Anda di halaman 1dari 18

LAPORAN PENELITIAN

BAHAYA PLASTIK BAGI KESEHATAN MANUSIA

Laporan penelitian
Sebagai salah satu tugas terakhir
Mata pelajaran Sosiologi

Disusun oleh

Nurlela / Nurhayati

KELAS XII IPS 2

SMA NEGERI 1 TINAMBUNG


TAHUN PELAJARAN 2016-2017

i
PENGESAHAN

Laporan penelitian sosiologi ini telah diteliti dan disahkan pada :

Hari :

Tanggal :

Tempat :

Menyetujui / Mengetahui :
Guru Sosiologi

Mujahidin, S.Sos

Mengetahui :

Wali kelas

Mujahidin, S.Sos

ii
Motto

Buanglah Sampah Pada Tempatnya


Ingatlah Bahwa Kebersihan Pangkal Kesehatan
Satu Sampah Dapat Menimbulkan Beribu Bencana
Bersih Adalah Pancaran Hidup Anda
Bersihkan Hati, Bersihkan Jiwa
Hidup Sehat Berawal Dari Diri Kita
Mau Selalu Sehat? Mari Menjaga Kebersihan
Orang Pintar? Jaga Keberihan
Bersih Pangkal Sehat, Ingat Itu?

iii
Abstrak

Nurlela/Nurhayati : Salah satu ivlasti yang menyebabkan rusaknya lingkungan


hidup yang sampai saat ini masih tetap menjadi “PR” besar bagi bangsa Indonesia
adalah factor pembuangan limbah sampah ivlastic. Kantong plastic telah menjadi
sampah yang berbahaya dan sulit dikelola. Manusia memang dianugerahi Panca
Indera yang membantunya mendeteksi berbagaihal yang mengancam hidupnya.
Namun di dalam dunia modern ini muncul berbagai bentuk ancaman yang tidak
terdeteksi oleh pancaindera kita, yaitu berbagai jenis racun yang dibuat oleh
manusia sendiri.Lebih dari 75.000 bahan kimia sintetis telah dihasilkan manusia
dalam beberapa puluh tahun terakhir. Banyak darinya yang tidak berwarna, berasa
dan berbau, namun potensial menimbulkan bahaya kesehatan. Sebagian besar
dampak yang diakibatkanyam emang berdampak jangka panjang, seperti kanker,
kerusakan saraf, gangguan reprokduksi dan lain-lain.Sifat racun sintetis yang tidak
berbau dan berwarna, dan dampak kesehatannya yang berjang kapanjang,
membuatnya lepas dari perhatian kita. Kita lebih risau dengan gangguan yang
langsung bias dirasakan oleh pancaindera kita..Komposisi sampah atau limbah
ivlastic yang dibuang oleh setiap rumah tangga adalah 9,3% dari total sampah
rumah tangga. Di kota tangerang selatan rata-rata setiap pabrik menghasilkan satu
ton limbah plastic setiap minggunya. Jumlah tersebut akan terus bertambah,
disebabkan sifat-sifat yang dimiliki ivlastic, antara lain tidak dapat membusuk,
tidak terurai secara alami, tidak dapat menyerap air, mau pun tidak dapat berkarat,
dan pada akhirnya menjadi masalah bagi lingkungan.

Kata kunci : Bahaya sampah plastik

iv
KATA PENGANTAR

Puji syukur ke hadirat ALLAH SWT, yang telah memberi kekuatan dan

kesempatan kepada penulis, sehingga makalah ini dapat terselesaikan dengan

waktu yang diharapkan walaupun dalam bentuk yang sangat sederhana, dimana

makalah ini membahas tentang “Bahaya Plastik Bagi Kesehatan” dan kiranya

makalah ini dapat meningkatkan pengetahuan, khususnya tentang macam-macam

plastik dan dampaknya bagi kesehatan.

Terima kasih penulis ucapkan kepada Bapak Muhlasin selaku guru mata

pelajaran bahasa indonesia, kemudia penulis juga mengucapkan terima kasih

kepada pihak-pihak telah membantu dalam menyelesaikan makalah ini.

