


Supiningtyas P

Keuntungan dan kerugian pada pelepasan akan mencakup semua laba atau rugi dari
operasi segmen itu selama periode pelepasan bertahap.
Dalam menghitung keuntungan atau kerugian dari pelepasan suatu segmen, setiap laba
atau rugi selama periode pelepasan bertahap harus dimasukkan dalam penghitungan
keuntungan dari kerugian.

Extraordinaty Items
Merupakan pos kejadian dan transaksi yang sekaligus bersifat tidak biasa dan tidak
sering terjadi. Jadi syarat sebagai pos-pos luar biasa, yaitu pos tersebut harus memiliki
tingkat abnormalitas yang tinggi dan jelas tidak berkaitan dengan atau hanya berkaitan
secara insidental dengan, aktivitas yang umum, dan biasa dari entitas bersangkutan dan
menurut perkiraan yang wajar tidak akan berulang di masa dekat. Selain itu pos tersebut
jumlahnya harus material
Contoh keuntungan dan kerugian yang tidak boleh dilaporkan sebagai pos-pos luar biasa
yaitu:
1. Penurunan nilai atau penghapusan piutang, persediaan, peralatan yang dileasekan
kepada pihak yang lain, atau aktiva tak berwujud
2. Keuntungan dan kerugian dari pertukaran atau penjabaran mata uang asing, termasuk
yang berhubungan dengan devaluasi atau revaluasi yang besar
3. Keuntungan atau kerugian dari pelepasan suatu segmen perusahaan
4. Keuntungan atau kerugian lain dari penjualan atau pelaporan kekayaan, pabrik, atau
peralatan yang digunakan di dalam perusahaan
5. Pengaruh pemogokan
6. Penyesuaian akrual ata kontrak jangka panjang

Cumulative Effects of Changes in Accounting Principles


Dalam profesi telah mengakui pentingnya konsistensi dalam penerapan prinsip-prinsip
akuntansi namun ada situasi di mana kondisi-kondisi yang ada membenarkan perubahan
dari prinsip-prinsip yang satu ke prinsip yang lain.
Ada kalanya kondisi ini timbul karena badan perumus standar mengeluarkan
pengumuman baru yang mengharuskan perubahan prinsip.

Jika terjadi perubahan prinsip akuntansi, maka manajemen harus memutuskan apakah
prinsip baru tersebut akan dicerminkan dalam laporan masa kini dan masa lalu. Jika
prinsip baru itu hanya berlaku untuk operasi yang akan datang, maka tidak diperlukan
ayat jurnal khusus dalam periode terjadinya perubahan akuntansi.
Jika entitas tersebut memutuskan untuk menerapkan perubahan itu pada operasi masa
lalu, maka diperlukan ayat jurnal dalam tahun berjalan guna menyesuaikan laporan
tersebut terhadap pengaruh kumulatif perubahan tersebut.

Accounting Principles Board, mengeluarkan Opinion no 15 yang mensyaratkan semua


perusahaan untuk mencantumkan suatu seksi khusus dalam penghitungan rugi laba, guna
menyajikan berbagai komponen laba dalam bentuk laba per saham.
Jumlah laba per saham dihitung dengan membagi laba dari operasi berlanjut serta dari
setiap pos tidak biasa dan luar biasa dengan jumlah rata-rata tertimbang lembar saham
biasa yang bereda selama periode pelaporan.

Akuntansi Keuangan Menengah 1-A Hal.15 dari 58 hal


Supiningtyas P

Opinion APB no 15 juga mengharuskan penyajian tambahan informasi mengenai laba


per saham jika ada dilusi laba yang potensial karena adanya sekuritas konvertibel, opsi
saham, atau waran.

Pelaporan Perubahan Laba yang Ditahan (Reporting Changes In Retained


Earnings)
Dimulai dengan opening balance retained earning kemudian diikuti dengan penambahan
dan pengurangan guna mendapatkan saldo akhir (ending balance).
Net Income dimasukkan sebagai penambahan, dividend yang dibagikan sebagai
pengurangan dan setiap special credit atau charges ditambahkan atau dikurangkan
sebagaimana mestinya.

Contoh retained earning statement

PT ABC
Retained Earning statement
For the year ended Des, 31, 2000

Retained earning, januari 1, 2000 999.999.999


Ditambah penyesuaian periode sebelumnya – (koreksi atas 999.999.999
persediaan yang dimiliki terlalu rendah  sesudah
memperhitungkan pajak penghasilan)
Adjusted retained earnings, januari 1, 2000 999.999.999
Di tambah net income dari income statement 999.999.999
999.999.999
Dikurangi : dividends yang diumumkan 999.999.999
Retained earning, Dec, 31 2000 999.999.999

Pelaporan Implikasi Kerangka Konseptual (Reporting Implications of The


Conceptual Framework)
FASB merekomendasikan peristilah baru untuk melaporkan perubahan ekuitas pemilik.
Salah satu dari ke 10 elemen yang didefinsikan di dalam concept statemen no 6, dan
disajikan di dalam bab 2 adalah “Laba Komprehensif”. Dewan mendefinisikan istilah ini
sebagai berikut:

“Laba komprehensif yaitu perubahan ekuitas suatu entitas selama periode akibat adanya
transaksi dan kejadian serta situasi lainnya yang tidak bersumbu pada pemilik. Hal ini
mencakup semua perusahan ekuitas selama suatu periode kecuali yang dihasilkan dari
investasi oleh pemilik dan distribusi kepada pemilik”
FASB juga mendefinisikan istilah baru untuk baris terakhir (bottom line) dari
perhitungan rugi laba, yang biasanya disebut “Laba Bersih (Net Income). Namun FASB
tidak mendefinisikan laba bersih melainkan merekomendasikan pemakaian istilah
penghasilan (earning). Dalam statement tersebut, istilah earnings identik dengan laba
bersih (net income) kecuali pos terakhir dari pos-pos tidak biasa yaitu “ Dampak
Kumulatif Perubahan Prinsip Akuntansi” tidak termasuk dalam penghasilan (earnings)

Akuntansi Keuangan Menengah 1-A Hal.16 dari 58 hal


Supiningtyas P

BAB 3
KAS (CASH)

A. PENGERTIAN

Kas adalah aktiva yang paling likuid, merupakan media pertukaran standard dan dasar
pengukuran serta akuntansi untuk semua pos-pos lainnya. Kas memiliki, memiliki 2
kriteria, yaitu:
1. Tersedia; berarti kas harus ada dan dimiliki serta dapat digunakan sehari-hari
sebagai alat pembayaran untuk kepentingan perusahaan
2. Bebas; setiap item dapat diklasifikasikan sebagai kas, jika diterima umum sebagai
alat pembayaran sebesar nilai nominalnya.

Sifat/Karakteristik kas:
Kas meliputi: Uang tunai (kertas/logam) baik yang ada ditangan perusahaan (Cash in
hand) atau ada di bank (bank), Cek, demand deposit, money order dll.
 Aktif tapi tidak produktif; untuk memperoleh rentabilitas, kas tidak boleh
dibiarkan menganggur (idle cash). Untuk memperoleh pendapatan, kas harus
diubah terlebih dahulu menjadi persediaan, piutang dst. Tetapi juga tdk
diperkenankan seluruh kas diubah bentuknya, karena perusahaan akan kesulitan
beroperasi apbl tidak disediakan kas yang memadai. Dari kondisi ini maka
manajemen harus mampu menciptakan adanya keseimbangan antara kedua
kepentingan tersebut.

 Tidak memiliki identitas kepemilikan, sehingga mudah dipindah tangankan.


Dengan kondisi ini maka manajemen harus yakin bahwa:
- Setiap pengeluaran kas harus sesuai dengan tujuan
- Semua uang yang seharusnya diterima, benar2 diterima
- Tidak ada penyalahgunaan terhadap uang milik perusahaan

Manajemen Kas
Kas adalah aktiva yang paling mudah untuk disalahgunakan. Permasalahan akuntansi
yang biasanya dihadapi oleh manajemen dalam transaksi kas adalah:
a. Pengendalian yang tepat harus ditetapkan untuk menjamin bahwa tidak ada
transaksi yang tidak diotorisasi dicatat oleh pejabat atau karyawan.
b. Informasi yang diperlukan untuk manajemen kas yang ada ditangan dan transaksi
kas harus tersedia.

Untuk melindungi kas dan menjamin keakuratan catatan akuntansi untu kas,
pengendalian internal (internal contro) yang efektif atas kas merupakan keharusan.

Sistem Pengendalian Internal terhadap Kas


Adalah semua sarana, alat, mekanisme yang digunakan oleh perusahaan untuk:
1. Mengamankan, mencegah pemborosan dan penyalah gunaan kas
2. Menjamin ketelitian dan dapat dipercaya/tidaknya data akuntansi tentang kas
3. Mendorong dicapainya efisiensi, serta
4. Dipatuhinya kebijakan manajemen tentang kas.

Akuntansi Keuangan Menengah 1-A Hal.17 dari 58 hal


Supiningtyas P

Pengawasan Internal
Pengawasan akuntansi; berkaitan dengan mengamankan kekayaan perusahaan, menjamin
ketelitian & dapat dipercaya/tidaknya data akuntansi
Pengawasan administrasi; berkaitan dengan efisiensi operasi & kepatuhan terhadap
kebijakan manajemen .

Prinsip yang berkaitan dengan pengawasan akuntansi:


 Karyawan yang jujur dan kompeten, serta memiliki tanggung jawab
 Tanggung jawab yang terkait harus dilaksanakan oleh fungsi-fungsi yang terpisah
 Fungsi akuntansi harus dipisahkan dari fungsi pelaksana
 Catatan akuntansi yang memadai harus terselenggara setiap saat
 Melaksanakan rotasi tugas untuk karyawan yang melaksanakan kegiatan klerikal
 Adanya sistem otorisasi
 Adanya kebiasaan yang baik dalam perusahaan

Pengawasan internal thd kas didesain untuk menjamin bahwa:


1. Adanya pemisahan antara bagian-bagian yang menangani kas
2. Semua kas yang diterima harus segera disetor ke bank
3. Pengeluaran kas harus ada otorisasi dan sesuai tujuan
4. Semua pengeluaran kas harus menggunakan cek, kecuali pengeluaran yang
jumlahnya kecil menggunakan petty cash

B. PELAPORAN KAS

Walaupun pelaporan kas secara relative bersifat langsung, namun terdapat sejumlah
masalah yang perlu mendapat perhatian khusus. Masalah-masalah ini berhubungan
dengan palaporan, yakni:
a. Kas yang dibatasi atau restriktif
- Saldo Kompensasi, adalah saldo kas minimum yang harus tersedia dalam
rekening giro atau tabungan, bagi para nasabah yang meminjam uang kepada bank
yang bersangkutan.
- Kas kecil, penggajian dan dana deviden, juga merupakan contoh kas yang
disisihkan untuk tujuan tertentu,
- Sertifikat deposito (certificates deposit / CDs), sertifikat deposito harus
diklasifikasikan sebagai investasi jangka pendek dan bukan kas. Sebab CDs dapat
dicairkan apbl telah jatuh tempo, hal ini berarti ada batasan penggunaan kas
- Cek Mundur (Postdated Checks), cek yang dapat diuangkan pada tanggal yang
tercantum dalam cek tersebut. Cek mundur dapat diklasifikasikan sbg kas setelah
tanggal cek tsb dapat diuangkan
- Cek kosong (Not sufficient funds), terjadi karena rekening koran perusahaan yang
mengeluarkan cek tidak mempunyai dana, cek dalam keadaan rusak atau kesalahan
informasi yang tercantum dlam cek. Item ini lebih tepat dilaporkan sebagai piutang
daripada kas
- Biaya yang dibayar dimuka, item seperti perangko, uang muka karyawan,
asuransi dibayar dimuka, sewa dibayar dimuka, lebih tepat dilaporkan sebagai
biaya dibayar dimuka drpd kas
- Cek yang belum dikirimkan (undelivered checks), cek yang telah dibuat tetapi
belum diserahkan kepada pihak yang berhak menerima. Jika pada tanggal neraca
terdapat item seperti ini, maka dapat diklasifikasikan sebagai kas.

