Anda di halaman 1dari 16

Makalah

DATA SEKUNDER DAN DATA PRIMER

BAB I

PENDAHULUAN

1.1 Latar Belakang

Koleksi data merupakan tahapan dalam proses penelitian yang penting, karena hanya dengan
mendapatkan data yang tepat maka proses penelitian akan berlangsung sampai peneliti
mendapatkan jawaban dari perumusan masalah yang sudah ditetapkan. Data yang kita cari
harus sesuai dengan tujuan penelitian. Dengan teknik sampling yang benar, kita sudah
mendapatkan strategi dan prosedur yang akan kita gunakan dalam mencari data di lapangan.
Pada bagian ini, kita akan membahas jenis data apa saja yang dapat kita pergunakan untuk
penelitian kita. Yang pertama ialah data sekunder dan yang kedua ialah data primer.

Data sekunder merupakan data yang sudah tersedia sehingga kita tinggal mencari dan
mengumpulkan; sedang data primer adalah data yang hanya dapat kita peroleh dari sumber
asli atau pertama. Jika data sekunder dapat kita peroleh dengan lebih mudah dan cepat karena
sudah tersedia, misalnya di perpustakaan, perusahaan-perusahaan, organisasi-organisasi
perdagangan, biro pusat statistik, dan kantor-kantor pemerintah; maka data primer harus
secara langsung kita ambil dari sumber aslinya, melalui nara sumber yang tepat dan yang kita
jadikan responden dalam penelitian kita.

1.2 Tujuan

Meski data sekunder secara fisik sudah tersedia dalam mencari data tersebut kita tidak boleh
lakukan secara sembarangan. Untuk mendapatkan data yang tepat dan sesuai dengan tujuan
penelitian, kita memerlukan beberapa pertimbangan, diantaranya sebagai berikut:

a. Jenis data harus sesuai dengan tujuan penelitian yang sudah kita tentukan sebelumnya.

b. Data sekunder yang dibutuhkan bukan menekankan pada jumlah tetapi pada kualitas dan
kesesuaian; oleh karena itu peneliti harus selektif dan hati-hati dalam memilih dan
menggunakannya.

c. Data sekunder biasanya digunakan sebagai pendukung data primer; oleh karena itu
kadang-kadang kita tidak dapat hanya menggunakan data sekunder sebagai satu-satunya
sumber informasi untuk menyelesaikan masalah penelitian kita.

Pengumpulan data merupakan salah satu tahapan penting dalam kegiatan penelitian dan
dilakukan setelah peneliti selesai membuat desain penelitian sesuai dengan masalah yang
akan diteliti. Pengambilan data primer dalam survei menggunakan kuesioner. Secara teori
proses pengambilan data memegang peranan penting dalam menentukan validitas hasil
penelitian. Oleh karena itu, dalam teori validitas, hasil riset tidak akan mempunyai validitas
tinggi, jika peneliti melakukan kesalahan dalam pengambilan data yang secara tekni disebut
data collection error. Kesalahan dalam pengambilan data primer akan berakibat secara
langsung dalam hasil analisa yang tidak sesuai dengan masalah yang akan dijawab sehingga
hasil studi akan menghasilkan kesimpulan yang salah.

Pengambilan data yang dilakukan secara online mengikuti kaidah dan aturan sesuai dengan
penelitian secara tradisional. Perbedaan pokok ialah sarana dan cara penyampaian kepada
responden serta cara mendapatkan responden. Sarana pengambilan data dilakukan dengan
menggunakan komputer yang tersambung dengan Internet atau disebut Computer Assisted
Data Collection (CADAC), cara pengambilan data dengan menggunakan email dan / atau
web site dan cara mendapatkan responden didasarkan pada alamat email pengguna
Internet.Data primer mempunyai pengertian bahwa data atau informasi tersebut diperoleh
dari sumber pertama, yang secara teknis dalam penelitian disebut responden. Data primer
dapat berupa data-data yang bersifat kuantitatif maupun kualitatif. Perbedaan utama dalam
pencarian data primer yang diambil secara online ialah data primer di Internet tidak terbatas
oleh faktor-faktor geografis sebagaimana data primer yang diambil secara langsung dalam
penelitian lapangan. Karena sifat Internet yang mengglobal, maka peneliti akan mendapatkan
dua hal yang bertolak belakang secara sekaligus, yaitu keuntungan dan kelemahan sifat
tersebut berkaitan dengan cara mengambil data di Internet. Keuntungannya ialah peneliti
akan dapat melakukan pengumpulan data secara cepat, murah dan mendapatkan banyak
pilihan calon responden; sedang kelemahannya ialah jika tidak menggunakan teknik sampling
yang benar, maka responden yang diperoleh tidak akan sesuai dengan apa yang diinginkan
atau tidak sesuai dengan masalah yang sedang dikaji. Persoalan kedua menyangkut pengguna
email di Internet pada umumnya tidak memberikan data pribadinya sesuai dengan kondisi
sebenarnya.

1.3 Metode Penulisan

DAFTAR ISI

KATA PENGANTAR

DAFTAR ISI

BAB I PENDAHULUAN

1.1 Latar Belakang

1.2 Tujuan

1.3 Metode Penulisan

BAB II PEMBAHASAN

2.1 Prosedur Pengumpulan Data

2.2 Sumber Data

2.2.1 Data Sekunder (Secindary Data)

2.2.2 Data Primer (Primary Data)


BAB III PENUTUP

Kesimpulan

BAB II

PEMBAHASAN

2.1 Prosedur Pengumpulan Data

Prosedur pengumpulan data antara lain adalah dengan cara :

1. Wawancara atau interiviu adalah sebuah dialog yang dilakukan oleh pewawancara
(interviewer) untuk memperoleh informasi dari terwawancara.
2. Kuesioner atau angket adalah sejumlah pertanyaan tertulis yang digunakan untuk
memperoleh informasi dari responden dalam arti laporan tentang pribadinya atau hal-
hal yang diketahui. Dipandang dari cara menjawab kuesioner dapat dibedakan atas :
3. Observasi adalah cara pengambilan data dengan pengamatan langsung yang dapat
dilakukan dengan menggunakan seluruh alat indera.