Tinambung, 10 Maret 2017

Penyusun

v
DAFTAR ISI

Halaman judul ....................................................................................................... i

Kata pengantar ...................................................................................................... ii

Daftar isi ................................................................................................................ iii

Bab I Pendahuluan ................................................................................................ 1

A. Latarbelakang ............................................................................................ 1
B. Rumusan Masalah ..................................................................................... 1
C. Tujuan penulisan ....................................................................................... 2
D. Landasan teori ........................................................................................... 2

Bab II Pembahasan ................................................................................................ 3

Bab III Penutup ..................................................................................................... 14

A. Kesimpulan ............................................................................................... 14
B. Saran .......................................................................................................... 14

Daftar Pustaka ....................................................................................................... 14

Riwayat Hidup ...................................................................................................... 15

1
BAB I
PENDAHULUAN
A. Latar Belakang
Seperti yang kita ketahui, pada zaman sekarang ini kehidupan manusia
tidak bisa lepas dari penggunaan plastik. Plastik selalu diikutsertakan dalam
kehidupan sehari-hari, misalnya untuk tempat makanan, minuman, peralatan
rumah tangga dan masih banyak lagi. Plastik sering digunakan karena bahannya
ringan, tidak mudah pecah, murah dan sangat mudah didapatkan. Tapi tahukah
anda bila ada beberapa jenis plastik ada yang memberikan dampak negatif
terhadap kesehatan pada tubuh kita? Banyak dari masyarakat tidak menyadari
bahaya yang akan ditimbulkan akibat penggunaan plastik terhadap kesehatan
mereka sendiri dan terhadap lingkungan sekitar. Secara umum plastik tersusun
dari polimer yaitu rantai panjang dan satuan-satuan yang lebih kecil yang disebut
monomer. Polimer ini dapat masuk dalam tubuh manusia karena bersifat tidak
larut, sehingga bila terjadi akumulasi dalam tubuh akan menyebabkan kanker.
Bila makanan dibungkus dengan plastik, monomer-monomer ini dapat berpindah
ke dalam makanan, dan selanjutnya berpindah ke tubuh
orang yang mengonsumsinya. Bahan-bahan kimia yang telah masuk ke dalam
tubuh ini tidak larut dalam air sehingga tidak dapat dibuang keluar, baik melalui
urin maupun feses (kotoran). Masing-masing jenis plastik mempunyai tingkat
bahaya yang berbeda tergantung dari material plastik dan bahan kimia
penyusunnya. Namun, ada beberapa jenis plastik yang aman digunakan dalam
kehidupan sehari-hari karena plastik tersebut mengandung senyawa kimia BPA.

B. Identifikasi Masalah
Banyak masyarakat tidak menyadari bahaya yang ditimbulkan akibat penggunaan
plastik terhadap kesehatan dan lingkungan.

2
C. Rumusan Masalah
1. Apa saja macam-macam plastik?
2. Bagaimana dampak plastik bagi kesehatan?
3. Bagaimana dampak plastik bagi lingkungan?

D. Tujuan Penulisan
1. Mengetahui macam-macam plastik.
2. Mengetahui dampak plastik bagi kesehatan.
3. Mengetahui dampak plastik bagi lingkungan.

E. Manfaat Penulisan
Tujuan menulis tugas ini adalah agar masyarakat mengerti dampak negatif
plastik untuk kesehatan dan bisa lebih berhati-hati serta teliti dalam menentukan
jenis-jenis plastik dalam kehidupan sehari-hari.

F. Landasan Teori

Istilah plastik mencakup produk polimerisasi sintetik atau semi-sintetik.


Mereka terbentuk dari kondensasi organik atau penambahan polimer dan bisa
juga terdiri dari zat lain untuk meningkatkan performa atau ekonomi. Ada
beberapa polimer alami yang termasuk plastik. Plastik dapat dibentuk menjadi
film atau fiber sintetik. Nama ini berasal dari fakta bahwa banyak dari mereka
"malleable", memiliki properti keplastikan. Plastik didesain dengan variasi
yang sangat banyak dalam properti yang dapat menoleransi panas, keras,
"reliency" dan lain-lain. Digabungkan dengan kemampuan adaptasinya,
komposisi yang umum dan beratnya yang ringan memastikan plastik
digunakan hampir di seluruh bidang industri.
Plastik dapat juga menuju ke setiap barang yang memiliki karakter yang
deformasi atau gagal karena shear stress, lihat keplastikan (fisika) dan ductile.