Akuntansi Keuangan Menengah 1-A Hal.18 dari 58 hal


Supiningtyas P

Kas yang dibatasi (restricted cash) diklasifikasi dalam kelompak Aktiva Lancar
atau Aktiva Jangka Panjang, tergantung pada tanggal ketersediaan atau
pengeluaran.

b. Overdraft Bank
Terjadi apabila suatu cek ditulis dalam jumlah yang melebihi rekening kas. Hal
itu harus dilaporkan dalam kelompok kewajiban lancer dan biasanya
ditambahkan ke dalam jumlah yang dilaporkan sebagai hutang usaha.

c. Ekuivalen kas
Merupakan investasi jangka pendek yang sangat likuid, yang:
- Segera bisa dikonversi menjadi sejumlah kas yang diketahui, dan
- Begitu dekat dengan jatuh temponya sehingga risiko perubahan suku bunga
tidak signifikan.

C. AKUNTANSI TERHADAP KAS

Untuk menampung transaksi yang menyangkut kas dalam perusahaan, diselenggarakan


akun/rekening berikut:
Kas atau Bank, digunakan untuk menampung transaksi penerimaan dan pengeluaran kas
melalui kasir (di dalam perusahaan), termasuk penerimaan dari dan pengeluaran (setoran
tunai ke bank).

Kas Kecil, Merupakan sejumlah dana yang dibentuk khusus untuk pengeluaran yang
bersifat rutin dan relatif kecil jumlahnya. Kas kecil yang jumlahnya dibatasi itu, secara
periodik atau setiap uang kas kecil hampir habis diisi kembali.

Selisih kas, digunakan untuk menampung perbedaan jumlah fisik kas berdasarkan cash
opname dengan jumlah kas menurut catatan pembukuannya. Hal ini bersifat sementara
saja, sebelum sebab terjadinya selisih ditemukan

Kas Kecil (Petty Cash)

Adalah dana yang dibentuk untuk membiayai pengeluaran rutin perusahaan dan
jumlahnya relatif kecil

Metode pencatatan Kas kecil


1. Sistem dana tetap (imprest fund system)
2. Sistem dana berfluktuasi (Fluctuating fund system)

1. Sistem dana tetap (imprest fund system)


Sistem dana tetap bekerja sebagai berikut:
1) Seseorang yang ditugasi untuk mengawasi kas kecil diberikan sejumlah kecil
uang untuk melakukan pembayaran bernilai kecil.
Transfer dana ke kas kecil dicatat sbb;
Kas Kecil 300.000 -
Kas - 300.000

Akuntansi Keuangan Menengah 1-A Hal.19 dari 58 hal


Supiningtyas P

2) Ketika pengeluaran di lakukan, pengawas kas kecil mendapatkan tanda terima


yang telah ditanda-tangani dari setiap individu yang menerima pembayaran kas
tersebut. Petugas ini tidak melakukan pencatatan sampai dana diisi kembali.
Ayat jurnal terkait dicatat oleh orang yang berbeda, bukan oleh pengawas kas
kecil.

3) Ketika kas kecil mulai menipis, pengawas dapat meminta tambahan kas dari kasir
umum untuk pengisian kembali yang didukung oleh tanda terima kas kecil dan
bukti pengeluaran lain.
Pencatatan transaksi dilakukan berdasarkan penerimaan kas kecil:
Misal:
Beban perlengkapan kantor 42.000 -
Beban perangko 53.000 -
Beban Hiburan 76.000 -
Selisis Kas 2.000 -
Kas 173.000

(“selisih kas” istilah lain dr akun “kelebihan dan kekurangan kas”)

4) Jika diputuskan bahwa jumlah jas yang terdapat dalam dana kas kecil berlebihan,
penyesuaian dibuat sebagai berikut.
Misal untuk penurunan dana kas kecil dari 300.000 menjadi 250.000.
Kas 50.000 -
Kas Kecil - 50.000

2. Sistem dana berfluktuasi

Pada sistem ini akun kas kecil dipakai untuk mencatat transaksi yang mempengaruhi
jumlah kas kecil, diantaranya:
(1) Pembentukan dana kas kecil,
(2) Penggunaan/pengeluaran dana kas kecil,
(3) Pengisian dana kas kecil,
(4) penambahan dana kas kecil, maupun
(5) pengurangan/penarikan kembali dana kas kecil.

Pencatatan dilakukan segera setelah terjadi pengeluaran kas kecil, tidak ditangguhkan
s.d. saat pengisian kembali dana kas kecil (spt pada sisitem dana tetap). Akun kas kecil
pada dasarya harus menunjukkan saldo pada setiap saat sebesar jumlah dana kas kecil
yang ada di kasir kas kecil.
Oleh karena itu maka pada sistem ini harus diselenggarakan buku jurnal khusus
(tersendiri)

Contoh kasus:

Pada tanggal 31 Desember 2005, PT. Shifa membentuk dana kas kecil sebesar Rp.
250.000. Berikut transaksi yang berhubungan dengan kas kecil selama bulan Desember
2005:

Akuntansi Keuangan Menengah 1-A Hal.20 dari 58 hal


Supiningtyas P

5 Desember membayar rekening air & listrik Rp. 47.500


7 Desember membayar rekening telpon & Fax Rp. 125.250
9 Desember dibeli supplies kantor Rp. 17.500
12 Desember Biaya rapat dan pertemuan Rp. 31.250
19 Desember dibayar biaya makan/minum karyawan Rp. 25.000
20 Desember pengisian kembali dana kas kecil, cek sebesar Rp. 196.500 diserahkan
kepada kasir kas kecil
23 Desember Dibayar biaya langganan koran Rp. 12.500
27 Desember dibeli Perangko sebesar Rp. 5.000

Jurnal yang dibuat:


Tgl Rincian Debit Kredit
1/12 Kas Kecil Rp. 250.000
Kas (Bank) Rp. 250.000
5/12 Biaya Air & Listrik Rp. 47.500
Kas Kecil Rp. 47.500
7/12 Biaya Telp & Fax Rp. 125.250
Kas Kecil Rp. 125.250
9/12 Supplies Kantor Rp. 17.500
Kas Kecil Rp. 17.500
12/12 Biaya Rapat & Pertemuan Rp. 31.250
Kas Kecil Rp. 31.250
19/12 Biaya Makan & Minum Karyawan Rp. 25.000
Kas Kecil Rp. 25.000
20/12 Kas Kecil Rp. 196.500
Kas (Bank) Rp. 196.500
23/12 Biaya langganan Koran Rp. 12.500
Kas Kecil Rp. 12.500
27/12 Biaya Pos (Perangko) Rp 5.000
Kas Kecil Rp 5.000

Tgl Rincian Debit Kredit Saldo


1/12 Pembentukan Kas Kecil Rp. 250.000 Rp.250.000
5/12 Air & Listrik 47.500 202.500
7/12 Telepon & Fax 125.250 77.250
9/12 Supplies Kantor 17.500 59.750
12/12 Rapat & Pertemuan 31.250 28.500
19/12 Makan/Minum kary. 25.000 3.500
20/12 Pengisian kas kecil 196.500 200.000
23/12 Langganan Koran 12.500 187.500
27/12 Pos (Perangko) 5.000 182.500

Pada sistem dana berfluktuasi ini, pada akhir periode tetap harus dilakukan kas opname.
Apabila dari hasil kas opname ternyata jumlah dana kas kecil berbeda dengan saldo
menurut pembukuan, maka perlu dibuat jurnal penyesuaian (adjustment).

Akuntansi Keuangan Menengah 1-A Hal.21 dari 58 hal


Supiningtyas P

Contoh:
Pada tgl. 31/12 dilakukan kas opname dan ditemukan:
1. kas bon perjalanan dinas Direktur Utama Rp. 150.000 tertgl. 29/12
2. Uang kertas Rp. 24.750
3. Uang logam Rp. 6.250
4. Perangko yang belum terpakai Rp. 3.750

Karena dalam neraca, kas (termasuk kas kecil) harus disajikan sebesar jumlah uang yang
benar-benar ada, maka berdasar kas opname tadi perlu dibuat jurnal penyesuaian sbb:
Jurnal penyesuaian:
Tgl Rincian Debit Kredit
31/12 Persediaan Perangko Rp. 3.750
Uang muka perjalanan dinas 150.000
Selisih kas*) 1.500
Biaya Pos Rp. 3.750
Kas Kecil 151.500
*) selisih kas: 182.500 – (150.000+31.000)

Dengan adanya jurnal ini, maka saldo akun kas kecil yang harus disajikan di neraca per
31 Desember 2005 adalah sebesar Rp. 31.000, sesuai dengan dana kas kecil yang ada
(uang logam + uang kertas)

D. REKONSILIASI BANK

Dalam pengelolaan kas perusahaan, setiap penerimaan perusahaan sebaiknya harus


disetorkan ke bank dan sebaliknya pengeluaran perusahaan harus menggunakan cek.
Praktek tersebut sering menyebabkan timbulnya perbedaan antara: saldo kas menurut
catatan perusahaan dan saldo kas menurut catatan bank. Pada waktu akan menyusun
laporan keuangan, perusahaan harus tahu saldo kas (termasuk kas kecil) yang tepat untuk
dilaporkan di Neraca.

Rekonsiliasi bank adalah skedul yang menjelaskan setiap perbedaan antara catatan kas
bank dengan catatan kas perusahaan.
Apabila perbedaan ini hanya berasal dari transaksi yang belum dicatat oleh bank, maka
catatan kas perusahaan dianggap yang benar.
Namun apabila beberapa bagian dari perbedaan itu berasal dari pos-pos lain, maka
catatan bank atau catatan perusahaan harus disesuaikan.

Berikut di bawah ini ikhtisar yang menyebabkan adanya perbedaan saldo menurut
catatan perusahaan dan bank:

Akuntansi Keuangan Menengah 1-A Hal.22 dari 58 hal


Supiningtyas P

No Keterangan Buku Perusahaan Buku Bank

1. Deposit in transit Sudah menambah saldo Belum menambah saldo


(Setoran dalam perjalanan) Kas Kas
2. Out standing check Sudah mengurangi Belum mengurangi
(Cek yang sudah saldo Kas saldo Kas
dikeluarkan oleh perusahaan
tetapi belum dicairkan)
3. Kesalahan pencatatan Pengaruhnya tergantung jenis kesalahan
pencatatannya
4. Tagihan wesel & Bunga Belum menambah saldo Sudah menambah saldo
langsung ditagihkan bank Kas Kas
5. Bunga giro bank Belum menambah saldo Sudah menambah saldo
Kas Kas
6. Biaya administrasi bank Belum mengurangi Sudah mengurangi
saldo Kas saldo Kas
7. Not Sufficient Fund (NSF Sudah menambah saldo Tidak mempengaruhi
Check); Cek kosong kas, harus dikurangi

8. Kekeliruan memasukkan Sudah menambah saldo Belum menambah saldo


setoran rekening giro oleh kas kas
bank

Jenis dan tujuan rekonsiliasi bank


Jenis Rekonsiliasi Tujuan
Rekonsiliasi dua kolom Mencari saldo yang tepat/benar
Rekonsiliasi empat kolom Mencari saldo awal, penerimaan satu periode,
pengeluaran satu periode & saldo akhir yang
sesuai dengan catatan perusahaan
Rekonsiliasi Delapan Mencari saldo awal, penerimaan,
kolom pengeluaran dan saldo akhir yang tepat/
benar
Catatan: Rekonsiliasi dua kolom pada umumnya dibuat oleh perusahaan, sedangkan
rekonsiliasi empat dan delapan kolom dibuat oleh akuntan pemeriksa (auditor)

CONTOH
PT. “VAN PERSIE” mempunyai kas dan menerima laporan bank untuk bulan Januari
2003 sebagai berikut:

Laporan Bank:
Saldo 1 Januari Rp. 29.477.100
Penerimaan bulan Januari Rp. 106.062.000 (termasuk setoran 30 Desember 2002 yang
diterima pada 2 Januari 2003 Rp. 2.577.000 dan wesel ditagihkan oleh bank Rp.
2.492.500)

Akuntansi Keuangan Menengah 1-A Hal.23 dari 58 hal


Supiningtyas P

Pengeluaran bulan Januari Rp. 120.640.500 (termasuk cek beredar bulan desember 2002
yang baru dicairkan pada bulan Januari 2003 Rp. 4.052.500, Biaya bank Rp. 15.800 dan
biaya penagihan wesel Rp. 62.500, Serta Cek Kosong Rp. 594.700)
Saldo akhir bulan Januari 14.898.600