 Kuesioner terbuka : kuesioner yang memberi kesempatan kepada responden untuk


menjawab dengan kalimat sendiri.
 Kuesioner tertutup : kuesioner tertutup yang sudah disediakan jawbannya sehingga
responden tiggal memilih.

2.2 Sumber Data

Sumber data penelitian terdiri atas sumber data sekunder dan primer data sekunder.

2.2.1 Data Sekunder (Secindary Data)

Data sekunder merupakan sumber data penelitian yang diperoleh peneliti secara tidak
langsung melalui media perantara (diperoleh dan dicatat oleh pihak lain). Data sekunder
umumnya berupa bukti, catatan atau laporan historis yang telah tersusun dalam arsip (data
dokumenter) yang dipublikasikan dan yang tidak dipublikasikan.

Sebelum proses pencarian data sekunder dilakukan, kita perlu melakukan identifikasi
kebutuhan terlebih dahulu. identifikasi dapat dilakukan dengan cara membuat pertanyaan-
pertanyaan sebagai berikut: 1) Apakah kita memerlukan data sekunder dalam menyelesaikan
masalah yang akan diteliti? 2) Data sekunder seperti apa yang kita butuhkan? Identifikasi
data sekunder yang kita butuhkan akan membantu mempercepat dalam pencarian dan
penghematan waktu serta biaya.

Data sekunder dapat dipergunakan untuk hal-hal sebagai berikut:

a. Pemahaman Masalah:Data sekunder dapat digunakan sebagai sarana pendukung untuk


memahami masalah yang akan kita teliti. Sebagai contoh apabila kita akan melakukan
penelitian dalam suatu perusahaan, perusahaan menyediakan company profile atau data
administratif lainnya yang dapat kita gunakan sebagai pemicu untuk memahami persoalan
yang muncul dalam perusahaan tersebut dan yang akan kita gunakan sebagai masalah
penelitian.

b. Penjelasan Masalah: Data sekunder bermanfaat sekali untuk memperjelas masalah dan
menjadi lebih operasional dalam penelitian karena didasarkan pada data sekunder yang
tersedia, kita dapat mengetahui komponen-komponen situasi lingkungan yang
mengelilinginya. Hal ini akan menjadi lebih mudah bagi peneliti untuk memahami persoalan
yang akan diteliti, khususnya mendapatkan pengertian yang lebih baik mengenai
pengalaman-pengalaman yang mirip dengan persoalan yang akan diteliti

c. Formulasi Alternative-Alternative Penyelesaian Masalah yang Layak

Sebelum kita mengambil suatu keputusan, kadang kita memerlukan beberapa a lternative
lain. Data sekunder akan bermanfaat dalam memunculkan beberapa alternative lain yang
mendukung dalam penyelesaian masalah yang akan diteliti. Dengan semakin banyaknya
informasi yang kita dapatkan, maka peneyelesaian masalah akan menjadi jauh lebih mudah.

d. Solusi Masalah: Data sekunder disamping memberi manfaat dalam membantu


mendefinisikan dan mengembangkan masalah, data sekunder juga kadang dapat
memunculkan solusi permasalahan yang ada. Tidak jarang persoalan yang akan kita teliti
akan mendapatkan jawabannya hanya didasarkan pada data sekunder saja.

Kita perlu memilih metode pencarian data sekunder apakah itu akan dilakukan secara manual
atau dilakukan secara online. Jika dilakukan secara manual, maka kita harus menentukan
strategi pencarian dengan cara menspesifikasi lokasi data yang potensial, yaitu: lokasi
internal dan / atau lokasi eksternal. Jika pencarian dilakukan secara online, maka kita perlu
menentukan tipe strategi pencarian; kemudian kita memilih layanan-layanan penyedia
informasi ataupun database yang cocok dengan masalah yang akan kita teliti.

Setelah metode pencarian data sekunder kita tentukan, langkah berikutnya ialah melakukan
penyaringan dan pengumpulan data. Penyaringan dilakukan agar kita hanya mendapatkan
data sekunder yang sesuai saja, sedang yang tidak sesuai dapat kita abaikan. Setelah proses
penyaringan selesai, maka pengumpulan data dapat dilaksanakan.

Data yang telah terkumpul perlu kita evaluasi terlebih dahulu, khususnya berkaitan dengan
kualitas dan kecukupan data. Jika peneliti merasa bahwa kualitas data sudah dirasakan baik
dan jumlah data sudah cukup, maka data tersebut dapat kita gunakan untuk menjawab
masalah yang akan kita teliti.

Tahap terakhir strategi pencarian data ialah menggunakan data tersebut untuk menjawab
masalah yang kita teliti. Jika data dapat digunakan untuk menjawab masalah yang sudah
dirumuskan, maka tindakan selanjutnya ialah menyelesaikan penelitian tersebut. Jika data
tidak dapat digunakan untuk menjawab masalah, maka pencarian data sekunder harus
dilakukan lagi dengan strategi yang sama.