3
Plastik dapat dikategorisasikan dengan banyak cara tapi paling umum
dengan melihat tulang-belakang polimernya (vinyl{chloride}, polyethylene,
acrylic, silicone, urethane, dll.). Klasifikasi lainnya juga umum.

4
BAB II
PEMBAHASAN
A. Landasan Teori

1. Pengertian Plastik
Istilah plastik mencakup produk polimerisasi sintetik atau semi-sintetik.
Mereka terbentuk dari kondensasi organik atau penambahan polimer dan bisa juga
terdiri dari zat lain untuk meningkatkan performa atau ekonomi. Ada beberapa
polimer alami yang termasuk plastik. Plastik dapat dibentuk menjadi film atau
fiber sintetik. Nama ini berasal dari fakta bahwa banyak dari mereka "malleable",
memiliki properti keplastikan. Plastik didesain dengan variasi yang sangat banyak
dalam properti yang dapat menoleransi panas, keras, "reliency" dan lain-lain.
Digabungkan dengan kemampuan adaptasinya, komposisi yang umum dan
beratnya yang ringan memastikan plastik digunakan hampir di seluruh bidang
industri.
Plastik dapat juga menuju ke setiap barang yang memiliki karakter yang
deformasi atau gagal karena shear stress, lihat keplastikan (fisika) dan ductile.
Plastik dapat dikategorisasikan dengan banyak cara tapi paling umum
dengan melihat tulang-belakang polimernya (vinyl{chloride}, polyethylene,
acrylic, silicone, urethane, dll.). Klasifikasi lainnya juga umum.
Plastik adalah polimer; rantai panjang atom mengikat satu sama lain.
Rantai ini membentuk banyak unit molekul berulang, atau "monomer". Plastik
yang umum terdiri dari polimer karbon saja atau dengan oksigen, nitrogen,
chlorine atau belerang di tulang belakang. (beberapa minat komersial juga
berdasar silikon). Tulang-belakang adalah bagian dari rantai di jalur utama yang
menghubungkan unit monomer menjadi kesatuan. Untuk mengeset properti
plastik grup molekuler berlainan "bergantung" dari tulang-belakang (biasanya
"digantung" sebagai bagian dari monomer sebelum menyambungkan monomer
bersama untuk membentuk rantai polimer). Pengesetan ini oleh grup "pendant"
telah membuat plastik menjadi bagian tak terpisahkan di kehidupan abad 21
dengan memperbaiki properti dari polimer tersebut.

5
Pengembangan plastik berasal dari penggunaan material alami (seperti:
permen karet, "shellac") sampai ke material alami yang dimodifikasi secara kimia
(seperti: karet alami, "nitrocellulose") dan akhirnya ke molekul buatan-manusia
(seperti: epoxy, polyvinyl chloride, polyethylene).

B. Analisis Masalah
1. Macam-Macam Plastik
1) Polyethylene Terephthalate (PET, PETE)
PET biasanya dipergunakan di botol minuman dan jenisnya transparan,
jernih/bening. Botol-botol dengan bahan ini direkomendasikan hanya untuk
sekali pakai. Karena bila terlalu sering dipakai, apalagi digunakan untuk
menyimpan air hangat atau panas, akan mengakibatkan lapisan polimer pada
botol tersebut meleleh dan mengeluarkan zat karsinogenik (dapat
menyebabkan kanker)
2) High Density Polyethylene (HDPE)
Benda dengan kode HDPE bentuknya berwarna putih susu dan
digunakan untuk botol susu, jus, air, kotak sereal, produk pencuci, galon air
minum, kursi lipat, dan lain-lain. HDPE merupakan salah satu bahan plastik
yang aman untuk digunakan karena kemampuan untuk mencegah reaksi kimia
antara kemasan plastik berbahan HDPE dengan makanan/minuman yang
dikemasnya.
3) Vinyl (Polyvinyl Chloride or PVC)
Bahan ini paling susah untuk didaur ulang dan biasa digunakan untuk
pipa, kontruksi bangunan, plastik pembungkus (cling wrap), dan botol-botol.
Bahan ini lebih tahan terhadap bahan senyawa kimia, minyak, dll. Kandungan
dari PVC yaitu DEHA yang terdapat pada plastik pembungkus dapat bocor
dan masuk ke makanan berminyak bila dipanaskan. Reaksi yang terjadi antara
PVC dengan makanan yang dikemas dengan plastik ini berpotensi berbahaya
untuk ginjal, hati dan berat badan.