Catatan Perusahaan:
Saldo bulan Januari 28.001.600
Penerimaan bulan Januari Rp. 104.285.000 (termasuk setoran 31 Januari diterima bank 1
Februari 2003 Rp. 3.292.500)
Pengeluaran bulan Januari Rp. 119.524.150 (termasuk cek beredar bulan Januari belum
dicairkan sampai akhir Januari Rp. 3.519.150)
Saldo Akhir Rp. 12.762.450
Perusahaan salah mencatat pengeluaran Rp. 230.000, dicatat Rp. 320.000 dalam buku
perusahaan (cek sudah ditulis dengan benar)

REKONSILIASI DUA KOLOM


Catatan Perusahaan Catatan Bank
Saldo sebelum disesuaikan Rp xxx,- Saldo sebelum disesuaikan Rp xxx,-

Ditambah: Ditambah:
 Bank sudah menambah, Rp xxx,-  Perusahaan sudah Rp xxx,-
perusahaan belum menambah, bank belum
 Kesalahan yg  Kesalahan yg
menyebabkan Rp xxx,- menyebabkan Rp xxx,-
penambahan penambahan
Jumlah penambahan Rp xxx,- Jumlah penambahan Rp xxx,-
Dikurangi: Dikurangi:
 Bank sudah mengurangi, Rp xxx,- • Perusahaan sudah Rp xxx,-
perusahaan belum mengurangi, bank belum
 Kesalahan yg • Kesalahan yg
menyebabkan Rp xxx,- menyebabkan Rp xxx,-
pengurangan pengurangan
Jumlah pengurangan Rp xxx,- Jumlah pengurangan Rp xxx,-
Saldo yang benar Rp xxx,- Saldo yang benar Rp xxx,-

Akuntansi Keuangan Menengah 1-A Hal.24 dari 58 hal


Supiningtyas P

PT “VAN PERSIE”
Rekonsiliasi Mencari Saldo Yang Benar
Per 31 Januari 2003

Saldo (akhir) per Rp. 12.762.450 Saldo (akhir) per Rp. 14.898.600
perusahaan bank
Ditambah: Ditambah:
Wesel ditagihkan 2.492.500 Setoran dalam 3.292.500
bank perjalanan
Koreksi kesalahan 90.000

Dikurangi: Dikurangi:
Biaya Bank (15.800) Cek beredar (3.519.150)
Biaya penagihan (62.500)
wesel

Cek kosong (594.700)

Saldi yang benar Rp. 14.671.950 Saldo yang benar Rp. 14.671.950

REKONSILIASI EMPAT KOLOM


PT “VAN PERSIE”
Rekonsiliasi Dari Saldo Bank ke Saldo Buku
(Saldo awal, penerimaan, pengeluaran dan saldo akhir)
Periode bulan Januari 2003
Uraian Saldo awal periode Penerimaan satu Pengeluaran satu Saldo akhir
periode periode
Saldo menurut bank Rp. 29.477.100 Rp. 106. 062.000 Rp. 120. 640. 500 Rp. 14.898.600
Setoran dlm
perjalanan:
1/1/2003 2.577.000 (2.577.000) - -
31/1/1988 3.292.500 - 3.292.500
Cek yang beredar
sampai:
1/1/2003 (4.052.500) - (4.052.500)
31/1/1988 - - 3.519.150 (3.519.150)
Wesel ditagihkan bank - (2.492.500) - (2.492.500)
Biaya Penagihan - - (62.500) 62.500
Biaya Adm Bank - - (15.800) 15.800
Cek kosong - - (594.700) 594.700
Kesalahan catat - - 90.000 (90.000)
Saldo per Perush. Rp. 28.001.600 Rp. 104. 285.000 Rp. 119.524.150 Rp. 12.762.450

Akuntansi Keuangan Menengah 1-A Hal.25 dari 58 hal


Supiningtyas P

REKONSILIASI DELAPAN KOLOM


PT “VAN PERSIE”
Rekonsiliasi Dari Saldo Bank ke Saldo Buku
(Saldo awal, penerimaan, pengeluaran dan saldo akhir)
Periode bulan Januari 2003
Uraian Saldo awal periode Penerimaan satu Pengeluaran satu Saldo akhir
periode periode
Saldo menurut bank Rp. 29.477.100 Rp. 106. 062.000 Rp. 120. 640. 500 Rp. 14.898.600
Setoran dlm
perjalanan:
1/1/2003 2.577.000 (2.577.000) - -
31/1/1988 3.292.500 - 3.292.500
Cek yang beredar
sampai:
1/1/2003 (4.052.500) - (4.052.500)
31/1/1988 - - 3.519.150 (3.519.150)
Saldo yg benar Rp. 28.001.600 Rp. 106.777.500 Rp. 120.107.150 Rp. 14.671.950
Saldo menurut Rp. 28.001.600 Rp. 104.285.000 Rp. 119.524.150 Rp. 12.762.450
perusahaan
Wesel ditagihkan bank - 2.492.500 - 2.492.500
Biaya Pengihan - - 62.500 (62.500)
Biaya Adm Bank - - 15.800 (15.800)
Cek kosong - - 594.700 (594.700)
Kesalahan catat - - (90.000) 90.000
Saldo per Perush. Rp. 28.001.600 Rp. 106.777.500 Rp. 120.107.150 Rp. 14.671.950

Akuntansi Keuangan Menengah 1-A Hal.26 dari 58 hal


Supiningtyas P

BAB 4
PIUTANG (RECEIVABLES)

A. PENGERTIAN

Klaim uang, barang atau jasa kepada pelanggan atau pihak-pihak lainnya
Dalam neraca dikelompokkan menjadi 2:
1. PIUTANG DAGANG(TRADE RECEIVABLES)
Adalah jumlah yang terhutang oleh pelanggan untuk barang dan jasa yang telah
diberikan sebagai bagian dari operasi bisnis normal.
Piutang dagang dapat diklasifikasikan lagi menjadi dua yakni:
a. Piutang usaha (accounts receivable), adalah janji lisan dari pembeli untuk
membayar barang atau jasa yang dijual.
b. Wesel Tagih (notes receivable), adalah janji tertulis untuk membayar
sejumlah uang tertentu pada tanggal tertentu di masa depan.

2. PIUTANG NonDAGANG (NonTRADE RECEIVABLES)


Berasal dari berbagai transaksi dan dapat berupa janji tertulis untuk membayar
atau mengirimkan sesuatu. Sebagai contoh:
a. Uang muka kepada karyawan dan staf (Advances to officers and
employees)
b. Uang muka kepada anak perusahaan (Advances to subsidiaries)
c. Deposito untuk menutup kemungkinan kerugian dan kerusakan (Deposits
to cover potential damages or losses)
d. Deposito sebagai jaminan penyediaan jasa atau pembayaran (Deposits as a
guarantee of performance or payment)
e. Piutang deviden dan bunga (Dividends and interest receivable)
f. Klaim terhadap:
- Perusahaan asuransi untuk kerugian yang dipertanggungkan
- Terdakwa dalam suatu perkara hokum
- Badan-badan pemerintah untuk pengembalian pajak
- Perusahaan pengangkutan untuk barang yang rusak dan hilang
- Kreditor untuk barang yang dikembalikan, rusak atau hilang
- Pelanggan untuk barang-barang yang dapat dikembalikan (krat,
kontainerm dsb).

B. PENGAKUAN PIUTANG USAHA

Sebagian besar transaksi piutang, jumlah yang harus diakui adalah harga pertukaran di
antara kedua belah pihak. Harga Pertukaran (the exchange price) adalah jumlah yang
terhutang dari debitur dan umumnya dibuktikan dengan beberapa jenis dokumen bisnis.

Faktor yang memperumit pengukuran harga pertukaran adalah:


1. Ketersediaan diskon (diskon dagang dan diskon tunai)
2. Lamanya waktu antara tanggal penjualan dan tanggal jatuh tempo pembayaran
(elemen bunga).

Akuntansi Keuangan Menengah 1-A Hal.27 dari 58 hal


Supiningtyas P

Diskon Dagang
Diskon dagang biasanya digunakan untuk menghindari perubahan yang sering terjadi
dalam katalog, untuk mengutip harga yang berbeda bagi pembelian dalam kuantitas yang
berbeda, atau untuk menyembunyikan harga faktur yang sebenarnya dari pesaing.

Contoh.
Sebuah penerbit buku menjual buku teks seharga 75.000 kepada pelanggannya dengan
diskon 20%.Maka piutang yang dicatat oleh penerbit tersebut adalah sebesar 75.000 –
(20% x 75.000) = 60.000.

Diskon Tunai (Diskon Penjualan)


Tujuan diberikannya diskon tunai adalah sebagai perangsang agar pembeli melakukan
pembayaran secepatnya.
Diskon seperti ini biasanya dinyatakan dengan istilah seperti 3/10, n/30 (diskon 2% jika
dibayarkan dalam 10 hari, jumlah kotor jatuh tempo 30 hari), atau 2/10, E.O.M (diskon
2% jika dibayarkan dalam waktu 10 hari dari akhir bulan)

Dua metode yang dapat digunakan untuk mencatat penjualan adalah:


a. Metode Kotor (Gross Method)
Diskon penjualan hanya diakui dalam akun apabila pembayaran diterima dalam
periode diskon. Diskon penjualan akan ditunjukkan dalam laporan laba rugi sebagai
pengurang atas penjualan untuk mendapatkan penjualan bersih.

b. Metode Bersih (Net Method)


Pendapat lain memandang, bahwa diskon penjualan yang tidak diambil
mencerminkan pinalti atau denda yang ditambahkan pada harga yang ditetapkan
untuk merangsang pembayaran secepatnya. Yaitu, penjual menawarkan penjualan
kredit pada harga lebih tinggi dibanding penjualan tunai, dan kenaikannya di offset
oleh diskon tunai yang ditawarkan. Jadi, pembeli yang membayar dalam periode
diskon membeli secara tunai, mereka yang membayar setelah berakhirnya periode
diskon, akan didenda karena harus membayar dengan jumlah yang melebihi harga
tunai.

Contoh Jurnal untuk mencatat diskon tunai menggunakan metode bersih vs


metode kotor.
Gross Method (Metode Kotor) Net Method (Metode bersih)

Penjualan Senilai $10.000, syarat 2/10, n/30

Piutang usaha 10.000 Piutang usaha 9.800


Penjualan 10.000 Penjualan 9.800
Pembayaran sebesar $4.000 diterima dalam periode diskon:

Kas 3.920 Kas 3.920


Diskon Penjualan 80 Piutang Usaha 3.920
Piutang Usaha 4.000
Pembayaran sebesar $6.000 diterima ssdh periode diskon:

Kas 6.000 Piutang Usaha 120


Piutang Usaha 6.000 Diskon Penjl. Yg hilang 120
Kas 6.000
Piutang Usaha 6.000

Akuntansi Keuangan Menengah 1-A Hal.28 dari 58 hal


Supiningtyas P

PENILAIAN PIUTANG USAHA

Piutang yang diperkirakan akan tertagih dalam satu tahun atau satu siklus operasi,
tergantung mana yang lebih panjang, diklasifikasikan sebagai lancar; sementara semua
piutang lainnya diklasifikasikan sebagai jangka panjang.

Piutang jangka pendek dinilai dan dilaporkan pada nilai realisasi bersih (net realizable
value), yakni jumlah bersih yang diperkirakan akan diterima dalam bentuk kas, yang
tidak selalu berupa jumlah yang secara resmi merupakan piutang.

Piutang Usaha yang tidak tertagih


Penjualan atas dasar selain penjualan tunai, beresiko menimbulkan kegagalan untuk
menagih piutang. Piutang usaha tak tertagih adalah kerugian pendapatan. Kerugian
pendapatan dan penurunan laba diakui dengan mencatat beban piutang ragu-ragu (atau
beban piutang tidak tertagih atau kerugian piutang).

Dua metode pencatatan piutang tidak tertagih, yakni:


1. Metode Penghapusan Langsung (direct write-off method)
Tidak ada ayat jurnal yang dibuat, sampai suatu akun khusus telah ditetapkan secara
pasti sebagai tidak tertagih.
Kemudian kerugian tersebut dicatat dengan mengkredit Piutang Usaha dan mendebet
Beban Piutang Tak Tertagih.
Metode ini memiliki kelemahan karena biasanya tidak menandingkan biaya dengan
pendapatan pada periode yang bersangkutan.