Pengambilan data sekunder tidak boleh dilakukan secara sembarangan, oleh karena itu kita
memerlukan metode tertentu. Cara-cara pengambilan data dapat dilakukan secara a) manual,
b) online dan c) kombinasi manual dan online.

a. Pencarian Secara Manual


Sampai saat ini masih banyak organisasi, perusahaan, kantor yang tidak mempunyai data base
lengkap yang dapat diakses secara online. Oleh karena itu, kita masih perlu melakukan
pencarian secara manual. Pencarian secara manual bisa menjadi sulit jika kita tidak tahu
metodenya, karena banyaknya data sekunder yang tersedia dalam suatu organisasi, atau
sebaliknya karena sedikitnya data yang ada. Cara yang paling efisien ialah dengan melihat
buku indeks, daftar pustaka, referensi, dan literature yang sesuai dengan persoalan yang akan
diteliti. Data sekunder dari sudut pandang peneliti dapat diklasifikasikan menjadi dua, yaitu
data internal__ data yang sudah tersedia di lapangan; dan data eksternal__ data yang dapat
diperoleh dari berbagai sumber lain.

*) Lokasi Internal: Lokasi internal dapat dibagi dua sebagai sumber informasi yang berasal
dari database khusus dan database umum. Data base khusus biasanya berisi informasi penting
perusahaan yang biasanyan dirahasiakan dan tidak disediakan untuk umum, misalnya, data
akutansi, keuangan, sdm, data penjualan dan informasi penting lainnya yang hanya boleh
diketahui oleh orang-orang tertentu di perusahaan tersebut. Data jenis ini akan banyak
membantu dalam mendeteksi dan memberikan pemecahan terhadap masalah yang akan kita
teliti di perusahaan tersebut.

Sebaliknya, database umum berisi data yang tidak bersifat rahasia bagi perusahaan dan boleh
diketahui oleh umum. Data jenis ini biasanya dapat diketemukan di perpustakaan kantor /
perusaahaan atau disimpan dalam komputer yang dapat diakses secara umum. Data ini
diperoleh dari luar perusahaan biasanya berbentuk dokumen-dokumen peraturan pemerintah
mengenai perdagangan, berita, jurnal perusahaan, profil perusahaan dan data-data umum
lainnya.

*) Lokasi Eksternal: Data eksternal dapat dicari dengan mudah karena biasanya data ini
tersimpan di perpustakaan umum, perpustakaan kantor-kantor pemerintah atau swasta dan
universitas, biro pusat statistik dan asosiasi perdagangan, dan biasanya sudah dalam bentuk
standar yang mudah dibaca, seperti petunjuk penelitian, daftar pustaka, ensiklopedi, kamus,
buku indeks, buku data statistik dan buku-buku sejenis lainnya.

b. Pencarian Secara Online

Dengan berkembangnya teknologi Internet maka munculah banyak data base yang menjual
berbagai informasi bisnis maupun non-bisnis. Data base ini dikelola oleh sejumlah
perusahaan jasa yang menyediakan informasi dan data untuk kepentingan bisinis maupun
non-bisnis. Tujuannya ialah untuk memudahkan perusahaan, peneliti dan pengguna lainnya
dalam mencari data.

Pencarian secara online memberikan banyak keuntungan bagi peneliti, diantaranya ialah: a)
hemat waktu: karena kita dapat melakukan hanya dengan duduk didepan komputer, b)
ketuntasan: melalui media Internet dan portal tertentu kita dapat mengakses secara tuntas
informasi yang tersedia kapan saja tanpa dibatasi waktu, c) Kesesuaian: peneliti dapat
mencari sumber-sumber data dan informasi yang sesuai dengan mudah dan cepat, d)hemat
biaya: dengan menghemat waktu dan cepat dalam memperoleh informasi yang sesuai berarti
kita banyak menghemat biaya.

Kriteria Dalam Mengevaluasi Data Sekunder

Ketepatan memilih data sekunder dapat dievaluasi dengan kriteria sebagai berikut:
 Waktu Keberlakuan: Apakah data mempunyai keberlakuan waktu? Apakah data dapat
kita peroleh pada saat diutuhkan. Jika saat dibutuhkan data tidak tersedia atau sudah
kedaluwarsa, maka sebaiknya jangan digunakan lagi untuk penelitian kita.
 Kesesuaian: Apakah data sesuai dengan kebutuhan kita? Kesesuaian berhubungan
dengan kemampuan data untuk digunakan menjawab masalah yang sedang diteliti.
 Ketepatan: Apakah kita dapat mengetahui sumber-sumber kesalahan yang dapat
mempengaruhi ketepatan data, misalnya apakah sumber data dapat dipercaya?
Bagaimana data tersebut dikumpulkan atau metode apa yang digunakan untuk
mengumpulkan data tersebut?
 Biaya: Berapa besar biaya untuk mendapatkan data sekunder tersebut? Jika biaya jauh
lebih dari manfaatnya, sebaiknya kita tidak perlu menggunaknnya.

2.2.2 Data Primer (Primary Data)

Data primer merupakan sumber data yang diperoleh langsung dari sumber asli (tidak melalui
media perantara). Data primer dapat berupa opini subjek (orang) secara individual atau
kelompok, hasil observasi terhadap suatu benda (fisik), kejadian atau kegiatan, dan hasil
pengujian. Metode yang digunakan untuk mendapatkan data primer yaitu : (1) metode survei
dan (2) metode observasi.

Metode Survei (Survey Methods)

 Metode survei merupakan metode pengumpulan data primer yang menggunakan


pertanyaan lisan dan tertulis.
 Metode ini memerlukan adanya kontak atau hubungan antara peneliti dengan subjek
(responden) penelitian untuk memperoleh data yang diperlukan.
 Data yang diperoleh sebagian besar merupakan data deskriptif, akan tatapi
pengumpulan data dapat dirancang untuk menjelesakan sebab akibat atau
mengungkapkan ide-ide.
 Umumnya digunakan untuk mengumpulkan data yang sama dari banyak subjek.
 Teknik yang digunakan adalah (1) wawancara, dan (2) kuesioner.