6
4) Low Density Polyethylene (LDPE)
Benda dengan kode LDPE biasa dipakai untuk tempat makanan dan
botol-botol yang lembek (madu, mustard). Barang berbahan LDPE ini sulit
dihancurkan, tetapi tetap baik untuk tempat makanan karena sulit bereaksi
secara kimiawi dengan makanan yang dikemas dengan bahan ini.
5) Polypropylene (PP)
Barang dengan kode ini merupakan pilihan terbaik untuk bahan plastik
terutama untuk yang berhubungan dengan makanan dan minuman seperti
tempat menyimpan makanan, botol minum, tempat obat dan botol minum
untuk bayi. Cirinya biasa botol transparan yang tidak jernih atau berawan. Cari
simbol ini bila membeli barang berbahan plastik.
6) Polystyrene (PS)
PS biasa dipakai sebagai bahan tempat makan styrofoam, tempat minum
sekali pakai, tempat CD, karton tempat telor, dll. Bahan Polystyrene bisa
membocorkan bahan styrine ke dalam makanan ketika makanan tersebut
bersentuhan. Bahan Styrine berbahaya untuk otak mengganggu hormon
estrogen pada wanita yang berakibat pada masalah reproduksi, dan
pertumbuhan dan sistem syaraf. Bahan ini dapat dikenali dengan cara dibakar
(cara terakhir dan sebaiknya dihindari). Ketika dibakar, bahan ini akan
mengeluarkan api berwarna kuning-jingga, dan meninggalkan jelaga.
7) Lainnya
Barang dengan kode ini bisa didapatkan di tempat makanan dan
minuman seperti botol minum olahraga, botol susu, suku cadang mobil, alat-
alat rumah tangga, komputer, alat-alat elektronik, dan plastik kemasan.
Polycarbonate bisa mengeluarkan bahan utamanya yaitu Bisphenol-A ke
dalam makanan dan minuman yang berpotensi merusak sistem hormon
kromosom pada ovarium, penurunan produksi sperma, dan mengubah fungsi
imunitas. Hindari bahan plastik Polycarbonate.
Kita harus bijak dalam menggunakan plastik, khususnya plastik dengan
kode 1, 3, 6, dan 7 (khususnya polycarbonate). yang seluruhnya memiliki
bahaya secara kimiawi. Ini tidak berarti bahwa plastik dengan kode yang lain

7
secara utuh aman, namun perlu dipelajari lebih jauh lagi. Maka, jika kita harus
menggunakan plastik, akan lebih aman bila menggunakan plastik dengan kode
2, 4, 5, dan 7 (kecuali polycarbonate) bila memungkinkan.

2. Dampak Plastik Bagi Kesehatan


Dioxin adalah bahan kimia yang menyebabkan kanker, terutama kanker
payudara. Dioxin sangat beracun untuk sel tubuh kita.
Dr. Edward Fujimoto, Manager Program Kesehatan dari Castle
Hospital, pada sebuah tayangan di televisi mengemukakan bahaya dan
ancaman kesehatan dari dioxin ini. Dia juga mengatakan bahwa kita tidak
boleh memanaskan makanan kita di Microwave menggunakan tempat atau
wadah plastik. Hal ini terutama harus diterapkan kepada makanan yang
mengandung lemak/minyak.
Dr. Edward mengatakan bahwa kombinasi dari lemak, panas yang
tinggi, dan plastik akan melepaskan dioksin dari plastik ke dalam makanan
dan akhirnya masuk ke dalam sel tubuh kita. Dr. Edward menyarankan
penggunaan tempat makanan / minuman dari bahan tempered glass / kaca
seperti Pyrex atau keramik untuk memanaskan makanan. Dengan begitu kita
tetap dapat mencapai hasil yang sama, tanpa menghasilkan dioksin.
Makanan cepat saji seperti mie instan, sup instan dan makanan instan
lainnya yang menggunakan wadah plastik atau stryrofoam harus dikeluarkan
dari wadahnya dan dipanaskan di wadah non plastik.
Wadah kertas tidak buruk tetapi anda tidak tahu bahan apa yang
terkandung di wadah kertas itu. Dr. Edward mengingatkan bahwa beberapa
tahun yang lalu, beberapa dari jaringan retail makanan siap saji beralih dari
pembungkus styrofoam ke pembungkus karton/kertas. Dioxin adalah salah
satu penyebab utama hal ini.
Dr. Edward juga menunjukkan bahwa plastik wrap yang biasa dipakai
untuk membungkus bahan mentah di supermarket sama bahayanya saat
dipakai untuk dipanaskan di dalam microwave oven. Pada saat makanan
dimasak di dalam microwave, panas yang tinggi akan menyebabkan racun