Jurnal penghapusan piutang


Beban piutang tak tertagih xxx -
Piutang usaha - xxx

2. Metode Penyisihan (allowance method)


Suatu estimasi dibuat menyangkut perkiraan piutang tak tertagih dari semua
penjualan kredit atau dari total piutang yang beredar.
Estimasi ini dicatat sebagai beban dan pengurang tidak langsung terhadap piutang
usaha (melalui kenaikan akun penyisihan) dalam periode dimana penjualan itu
dicatat.
Metode penyisihan hanya tepat dalam situasi dimana terdapat kemungkinan bahwa
nilai aktiva telah menurun dan jumlah penurunan (kerugian) tersebut dapat diestimasi
secara layak.

Estimasi ini biasanya dibuat atas dasar:


a. Prosentase penjualan (Percentage of sales approach)
b. Prosentase piutang atau neraca (percentage of receivable or balance sheet
approach)

a. Pendekatan prosentase penjualan


Pendekatan ini menandingkan antara biaya dengan pendapatan karena hal itu
mengaitkan beban pada periode dimana penjualan dicatat.

Akuntansi Keuangan Menengah 1-A Hal.29 dari 58 hal


Supiningtyas P

Ilustrasi
Example Data
Credit sales $500,000
Estimated % of credit sales not collected 1.25%
Accounts receivable balance $72,500
Estimated % of A/R not collected 8%
Allowance for Doubtful Accounts:
Case 1 $150 (credit balance)
Case 2 $150 (debit balance)

Charge sales $500,000


Estimated percentage x 1.25%
Estimated expense $ 6,250
===================================================
What should the ending balance be for the allowance
account? -- Case 1 and Case 2

Percentage of Sales
Case 1 Case 2
Actual balance (credit) (150) 150
Adjustment (6,250) (6,250)
Ending balance (6,400) (6,100)

Journal entry:
Bad debt expense 6,250
(Beban Piutang Tdk Tertagih)
Allowance for doubtful accounts 6,250
(Penyisihan Piutang tdk Tertagih)

Akuntansi Keuangan Menengah 1-A Hal.30 dari 58 hal


Supiningtyas P

Percentage of Receivables

Accounts receivable $ 72,500


Estimated percentage x 8%
Desired balance $ 5,800
===================================================
What should the ending balance be for the allowance
account? -- Case 1 and Case 2

Percentage of Receivables
Case 1 Case 2
Actual balance (credit) (150) 150
Desired balance (5,800) (5,800)
Adjustment (5,650) (5,950)

Journal entry – Case 1:


Bad debt expense 5,650
Allowance for doubtful accounts 5,650

Journal entry – Case 2:


Bad debt expense 5,950
Allowance for doubtful accounts 5,950

b. Pendekatan Prosentase piutang atau neraca


Tujuan dari pendekatan ini adalah melaporkan nilai realisasi bersih piutang dalam
neraca.
Pendekatan ini dapat diaplikasikan dengan menggunakan suatu tariff gabungan
(composite rate) yang mencerminkan estimasi piutang tak tertagih.

Pendekatan lainnya yang lebih sensitif terhadap status aktual dari piutang usaha
adalah menetapkan skedul umur piutang (aging schedule) dan menerapkan
prosentase yang berbeda berdasarkan pengalaman masa lalu pada berbagai
kategori umur. Skedul umur piutang dapat mengindikasikan akun mana yang
memerlukan perhatian khusus dengan memperlihatkan umur piutang usaha.

Akuntansi Keuangan Menengah 1-A Hal.31 dari 58 hal


Supiningtyas P

Ilustrasi

PT SULATRA
Skedul Umur Piutang
Nama Saldo per 61 – 90 91-120
< 60 hari >120 hari
Pelanggan 31 Des’08 hari hari
CV Lestari 575,000 300,000 275,000
PT Permata 780,000 200,000 325,000
PT Sinaran 545,000 195,000 100,000 250,000
Fa. Dayto 980,000 750,000 150,000 80,000
2,880,000 1,250,000 345,000 455,000 575,000

% estimasi tidak
Umur Jumlah Penyisihan
tertagih
< 60 hari 1,250,000 3 37,500
61 – 90 hari 345,000 12 41,400
91-120 hari 455,000 20 91,000
>120 hari 575,000 25 143,750
Saldo penyisihan piutang tak tertagih akhir
tahun 313,650

Asumsikan bahwa akun penyisihan memiliki saldo kredit sebesar 8.000 sebelum
penyesuaian.
Jumlah yang harus ditambahkan ke dalam akun penyisihan adalah sebesar
313.650 – 8.000 = 305.650.

Jurnal yang dibuat adalah sbb:


Beban Piutang tak Tertagih 305.650 -
Penyisihan untuk Piutang tak Tertagih - 305.650

Apabila, penyisihan memiliki saldo debit sebesar 8.000 sebelum penyesuaian,


makan yang harus dicatat sebagai Beban Piutang tak Tertagih adalah sebesar
313.650 + 8.000 = 321.650.

Jurnal yang dibuat adalah sbb:


Beban Piutang tak Tertagih 321.650 -
Penyisihan untuk Piutang tak Tertagih - 321.650

Skedul umur piutang biasanya tidak disusun untuk menentukan Beban Piutang
tak Tertagih, tetapi sebagai alat untuk pengendalian dalam menentukan komposisi
piutang dan mengidentifikasi piutang yang diragukan.

Metode Prosentase piutang menghasilkan penilaian piutang yang lebih akurat di neraca.
Akan tetapi, dari sudut penandingan, pendekatan prosentase penjualan memberikan hasil
yang lebih baik.

Akuntansi Keuangan Menengah 1-A Hal.32 dari 58 hal


Supiningtyas P

Prosentase Penjualan
Income
Penandingan Statement
Approach
Penjualan Beban Piutang (Pendekatan
tak Tertagih Laba-Rugi)

Prosentase Piutang
Balance
Nilai Realisasi Bersih Sheet
Approach
Piutang Ush Penyisihan utk Piutang (Pendekatan
tak Tertagih Neraca

Penagihan Piutang Usaha yang telah Dihapus

Piutang usaha yang sudah dipastikan tidak akan tertagih, maka saldonya harus
dipindahkan dari pembukuan dengan mendebit akun Penyisihan untuk Piutang tak
Tertagih dan mengkredit akun Piutang Usaha.

Penghapusan Penyisihan untuk Piutang tak Tertagih XXX -


Piutang Piutang Usaha - XXX

Apabila Piutang Usaha yang telah dihapus akan dilakukan pembayaran oleh Debitur,
maka Piutang Usaha harus dimunculkan kembali, jurnalnya:

Pada saat ada Piutang Usaha XXX -


informasi, Piutang Penyisihan untuk Piutang tak - XXX
yg telah dihapus, Tertagih
akan dibayar

Pada saat Kas XXX -


diterimanya Piutang Usaha - XXX
pelunasan

Retur Penjualan dan Pengurangan Harga


Retur penjualan dan pengurangan harga dilaporkan sebagai pengoffset atas pendapatan
penjualan dalam laporan laba rugi. Retur dan pengurangan diakumulasikan seraca
terpisah, bukan didebit secara langsung ke akun penjualan agar pembaca laporan
mengetahui jumlahnya masing-masing.

CONTOH

PT Dinamika menyadari bahwa 6% dari piutang usahanya yang beredar sebesar Rp


50.000.000 akan dikembalikan atau harus dilakukan beberapa penyesuaian terhadap
harga jualnya.
Penghilangan beban sebesar (6% x 50.000.000) = 3.000.000 memiliki pengaruh yang
material terhadap laba bersih periode berjalan.
Ayat jurnal untuk mencerminkan retur penjualan dan pengurangan harga yang
diantisipasi adalah:

Akuntansi Keuangan Menengah 1-A Hal.33 dari 58 hal


Supiningtyas P

Retur Penjualan dan Pengurangan Harga 3.000.000 -


Penyisihan untuk Retur Penjualan dan Pengurangan Harga - 3.000.000

C. PENGAKUAN WESEL TAGIH

Suatu wesel didukung oleh promes (promissory note) formal, yakni janji tertulis untuk
membayar sejumlah uang tertentu pada suatu tanggal di masa depan.
Wesel tagih terkadang diterima dari pelanggan karena ingin memperpanjang periode
pembayaran piutangnya.
Ada 2 jenis wesel tagih:
a. Wesel Berbunga
Memiliki suku bunga ditetapkan
b. Wesel tanpa Bunga
Bunga nol; memasukkan bunga sebagai bagian dari nilai nominal yang tidak
dinyatakan secara eksplisit.

Wesel jangka pendek biasanya dicatat pada nilai nominal (dikurangi penyisihan) karena
bunga implicit dalam nilai jatuh tempo adalah tidak material.
Wesel tagih yang diperlakukan sebagai ekuivalen kas (jatuh tempo < 3 bulan), bukan
merupakan subyek amortisasi premi/diskonto.

Wesel jangka panjang, harus dicatat dan dilaporkan pada nilai sekarang dari kas yang
diperkirakan akan tertagih.
Apabila suku bunga ditetapkan (yang tertera pada kontrak) atas wesel berbunga sama
dengan suku bunga efektif (pasar), maka wesel tersebut dijual pada nilai nominal.
Jika suku bunga ditetapkan berbeda dengan suku bunga pasar, maka kas yang
dipertukarkan (nilai sekarang) berbeda dengan nilai nominal wesel.
Selisih antara nilai nominal dengan kas yang ditukarkan, merupakan diskonto/premi,
dan akan dicatat dan diamortisasikan sepanjang umur wesel, agar mendekati suku bunga
efektif (pasar).

Wesel yang diterbitkan pada Nilai Nominal

Ilustrasi
PT Karunia Sejati meminjamkan $10.000 kepada CV Permadani dan menerima wesel
berbunga dengan jk wkt 3 tahun senilai $10.000, dengan suku bunga tahunan 10%. Suku
bunga pasar wesel dengan risiko serupa juga 10%.

Nilai sekarang atau harga pertukaran wesel dihitung sebagai berikut:


Nil. Nominal Wesel 10.000
Nil. Skrg Pokok $10.000 (PVF(3,10%) = 7.513
$10.000 (0,75132)=
Nil. Skrg. Bunga $ 10.000 (PVF-OA(3,10%) 2.487
=$1.000 (2,48685)=
Nil Skrg. Wesel 10.000
Selisih 0

Akuntansi Keuangan Menengah 1-A Hal.34 dari 58 hal


Supiningtyas P

Jurnal yang dibuat:


Account Title Debit Credit
Penerimaan Wesel
Wesel Tagih 10,000
Kas 10,000
Penerimaan Bunga
Kas 1,000
Pendapatan Bunga 1,000

a. Wesel Tanpa Bunga


Jika yang diterima sebagai pengganti kas adalah wesel berbunga nol, maka nilai
sekarangnya adalah kas yang dibayarkan kepada penerbit wesel.
Selisih antara nilai nominal (jumlah kas yang akan diterima pada saat jatuh tempo),
dengan nilai sekarang (kas yang dibayarkan), dicatat sebagai diskonto dan
diamortisasikan ke pendapatan bunga sepanjang umur wesel tersebut.

Ilustrasi
PT karunia menerima wesel tanpa bunga berjangka waktu 3 tahun, senilai $10,000.
Nilai sekarangnya 7.721,80. Suku bunga implisit 9% (nilai sekarang dari 1-3 periode
tersebut pada 9% adalah 0,77218).

Present value of Principle:


$10.000( PVF3,9%)  $10.000 x 0.77218  $7.721,80

Jurnal:

Wesel Tagih 10.000 -


Diskonto atas Wesel Tagih - 2.278,20
Kas - 7.721,80

Diskonto atas wesel tagih merupakan akun penilaian (evaluation account) dan
dilaporkan dalam neraca sebagai akun kontra aktiva.
Diskonto ini kemudian harus diamortisasi, dan pendapatan bunga diakui setiap
tahunnya dengan menggunakan motode bunga efektif.