Wawancara (Interview)

 Wawancara merupakan teknik pengumpulan data dalam metode survei yang


menggunakan pertanyaan secara lisan kepada responden atau subjek penelitian.
 Teknik wawancara dilakukan jika peneliti memerlukan komunikasi atau hubungan
dengan responden.
 Data yang dikumpulkan umumnya berupa masalah tertentu yang bersifat kompleks,
sensitif atau kontroversial, sehingga kemungkinan jika dilakukan dengan kuesioner
akan kurang memperoleh tanggapan responden.
 Teknik ini terutama untuk responden yang tidak dapat membaca-menulis atau sejenis
pertanyaan yang memerlukan penjelasan dari pewawancara atau memerlukan
penerjemahan.
 Teknik wawancara dapat dilakukan dengan (1) melalui tatap muka dan (2) melalui
telepon.

Wawancara Tatap Muka (Personal atau Face-to-face Interviews)


Kelebihan teknik wawancara melalui tatap muka daripada melalui telepon atau pun kuesioner
:

 Memungkinkan untuk mengajukan banyak pertanyaan yang memerlukan waktu yang


panjang.
 Memungkinkan bagi pewawancara untuk memahami kompleksitas masalah dan
menjelaskan maksud penelitian kepada responden.
 Partisipasi responden lebih tinggi dibandingkan teknik kuesioner.

Kelemahannya :

 Kemungkinan jawaban responden bias karena terpengaruh pewawancara.


 Memerlukan banyak biaya dan tenaga jika jumlah responden relatif banyak dan lokasi
wawancara secara geografis terpencar.

Wawancara dengan Telepon (Telephone Interviews)

Kelebihan teknik ini dibandingkan tatap muka :

 Dapat menjangkau responden yang letak geografisnya terpencar.


 Biaya lebih murah dan tenaga yang diperlukan relatif sedikit serta waktu yang
diperlukan lebih cepat.

Kelemahannya :

 Pewancara tidak dapat mengamati ekspresi responden yang pada kondisi tertentu
diperlukan untuk menyakinkan apakah responden menjawab sesuai dengan fakta.
 Ada kemungkinan diputuskan sewaktu-waktu jika responden keberatan untuk
menjawab pertanyaan.
 Tidak semua responden mempunyai telepon
 Terbatasnya jumlah dan waktu untuk pertanyaan.
 Teknik ini dapat dibantu dengan komputer untuk mencatat jawaban responden da
secara otomatis jawaban responden akan disimpan dalam memori komputer.
Computer-Asisted Telephone Interviewing umumnya memerlukan jawaban responden
yang terstruktur berdasarkan program tertentu.

Kuesioner (Questionnaires)

Teknik ini memberikan tanggungjawab kepada responden untuk membaca dan menjawab
pertanyaan. Kuesioner dapat didistribusikan dengan berbagai cara, antara lain : secara
langsung disampaikan oleh peneliti, dikirim bersama paket atau majalah, diletakkan di
tempat-tempat ramai, melalui pos faksimile atau komputer.

Survei memerlukan data primer dengan menggunakan kuesioner sebagai sarana pengambilan
datanya. Jika dilakukan secara online melalui Internet, ada teknik-teknik yang berbeda
dengan cara pengambilan data secara manual. Tulisan ini akan membahas strategi dan teknik
dalam mencari dan mengumpulkan data primer di Internet, etika pencarian data, sumber-
sumber data primer, validasi data, kendala dan solusi serta pertimbangan-pertimbangan
lainnya.
Kuesioner secara Personal (Personally Administered Quistionnaires)

Jika lokasi antar responden relatif berdekatan seperti dalam satu perusahaan, maka teknik
merupakan cara yang sesuai. Teknik ini seperti halnya wawancara tatap muka, biayanya
relatif mahal jika jumlah responden relatif banyak dan letak geografisnya terpencar.

Kuesioner Lewat Pos (Mail Quistionnaires)

 Kusioner yang diajukan kepada responden dan jawabannya dikirim lewat pos.
 Memungkinkan peneliti memperoleh jawaban dari responden yang terpencar letak
geografisnya.
 Jumlah pertanyaan yang diajukan relatif banyak yang tidak efisien jika diajukan
melalu telepon.
 Kelemahan utama teknik ini adalah responden tidak mengembalikan kembali
kuesioner.
 Teknik ini memiliki tingkat tanggapan (respon rate) yang paling rendah dibandingkan
teknik pengumpulan data primer lainnya.
 Kemungkinan jawaban responden tidak sesuai dengan konteks pertanyaan.

Metode Observasi (Observation Methods)

Metode observasi adalah peroses pencatatan pola perilaku subyek (orang), objek (benda) atau
kejadian yang sistematik tanpa adanya pertanyaan atau komunikasi dengan individu-individu
yang diteliti.

Kelebihan metode ini dibandingkan metode survei adalah data yang dikumpulkan umumnya
tidak terdistorsi, lebih akurat dan bebas dari response bias. Metode ini menghasilkan data
yang lebih rinci mengenai perilaku (subjek), benda atau kejadian (objek).

Tipe-tipe Observasi

Ada beberapa jenis subyek, obyek dan kejadian yang dapat diobservasi oleh peneliti, antara
lain: perilaku fisik, perilaku verbal, perilaku ekspresif, benda fisik atau kejadian-kejadian
yang rutin dan temporal.

Teknik observasi dalam penelitian bisnis dapat dilakukan dengan observasi langsung oleh
peneliti atau dengan bantuan peralatan mekanik. Tipe observasi yang diiakukan langsung
oleh peneliti dinamakan observasi langsung (direct observation), terutama untuk subyek
atau obyek penelitian yang sulit diprediksi. Teknik observasi yang dilakukan dengan bantuan
peralatan mekanik, antara lain: kamera foto,video, mesin penghitung disebut observasi
mekanik (mechanical observation). Observasi mekanik umumnya diterapkan pada
penelitian terhadap perilaku atau kejadian yang bersifat rutin, berulang-ulang dan telah
terprogram sebelumnya.