8
yang berbahaya mencair keluar dari plastik wrap/pembungkus dan masuk ke
dalam makanan. Sebaiknya makanan itu ditutupi dengan kertas tissue sebelum
dipanaskan di microwave.
Kini ada beberapa plastik generasi baru yang microwave safe tetapi
bukan berarti bahwa dengan mencantumkan logo microwave safe
menunjukkan bahwa container tersebut 100% bebas dioxin terutama produk-
produk China yang tidak jelas standarnya.

3. Dampak Plastik Bagi Lingkungan


Seiring dengan perkembangan teknologi, kebutuhan akan plastik terus
meningkat. Data BPS tahun 1999 menunjukkan bahwa volume perdagangan
plastik impor Indonesia, terutama polipropilena (PP) pada tahun 1995 sebesar
136.122,7 ton sedangkan pada tahun 1999 sebesar 182.523,6 ton, sehingga
dalam kurun waktu tersebut terjadi peningkatan sebesar 34,15%. Jumlah
tersebut diperkirakan akan terus meningkat pada tahun-tahun selanjutnya.
Sebagai konsekuensinya, peningkatan limbah plastikpun tidak terelakkan.
Menurut Hartono (1998) komposisi sampah atau limbah plastik yang dibuang
oleh setiap rumah tangga adalah 9,3% dari total sampah rumah tangga. Di
Jabotabek rata-rata setiap pabrik menghasilkan satu ton limbah plastik setiap
minggunya. Jumlah tersebut akan terus bertambah, disebabkan sifat-sifat yang
dimiliki plastik, antara lain tidak dapat membusuk, tidak terurai secara alami,
tidak dapat menyerap air, maupun tidak dapat berkarat, dan pada akhirnya
akhirnya menjadi masalah bagi lingkungan. (YBP, 1986).
Plastik juga merupakan bahan anorganik buatan yang tersusun dari bahan-
bahan kimia yang cukup berbahaya bagi lingkungan. Limbah daripada plastik
ini sangatlah sulit untuk diuraikan secara alami. Untuk menguraikan sampah
plastik itu sendiri membutuhkan kurang lebih 80 tahun agar dapat terdegradasi
secara sempurna. Oleh karena itu penggunaan bahan plastik dapat dikatakan
tidak bersahabat ataupun konservatif bagi lingkungan apabila digunakan tanpa
menggunakan batasan tertentu. Sedangkan di dalam kehidupan sehari-hari,
khususnya kita yang berada di Indonesia,penggunaan bahan plastik bisa kita