Akuntansi Keuangan Menengah 1-A Hal.35 dari 58 hal


Supiningtyas P

SKEDUL AMORTISASI DISKONTO WESEL


METODE BUNGA EFEKTIF
Wesel 0% yang Didiskontokan pada 9%
9% Nilai
Kas Amortisasi
Pendapatan Buku
Diterima Diskonto
Bunga Wesel
Date of issue 7,721.80
End of yr.1 - 694.96 694.96 8,416.76
End of yr.2 - 757.51 757.51 9,174.27
End of yr.3 - 825.68 825.68 9,999.95
2,278.15 2,278.15

Jurnal untuk mencatat amortisasi tahun pertama, sebagai berikut:

Diskonto atas Wesel Tagih 694,96 -


Pendapatan bunga - 694,96

b. Wesel Bunga

Ilustrasi
PT Patriot bangsa memberikan pinjaman kepada PT Lestari dan menerima wesel
bernilai $100,000, berjangka waktu 5 tahun, dan bunga per tahun 8%. Suku bunga
pasar untuk wesel dengan risiko serupa adalah 10%.

Nilai Sekarang Pokok:


$100,000 (PVF5, 10%) = $100,000 x 0.62092 = $ 62,092
Nilai Sekarang Bunga
$8,000 (PVF5, 10%) = $8,000 x 3.79079 = 30,326
Nilai Sekarang Wesel $ 92,418

Selisih ($100.000 - $92.418) = 7.582 (Diskonto)

Pada kasus di atas, suku bunga efektif (10%) lebih besar daripada suku bunga
ditetapkan (8%), maka nilai sekarang wesel lebih kecil dari nilai nominalnya: yakni,
wesel dipertukarkan pada diskonto.

Jurnal untuk mencatat penerimaan wesel pada diskonto:

Wesel Tagih 10.000 -


Diskonto atas Wesel Tagih - 7.582
Kas - 92.418

Akuntansi Keuangan Menengah 1-A Hal.36 dari 58 hal


Supiningtyas P

SKEDUL AMORTISASI DISKONTO WESEL


METODE BUNGA EFEKTIF
Wesel 8% yang Didiskontokan pada 10%
10% Nilai
Kas Amortisasi
Pendapatan Buku
Diterima Diskonto
Bunga Wesel
Date of issue 92,418.00
End of yr.1 8,000.00 9,241.80 1,241.80 93,659.80
End of yr.2 8,000.00 9,365.98 1,365.98 95,025.78
End of yr.3 8,000.00 9,502.58 1,502.58 96,528.36
End of yr.4 8,000.00 9,652.84 1,652.84 98,181.19
End of yr.5 8,000.00 9,818.12 1,818.12 99,999.31
40,000.00 47,581.31 7,581.31

Jurnal untuk mencatat amortisasi tahun pertama, sebagai berikut:

Kas 8.000 -
Diskonto atas Wesel Tagih 1.242 -
Pendapatan bunga - 9.242

PENILAIAN PIUTANG WESEL


 Wesel tagih jangka pendek dicatat dan dilaporkan pada nilai realisasi bersihnya,
yakni pada jumlah nominalnya dikurangi semua penyisihan yang diperlukan.

 Wesel tagih dipandang berkurang nilainya (impaired) jika terdapat kemungkinan


bahwa kreditor tidak akan mampu menagih seluruh jumlah yg terhutang (baik
pokok/bunga) sesuai dengan ketentuan kontraktual pinjaman.

Akuntansi Keuangan Menengah 1-A Hal.37 dari 58 hal


Supiningtyas P

BAB 5
AKTIVA TETAP BERWUJUD

A. PENGERTIAN

Aktiva tetap berwujud adalah aktiva-aktiva yang mempunyai wujud yang sifatnya relatif
permanen yang digunakan dalam kegiatan perusahaan yang normal.

Karakteristik utama aktiva tetap berwujud adalah:


1. Aktiva tersebut diperoleh untuk digunakan dalam operasi dan bukan untuk dijual
kembali.
Contoh:
 sebuah bangunan yang tidak digunakan, lebih tepat diklasifikasikan sebagai
investasi.
 Tanah yang dimiliki oleh pengembang tanah, lebih cocok diklasifikasikan
sebagai persediaan.

2. Aktiva tersebut bersifat jangka panjang dan merupakan subyek penyusutan.


Perusahaan mengalokasikan biaya investasi dalam aktiva-aktiva ini pada periode
masa depan melalui beban penyusutan periodik. Tapi, hal ini tidak berlaku untuk
tanah, yang tidak disusutkan.

3. Aktiva tersebut memiliki substansi fisik.


Properti, pabrik dan peralatan merupakan aktiva berwujud yang mempunyai
karakteristik eksistensi atau substansi fisik.
Tidak seperti bahan baku, aktiva tetap berwujud secara fisik bukan merupakan
bagian dari produk yang dimiliki untuk dijual kembali.

B. PRINSIP PENILAIAN

Menurut PSAK No. 16  Cari PSAK 16 berbasis IFRS


“Suatu benda berwujud yang memenuhi kualifikasi untuk diakui sebagai suatu aktiva
dan dikelompokkan sebagai aktiva tetap, pada awalnya harus diukur berdasarkan
biaya perolehan”

Pencantuman di Neraca:
 Aktiva yg umurnya terbatas  harga perolehan – akumulasi depresiasi/deplesi
 Aktiva yg umurnya tdk terbatas  harga perolehan

C. AKUISISI DAN PENILAIAN AKTIVA TETAP BERWUJUD

Umumnya perusahaan menggunakan biaya historis sebagai dasar untuk menilai aktiva
tetap berwujud. Biaya historis, diukur oleh kas atau harga ekuivalen kas untuk
memperoleh aktiva dan membawanya ke lokasi serta kondisi yang diperlukan untuk
tujuan penggunaannya.

Akuntansi Keuangan Menengah 1-A Hal.38 dari 58 hal


Supiningtyas P

Alasan digunakannya biaya historis adalah:


1. Pada tanggal akuisisi, biaya mereflesikan nilai wajar
2. Biaya historis melibatkan biaya actual, bukan transaksi hipotetis, sehingga
merupakan hal yang peling dapat diandalkan.
3. Keuntungan serta kerugian sebaiknya tidak diantisipasi, tetapi harus diakui ketika
aktiva dijual.

a. Tanah
Semua pengeluaran untuk mendapatkan tanah dan membuatnya siap digunakan
dianggap sebagai bagian dari biaya tanah.
Contoh, 1) harga beli, 2) biaya penutupan seperti SHM, honor jasa PPAT, 3) biaya
yang dikeluarkan hingga tanah siap untuk digunakan, 4) asumsi mengenai hak gadai
beban atau hipotik, 5) biaya perbaikan tanah lainnya yang memiliki umur tidak
terbatas.

b. Bangunan
Biaya bangunan harus melibatkan semua pengeluaran yang berhubungan langsung
dengan akuisisi atau konstruksinya.
Biaya ini meliputi, 1) biaya bahan, tenaga kerja dan overhead yang terjadi, 2) honor
professional, 3) Ijin mendirikan bangunan, 4) Biaya balik nama, 5) pajak bumi dan
bangunan, 6) dll.

c. Peralatan
Dalam akuntansi, peralatan meliputi peralatan pengiriman, peralatan kantor, mesin-
mesin, perabotan dan perkakas, perlengkapan tetap, peralatan pabrik dan aktiva
sejenis lainnya.
Biaya ini meliputi harga beli, biaya pengangkutan dan penanganan, asuransi
peralatan ketika masih dalam perjalanan, biaya pemasangan dan perakitan, dll.

d. Kendaraan
Kendaraan juga harus dipisahkan untuk setiap fungsi yang berbeda. Biaya kendaraan
meliputi harga beli, bea balik nama, biaya asuransi, biaya pajak kendaraan bermotor,
dll

e. Tempat Barang yg dapat dikembalikan


Yang termasuk dalam barang yang dapat dikembalikan adalah barang-barang yang
dipakai sebagai tempat dari produk yang dijual seperti botol, drum, tangki, dll.

D. PEROLEHAN AKTIVA TETAP

a. Pembelian Tunai (terpisah/gabungan)

Ilustrasi (Terpisah)
PT “Gegana” membeli aktiva tetap dari sebuah perusahaan berupa Kendaraan dengan
harga senilai Rp 500.000.000.

Akuntansi Keuangan Menengah 1-A Hal.39 dari 58 hal


Supiningtyas P

Jurnal
Kendaraan 500.000.000 -
Kas - 500.000.000

Ilustrasi (Gabungan)
PT “Gegana” membeli aktiva tetap dari sebuah perusahaan berupa tanah, Kendaraan,
gedung dengan harga paket senilai Rp 500.000.000. Apabila harga pasar diketahui
sebagai berikut:
tanah = Rp 150.000.000
kendaraan = Rp 75.000.000
gedung = Rp 225.000.000

b. Pertukaran

 Ditukar dengan Surat Berharga

Ilustrasi
PT “Jimbaran” membeli sebuah gedung dengan menerbitkan 1.000 lembar saham
biasa dengan nilai nominal per lembar Rp 50.000 sebagai ganti pembayaran
tunai. Pada saat pertukaran, harga pasar saham sebesar Rp 52.000 per lembar.

Jurnal
Gedung (1.000 lbr x Rp 52.000) 52.000.000 -
Saham Biasa - 50.000.000
Tambahan Modal Disetor - 2.000.000
(agio saham)

Apabila selain dengan menerbitkan saham biasa PT “Jimbaran” juga menambah


dengan uang tunai sebesar Rp 20.000.000. Maka jurnalnya:

Gedung (1.000 lbr x Rp 52.000)+kas 72.000.000 -


Saham Biasa - 50.000.000
Tambahan Modal Disetor - 2.000.000
(agio saham)
Kas - 20.000.000

 Ditukar dengan aktiva tetap lain/non moneter

PSAK No. 16 menyatakan:


“harga perolehan yang diperoleh dinilai sebesar nilai wajar aktiva tetap yang
dilepas atau diperoleh, mana yg lebih andal, ekuivalen dengan nilai wajar AT yg
dilepaskan setelah disesuaikan jumlah kas atau setara kas yang ditransfer”

Bagaimana kalau harga pasar tidak diketahui?


Bagaimana pengakuan laba atau rugi pertukaran?

Akuntansi Keuangan Menengah 1-A Hal.40 dari 58 hal


Supiningtyas P

a) Ditukar dengan aktiva tetap TIDAK sejenis


Pertukaran aktiva tetap tidak sejenis adalah, pertukaran dengan aktiva yang
sifat dan fungsinya tidak sama.

CONTOH
Pada awal tahun 2009, PT “Seloka” menukarkan mesin produksi dengan truk
baru. Harga perolehan mesin produksi sebesar Rp 20 jt, akumulasi depresiasi
sampai tanggal pertukaran sebesar Rp 15 jt sehingga nilai bukunya sebesar
Rp 5 jt. Nilai wajar mesin produksi tersebut sebesar Rp Rp 8 jt dan PT
“Seloka” harus membayar uang sebesar Rp 17 jt.

Nilai wajar mesin produksi 8.000.000


Uang tunai yang dibayarkan 17.000.000+
Harga perolehan truk 25.000.000

Nilai wajar mesin produksi 8.000.000


Harga Perolehan Mesin 20.000.000
Akumulasi Depresiasi Mesin 15.000.000 -
Nilai Residu 5.000.000 -
Laba Pertukaran 3.000.000

Jurnal

Truk 25.000.000 -
Akumulasi Depresiasi Mesin 15.000.000 -
Kas - 17.000.000
Mesin - 20.000.000
Laba Pertukaran Mesin - 3.000.000

b) Ditukar dengan aktiva tetap sejenis


PSAK No. 16:
“Laba atau rugi yg timbul akibat perbedaan nilai wajar AT yg diperoleh
dengan yg diserahkan tidak boleh diakui, sehingga selisihnya akan
digunakan untuk mengkoreksi nilai wajar aktiva yg diperoleh”

Apabila terdapat selisih nilai wajar, maka nilai wajar aktiva tetap baru
ditetapkan sebesar nilai buku aktiva yang dilepaskan.
Sebaliknya, apabila nilai buku aktiva yang dilepaskan lebih tinggi dari nilai
wajar aktiva yang diterima, maka nilai buku aktiva yang diserahkan harus
diturunkan (write down), dan nilai baru sesudah penurunan digunakan
sebagai nilai wajar aktiva yang diterima.