Teknik observasi langsung dan observasi mekanik dapat dilakukan tanpa sepengetahuan
subyek yang diteliti (hidden observation) atau dengan sepengetahuan responden (visible
observation). Observasi yang dilakukan tanpa sepengetahuan responden dimaksudkan agar
perilaku atau kejadian yang diamati dapat berlangsung wajar atau aiami dan untuk
menghindari kemungkinan perilaku reaktif dari subyek yang diteliti. Penggunaan teknik
hidden observation (disebut juga unobstrusive observation) diharapkan dapat
meminimalkan kemungkinan terjadinya respondent error. Meskipun sebagian besar teknik
observasi diterapkan pada setting lingkungan yang dialami, peneliti dapat juga melakukan
observasi pada setting artifisial (contrived observation). Observasi pada setting lingkungan
buatan umumnya diterapkan pada penelitian yang bertujuan menguji hipotesis.

Observasi Langsung (Direct Observation)

Penggunaan teknik observasi langsung memungkinkan bagi peneliti untuk mengumpulkan


data mengenai perilaku dan kejadian secara detail. Peneliti dalam observasi langsung tidak
berusaha untuk memanipulasi kejadian yang diamati. Pengamat hanya mencatat apa yang
terjadi sehingga mempunyai peran yang pasif. Banyak tipe data yang dikumpulkan melalui
teknik observasi langsung ini hasilnya lebih akurat dan memerlukan biaya yang relatif lebih
ekonomis dibandingkan dengan teknik wawancara atau pertanyaan yang digunakan dalam
metode survei. Data yang diperoleh melalui observasi langsung kadang digunakan untuk
melengkapi data yang diperoleh melalui wawancara atau kuesioner.

Teknik observasi langsung, meskipun tidak memerlukan komunikasi dengan responder, tidak
bebeas dari kemungkinan kesalahan. Data yang dikumpulkan melalui teknik ini kadang
dipengaruhi oleh subyektivitas pengamat dalam menginterpretasikan perilaku atau kejadian
selama proses observasi. Metode observasi pada penelitian terhadap perilaku lebih
menekankan pada respon subyek secara nonverbal dibandingkan dengan metode survei yang
lebih menekankan pada respon subyek secara verbal. Respon nonverbal atau perilaku
ekspresi yang umumnya dilakukan dalam komunikasi, antara lain: mengangguk, tersenyum,
mengernyitkan alis mats, dan ekspresi wajah yang lain atau bahasa tubuh (isyarat). Observasi
terhadap perilaku ekspresi atau komunikasi nonverbal yang lain Bering menghasilkan
interpretasi yang keliru. Misal, pengamat kemungkinan menginterpretasikan bahwa
tersenyum atau tertawa merupakan ekspresi dari kegembiraan seseorang.

Observasi Terhadap Perilaku dan Lingkungan Sosial

Tujuan observasi dalam banyak hal adalah untuk memahami perilaku dan kejadian-kejadian
dalam lingkungan sosial. Ada dua teknik observasi yang dapat digunakan pada penelitian
terhadap lingkungan sosial, yaitu: (1) partisipant observation dan (2) nonpartisipant
observation.

Partisipant Observation

Peneliti melakukan observasi dengan cars melibatkan diri atau menjadi bagian dari
lingkungan sosial atau organisasi yang diamati. Peneliti melalui teknik ini dapat memperoleh
data yang relatif lebih banyak dan akurat, karena peneliti dapat secara langsung mengamati
perilaku dan kejadiankejadian dalam lingkungan sosial yang diteliti. Kehadiran peneliti
kemungkinan dapat diketahui atau tidak diketahui oleh lingkungan sosial yang diamati.
Teknik yang digunakan untuk mengumpulkan data adalah kombinasi antara observasi
langsung dan wawancara secara formal dan nonformal.

Nonpartisipant observation

Peneliti dapat melakukan observasi sebagai pengumpul data tanpa melibatkan diri atau
menjadi bagian dari lingkungan sosial atau organisasi yang diamati. Misal, seorang peneliti
dapat berada di sudut ruangan suatu kantor untuk melihat dan mencatat bagaimana seorang
manajer menggunakan waktunya. Kegiatan ini umumnya memerlukan waktu yang relatif
lama, apalagi jika manajer yang diamati jumlahnya relatif banyak.

Content Analysis

Content analysis merupakan metode pengumpulan data penelitian melalui teknik observasi
dan analisis terhadap isi atau pesan dari suatu dokumen (antara lain berupa : iklan, kontrak
kerja, laporan, notulen rapat, surat, jurnal majalah atau surat kabar).

Tujuan content analysis adalah melakukan identifikasi terhadap karakteristikl atau informasi
spesipik yang terdapat pada suatu dokumen untuk menghasilkan deskripsi yang objektif dan
sistematik.

Observasi Mekanik

Observasi mekanik adalah observasi yang menggunakan bantuan mesin. Observasi mekanik
dalam penelitian bisnis digunakan untuk mengukur dan mengevaluasi reaksi fisik atau bagian
tubuh manusia.

Ada empat macam peralatan mekanik yang digunakan, yaitu (1) pengukur pergerakan mata
(eye-tracking monitors), (2) pengukur pergerakan biji atau manik mata (pupilometers), (3)
pengukur reaksi kulit (psychogalvanometer), dan (4) pengukur perubahan suara (voice pitch
analyzers).

Pengambilan data yang dilakukan secara online mengikuti kaidah dan aturan sesuai dengan
penelitian secara tradisional. Perbedaan pokok ialah sarana dan cara penyampaian kepada
responden serta cara mendapatkan responden. Sarana pengambilan data dilakukan dengan
menggunakan komputer yang tersambung dengan Internet atau disebut Computer Assisted
Data Collection (CADAC), cara pengambilan data dengan menggunakan email dan / atau
web site dan cara mendapatkan responden didasarkan pada alamat email pengguna Internet.