9
temukan di hampir seluruh aktivitas hidup kita. Padahal apabila kita sadar, kita
mampu berbuat lebih untuk hal ini yaitu dengan menggunakan kembali (reuse)
kantung plastik yang disimpan di rumah. Dengan demikian secara tidak
langsung kita telah mengurangi limbah plastik yang dapat terbuang percuma
setelah digunakan (reduce). Atau bahkan lebih bagus lagi jika kita dapat
mendaur ulang plastik menjadi sesuatu yang lebih berguna (recycle).
Bayangkan saja jika kita berbelanja makanan di warung tiga kali sehari berarti
dalam satu bulan satu orang dapat menggunakan 90 kantung plastik yang
seringkali dibuang begitu saja. Jika setengah penduduk Indonesia melakukan
hal itu maka akan terkumpul 90×125 juta=11250 juta kantung plastik yang
mencemari lingkungan. Berbeda jika kondisi berjalan sebaliknya yaitu dengan
penghematan kita dapat menekan hingga nyaris 90% dari total sampah yang
terbuang percuma. Namun fenomena yang terjadi adalah penduduk Indonesia
yang masih malu jika membawa kantung plastik kemana-mana.
Fakta tentang bahan pembuat plastik, (umumnya polimer polivinil) terbuat
dari polychlorinated biphenyl (PCB) yang mempunyai struktur mirip DDT.
Serta kantong plastik yang sulit untuk diurai oleh tanah hingga membutuhkan
waktu antara 100 hingga 500 tahun. Akan memberikan akibat antara lain:
a. Tercemarnya tanah, air tanah dan makhluk bawah tanah.
b. Racun-racun dari partikel plastik yang masuk ke dalam tanah akan
membunuh hewan-hewan pengurai di dalam tanah seperti cacing.
c. PCB yang tidak dapat terurai meskipun termakan oleh binatang maupun
tanaman akan menjadi racun berantai sesuai urutan rantai makanan.
d. Kantong plastik akan mengganggu jalur air yang teresap ke dalam tanah.
e. Menurunkan kesuburan tanah karena plastik juga menghalangi sirkulasi
udara di dalam tanah dan ruang gerak makhluk bawah tanah yang
mampu meyuburkan tanah.
f. Kantong plastik yang sukar diurai, mempunyai umur panjang, dan
ringan akan mudah diterbangkan angin hingga ke laut sekalipun.
g. Hewan-hewan dapat terjerat dalam tumpukan plastik.

10
h. Hewan-hewan laut seperti lumba-lumba, penyu laut, dan anjing laut
menganggap kantong-kantong plastik tersebut makanan dan akhirnya
mati karena tidak dapat mencernanya.
i. Ketika hewan mati, kantong plastik yang berada di dalam tubuhnya
tetap tidak akan hancur menjadi bangkai dan dapat meracuni hewan
lainnya.
j. Pembuangan sampah plastik sembarangan di sungai-sungai akan
mengakibatkan pendangkalan sungai dan penyumbatan aliran sungai
yang menyebabkan banjir.

11
BAB III
PENUTUP

A. Simpulan
Kita harus bijak dalam menggunakan plastik, khususnya plastik dengan
kode 1, 3, 6, dan 7 (khususnya polycarbonate). yang seluruhnya memiliki bahaya
secara kimiawi. Ini tidak berarti bahwa plastik dengan kode yang lain secara utuh
aman, namun perlu dipelajari lebih jauh lagi. Maka, jika kita harus menggunakan
plastik, akan lebih aman bila menggunakan plastik dengan kode 2, 4, 5, dan 7
(kecuali polycarbonate) bila memungkinkan.

B. Saran
a. Lebih cermat dalam memilih macam macam bahan plastik, bila
memungkinkan pilihlah plastik yang meyantumkan kode 2, 4, 5, dan 7.
b. Mengganti peralatan rumah tangga yang menggunakan plastik, dengan
stainless steel misalnya.
c. Tidak menggunakan plastik untuk wadah makanan atau minuman.

12
DAFTAR PUSTAKA

http://destatherouman.blogspot.com/2011.html (diunduh hari Kamis tanggal 9


bulan Mei, jam 19.00)
http://mulyaji.wordpress.com/2012/04/19/bahaya-plastik-pembungkus-
makanan-bagi-kesehatan/ (diunduh hari Kamis tanggal 9 bulan Mei, jam 19.00)
http://id.wikipedia.org/wiki/Plastik (diunduh hari Kamis tanggal 9 bulan Mei,
jam 19.00)
http://akw-aqmawar.blogspot.com/2012/04/bahaya-plastik.html (diunduh hari
Sabtu tanggal 11 bulan Mei, jam 20.00)
http://www.suksessejati.com/index.php?option=com_content&view=article&i
d=221:kanker-dan-plastik&catid=22:harta-tubuh&Itemid=131 (diunduh hari
Sabtu tanggal 11 bulan Mei, jam 20.00)
http://widoatin.blogspot.com/2012/04/dampak-penggunaan-plastik-
terhadap.html (diunduh hari Senin tanggal 13 bulan Mei, jam 08.45)

13