Akuntansi Keuangan Menengah 1-A Hal.41 dari 58 hal


Supiningtyas P

CONTOH
PT “Gegana” menukarkan truk merk Toyota dengan truk baru merk Suzuki.
Harga perolehan truk Toyota Rp 100 jt dan akumulasi depresiasi sebesar Rp
40 jt. Harga pasar (nilai wajar)Truk Suzuki Rp 250 jt. Dalam pertukaran
tersebut, PT “Gegana” masih harus menambah uang tunai sebesar Rp 200 jt.

Perhitungan:
Harga Perolehan truk Toyota 100.000.000
Akumulasi Depresiasi truk Toyota 40.000.000
Nilai Buku truk Toyota 60.000.000 -
Kas yang dibayarkan 200.000.000
Harga Perolehan truk Suzuki 260.000.000 +

Jurnal:

Truk Suzuki 260.000.000 -


Akumulasi Depresiasi truk 40.000.000 -
Toyota
Kas - 200.000.000
Truk Toyota - 100.000.000

c. Pembelian Angsuran
Apabila ada bunga, maka TIDAK BOLEH diakui sebagai harga perolehan. Bunga
diakui terpisah sebagai biaya bunga.

CONTOH
PT “Jimbaran” membeli gedung seharga Rp 500 jt pada tanggal 01 Januari 2009.
Pembayaran pertama sebesar Rp 200 jt dan sisanya diangsur tiap tanggal 31
Desember selama 3 tahun dengan bunga 10% per tahun.

Penyelesaian:
1 Januari 2009 Gedung 500 jt -
Pembelian Gedung Kas - 200 jt
Utang - 300 jt

31 Desember 2009 Utang 100 jt -


Angsuran 1 100.000.000 Beban Bunga 30 jt -
Bunga: 10% x 300jt = Kas - 130 jt
30.000.000

31 Desember 2010 Utang 100 jt -


Angsuran 2 100.000.000 Beban Bunga 20 jt -
Bunga: 10% x 200jt = Kas - 120 jt
20.000.000

31 Desember 2011 Utang 100 jt -


Angsuran 3 100.000.000 Beban Bunga 10 jt -
Bunga: 10% x 100jt = Kas - 110 jt
10.000.000

Akuntansi Keuangan Menengah 1-A Hal.42 dari 58 hal


Supiningtyas P

d. Hadiah/Donasi
Aktiva Tetap yang diterima dicatat sebesar harga pasar.

CONTOH
PT “Jimbaran” menerima hadiah berupa tanah dan gedung. Diketahui harga pasar
untuk tanah dan gedung adalah sebagai berikut:
tanah = Rp 75 jt
gedung= Rp 100 jt
a. Hak atas tanah dan gedung langsung diterima PT “Jimbaran” mengeluarkan biaya
untuk penerimaan hadiah sebesar Rp 1jt.
b. Hak atas tanah dan gedung baru akan diserahkan apabila perusahaan sudah
berjalan selama 2 tahun. Setelah 2 tahun, dalam pengurusan kepemilikan, PT
“Jimbaran” mengeluarkan biaya sebesar Rp 5 jt.

Jurnal
Tanah 75.000.000 -
Gedung 100.000.000 -
Modal-Hadiah - 175.000.000

Apabila dalam penerimaan hadiah tersebut PT Jimbaran mengeluarkan biaya


sebesar Rp 1.000.000, maka jurnal untuk mencatat penerimaan hadiah
tersebut adalah:

Tanah 75.000.000 -
Gedung 100.000.000 -
Modal-Hadiah - 174.000.000
Kas 1.000.000

Apabila donasi yang diterima itu belum pasti akan menjadi milik perusahaan (karena
tergantung pada terlaksananya perjanjian), maka aktiva dan modal dicatat sebagai
elemen yang belum pasti (contingent).
Apabila hak atas aktiva tersebut sudah diterima, maka contingent asset tadi dicatat
sebagai harta (aktiva).

CONTOH

Pada tanggal 1 Agustus 2011, PT Purnama mendapat donasi berupa tanah dengan
harga pasar 175 juta. Hak atas tanah tersebut baru akan diserahkan jika perusahaan
sudah berjalan selama 1 tahun.
Pada saat hak atas tanah tersebut diterima, PT Purnama mengeluarkan biaya untuk
administrasi sebesar Rp 2.000.000.

Jurnal:
1 Agus’11 Aktiva yg blm pasti – Tanah 175.000.000 -

Akuntansi Keuangan Menengah 1-A Hal.43 dari 58 hal


Supiningtyas P

Modal yg blm pasti – Hadiah - 175.000.000

31 Juli’12 Tanah 175.000.000 -


Modal yg blm pasti - Hadiah 175.000.000 -
Kas - 2.000.000
Aktiva yg blm pasti - Tanah - 175.000.000
Modal-Hadiah - 173.000.000

e. Dibuat Sendiri
Harga perolehan diperoleh dari semua biaya yg dapat dibebankan langsung spt
bahan, upah langsung, Factory overhead langsung.
Biaya factory overhead tidak langsung dialokasikan kepada aktiva yg dikerjakan
dengan cara:
1. Kenaikan biaya factory overhead yang dibebankan pd aktiva yg dibuat.
2. Biaya factory overhead dialokasikan dengan tarif kepada pembuatan aktiva
dan produksi

E. BIAYA-BIAYA SELAMA PENGGUNAAN

a. Reparasi dan Pemeliharaan


Ada dua perlakuan untuk mencatat biaya reparasi
• Menambah harga perolehan AT, apabila biaya ini dikeluarkan untuk menaikkan
nilai kegunaan AT dan tidak menambah umur
• Mengurangi akumulasi depresiasi, apabila biaya ini dikeluarkan untuk
memperpanjang umur AT dan mungkin juga nilai residunya

b. Penggantian
Yang dimaksud dengan penggantian adalah biaya yang dikeluarkan untuk mengganti
aktiva atau suatu bagian aktiva dengan unit yang baru yang tipenya sama.
Apabila bagian-bagian yang diganti tersebut biayanya cukup besar, maka harga
perolehan bagian tersebut dihapuskan dari rekening aktiva dan digantikan dengan
harga perolehan yang baru.
Begitu juga akumulasi depresiasi untuk bagian yang diganti dihapuskan.

CONTOH
Sebuah Mesin harga perolehannya Rp 100 jt sesudah didepresiasi 70%, sebuah suku
cadang yang diperkirakan harga perolehannya sebesar 20% dari harga perolehan mesin,
diganti dengan suku cadang yang baru, yang harganya Rp 30 jt.

Jurnal

Akumulasi depresiasi - Mesin 14.000.000 -


Rugi penggantian suku cadang 6.000.000 -
Mesin - 20.000.000

Akuntansi Keuangan Menengah 1-A Hal.44 dari 58 hal


Supiningtyas P

Perhitungan
Harga Perolehan suku cadang yang diganti:
20% x 100 jt = 20.000.000
Akumulasi depresiasi: 70% x 20.000.000 14.000.000
Rugi sebesar nilai buku suku cadang tersebut 6.000.000
Pemasangan suku cadang yang baru dicatat dengan jurnal sebagai berikut:

Mesin 30.000.000 -
Kas - 30.000.000

F. PEMBERHENTIAN AKTIVA TETAP

Pemberhentian aktiva tetap dapat terjadi karena aktiva tersebut rusak, dijual ataupun
ditukarkan. Pada waktu aktiva tersebut dihentikan dari pemakaiannya, maka akun aktiva
tersebut harus dihapus.
Apabila Aktiva tetap tersebut dijual, maka selisih antara harga jual dan nilai buku (nilai
residu), dapat dicatat sebagai Laba/Rugi.

CONTOH
Sebuah truk merk Daihatsu yang dibeli pada tanggal 1 Maret 2007 dengan harga Rp
320.000.000, pada tanggal 1 Juli 2011 dijual dengan harga Rp 100.000.000. Umur truk
Daihatsu tersebut diperkirakan selama 5 tahun dan didepresiasi dengan garis lurus.
Taksiran nilai residu sebesar Rp 80.000.000.

Jurnal
1 Juli’11 Depresiasi Truk 24.000.000 -
(mencatat depresiasi Akumulasi Depresiasi Truk - 24.000.000
truk)

6/12 x 1/5 (320.000.000 – 80.000.000) = 24.000.000

1 Juli’11 Kas 100.000.000 -


(mencatat penjualan) Akumulasi Depresiasi Truk 208.000.000 -
Rugi Penjualan Truk 12.000.000
Truk - 320.000.000

Perhitungan

Harga Jual 100.000.000


Harga Perolehan 320.000.000
Akumulasi Depresiasi:
2007: 10 bulan = 40.000.000
2008: 12 bulan = 48.000.000
2009: 12 bulan = 48.000.000
2010: 12 bulan = 48.000.000
2011: 6 bulan = 24.000.000 + 208.000.000 -
Nilai Buku 112.000.000 -
Rugi Penjualan Aktiva Tetap 12.000.000

Akuntansi Keuangan Menengah 1-A Hal.45 dari 58 hal


Supiningtyas P

BAB 6
PENYUSUTAN (Depreciation)

A. PENYUSUTAN – METODE ALOKASI BIAYA

Menurut para Akuntan, penyusutan bukan merupakan masalah penilaian, namun


merupakan alat untuk alokasi biaya.
Penyusutan (depreciation), adalah proses akuntansi dalam mengalokasikan biaya aktiva
berwujud ke beban dengan cara yang sistematis dan rasional selama periode yang
diharapkan mendapat manfaat dari penggunaan aktiva tersebut.
Pendekatan alokasi biaya digunakan karena
 nilai aktiva dapat berfluktuasi antara pada saat aktiva tersebut dibeli atau ketika
aktiva tersebut dijual.
 Penandingan antara biaya dan pendapatan harus dilakukan
 Fluktuasi nilai pasar tidak pasti dan sulit untuk diukur

Beberapa istilah alokasi biaya yang digunakan untuk aktiva tetap jangka panjang:
 Penyusutan (depreciation)
Istilah yang digunakan untuk menunjukkan bahwa aktiva tetap telah menurun
nilainya.
 Deplesi (depletion)
Istilah yang digunakan untuk sumber daya alam (kayu, batu, minyak, batu bara dll)
 Amortisasi (amortization)
Istilah untuk aktiva tidak berwujud sepert paten, goodwill telah habis masa
berlakunya

Faktor-faktor yang dipertimbangkan dalam proses penyusutan:


1. Dasar penyusutan yang digunakan untuk aktiva
2. Masa manfaat aktiva
3. Pemilihan metode pengalokasian biaya yang paling tepat untuk suatu aktiva.

B. METODE PENYUSUTAN

1. Metode Aktivitas (unit penggunaan dan produksi)


Metode aktivitas (activity method) juga disebut pendekatan beban variabel atau
pendekatan unit produksi, mengasumsikan bahwa penyusutan adalah fungsi dari
penggunaan atau produktivitas dan bukan dari berlalunya waktu.

2. Metode Garis Lurus


Metode ini mempertimbangkan penyusutan sebagai fungsi dari waktu, bukan fungsi
dari penggunaan.
Keberatan utama penggunaan metode ini adalah karena metode ini didasarkan pada
dua asumsi yang tidak realistis:
- Kegunaan ekonomi aktiva itu sama setiap tahunnya
- Beban reparasi dan pemeliharaan pada dasarnya sama setiap tahunnya

Akuntansi Keuangan Menengah 1-A Hal.46 dari 58 hal


Supiningtyas P

3. Metode beban menurun (dipercepat)


Metode beban menurun menyediakan biaya penyusutan yang lebih tinggi pada tahun-
tahun awal dan beban yang lebih rendah pada periode mendatang.
Justifikasi pendekatan beban menurun adalah:
 lebih banyak penyusutan harus dibebankan pada tahun-tahun awal karena aktiva
lebih produktif pada tahun-tahun tersebut.
 Metode dipercepat memberikan biaya yang konstan karena beban penyusutan
lebih rendah dalam periode berakhir, sebaliknya biaya reparasi dan pemeliharaan
lebih tinggi.