Data primer mempunyai pengertian bahwa data atau informasi tersebut diperoleh dari sumber
pertama, yang secara teknis dalam penelitian disebut responden. Data primer dapat berupa
data-data yang bersifat kuantitatif maupun kualitatif. Perbedaan utama dalam pencarian data
primer yang diambil secara online ialah data primer di Internet tidak terbatas oleh faktor-
faktor geografis sebagaimana data primer yang diambil secara langsung dalam penelitian
lapangan. Karena sifat Internet yang mengglobal, maka peneliti akan mendapatkan dua hal
yang bertolak belakang secara sekaligus, yaitu keuntungan dan kelemahan sifat tersebut
berkaitan dengan cara mengambil data di Internet. Keuntungannya ialah peneliti akan dapat
melakukan pengumpulan data secara cepat, murah dan mendapatkan banyak pilihan calon
responden; sedang kelemahannya ialah jika tidak menggunakan teknik sampling yang benar,
maka responden yang diperoleh tidak akan sesuai dengan apa yang diinginkan atau tidak
sesuai dengan masalah yang sedang dikaji. Persoalan kedua menyangkut pengguna email di
Internet pada umumnya tidak memberikan data pribadinya sesuai dengan kondisi sebenarnya.

Computer Assisted Data Collection (CADAC)

CADAC mulai popular mengganti fungsi kertas dan pena dalam proses pengambilan data
sejak tahun 1990-an bersamaan dengan berkembangnya teknologi World Wide Web yang
mengubah tampilan fisik Internet di layar monitor komputer. CADAC merupakan instilah M
dengan alat bantu komputer sbb:

 CAPI (Computer Assisted Personal Interviewing)


 CASI (Computer Assisted Self Interviewing); CSAQ (Computerized Self-
Administered Questionnaire)
 CASI atau CASIIP (computer assisted self-interviewing with interviewer present).
CASI-V (question text on screen: visual). CASI-A (text on screen and on audio)
 DBM (Disk by Mail) dan EMS (Electronic Mail Survey)
 CAPAR (Computer Assisted Panel Research), Teleinterview, (Electronic diaries)
 TDE (Touchtone Data Entry), VR (Voice Recognition), ASR (Automatic Speech
Recognition)

CAPI (Computer Assisted Personal Interviewing): Sesuai dengan namanya CAPI digunakan
untuk melakukan interview dengan cara pewawancara mengunjungi responden dengan
menggunakan komputer notebook untuk melakukan wawancara tatap muka dengan
responden. Setelah selesai wawancara, maka data yang meliputi hasil wawancara dan data
profil reponden dikirim ke komputer sentral melalui email.

CASI (Computer Assisted Self Interviewing); CSAQ (Computerized Self-Administered


Questionnaire): CASI mempunyai ciri responden melakukan wawancara tanpa didampingi
pewawancara. Pertanyaan dibaca melalui layar monitor dan dijawab oleh responden
kemudian jawaban dikirim melalui alamat yang sudah tersedia. Jika dilakukan melalui email
biasanya responden tinggal menekan tombol reply saja. .

Bentuk lain CASI ialah CAPI dimana pewawancara memberikan komputer pada responden
sambil memandu jalannya wawancara. Model seperti ini disebut dengan CASI-IP, dimana IP
merupakan singkatan dari interviewer present.

DBM (Disk by Mail) dan EMS (Electronic Mail Survey): DBM merupakan bentuk program
survei dalam disket yang berisi program wawancara yang dikirimkan ke responden.
Kemudian responden menjalankan programnya ke komputernya sendiri kemudian
mengembalikannya kepada peneliti setelah semua pertanyaan dijawab. Pada EMS survei
dikirim dengan menggunakan email melalui jaringan komputer, system email tertentu, dan
bulletin boards. Pada umumnya responden diminta berpartisipasi dalam survei ini, jika yang
bersangkutan bersedia mereka diminta menjawab pertanyaan-pertanyaan yang sudah tersedia
melalui email.

CAPAR (Computer Assisted Panel Research), Teleinterview, (Electronic diaries): Dalam


model ini, teleinterview merupakan wawancara dilakukan sendiri tanpa kehadiran
pewawancara. Sedang CAPAR responden diminta mengisi kuesioner elektronik. Peneliti
mengirimkan komputer kepada para responden kemudian komputer komputer tersebut
dihubungkan ke jaringan dengan menggunakan modem. Pada tele-interview populasi tidak
terbatas pada pengguna Internet; sedang pada CAPAR responden dipilih yang mempunyai
akses ke Internet sehingga sedikit membatasi pemilihan responden.

TDE (Touchtone Data Entry), VR (Voice Recognition), ASR (Automatic Speech


Recognition): TDE, VR dan ASR merupakan bentuk aplikasi spesifik dari CASI. Pada TDE
seorang responden dipanggil oleh satu komputer, pertanyaan-pertanyaan dibacakan oleh
suara komputer, kemudian responden diminta menjawab dengan cara menekan tombol
keyboard yang sesuai. Pada model VC responden hanya diwajibkan menjawab dengan ‘ya’
atau ‘tidak’ secara lisan. Pada ASR jawaban lebih kompleks responden tidak hanya
menjawab dengan menggunakan kata ‘ya’ atau ‘tidak’.