Metode yang umum digunakan:


- Jumlah angka tahun (sum of the years digits method)
Menghasilkan beban penyusutan yang menurun berdasarkan pecahan yang
menurun dari biaya yang dapat disusutkan (biaya awal dikurangi nilai sisa).

Jumlah angka tahun dapat dihitung dengan rumus = n (n + 1)


2
- Metode saldo menurun (declining balance method)
Menggunakan tarif penyusutan (prosentase) berupa beberapa kelipatan dari
metode garis lurus.
Dalam metode saldo menurun nilai sisa tidak dikurangkan dalam menghitung
dasar penyusutan.
Dalam prakteknya, banyak perusahaan yang menggunakan berbagai kelipatan
dalam penentuan penyusutan per tahunnya, misalnya 2 kali lipat (double
declining balance method)

4. Metode penyusutan khusus


- Metode kelompok dan gabungan/komposit
Metode Kelompok (group method), sering digunakan apabila aktiva
bersangkutan cukup homogeny dan memiliki masa manfaat yang hampir sama.
Metode Gabungan (composite method), digunakan apabila aktiva bersifat
heterogen dan memiliki umur manfaaat yang berbeda.

Metode perhitungan untuk kelompok dan gabungan pada dasarnya sama, yaitu,
menemukan rata-rata dan menyusutkannya atas dasar rata-rata tersebut.
Tarif penyusutan gabungan dihitung dengan cara membagi penyusutan per tahun
dengan total biaya aktiva.

Metode kelompok/gabungan menyederhanakan proses pembukuan dan cenderung


merata-ratakan kesalahan yang disebabkan oleh kelebihan atau kekurangan
penyusutan. Akibatnya, laba periodik tidak terdistorsi oleh keuntungan atau
kerugian atas pelepasan aktiva.

- Metode campuran/kombinasi
Metode penyusutan yang kembangkan sendiri secara bebas oleh setiap
perusahaan tidak bertentangan dengan prinsip akuntansi yang berlaku umum,
dengan syarat metode yang digunakan menghasilkan pengalokasian biaya aktiva
selama umur aktiva dengan cara yang sistematis dan rasional.

Akuntansi Keuangan Menengah 1-A Hal.47 dari 58 hal


Supiningtyas P

ILUSTRASI

PT Eka Perkasa Tunggal, pada tanggal 30 September 2007 membeli sebuah mesin Derek
tambahan untuk tujuan penggalian. Data terkait pembelian mesin tersebut adalah sebagai
berikut:
Biaya Mesin Derek $117.900
Estimasi masa manfaat 5 tahun
Estimasi nilai sisa $ 12.900
Umur produktif dalam jam 1.000 jam

Hitunglah depresiasi mesin Derek tersebut dengan menggunakan metode penyusutan di


atas!

Penyelesaian
1) Metode Aktivitas
(($117.900-$12.900)/1,000 hours = $105/jam))
(Given) Depresiasi
Jam Depresiasi per akumulasi
Tahun Kerja mesin per jam tahun deprsiasi
2007 200 x $105 = $ 21,000 $ 21,000
2008 150 x 105 = 15,750 36,750
2009 250 x 105 = 26,250 63,000
2010 300 x 105 = 31,500 94,500
2011 100 x 105 = 10,500 105,000
1,000 $ 105,000

Jurnal untuk mencatat depresiasi tahun 2007:

Depresiasi Mesin 21.000 -


Akumulasi Depresiasi Mesin - 21.000

2) Metode Garis Lurus

Depresiasi per tahun = ($117.900 - $ 12.900) / 5


= $21.000

Depresiasi Biaya Akumulasi Nilai Buku


Tahun per tahun Depresiasi Depresiasi
117,900
2007 $ 21,000 = $ 5,250 $ 5,250 112,650
2008 21,000 21,000 26,250 91,650
2009 21,000 21,000 47,250 70,650
2010 21,000 21,000 68,250 49,650
2011 21,000 21,000 89,250 28,650
2012 21,000 = 15,750 105,000 12,900
$ 105,000

Akuntansi Keuangan Menengah 1-A Hal.48 dari 58 hal


Supiningtyas P

Jurnal untuk mencatat depresiasi tahun 2007:

Depresiasi Mesin 5.250 -


Akumulasi Depresiasi Mesin - 5.250

3) Metode beban menurun (dipercepat)


a. Jumlah angka tahun (sum of the years digits method)

Dasar Pecahan Biaya Biaya Akumulasi Nilai


Tahun penyusutan Penyusutan per tahun penyusutan Depresiasi Buku
117,900
2007 $ 105,000 x 5/15 = $ 35,000 $ 8,750 $ 8,750 109,150
2008 105,000 x 4.75/15 = 33,250 33,250 42,000 75,900
2009 105,000 x 3.75/15 = 26,250 26,250 68,250 49,650
2010 105,000 x 2.75/15 = 19,250 19,250 87,500 30,400
2011 105,000 x 1.75/15 = 12,250 12,250 99,750 18,150
2012 105,000 x .75/15 = 5,250 5,250 105,000 12,900
$ 105,000

Jurnal untuk mencatat depresiasi tahun 2007:

Depresiasi Mesin 8.750 -


Akumulasi Depresiasi Mesin - 8.750

b. Metode saldo Menurun Berganda (double declining balance method)

Dasar Penyusutan Tarid Biaya Depresiasi Akumulasi Nilai


Tahun per tahun per tahun per tahun Depresiasi Buku
2007 $ 117,900 x 40% = $ 47,160 $ 11,790 $ 11,790 $ 106,110
2008 106,110 x 40% = 42,444 42,444 54,234 63,666
2009 63,666 x 40% = 25,466 25,466 79,700 38,200
2010 38,200 x 40% = 15,280 15,280 94,980 22,920
2011 22,920 x 40% = 9,168 9,168 104,148 13,752
2012 13,752 x 40% = 5,501 852 105,000 12,900
Keterangan: $ 105,000
11.790  47.160 x 3/12
852  Dalam metode ini, nilai buku tidak boleh lebih rendah dari nilai sisa
(13.752 – 12.900).

Akuntansi Keuangan Menengah 1-A Hal.49 dari 58 hal


Supiningtyas P

Jurnal untuk mencatat depresiasi tahun 2007:

Depresiasi Mesin 11.790 -


Akumulasi Depresiasi Mesin - 11.790

4) Metode kelompok dan gabungan/komposit


Ilustrasi
Biaya Estimasi Penyusutan
Biaya Nilai yg dapat Umur per tahun
Aktiva Awal Sisa disusutkan (tahun (garis lurus)
Mobil Sedan 145,000 $25,000 = $120,000 3 $ 40,000
Truk 44,000 4,000 = $ 40,000 4 $ 10,000
Mobil Van 35,000 5,000 = $ 30,000 5 $ 6,000
224,000 $34,000 190,000 $ 56,000

Tarif penyusutan gabungan = $ 56.000


$224.000
= 25%

Umur gabungan = $ 190.000


$ 56.000
= 3,39 tahun

Jurnal untuk mencatat depresiasi per tahun:

Depresiasi Sedan, Truk Van 56.000 -


(25% x 224.000)
Akumulasi Depresiasi Mesin - 56.000

Penyusutan per tahun ketiga aktiva tersebut sebesar $ 56.000, dan akan akan
disusutkan dalam waktu 3,39 tahun.

Akuntansi Keuangan Menengah 1-A Hal.50 dari 58 hal


Supiningtyas P

LATIHAN KASUS

KASUS 1

PT DIAS pada tanggal 1 Desember 2007 membentuk dana kas keeil sebesar Rp
5.000.000,- Dana kas kecil tersebut diisi setiap tanggal 1 dan 15 setiap bulannya. Berikut
ini pengeluaran kas yang dibayar dengan dana kas kecil selama bulan Desember 2007 :

Tanggal, 1 - 7 Biaya supplies kantor Rp 600.500,-


Langganan surat kabar Rp 600.000,-
Biaya listrik Rp 800.500,-

Tanggal 8-14 Perangko & Meterai Rp 300.000,-


Biaya Angkut Penjualan Biaya Rp 700.000,-
Konsumsi Rapat Rp 1.200.000,-
Biaya Rupa-rupa Rp 400.500,-

Tanggal 15 Dana kas kecil diisi kembali dan jumlahnya dinaikkan


menjadi Rp 8.000.000,-

Tanggal 15-22 Biaya supplies kantor Rp 700.500,-


Biaya Pemeliharaan Rp1.500.000,-
luran/Retribusi Rp 500.000,-

Tanggal 23-31 Perangko & Meterai Rp 600.000,-


Biaya Angkut Penjualan Rp 1.700.500,-
Pinjaman Karyawan Rp 2.500.000,-
Biaya Rupa-rupa Rp 200.500,-

Berdasarkan data di atas, buatlah jurnal yang diperlukan untuk transaksi yang berkaitan
dengandana kas kecil bulan Desember 2007:
1. Jika perusahaan menggunakan Imprest System.
2. Jika perusahaan menggunakan Fluctuating System.

Akuntansi Keuangan Menengah 1-A Hal.51 dari 58 hal


Supiningtyas P

KASUS 2

PT “KUMBAYAH” melakukan pertukaran aktiva tetap berikut ini selama tahun 2011:

a. Membeli mesih seharga Rp 25 juta dengan membayar tunai Rp 10 jt dan menukar


mesin sejenis yang harga perolehannya Rp 40 jt dan nilai bukunya Rp 20 jt.
b. Membeli gedung senilai Rp 100 jt dengan membayar tunai Rp 20 jt dan
menyerahkan tanah yang harga perolehannya Rp 50 jt
c. Membeli sebuah truk seharga 300 jt, ditukar dengan truk lama yang harga
perolehannya Rp 250 jt dan nilai bukunya Rp 200 jt. Harga pasar truk lama
sebesar Rp 280 jt. PT ”KUMBAYAH” membayar Rp 20 jt tunai.
d. Membeli mesin seharga Rp 150 jt dengan membayar tunai Rp 50 jt dan
menyerahkan mesin yang sama dengan harga perolehan Rp 100 jt dan nilai
bukunya Rp 60 jt.
e. Membeli perabotan seharga Rp 20 jt dan menyerahkan perabotan lama dengan
harga perolehan Rp 50 jt dan nilai bukunya Rp 25 jt. PT ”KUMBAYAH”
menerima uang sebesar Rp 2.500.000.

Diminta:

1. Buatlah jurnal untuk mencatat transaksi pertukaran di atas untuk PT.


KUMBAYAH!
2. Hitunglah jumlah laba atau rugi PT. ”KUMBAYAH” akibat transaksi-transaksi
di atas selama tahun 2011!

KASUS 3

Pada tanggal 31 Juli 2008, PT Arimbi menerima wesel dari Tn. Baruna untuk
menggantikan utangnya sebesar Rp 750.000. Wesel ini berjangka waktu 6 bulan (akan
jatuh tempo pada tanggal 31 Januari 2009), bunga 12% per tahun.

Pada tanggal 31 Oktober 2008, PT Arimbi mendiskontokan wesel ini ke Bank DKI dan
dikenai diskonto 10% per tahun. PT Arimbi mengendorse, berarti PT Arimbi akan
melunasinya apabila Tn. Baruna tidak membayar.

Diminta:

Buatlah jurnal untuk mencatat transaksi di atas dalam buku PT. Arimbi dengan
anggapan:

A. Pada tanggal jatuh tempo, Tn. Baruna melunasi weselnya


B. Pada tanggal jatuh tempo, Tn. Baruna tidak melunasi weselnya, Bank DKI
menagih PT. Arimbi plus biaya penagihan Rp 10.000.

Akuntansi Keuangan Menengah 1-A Hal.52 dari 58 hal


Supiningtyas P

KASUS 4

Misalnya saldo kas PT DIASWATI di Bank TAMARA pada tanggal 31 Desember 2008
menurut catatan perusahaan adalah Rp 720.000.000,- Sedangkan menurut Laporan Bank
adalah sebesar Rp 755.000.000,-. Setelah diperiksa, perbedaan tersebut disebabkan oleh
hal-hal sebagai berikut :

1. Bank telah berhasil menagihkan Piutang Wesel perusahaan sebesar Rp 100.000.000,-


berikut bunga wesel tersebut sebesar Rp 4.500.000,- Perusahaan baru mengetahui hal
tersebut setelah menerima Laporan Bank.