Cara Email Bekerja

Email merupakan fasilitas yang paling banyak dipakai di Internet. Apa-apa yang dapat
dikirim melalui email selain teks diantaranya ialah file-file biner, seperti gambar, video, suara
dan file-file yang dapat dijalankan berupa aplikasi tertentu. Email dikirim melalui Internet
sebagaimana data dikirimkan, yaitu isi email dipecah-pecah dalam bentuk paket-paket yang
lebih kecil oleh protokol TCP, kemudian protokol IP mengirimkan semua paket ke lokasi
tujuan. Ketika sampai ke tujuan TCP menggabung lagi semua paket menjadi satu bagian
seperti semula sehingga ketika dibuka di komputer kita email sudah dapat dibaca secara utuh.
Perjalanan email di Internet cukup berliku-liku mulai dari komputer pengirim untuk sampai
ke komputer tujuan. Email tersebut harus melalui sederetan jaringan yang kadang masing-
masing jaringan mempunyai format email yang berbeda-beda. Agar email tidak menjadi
rusak maka gateway bertugas untuk menterjemahkan format –format email yang berbeda-
beda dari satu jaringan ke jaringan lainnya sehingga email dapat melewati berbagai jaringan
dengan aman sampai ke komputer yang dituju.

Mencermati cara kerja email yang demikian itu, maka penelitian yang menggunakan email
sebaiknya mengikuti cara kerja tersebut. Sebaiknya jangan mengirimkan data yang besar.
Data yang besar lebih baik dipecah-pecah ke dalam sub-data yang lebih kecil. Data yang
berlebihan kemungkinan tidak akan dapat sampai ke tempat tujuan atau bahkan rusak.

Cara World Wide Web (WWW) Bekerja

World Wide Web atau disingkat dengan WWW merupakan teknologi yang berkembang
dengan pesat dan inovatif. Karena teknologi tersebut, maka para penggunjung dunia Internet
dapat melihat halaman-halaman yang berisi teks, grafik, suara dan video yang berisi gambar
bergerak. Untuk berpindah dari satu halaman ke halaman lainnya kita dapat menggunakan
sarana penghubung yang disebut hypertext links. Bahasa yang memungkinkan kita dapat
menggunakan sarana penghubung tersebut dan melihat-lihat halaman-halaman di Web ialah
Hypertext Markup Language atau yang popular disebut HTML.

Agar peneliti dapat mencari lokasi halaman Web tertentu, maka yang bersangkutan harus
mengaktifkan browser di layar monitor kemudian menuliskan alamat atau lokasi dimana
halaman-halaman yang akan kita cari tersebut berada. Nama lokasi Web tersebut disebut
sebagai URL atau Uniform Resource Locator. Sarana yang memungkinkan terjadi
komunikasi antara Web browser yang mengirimkan URL tertentu dengan Web server ialah
Hypertext Transfer Protocol atau HTTP. Oleh karena itu setiap penulisan lokasi Web tertentu
harus dimulai dengan kata ‘http’. Ketika server menemukan halaman utama suatu situs,
dokumen atau objek yang dicari maka server yang bersangkutan kemudian mengirimkan
kembali halaman utama suatu situs, dokumen atau objek yang diminta tersebut ke browser
klien dan memunculkan ke layar monitor komputer peminta.

Cara Mengumpulkan Data Online Secara Umum

Ada dua cara untuk mengumpulkan data primer melalui Internet:


1. pertama melalui web site

2. kedua melalui email.

Jika kita menggunakan web site sebagai media penempatan kuesioner maka strateginya ialah:

1. Umumkan alamat web site dimana kita menempatkan kuesioner yang akan digunakan
untuk memperoleh data primer melalui web site atau portal yang sudah popular, misalnya
http://www.detik.com, http://www.kompas.com dan sejenisnya

2. Pengumuman dapat berupa banner atau teks yang berisi link ke alamat web site dimana
studi sedang dilaksanakan, sehingga pengunjung situs tersebut dapat secara langsung
membuka kuesioner dengan cara memilih link yang ada pada banner atau teks tersebut.

3. Pengumuman dapat juga dilakukan dengan cara memberikan undangan kepada responden
yang memenuhi criteria sebagaimana sudah ditetapkan melalui email. Dalam email tersebut
berisi undangan singkat yang menjelaskan tujuan penelitian, cara pengisian kuesioner dan
alamat web site dimana penelitian sedang dilaksanakan dan jika diperlukan password untuk
mengakses kuesioner yang akan diisi oleh para responden.

Jika kita menggunakan email sebagai sarana penelitian yang sedang dilaksanakan, maka
strateginya ialah:

1. Kirimkan email kepada para responden yang sudah ditetapkan sebelumnya.

2. Lampirkan kuesioner pada email yang dapat berupa file dokumen atau pdf pada
attachment atau jika dalam format HTML dapat langsung sebagai isi email itu sendiri.

3. Dalam email tersebut sebaiknya ditulis tujuan penelitian, cara mengisi kuesioner dan cara
mengirimkan kembali kuesioner yang ada dalam email tersebut.

Netiquette dalam Dunia Maya

Dalam dunia Internet atau yang dikenal dengan istilah dunia maya (virtual world) terdapat
aturan yang disebut Netiquette yang berupa kebiasaan-kebiasaan, konvensi, praktik-praktik
yang sama dan harapan-harapan tertentu; oleh karena itu jika kita ingin berhasil dalam
pencarian data primer ini sebaiknya kita ikuti aturan-aturan yang berlaku di dunia maya.
Pemahaman akan aturan-aturan yang berlaku tersebut akan menolong mempercepat dalam
pencarian data yang kita butuhkan. Beberapa konvensi dalam dunia maya diantaranya ialah:

 Jangan mengirim email sampah (bulk mail) karena itu akan mengganggu privasi
orang lain dan membuat si penerima mengeluarkan biaya untuk membuka email-
email tersebut.
 Jangan membanjiri alamat email orang lain dengan menggunakan teknik email spam
karena akan merusak server milik orang lain
 Jangan menulis email dengan menggunakan huruf besar semua karena itu tidak sopan
 Mintalah infromasi yang hanya sesuai dengan kelompok yang dituju, jika yang dituju
merupakan kelompok kepentingan (usenet interest groups)
 Kirimlah informasi sesingkat mungkin antara satu atau dua halaman saja.
 Informasikan mengenai penelitian yang sedang dilaksanakan kepada para pemberi
informasi yang kita butuhkan.