2. Berdasarkan Laporan Bank tersebut, Bank membebani perusahaan sebesar Rp


5.000.000,- untuk biaya administrasi bank.

3. Berdasarkan Kredit Memo yang dikirim bersamaan dengan Laporan Bank,


perusahaan memperoleh jasa giro bank untuk bulan Desember 2008 sebesar Rp
2.500.000,.

4. Perusahaan keliru membukukan setoran dari penjualan barang dagangan sebesar Rp


152.000.000,- yang seharusnya adalah sebesar Rp 125.000.000,.

5. Dalam Laporan Bank tersebut belum tampak, setoran perusahaan dalam bulan
Desember 2008 sebesar Rp 150.000.000,- dan Cek yang dikeluarkan oleh perusahaan
Nomor XII-15 sebesar Rp 170.000.000,-

6. Cek dari PT DjPA sebesar Rp 50.000.000,- yang diterima perusahaan dan diuangkan
ke Bank beberapa waktu yang lalu. Oleh Bank dikembalikan ke perusahaan dan
ditolak pencairannya, karena cek tersebut tidak cukup dananya.

7. Bank telah keliru mendebit rekening PT DIMAS sebesar Rp 10.000.000,- ke


rekening perusahaan.

Berapakah saldo yang benar PT. DIASWATI per Desember 2008?

KASUS 5

Pada tanggal 31 Desember 2005, dihitung taksiran kerugian piutang sebesar Rp 100.000.

Tanggal 15 April 2006, pelanggan A yang piutangnya sebesar Rp 150.000 bangkrut dan
menyatakan tidak dapat melunasi utangnya. Tetapi pada tanggal 1 Juli 2006, pelanggan
A datang dan menyatakan akan melunasi utangnya pada tanggal 1 Agustus 2006.

Buatlah jurnal untuk mencatat semua transaksi di atas!

Akuntansi Keuangan Menengah 1-A Hal.53 dari 58 hal


Supiningtyas P

KASUS 6

Berikut adalah informasi yang berhubungan dengan Merapi Corporation:

a. Saldo kas per buku pada tanggal 31 Oktober 2010 sebesar $ 41.847,85. Penerimaan
$ 173.523,91, Pengeluaran $ 166.193, 54.
b. Saldo per laporan bank pada tanggal 30 Nopember 2010 adalah $ 56.274,20
c. Cek-cek berikut masih beredar pada tanggal 30 Nopember 2010:
No. 1224 $1.635.29
No. 1230 $2.468,30
No. 1232 $3.625,15
No. 1233 $ 482,17
d. Termasuk dalam laporan bank dan belum dicatat oleh perusahaan adalah:
- memo debit sebesar $27,40 yg mencakup beban bank untuk bulan yg
bersangkutan.
- Memo debit sebesar $572,13 untuk cek pelanggan yang dikembalikan dan
ditandai kosong
- Memo kredit sebesar $1.400 yang merupakan bunga obligasi yang ditagih oleh
bank atas nama Merapi corporation.
e. Kas di tangan pada tanggal 30 Nopember 2010 dicatat dan menunggu didepositokan
sejumlah $1.915,40.

Diminta:

1. Berdasarkan informasi di atas, buatlah rekonsiliasi bank untuk Merapi corporation


pada tanggal 30 Nopember 2010 guna mendapatkan saldo kas yang tepat.
2. Buatlah setiap ayat jurnal yang diperlukan untuk menyesuaikan akun kas pada
tanggal 30 Nopember 2010.

KASUS 7

Berikut buku jurnal penjualan dan pengkreditan piutang yang dilakukan oleh PT
Merbabu sampai dengan Mei 2012:

No Pelanggan Tanggal No. Jumlah (Rp)


Faktur
1. Gani 10 Peb 3676 21.510.000
2. Fauzan 12 Peb 3679 110.000.000
3. Indra 21 Peb 3810 30.740.000
4. Kasan 4 Maret 4103 11.185.000
5. Gani 6 Maret 4182 28.000.000
6. Mahmud 9 Maret 4222 60.820.000
7. Lukman 13 April 4714 50.350.000
8. Fauzan 20 Ap 4917 38.130.000
9. Hisam 26 Ap 5300 34.460.000

Akuntansi Keuangan Menengah 1-A Hal.54 dari 58 hal


Supiningtyas P

No Pelanggan Tanggal No. Jumlah (Rp)


Faktur
10. Gani 29 Ap 5614 30.190.000
11. Indra 3 Mei 5839 21.800.000
12. Fauzan 11 Mei 5902 12.480.000
13. Hisam 13 Mei 5966 60.675.000
14. Lukman 14 Mei 6034 3.980.000
15. Jaya 18 Mei 6110 13.110.000
16. Lukman 28 Mei 6299 10.335.000
17. Indra 31 Mei 6416 49.330.000

Berikut daftar piutang yang dikreditkan:

No Tanggal Pelanggan Jumlah (RP) Keterangan


1. 26 Peb Fauzan 15.000.000 Retur dr 12 Peb
2. 13 Mar Fauzan 95.000.000 Pelunasan
3. 14 Mar Gani 21.510.000 Pelunasan
4. 20 Mar Indra 26.000.000 Pelunasan
5. 06 Apr Gani 28.000.000 Diganti wesel
6. 08 Apr Indra 4.740.000 Retur dr 21 Peb
7. 16 Apr Mahmud 20.000.000 Pelunasan

Saldo rekening Cadangan Kerugian Piutang pada tanggal 1 Pebruari 2012 diketahui
sebesar Rp 1.520.000. Syarat penjualan kredit dengan umur 30 hari.

Diminta:

1. Membuat analisa umur piutang per 31 Mei 2012 dengan kolom: belum menunggak,
menunggak 1-30 hari, menunggak lebih dari 30 hari.
2. Membuat jurnal penyesuaian untuk mencatat kerugian piutang apabila diketahui
persen kerugian piutang sebagai berikut:
a. Belum menunggak = 0%
b. Menunggak 1-30 hari = 10%
c. Menunggak 31 – 60 hari = 15
d. Menunggak > 60 hari = 25%

KASUS 8

Pada tanggal 31 Desember 2012, Menachem Inc. Menyediakan kasa kepaDA Begin
Corporation dengan harga $91.844,10 dan menerima uang muka $36.000 serta setuju
menerima sisanya dalam 4 tahun angsuran yang sama besar sebesar $18.000 setiap
tanggal 31 Desember. Suku bunga yang tersirat dalam transaksi ini adalah 11%.

Akuntansi Keuangan Menengah 1-A Hal.55 dari 58 hal


Supiningtyas P

Diminta:
Buatlah ayat jurnal yang akan dicatat oleh Menachen Inc. Untuk penjualan dan untuk
penerimaan serta bunga pada tanggal-tanggal berikut (asumsikan bahwa suku bunga
efektif digunakan untuk tujuan amostisasi):
a. 31 Desember 2012 c. 31 Desember 2014 e. 31 Desember 2016
b. 31 Desember 2013 d. 31 Desember 2015

KASUS 9

Berikut adalah serangkaian situasi yang tidak berhubungan.

1. Neraca saldo yang belum disesuaikan dari Sinar Mentari Co., per 31 Desember 2012
meliputi akun-akun berikut:

Debit Kredit
Penyisihan piutang tak tertagih $ 4.000
Penjualan $ 1.500.000

Sinar Mentari Co. Mengestimasikan bahwa beban piutang tak tertagih adalah 1,5%
dari penjualan bersih. Hitunglah beban piutang tak tertagih untuk tahun 2012.

2. Teratai Co. Menetapkan penyisihan untuk piutang tak tertagih atas dasar 3% dari
penjualan kredit. Data-data berikut tersedia untuk tahun 2012:

Penjualan kredit selama tahun 2012 $ 2.100.000


Penyisihan untuk piutang tak tertagih, 1 Januari 2012 17.000
Penagihan piutang yang telah dihapus pada tahun 8.000
sebelumnya (kredit pelanggan dinyatakan kembali)
Perkiraan pelanggan yang dihapus sebagai tak tertagih 30.000
selama tahun 2012

3. Akun-akun berikut diambil dari PT. Termasyur

Debit Kredit
Penyisihan piutang tak tertagih $ 24.000
Piutang usaha 430.000
Penjualan kredit bersih $ 900.000

KASUS 10

Sebuah truk merk Daihatsu yang dibeli pada tanggal 31 Mei 2007 dengan harga Rp
450.000.000, pada tanggal 1 Juli 2014 dijual dengan harga Rp 120.000.000. Umur truk
Daihatsu tersebut diperkirakan selama 10 tahun dan didepresiasi dengan garis lurus.
Taksiran nilai residu sebesar Rp 75.000.000.

Akuntansi Keuangan Menengah 1-A Hal.56 dari 58 hal


Supiningtyas P

KASUS 11

Perusahaan taksi Cinde Laras pada tanggal 30 Juni 2001 membeli 2 sedan untuk taksi
dengan harga @ Rp 280 juta. Kendaraan tersebut diberi identitas dengan nomor 1 dan 2.
Pada tanggal 30 September 2001 dibeli lagi 3 buah mobil sedan, yaitu nomor 3, 4 dan 5
dengan harga @ Rp 300 juta.
Depresiasi berdasarkan kilometer yang ditempuh, dan masing-masing kendaraan
diperkirakan dapat menempuh jarak secara ekonomis 250.000 km, dengan nilai residu
per kendaraan Rp 80 juta.

1 Januari 2002 Kendaraan nomor 1 rusak karena kecelakaan dan tidak laku dijual.
Kendaraan tersebut telah menempuh jarak 27.000 km.
30 Juni 2002 Masing-masing kendaraan telah menempuh jarak:
- Kendaraan nomor 2 = 41.600 km
- Kendaraan nomor 3 = 30.800 km
- Kendaraan nomor 4 = 28.000 km
- Kendaraan nomor 5 = 28.200 km
1 Juli 2002 Kendaraan nomor 2 dan 3 ditukarkan dengan yang baru (nomor 6
dan 7). Harga kendaraan baru tersebut @ Rp 320 juta, sedangkan
kendaraan lama (nomor 2 dan 3) dihargai Rp 250 juta. Tambahan
kas yang harus dibayarkan Rp 390 juta.
1 November 2002 Dibeli 5 kendaraan baru (nomor 8, 9, 10, 11 dan 12) dengan harga
keseluruhan Rp 1.700.000.000.
Sebagai pembayarannya, kendaraan nomor 4 dihargai Rp 70 juta
dan sisanya dibayar tunai.
Sejak dimiliki sampai dengan tanggal 1 November 2002,
kendaraan nomor 4 telah menempuh jarak 42.000 km.
1 Desember 2002 Kendaraan nomor 5 dijual kepada Tn. Wanbo dengan harga Rp
290 juta, kendaraan ini secara keseluruhan telah menempuh jarak
49.000 km.

Diminta:
Membuat jurnal yang diperlukan untuk mencatat transaksi tahun 2001 dan 2002.
Tahun buku perusahaan taksi Cinde Laras adalah 1 juli s/d 30 Juni.

KASUS 12

Pada awal tahun 2009, PT “Seloka” menukarkan mesin produksi dengan truk baru.
Harga perolehan mesin produksi sebesar Rp 20 jt, akumulasi depresiasi sampai tanggal
pertukaran sebesar Rp 15 jt sehingga nilai bukunya sebesar Rp 5 jt. Nilai wajar mesin
produksi tersebut sebesar Rp Rp 8 jt dan PT “Seloka” harus membayar uang sebesar Rp
17 jt.

Akuntansi Keuangan Menengah 1-A Hal.57 dari 58 hal


Supiningtyas P

DAFTAR PUSTAKA

Baridwan, Zaki. 2004. Intermediate Accounting. Edisi Kedelapan. BPFE-Yogyakarta.

Ikatan Akuntan Indonesia. 2008. Standar Akuntansi Keuangan. Salemba Empat. Jakarta.

Kieso, E Donald. Weygandt, J Terry dan Warfield, D Terry. 2002. Akuntansi


Intermediate. Edisi kesepuluh. Jilid 1. Erlangga, Jakarta.

Kieso, E Donald. Weygandt, J Terry dan Warfield, D Terry. 2007. Akuntansi


Intermediate. Edisi keduabelas. Jilid 2. Erlangga, Jakarta.

Akuntansi Keuangan Menengah 1-A Hal.58 dari 58 hal