Sumber-Sumber Mendapatkan Alamat Email Calon Responden

Dimana kita dapat mengirimkan email kepada calon responden yang akan kita mintai
informasi? Berikut ini adalah tempat-tempat para pengunjung Internet (netter) melakukan
komunikasi atau berkumpul secara maya.

1. Usenet News Groups: News Groups merupakan tempat dimana pesan-pesan atau berita
ditempatkan dan para netter mengunjungi alamat tersebut untuk membaca pesan atau berita
yang sudah dipasang dengan topik-topik tertentu.

2. Mailing Lists: mailing lists berfungsi mirip dengan news groups perbedaannya ialah jika
pada news groups pesan atau berita dibaca di alamat web tertentu, maka dalam mailing lists
pesan atau berita dengan topik tertentu dikirimkan melalui email.

3. Web Forums: merupakan tempat dimana para netter berkomunikasi berkaitan satu dengan
lain dan difasilitasi oleh situs-situs tertentu, misalnya yahoo

4. Interest Groups: merupakan kelompok-kelompok kepentingan orang-orang yang


mempunyai kepentingan sama. Misalnya Yahoo Groups (http://groups.yahoo.com), Google
Groups (http://groups.google.com)

5. Pengunjung tetap situs-situs tertentu: ada orang-orang tertentu yang selalu secara tetap
mengunjungi situs-situs tertentu, misalnya situs berita http://www.detik.com;
http://www.kompas.com. Para pengunjung tetap ini biasanya akan menjadi member pada
situs-situs tersebut.

6. Server-server lokal dimana alamat situs dan email disimpan

Dalam mencari alamat email tersebut tentunya tidak semudah yang kita bayangkan, oleh
karena itu kita perlu menggunakan metode tertentu. Metode ini sama dengan metode
pencarian data sekunder di Internet sebagaimana tertulis di bagian ke lima buku ini. Metode
dapat berupa metode tradisional seperti penggunaan FTP, Gopher, Telnet, Wais atau
menggunakan piranti canggih seperti Search Tools dalam World Wide Web, misalnya pada
http://www.google.com yang merupakan search tool yang paling banyak informasinya
sampai dengan artikel ini ditulis terdapat 4,285,199,774 halaman situs di seluruh dunia.

Pertimbangan Umum Dalam Mencari Data Primer / Informasi di Internet

Agar kita dapat memperoleh data atau informasi yang berkualitas, maka kita perlu melakukan
pertimbangan-pertimbangan sebagai berikut:

 Sumber data atau informasi harus dapat dipercaya asalnya


 Kejelasan orang yang memberikan informasi terutama kredibilitas pemberi informasi
 Tujuan pemberian informasi jelas dan obyektif tidak disertai dengan kepentingan-
kepentingan tertentu, misalnya kepentingan politik atau bisnis
 Ada kecocokan antara tujuan penelitian dan data yang diperoleh dan umur data tidak
kedaluwarsa.
 Pertimbangkan tingkat response (response rate) para responden. Hasil penelitian akan
semakin baik jika tingkat response tinggi. Jika tingkat response rendah, hasil
penelitian akan mempunyai kesalahan dengan apa yang disebut sebagai kesalahan
yang disebabkan karena tidak adanya jawaban (no response error). Untuk mensiasati
masalah ini, penelitian bisnis biasanya memberikan insentif dalam bentuk undian
berhadiah bagi para responden yang bersedia menjadi respondennya.
 Gunakan teknik sampling yang benar sesuai dengan kaidah yang berlaku dalam dunia
penelitian.

BAB III

PENUTUP

Kesimpulan

Pengumpulan data merupakan salah satu tahapan penting dalam kegiatan penelitian dan
dilakukan setelah peneliti selesai membuat desain penelitian sesuai dengan masalah yang
akan diteliti. Pengambilan data primer dalam survei menggunakan kuesioner. Secara teori
proses pengambilan data memegang peranan penting dalam menentukan validitas hasil
penelitian. Oleh karena itu, dalam teori validitas, hasil riset tidak akan mempunyai validitas
tinggi, jika peneliti melakukan kesalahan dalam pengambilan data yang secara tekni disebut
data collection error. Kesalahan dalam pengambilan data primer akan berakibat secara
langsung dalam hasil analisa yang tidak sesuai dengan masalah yang akan dijawab sehingga
hasil studi akan menghasilkan kesimpulan yang salah.

Sebelum kita mengambil suatu keputusan, kadang kita memerlukan beberapa alternative lain.
Data sekunder akan bermanfaat dalam memunculkan beberapa alternative lain yang
mendukung dalam penyelesaian masalah yang akan diteliti. Dengan semakin banyaknya
informasi yang kita dapatkan, maka peneyelesaian masalah akan menjadi jauh lebih mudah.

Data sekunder disamping memberi manfaat dalam membantu mendefinisikan dan


mengembangkan masalah, data sekunder juga kadang dapat memunculkan solusi
permasalahan yang ada. Tidak jarang persoalan yang akan kita teliti akan mendapatkan
jawabannya hanya didasarkan pada data sekunder saja.

Adapun perbedaan yang dapat saya simpulkan dari data primer dengan data sekunder adalah :

Data primer :merupakan data yang dikumpulkan oleh perusahaan

Contoh: periset pemasaran perusahaan melakukan survei pelanggan

Data sekunder: Data sekunder dikumpulkan oleh orang lain dan disediakan untuk perusahaan

Contoh: data sekunder tersedia dalam bentuk database komersial yang disediakan oleh jasa
database dengan bayaran

secara ringkas, jenis dan sumber data disajikan pada bagan berikut
Hubungan Sumber dan Jenis Data Penelitian

Pengumpulan data dapat menggunakan sumber primer atau sumber sekunder.

Semoga makalah ini bermanfaat bagi para pembaca